Negara-Negara dengan Reaktor Nuklir Terbanyak di Dunia

Negara Jumlah Reaktor Nuklir Jumlah Tenaga Yang Dihasilkan (MWe) Tenaga Rata-Rata per Reaktor (MWe)
Amerika Serikat 104 99 049 952.4
Perancis 59 63 473 1 075.8
Jepang 55 47 577 865.0
Rusia 31 21 743 701.4
Republik Korea 20 17 533 876.7
Uni Kerajaan (Inggris) 19 11 035 580.8
Canada 18 12 595 699.7
Jerman 17 20 339 1 196.4
India 17 3 779 222.3
Ukraina 15 13 168 877.9

Data: Uranium Information Centre, Australia. Data: Oktober 2007

Dari data di atas kita dapatkan bahwa Amerika Serikat adalah negara dengan jumlah reaktor nuklir terbanyak di dunia, hampir dua kali lipat dari negara berikutnya di urutan ke dua yaitu Perancis. Rusia, yang mengalami perpecahan dari Uni Soviet ‘harus puas’ di tempat keempat dengan ‘hanya’ 31 reaktor. Selain harus ‘berbagi’ dengan pecahan Uni Soviet lainnya, reaktor2 nuklir di Rusia banyak yang ditutup setelah perang dingin karena Rusia mengalami sedikit kesulitan biaya dalam memelihara reaktor nuklirnya. Walaupun AS menempati urutan pertama dalam jumlah reaktor nuklir, namun tenaga yang dihasilkan per reaktornya rata-rata, hanya menempati urutan ketiga setelah Jerman dan Perancis. Namun sejak beberapa tahun belakangan ini, yang diperkuat dengan ditandatanganinya Perjanjian non-proliferasi Nuklir, yang semula hanya ditandatangani oleh AS, Uni Soviet dan Inggris di tahun 1968, kebanyakan negara-negara di atas sudah tidak merencanakan reaktor nuklir baru lagi setidak-tidaknya untuk jangka pendek. Hanya Canada, Jepang dan Korea Selatan (dari 10 negara di atas) saja yang masih merencanakan pembangunan reaktor nuklir baru dalam jangka pendek ini.

Apakah data di atas juga mencerminkan banyaknya kepala nuklir yang dipunyai oleh suatu negara? Sama sekali tidak! Meskipun data di atas sedikit banyak mencerminkan potensi sebuah negara untuk mengembangkan senjata nuklirnya. Jepang misalnya, walaupun Jepang menmpati urutan ketiga dalam banyaknya reaktor nuklir, namun saat ini Jepang tidak mempunyai program senjata nuklir walaupun tidak ada seorang ahlipun yang meragukan kemampuan Jepang dalam mengembangkan senjata nuklir. Sebaliknya China yang termasuk dalam ‘5 besar’ dalam kepemilikan senjata nuklir, tidak masuk dalam 10 besar di atas, ini karena pada saat ini China hanya mempunyai 11 buah reaktor nuklir yang benar2 beroperasi dengan total tenaga yang dihasilkan sebesar 8587 MWe. Namun China masih punya 5 reaktor nuklir yang sedang dibangun, dan tidak tanggung-tanggung China tengah merencanakan 30 reaktor nuklir baru ditambah dengan 86 reaktor nuklir yang masih dalam proposal!!

Namun perlu diingat pula bahwa kesepuluh negara di atas (dan juga China) adalah negara-negara yang sudah menandatangani perjanjian non-proliferasi nuklir yang dimulai tahun 1968 yang semula hanya ditandatangani oleh AS, Uni Soviet dan Uni Kerajaan (Inggris). Dari ‘lima besar’ negara bersenjata nuklir semula Perancis dan China menolak ikut menandatangani perjanjian non-proliferasi nuklir, namun akhirnya kedua negara tersebut ikut menandatangani tahun 1992. Kini lebih dari 100 negara telah menandatangani perjanjian non-proliferasi nuklir ini termasuk negeri kita: Indonesia. Tiga negara yaitu: India, Pakistan dan Israel menolak untuk menandatangani perjanjian non-proliferasi nuklir ini, sedangkan Korea Utara yang sebenarnya ikut menandatangani perjanjian ini di tahun 1985 ternyata dinyatakan tidak mentaati perjanjian tersebut, dan akhirnya Korea Utara benar-benar keluar dari perjanjian ini di tahun 2003 lalu.

