Keliling Dunia Gratis à la Cyrano de Bergerac

Balon UdaraKeliling dunia dengan biaya murah, syukur-syukur kalau gratis adalah impian setiap manusia, bukan saja impian kita semua yang hidup di abad modern di zaman teknik aerodinamika yang sudah maju saat ini, terlebih-lebih untuk mereka yang hidup di zaman dahulu, yang selalu menginginkan dapat terbang seperti burung ke negeri-negeri yang jauh dengan bebasnya. Cyrano de Bergerac, seorang penulis Perancis yang hidup di abad ke-17 yang tak terkecuali mempunyai impian seperti itu pula. Ia mempunyai angan-angan berkeliling dunia dengan gratis dengan menggunakan balon udara. Namun sayang ia lahir dua abad sebelum balon udara benar-benar mengangkasa mengangkut manusia. Lho, lantas apa hubungannya antara Cyrano de Bergerac dan keliling dunia gratis??

Begini….pemikiran de Bergerac mengenai perjalanan udara gratis sebenarnya hanya dalam fikirannya saja sebab pemikiran tersebut sedikit konyol dan tidak sesuai dengan fakta ilmiah di lapangan. Lho…. kenapa konyol? Bukankah memungkinkan juga perjalanan mengelilingi dunia dengan menggunakan balon udara?? Memang betul penggunaan balon udara dapat memungkinkan perjalanan mengelilingi dunia tapi tentu saja perjalanan balon seperti itu tidaklah murah dan memakan waktu yang lama. Lantas apa yang ada dalam benak si de Bergerac sampai ia bisa mengatakan dapat keliling dunia dengan gratis (atau paling sedikit dengan biaya rendah)?? Beginilah cara yang diusulkan de Bergerac. Jika anda mempunyai balon udara yang cukup besar, tidak usah bagus-bagus, asal cukup besar dan dapat terbang dan juga sebuah keranjang besar untuk mengangkut manusia, maka yang perlu anda lakukan adalah naik dengan balon udara tersebut hingga ketinggian tertentu, lalu anda dan balon anda tersebut diam saja di udara, tidak usah bergerak sedikitpun. Selanjutnya biarkanlah planet Bumi sendiri yang mengantarkan anda ke tempat tujuan anda. Caranya? Anda tentu faham bahwa planet Bumi berputar pada porosnya atau berotasi pada sumbunya. Nah, sementara anda diam di udara, planet Bumi berputar di bawah anda dan beberapa jam bahkan beberapa menit kemudian anda sudah berada di atas sebuah daerah yang jauh dari tempat anda semula, nah jikalau tempat tujuan anda telah tercapai yang anda lakukan selanjutnya hanyalah turun kembali ke tanah atau mendarat kembali. Gampang, murah dan hemat energi kan??:mrgreen:

Tetapi masalahnya apakah benar kita bisa menerapkan cara itu di dunia nyata?? Jawabannya tegas: tidak! Ya, keadaan sesungguhnya tidak sesederhana apa yang difikirkan oleh de Bergerac. Itu karena jika anda terbang di udara anda tidak sepenuhnya terlepas dari planet Bumi karena anda masih berada di atmosfer yang menyelimuti Bumi. Atmosfir tersebut ikut berpartisipasi dengan planet Bumi dalam berotasi. Dan ketika atmosfer tersebut bergerak ianya ikut membawa semua benda yang berada di udara: awan, pesawat terbang, helikopter, rudal, burung-burung, serangga-serangga hingga virus! Semuanya ikut terbawa! Jikalau atmosfer tidak bergerak tentu mungkin teori de Bergerac ini dapat diterapkan. Tapi tentu saja itu adalah sesuatu yang mustahil karena jikalau atmosfir atau udara diam dan bumi bergerak berotasi maka tentu akan terjadi angin ribut yang luar biasa!!! Kecepatan rotasi bumi adalah sekitar 1670 km per jam atau sekitar 1000 mil per jam, jadi jikalau atmosfir diam dan bumi bergerak berotasi maka kita akan mengalami udara bergerak dengan kecepatan relatif 1670 km per jam sedangkan angin ribut terkuat yang pernah tercatat di bumi saja hanya berkecepatan sekitar 200an km per jam saja! Bayangkan kerusakan yang dapat terjadi bila atmosfir memang benar-benar diam. Analoginya adalah begini: Misalkan anda mengendarai sepeda motor dengan kecepatan tinggi 100 km/jam di udara yang tenang dan tidak ada angin tentu anda tetap merasakan angin kencang yang menerpa anda, bukankah begitu? Nah hal yang sama juga berlaku bagi bumi dan atmosfernya.

