Rudolph Si Kucing yang Bisa Menyala dan Rekayasa Genetika

glow-in-the-dark-cats.jpg

Masih ingat Dolly?? Domba cloning pertama di dunia, yang juga merupakan mamalia pertama hasil cloning-an dari sel somatik*) individu dewasa? Si Domba cloning hasil rekayasa genetika yang lahir di Roslin Institute, Edinburgh, Skotlandia (UK) tahun 1997 ini memang berakhir tragis, si Domba Dolly ini harus di-euthanasia untuk mengakhiri penderitaannya karena di usianya yang tergolong muda (6 tahun) ia menderita berbagai macam penyakit seperti yang diderita oleh domba2 yang sudah tua. Ini karena Dolly di-clone dari seekor domba berusia 6 tahun, dan umur domba seperti Dolly ini normalnya dapat mencapai usia 12-15 tahun.

Walaupun Dolly berakhir dengan cukup ‘tragis’ namun penelitian di bidang rekayasa genetika berjalan terus. Korea Selatan misalnya, negara yang bertekad menumpu perekonomiannya dari sains dan teknologi, baru-baru ini berhasil menyisipkan gen yang dapat membuat seekor kucing menyala jika diekspos dengan sinar ultraviolet. Gambar di atas adalah gambar si Rudolph (nama kucing tersebut). Di sebelah kiri adalah gambar si Rudolph ketika diekspos oleh sinar biasa, dan di sebelah kanan adalah si Rudolph ketika diekspos oleh sinar ulatraviolet. Ahli-ahli genetika yang dipimpin oleh profesor Kong-Il Keun dari Universitas Nasional Gyeongsang berhasil membuat Rudolph si kucing Anggora berwarna putih tersebut menyala di bagian hidung, kelopak mata dan kuping si kucing dengan menyisipkan sebuah gen yang bisa menghasilkan sebuah protein yang menyebabkan si kucing bisa menyala berwarna merah bila diekspos oleh sinar ultraviolet!

Kemajuan Rekayasa Genetika (Genetic Engineering) memang semakin laju, walaupun penerapannya pada manusia pada saat ini masih relatif sedikit. Ahli-ahli genetika di Jepang misalnya berhasil membuat tikus yang tidak takut kepada kucing (walaupun tetap saja dapat dimakan oleh si kucing dan tikusnya tidak kuat seperti dalam film kartun jadul Mighty Mouse). Sedangkan Dr. Cynthia Kenyon, pakar genetika Amerika Serikat yang juga merupakan ketua Masyarakat Genetika Amerika (American Genetics Society) menemukan gen pada sebuah spesies cacing yang mengatur “panjang-pendek”-nya umur si cacing. Ketika gen ini diaktifkan maka si cacing dapat berumur 5 sampai 6 kali lebih lama dari rata umur-umur cacing dengan spesies yang sama. Dr. Cynthia Kenyon yakin bahwa gen “pengatur panjang usia” ini juga ada pada manusia yang kini tengah ditelitinya. Jika gen ini diketemukan pada manusia dan dapat diaktifkan maka usia manusia secara teoritis bisa diperpanjang sampai kira2 berusia 500-600 tahun. Juga Dr. Kenyon yakin bahwa pada manusia juga terdapat gen yang mengatur hibernasi seperti pada beruang kutub yang menyebabkan manusia dapat tidur panjang dengan aman dan tidak memerlukan ‘sumberdaya’ (resources) yang banyak terutama makanan. Semua keuntungan2 di atas diperlukan manusia guna menyongsong perjalanan ruang angkasa di masa mendatang di mana perjalanan ke tata surya yang lain dapat memakan waktu hingga ratusan, ribuan bahkan jutaan tahun bumi lamanya.

