Pemandangan Bumi Kita di Malam Hari

amerikamalamhari.jpg

Gambar 1 : Amerika Serikat di Malam Hari

eropamalamhari.jpg

Gambar 2 : Eropa di Malam Hari asiapasifik.jpg

Gambar 3 : Asia Pasifik di Malam Hari

Karena kemarin kantorku baru saja resmi menduduki gendung yang baru, yang seharusnya mulai ditempati awal tahun baru lalu namun karena sesuatu hal baru mulai terlaksana kemarin, dan aku juga ikut mensupervisi kepindahan semua aset kantor yang belum 100%, maka energiku sudah habis dan entah kenapa ketika aku menyalakan komputer dan ingin mengetikan sesuatu rasanya jari2 tangan saya tidak mau berkompromi dengan otak saya, padahal di otak saya masih banyak ide yang akan dituliskan, namun entah kenapa jari-jemariku agak malas menari2 di atas keyboard komputerku.

Untuk itu kali ini saya hanya menampilkan gambar2 pemandangan bumi kita di malam hari yang gambarnya diambil oleh sebuah satelit NASA di suatu hari di bulan November 2000.  Dearah2 yang saya tampilkan adalah daerah2 yang paling terang benderang dan yang terlihat paling “indah” pada malam hari.

Gambar pertama adalah gambar atau peta Amerika Serikat pada malam hari.  Kita melihat gemerlapnya kota2 besar (dan juga kota2 kecilnya) di Amerika Serikat pada malam hari yang seperti kunang2 (hanya saja tidak berkelip2 tentu saja).  Di situ terlihat pantai timur AS lebih terang dibandingkan dengan pantai barat AS. Di pantai timur, megalopolitan New York-Philadelphia hingga Boston nampak bercahaya dengan gemerlapnya. Sedangkan di sekitar danau Michigan ada kota2 Milwaukee dan Chicago yang nampak gemerlap. Sedangkan di pantai barat AS (yang berbatasan dengan lautan Pasifik), kota2 di California mulai dari San Francisco hingga San Diego tak kalah ingin memamerkan ke-glamour-annya dengan bermandikan cahaya kota2 mereka masing2. Sementara di daerah Baja California yang merupakan bagian dari Meksiko justru sebaliknya, nampak gelap gulita! Mungkin ini menandakan perbedaan antara AS dan Meksiko, cerita klasik antara si kaya dan si miskin.

Gambar berikut adalah gambar benua Eropa di malam hari. Tidak disangsikan lagi, benua ini secara umum adalah benua yang paling terang dan gemerlap jika dilihat malam hari dari luar angkasa. Daerah2 yang terang bukan saja di kota2 besar, tetapi juga di kota2 kecil, sangking terangnya contour benua Eropa terlihat sangat jelas di malam hari dari luar angkasa walaupun hanya bermodalkan penerangan2 lampu2 kota. Bahkan daerah2 yang sedikit penduduknya seperti di Skandinavia Utara masih terlihat relatif terang. Daerah2 yang paling terang adalah daerah industri Ruhr di Jerman memanjang hingga Belgia, ke utara hingga Belanda serta ke selatan hingga perbatasan Perancis. Sementara di Inggris, kota2 seperti: London dan juga Manchester hingga Liverpool, Leeds dan Birmingham nampak seperti kunang2 raksasa yang terang benderang di malam hari. Sementara di Skotlandia nampak sebuah garis terang antara Glasgow dan Edinburgh. Tak disangkal lagi Benua Eropa adalah benua yang penerangannya paling merata di seluruh dunia.

