Daily Archives: Minggu, 2 Desember 2007

Lima Komenku yang Paling Serius dan yang Paling Jayus Asal-Asalan!

Untuk memperingati ulang ½ tahun blogku pada tanggal 17 Desember nanti, saya berusha untuk mengingat-ingat kembali kegiatan-kegiatan blogku. Kali ini aku tidak ingin membicarakan tentang apa yang sudah aku tulis dalam blogku, melainkan aku ingin melihat ke belakang apa yang telah aku tulis di blog orang lain. Dengan begini aku ingin menelaah kembali seberapa jauh dan seberapa mampu aku berkomentar di blog orang lain. Diharapkan dengan begini aku bisa menilai sendiri kekuatan2ku dan juga kelemahan2ku, bukan hanya dalam berkomentar tetapi juga dalam menelaah suatu masalah yang disajikan di dalam sebuah artikel dan tanggapan-tanggapan lainnya dari para blogger lain. Nah, untuk hal ini, kali ini saya akan menampilkan 10 komentar saya yang terpilih dari mungkin ratusan komen saya, yang telah saya tinggalkan sebagai jejak-jejakku di artikel2 rekan2 blogger tercinta. Dari 10 komentar, tidak adil rasanya jikalau saya hanya mengambil hanya dari kelompok yang paling serius atau yang paling bagus saja, namun saya juga akan menampilkan 5 di antaranya sebagai komen saya yang paling asal2an! Perlu dicatat di sini bahwa dalam 5 komen saya yang paling asal2an ini, bukan berarti bahwa artikel yang saya komentari ini jelek atau asal2an juga, bukan, bukan itu, tapi karena banyak alasan lainnya seperti misalnya pada waktu tersebut tiba2 timbul impuls dalam fikiran saya untuk becanda, atau juga memang ada sebait tulisan dalam artikel tersebut yang menggelitik saya untuk berkomentar secara ‘konyol’ dan ‘asal-asalan’. Yah, pokoknya tak ada artikel yang ‘tidak bermutu’ semua artikel ada nilainya masing2 tergantung individu2 yang menilai dan minimal paling sedikit tidak ada artikel yang sia2.

Sebenarnya 5 komen yang paling serius dan yang paling asal2an ini tidak mutlak yang paling serius atau yang paling asal2an, karena banyak juga komentar saya yang lain yang juga serius dan yang juga asal2an. Semua relatif saja, namun yang ditampilkan berikut ini, saya rasa pantas untuk diklasifikasikan sebagai komen saya yang paling serius atau yang paling asal2an.

Berikut adalah komen2 saya tersebut:

Lima Komen Yang Paling Serius:

Anggara: Ini adalah komen saya di artikelnya kang Anggara yang bertemakan pengibaran bendera RMS di depan presiden beberapa waktu yang lalu. Komen ini saya kaitkan dengan kebanggaan menjadi warganegara suatu negara. Saya berasumsi bahwa membentuk suatu negara tidak harus berasal dari latar belakang budaya dan ras yang sama, asalkan ada keinginan untuk bergabung dalam suatu negara dengan ikhlas dan perasaan bangga menjadi bagian dari negara tersebut.

