Daily Archives: Rabu, 12 Desember 2007

Malaysia Bangsa Serumpun? Nggak lah yaw!

Judul di atas mungkin sedikit terbaca provokatif namun sebenarnya artikelnya tidak seprovokatif yang diduga karena bukan sifat dari blog ini untuk menyebarkan kebencian tanpa alasan yang jelas. Justru lewat artikel ini saya mengajak banyak fihak untuk berfikir lebih mendalam dan meluas serta juga berfikir lebih kritis dan tidak begitu saja menerima sebuah asumsi tanpa memikirkannya lebih lanjut. Tujuan akhir daripada artikel inipun bukan untuk membenci negeri jiran kita tersebut tetapi, sekali lagi, ini untuk bahan telaah agar kita lebih mengetahui mana yang benar dan mana yang tidak benar atau mungkin kurang tepat.

Lantas apa yang akan dikupas kali ini? Sederhana saja…. begini…. Sejak di SD mungkin kita sudah mendapatkan ilmu atau informasi bahwa Malaysia, negara jiran kita, adalah bangsa serumpun dengan bangsa kita, bangsa Indonesia. Ok, sekarang, sebelum kita lanjutkan mari kita telaah dulu grup etnik Melayu menurut wikipedia berikut ini (maaf saya lagi malas menterjemahkannya ke dalam Bahasa Indonesia :mrgreen: ):

Malays (Malay: Melayu) are an ethnic group of Austronesian peoples predominantly inhabiting the Malay Peninsula and parts of Sumatra and Borneo. The Malay ethnic group is distinct from the concept of a Malay race, which encompasses a wider group of people, including most of Indonesia and the Philippines. The Malay language is a member of the Austronesian family of languages.

Nah, dari definisi di atas kita akan membahas apakah Malaysia memang ‘serumpun’ dengan kita? Kita tentu harus mendefinisikan dengan jelas dulu: Bagaimanakah definisi serumpun tersebut?? Apakah karena hanya faktor kesamaan bahasa saja? Ya, dari dulu saya juga sudah ‘curiga’ bahwa kita menganggap Malaysia sebagai bangsa serumpun (begitupula sebaliknya) karena berdasarkan faktor kesamaan bahasa saja. Kalau memang pertimbangan bahwa bangsa Malaysia dan bangsa Indonesia adalah serumpun karena hanya faktor kesamaan bahasanya saja, sungguh itu merupakah sesuatu yang naif dan sedikit konyol serta kurang ilmiah. Nah, sekarang kalau dilihat dari sudut kesukuan dan keetnisan secara etnologis ataupun antropologis, suku Melayu di Indonesia hanya menempati sebagian Sumatra dan Kalimantan saja, jadi secara kesukuan suku2 bangsa di Jawa, Sulawesi, Bali, apalagi Nusa Tenggara, Maluku dan Papua bukanlah termasuk suku bangsa Melayu. Bahkan banyak juga suku di Sumatra dan Kalimantan yang juga tidak termasuk suku bangsa Melayu. Jadi cukupkah itu sebagai tanda bahwa bangsa Malaysia dan bangsa Indonesia adalah serumpun? Mungkin ada yang berasumsi bukankah bangsa Melayu juga ada di Indonesia? Itu berarti bangsa Melayu adalah saudara2 kita juga sebangsa dan setanah air, jadinya cukuplah beralasan untuk mengatakan bahwa bangsa Malaysia dan bangsa Indonesia adalah serumpun! Ok-lah kalau begitu alasannya, tetapi ingat, jangan pilih kasih ya, Orang Papua juga saudara-saudara kita sebangsa dan setanah air. Mereka lebih dekat secara etnis dan kesukuan dengan saudara2 mereka di Papua Nugini, dan tentu saja mereka lebih mirip orang Papua Nugini daripada orang Malaysia. Lantas kenapa kita nggak menganggap Papua Nugini juga sebagai bangsa serumpun??? Juga mereka yang tinggal di Timor Barat yang lebih mirip dengan orang Timor Leste, jadi kenapa kita tidak menganggap Timor Leste juga sebagai bangsa serumpun??? Bukankah mereka yang tinggal di Timor Barat juga saudara2 kita sebangsa dan setanah air? Kenapa pilih kasih begitu ya?? Ada yang bisa menerangkan?