Gambar ketiga adalah gambar daerah Asia Pasifik di malam hari. Di daerah ini tak diragukan lagi, Jepang (kanan atas) dan Korea Selatan bintangnya. Dua negara tersebut berhasil menunjukkan contour negaranya di malam hari lewat penerangan kota2nya yang indah. Sebaliknya Korea Utara yang komunis sosialis terlihat hampir 100% gelap, hanya kota Pyongyang saja yang menunjukkan sedikit cahaya di malam hari, sangat kontras dengan negara tetangga mereka yang satu bangsa: Korea Selatan. Bagaimana dengan negara kita?? Meskipun lebih lumayan dari Korea Utara secara umum, namun tetap saja termasuk gelap gulita! Hanya Pulau Jawa saja yang agak lumayan terang. Di Pulau Sumatra, Medan dan Palembang yang terlihat lumayan, sedangkan di Kalimantan terdapat titik2 cahaya kecil di Balikpapan, Samarinda, Pontianak dan Banjarmasin serta kota2 di sekitarnya. Juga terdapat titik2 kecil di kota2 besar lainnya di pulau2 lainnya seperti di Makassar, Manado dan Jayapura. Bagaimana dengan negara2 jiran kita? Surprise! Surprise! Ternyata negeri jiran kita yang katanya lebih makmur: Malaysia, ternyata tidak lebih terang dari negara kita. Bahkan Pulau Jawa masih lebih terang dibandingkan dengan Semenanjung Malaya. Hanya terdapat sebuah garis terang tipis antara Kuala Lumpur-Putrajaya dan Singapura. Ada juga sebuah titik terang yang lumayan signifikan di Pulau Penang dan Ipoh. Brunei Darussalam yang juga makmur ternyata “hanya mampu” membuat sebuah garis tipis saja di pantai utaranya. Bagaimana dengan negara2 ASEAN lainnya?? Secara umum tidak beda jauh,  kota Bangkok yang menyatu dengan kota Thon Buri membuat sebuah titik terang yang besar yang sepertinya mempunyai tentakel seperti gurita. Di Filipina, Manila-Quezon City juga terlihat cukup terang pada malam hari dari luar angkasa.

Yah begitulah….. saya jadi ingat instruksi pemerintah (atau PLN?) untuk menghemat listrik dari pukul 17.00-22.00 , meskipun penghematan tentu saja merupakan hal yang baik, namun saya heran, lha wong nggak berhemat saja sudah gelap gulita begitu kalau dilihat dari luar angkasa apalagi disuruh berhemat wah nggak terbayang gelapnya negeri kita. Tapi oke deh, walaupun kita ingin berhemat tapi tentu saja penghematan itu jangan sampai mengurangi kualitas hidup kita, bagaimana, setuju??

(Photos courtesy of NASA)

Iklan

40 responses to “Pemandangan Bumi Kita di Malam Hari

  1. jadi keliatan kalo pembangunan di negara kita berpusat di jawa…

    salam damai,
    (^_^)

  2. Jelas, negeri kita pasti lebih terang daripada negerri jiran kita itu :mrgreen:

  3. Nah iya ka bikin penasaran. Kalau boleh meminta, tolong dong ‘diliput’ bagian lebih spesifik seperti ‘keunikan’ Triangle Bermuda, Garis Wallace di laut Banda , pertemuan air tawar-asin seputra Malta, atau penampkkan Laut Mati.

    Artinya, penampkkan pisik tersebut bagus memang, namun akan lebih dalam dan sempurna jika dipotret khal-khal istimewa tampakan alam. Saya dah coba raun-raun lewat Google Earth, ngak memuaskan. Harapannya tinggal sama Pak satpan … eh maaf … maksudkanya Kang Yari.

    Saya kog minta tolong terus ya, dosa ya. Maaf deh. namanya saja orang yang sedang kehausan ya maunya air (pemikiran) melelulu. Hampir lupa, … semalat …ou … selamat tampilan baru blognya.

  4. apakah kemakmuran bisa dilihat dari cahaya lampunya pak? 😀
    *pertanyaan ngawur 😀 *

  5. Iya ya mas, pulau jawa kelihatan terang ya mas, kalo rumah saya keliatan terang ga ya dari atas angkasa sana?? Hihihi…. 😀