Saya jadi ingat kebesarahan hati pemerintah Canada (salah satu negara di Amerika Utara) yang sudah 2 kali memberikan referendum kepada Québec, provinsinya yang berbahasa Perancis apakah ingin merdeka atau tidak, di tahun 1980 dan 1995. Pemerintah Canada mungkin memandang bahwa kemerdekaan adalah hak yang paling asasi lebih dari konstitusinya (UUD) sendiri! Butuh jiwa yang sangat besar dan dewasa untuk mempunyai pandangan seperti itu! Tapi saya sadar Indonesia berbeda dengan Canada (dalam banyak hal!). Maluku selama bergabung dengan NKRI boleh dikatakan sebagai daerah yang pembangunannya ‘tertinggal’. Sementara Québec selama bergabung dengan Canada berkembang menjadi provinsi nomer 2 termakmur di Canada setelah Ontario. Canada sendiri sebagai sebuah negara patut bangga karena Human Development Index-nya (HDR) nya lebih tinggi daripada Jepang dan tetangganya yang raksasa, Amerika Serikat! Sehingga orang Québec mungkin berfikir jika mereka merdeka dari Canada, derajad kemakmuran mereka bisa menurun. Inilah yang menyebabkan hasil referendum mengatakan bahwa lebih banyak orang Québec yang tetap ingin bergabung dengan Canada meskipun dengan margin yang sangat tipis! Mereka bangga menjadi bagian dari Canada yang telah memakmurkan mereka! Contoh lain kebanggaan spt ini adalah Hawaii negara bagian ke-50 AS yang berupa kepulauan kecil di tengah2 lautan Pasifik. Kepulauan yang sebenarnya tidak ada hubungannya sama sekali dengan sejarah kemerdekaan Amerika ini, dengan senang hati menjadi negara bagian AS ke-50 pada tahun 1959. Hasilnya? Hawaii kini menjadi kepulauan termakmur di lautan Pasifik! (Bandingkan dengan kepulauan2 lainnya yang merdeka seperti: Fiji, Samoa, Palau, dll.!). Sehingga di Hawaii tak ada seorangpun yang menyuarakan kemerdekaan. Mereka bangga menjadi orang Amerika dan menjadi bagian dari AS. Sekarang apakah orang Maluku Selatan benar-benar bangga menjadi orang Indonesia?? Tanya aja sendiri !!! Emang gue pikirin! 😛 😀
ooops ralat sedikit di sana tertulis “Saya jadi ingat kebesarahan hati pemerintah Canada…..”, seharusnya: Saya jadi ingat kebesaran hati pemerintah Canada….. Hehehehe….. to err is human.

erander: nah komen saya yang ini sebenarnya stimulusnya bukan dari topik utama artikel ini melainkan berangkat dari ketidaksefahaman (atau lebih tepatnya kesalahfahaman mungkin) dengan (dokter) cakmoki mengenai peranan lembaga independen sebagai mitra pasien yang juga sebenarnya bisa menjadi mitra para dokter, tanpa harus menggantikan peran dokter.

@cakmoki
Terima kasih cak atas penjelasannya! Saya bangga kalau misalnya kasus cavernous hæmangioma di Indonesia sudah dapat diidentifikasi banyak puskesmas di Indonesia. Namun saya yakin kemampuan puskemas di Indonesia tentu tidak merata dan badan-badan independen seperti Birthmark Support Group inilah yang seringkali sangat membantu pasien dalam mendapatkan second opinion. Dan tentu saja badan independen ini TIDAK DAPAT menggantikan peran dokter, jadi cak, jangan khawatir tersaingi ya! Hehehehe… becanda kok!Tetapi itu bukan hal yang paling penting! Inti pokoknya adalah badan-badan independen ini membantu pasien dalam kasus-kasus seperti Mathilda di atas BUKAN HANYA TERBATAS pada kasus cavernous hæmangioma saja tetapi juga pada kasus-kasus penyakit jarang lainnya yang mungkin terlepas dari ‘pengamatan’ dokter. Ini tentu saja bisa terjadi bukan hanya di Indonesia tetapi juga di luar negeri seperti di Amerika Serikat.Maklum dokter juga manusia yang tentu saja tak luput dari kesalahan. Kalau anda pernah menonton film kisah nyata Lorenzo’s Oil di mana di situ diceritakan bahwa seorang anak lelaki menderita adrenoleukodystrophy (ALD) sebuah kelainan genetis yg sangat jarang dimana terjadi proses demyelination atau hilangnya sedikit demi sedikit myelin dari otak yang mirip dengan penyakit multiple sclerosis, sehingga si otak gagal mengkomunikasikan impuls antar sel-sel otak yg menyebabkan kemunduran dalam fungsi otak secara umum yg akhirnya menjurus kepada disability.Di situ diceritakan pada awalnya bagaimana dokter menemui kesulitan mengidentifikasi penyakit tersebut, bahkan ketika penyakit ini berhasil teridentifikasi, dokterpun masih sulit untuk menentukan terapi yang tepat untuk penderita seperti ini. Sampai akhirnya si bapak anak tersebut (yang kebetulan otaknya lebih cerdas dari otak para dokter, walaupun bukan dokter!) akhirnya dapat menemukan Lorenzo’s oil yang meskipun tidak dapat menyembuhkan total si anak tapi dalam level tertentu dapat meregresikan proses demyelinasi pada penderita ALD.Tentu si bapak anak ini, tidak akan dapat menuntaskan penemuannya tanpa bantuan banyak fihak termasuk badan-badan yang independen! Toh akhirnya semua demi kemajuan ilmu kedokteran juga dan demi peningkatan kualitas hidup manusia pula pada akhirnya.Jadi saya berbicara bukan hanya dalam kasus cavernous hæmangioma tetapi berbicara dalam kasus yang lebih umum. 😀 Ok. Mas Erander, thanks for the space you provide for this clarification. Maaf juga kalau kepanjangan. 😀