Sekarang kita mengetahui mengapa keliling dunia murah (gratis) à la Cyrano de Bergerac tidak dapat diterapkan di dalam dunia nyata karena memang bertentangan dengan keadaan fisik sebenarnya planet Bumi. Lagipula jikalau metode de Bergerac bisa diterapkan, mungkin perusahaan jasa pengangkutan udara komersial sudah lama gulung tikar alias bangkrut!:mrgreen:

PS:

Pernah saya tulis versi Bahasa Inggrisnya di sini.

20 responses to “Keliling Dunia Gratis à la Cyrano de Bergerac

  1. Hari gini kalau mau gratis mesti cari sponsor … mungkin🙂

  2. wah… gagal pertamax maning! yo ben lah! wah klo saya seh klo di bdg deket sama mas yari pasti apa2 gratis ya. huehuehue…:mrgreen:

  3. Kang ada/tahu caranya untuk menentukan “diam” absolut di ruang 3D ini? Karena semua benda sepertinya tidak ada yang diam di ruang alam semesta ini.

  4. Dhan..
    Saya tertarik sekali dengan pertanyaannya…

    Saya langsung teringat elemen partikel sekecil apa pun dari benda yang “relatif” diam toh ternyata bergerak! Sehingga kesimpulannya benda diam di Bumi ini “relatif” bukan “absolut”..

    Bagaimana dengan kehampaan di angkasa luar ya? disinikah bisa ditemukan partikel benda yang diam absolut?

    Jika dipikir lebih jauh lagi, saya teringat dengan isi Quran yang menyebutkan alam semesta ini bergerak, bertasbih pada satu rotasi, berdzikir kepada Allah swt. Jadi apakah di dunia ini ada yang absolut diam?

    Bos Yari, apakah bisa dibantu curiosity ini?

    Thx🙂

  5. Wah, ndak mungkin, wong nama saja bisa bergerac kok.😀

  6. Sekarang kita mengetahui mengapa keliling dunia murah (gratis) à la Cyrano de Bergerac tidak dapat diterapkan di dalam dunia nyata karena memang bertentangan dengan keadaan fisik sebenarnya planet Bumi.

    Wah, kayaknya ide de Berherac hanya cocok untuk cerita fiksi ilmiah, ya Bung Yari, heheheheheh😆

  7. bergerac bergerac, serentac serentac …

  8. halo ? ini kunjungan pertama saya, blognya keren nieh, bagi-bagi ilmu donk.

  9. Iya kang .. kata teman2 .. jaman sekarang ga ada yang gratis. Wong yang mahal aja dibeli, jadi ngapain digratisin🙂 .. btw, kapan ke Bangkok lagi kang??

  10. @agoyyoga

    Kesimpulannya kalo mau gratis harus usaha keras dulu yaa…..😀

    @abintoro

    gratis gundulmu bin😛:mrgreen:

    @Dhan

    Ya…. di alam semesta ini diam dan bergerak semuanya adalah relatif. Hanya satu yang bergerak dengan kecepatan absolut: cahaya! Sedangkan jikalau kita diam dan si A melaju dengan kecepatan 80 km/jam, maka kecepatan relatif A terhadap kita adalah 80 km/jam. Sedangkan kalau kita melaju dengan kecepatan 20 km/jam dan A melaju dengan kecepatan 80 km/jam, maka kecepatan relatif A terhadap kita adalah 60 km/jam.

