Lima Komenku yang Paling Serius dan yang Paling Jayus Asal-Asalan!

Untuk memperingati ulang ½ tahun blogku pada tanggal 17 Desember nanti, saya berusha untuk mengingat-ingat kembali kegiatan-kegiatan blogku. Kali ini aku tidak ingin membicarakan tentang apa yang sudah aku tulis dalam blogku, melainkan aku ingin melihat ke belakang apa yang telah aku tulis di blog orang lain. Dengan begini aku ingin menelaah kembali seberapa jauh dan seberapa mampu aku berkomentar di blog orang lain. Diharapkan dengan begini aku bisa menilai sendiri kekuatan2ku dan juga kelemahan2ku, bukan hanya dalam berkomentar tetapi juga dalam menelaah suatu masalah yang disajikan di dalam sebuah artikel dan tanggapan-tanggapan lainnya dari para blogger lain. Nah, untuk hal ini, kali ini saya akan menampilkan 10 komentar saya yang terpilih dari mungkin ratusan komen saya, yang telah saya tinggalkan sebagai jejak-jejakku di artikel2 rekan2 blogger tercinta. Dari 10 komentar, tidak adil rasanya jikalau saya hanya mengambil hanya dari kelompok yang paling serius atau yang paling bagus saja, namun saya juga akan menampilkan 5 di antaranya sebagai komen saya yang paling asal2an! Perlu dicatat di sini bahwa dalam 5 komen saya yang paling asal2an ini, bukan berarti bahwa artikel yang saya komentari ini jelek atau asal2an juga, bukan, bukan itu, tapi karena banyak alasan lainnya seperti misalnya pada waktu tersebut tiba2 timbul impuls dalam fikiran saya untuk becanda, atau juga memang ada sebait tulisan dalam artikel tersebut yang menggelitik saya untuk berkomentar secara ‘konyol’ dan ‘asal-asalan’. Yah, pokoknya tak ada artikel yang ‘tidak bermutu’ semua artikel ada nilainya masing2 tergantung individu2 yang menilai dan minimal paling sedikit tidak ada artikel yang sia2.

Sebenarnya 5 komen yang paling serius dan yang paling asal2an ini tidak mutlak yang paling serius atau yang paling asal2an, karena banyak juga komentar saya yang lain yang juga serius dan yang juga asal2an. Semua relatif saja, namun yang ditampilkan berikut ini, saya rasa pantas untuk diklasifikasikan sebagai komen saya yang paling serius atau yang paling asal2an.

Berikut adalah komen2 saya tersebut:

Lima Komen Yang Paling Serius:

Anggara: Ini adalah komen saya di artikelnya kang Anggara yang bertemakan pengibaran bendera RMS di depan presiden beberapa waktu yang lalu. Komen ini saya kaitkan dengan kebanggaan menjadi warganegara suatu negara. Saya berasumsi bahwa membentuk suatu negara tidak harus berasal dari latar belakang budaya dan ras yang sama, asalkan ada keinginan untuk bergabung dalam suatu negara dengan ikhlas dan perasaan bangga menjadi bagian dari negara tersebut.

