Mode Atau Bego ya?

tindik lindah (tongue piercing)uvula piercing (tindik bagian uvula)lidah yang terinfeksi akibat tongue piercing

Suatu hari ketika saya sedang duduk mengantri nomor panggilan di sebuah bank, di samping saya duduk juga seorang bapak2 kira2 berusia 50 tahunan yang juga tengah menunggu giliran dipanggil. Ia nampaknya asyik memperhatikan keadaan di sekelilingnya. Tiba-tiba masuk sepasang pemuda-pemudi, si pemuda memakai ‘anting2’ di bagian dagunya yang tentu saja pasti dagunya ditindik (chin piercing) sedangkan si pemudi memakai ‘anting permata’ di lidahnya. Lantas setelah melihat keduanya, si bapak2 tadi bertanya kepada saya:

“Mas, mas, lihat nggak tuh dua orang itu? Kenapa ya mas orang zaman sekarang pakai anting di tempat2 yang nggak lazim? Emang tambah cantik dan ganteng ya mas?” Begitu tanyanya kepadaku.

Aku hanya menjawab diplomatis: “Yah, nggak tahu ya pak, kalau saya sih asal bisa sejalan dengan kesehatan dan agama, ya boleh2 saja pak, mengenai pantas atau tidak, ya itu relatif kan pak? Dulu nenek moyang kita waktu baru pakai celana modern, mungkin pertama kali terlihat aneh. Sekarang kalau orang pakai sarung atau kain atau pakaian tradisional di bank ini, mungkin justru yang terlihat aneh atau bisa2 ditanyain satpam karena disangka orang sakit jiwa” begitu kataku berusaha netral dalam menilai penampilan fisik seseorang beserta dandanan atau modenya.

Namun itu tentu pendapat saya mengenai tindik lidah (tongue piercing) dari segi mode tetapi dari segi kesehatan tentu saya punya pendapat yang berbeda. Walaupun saya bukan seorang dokter namun saya mengetahui bahwa tindik lidah dapat menyebabkan berbagai gangguan medis. Pertama, itu karena di mulut kita mirip seperti kebun binatang ataupun kebun raya bakteri, oleh karena itu tindik lidah dapat mengundang berbagai infeksi, itu belum termasuk masalah infeksi dari virus jikalau jarum yang untuk menindik tidak steril, sehingga dapat mengundang berbagai penyakit dari hepatitis hingga AIDS. Masalah2 lain menurut catatan kejadian yang berlangsung di Amerika Serikat dan Inggris akibat tindik lidah ini adalah: gigi yang patah, penggumpalan darah hingga si pasien yang tersedak atau tercekik akibat anting2 yang copot dari lidah!

Ambil contoh sebuah kasus yang menimpa wanita 25 tahun dari Cheltenham, Inggris yang mengikuti mode dengan menindik lidahnya dan memasang ‘anting2 permata’nya di lidahnya. Namun apa yang terjadi setelah lidahnya ditindik?? Lidahnya menjadi infeksi dan membengkak, bengkaknya nggak tanggung2 ukurannya hingga mencapai dua kali ukuran normal. Wanita tersebut bukan hanya tidak bisa menggerakkan lidahnya karena seluruh ruang dalam mulutnya sudah terisi oleh lidahnya yang membengkak tapi yang lebih serius adalah lidahnya juga mendorong epiglottis yaitu jaringan fleksibel yang mencegah makanan jika kita menelan masuk ke dalam paru2, hingga ke belakang tenggorokannya. Akibatnya tentu saja si wanita jadi sulit bernafas. Sialnya antibiotik yang diberikan gagal mengembalikan ukuran lidah ke ukuran normal sehingga dokter terpaksa harus memasukkan selang kecil melalui hidungnya hingga ke tenggorokan agar si wanita dapat bernafas.

Kasus lain adalah yang menimpa seorang wanita New York berusia 19 tahun di mana si wanita ini sering menggigit2 batang metal yang ditancapkan di lidahnya sebagai bagian daripada ‘seni’ tongue piercing ini, akibatnya ketika ia menggigit batang metal tersebut terlalu keras, giginya terkoyak! “Untung saja kerusakan tidak mencapai pulp (jaringan dalam gigi yang lunak yang sangat sensitif) gigi, jikalau kerusakan mencapai pulp mungkin ia harus kehilangan giginya” begitu kata dokter. (Tadinya mau cantik dengan tongue piercing kalau giginya ompong ya sama aja oblong!!!!!! – Yari NK).