Lantas apa isi perjanjian non-proliferasi nuklir itu? Perjanjian ini berisi tiga pilar perjanjian, yaitu: Pilar Pertama: Non-Proliferasi. Dalam pilar ini, negara2 maju dalam bidang nuklir terutama kelima negara ‘terbesar’ bersenjata nuklir: (AS, Rusia, Uni Kerajaan (Inggris), Perancis dan China) untuk tidak mentransfer ataupun menjual senjata nuklir mereka ataupun alat peledak nuklirnya kepada negara2 lain. Dan juga dalam pilar ini juga ditegaskan bahwa kelima negara tersebut dilarang untuk membantu baik dalam membantu pembuatan ataupun konsultasi dalam bentuk apapun yang memicu pembuatan senjata nuklir di negara2 lain. Negara-negara non-nuklir yang menandatangani perjanjian ini juga sepakat bahwa jikalau mereka ingin mendirikan reaktor nuklir, mereka setuju menerima Badan Energi Atom Internasional (IAEA) sebagai pengawas agar reaktor nuklir yang mereka dirikan ditujukan untuk keperluan damai dan bukan diselewengkan menjadi pabrik pembuatan senjata nuklir. Pilar Kedua: Pelucutan Senjata Nuklir. Negara2 yang mempunyai senjata nuklir sedikit demi sedikit mulai melucuti senjata nuklirnya terutama negara ‘5 besar’ senjata nuklir di dunia. Ini termasuk juga pemberhentian produksi senjata nuklir di 5 negara besar senjata nuklir tersebut. Pilar Ketiga: Energi Nuklir untuk Tujuan Damai. Di sini sebenarnya terjadi sedikit kekompleksan masalah, karena hampir semua negara-negara nuklir enggan untuk benar2 meninggalkan ‘bahan bakar nuklir’ mereka, sehingga dibuatlah peraturan sedemikian rupa sehingga reaktor nuklir yang didirikan menjadi sulit untuk dijadikan ‘pabrik’ pengembangkan senjata nuklir. Kerancuan juga terjadi karena beberapa negara non-nuklir diberi hak untuk mengadakan ‘pengayaan uranium’ yang sebenarnya ditujukan untuk maksud menjadikannya uranium tersebut sebagai bahan bakar reaktor. Namun yang terjadi justru ada beberapa negara yang dicurigai melakukan penyalahgunaan proses pengayaan uranium untuk keperluan senjata nuklir, seperti pada kasus Korea Utara dan juga Iran. Apakah ‘Pengayaan Uranium’ itu? Pengayaan Uranium pada hakekatnya adalah mengubah komposisi Uranium agar siap digunakan sebagai bahan bakar reaktor ataupun sebagai senjata nuklir! Dalam Uranium alamiah sebenarnya mempunyai komposisi U-238 sekitar 99.2% dan U-235 sekitar 0.8%. Dalam pengayaan uranium agar dapat digunakan sebagai bahan bakar reaktor, komposisi diubah sehingga komposisi Uranium menjadi lebih kaya akan U-235, sehingga komposisinya menjadi U-235nya menjadi sekitar 3-4%. Namun jikalau Uranium ini diperkaya hingga komposisi U-235nya mencapai 90%, maka komposisi uranium inilah yang siap dijadikan senjata nuklir!

Okay, sebagai penutup akan disajikan data mengenai kelima negara besar nuklir dan juga jumlah kepala nuklir yang masih tersisa di negara2 tersebut.