Saya jadi ingat kebesarahan hati pemerintah Canada (salah satu negara di Amerika Utara) yang sudah 2 kali memberikan referendum kepada Québec, provinsinya yang berbahasa Perancis apakah ingin merdeka atau tidak, di tahun 1980 dan 1995. Pemerintah Canada mungkin memandang bahwa kemerdekaan adalah hak yang paling asasi lebih dari konstitusinya (UUD) sendiri! Butuh jiwa yang sangat besar dan dewasa untuk mempunyai pandangan seperti itu! Tapi saya sadar Indonesia berbeda dengan Canada (dalam banyak hal!). Maluku selama bergabung dengan NKRI boleh dikatakan sebagai daerah yang pembangunannya ‘tertinggal’. Sementara Québec selama bergabung dengan Canada berkembang menjadi provinsi nomer 2 termakmur di Canada setelah Ontario. Canada sendiri sebagai sebuah negara patut bangga karena Human Development Index-nya (HDR) nya lebih tinggi daripada Jepang dan tetangganya yang raksasa, Amerika Serikat! Sehingga orang Québec mungkin berfikir jika mereka merdeka dari Canada, derajad kemakmuran mereka bisa menurun. Inilah yang menyebabkan hasil referendum mengatakan bahwa lebih banyak orang Québec yang tetap ingin bergabung dengan Canada meskipun dengan margin yang sangat tipis! Mereka bangga menjadi bagian dari Canada yang telah memakmurkan mereka! Contoh lain kebanggaan spt ini adalah Hawaii negara bagian ke-50 AS yang berupa kepulauan kecil di tengah2 lautan Pasifik. Kepulauan yang sebenarnya tidak ada hubungannya sama sekali dengan sejarah kemerdekaan Amerika ini, dengan senang hati menjadi negara bagian AS ke-50 pada tahun 1959. Hasilnya? Hawaii kini menjadi kepulauan termakmur di lautan Pasifik! (Bandingkan dengan kepulauan2 lainnya yang merdeka seperti: Fiji, Samoa, Palau, dll.!). Sehingga di Hawaii tak ada seorangpun yang menyuarakan kemerdekaan. Mereka bangga menjadi orang Amerika dan menjadi bagian dari AS. Sekarang apakah orang Maluku Selatan benar-benar bangga menjadi orang Indonesia?? Tanya aja sendiri !!! Emang gue pikirin! 😛 😀
ooops ralat sedikit di sana tertulis “Saya jadi ingat kebesarahan hati pemerintah Canada…..”, seharusnya: Saya jadi ingat kebesaran hati pemerintah Canada….. Hehehehe….. to err is human.

erander: nah komen saya yang ini sebenarnya stimulusnya bukan dari topik utama artikel ini melainkan berangkat dari ketidaksefahaman (atau lebih tepatnya kesalahfahaman mungkin) dengan (dokter) cakmoki mengenai peranan lembaga independen sebagai mitra pasien yang juga sebenarnya bisa menjadi mitra para dokter, tanpa harus menggantikan peran dokter.

@cakmoki
Terima kasih cak atas penjelasannya! Saya bangga kalau misalnya kasus cavernous hæmangioma di Indonesia sudah dapat diidentifikasi banyak puskesmas di Indonesia. Namun saya yakin kemampuan puskemas di Indonesia tentu tidak merata dan badan-badan independen seperti Birthmark Support Group inilah yang seringkali sangat membantu pasien dalam mendapatkan second opinion. Dan tentu saja badan independen ini TIDAK DAPAT menggantikan peran dokter, jadi cak, jangan khawatir tersaingi ya! Hehehehe… becanda kok!Tetapi itu bukan hal yang paling penting! Inti pokoknya adalah badan-badan independen ini membantu pasien dalam kasus-kasus seperti Mathilda di atas BUKAN HANYA TERBATAS pada kasus cavernous hæmangioma saja tetapi juga pada kasus-kasus penyakit jarang lainnya yang mungkin terlepas dari ‘pengamatan’ dokter. Ini tentu saja bisa terjadi bukan hanya di Indonesia tetapi juga di luar negeri seperti di Amerika Serikat.Maklum dokter juga manusia yang tentu saja tak luput dari kesalahan. Kalau anda pernah menonton film kisah nyata Lorenzo’s Oil di mana di situ diceritakan bahwa seorang anak lelaki menderita adrenoleukodystrophy (ALD) sebuah kelainan genetis yg sangat jarang dimana terjadi proses demyelination atau hilangnya sedikit demi sedikit myelin dari otak yang mirip dengan penyakit multiple sclerosis, sehingga si otak gagal mengkomunikasikan impuls antar sel-sel otak yg menyebabkan kemunduran dalam fungsi otak secara umum yg akhirnya menjurus kepada disability.Di situ diceritakan pada awalnya bagaimana dokter menemui kesulitan mengidentifikasi penyakit tersebut, bahkan ketika penyakit ini berhasil teridentifikasi, dokterpun masih sulit untuk menentukan terapi yang tepat untuk penderita seperti ini. Sampai akhirnya si bapak anak tersebut (yang kebetulan otaknya lebih cerdas dari otak para dokter, walaupun bukan dokter!) akhirnya dapat menemukan Lorenzo’s oil yang meskipun tidak dapat menyembuhkan total si anak tapi dalam level tertentu dapat meregresikan proses demyelinasi pada penderita ALD.Tentu si bapak anak ini, tidak akan dapat menuntaskan penemuannya tanpa bantuan banyak fihak termasuk badan-badan yang independen! Toh akhirnya semua demi kemajuan ilmu kedokteran juga dan demi peningkatan kualitas hidup manusia pula pada akhirnya.Jadi saya berbicara bukan hanya dalam kasus cavernous hæmangioma tetapi berbicara dalam kasus yang lebih umum. 😀 Ok. Mas Erander, thanks for the space you provide for this clarification. Maaf juga kalau kepanjangan. 😀