  6. duhhh..indah banget yahhhh.. 🙂

  7. Hanya dari cahaya lampu di malam hari setidaknya kita bisa liat kemakmuran suatu negara. Setidaknya dari parameter penggunaan energi. Fokus saya di Indonesia saja terlihat bahwa pemakaian energi yang kita anggaplah sama dengan kemakmuran sangat terpusat pada kota-kota yang berada di pesisir pantai.
    Sumatera terutama terang benderang di pantai timurnya sedangkan di tengah dan di barat kurang berkembang karena disitu letaknya bukit barisan yang memanjang dari barat laut hingga tenggara Sumatera. Sedangkan di bagian timur pulau kota-kota sangat berkembang karena banyak sekali oilfield disitu terutama di daerah back-arc basin.
    Kalo Jawa sih tidak usah ditanya. Pembangunan memang terpusat di pulau ini. Karena itu tak heran jika pulaunya hampir merata terang benderang. Tapi cahaya terang tetaplah terpusat di bagian pesisir pantai utara karena akses ke pulau-pulau lain di Indonesia memang terpusat di bagian ini.
    Sedangkan Kalimantan dan Sulawesi juga terang di pesisir pantainya. Karena terrain-nya di tengah pulau berupa hutan tebal dan juga perbukitan. Sulawesi terlihat hanya Manado dan Ujung Pandang yang terang benderang, selainnya tampak masih gelap gulita.
    Irian Jaya hanya beberapa spot saja yang menunjukan penerangan karena memang terrain-nya disini berupa perbukitan bahkan salah satunya yang tertinggi di Indonesia, yaitu puncak Jayawijaya jadi kemungkinan masuk listrik kesana sangat sulit.
    Jadi keadaan terrain atau morfologi dari suatu wilayah berpengaruh pula dengan pemerataan energi terutama listrik untuk penerangan. Salah satu buktinya mengapa di Amerika daerah West Coast kalah terang dengan East Coast karena di barat dislimuti gurun luas yaitu Mojave desert karena itu kesannya penerangan tidak merata disana. Tapi lihatlah di pesisir pantai Baratnya…wowww…terang benderang.

    nice post mas 🙂

  8. Kalau tidak mampir kesini belum lengkap hari saya 😉

    Salah satu yang saya sukai jika akan landing malam hari di kota besar, seperti melihat jaring laba-laba tak beraturan yang ditaburi permata disana-sini. Indah sekali… sama halnya dengan perasaan saya jika berdiri disuatu bukit malam-malam dan melihat kelip lampu rumah-rumah di kejauhan, indah sekali… Menyenangkan. *asal jangan tiba-tiba teringat lingkungan hidup yang rusak karena pembangunan itu–bisa il-fil saya ;(

    Rupanya nggak saya sendiri yang merasa keindahan itu, buktinya di film-film Korea yang saya lihat, kalau pas adegan pacaran mereka senang memilih lokasi puncak bukit dan memandangi cahaya lampu dari kejauhan :))

    Btw, Apakah di beberapa lokasi tertentu cahaya lampu tidak tertangkap kamera karena “angle” satelit yang tidak pas?

    Kalau melihat listrik di Kalimantan yang sering byar pet wajarlah kalau gelap. PR buat PLN dari jaman dulu. Jadi ingat pembahasan PLTN di sini dulu.

    Ingat nggak waktu listrik padam se-Jawa Bali… ??

  9. Untuk itu kali ini saya hanya menampilkan gambar2 pemandangan bumi kita di malam hari yang gambarnya diambil oleh sebuah satelit NASA di suatu hari di bulan November 2000. Dearah2 yang saya tampilkan adalah daerah2 yang paling terang benderang dan yang terlihat paling “indah” pada malam hari.

    saya kok merasa agak aneh membaca postingan ini bung yari? Hanya akan menampilkan gambar saja? Lha narasi yang ada di bawahnya itu apaan Bung Yari? *halah* jari2 Bung Yari masih cukup lincah juga gitu kok menari2 di atas keyboard.
    Dilhat gambarnya, ternyata ndak jauh berbeda dengan peta yang sering terpajang di dinding ruang kelas, tempat saya mengajar, hehehehe 😆 tapi kelihatan lebih menyeramkan. ndak sadar itulah gambaran geografis yang selama ini kita tinggali.