Namun resiko yang paling serius tentu adalah jikalau anting permata tersebut terlepas dan masuk ke dalam tenggorokan dan paru2 yang mungkin dapat berakibat fatal. Nyaris seperti yang dialami oleh seorang pemuda dari Morgantown, West Virginia, AS berusia 20 tahun yang tidak saja menindik lidahnya tapi juga menindik uvulanya (seperti gambar di atas). Uvula adalah jaringan kulit yang menggantung ke bawah yang letaknya di belakang mulut. Suatu ketika anting2 di uvulanya copot dan masuk ke tenggorokan. Namun untungnya ia berhasil menelan anting tersebut dan tidak jadi masuk ke saluran pernafasannya. Jikalau anting tersebut masuk ke dalam paru2nya tentunya ia dapat menimbulkan kerusakan yang serius di paru2nya.

Namun ajaibnya (atau lebih tepat syukurnya) dari serangkaian kejadian2 di atas, belum ada orang yang kehilangan nyawanya akibat tongue piercing ini. Namun ini bukan berarti anjuran secara tidak langsung untuk terus melakukan tongue piercing ini. Menurut saya, nggak ada gunanya kok tindik lidah ini, tambah cantik atau ganteng juga nggak, malah kelihatan begonya. Bego karena nggak tahu resiko yang ada pada tongue piercing ini dan juga bego karena terkesan: (MODE netral OFF:mrgreen: ) “kok pakai anting2 di lidah sih?? Kayak nggak ada tempat lain aja?? Lagian kalau di lidah nggak selalu dapat terlihat jadi ya agak mubazir, begitu!” Ya, jadi begonya bego secara literatif dan figuratif sekaligus!!

40 responses to “Mode Atau Bego ya?

  1. saya masih belum juga ngerti bung yari. tindikan semacam itu mode atau justru menyiksa diri. kalo memang diyakini sebagai sebuah mode, tidak adakah cara lain yang lebih manusiawi dan berperadaban. kalo yang tampil di gambar ini kayaknya justru malah menyiksa diri sendiri. menyiksa diri sendiri sama artinya tidak bersyukur kepada sang pencipta, halah.

  2. keduaaa.. hiks telat dari abah ersis😦
    mungkin tunggu ada yang kehilangan nyawa baru mereka yg kurang kerjaan itu gak pake tongue piercing lagiπŸ˜€

  3. Wah aku cuma dpt medali perunggu nih😦 . Ada juga mas, yang masang anting di anunya namanya penis piercing ya? Wah ga tahu tuh sakitnya spt apa ya? Dan kalo lg kayak begituan apa ga ngeganggu ya rasanya? Hehehe…

  4. seremmm,, aku ngeri liat gambarnya oiii,,

  5. Loh pak, katanya piercing yang pakek silver yang katanya silver itu bisa buat antibiotik gak bakal infeksi…

  6. gak tahan saya ngeliat gambar itu
    Untung orang tua saya selalu mengajarkan agama pada saya, termasuk adab-adab berpenampilan, jadi sampai sekarang tubuh saya belum pernah ditindik.

  7. bego pak, kalau kata saya,,

    merepotkan dan sangat-sangat tidak nyaman,,

    bagi saya.

    tapi mungkin ada yang bilang itu keren, yaah, seperti merokok atau kebut-kebutan, hal yang sebenarnya tidak perlu tapi dilakukan.