Sawali Tuhusetya: Yang ini komennya sebenarnya agak OOT hehehehe….. namun dalam komen ini saya mencoba untuk menerangkan mbak Hanna bahwa diskriminasi ada di mana-mana dan bukan hanya di negeri ini. Memang dunia akan semakin indah jikalau tidak ada diskriminasi, walaupun mungkin keadaan itu hanya bersifat utopia saja.

Saya sungguh merasa prihatin dengan apa yang dituliskan mbak hanna. Memang betul masalah diskriminasi ini adalah masalah pelik yang seharusnya dihilangkan dari negeri ini bahkan di dunia ini. Diskriminasi memang terjadi di mana2 bukan saja terjadi di negeri ini. Jika mbak Hanna berlangganan televisi kabel dan kebetulan pernah menonton acara ArirangTV, televisi Korea berbahasa Inggris, maka mbak akan mengetahui bagaimana orang2 keturunan Korea di Jepang masih dilihat sebelah mata. Dan jikalau mbak sempat menonton acara National Geographic, di sana juga pernah digambarkan bagaimana orang2 minoritas Uygur dan Kyrgyz di China bagian barat, “dipaksa” untuk menghilangkan identitas mereka dan melebur untuk menjadi orang “China”. Dan juga masih dalam acara di stasiun TV National Geographic, di situ juga pernah digambarkan bagaimana orang2 keturunan China sendiri yang lahir dan besar di luar negeri yang tidak bisa berbahasa Mandarin diperlakukan diskriminatif dan ‘dilecehkan’ oleh masyarakat Hongkong. Dan masih banyak contoh lainnya mengenai diskriminasi global yang berlaku di berbagai belahan bumi. Perasaan diskriminasi memang selalu ada dalam setiap hati manusia, namun sebagai seseorang yang intelektual kita harus bisa mengendalikan atau bahkan jikalau bisa melenyapkannya, sehingga penilaian terhadap seseorang yang ‘berbeda’ dari kita dapat lebih obyektif lagi.
Mari kita hilangkan segala bentuk diskriminasi!

Aisalwa: Ini adalah komen di blognya mbak Aisalwa yang pada waktu itu mbak Aisalwa bercerita di artikelnya tentang merk-merk minuman yang berbahaya yang kini tengah beredar di pasaran dan banyak dikonsumsi oleh masyarakat.

Sebenarnya kalau memang berbahaya, laboratorium RS tersebut harus tegas2 menyatakan bahwa produk itu berbahaya dan melaporkannya kepada yang berwajib untuk ditindaklanjuti, bukan membuat masyarakat justru jadi gelisah dengan adanya laporan2 seperti ini tapi tidak ditindaklanjuti. Dan juga sebaiknya RS tersebut dapat menunjukkan dengan jelas zat apa yang berbahaya di masing2 produk agar memberikan edukasi pula bagi masyarakat.
Kalau Siklomat(?), mungkin maksudnya siklamat (cyclamate) kali ya? Cyclamate itu adalah pemanis buatan yang memang pernah dilarang di Amerika Serikat tahun 1969 karena dicurigai mengandung zat yang karsiongenik yang memicu kanker, namun tahun 1980, larangan itu dicabut di AS karena di laboratorium ternyata tidak terbukti bahwa cyclamate adalah zat karsinogenik pada tikus. Namun penelitian memang terus berlanjut hingga sekarang mengenai zat ini atas implikasinya yang lain.
Tetapi bagaimanapun juga saya setuju dengan mbak Aisalwa bahwa minum air putih adalah hal yang terbaik, andaikan ingin minum sesuatu yang lain, seyogianya minum jus sari BUAH ASLI, bukan jus kardusan atau kalengan keluaran pabrik yang sudah banyak dicampur oleh bahan pengawet! 🙂

Prof. Sjafri Mangkuprawira: Ini komen saya di blognya Prof Sjafri yang bertemakan absolute one-man show, di sini diceritakan mengenai gaya kepemimpinan satu orang yang diterapkan pada suatu perusahaan.

