Daily Archives: Kamis, 6 Desember 2007

Suara Konsumen, Persaingan dan Layanan TV Berbayar…..

Pernahkah anda merasa kesal dengan layanan suatu jasa? Jasa apapun juga! Apakah anda pernah memberi saran lewat media apapun kepada perusahaan jasa tersebut? Baik itu lewat koran, lewat e-mail atau lewat kotak saran yang ditulis pada secarik kertas (untuk kemudian diabaikan begitu saja atau sebagai basa-basi)? Saya pernah punya pengalaman unik dan mengesankan dengan sebuah operator TV kabel di Bandung. Kenapa unik dan mengesankan? Ya, karena inilah pertama kali saya benar-benar merasakan saya, sebagai konsumen, diperlakkukan sebagai raja karena suara saya benar-benar diperhatikan. Bagaimana ceritanya?

Sebenarnya sejak kira2 tahun 1996/1997 di Jakarta saya sudah berlangganan TV berbayar Indovision (yang memakai parabola digital), namun sejak tahun 2001 saya mulai beralih ke layanan TV kabel kabelvision karena saya ingin memanfaatkan internet kabelnya (sampai sekarang di Jakarta saya masih berlangganan kabelvision walaupun internetnya sudah tidak lagi). Tahun 2002 saya pindah ke Bandung, dan karena sudah terbiasa dengan layanan TV berbayar, dan karena sudah tidak terbiasa hanya dengan TV-TV lokal, bukannya nggak nasionalisme atau sok2an, tapinya memang saya sudah muak dengan acara2 sinetron dan acara2 lainnya yang onnozel di TV-TV lokal, oleh karena itu saya mencoba mencari tahu layanan TV berbayar di Bandung terutama TV kabel. O ya, tentu saja saya juga masih menyaksikan TV-TV lokal (baca: nasional) namun hanya terbatas pada berita2 dan talk show-talk show yang berbobot. TV-TV nasional yang masih saya tonton adalah: Metro TV, RCTI dan SCTV. Stasiun-stasiun TV nasional lainnya boleh dikata sudah tidak pernah ditonton lagi. Dulu, sempat sih nonton TransTV karena ada Bajaj Bajurinya huehehehe…., setelah Bajaj Bajurinya lenyap, TransTV-nya juga lenyap dari perhatianku. Nah, waktu aku pertama kali mencari tahu tentang layanan TV berlangganan (berbayar) ini saya memang menitikberatkan pada TV kabel bukan pada TV parabola digital Indovision karena saya memang ingin sekalian menikmati broadband Internetnya sekalian. Sayang waktu itu baru ada Fasindo saja sebagai satu2nya operator TV kabel di Bandung dan pada waktu itu belum bisa Internet pula.

Lantas bagaimana saran saya diperhatikan oleh mereka (operator TV kabel)? Begini…. sejak akhir 2006 lalu, Fasindo tidak lagi sendirian dalam menyediakan layanan TV kabel di daerah saya. Ada lagi saingannya yaitu Megavision. Megavision ini sebenarnya mulai berdiri sekitar 1-2 tahun sebelumnya tetapi baru mengcover daerah saya akhir 2006 lalu. Nah, pada saat itu fihak marketing Megavision gencar melakukan promosi, menelepon dari rumah ke rumah termasuk ke rumah saya. Sebenarnya sewaktu mereka menelepon saya sebenarnya agak malas untuk mendengar penjelasan sang salesgirl di telepon. Namun karena saya tahu dia sedang menjalankan tugasnya sebagai salesgirl (asal jangan ngaco seperti kebanyakan sales2 yg berkeliaran di jalan!), saya mencoba untuk menghormati pekerjaannya sebagai sales. Saya tahu sebagai operator TV berbayar pasti channel2 unggulannya adalah movie channels seperti: HBO, Cinemax, StarMovies dsb. Nah, waktu itu aku iseng2 saja nanya: Channel movies-nya apa saja yang ada di Megavision? Mereka menjawab ada HBO dan StarMovies. Nah, kebetulan waktu itu di Fasindo juga sudah ada HBO, Cinemax dan Hollywood Movies. Jadi saya bilang buat apa saya pindah? Kecuali kalau memang Megavision bisa menawarkan lebih maka saya akan berpindah. Begitu kata saya. Si salesgirl bilang ooo ya Pak, kalau begitu saran bapak saya catat akan saya laporkan sebagai input ke fihak manajemen, begitu kata si salesgirl.