(Amerika Serikat):

Peledakan Nuklir pertama: 16 Juli 1945.
Peledakan Nuklir terakhir: 23 September 1992.
Total Percobaan Peledakan Nuklir: 1054 kali.
Percobaan Terbesar: 15 Megaton (1954)
Stok Kepala Nuklir saat ini: 9938 (5163 di antaranya masih aktif)

Uni Soviet/Rusia:

Peledakan Nuklir Pertama : 1949
Peledakan Nuklir Terakhir : 1990
Total Percobaan Senjata Nuklir: 715 kali
Percobaan Nuklir Terbesar: 5 Megaton
Stok Kepala Nuklir Saat ini: 16 000 (5830 masih aktif)

Uni Kerajaan / Inggris

Peledakan Nuklir Pertama: 2 Oktober 1952
Peledakan Nuklir Terakhir: 26 November 1991
Peledakan Nuklir Terbesar: 3 Megaton
Total Percobaan Nuklir: 45 kali
Stok Kepala Nuklir Sekarang : 200

Perancis

Peledakan Nuklir Pertama : 13 Februari 1960
Peledakan Nuklir Terakhir : 28 Desember 1995
Peledakan Nuklir Terbesar : 2.6 Megaton
Total Percobaan Nuklir : 210 kali
Stok Kepala Nuklir Sekarang : 350

China

Peledakan Nuklir Pertama: 16 Oktober 1964
Peledakan Nuklir Terakhir: 29 Juli 1996
Total Percobaan Senjata Nuklir:Β 45 kali
Peledakan Nuklir Terbesar: 1 megaton
Stok Kepala Nuklir Sekarang: 150

28 responses to “Negara-Negara dengan Reaktor Nuklir Terbanyak di Dunia

  1. Wah, pertamax nih! pagi2 onlain dah dpt pertamax. Tp mas, kok temanya bikin saya stres ya?😦 Hehehehe….
    Ya udah segini dulu ya mas, abin mo kerja dulu nanti malem sy onlain lagi deh ngasi komen yg agak serius. daah!

  2. Nuklir; antara potensi dan bahaya. Potensi untuk energi namun bahaya untuk peradaban manusia. Selama pemilik2 nuklir ini memegang teguh untuk tidak menggunakannya sebagai alat peperangan oke-oke saja, tapi sampai kapan ya? Gak kebayang di atas Indonesia ini berseliweran kepala nuklir….wuingg…wuinnnng……lalu duaooooorrr hancur deh kita.

  3. Dari tiga pilar isi perjanjian Non-Proliferasi itu agaknya yang paling dinanti seluruh penduduk dunia saya kira pilar ketiga, yakni Energi Nuklir untuk Tujuan Damai. Menurut hemat saya, hal ini menarik karena selama ini nuklir selalu identik dengan “perang”. Bisakah negara2 penandatangan perjanjian itu sanggup mewujudkan pilar ke-3 ini? Waduh, maaf kalau salah, Bung Yari. Semoga dunia makin damai, terbebas dari keserakahan negara2 yang mengklaim dirinya sebagai “polisi” dunia.

  4. beberapa negara da mampang dengan nuklirnya. tapi negara ane kenapa ga tepampang ya?πŸ™‚

  5. Seandainya dalam kenyataannya (terutama pilar kedua) US tidak bersikap sebagai polisi dunia…
    *alangkah indahnya*

    Seandainya kandungan uranium di Kalimantan terbukti benar, setidaknya ada opportunity krisis listrik di Kalimantan bisa diatasi sampai 125 tahun mendatang…
    *alangkah senangnya*

    Seandainya Indonesia memiliki PLTN, maka tingkat emisi CO2 di Indonesia bisa ditekan jauh lebih rendah dibanding penggunaan PLTU batu bara / migas bahkan dibanding PLTG (gas natural)..
    *alangkah leganya nafas kita*

    Terlalu banyak berandai-andai…πŸ˜‰ yang pasti-pasti saja… ini ada web site terkait dengan nuklir yang cukup informatif;

    http://www.world-nuclear.org/info/reactors.html

    Salam…

  6. Ini mas komen seriusnya……. andaikan terjadi perang nuklir, yg menang menderita, yg kalah terlebih.soalnya andaikan dunia sdh hancur oleh perang nuklir maka apa yg bisa dinikmati oleh pihak yg menang? Semuanya sudah tercemar dan rusak….. yah begitulah….
    oke mas yari…. segitu aja ya…. jd ga ke jkt nih??
    *berharap sekali*πŸ˜€

  7. Kesimpulannya apa ya mas? Nuklir memang harus diwaspadai meskipun manfaatnya sebagai sumber energi sangat besar?

    Atau bagaimana?