  10. Kalo saya masih tetap terkagum sama Google Maps, biarpun bukan barang baru. Bapenas dan Bapeda aja belon tentu punya peta kayak gitu. Itu kan teknologi publik tapi udah sedetil, setajam dan selengkap itu, gimana teknologi militernya ya? Kayanya kalo mau peta bawah laut nusantara mending langsung minta (baca:njilat) Amerika aja deh.
    Eh… kok jadi OOT. Maap 🙂 Pis ah…

  11. pokoknya, jangan alih-alih ingin hemat, malah jadi boros.
    Hemat bukan berarti pelit,, hihi…

  12. keren, saya belum baca tulisannya cuma liat gambarnya

  13. “…..Sedangkan di Kalimantan terdapat titik2 cahaya kecil di Balikpapan, Samarinda, Pontianak dan Banjarmasin serta kota2 di sekitarnya…”

    Kalau sekarang keq nya enggak berlaku lagi itu gambar, kalau enggak percaya test ajah bulan Pebruari nanti… Banjarmasin pasti gelap gulita, enggak ada kunang-kunangan ah… kalau-sayup nyala lilin sih mungkin iya.. denger2 soalnya mau ada lagi pemadaman masal terjadwal setiap 2 hari sekali…

  14. Ping-balik: Mati Lampu di Kalsel, Surat dari seorang teman …. « Segalanya tetang Q-SRUH .

  15. kl di itung2 berapa watt yah totalnya…

  16. Kalau Indonesia di lihat dengan satelit pada waktu malam hari….

    kira-kira mana ya daerah yang paling terang????

    :))

  17. Rumah mbah Maridjan.

    *gali sumur*

  18. wew, terang engga’nya cahaya lampu bisa jadi indikator kaya-miskin yak <– bisa dijadiin objek penelitian 😀

    uhm, Pontianak masuk daftar “cahaya kecil” euy, brarti pas suatu hari di bulan November 2000 tersebut PLN lagi berbaik hati ga madamin lampu *ato stok BBM-nya masi banyak*, kekeke…

  19. @adi.nugroho

    Yah begitulah adanya mas adi. Salam, peace juga! 🙂

    @atapsenja

    Huehehehe…. iya mbak… yg penting kita lebih terang! :mrgreen:

    @Ersis W. Abbas

    Tuh kan….. Pak Ersis tiap kali komentar pasti ngasih PR deh… wakakakak…. moso saya terus yang dikasih PR pak?? Murid lain kok nggak seh…. ‘kan nggak adil… nanti yg pinter cuma saya aja, gimana jadinya hayo? Huehehehe…..

    Pak Ersis…. Bermuda Triangle sama Wallace’s Line (garis Wallace) sebenarnya banyak kok pak di google lengkap dengan berbagai penelitian yang sudah dilakukan mengenai daerah itu. Cuma memang kebanyaken dalam bahasa linggis, yang bahasa indomie memang agak jarang, tapi ya nanti kalau saya lagi mood saya bikin yg bahasa indomienya deh, ok? :mrgreen:

    @aRuL

    Salah satu indikatornya bisa dilihat dari situ (secara umum sekali) walaupun tentu saja gemerlapnya kota2 atau daerah bukan indikator satu2nya tentang kemakmuran. 🙂
    Atau aRuL mau mengadakan penelitian lanjutannya?? Berapa persen pengaruh terang-gelapnya suatu kota sebagai indikator kemakmuran? :mrgreen:

    @abintoro

    Rumah sampeyan yg mana Bin?? Wong sampeyan aja kos kok, lha itu berarti rumahnya ibu kos kan di surabaya? :mrgreen:

    @verlita

    seindah apa ya……? 😀

    @prasso

    Sebenarnya Mojave Desert ngga begitu besar, dia cuma ada di California selatan paling2 sampai Sierra Nevada. Pinggiran kota Los Angeles yang gemerlap sendiri sebenarnya bagian daripada Mojave Desert. California selatan sendiri walaupun merupakan gurun pasir, ia sangat padat dan makmur serta terang benderang kalau malam. Yang agak gelap mungkin di negara2 bagian yang sedikit agak ketengah dan ke utara seperti Wyoming dan Montana yang penduduknya memang sedikit. 🙂

    @AgoyYoga

    Iya ya… romantis ya kalau melihat cahaya kota dari atas bukit, apalagi kalo cuma berdua **halaaah**, tapi kata kebanyakan guru agama nggak boleh bedua2an, sebab ada yang ketiga yaitu setan. Huehehehe…..