Penerapan genetika seperti yang diteliti Dr. Kenyon di atas tentu masih lama untuk diterapkan pada manusia. Namun saat ini penerapan rekayasa genetika telah banyak tersebar luas penerapannya di dunia pertanian dan industri. Di Amerika Serikat, rekayasa genetika telah berhasil menghasilkan tomat yang dapat tumbuh dan berkembang dengan irigasi air dengan konsentrasi garam yang tinggi. Juga ada varietas tomat yang mengandung asam folat lebih tinggi dari tomat biasa yang diklaim bagus untuk ibu2 hamil. Juga ada tomat yang dapat mengurangi anda terkena penyakit jantung dan diabetes tipe-2 (tipe dua) dengan menambahkan gen yang dapat menghasilkan flavonol dalam jumlah besar pada tomat tersebut. Bukan saja pada tomat, rekayasa genetika diterapkan, namun juga pada tanaman2 lain seperti misalnya jagung yang direkayasa genetika agar lebih tahan kepada hama serangga dan sebagainya. Di dunia industri farmasi misalnya, bakteria telah disusupi oleh gen manusia agar dapat memproduksi insulin. Insulin ini diperlukan untuk mengontrol gula darah bagi para penderita diabetes. Rekayasa genetika pada bakteri ini yang paling simpel digambarkan sebagai contoh rekayasa genetika, seperti pada gambar berikut ini (picture courtesy of bbc.co.uk):

genetic-eng.gif

 Gambar di atas adalah rekayasa genetika pada bakteria guna menghasilkan hormon insulin yang penting untung pengendalian gula darah pada penderita diabetes. Tahap-tahapnya adalah sebagai berikut:

  1. Tahap pertama dalam membuat bakteria yang bisa menghasilkan insulin adalah dengan mengisolasi plasmid pada bakteri tersebut yang akan direkayasa. Plasmid adalah materi genetik berupa DNA yang terdapat pada bakteria namun tidak tergantung pada kromosom karena tidak berada di dalam kromosom.
  2. Kemudian plasmid tersebut dipotong dengan menggunakan enzim di tempat tertentu sebagai calon tempat gen baru nantinya yang dapat membuat insulin.
  3. Gen yang dapat mengatur sekresi (pembuatan) insulin diambil dari kromosom yang berasal dari sel manusia.
  4. Gen yang telah dipotong dari kromosom sel manusia itu kemudian ‘direkatkan’ di plasmid tadi tepatnya di tempat bolong yang tersedia setelah dipotong tadi.
  5. Plasmid yang sudah disisipi gen manusia itu kemudian dimasukkan kembali ke dalam bakteria.
  6. Bakteria yang telah mengandung gen manusia itu selanjutnya berkembang biak dan menghasilkan insulin yang dibutuhkan. Dengan begitu diharapkan insulin dapat diproduksi dalam jumlah yang tidak terbatas di pabrik-pabrik.

Begitulah contoh rekayasa genetika yang diterapkan di dalam industri farmasi. Rekayasa genetika (genetic engineering) yang diperkirakan akan menjadi prima donna dari segala engineering melebihi electronic engineering di abad ke-21 ini memang ditujukan bagi perbaikan kualitas hidup umat manusia di bumi ini. Penerapannya sangat luas, mulai dari di bidang pertanian hingga di bidang kesehatan guna memerangi penyakit2 berat yang selama ini sulit disembuhkan. Rekayasa genetika ini juga dapat menolong untuk mereproduksi spesies2 yang hampir punah di muka bumi ini. Di masa mendatang, mungkin gen-gen dari sejenis ubur2 yang bisa menyala yang hidup di dasar laut dapat dimasukkan ke dalam manusia, hingga mungkin di masa depan manusia bisa menyala di malam hari, atau berpendar dengan memasukkan gen kunang-kunang ke dalam manusia. Atau mungkin jikalau anda ingin tampan seperti Antonio Banderas atau ingin cantik seperti Omas Uma Thurman, anda tidak perlu operasi plastik lagi, anda cukup mengkopikan gen-gen mereka kepada kromosom anda dan hasilnya jauh lebih baik dari operasi plastik, mungkin anda hanya perlu mempunyai lisensi atau membayar royalti kepada orang yang gennya dikopikan kepada kromosom anda tersebut. Hehehehe…. :mrgreen:

Namun untuk aplikasi ke sana tentu masih harus menempuh penelitian yang sangat panjang dan berliku. Tidak tertutup kemungkinan sebuah gen mengatur lebih dari satu sifat. Mungkin perubahan sebuah gen di satu sisi memungkinkan kita mendapatkan sifat yang kita inginkan namun juga secara tak sadar dan tak diketahui kita juga mendapatkan sifat lain yang merugikan!  Ya…. semua itu membutuhkan penelitian yang panjang dan berliku…….