  8. ahh.. saya heran… tak biasanya pak Yari kurang teliti…. kayaqe Indonesia juga punya banyak reaktor deh, pak…. misalnya aja reaktor di UGM itu Pak Sofyan Efendi *ho ho ho… mantan kampusku tercinta!*, trus masih ada reaktor UI, ITB, UII, UNJ, UNY, UAD, dan U U lainnyah…

  9. astaga….. makin banyak fakta yang tersaji
    kayaknya aku harus nge print deh ni artikel2 na pak yari

  10. Nuklir USA paling banyak tetapi kenapa yaa, negara lain semacam Iran dilarang memperkaya uranium meskipun utnuk tujuan damai. Apa ada kehawatiran akan persaignan itu…

    dari data tadi USA di urutan ptertama, tapi apa negara itu saja… adakah negara lain semisal Iran dan negara2 lain… ?

    sambil menunggu data berikutnya… saya kabur dulu…

  11. lha ternyata mereka2 yg sok suci itu yg banyak..

    hmmm…

  12. trus ngapain si amrik cawe2 reaktor nuklir di iran, di tiadakan?

  13. @abintoro

    Yah begitulah bin…. memang kalau tidak ada yang tersisa, kemenangan akan menjadi hambar dan sia2……πŸ˜€

    @indra kh

    Justru itu pak Indra…. perjanjian non-proliferasi nuklir itu untuk mencegah pembuatan nuklir di negara2 lain, dan juga utk menghentikan pembuatan senjata nuklir di negara2 yg sudah terlanjur memiliki senjata nuklir, yah mudah2an mereka konsisten akan perjanjian tersebut.πŸ™‚

    @Sawali Tuhusetya

    Ya…ya…nyatanya sekarang, baru bikin reaktor nuklirnya saja (spt kasus Iran) sudah diributin AS, yg tadinya mungkin reaktor nuklir itu dimaksudkan untuk tujuan damai, malah bikin ribut dan dikhawatirkan malah timbul perang. Wah pusing deh! Huehehehe….πŸ˜€

    @Anak Medan

    Emang negara ente apaan?:mrgreen:

    @agoyyoga

    Point pertama saya ‘agak’ setuju, menurut saya biarkanlah AS menjadi “polisi dunia”, namun sayangnya memang AS sebagai polisi dunia tidak bisa bertindak adil yang menjadikannya ia sebagai polisi dunia yg buruk! Itu masalahnya!πŸ˜€

    Point kedua, tidak sederhana itu, memang energi nuklir adalah alternatif yg bagus bagi pembangkit tenaga listrik, tapi masalahnya tdk sesederhana itu, nuklir memerlukan teknologi khusus dan manajemen khusus baik mulai dari pembuatan reaktornya hingga pemeliharaannya. Semua itu harus difikirkan matang2, dan semuanya tidaklah mudah.

    Point ketiga, memang bisa mengurangi emisi CO_{2} krn mengurangi penggunaan bahan bakar berbasis carbon, namun juga perlu diingat bahwa energi nuklir (fisi) juga menghasilkan sampah radioaktif yang penanganannya juga memerlukan manajemen dan teknik khusus.πŸ™‚

    @manusiasuper

    Ya….energi nuklir memang memberikan manfaat yg besar sekaligus kehancuran yang dahsyat jikalau disalahgunakan, kesimpulannya ya biarkan saja energi nuklir dikembangkan namun pengawasan harus tetap dijalankan agar tdk terjadi kecerobohan yg menyebabkan kebocoran reaktor ataupun penyalahgunaan nuklir dsb.

    @andex

    Oooo… kalau reaktor2 itu tujuannya lebih untuk eksperimen dan ilmiah daripada komersial, mangkannya tidak dihitung. Jikalau reaktor2 spt itu juga dihitung, maka negara2 di atas barangkali reaktornya mencapai jumlah ratusan semua!πŸ˜€

    @almascatie

    Waduh…. saya belum pernah nge-print yg theme-nya berlatarbelakang hitam…. ngabisin tinta ngga ya?:mrgreen:

    @Kurt

    Ya…. barangkali saja takut adanya persaingan!:mrgreen:
    Iran memang baru saja memulai program nuklirnya untuk komersial untuk tujuan damai yg dicurigai AS sebagai program pengembangan senjata nuklir. Jadi di Iran memang (menurut IAEA) sebelumnya belum mempunyai reaktor nuklir komersial.πŸ˜€