  8. Bener tu! Kykx ga penting bgt tindik2an gak jls gt.
    Selain bisa infeksi, saraf2 yg tdp dilidah bs saja putus atau terganggu, sehingga indera pengecap kt akan rusak.,
    trus klo mau tindik di telinga sebaikx di bgn bwh seperti lazimx saja, jgn menindik dibgn tengah atau atas daun telinga, krn disana tdp tlg rawan yg klo dibolongin susah utk kembalix lg…

  9. Wah, itu mah belum seberapa. Body modification yang lain ada yang lebih nyentrik, misalnya membelah (maaf) penis (ini juga ada berbagai macam potongan, lho).:mrgreen:

    [sampel gen. bisection (NSFW, 21+)]

    Buat saya sih ya terserah individunya juga. Walau saya sendiri ogah dibegitukan.πŸ˜›

  10. Kang .. saya pernah lihat di TV, seluruh tubuhnya di piercing gitu deh plus ditato .. astagfirullah .. padahal badan ini kan milik-Nya dan kita cuma ketitipan aja. Koq tega2nya ngerusak barang titipan ya Kang??

    Menurut akang .. dari gejala psikologi-nya .. orang yang suka seperti itu apa ya kang?? bego ya??

    *atau saya yang bego ya??*

  11. Tindik lidah? Hii,saya mah ngeri lihatnya…
    Lo saya sih penampilan yg pntg nyaman aja…

  12. suka serem ngeliat yang ditindik di dagu, ntar klo lg ngga make tindik, pas minum airnya bocor lagi dari dagu krn ada lubang di dagunya. hahha. *hiperbol
    trus buat yg ditindik di lidah, apa enak ya, kalo lagi makan ada yang ganjel gitu. hoekk

  13. Serem banget Bang,
    Aya’ aya’ wae mode teh,

  14. hiks… no commentπŸ˜‰

  15. Wah, alhamdulillah, komenku sudah terbebas dari cengkeraman aki-aki yang lagi sensi itu, hehehehehehe ….
    BTW, menyiksa diri pakek tindikan ternyata makin banyak disukai jugak oleh kaum perempuan, yak, bung yari. posisinya malah di tempat2 yang rada2 sensitif, hiks.
    *kaboor dulu sambil ngintip aksi akismet*

  16. itulah yang disebut sebagai demonstration effect dari suatu media atau promosi komoditi (barang-jasa) tertentu….namun berlebihan….asal niru dan sok mode tanpa menimbang rugi untungnya……yang jadi pertanyaan besar mode itu justru datang dari negara maju yang seharusnya maju pula rasionalitasnya (maaf, mungkin tidak representatif)…….ternyata tidak……saya percaya karena mode….suatu ketika akan hilang dengan sendirnya….dan tinggal nunggu bakal muncul pula generasi mode baru lainnya…..

  17. Mode ituuu kang…tapi juga bego itu orang..
    Jadi mode ato bego?? Yaaa dua dua nya atuh akang…
    Mengeriiikans…. syereem….

  18. @Ersis W. Abbas

    Huehehe… pertamaxnya udah saya balas juga di blognya pak Ersis!:mrgreen:

    @sawali

    Aduh pak Sawali… komennya masih terjebak Aki Ismet juga ya? Untung saya selamatkan tuh komennya pak Sawali.πŸ˜€

    Benar pak bagi sebagian orang tongue piercing itu dianggap sebagai penyiksaan diri, tapi bagi sebagian orang yang lain malah dianggap sebagai kebanggaan dan juga dalam rangka mencari identitas diri.πŸ™‚

    @eNPe

    Wah ngga jadi kedua nih… gara2 udah kedahuluan pak Sawali yg komennya disensor sama si Aki Ismet. Hehehehe…..

    Wah… mudah2an jangan sampai ada korban dulu baru sadar bahwa tongue piercing itu sangat beresiko.😦

    @abintoro

    Sampeyan jadi nomer 4 Bin, jadinya ngga jadi dapet medali perunggunya tuh hehehehe…..

