Daily Archives: Selasa, 5 Februari 2008

Mode Atau Bego ya?

tindik lindah (tongue piercing)uvula piercing (tindik bagian uvula)lidah yang terinfeksi akibat tongue piercing

Suatu hari ketika saya sedang duduk mengantri nomor panggilan di sebuah bank, di samping saya duduk juga seorang bapak2 kira2 berusia 50 tahunan yang juga tengah menunggu giliran dipanggil. Ia nampaknya asyik memperhatikan keadaan di sekelilingnya. Tiba-tiba masuk sepasang pemuda-pemudi, si pemuda memakai ‘anting2’ di bagian dagunya yang tentu saja pasti dagunya ditindik (chin piercing) sedangkan si pemudi memakai ‘anting permata’ di lidahnya. Lantas setelah melihat keduanya, si bapak2 tadi bertanya kepada saya:

“Mas, mas, lihat nggak tuh dua orang itu? Kenapa ya mas orang zaman sekarang pakai anting di tempat2 yang nggak lazim? Emang tambah cantik dan ganteng ya mas?” Begitu tanyanya kepadaku.

Aku hanya menjawab diplomatis: “Yah, nggak tahu ya pak, kalau saya sih asal bisa sejalan dengan kesehatan dan agama, ya boleh2 saja pak, mengenai pantas atau tidak, ya itu relatif kan pak? Dulu nenek moyang kita waktu baru pakai celana modern, mungkin pertama kali terlihat aneh. Sekarang kalau orang pakai sarung atau kain atau pakaian tradisional di bank ini, mungkin justru yang terlihat aneh atau bisa2 ditanyain satpam karena disangka orang sakit jiwa” begitu kataku berusaha netral dalam menilai penampilan fisik seseorang beserta dandanan atau modenya.

Namun itu tentu pendapat saya mengenai tindik lidah (tongue piercing) dari segi mode tetapi dari segi kesehatan tentu saya punya pendapat yang berbeda. Walaupun saya bukan seorang dokter namun saya mengetahui bahwa tindik lidah dapat menyebabkan berbagai gangguan medis. Pertama, itu karena di mulut kita mirip seperti kebun binatang ataupun kebun raya bakteri, oleh karena itu tindik lidah dapat mengundang berbagai infeksi, itu belum termasuk masalah infeksi dari virus jikalau jarum yang untuk menindik tidak steril, sehingga dapat mengundang berbagai penyakit dari hepatitis hingga AIDS. Masalah2 lain menurut catatan kejadian yang berlangsung di Amerika Serikat dan Inggris akibat tindik lidah ini adalah: gigi yang patah, penggumpalan darah hingga si pasien yang tersedak atau tercekik akibat anting2 yang copot dari lidah!

Ambil contoh sebuah kasus yang menimpa wanita 25 tahun dari Cheltenham, Inggris yang mengikuti mode dengan menindik lidahnya dan memasang ‘anting2 permata’nya di lidahnya. Namun apa yang terjadi setelah lidahnya ditindik?? Lidahnya menjadi infeksi dan membengkak, bengkaknya nggak tanggung2 ukurannya hingga mencapai dua kali ukuran normal. Wanita tersebut bukan hanya tidak bisa menggerakkan lidahnya karena seluruh ruang dalam mulutnya sudah terisi oleh lidahnya yang membengkak tapi yang lebih serius adalah lidahnya juga mendorong epiglottis yaitu jaringan fleksibel yang mencegah makanan jika kita menelan masuk ke dalam paru2, hingga ke belakang tenggorokannya. Akibatnya tentu saja si wanita jadi sulit bernafas. Sialnya antibiotik yang diberikan gagal mengembalikan ukuran lidah ke ukuran normal sehingga dokter terpaksa harus memasukkan selang kecil melalui hidungnya hingga ke tenggorokan agar si wanita dapat bernafas.

Kasus lain adalah yang menimpa seorang wanita New York berusia 19 tahun di mana si wanita ini sering menggigit2 batang metal yang ditancapkan di lidahnya sebagai bagian daripada ‘seni’ tongue piercing ini, akibatnya ketika ia menggigit batang metal tersebut terlalu keras, giginya terkoyak! “Untung saja kerusakan tidak mencapai pulp (jaringan dalam gigi yang lunak yang sangat sensitif) gigi, jikalau kerusakan mencapai pulp mungkin ia harus kehilangan giginya” begitu kata dokter. (Tadinya mau cantik dengan tongue piercing kalau giginya ompong ya sama aja oblong!!!!!! – Yari NK).

Namun resiko yang paling serius tentu adalah jikalau anting permata tersebut terlepas dan masuk ke dalam tenggorokan dan paru2 yang mungkin dapat berakibat fatal. Nyaris seperti yang dialami oleh seorang pemuda dari Morgantown, West Virginia, AS berusia 20 tahun yang tidak saja menindik lidahnya tapi juga menindik uvulanya (seperti gambar di atas). Uvula adalah jaringan kulit yang menggantung ke bawah yang letaknya di belakang mulut. Suatu ketika anting2 di uvulanya copot dan masuk ke tenggorokan. Namun untungnya ia berhasil menelan anting tersebut dan tidak jadi masuk ke saluran pernafasannya. Jikalau anting tersebut masuk ke dalam paru2nya tentunya ia dapat menimbulkan kerusakan yang serius di paru2nya.

Namun ajaibnya (atau lebih tepat syukurnya) dari serangkaian kejadian2 di atas, belum ada orang yang kehilangan nyawanya akibat tongue piercing ini. Namun ini bukan berarti anjuran secara tidak langsung untuk terus melakukan tongue piercing ini. Menurut saya, nggak ada gunanya kok tindik lidah ini, tambah cantik atau ganteng juga nggak, malah kelihatan begonya. Bego karena nggak tahu resiko yang ada pada tongue piercing ini dan juga bego karena terkesan: (MODE netral OFF :mrgreen: ) “kok pakai anting2 di lidah sih?? Kayak nggak ada tempat lain aja?? Lagian kalau di lidah nggak selalu dapat terlihat jadi ya agak mubazir, begitu!” Ya, jadi begonya bego secara literatif dan figuratif sekaligus!!