    @dobelden

    Ya…ya…. yang sok suci padahal tidak suci memang banyak….:mrgreen:

    @GRaK

    Yah…. namanya juga politik…… yg tadinya maksudnya baik malah dicurigai, memang penggunaan dan pengembangan teknologi maju yg strategis termasuk teknologi nuklir ini terkadang penuh dng muatan politik……πŸ˜€

  14. Berandai-andai lagi nih, saya lebih setuju yang menjadi polisi dunia adalah organisasi yang dihormati semua pihak dan netral, misalnya IAEA…

    Memang benar PLTN tidak sesederhana yang diandai-andaikan…

    Sudah ada standar baku dalam pengelolaan sampah radioaktif dari PLTN, sehingga level radiasi hasil rekayasa bisa ditekan. Yang pernah saya baca, bisa digunakan teknik transmutasi. Radiasi yang berumur panjang bisa diperpendek umurnya menjadi sekitar 500 tahun. Tempat penyimpanannya pun katanya bisa bertahan 500-800 tahun, sementara bahan bakar setelah dipakai disimpan di kedalaman 300-1000 m di bawah tanah, dan jumlah limbah nuklir ini tidak banyak…Ini teori yang dibaca sekilas tampak sederhana…

    Kalau boleh OOT sedikit, justru di Indonesia yang saya takutkan korupsi. Seandainya lagi PLTN jadi dibangun, saya takut kalau ada pejabat yang minta upeti dari kontraktornya, lalu kontraktor mengurangi spesifikasi material yang disyaratkan, lalu… lalu…lalu…

    ah terjebak lagi, berandai-andai lagi…

    __________________________________________________________________

    Yari NK replies:

    Wah, saya kurang setuju tuh IAEA menjadi “polisi dunia”, karena apa? Walaupun mungkin IAEA netral namun ia tidak mempunyai kekuatan senjata. Untuk menjadi polisi tentu dia harus mempunyai kekuatan kalau nggak dia akan dilecehkan oleh masyarakatnya dan penjahat akan merajalela. Jangankan tidak mempunyai senjata, wong punya senjata saja kadang2 polisi masih dilecehkan kok. Jadi menurut saya, memang benar polisi dunia itu harus negara yang kuat namun tentu harus juga adil, jangan pilih kasih.πŸ™‚

    Ya memang teknik transmutasi adalah salah satu cara untuk mengubah suatu nuklida (nuclide) yang mempunyai paruh waktu yang lama menjadi sebuah nuklida yang mempunyai paruh waktu yang pendek dengan cara ditembakkan dengan partikel2 radioaktif. Jadi sebenarnya bukan memperpendek umurnya, tetapi mengubah suatu nuklida hingga mempunyai paruh waktu yang pendek. O iya sebuah nuklida (unsur radioaktif) tidak bisa benar2 hilang, hanya saja dapat berkurang menjadi sesuai dengan tingkat normal alamiah (background level). Ok?πŸ™‚ Juga untuk penyimpanan di bawah tanah juga tidak 100% aman, terutama bagi negara kita yang termasuk “Ring of Fire” sehingga sering terjadi gempa bumi. Gempa bumi dapat meretakkan tempat penyimpanan sampah radioaktif ini yang dapat mengakibatkan melepaskan sisa2 sampah radioaktif tersebut ke dalam tanah dan bahkan dapat dilepaskan ke atmosfir. Mungkin yang terbaik adalah dengan teknologi nuklir fusi, teknologi nuklir fusi ini jauh lebih bersih, namun sayang teknologi ini masih jauh dari kenyataan atau masih angan2. Nah, reaktor nuklir fusi alamiah yang kita kenal adalah matahari kita! Ya matahari kita adalah reaktor nuklir fusi yang canggih!πŸ™‚

    Yah, benar itu lagi2 masalah korupsi di negara kita. Point ini saya setuju banget. Sangking setujunya sampai2 saya sudah jenuh untuk membahasnya! Huehehehe…..πŸ˜€