Saya rasa absolute one-man show mungkin hanya efektif diterapkan pada perusahaan sole proprietorship di mana perusahaan memang milik pribadi, juga struktur perusahaan juga tidak begitu kompleks, dan mungkin perusahaan ‘belum dapat’ menjaring kualitas SDM yang terbaik di perusahaannya. Namun dengan berkembangnya perusahaan menjadi sebuah perusahaan menjadi sebuah partnership apalagi menjadi sebuah full-fledged corporation yang mengakibatkan semakin kompleksnya struktur perusahaan dan semakin kompleksnya transaksi perusahaan tentu one-man direction menjadi sangat tidak efektif karena hampir tidak mungkin seseorang dapat menangani semua problematika yang ada di perusahaan. Pada saat inilah ia harus mendelegasikan kewenangannya kepada orang2 yang mempunyai profesionalitas yang tinggi untuk mencapai keefektifan operasional.

Lima Komen yang Paling Jayus Asal-Asalan:

Nurita Putranti, wah yang ini benar-benar kacau komentarnya, tapi komen ini berdasarkan pengalaman nyata saya, menerima telepon salah sambung yang aneh dari seseorang di luar sana, nah lantas jadilah komen untuk artikelnya mbak Nurita Putranti ini.

Ini percakapan telepon antara direktur eNPe dan Mr. Z. Telepon berlangsung tanggal 31 Februari 2007 lalu.Mr. Z : Hallo! Direktur eNPe: Hallo! Mr. Z : Di situ direktur NP?? Direktur eNPe: Iya! Mr. Z : Kok suaranya perempuan?? Direktur eNPe: Lha, memang direkturnya perempuan! Mr. Z : Ah nggak kok, direktur NP laki2 kok! Direktur eNPe: Ah nggak! Sejak kapan?? Mr. Z : Sejak dulu!!!! Ini PT NP kan? PT Nusantara Putra??Direktur eNPe: Yeeee… salah! Ini PT eNPe aja!! Bukan PT Nusantara Putra!! Mr. Z : Ooooo… salah sambung tho?? Direktur eNPe: Iyaaaaaa!!! Mr. Z: Weeeekz!! Kalau udah tahu salah sambung, kenapa teleponnya diangkat????? Mr. Z dengan kesal menutup percakapan teleponnya!!!

Bachtiar, wah yang ini otakku lagi benar-benar error! Mainan hattrick dan quadtrick (tadinya mau pentatrick tapinya malu :mrgreen: ) di lembaran OOT-nya dik Bachtiar! 😀

Jadi malu, tua-tua masih main kayak ginian! Huehehe…
laaah… kok malah jadi quad-trick! :mrgreen:

calonorangtenarsedunia, ya ini juga otak saya lagi blank, entah mau komentar apa, tapi kebetulan saya waktu itu habis buang angin, maka jadilah komen yang nggak bermutu seperti ini! :mrgreen:

Kalau diketawai tidak mencukupi… bagaimana kalau sekalian dikentuti saja?? Huehehehe…. :mrgreen:

Sawali Tuhusetya, Nah komen ini berawal karena saya lagi cemburu sama Pak Sawali karena nggak diajak kopdar. Huehehehe…… Mana yang kopdar sepertinya asik2 lagi, blogger2 berjiwa dewasa semua, bukan blogger2 narsisis dan anak-anak huehehehehe… **haalaah** :mrgreen:

workshop apa ya?? Kopdar apa ya??