    PLN bagaimana mau mengelola nuklir?? Wong mengelola bahan bakar untuk listrik aja masih kalang kabut…. jangan2 pakai nuklir malah nambah masalah aja nanti di tangan PLN. Jadi untuk sementara ini PLN belum pantas menjadi Perusahaan Listrik Nuklir pantasnya masih jadi Perusahaan Lilin Negara Huehehehe…. :mrgreen:

    @Sawali Tuhusetya

    Huahahaha…….. iya setelah dibaca2 saya heran juga, kok ternyata ketikan saya banyak juga ya, habis nggak kerasa, kok tiba2 saya seperti mendapat energi ekstra sewaktu sudah mulai mengetik. Ah, saya jadi malu nih sama Pak Sawali…. 😳

    @Dhan

    Lha… iyalah… wong mereka punya satelit sama sistem navigasi macam GPS gitu…. lha kita?? Boro2 satelit, wong harga tahu tempe aja sekarang selangit! **halaah kok nggak ada hubungannya seh** huehehehe…. :mrgreen:

    @atmo4th

    Maksudnya PLN mungkin kalau listrik atau lampu yg ngga terpakai sebaiknya dimatikan. Tapi kalau semua lampu dimatikan nanti maling pada panen, rumah2 pada kecurian, kejahatan meningkat, ya sama aja oblong dong kan? Huehehehe…. **halaah kok jadi ngaco seh**

    @nicoustic

    silahkan dilihat2 dan dipegang2…. :mrgreen:

    @asukowe

    Wah…. dari mana aja neh udah lama ngga kelihatan, dikirain udah berhenti ngeblog….. 😀

    Yah, begitulah nanti semua orang di Kalimantan termasuk di Banjarmasin pada nyalain lilin, maklum PLN kan sekarang udah jadi Perusahaan Lilin Negara, biar lilinnya laku dibeli! :mrgreen:

    @Raffaell

    Waduh…. berapa watt ya?? yang jelas mungkin bukan watt lagi satuannya tapi terawatt kali ya! 😀

    @anaesteshia

    Yang paling terang?? Lha… yang lampunya paling banyak dong dan yang watt-nya paling gedhe, gitu aja kok repot (gusdur MODE ON)! Huehehehe…. 😀

    @Black_Claw

    Maridjan itu kan nama sirop yang dulu iklannya sering tampil di TV: Maridjan Boudoin! :mrgreen:

    @pipiew

    Atau mungkin PLN-nya udah dikasih tahu lebih dulu kalo mau difoto pake satelit, jadinya biar gaya dinyalain dulu sama PLN-nya! Huehehehe…. 😀

  20. Bagus banget mas!! Jadi keliatan memang pusat-pusat “modern civilization” di belahan bumi. Ada yang Afrika enggak? Penasaran deh.. Thanks for sharing yaa..

  21. Dicatat deh: PERUSAHAAN LILIN NEGARA
    huehehehe…

    Semangat Pagii!!!

  22. Pak Satpam … eh Kang Yari … kenapa sih mood begitu istimewa dalam menulis? Puluhan pelibat sharing selalu mengatakan hal, yang menurut saya, ngak jelas tersebut. Kalau ngak salah, belasan kali saya singgung soal Si mood yang tidak nge-mood, itu. Si penggasa mood itu berhasil memperdayai ribuan orang rupanya. Nulis ya nulis aja, apa hubungan langsungnya dengan calling, theory, mood, ect.

    Saya dapat kesan sebaliknya kog, Kang Yari nulis bak air mengalir, panta rae. Cus … cus … mak nyus … makanya produktif. Ya kan? Ngak aja deh. Nah, kalau dikait-kaitkan dengan yang lain, bisa ngadat … tu kan banyak yang ahli teori, namun mandul.

    E … sori kog ngelantur, maaf.

  23. wah… rumah saya keliatan terang banget tuh! itu tuh, titik putih yang paling putih di Pulau Jawa!! mosok gak liat?!