__________________________________________________

Keterangan:

*) Sel Somatik = Sel-sel hewan (termasuk manusia) dan tumbuhan yang bukan sel-sel reproduksi

Iklan

32 responses to “Rudolph Si Kucing yang Bisa Menyala dan Rekayasa Genetika

  1. Wih! bisa dapat pertamaxnya

  2. Pernah dengar berita si Rudoloh kucing ini. Tapi, lagi2 keterbatasan bahasa hanya sekilas lewat. Beberapa hari yang lalu di Yahoo juga sempat muncul gambar kucingnya, he h he.

    Oh, ya, saya tertarik banget dengan cerita tomat yang bisa mengurangi penyakit jantung dan diabetes.

    Hirup ilmu lagi nih, he he he. Makasih ya…

  3. Meski hiatus saya akan berkunjung ke sini, he he he. Karena di sini saya belajar banyak.

  4. Wah…. saya gagal pertamax! kaplingnya udh diambil 😦

    Mas, saya dulu wkt di SD belajar kalau jaman dulu jaman nabi2, umur manusia pd panjang2 apakah itu jg ada unsur genetik ya, mengingat tulisan diatas menegenai gen pengatur umur pd cacing?

    Btw… saya udh sampai di sby lagi mas, terimakasih ya mas yari atas traktiran taun barunya. 🙂

  5. Geli sendiri membayangkan badan saya nyala ketika disorot sinar UV serasa seperti duit palsu!

    Paling seru kalau bisa nyala terang pas lampu mati, udah gitu bisa on/off diatur sendiri jadi bisa hemat energi, dan berasa jadi mak-nya kunang-kunang… 😉

    *komen paling gak mutu di 2008 hehehe…*

  6. itu nyalanya karena dikasih sinar yah? foto pertama yang kedua yang rudolph? bukannya karakteristik kucing ketika disinari aka menyala, terutama matanya?

    OOT : setau saya dolly itu ada di surabaya, 😆

  7. eh iya saya pernah baca ini di situs disitu.com, cuma saya nggak baca secara detail. keren yah kucing bisa nyala gitu 😀 lucu… hehehe….
    mau donk kalo ada yang jual….

  8. Rekayasa genetika memang penting, namun sebelum disebar luaskan perlu diuji coba secara mendalam. Untuk pertanian, misalnya, rekayasa genetika yang langsung diterapkan, kadang bisa membahayakan…seperti pupuk. Tanaman memang menjadi lebih bagus, namun unsur hara dalam tanah juga akan tersedot.

    Jadi memang perlu hati-hati aplikasinya dilapangan/

  9. Maksudnya gunanya jadi nyala supaya apa yah ? tapi keren lah, dan nyerem in

  10. *baca OOT-nya Arul*

    Oom Arul, ente pelanggan tetap kah? 😆

    *serius mode: ON*

    Duh, ngeliat si Rudolphyieee~ yang bisa nyala, saya jadi penasaran, gunanya apa yah… 😕
    (lha ini masih belum serius)

    Tikus tidak takut pada kucing? Unggg… Saya pernah liat tikus gede ga takut sama kucing tuh. 😛
    (dasar, lagi-lagi anak ini ga serius)

    ~KenapaGaSerius?

    ~KarenaBiologiSemasaSPMdanSMANilaiMerahMelulu~

  11. Genetic Engineering akan lebih mantap kalau disanding dengan social engineering … mudahan Maz Yari ada kesempatan membahasnya. Yang jelas rekayasa jenetik makin maju, dan ujung science susah diprediksi. Setidaknya, (sedikit) ilmu Allah semakin terkuak. Minimal kita-kita dapat informasi memadai science melalui tulisan Pak Satpam (yang ilmuwan ini; bagian ini jangan dibaca he he).

    Dari seorang bloger (Jepang) produk rekayasa labu dan seterusnya dari Cina dilarang di Jepang sebab merusak sistem tubuh manusia. Mungkin saja, sebagai suatu sistem bersistem meluas, kehidupan manusaa dan alam sudah tertata demikian rumit, kalau ‘rekayasa’ berbenturan dalam arti tidak cocok, sangat merusak. mBoh ngak ngerti juag.