    Nah kalau cahaya, kalau kita berada pada posisi diam, cahaya bergerak dengan kecepatan 300.000 km/detik, kalau kita melaju dengan kecepatan 100 km/jam, cahaya tetap bergerak dengan kecepatan 300.000 km/detik, kita melaju dengan kecepatan 100.000 km/detik (bukan perjam lagi), cahaya tetap bergerak 300.000 km/detik, kita bergerak dengan kecepatan 299.999km/detik, cahaya tetap bergerak dengan kecepatan 300.000 km/detik. Jadi berapapun kecepatan kita, cahaya tetap 300.000 km/detik lebih cepat daripada kita! Itulah kenapa kecepatan cahaya disebut mempunyai kecepatan yang absolut!

    @agoyyoga

    Ya betul mbak agoyyoga semua bergerak dengan kecepatan relatif, hanya cahaya yang bergerak dengan kecepatan absolut.

    @Black_Claw

    Bergerac sih bergerac tapi ketiacnya jangan diangkat tinggi2 yah!:mrgreen:

    @Sawali Tuhusetya

    Bukan fiksi ilmiah tetapi dongeng sebelum tidur kali…. hehehehe…..

    @Dee

    Jadi ingat lagu2 wajib waktu kecil dulu….. hehehehe…..

    @Burhanudin

    Terima kasih…… dan terima kasih juga telah mampir di blogku. Selamat datang di dunia blogsfer ya….🙂

    @erander

    Proyek di Bangkoknya ditunda dulu mungkin sampai bulan November nanti, soalnya payoff-nya kurang memuaskan. Terims ya mas Eby.🙂

  11. Tul Bang Yari,
    Cocok buat dongeng sebelum tidurnya kali,

  12. Saya sih pengennya kliling surga…:mrgreen:

  13. Atau justru karena ada kelemahan itu, maka kemudian muncul pesawat udara?

    Terbayang aktivitasnya orang zaman dulu, memikirkan seperti apa bumi ini, kemudian bagaimana mengelilinginya…..

  14. saya juga sempat berfikir bodoh seperti itu, hihi…

    itulah hebatnya Tuhan.

  15. Saya ikutan keliling dunia ah…………😀 (kalau gratis).

    Betul, kalau atmosfir Bumi tidak ikutan berotasi, mungkin ga akan ada kehidupan di muka Bumi ini. Atau aklau pun ada, harus ada mahluk yang bisa tahan terhadap kencangnya angin (dengan kecepatan 1670 km/jam). Barulah teorinya si Bergerac dapat teraplikasikan….. 😀

  16. @rumahkayubekas

    Huehehe… iya setuju…. sip deh! Terims ya!😀

    @maxbreaker

    Cuma mau keliling2nya aja ya? Nggak mau masuknya?:mrgreen:

    @edratna

    Mungkin lebih tepatnya karena manusia dari dulu ingin selalu dapat terbang dan melintasi daerah2 yang jauh, mangkannya secara bertahap terciptalah balon angkasa lalu pesawat udara. Itupun manusia belum puas, setelah bisa terbang manusia ingin melangkah lebih jauh lagi, ingin ke ruang angkasa yang maha luas, maka terciptalah roket, mungkin nanti akan tercipta pesawat ruang angkasa supercanggih, dsb.🙂

    @atmo4th

    Ya, Tuhan memberikan kita otak dan akal dan Tuhan juga memberikan ummat manusia naluri untuk “menaklukan” alam semesta ini.

    @mathematicse

    Sekarang udah ada yang gratis kok! Mengelilingi dunia maya! Huehehehe…..:mrgreen:

    Iya ya…. mungkin kalau atmosfer diam dan terjadi angin maharibut dengan kecepatan 1670 km/jam, manusia mungkin harus hidup di bungker2 bawah tanah kali ya! Hehehe…😀

  17. Sip … tentu ‘lamunan’ di atas akan lebih seru manakala tandem realita ‘keliling dunia’ melalui laut. Ada Vasco da Gama, d’Abulqureque, Magelheins, Ibnu Batutah, Americco Pepussi dan Clumbus, Abel Tasman, sampai penjelalah sungat David Livingstone.