  24. ::ternyata amerika berbentuk seperti monster pemangsa ya…,
    eropah seperti kadal, sedangkan asia seperti kadal besar yg lidahnya siap menyantap sepanjang sumatera, jawa dan bali, yg berbentuk seperti ular kecil, kalimantan seperti kodok yang dihadapannya ada kecebong, apa ini juga cerminan manusianya… 😦

  25. Dari sini kelihatan tingkat pembangunan di indonesia… cuma Jawa saja yang terang, kasihan pulau-pulau yang lain.. masih gelap.

  26. @ibenimages

    Ya…. saya juga punya yang Afrika, Amerika Latin dan Oceania, tapi karena terlalu banyak kalau ditampilkan semua, maka saya pilih 3 saja. Kalau mau bisa saya kirimkan via e-mail. 🙂

    @YogaYogaAgoyAgoy

    Hehehe….. Jadi sekarang ingat PLN, ingat lilin, ya kan? 😀
    Semangat Pagi juga! 🙂

    @Ersis W. Abbas

    Huehehe…. bukan begitu pak Ersis, perasaan mood sendiri sebenernya sudah ada jauh sebelum teori tentang mood itu sendiri, karena itu sifat yang manusiawi ciptaan Yang Maha Kuasa, jadi tanpa teoripun perasaan ‘mood’ itu tetap ada. Ada orang yang ‘mood’-nya selalu tinggi dalam satu bidang, seperti pak Ersis ini yang selalu berereksi tinggi ‘mood’-nya dalam menulis. Ada orang yang hampir selalu impoten ‘mood’-nya rendah, yah masing2 orang berbeda lah, namun mudah2an dengan motivasi ‘mood’ yg tadinya rendah bisa ditinggikan kembali. Motivasi bukan berarti harus duit walaupun jangan munafik bahwa duit adalah motivasi yang kuat dalam meninggikan ‘mood’ seseorang. Nah penyebab tinggi rendahnya ‘mood’ bisa dari dalam dan luar orang itu sendiri, ya kan? :mrgreen:

    Btw, terims deh atas pujiannya mengatakan bahwa saya menulis bak air mengalir, tapi terkadang saya nggak begitu kok, apalagi kalo ada kerjaan kantor yg belon selesai, apalagi sekarang saya sudah ketularan virus ‘Pak Ersis’, tiap kali menyalakan komputer maunya yang diklik Internet Explorer-nya melulu alias pengin nge-blog huehehehe…… jadinya nanti banyak yg terbengkalai, juga pindah dari pc ke laptop yang tidak langsung ada koneksi internetnya, eh nggak tahan juga, hp 3.5G yang ada di kantong dikeluarin terus dihubungin ke laptop, yg diklik Iagi2 Internet Explorernya Huehehehe…… Kalau udah begitu kacau deh jadinya ‘mood’ menulisnya harus agak diturunkan sedikit, walaupun susah menurunkan mood yg lagi tinggi, tapi yaaaa…. harus dicoba 😀

    Tapi Pak Ersis jangan khawatir, tentu saya tidak akan berhenti menulis kok, cuma ya itu, waktunya perlu di-manage lebih rapi lagi buat saya. Ok Pak? 😀

    @andex

    Oooh… ya terang aja rumah sampeyan yang paling terang, wong sampeyan lagi bakar sampah segunung begitu, ya jelas aja paling terang! :mrgreen:

    @zal

    wah…. saya seperti ular kecil dong?! 😦

    @Spitodsaurus Rex

    Iya tuh….. kasihan…. pembangunan nggak merata, di Kalimantan udah ‘gelap’ sekalinya nyala eh ada jadwal pemadaman. Yah, kita berdoa saja mudah2an jadwal seperti itu tidak permanen ya?