    Makasih pencerahannya. Wah kira-kira mau ngak menampilkan tentang social engineering? Dulu, pernah baca tapi rada-rada pada posisi lima wat he he

  12. kemajuan teknologi masa kini agaknya telah mencapai kemajuan yang nyaris sempurna yak Bung Yari. Para ilmuwan mampu melakukan rekayasa genetika sehingga apa yang diimpikan oleh manusia bisa terwujud. cuma kadang2 saya khawatir, kalo rekayasa genetika itu juga diterapkan untuk manusia *halah* jangan2 karakternya juga akan berubah total, bukan sosok manusia yang manusiawi, melainkan sosok yang secara lahiriah berujud manusia, tetapi karakternya bukan lagi manusia. kalo kekhawatiran ini benar, aduh, bisa2 dunia ancur, dan para ilmuwan saling berlomba utk menciptakan karakter yang lebih liar dan ganas. mudah2an para ilmuwan jangan sampai terjebak seperti itu.

  13. Artikel menarik,kang YariNK.Itulah buah dari penelitian jangka panjang dengan paham bahwa ilmu dan teknologi sebagai sesuatu yang bebas nilai. Putih hitamnya akan sangat bergantung pada penggunaannya. Mereka yang anti bebas nilai akan semakin jauh tertinggal dari peradaban yang semakin maju, demikianlah penganut paham itu berujar dengan yakinnya. Di sisi lain (tinjauan ilmu sosial) ketika mengaitkan teknologi dengan peradaban maka ada yang berpendapat ilmu-ilmu sosial itu tidak bebas nilai. Bahkan universalism ilmu sosial perlu dipertanyakan.Setiap ilmu, teknologi dan peradaban haruslah dilihat pada konteks fenomena sosial. Selanjutnya paham ini mengatakan jangan a-historis. Dengan kata lain selain temuan-temuan teknologi rekayasa mutakhir begitu majunya namun ketika akan diterapkan pada masyarakat tertentu harus dikaitkan dengan norma atau sistem sosial yang berlaku. Tidak serta merta bahwa setiap perkembangan ilmu dan teknologi langsung dapat diadop apalagi didifusikan.Tinggal lagi apakah suatu masyarakat termasuk golongan yang selalu terbuka dan menerima dengan lahirnya setiap kemajuan teknologi, atau menerima atau menolak namun setelah dilakukan filterisasi, atau malah menolak mentah-mentah setiap temuan yang dinilainya anti peradaban sosial.

  14. @Hanna

    Iya mbak, rekayasa genetika diterapkan di beberapa bidang termasuk pada bidang pertanian termasuk tomat yang bisa mengandung banyak sekali zat flavonol. Namun pengkonsumsiannya tetap harus hati2 terutama untuk pengkonsumsian jangka panjang karena belum ada penelitian yang jelas untuk itu.

    Wah mbak Hanna, saya senang dan mendapat kehormatan **halaah** walau mbak Hanna hiatus tapi tetap berkunjung ke sini apalagi kalau juga meninggalkan komen. Mudah2an mbak Hanna dalam waktu dekat dapat bersama kita kembali sepenuhnya di dunia blogsfer. Selamat hiatus ya mbak! 🙂

    @abintoro

    Iya Bin, mungkin begitu, alam sudah mengatur sedemikian rupa hingga peradaban manusia tidak punah. Dan mungkin itu justru memperkuat dugaan bahwa memang ada gen yang mengatur ‘panjang pendek’nya usia manusia. Logikanya begini Bin, zaman dulu, sewaktu ilmu kedokteran, ilmu kesehatan (termasuk ilmu masalah kebersihan) dan ilmu2 lainnya masih rendah dan angka kematian ibu dan anak akibat melahirkan masih sangat tinggi, manusia memerlukan usia yang panjang untuk survive dan agar tidak punah. Nah, ketika manusia sudah mulai pintar dan terus belajar dan mulai menyebar dengan cepat (berkembangbiak) maka ‘alam’ telah mengatur kalau gen ini harus dinonaktifkan sehingga umur manusia lebih pendek. Bayangkan berapa populasi manusia sekarang jikalau manusia berumur hingga 600 tahun! Nah, mungkin nanti jikalau manusia berhasil menemukan gen ‘pengatur usia’ ini dan mengaktifkannya, teknologi manusia sudah maju sehingga manusia bisa mempopulasi planet lain dengan teknik terraforming, jadi tidak ada masalah. Ya, semua mungkin sudah diatur oleh ‘alam’. Sama juga seperti gen pengatur “tumbuhnya bulu” di badan manusia, manusia juga dipercaya mempunyai gen yang dapat “mengatur pertumbuhan bulu” sehingga dapat tumbuh bulu yang lebat seperti binatang. Namun karena sekarang manusia udah pakai baju dan celana, makanya gen tersebut menjadi tidak aktif.