    Iya Bin ada juga tindik di penis (genital piercing), wah ada2 aja ya?? Kamu tertarik dan ingin mencoba, Bin??:mrgreen:

    @raddtuww tebbu

    Wah, maaf, bukan maksud hati ingin menakut2iπŸ˜€

    @Black_Claw

    Ah, biar ada antibiotiknya juga nggak 100% aman, jangan percaya. Lagian jikalau ada antibiotiknya yang terus menerus dng tidak sengaja tertelan, tentu itu juga tidak baik buat tubuh, atau mungkin lama kelamaan si bakteri jadi resisten (kebal) terhadap antibiotik itu. Jadi jangan percaya bahwa itu 100% aman.πŸ˜€

    @Hair

    Ya… baguslah itu…. nggak perlu tindik2an, apalagi laki2.πŸ™‚

    @atmo4th

    Yah begitulah….. ada yang bilang bego….. ada yang bilang keren…. ya benar seperti kata kamu di atas seperti merokok dan kebut2an…. tapi sebagai intelektual tentu rujukan kita adalah kesehatan dan sebagai spiritual adalah agama.πŸ™‚

    @ranywaisya

    Ya betul itu mbak rany….akibat tongue piercing itu dapat pula terjadi ‘tongue paralysis’ akibat rusaknya syaraf pada lidah. Bahkan akibat sekundernya menurut beberapa kasus yang terjadi di AS dan Inggris, dapat terjadi ‘cerebellar brain abscess” (abses di bagian cerebellum otak) yang biasanya terjadi akibat infeksi lokal yang menyebar. Belum lagi kalau barbellnya bukan metal murni dapat mengakibatkan alergi, dll wah pokoknya bisa segudang deh masalah medisnya dari tongue piercing ini.πŸ™‚

    @Kopral Geddoe

    Iya… saya tahu juga tuh tentang ‘genital piercing’, seperti juga yang telah disebut mas abintoro di atas dalam komennya. Yang lumayan terkenal dalam ‘penis piercing’ adalah ‘Prince Edward Piercing’πŸ˜€

    Memag sih… kalau bicara mengenai ‘terserah individunya’ ya tidak ada penyelesaiannya yang baik. Itu sama saja dengan ‘terserah saya mau komen yang negatif atau menghujat tongue piercing’, orang mulut gue ini, terserah gue dong.πŸ˜›:mrgreen:

    @erander

    Wah…. saya bukan psikolog…. itu kan harusan dijawab sampeyan sendiri yang berminat dalam psikologi walaupun gagal masuk fakultas psikologi.πŸ˜›

    Tapi yang saya tahu…. justru dari masalah psikologi garis besarnya tidak menghujat tongue piercing ini (karena masalah psikologis ini harus bebas bias dari sudut manapun termasuk dari sudut kesehatan) karena hal itu dianggap sebagai proses pencarian jati diri sama seperti merokok atau menggondrongkan rambut, dsb.

    @maxbreaker

    Haha… benar tuh…. nyaman dan tentunya juga amanπŸ™‚

    @missglasses

    Iya ya….kalau barbellnya dicopot kali lidahnya bolong. Tetapi secara medis sih…. sebenarnya lidah yang bolong lama kelamaan bisa menutup sendiri juga, ya cuma itu butuh waktu yang lama.πŸ™‚

    @rumahkayubekas

    Wah… kalau sampeyan sendiri pakai mode apa ya kang? Mudah2an bukan yang ‘aya-aya wae’ ya? Huehehe….πŸ˜€

    @agoyyoga

    … then there would be no replies!πŸ˜‰

    @sjafri mangkuprawira

    Iya benar prof sjafri. Mungkin promosi dari media yang ‘menyebarkan’ mode tersebut ikut ambil bagian dalam memicu tindakan irasional di dalam sebuah masyarakat walaupun itu di negara maju. Dan memang harus diakui prof masih (cukup) banyak juga perilaku2 ‘irasional’ di negara2 maju, tidak hanya pada masalah ‘tongue/body piercing’ ini tetapi juga pada masalah2 lainnya.

    Yah, mudah2an ini hanya sebuah mode yang singkat, dan akan bergulir ke sebuah mode lainnya. Namun kita tentu berharap apapun mode itu nantinya tidak ada merugikan tubuh kita sendiri, apalagi secara medis. Ok prof, terims ya atas komennya.πŸ™‚

    @sarah

    Mode, bego dan syereeeem…. wah itu berarti tiga dong bukan dua lagi! Huehehehe….πŸ˜†

  19. Kalau nurut saya Bos..dua-duanya..maksud saya..tuh Mode-nya orang BEGO ama…orang BEGO lagi cari MODE ….

  20. BIMBEL

    logo7.jpgVISI

    LP3I LCC Pulo Gadung menjadi brand di Jakarta Timur untuk bimbingan belajar yang bisa mengantarkan siswa menjadi pemenang dalam meraih masa depan yang Gemilang

    MISI

    β€’ Mewujudkan produk jasa bimbingan belajar yang berkualitas dengan cara mencerdaskan anak bangsa secara akademik, emosi maupun spiritual.