  15. Trus bang, opini bang yari sendiri tentang PLTN di negara kita gimana? Kbetulan isunya hangat lagi skarang neh. Lagipula minyak tuk mayoritas PLTD di negara kita juga makin mahal/langka. Sy jg jd kena imbasnya neh; karena pemadaman bergilir yg sangat rajin, hotspot jadi slalu mati, dan gak bisa ngenet (Ini dr warnet)…πŸ˜€
    Menurut sy sih, ada baiknya negara ini punya (beberapa) PLTN jg…

    _____________________________________________________________

    Yari NK replies:

    Ya, saya sih setuju2 saja, tetapi mengelola PLTN tentu juga bukan barang mudah bukan? Banyak yang harus difikirkan. Nah, sekarang pasokan minyak untuk diesel pembangkit listrik aja sudah sering seret. Jangan2 nanti pasokan uranium untuk PLTN malah lebih seret, belum lagi kalau ada kebocoran reaktor atau turbin pembangkitnya rusak harus diimpor dari AS, Jepang atau Perancis, wah berabΓ©, jangan2 bukannya pemadaman bergilirnya hilang malah pemadaman permanen lagi… huehehehe…..:mrgreen:

  16. Kalau Indonesia bisa mengembangkan reaktor nuklir ga ya? πŸ˜€

    NGurus gardu listrik aja meledak, gemana kalau ngurus reaktor nuklir ya?πŸ˜€ (maaf klo OOT banget…,πŸ˜€ )

    ____________________________

    Yari NK replies:

    Huehehehe…. benar sekali… nanti kalau reaktor nuklirnya yang meledak gimana ya?? Mau untung malah jadi buntung! Huehehehe… (ah nggak terlalu OOT kok!πŸ˜€ )

  17. indonesia?

    pemerintah hasrus pilih reaktor yang aman.

    tapi kata pak triharyo susilo, di indonesia lebih baik pakai tenaga geotermal.

  18. Yang digembar gembor kan IRAN .. tapi data diatas koq IRAN ga ada?? jadi .. selama ini Amerika menyebarkan hoax ya Kang?

  19. Ya ya, tapi bagaimana dengan Pakistan yang sudah diakui sebagai negara nuklir, anggota klub negara-negara pemusnah kehidupan? Bagaimana dengan Korut dan Iran? Tapi, negara-negara tersebut pasti berargumen titik tekan pada tujuan damai, energi listrik untuk kemakmuran misalnya. Iya kan Mas Yari.

    Nah, negara lain, selain anggota klub nuklir, jangan coba-coba utak-atik uranium, ntar disemprit polisi-polisi dunia monopolis tersebut. Kalau dengan Indonesia mereka munkin senang saja, sebab setelah puluhan tahun pengembangan untuk tenaga listrik misalnya, ngak ada hasilnya. PLN tetap saja meneror kehidupan dengan byarpret.

    Indahnya, masyarakat ho oh saja. Jutaan alat-alat elektronik RT hancur. Konon, katanya demi menjaga kelangsungan insdustri elektronik negara-negera maju. Jadi, biarkan saja Indon ‘sudagar; tersebut hancur oleh PLN sendiri. Toh mereka akan beli lagi.

    Hal seple seperti tabung LPG saja ‘dibeli’ (impor), bukannya dibuat di dalam negeri. Sebagai saudagar, hitunga-htungannya kan gampang. Kalau perusahaan dah jadi, semisal Telkomsel-Satelindo, jual sahamnya ke negara lain. Kapal yang sedang dirakit saja dilego.

    Maz, Yari, pantaskan bangsa kita memiliki PLTN? Mampukah kita sedikit saj melawan dominasi negara=negara klub nuklir yang egoistis tersebut? Bagaimana caranya ya?

    Sampeyan kalau menulis bikin pikiran berkelana keman-mana aja deh. Salam. Bagaimana kalau sampeyan cari data tentang produk buku, harga kertas, yang tidak mendorong bangsa ini kuat membaca. Para penerbit juga lebih asyik nerjemahin, jual mahal-mahal, yang penting untung. Soal mencerdaskan bangsa, nomor sekianlah.

    Bagaimana menurut sampeyan?