    Ok Bin, pertanyaan sampeyan iseng tapi baguslah, ok? 😀

    @Agoy…

    Hehehehe…. disangka duit palsu ya nggak papa, asal jangan disangka manusia palsu aja ya! :mrgreen:

    @aRuL

    Berbeda rul, ingat rul, sinar ultraviolet itu adalah sinar yang TIDAK BISA terlihat oleh mata. Jadi jangan disamakan dengan sinar yang keluar dari detektor uang palsu atau sinar dari senter. Sinar warna ungu yang keluar dari detektor uang palsu itu hanya sinar tambahan saja, mungkin sebagai penanda saja apabila baterai dalam detektor tersebut sudah habis atau belum dan perlu diganti, sedangkan sinar ultravioletnya sendiri TIDAK terlihat. Sinar ultraviolet atau ultrtaungu ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan warna ungu atau violet karena memang sinar UV ini tidak terlihat dan tentu saja TIDAK ADA WARNANYA.

    Si kucing di sebelah kanan di foto dalam keadaan gelap gulita dan tanpa cahaya (visible light) sama sekali , itulah sebabnya kenapa di sekelilingnya berwarna gelap dan mata (retina) si kucing berwarna hitam dan tidak merefleksikan cahaya, karena kucing itu hanya difoto menggunakan sinar ultraviolet. Tentu dik aRuL tahu ya antara cahaya dan sinar. Cahaya adalah sinar yang dapat dilihat, sementara sinar juga termasuk sinar ultraviolet, inframerah, sinar-X yang sama sekali tidak bisa dilihat!

    Oh iya saya tahu juga ada Dolly di Surabaya, mudah2an aRuL bukan pelanggan tetap dolly ya?? Huehehehe…. becanda kok! :mrgreen:

    @hielmy

    Kalau dijual harganya jadi lebih mahal apa jadi lebih murah seharusnya ya? 😀

    @edratna

    Betul sekali bu, itu sebabnya di paragraf terakhir saya sebutkan juga kalau mungkin sebuah rekayasa genetika dapat membawa sifat2 merugikan yg tidak disadari sebelumnya selain mendapatkan sifat yang diinginkan.
    Dulu saya juga pernah baca, kalau ngga salah, tomat yang disisipi gen ikan agar (believe it or not!) tahan air, ternyata mendapatkan sifat ekstra juga yaitu si kulit tomat jadi sangat tipis dan mudah hancur terutama apabila dituai oleh mesin penuai tomat (untung tomatnya nggak tumbuh insang dan bisa berenang ya?? Huehehehe…. 😀 ).

    @Raffaell

    Gunanya? Tujuan dari penyisipan gen kepada si Rudolph ini sebenarnya titik beratnya pada teknik rekayasa genetikanya sendiri bukan kepada manfaat fisik si Rudollph. 🙂

    @rozenesia

    Bukan pada gunanya si Rudolph sendiri, tetapi ilmuwan mendapatkan manfaat pengalaman dari teknik pengembangan rekayasa genetikanya itu sendiri. 😀

    Ya… memang mungkin tikus2 zaman sekarang ga takut kucing karena kucing zaman sekarang juga males ngejar2 tikus. Kucing saya kalau lihat tikus, cuek aja, mangkannya tikus2 pada seneng! :mrgreen:
    😛

    @Ersis WA

    Ya betul sekali pak Ersis, selain sifat2 menguntungkan yang diinginkan, individu hasil rekayasa genetika tidak menutup kemungkinan menyimpan sifat2 yg merugikan di dalamnya, yang seperti bom waktu, kapanpun bisa menyebarkan sifat merugikannya tersebut di alam. Jadi memang harus ekstra, ekstra dan ekstra hati2.