    Btw, lama nggak kelihatan nih! Selamat datang kembali di blogsfer. 🙂

  27. berarti kita bangsa efisien dong, pak. gak boros kayak USA sama EROPA. :mrgreen:

    ______________________________________________

    Yari NK replies:

    Huehehehe….. mungkin aja kita lebih efisien dalam pemakaian atau….. kita lebih tidak efisien dalam mengelola sumberdaya energi, seperti dalam kasus PLN ini, yang menjadikan negeri kita ‘gelap gulita’ hehehe….. 😀

  28. gambarnya keren banget ih,
    memang klihatan sekali bahwa pulau jawa itu lebih gemerlap ketimbang pulau2 lain di nusantara,
    di daerah jawa isangnya mang sedikit lebih lama, walaupun udah ngak ada matahari 😀

    ___________________________________________

    Yari NK replies:

    Iya…. siangnya lebih lama…. apalagi di Department Store Matahari, wah….. siang terus tuh habis ‘matahari’-nya selalu ada sih! Huehehehe…. :mrgreen:

  29. jah, salah ketik.
    maksudnya sih *siang

    maap, baru mampir aja dah nyampah. 😦

    ________________________________

    Yari NK replies:

    Ah, ngga apa2, lagian saya juga sudah mengerti kok maksudnya. 🙂

  30. Gambar Bandung malam hari ada juga, gak pak?

    _________________________________________________

    Yari NK replies:

    Wah… pak Indra sepertinya kalau buat ukuran kota lebih indah jikalau difoto panoramik deh jadi kelihatan tuh gedung2 yang gemerlapan daripada foto satelit dari ketinggian segitu. 🙂

  31. ya ampun pak. pas liat gambar-gambarnya yang bagus-bagus ituh, langsung mak dheg. Maha Besar Tuhan.

    saya pernah coba google-earth, nyari rumah saya eh ndak ketemu. terlalu ndeso, kali. hehehe…

    oh iya, salam kenal dulu.

    __________________________________

    Yari NK replies:

    Iya betul Maha Besar Tuhan.

    Btw, memang rumahnya di dusun kota mana?? Mungkin bukannya nggak ketemu tapi terlewati mungkin?? Yang nggak ada satu dusun kota atau hanya rumah sampeyan saja??

    Salam kenal juga dan terims ya sudah mampir di blogku. 🙂

  32. jd kliatan yah penyebaran kota …
    semakin kota.. semakin banyak titik2 terang…
    🙂

    ___________________________________________

    Yari NK replies:

    Betul sekali, dan biasanya ibukota2 suatu negara titik2nya paling terang…… sedikit banyak bisa menandakan di mana letak ibukota suatu negara. 🙂

  33. “Karena kemarin kantorku baru saja resmi menduduki gendung yang baru..” salah ketik ya? 😀
    kalo skrg bapak liat kota pontianak mlm hari mgk gak keliatan coz dah mulai berkabut, byk hotspot! 😦

    ____________________________________________

    Yari NK replies:

    Kalau banyak hotspot Wi-Fi sih nggak apa2 ya mbak? 😀

  34. aku mau lihat bola dunia dr luar angkasa bisa gak bisa lihat benua benua di dunia dr atas angkasa makasih ya

    ____________________________________

    Yari NK replies:

    Kalau melihatnya dari sisi yang siang tentu bisa, kalau melihatnya dari sisi yang malam tentu tidak bisa karena gelap kecuali lewat foto inframerah. Foto2nya banyak kok di Google, tentu gambar benua2 tersebut aslinya ada beberapa bagian yang diselimuti awan. 🙂

  35. Yang disuruh berhemat, harusnya amerika ato eropa ya????

  36. kita memang perlu p’hematan listrik,dn kita jga perlu pemandangan yg indah,,tpi gmn ya pak klu listrik banyak yg di padamkan,,,,,

  37. Itulah Gunanya Jam Malam Dalam Agama Islam, Berkesinambungan & Sesuaikan Dengan Konsekuensi Logis Dari Hal Tsb, spt: hemat energi listrik, bbm, global warming dan efek dominonya yang lain.
    Mangkanya Nurut, Islam agama yang paling sempurna sesuai perkembangan zaman dan solusi akan hal tsb. IM (Basuki) atas IZIN ALLOH SWT bisa mengajarkan solusi2 terbaik, bagaimana?!.

  38. pulau jawa termasuk paling terang se indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s