    Atau bahkan penyeberang (kelling dubia juga) yang dilakokani manusia Asia ke Amerika melalui selat Bering ketika Asia-Amerika masih satu. Asik pula kalau dilengkapi silk road dari Cina ke Timteng, terus lewat Bosprus ke Eropa. Wui … kalau di lengkapi ‘petualangan militer’ Iskandar Zulkarnain sampai Jebgis Khan, ck ck. Pokoknya bakalan lebih seru.

    Kang, ini bukan PR tentu. Biar pengetauan kita-kita lebh manta melalui Tangan Emas kang Yary. Gimana, berani?

    ______________________________________

    Yari NK replies:

    Waduh….. jurus baru dalam ngasih PR dari Pak Ersis nih, sambil “merayu” dan “manas-manasin”. Huehehehe….😀

  18. Oya? Baru tahu cahaya bergerak absolut. Kalo begitu berarti nggak ada ya yang diam absolut. Adanya bergerak absolut.

    Jadi kang, kalo begitu, misal sebuah pesawat antariksa bergerak menuju bumi dengan kecepatan 200.000 km/detik. Kemudian memancarkan gelombang radio (sama dengan gelombang cahaya) untuk berkomunikasi ke bumi, maka simpelnya, kecepatan gelombang radio tersebut sebesar 500.000 km/detik dipandang dari posisi pengamat di bumi. Apa begitu?

    Atau justru harus diformulasi lagi sama kecepatan relatif bumi dan kecepatan relatif pesawat? Sori nih, bukan ngetes IQ, cuma asik aja diskusi beginian.🙂

    _____________________________________________

    Yari NK replies:

    Ya…. sebenarnya yang namanya absolut memang tidak sepenuhnya absolut karena ada beberapa hal, pertama kecepatan cahaya di berbagai medium berbeda, dan seperti dalam kasus di atas jikalau bergerak saling mendekati tentu akan berbeda, o iya untuk dua benda yang saling mendekati jika mendekati kecepatan cahaya kalau tidak salah memakai rumus:

    u\:=\:\frac{v\:+\:w}{1\:+\:\frac{vw}{{c}^{2}}}

    v dan w adalah kecepatan dua buah benda yang saling berdekatan tersebut dilihat dari pengamat ketiga yang berada di luar kedua benda bergerak yang saling mendekati tersebut, c tentu saja adalah kecepatan cahaya, sedangkan u adalah kecepatan benda yang saling mendekati tersebut menurut acuan mereka yang berada di kedua benda tersebut. Jadi bukan ditambah seperti pada kejadian di “dunia Newton” (Newtonian World).

    O iya, mungkin juga kecepatan cahaya dianggap absolut karena sebagai referensi perhitungan berbagai kecepatan yang mendekati kecepatan cahaya, kecepatan cahaya selalu dilambangkan dengan ‘c’, dan ‘c’ adalah bilangan konstan dan tidak berubah2. Got it?😀

  19. saya akan berkeliling dunia saya pasti mampu

    __________________________________

    Yari NK replies:

    Anda pasti bisa….. kalau anda berusaha keras dan tidak takabur.🙂

  20. ikut komentar ah,,,

    ada kok keliling dunia gratis,,,malah dibayar(dapet gaji,makan gratis,t4 tinggal gratis)
    gak naik pesawat,,,tapi naik kapal(kapal pesiar) sebagai crew,,,
    banyak lo crew kapal pesiar asal indonesia yang udah berhasil keliling dunia,,,
    hehe,,(maap kalo gak nyambung)

    ___________________________

    Yari NK replies:

    Huehehe…. iya ya…. benar juga ya…. Tapi kan nggak bebas mau ke mana2nya. Harus mengikuti skedul, nggak bisa terbang ke tempat tujuan yang kita ingini seenak kita sendiri.😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s