  20. Tentang point “ring of fire” satu hal yang saya benar-benar lupa.. tapi masih ada possibility jika PLTN dibangun di Kalimantan area, yang potensi gempanya lebih rendah atau bisa dikatakan aman dibanding daerah lain di Indonesia…

  21. @atmo4th

    Ya ya…. memang sebagai negara yang banyak mempunyai gunung api aktif, negeri kita memang sangat baik untuk membangun pembangkit tenaga listrik dengan panas bumi (geothermal). Negara-negara yang sangat memanfaatkan panas bumi sebagai sumber tenaga pembangkit listrik contohnya adalah Eslandia dan Selandia Baru.

    @erander

    Yeeee…. mbacanya ngga bener….. itu data di atas “10 besar yang mempunyai banyaknya reaktor nuklir di dunia”. Iran memang baru mau mendirikan reaktor nuklir komersial, itu yang diprotes AS. Jadi hoax-nya bukannya Iran punya reaktor nuklir apa nggak, tetapi AS menuduh Iran ingin mengembangkan senjata nuklir lewat pengayaan uranium padahal kan belum tentu Iran ingin mengembangkan senjata nuklir (meskipun ada kemungkinan Iran juga ingin mengembangkan senjata nuklir), semua itu belum pasti.

    @Ersis WA

    Pakistan, India dan Israel, seperti yang saya tuliskan di atas bukan negara2 yang menandatangani perjanjian non-proliferasi nuklir, jadinya jikalau Pakistan (atau India) ingin membuat bom nuklir, maka AS dan IAEA tidak bisa berbuat apa2. Ini berbeda statusnya dengan Iran yang menjadi penandatangan perjanjian non-proliferasi nuklir. Nah, mangkannya jikalau ingin mengembangkan teknologi nuklir strateginya adalah berbaik2lah dengan para polisi dunia dahulu, nanti kalau udah kuat baru boleh “membangkang” huehehehe…. ya semuanya harus pakai strategi kan? strateginya “mengalah” untuk “menang”! Seperti China sekarang (bukan dalam bidang nuklir tapinya) mereka berstrategi untuk berbaik2 dengan barat (AS dan Eropa) dengan harapan mereka dapat tenang mempelajari alih teknologi dari barat. Karena salah satu manfaat yang tidak ternilai, yang tidak bisa dihitung dengan uang, bagi China dengan bersahabat dng negara2 barat adalah mereka bisa mempelajari teknologinya! Mungkin jikalau China sudah menjadi superpower/adi daya sejati, mereka akan balik menantang AS dan sekutunya. Itu nanti! Sekarang? Jangan coba-coba!

    Tentang listrik ya, saya setuju nampaknya yg dibenahi memang seharusnya manajemen PLN. Apapun teknologi yang digunakan PLN kalau manajemennya berantakan ya tetep aja listriknya byar-pet. Mungkin kalau teknologinya kecanggihan yg tidak diikuti oleh SDM yg bermutu bukannya nanti byar-pet, malah bener2 pet sekalian! Huehehehe….

    Jutaan alat elektronik RT hancur? Ya, salahkan PLN-nya dong, dan salahkan diri kita juga sendiri. Lha kenapa? ya karena PLN-nya yg bikin alat elektronik RT kita hancur. Lalu kenapa kita salahkan diri kita sendiri? Lha, wong kita yang beli kok! Kalau kita tidak senang dengan alat2 elektronik buatan LN (dan yg ngga bisa diproduksi di DN) ya nggak usah beli dong! Hayo, kita sanggup ngga hidup tanpa komputer, tanpa TV, tanpa lemari es, tanpa telepon selular seperti abad ke-19? Jadi jangan salahin industri elektronik negara2 maju. Mereka kan hanya menjual saja, kalau kita tidak suka ya nggak usah beli! Ya kan? Huehehehe…..

    Mengenai Telkomsel, Satelindo dan Singapura akan saya komen di blog pak Ersis, sepertinya ada yg temanya cocok tuh di blog sampeyan.

    Pantas tidak kita memiliki PLTN? Ya antara pantas dan tidak pantas. Yang penting benahi dulu manajemen dan SDM-nya. Strateginya untuk melawan polisi2 dunia, ya itu tadi, strategi “mengalah” untuk “menang”. Berbaik2lah dulu sama para “polisi” tersebut, karena memang kita memerlukan mereka untuk belajar. Lha wong kita masih bodoh kok berani2nya melawan! Lha itu kan sama saja dengan murid yg masih baru belajar ingin menantang sang guru yg sudah pengalaman dan pintar! Lucu dan konyol kan??