Nah, lantas masih dari definisi di atas, secara ras, suku-suku bangsa di Indonesia bagian barat dan tengah memang masih satu ras dengan suku bangsa Melayu baik itu orang Sunda, orang Jawa, orang Bali, orang Bugis, Dayak, dan sebagainya, memang betul semuanya satu ras. Jadi apakah itu yang dijadikan alasan bahwa bangsa Malaysia dan bangsa Indonesia adalah serumpun? Ok, kalau begitu yang dijadikan dasarnya, boleh-boleh saja, tetapi ingat, orang2 Filipina asli (seperti juga yang diterangkan dalam definisi di atas) juga satu ras dengan suku bangsa Melayu. Tapi kenapa kita tidak pernah mengatakan bahwa Filipina adalah juga bangsa serumpun dengan kita?? Kenapa pilih kasih alias tidak konsisten begitu?? Lantas bagaimana dengan saudara2 kita suku2 di Indonesia Timur yang mempunyai ras Melanesia dan bukan ras “Melayu”? Tentu mereka juga ingin saudara2 serumpun mereka di luar negeri seperti di Papua Nugini, Kepulauan Salomon, Republik Vanuatu dan Fiji juga diakui sebagai bangsa serumpun dengan Indonesia juga.

Tentu permasalahan bisa menjadi lebih meluas. Bagaimana dengan saudara2 kita yang keturunan China? Mengapa kita tidak mengakui China sebagai negara serumpun?? Bukankah orang-orang keturunan China ini juga saudara sebangsa dan setanah air juga? Dan mereka tentu secara kesukuan dan ras lebih dekat dengan China daratan atau Taiwan daripada Melayu Malaysia. Bukankah begitu??

Bagi mereka yang bersuku Melayu di Sumatra dan Kalimantan, kalau mereka menganggap Malaysia sebagai negara serumpun karena faktor ke-Melayuannya, ya itu sah2 saja, dan tentu harus kita hormati juga. Namun janganlah hal tersebut menjadi ‘dogma’ ataupun sebuah preposisi yang bahkan sampai di buku2 pelajaran yang mengatakan bahwa bangsa Indonesia adalah serumpun dengan bangsa Malaysia. Ini bukanlah untuk menghapuskan kenyataan bahwa bangsa Indonesia adalah serumpun dengan bangsa Malaysia namun ini justru untuk menghadapi kenyataan bahwa lebih banyak suku2 di Indonesia yang tidak serumpun dengan Malaysia.

Jadi kesimpulannya, jikalau anda (terutama mungkin anda yang bersuku Melayu) jikalau anda menganggap Malaysia sebagai negeri serumpun, ya silahkan, itu cukup untuk anda sendiri dan tidak usah diterapkan secara nasional, dan juga tentu masing2 suku dan etnis bahkan masing2 individu di Indonesia punya hak untuk menyatakan negara mana yang merupakan bangsa serumpun yang sesuai dengan suku atau etnisnya sesuai dengan preferensi dalam hatinya masing2. Saya sendiri cenderung untuk tidak menganggap satu negarapun yang benar2 serumpun dengan bangsa Indonesia. Kita secara nasional tidak butuh pengakuan Malaysia bahwa kita adalah bangsa serumpun dengan mereka. Dibilang bangsa serumpun dengan mereka juga nggak ada bangga-bangganya sama sekali kok, menurut saya juga. 😛 Namun, baik Malaysia bangsa serumpun atau bukan, Malaysia tetaplah jiran kita. Dan sebagai tetangga yang baik tentu kita harus menjalin hubungan yang baik dengan negara tetangga kita tersebut, hanya saja kedudukan Malaysia tentu tidak lebih istimewa daripada negara2 jiran kita yang lain. Mudah-mudahan dengan tidak mengakuinya kita sebagai bangsa serumpun dengan mereka (Malaysia), orang2 (baca: Pemerintah) Malaysia akan menjadi malu dan sungkan kalau ingin ‘mencuri’ produk kebudayaan bangsa kita yang bukan hak Malaysia! Bangsa yang besar dan terhormat tidak pernah mengambil produk kebudayaan dari negeri lain untuk kemudian diaku sebagai produk asli bangsa tersebut. Bukankah begitu?