    Wah, iya masalah social engineering juga sebenarnya menarik, tetapi saya perlu membacanya lebih banyak lagi, agar kupasannya bisa lebih berbobot. huehehehe…… (tapi yg ini bukan PR kan pak?) 😀

    @Sawali Tuhusetya

    Benar sekali pak Sawali, para ilmuwan memang sadar akan hal itu, dan parahnya jikalau sebuah individu transgenik sudah menjadi matang dan malah berkembang biak, gen2 ‘asing’ di dalam individu transgenik itu menjadi sangat sulit bahkan hampir mustahil untuk ditarik kembali. Nah lho! :mrgreen: Mangkannya perlu penelitian yg lebih seksama lagi. 🙂

  15. wiw, rekayasa genetika, jadi inget jaman sma.. 😀

    teknologi & ilmu pengetahuan makin canggih ajaa.. sambil mikir taun brapa ya manusia bener-bener bisa di-clone secara sempurna? perlu berapa ratus ilmuwan ya buat realisaiin-nya? dan berapa korban yang bakal dijadiin sampenya? padahal kalo Dia mah tinggal “Kun fayakun” aja 😀

  16. jadi ngerti 😀
    saya melihatnya kayak sulfur menyala dalam terang.
    seperti yang byk di kuburan itu.
    apa memang di rekayasakan dengna sulfur seperti itu?
    @ rozenesia : kamu mau jadi pelanggannya juga? 😀

  17. Dengan perkembangan teknologi yang kian pesat kini, jangan heran kalau suatu saat ada manusia yang mengaku sebagai Tuhan…

  18. Kalau si Rudolph bisa nyala kayak begitu, fungsinya buat apa Pak? Kok ga diceritain sih…

    Oh, iya. Tentang panjang pendeknya umur manusia, memang ada yang ngatur. :mrgreen: Ya, mungkin saja ada gen yang bisa memperpanjang masa hisup manusia itu.

    Tapi, saya tidak mengerti bagaimana alam bisa menonaktifkan gen semacam itu, sehingga umur manusia jaman sekarang pendek-pendek…? ❓

  19. @sjafri mangkuprawira

    Betul sekali prof Sjafri, tubrukan pada nilai2 yg ada di tengah masyarakat dengan ilmu pengetahuan memang sudah ada dari dulu, dari zaman Galileo Galilei yang diancam oleh gereja katolik karena mendukung dan mempublikasikan tulisan yang mendukung heliosentris (matahari sebagai pusat tata surya) sampai saat ini. Namun, menurut saya walaupun saya bukan saintist, mungkin seperti itulah naluri saintist terutama saintist ilmu alam, selalu ingin mengetahui jawaban dari setiap fenomena alam atau problematika yang disebabkan oleh alam, walaupun mungkin itu bertentangan dengan nilai2 sosial.

    Namun saya percaya, nilai2 sosial yang ada dalam masyarakat bersifat dinamis dan berubah dari masa ke masa, biarlah “alam” sendiri yang menentukan manakah teknologi yang dapat diterapkan dan mana yang sebaiknya dijauhi aplikasinya. Contoh bagusnya adalah di Republik Islam Iran (RII), pada saat awal terbentuknya RII penggunaan alat kontrasepsi difatwakan ‘haram’ di negeri itu karena menanggap seharusnya anak adalah anugerah dari Allah dan seharusnya tidak boleh ada yang menghalanginya, hal ini kemudian didukung oleh “kejadian historis” perang Iran-Irak, di mana jutaan anak muda Iran gugur di medan perang dan “menghasilkan anak” adalah tugas yang patriotik. Namun setelah perang usai, populasi Iran melonjak drastis dari 34 juta di tahun 1979, hingga hampir 70 juta di tahun 2002!! Hal ini diperparah dengan perekonomian Iran yang suram dan pengangguran di sana sini. Akhirnya kini justru pemerintah didukung para mullah akhirnya justru berbalik dan mendukung program keluarga berencana dan kini tidak malu2 menganjurkan vasektomi dan mendistribusikan kondom dengan bebas dan terbuka (bukan untuk tujuan zinah tentu saja) yang dulu dianggap tabu.
    Juga dalam masalah rekayasa genetika ini, manusia banyak belajar dari “penerapan” yang salah, dan fenomena yang tak terlihat sebelumnya dapat terlihat setelah aplikasi tersebut diterapkan. Contohnya adalah timbulnya superweed yaitu tanaman2 liar pengganggu yang tahan herbisida di dekat tanaman2 jagung yang sudah direkayasa genetika. Entah bagaimana gen itu bisa bersilangan dan menyusupi kromosom2 pada rumput liar di sekitarnya. Suatu kejadian/fenomena yg tak terduga.