**pura2 ngga tahu padahal sirik** P

Ersis Warmansyah Abbas Nah, ini seperti biasa Pak Ersis selalu dengan menggebu-gebu ingin menyebarkan virus menulisnya. Yah, tujuannya memang sangat bagus sih. Tapi ya itu…. katanya pak Ersis biarpun hasil tulisannya jelek, minimal kita berusaha untuk menulis. Lha, buat pak Ersis yang sudah jadi biang virus menulis ya semuanya mudah dan hasilnya baik, tapi bagi kita2 (baca: saya) yang masih agak kagok menulis, jangankan diketawain Pak Ersis, lha wong kucing saya aja bisa ketawa kok membaca tulisan saya yang amburadul! Huehehehe…. :mrgreen:

Dengan kata lain, kalau berani menulis, berani berkarya, sekalipun jelek, akan dapat bukti, segitulah kemampuan gueLha…. nanti kalau hasilnya jelek terus diketawain sama Pak Ersis, kita kan jadi malu! wakakakak… (becanda deh!)
Iklan

23 responses to “Lima Komenku yang Paling Serius dan yang Paling Jayus Asal-Asalan!

  1. Pertamax?

    Luar biasa … Sampeyan ini pernah kerja di Litbang ya, Pak Satpam? (he he he). Sebagai pengajar penelitian saya rindu mahasiswa yang jeli kayak gini. Paling dalam satu semestar ada dua atau tiga yang sigiannya tajam.

    Bagaimana kalau saya minta Sampeyan menulis hal-hala bersangutpaut dengan data. Misal, saya ingat Californian Fried Chicj\ken itu ‘produk’ Indonesia memakai label Amrik. KFC jelas dari koloner Snder Amrik. Kira-kira berapa perlawanan produk Indon dalam kancah arus masuk produk mancanegar.

    Tentu banyak hal lagi. Kita (he he he ikut numpang bangga) punya tehnologi mengukur keretakkan sayap pesawat (Habibie), hacker yang andal, sampai batik yang dippulekan Nelson Mandele (bukan oleh petinggi Indonesia lho).

    Kalau dihitung-hitung, banyak lho produk anak bangsa untuk dunia, cuman orang kita jarang mau nulis. Kuala Lumpur International Airport, konon dari tenaga otak puncak sampai buruhnya dari Indone.

    Maaf kalau membebani. Yah, saya suka kesini sih. Salah Sampeyan juga merilis yang menghentak pemikiran. Salam.

  2. Hi3…
    Makaci yach Kang Yari komentnya di blog Pak Sawali waktu itu.
    Tanpa di sadari hari ini kita bisa menjadi teman yang baik meski di dunia maya. Saya merasa nyaman, terharu, juga tersanjung.

    Salut deh, Kang Yari itu teliti dan jeli hingga semua koment yang pernah dilontarkan masih diingat dan disimpan. Ehm…sepertinya saya juga harus belajar untuk itu, he he he.

    Okey deng. Salam.

  3. Wah… kok bisa ya masih inget nulis komen apa saja di mana saja. Pastinya komen2 itu sangat berkesan atau daya ingat Mas Yari memang extraordinary. 🙂

  4. Walah, deg2an juga nih ketika mendapatkan tembusan dari Bung Yari yang kulihat lewat dashboard WP. Langsung saja meluncur ke sini. Ya, ya, ya, saya pribadi salut sama Bung Yari, komennya mesti berbobot. Hampir nggak pernah OOT, jeli, dan selalu pakai argumen mapan. Kejelian Bung Yari ketika mengomentari postingan saya tentang Gerah g Gara-gara Guru”. Di postingan tersebut kata “kontrol” salah ketik (huruf “r”-nya hilang :mrgreen: ) Aduh betul2 berabe, padahal sudah dibaca banyak orang, hehehehe 😀 Yak, langsung saja kuedit. Malu, kan? Terima kasih banget nih Bung Yari.