    β€’ Mensejahterakan karyawan dan tutor.

    β€’ Memberi kepuasan dan kebanggaan kepada tutor/karyawan, pelaku manajemen dan investor

    OPPORTUTINITIES
    LCC – PTC

    THINKING FORCE

    Metode penyelesaian soal UAS, UN, & SPMB yang didasari pada konsep bahwa: β€œSetiap soal UAS, UN & SPMB memiliki konsep penyelesaian soal-soal dengan masuk akal dan sesuai dengan cara penyelesaian yang cepat, mudah dan cerdas serta menggunakan rumus-rumus yang mudah diingat.

    TARGET SOLVING

    β€’ Perangkat yang digunakan sebagai panduan praktis bagi siswa untuk memilih jurusan/program studi di PTN berdasarkan analisis yang lengkap & terpadu yaitu sbb:

    β€’ Minat, Bakat, Kepribadian : dari hasil psikotest siswa akan ditentukan jurusan PTN mana yang sesuai dengan karir dominant siswa.

    β€’ Standar Nilai Nasional SPMB : dari hasil Nilai Nasional Try Out SPMB siswa yang optimal, akan disesuaikan dengan data standar nasional jurusan PTN di SPMB, sehingga akan diketahui jurusan PTN mana yang siswa memiliki ”kans Besar” untuk lulus.

    β€’ Rasio Jurusan PTN : dari beberapa jurusan PTN target akan dianalisis kembali bagaimana keketatan persaingannya, sehingga akan ditentukan 2 atau 3 jurusan PTN yang optimal dan layak dipilih siswa.

    PTN-VISION

    β€’ Merupakan program pembekalan mental, strategi, informasi, tips-trik sukses UAS, UN, SPMB & masuk jurusan favorit di PTN, dengan bahasan materi sbb:

    β€’ Dengan Goal Setting ”PTN Favorite, I’m Coming”.

    β€’ Siasat Jurusan PTN optimal

    β€’ Keterampilan dan siasat belajar efektif UAS, UN & SPMB

    β€’ Sistematika & kecepatan kerja UAS, UN & SPMB

    β€’ Panduan Outbound Spiritual

    Fasilitas

    * Audio Visual

    Audio visual system (sistem Audio Visual) adalah salah satu alat bantu belajar dengan menggunakan media elektronik (Komputer, & LCD).Melalui CD-CD pelajaran LCC, siswa dapat melihat berbagai tayangan materi pelajaran, tayangan pembahasan soal-soal

    * Internet Unlimeted

    Tiap kelas di LCC terdapat 1 unit komputer yang terhubung ke internet 24 jam, sehingga siswa dapat mencari informasi-informasi di internet surfing), berkirim email dan chatting dengan sesama pelajar di seluruh dunia, mencari informasi dari internet.

    * Student Card

    Tiap siswa yang mendaftar di LCC mendapatkan kartu siswa LCC

    * SMS Motivasi

    Motivasi adalah multivitamin dan energi terbesar dalam belajar. LCC secara berkala akan mengirimkan SMS motivasi yang dapat membangkitkan semangat siswa agar tidak pernah lelah dan patah semangat dalam belajar. Jadi SMS ini dapat sebagai suplemen, penambah spirit belajar untuk meraih kesuksesan.

    * Education Softwer

    Software-software pelajaran dalam bentuk VCD dan Compact Disc (CD) yang terdiri dari CD simulasi SPMB, CD pembahasan soal-soal SPMB per rayon dan per bidang studi serta CD simulasi Try out LCC.