    Jadi menurut saya biarlah “alam” yang menjadikan guru terbaik bagi manusia, mana aplikasi yang baik dan mana aplikasi yang buruk untuk diterapkan, mungkin dari situ manusia juga bisa belajar sesuatu yang lain lagi seperti belajar cara mengatasi superweed itu dan lain sebagainya.

    @Pipiew

    Betul Pi, bagi-Nya semuanya adalah kun-fayakun, dan bagi kita umat manusia tentunya diwajibkan belajar terus menerus tiada henti, bukankah begitu? 🙂

    @aRuL

    Huahahaha…. ya nggak pakai Sulfur lah (maksudnya fosfor kali ya!! 😀 )…… tetapi disisipi sebuah gen yang bisa menghasilkan sejenis protein…. nah protein inilah yang menyebabkan si kucing bisa berpendar jikalau diekspos ke sinar UV. Lagian kalau memakai fosfor tentu akan cepat habis karena fosfor yang menyala itu sebenarnya adalah HPO dan {P}_{2}{O}_{2} yang ‘umurnya’ singkat. Saya belum pernah tahu kalau sulfur menyala, memang sulfur menyala ya?? Kalau suhunya panas mungkin aja ya??

    @StreetPunk

    Walaah kalau itu sih sekarang juga ada bahkan dari zaman dulu juga ada, raja Firaun ‘kan, bukannya dia dulu mengakui kalau dirinya Tuhan? 😀

    @mathematicse

    Gunanya buat iseng aja kali huahahaha…… nggak deh, itu sebenarnya yang ‘dicari’ adalah teknik rekayasanya sendiri bukan keuntungan yang dihasilkan dari “menyala”nya si Rudolph, karena obyek percobaan adalah obyek hasil klon (si Rudolph sebenarnya adalah kucing klon) dewasa. Sebenarnya di Amerika juga pernah ada percobaan dengan tikus yang bisa menyala, namun obyek disisipi gen “yang membuat bisa menyala” pada saat masih menjadi zygote. Teknik yang digunakan tentu berbeda. Tentu teknik yg diterapkan kepada si Rudolph ini nantinya dapat diterapkan di spesies2 lainnya dengan menyisipkan gen dengan sifat2 yang “keuntungannya lebih nyata” daripada sekedar bisa menyala saja. Tapi jangan tanya detail mengenai tekniknya ya?? Soalnya saya bukan ahli genetika! Huehehehe…. :mrgreen:

    Mengenai gen panjang-pendek umur, memang masih suatu misteri, sama halnya seperti gen bulu dan gen ekor pada manusia. Manusia punya tulang ekor, tapi ekornya ngga tumbuh, dan kemungkinan manusia juga punya gen pengatur panjang pendeknya ekor hanya saja tidak aktif (kalau diaktifkan juga tidak banyak berguna kali ya!! :mrgreen: ), kalau gen pengatur panjang pendeknya anu…. sih nggak tahu ada apa nggak ya hehehehe….., ya semuanya masih misteri dan masih harus dipelajari oleh manusia, yang jelas manusia adalah “mesin” yang canggih, yang bisa menyesuaikan diri dengan alam secara genetika, terutama dalam jangka waktu yang panjang. 🙂

  20. jadi tergantung gimana memanfaatkannya untuk kemanusiaan kan pak?