  5. *Maaf nyambung sedikit lagi. ya, Bung. Masih kepingin nambah, hehehehe 😀 *
    Komen Bung Yari juga punya argumen mapan dan rata2 panjang. Hanya satu komen di blog saya yang singkat ketika Bung Yari *tergesa2 hendak berangkat kantor kali yeee * komen tentang cerpen Jagal Abilawa . Tapi malamnya Bung Yari kembali meluncur ke blog saya dan meninggalkan komen yang sesungguhnya, hehehehe 😀
    Sungguh menyenangkan bisa bersilaturahmi dengan Bung Yari. Makin bertambah nih wawasan. Apalagi kalau baca postingan Bung Yari tentang sejarah, IPTEK, atau olahraga (khususnya tenis). Pikiran saya jadi terbuka, hehehehe 😀
    OK makasih banget Bung Yari, selama ber 1/2 tahun untuk blog “Spektrum Pemikiranku”. Semoga kehadiran blog ini makin bermanfaat dan bermakna bagi pengunjung. Bravo!

  6. Saya selalu menyimpan Postingan saya. Tetapi kalau Komentar itu tidak pernah. Hebat sekali punya niat menyimpan komentar penting. Sekarang ini komentar saya sudah terlalu banyak dan tersebar dimana – mana. Sehingga syaa lebih sering kesulitan dalam mendokumentasikannya. 😀

  7. Untuk blog saya selamat dari komentar tidak jelas ini…

  8. Benar-benar manarik ulang 1/5 tahunnya, komentar sampai didokumentasi, sebuah pertanggungjawaban tulisan yang perlu ditiru.

  9. selamat ulang tahun buat blognya 🙂

  10. @Ersis WA

    Huahahaha…. terima kasih Pak Ersis akan pujiannya. Wah, sebenarnya biasanya tulisan saya di blog ini berasal dari dua sumber: Pertama ketika saya tidak sengaja menemukan data2 tertentu yang menimbulkan impuls dan kreativitas di otak saya untuk saya tuangkan dalam bentuk tulisan di dalam blog ini. Atau Kedua Ada bayangan untuk menulis topik tertentu lengkap dengan subtopik2 dan alur2 tulisan lengkap di otak saya yang akhirnya saya wujudkan di dalam tulisan di blog ini. Jadi saya nggak ngoyo untuk mencari sebuah set data. Lagian kalau saya harus khusus mencari data tertentu kayaknya sih habis waktunya saja, soalnya pekerjaan di dunia nyata dan tanggung jawab sbg kepala keluarga juga menunggu. Huehehehe…. 😀 Jadi yah begitu enjoy-enjoy aja nggak ada beban! Kecuali kalau saya dibayar mau kali bersusah payah mencari data. Huehehehe…. :mrgreen:

    Ya…ya…. sebenarnya karya2 bangsa kita banyak dihargai di luar negeri. Kalau hacker yang handal mah belum tentu ya, harus diukur dulu, kalau ada kejuaraan hacker sedunia dan kita menang, nah baru itu kita hargai. Kalau belum diukur prestasinya (cuma nge-hack2 aja) ya itu mungkin negara2 lain juga bisa. Jadi harus diukur dulu. O ya kita kembali ke subtopik… karya2 kita memang banyak dihargai di luar negeri… nggak usah jauh2….. tempe saja, itu makanan sebenarnya sangat menyehatkan, selain kandungan asam amino dalam proteinnya cukup berimbang, makanan tersebut tentu rendah lemak dan kolesterol. Hanya saja faktor promosinya kurang, dan pembuatan tempe masih kurang kreatif dan kurang variasi sehingga masih kurang cocok untuk lidah2 orang2 barat. Coba dibuat variasi lebih dari tempe misalnya tempeburger atau yg lain2nya mungkin dapat lebih bisa menembus pasar2 internasional. Juga banyak hal2 lain seperti sate, batik dan lainnya yang nggak usah jauh2 yg dekat di kehidupan kita sehari2 yang berpotensi untuk dipromosikan di manca negara. 😀

    @Hanna

    Ya…ya… terima kasih kembali. Sama-sama. Kita sama-sama belajar. Saya juga belajar banyak dari blognya mbak Hanna bagaimana untuk mengapresiasi karya sastra. 🙂

    @Dhan

    Hmmmm…. faktor yang mana ya? :mrgreen:

    @Sawali Tuhusetya

    Aduh jadi ge-er malu dipuji pak Sawali. Iya pak Sawali, sebenarnya sih saya selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik bagi setiap blog yang saya kunjungi, tetapi ya itu tidak selamanya berhasil, tergantung dari banyak faktor ya emosi, ya mood, ya faktor kelelahan, dan berbagai macam faktor lainnya yg tentu mempengaruhi fikiran saya. Yah, namanya juga manusia sekali dua kali pasti ada errornya! :mrgreen: Omong2 saya juga berterimakasih banyak kpd Pak Sawali untuk feedback2nya di blog saya, dan seperti halnya blognya mbak Hanna yg banyak menampilkan karya2 sastra, saya banyak diberi kesempatan untuk belajar menghargai karya sastra di blognya pak Sawali ini. (Maklum aslinya saya ini adalah orang yg paling tidak sastrawi. **halaah**) :mrgreen: Ok terims ya pak Sawali.

    @Mihael “D.B.” Ellinsworth

    Yah, tidak apa2 tidak mendokumentasikan komentar2 juga, yang penting kita tetap besilaturahmi saling mengunjungi dan mempererat ikatan antar blogger se-Indonesia. **halaah** 🙂

    @Black_Claw

    Terima kasih yang tidak jelas juga untuk komentar yang tidak jelas. :mrgreen:

    @kurtubi

    Apalagi komen2nya mas Kurt, wah pasti lebih banyak lagi yg serius ya? 😀

    @GRaK

    Yeee…. bukan ulang tahun… tetapi ulang \frac{1}{2} tahun! Btw, thanks ya atas ucapan selamatnya! 🙂

  11. komen paling serius di postingan paling asal-asalan wakakakakakakakakakak :mrgreen:

  12. Kalo saya mas komennya ga bisa serius apalagi yg ilmiah2. jd ya begitulah.
    Ma kasih ya mas sdh mau ke jkt nemuin saya sabtu lalu saya seneng deh. saya udah di sby lg skrg, udah kerja lagi. 🙂

  13. Selamat berulang 6 bulan Pak Yari. Wah rajin betul komen-komennya dikumpulin.. 😀

  14. kalo saya…. belum pernah sama sekali ngetrik postingan yang gak asal2an… dan belum pernah sama sekali ngetrik komen yang juga gak asal2an… tapi, saya gak tau komen yang saya tulis ini asal2an apa enggak…. saya asal tulis saja biar terkesan nulisnya asal2an…

  15. @anggara

    wakakakakak…….

    @abintoro

    Ya ngga papa, tiap orang beda2 yg penting berusahalah utk menjadi lebih baik tiap hari, ok?
    alhamdulillah sampeyan sudah sampai kembali dengan selamat di sby.

    @mathematicse

    Terims atas selamat ulnamlan (ulang 6 bulan)nya ya? Yah… banyak komen2 saya yang saya kumpulkan yg sewaktu2 dpt saya tampilkan kembali dalam berbagai topik kelak, salah satu contohnya spt ini. 🙂

    @khofia

    Huehehehe…. betul sekali oleh sebab itu komen yg asal2an harus dibuat tdk asal2an agar komen yg terkesan asal2an tersebut menjadi terkesan tidak asal2an sehingga si penulis yg tadinya menuliskan komen asal2an jadi tidak asal2an! OK? Salam asal2an! 😀

  16. whew…
    kalo saia mbikin begidu…
    daftarna bakal fanjang sangadh…
    :mrgreen:

    _______________________________________

    Yari NK replies:

    wakakakak….. tafi makin fanjang makin fuas sangadh khan? :mrgreen:

  17. Hahahaha Pak Yari kreatif … lha ada ulang 1/2 tahun blog segala …
    BTW itu kenapa memilih 10 (5 komen serius + 5 komen jayus) Pak?
    Kenapa bukan 12? Kan ulang 1/2 tahunnya pada bulan ke-12 :mrgreen:

    Eh komentar saya ini kira2 masuk kategori seperti apa ya Pak 😀

    _________________________________________________________

    Yari NK replies:

    Wah… nggak kepikiran tuh, malah tadinya inginnya 10 komen terserius dan 10 komen terjayus asal2an, tapi karena kepanjangan jadinya secara otomatis otak menyuruh memotong jadi setengahnya. Jadinya yg cuma 5 masing2. Tapi bagus juga tuh usulnya, aturan masing2 6! Tapi yah apa boleh buat sudah telanjur masing2 5. :mrgreen:

  18. Wah kalau saya bikin kayak gitu juga, kayaknya nggak ada tuh komen saya yang serius 🙂

    ____________________________________________________________

    Yari NK replies:

    Huehehehe….. wah, ya nggak apa2 kan? Yang paling penting kita kan besilaturahmi, saling mengunjungi untuk mempererat persaudaraan antar blogger, bukankah begitu? Terims ya sudah mampir di blogku! 🙂

  19. wah komen-komen saya lebih tidak serius nih pak dari bapak.hehehe…..

    saya komntator gendeng .

    _____________________________________________________________

    Yari NK replies:

    Huehehehe…. tapi terkadang komen yang tdk serius itu sering menghibur loh, minimal sering juga menggelitik komen2nya. 😀

  20. Wahh hebat…tapi saya paling suka kalau mendapat komentar yang memberikan tambahan ilmu, info atau sharing pengetahuan, sehingga fungsi blog sebagai pembelajaran dan sarana saling tukar informasi tercapai.

    Komentar Yari NK memang selalu serius, dan ini saya perhatikan sejak beberapa lama.
    Teruskan komentar seperti itu, karena sharing kita juga merupakan amal ibadah.

    _______________________________________________________________________

    Yari NK replies:

    Iya bu…. saya juga senang jikalau saya mendapat komentar yang memberikan tambahan ilmu dan wawasan, dan memang seharusnya lebih banyak lagi blog-blog berbahasa Indonesia yang memberikan tambahan informasi dan wawasan, sehingga sesuai dengan fungsi Internet pada saat pertama kali dikembangkan sebagai information superhighaway.

    Terima kasih bu, atas apresiasinya, saya lihat komentar2 ibu dan juga blog ibu sangat menarik dan memancing stimulus para pembacanya untuk meninggalkan komentar2 yang berbobot dan berwawasan. Mudah2an dengan sharing ilmu selain kita mendapatkan kepuasan juga dapat sebagai amal ibadah seperti yang ibu sebutkan. Amin. 🙂

  21. saya komen mas..
    komen saya sebagai berikut:
    djayus.. djayus.. djayus.. djayus…

    demikian dan terima kasih..

    __________________________________

    Yari NK says:

    Terima kasih kembali atas “kedjayusan”nya. Btw terims telah mampir di blogku dan salam kenal ya. Omong2 kok ejaan lama dan ejaan baru dicampur sih? 😀

  22. oh kalo gitu komen nya saya ulang ya mas..
    komen saya sebagai berikut lagi :
    jayus.. jayus.. jayus.. jayus..

    demikian dan terima kasih..

    *kok rasa nya kurang mantep ya??*
    *kapan kapan akan saya ulang lagi*
    *penuh kemantab-an hati*

    __________________________________________________

    Yari NK replies:

    Nah, itu baru mantabbbbb! Wah mantabnya biar lebih mantab pakai ‘b’ ya, bukan pakai ‘p’. Hehehehe….. 😀

  23. Welehhhhh ……. namaku masuk nominasi neh hihi …. makasih ya Bung Yari yang masih saja mengingatku.

    Yup benar sekali sebagian kata-kata diatas yang menyebutkan klo Bung Yari emang jeli dan teliti. Komen yg ditulis di blog-ku selalu ada dasar ilmiahnya ( eh selalu gak ya ? kok jadi ngasal mujinya …..)

    Btw …. kaget juga neh liat tampilan barunya, lebih hidup !!!!! dan terkesan Lux ….( bukan merk sabun loh )

    Ok …. tQ, semoga tetap mengingat Blog-ku 😀

    ____________________________________________

    Yari NK replies:

    Wah, terima kasih ya telah berkunjung kembali ke blog saya. Hehehehe….. Bukannya saya lupa pada blog mbak aisalwa tetapi karena memang sekarang banyak sekali blog yang saya kunjungi tetapi tentu saya tidak lupa dengan blognya mbak aisalwa, postingan ini adalah buktinya. Hehehehe…. 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s