Sawali Tuhusetya: Yang ini komennya sebenarnya agak OOT hehehehe….. namun dalam komen ini saya mencoba untuk menerangkan mbak Hanna bahwa diskriminasi ada di mana-mana dan bukan hanya di negeri ini. Memang dunia akan semakin indah jikalau tidak ada diskriminasi, walaupun mungkin keadaan itu hanya bersifat utopia saja.

Saya sungguh merasa prihatin dengan apa yang dituliskan mbak hanna. Memang betul masalah diskriminasi ini adalah masalah pelik yang seharusnya dihilangkan dari negeri ini bahkan di dunia ini. Diskriminasi memang terjadi di mana2 bukan saja terjadi di negeri ini. Jika mbak Hanna berlangganan televisi kabel dan kebetulan pernah menonton acara ArirangTV, televisi Korea berbahasa Inggris, maka mbak akan mengetahui bagaimana orang2 keturunan Korea di Jepang masih dilihat sebelah mata. Dan jikalau mbak sempat menonton acara National Geographic, di sana juga pernah digambarkan bagaimana orang2 minoritas Uygur dan Kyrgyz di China bagian barat, “dipaksa” untuk menghilangkan identitas mereka dan melebur untuk menjadi orang “China”. Dan juga masih dalam acara di stasiun TV National Geographic, di situ juga pernah digambarkan bagaimana orang2 keturunan China sendiri yang lahir dan besar di luar negeri yang tidak bisa berbahasa Mandarin diperlakukan diskriminatif dan ‘dilecehkan’ oleh masyarakat Hongkong. Dan masih banyak contoh lainnya mengenai diskriminasi global yang berlaku di berbagai belahan bumi. Perasaan diskriminasi memang selalu ada dalam setiap hati manusia, namun sebagai seseorang yang intelektual kita harus bisa mengendalikan atau bahkan jikalau bisa melenyapkannya, sehingga penilaian terhadap seseorang yang ‘berbeda’ dari kita dapat lebih obyektif lagi.
Mari kita hilangkan segala bentuk diskriminasi!

Aisalwa: Ini adalah komen di blognya mbak Aisalwa yang pada waktu itu mbak Aisalwa bercerita di artikelnya tentang merk-merk minuman yang berbahaya yang kini tengah beredar di pasaran dan banyak dikonsumsi oleh masyarakat.

Sebenarnya kalau memang berbahaya, laboratorium RS tersebut harus tegas2 menyatakan bahwa produk itu berbahaya dan melaporkannya kepada yang berwajib untuk ditindaklanjuti, bukan membuat masyarakat justru jadi gelisah dengan adanya laporan2 seperti ini tapi tidak ditindaklanjuti. Dan juga sebaiknya RS tersebut dapat menunjukkan dengan jelas zat apa yang berbahaya di masing2 produk agar memberikan edukasi pula bagi masyarakat.
Kalau Siklomat(?), mungkin maksudnya siklamat (cyclamate) kali ya? Cyclamate itu adalah pemanis buatan yang memang pernah dilarang di Amerika Serikat tahun 1969 karena dicurigai mengandung zat yang karsiongenik yang memicu kanker, namun tahun 1980, larangan itu dicabut di AS karena di laboratorium ternyata tidak terbukti bahwa cyclamate adalah zat karsinogenik pada tikus. Namun penelitian memang terus berlanjut hingga sekarang mengenai zat ini atas implikasinya yang lain.
Tetapi bagaimanapun juga saya setuju dengan mbak Aisalwa bahwa minum air putih adalah hal yang terbaik, andaikan ingin minum sesuatu yang lain, seyogianya minum jus sari BUAH ASLI, bukan jus kardusan atau kalengan keluaran pabrik yang sudah banyak dicampur oleh bahan pengawet! 🙂

Prof. Sjafri Mangkuprawira: Ini komen saya di blognya Prof Sjafri yang bertemakan absolute one-man show, di sini diceritakan mengenai gaya kepemimpinan satu orang yang diterapkan pada suatu perusahaan.