Nah, sampai di sini saya sangka masalah sudah selesai. Si salesgirl tidak akan menelepon lagi. Eh, nggak tahunya dua minggu kemudian si salesgirl yang sama menelepon kembali sambil berkata: “Pak, kami sudah menambahkan tiga channel movies yaitu HBO Signature, Cinemax dan Hollywood Movies”. “Waduh, nggak disangka2 ternyata  saranku diperhatikan juga!”. Karena iuran perbulannya sama dengan movies channel yang lebih banyak maka aku tertarik juga untuk pindah operator TV kabel. Lantas aku bilang begini sama salesgirl-nya: “Ya udah, kalau begitu beri saya kesempatan satu bulan lagi saya akan ultimatum Fasindo kalau mereka tidak bisa menambah movie channels-nya baru saya akan pindah. Saya nggak mau buru2 pindah karena nggak mau repot2 ngurusin orang2 TV kabel yang narik kabel baru dari tiang” begitu kataku. Nah, lusanya aku gantian menelepon Fasindo dan ‘mengultimatum’ operator TV kabel Fasindo, jikalau mereka tidak bisa menambah movie channels-nya dalam sebulan maka saya akan pindah ke operator pesaing”. Begitu kata saya. Nah, ini dia ‘unik’nya pas dua hari sebelum ‘ultimatum’ saya habis, saya mendapat e-mail dari Fasindo bahwa mereka sudah menambah movie channels-nya yaitu StarMovies. Sebenarnya jumlah movie channels-nya masih kalah satu dari Megavision karena di Fasindo belum ada HBO Signature. Namun saya terharu juga **halaah** karena suara saya sebagai komsumen diperhatikan dan baru kali ini saya merasakan saya sebagai konsumen diperlakukan seperti raja. Lagian saya juga tidak terlalu butuh HBO Signature karena acaranya kebanyakan hampir sama dengan HBO hanya dibolak-balik saja. Dan juga ada beberapa non-movie channels yang saya suka di Fasindo tetapi tidak ada di Megavision. Ya sudah lah, akhirnya saya putuskan untuk tidak pindah operator TV kabel. Namun ‘kebahagiaan’ itu tidak bertahan lama karena setelah saya perhatikan ternyata StarMovies-nya menggantikan satu channel yang sangat saya suka juga: Australia Network! Ya, saya suka dengan Australia Network karena channel tersebut sangat informatif, bukan hanya informasi mengenai Australia yang disampaikan tetapi juga masalah2 global dengan fokus di Asia Pasifik. Jadi menurut saya channel informatif seperti itu sayang kalau dihapus! Akhirnya kali ini saya protes lewat e-mail, dan dengan argumentasi yang panjang lebar dan berbobot saya berharap Fasindo mau mengembalikan kembali Australia Channel karena saya beranggapan banyak channel2 lain yang jauh tidak bermutu yang lebih patut diganti! Dan ‘ajaib’ pula, ternyata kira2 dua minggu kemudian Australia Channel ada kembali dengan menggantikan salah satu channel Mandarin dari Taiwan yang kurang bermutu.

Yah, itulah pengalaman saya yang paling ‘mengesankan’ selama saya menjadi konsumen perusahaan2 jasa. Saya benar2 merasakan bahwa adanya semboyan ‘konsumen adalah raja’ benar adanya. Rupanya persaingan sehat telah berhasil memanjakan konsumen. Ini bertolak belakang 180o dengan pengalaman saya dengan Telkom Speedy. Secara performansi Telkom Speedy sebenarnya ok, namun pengalaman saya dengan Telkom Speedy sungguh menyedihkan sewaktu terdapat gangguan pada jaringan dan pelayanannya buruk! Pernah selama 10 hari saya tidak bisa mengakses Internet sama sekali, dan setelah aku telepon tiap hari mereka malah mengatakan modemku yang nggak beres! Eh, ternyata setelah teknisinya datang dan membawa modemnya dia sendiri, ternyata nggak jalan juga! Berarti memang customer service dan teknisi Telkom Speedy-nya jelas2 asbun bin geblekz! Udah nggak bisa akses 10 hari, bayarannya tetep sama!

Ok, ya begitu saja bagi2 ‘pengalaman’nya kali ini. Berhubung karena masih agak sibuk, untuk sementara saya hanya bisa posting postingan yang seperti ini dulu ya. Huehehehe….