    ____________________________________

    Yari NK replies:

    Ya mas peyek, tergantung aplikasinya, mudah2an aplikasinya selalu untuk peningkatan kualitas hidup umat manusia. 🙂

  21. Kalo si pussy hilang .. gampang nyari-nya kang .. btw, sudah ada yang jual belom ya kang dipasaran??

    ____________________________________________

    Yari NK replies:

    Ya susah dong, kalau siang meskipun ada sinar UV dari matahari tetapi sinar si kucing kalah dari sinar matahari, kalau malam sinar UV-nya nggak ada atau kurang. Paling2 sebagai penanda aja kalau ada kucing yang sama biar tidak tertukar, nih kucing milik gue yang hidungnya bisa menyala! 🙂

  22. duh… orang lain udah bisa ke langit, udah bisa bikin kucing bersinar, kok di kita masih susah cari makan, bencana & ribut2 politik ga mutu melulu nih.

    _______________________________________

    Yari NK replies:

    Atau…. orang lain udah bisa bikin kucing bersinar…. kita cuma bisa main kucing2an, gitu juga kan? :mrgreen:

  23. wekz yang menjawab komentarku itu,tentunya bukan satpam biasa…
    sampai menggunakan LateX.
    salut sama bapak Yari punya kemampuan ilmu tiada tara.

    _______________________________________

    Yari NK replies:

    Huehehehe…. tetapi ah nggak ah, ilmu saya masih terbatas kok! 😀

  24. hngg… rupanya reka-reka genetika bikinan para ilmuwan yang kalo lagi mikir suara otaknya yang lagi bekerja sampe kedengeran… kucing yang bisa nyala selain bisa bermanfaat pas listrik mati, bisa juga buat nakut2in tetangga tuh… we he he

    _______________________________

    Yari NK replies:

    “suara otaknya yang lagi bekerja sampe kedengeran” itu berarti otaknya lagi kerja keras ya? 😀

  25. Wah, kalau mau beli di mana ya? Harganya berapa`an ya? Andai di Indonesia ada yang jual!

    ______________________________________

    Yari NK replies:

    Mungkin belinya harus di Korea sana, harganya hmmm kurang tahu ya, tapi siapa tahu ada yang ngejual online? 😀

  26. info yg sangat menarik baru kali ini saya dengar, kalo ikut kontes kucing2an 🙂 mungkin juara nih

    ——————–
    lam kenal. koment blog sy jg y

    ________________________________________

    Yari NK replies:

    Kontes kucing2an kan bukan lomba kucing2an alias kejar2an? 😆

    Ok, nanti aku kunjungi dan komen di blogmu, tunggu aja ya! 🙂

  27. wow!!

    _____________

    Yari NK replies:

    Ya benar…. memang wow! 🙂

  28. How….aku kagum dengan hasil2 dari rekayasa genetika,solx bisa membuat hal2
    yang sangat mengharankan……!
    Aku,rindu bisa membuat apa yang Ilmuwan buat bahkan pengen lebih dari mereka……smoga profesi aku nanti dapat membantu aku…. !

    Aku.minta almat…E-mail-nya solx pengen bergabung agar aku mengetahui perkembangan-nya bila ada temuan yang baru…..trimakasi ya….!

    ___________________________

    Yari NK replies:

    Wah saya mohon maaf untuk saat ini saya tidak ada waktu untuk melayani pemberitahuan lewat e-mail. Sebaiknya jika anda ingin mengetahui perkembangan rekayasa genetika, sebaiknya anda aktif mencari sendiri di Google atau yang lainnya, seperti yang saya lakukan saat ini…. 🙂

  29. Ping-balik: makalah Rekayasa Genetika « sceonitybaleendah

  30. Ping-balik: makalah Rekayasa Genetika « sceonitybaleendah

  31. I drop a comment whenever I especially enjoy a article on a blog or if I
    have something to add to the discussion. Usually it’s caused by the passion displayed in the post I browsed. And on this article Rudolph Si Kucing yang Bisa Menyala dan Rekayasa Genetika | Spektrum Pemikiranku. I was moved enough to post a thought 🙂 I do have some questions for you if it’s allright.
    Could it be simply me or do a few of these comments come across like
    written by brain dead people? 😛 And, if you are posting on other social sites, I would like to
    keep up with you. Could you list every one of your public sites like your Facebook page, twitter feed, or linkedin profile?

  32. Yes! Finally something about Nationwide Life Insurance.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s