    Huahahaha…. terima kasih atas pujiannya. Huehehehe…. memang saya senang kok kalau membuat fikiran orang menjadi kreatif dan terbang ke mana2!:mrgreen: Yah, sebenarnya menterjemahkanpun dpt diklasifikasikan sebagai usaha mencerdaskan bangsa. Kenapa? Itu untuk memudahkan masyarakat untuk mendapatkan informasi yg mungkin belum tersedia dalam bahasa kita (maklum masih banyak bangsa kita yg masih buta bahasa asing) dan bagi para penulis Indonesia dapat mencontoh teknik penulisan mereka kalau perlu mengembangkan sendiri dari situ. Saya pribadi melihat, banyak buku2 karya orang Indonesia masih banyak yang tidak memberikan stimulus dan impuls bagi para pembacanya. Contoh sederhana saja: pembuatan Kamus Besar Bahasa Indonesia, jika kita bandingkan dengan Oxford Advanced Learner’s Dictionary dan Merriam-Webster’s Collegiate Dictionary kualitasnya bagaikan bumi sama langit. Kita lihat, kamus Oxford dan Webster begitu kaya dengan ilustrasi, tabel hingga sejarah singkat mengenai suatu kata sementara Kamus Besar Bahasa Indonesia tidak ada ilustrasi sama sekali dan miskin informasi kecuali definisi sebuah kata saja. Sebagai contoh misalnya buah2an seperti: Japan persimmon, blackberry, kumquat, pomegranate dan buah2an yang agak jarang lainnya mereka tampilkan gambarnya agar lebih informatif sehingga sebuah kamus dapat menjadi kaya baik akan informasi verbal maupun visualnya. Kamus Besar Bahasa Indonesia?? Jangan harap! Yah, itu hanya contoh sederhana bagaimana kita harus masih banyak belajar!πŸ˜€

    @Agoyyoga

    Betul…. tapi belum tentu juga 100% aman. Ini terutama mencakup isu jangka panjang. Seperti misalnya bahan material kontainer sampah tersebut dalam jangka panjang, yang mungkin secara tidak sengaja kontak dengan sisa2 sampah industri atau pengaruhnya dengan perembesan air dalam jangka panjang atau juga dengan senyawa2 organik yg mungkin dihasilkan oleh banyak mikroorganisme yang dalam jangka panjang mungkin akan merapuhkan kontainer tersebut. Jadi tetap belum 100% aman.πŸ™‚

  22. waduhhhh A.S bener2 muantebb dalam senjata taupun pertahanannya, indonesa bisa gak yaa punya nuklir!!!!!!!

    ___________________________________________

    Yari NK replies:

    Aaaah… boro2 nuklir…. orang ngurus kacang kedelai saja nggak becus kok! Buktinya sekarang harga kacang kedelai naik habis2an karena kita “nggak bisa” memenuhi kebutuhan sendiri kacang kedelai. Boro2 mau punya nuklir. Huehehehe….:mrgreen:

  23. om d mana aja yg pernah meledak PLTNnya aq pingin tau
    balaz GPL trus minta rubynya donks kk dah lvl rapa copo loe smua

    __________________________________

    Yari NK replies:

    Yang jelas reaktor nuklir yang pernah kecelakaan adalah reaktor nuklir Three Mile island di Pensylvania AS tahun 1979 dan Chernobyl di Ukraina tahun 1986. Selebihnya komen anda kurang jelas maksudnya!

  24. salam kenal mas,

    untuk menjalin tali pertemanan sesama blogger. saya mengajak mas untuk saling bertukar link. link blog mas sudah saya pasang di kolom link blog saya. mohon link blog saya juga dicantumin. terima kasih

  25. mantap….barusan kluar di kuis siapa lebih berani rcti..hehe

  26. Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang β€˜tuk Sahabat Sahabatku terchayaaaaaank
    I Love U fullllllllllllllllllllllllllllllll

  27. hehehehe seru yaaaa. kalau perang nuklir terjadi yang berharga dan menjadi jagoan cuma telunjuk doang waaaakakakakakkakakaka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s