Saya rasa absolute one-man show mungkin hanya efektif diterapkan pada perusahaan sole proprietorship di mana perusahaan memang milik pribadi, juga struktur perusahaan juga tidak begitu kompleks, dan mungkin perusahaan ‘belum dapat’ menjaring kualitas SDM yang terbaik di perusahaannya. Namun dengan berkembangnya perusahaan menjadi sebuah perusahaan menjadi sebuah partnership apalagi menjadi sebuah full-fledged corporation yang mengakibatkan semakin kompleksnya struktur perusahaan dan semakin kompleksnya transaksi perusahaan tentu one-man direction menjadi sangat tidak efektif karena hampir tidak mungkin seseorang dapat menangani semua problematika yang ada di perusahaan. Pada saat inilah ia harus mendelegasikan kewenangannya kepada orang2 yang mempunyai profesionalitas yang tinggi untuk mencapai keefektifan operasional.

Lima Komen yang Paling Jayus Asal-Asalan:

Nurita Putranti, wah yang ini benar-benar kacau komentarnya, tapi komen ini berdasarkan pengalaman nyata saya, menerima telepon salah sambung yang aneh dari seseorang di luar sana, nah lantas jadilah komen untuk artikelnya mbak Nurita Putranti ini.

Ini percakapan telepon antara direktur eNPe dan Mr. Z. Telepon berlangsung tanggal 31 Februari 2007 lalu.Mr. Z : Hallo! Direktur eNPe: Hallo! Mr. Z : Di situ direktur NP?? Direktur eNPe: Iya! Mr. Z : Kok suaranya perempuan?? Direktur eNPe: Lha, memang direkturnya perempuan! Mr. Z : Ah nggak kok, direktur NP laki2 kok! Direktur eNPe: Ah nggak! Sejak kapan?? Mr. Z : Sejak dulu!!!! Ini PT NP kan? PT Nusantara Putra??Direktur eNPe: Yeeee… salah! Ini PT eNPe aja!! Bukan PT Nusantara Putra!! Mr. Z : Ooooo… salah sambung tho?? Direktur eNPe: Iyaaaaaa!!! Mr. Z: Weeeekz!! Kalau udah tahu salah sambung, kenapa teleponnya diangkat????? Mr. Z dengan kesal menutup percakapan teleponnya!!!

Bachtiar, wah yang ini otakku lagi benar-benar error! Mainan hattrick dan quadtrick (tadinya mau pentatrick tapinya malu :mrgreen: ) di lembaran OOT-nya dik Bachtiar! 😀

Jadi malu, tua-tua masih main kayak ginian! Huehehe…
laaah… kok malah jadi quad-trick! :mrgreen:

calonorangtenarsedunia, ya ini juga otak saya lagi blank, entah mau komentar apa, tapi kebetulan saya waktu itu habis buang angin, maka jadilah komen yang nggak bermutu seperti ini! :mrgreen:

Kalau diketawai tidak mencukupi… bagaimana kalau sekalian dikentuti saja?? Huehehehe…. :mrgreen:

Sawali Tuhusetya, Nah komen ini berawal karena saya lagi cemburu sama Pak Sawali karena nggak diajak kopdar. Huehehehe…… Mana yang kopdar sepertinya asik2 lagi, blogger2 berjiwa dewasa semua, bukan blogger2 narsisis dan anak-anak huehehehehe… **haalaah** :mrgreen:

workshop apa ya?? Kopdar apa ya??

**pura2 ngga tahu padahal sirik** P

Ersis Warmansyah Abbas Nah, ini seperti biasa Pak Ersis selalu dengan menggebu-gebu ingin menyebarkan virus menulisnya. Yah, tujuannya memang sangat bagus sih. Tapi ya itu…. katanya pak Ersis biarpun hasil tulisannya jelek, minimal kita berusaha untuk menulis. Lha, buat pak Ersis yang sudah jadi biang virus menulis ya semuanya mudah dan hasilnya baik, tapi bagi kita2 (baca: saya) yang masih agak kagok menulis, jangankan diketawain Pak Ersis, lha wong kucing saya aja bisa ketawa kok membaca tulisan saya yang amburadul! Huehehehe…. :mrgreen:

Dengan kata lain, kalau berani menulis, berani berkarya, sekalipun jelek, akan dapat bukti, segitulah kemampuan gueLha…. nanti kalau hasilnya jelek terus diketawain sama Pak Ersis, kita kan jadi malu! wakakakak… (becanda deh!)