    * Free Consultasi

    Tiap siswa LCC mendapatkan hak untuk berkonsultasi dengan tim konsultan LCC konsultasi dapat dilakukan dengan menemui langsung konsultan di LCC setiap siswa juga akan mendapatkan materi tambahan dari 4 x pertemuan, berupa : Motivasi Belajar, Mind Mapping,Proses Mengingat,Berfikir Kreativ dan Time Management

    * Pembimbing Akademik

    Idealnya setiap siswa dapat lulus ke program studi di PTN favoritnya. Untuk memperkenalkan profil PTN, program studi dan prospek kerjanya, setiap kelas LCC didampingi oleh seorang PA. .

    * Alfa Class

    Penelitian terbaru tentang akselerasi dalam proses pembelajaran adalah melibatkan seluruh bagian otak secara menyeluruh seperti fisik, pikiran, indra dan emosi. Bahkan menurut Profesor Diamond, rahasia terdalam bagi proses pembelajaran di otak adalah kesiapan pembelajar (siswa) untuk menerima informasi, dan itu terjadi jika otak dalam keadaan relaxed alertness (waspada yang relaks), yaitu pada kondisi alfa. Hasil pengukuran dengan mesin EEG, otak dalam kondisi alfa mempunyai gelombang elektro magnetik 8-12 cps (cycle per second), suatu kondisi ideal untuk belajar (optimum learning state),sehingga proses KBM lebih optimal.

    * Try Out & Report

    Untuk mengukur perkembangan belajar siswa,Jumlah tipe, dan tingkat kesulitan soal serat pengawasannya disesuaikan dengan kondisi ril SPMB dan juga dibekali dengan soal SPMB 10 tahun terakhir yang dikemas dalam bentuk diktat hasil try out akan dilaporkan secara berkala kepada orang tua sehingga perkembangan siswa/i dapat di pantau selama mengikuti bimbingan di LCC

    * Out Bond Spritual

    Program yang bertujuan untuk pembinaan mental, leadership dan agama

    Brilliant Class

    Sukses dibangun dengan kerja keras. Setiap siswa, tanpa kecuali, jika menginginkan mendapat nilai bagus di UN β€˜08 dan lulus seleksi di 5 PTN favorit harus mempersiapkan dari jauh hari. Proses belajar tidak bisa instant. Memahami semua materi pelajaran membutuhkan proses. Apalagi mendapatkan nilai terbaik di sekolah dan lulus di 5 PTN favorit butuh keyakinan, lingkungan dan kerja keras. Membangkitkan keyakinan siswa, memberikan lingkungan belajar yang memadai, dan kerja keras siswa adalah jaminan mendapatkan prestasi puncak.

    Setiap siswa brilliant. Setiap siswa akan sukses secara akademik jika mau membayar harganya. Berbekal dengan SDM yang memadai, tutor yang terbaik, tim konsultan dan lingkungan belajar yang bagus, LCC akan memberikan pelayanan belajar secara total, baik dalam bentuk kelompok maupun individual. Berpegang pada komitmen mendasar proses pembelajaran secara maksimal tersebut, LCC berani memberikan GARANSI berupa jaminan siswa masuk di 5 PTN dan fakultas favorit.

    Character Class

    * 15 siswa per kelas, jumlah ideal terselenggaranya microteaching & Kelas dengan full multimedia
    * Placement test, menggolongkan siswa berdasarkan kemampuan dasar yang dimiliki.
    * Gratis CD interaktif pembelajaran & Try Out, untuk belajar mandiri.
    * Klinik belajar, setiap siswa dapat datang di luar jam belajar di LCC setiap hari, 6 jam dalam seminggu, berkonsultasi tentang kesulitan belajar dengan tutor & PA yang telah disediakan.
    * Mendapatkan materi teknis pembelajaran ESQ & Sempoa seperti cara mengingat dan menghapal cepat, mind mapping, dll.
    * Mendapatkan materi motivasi dan THMMD ( Tehnik Hidup Merekayasa Masa Depan) seperti manajemen waktu, menggapai impian, strategi sukses di 5 PTN favorit, dll.
    * Konsultasi pemilihan program studi di 5 PTN favorit sesuai bakat dan minat siswa.

    PROGRAM

    INTENSIF UJIAN NASIONAL

    Adalah program belajar sebagai persiapan total menghadapi Ujian Nasional. Kegiatan ini diisi dengan KBM, Konsultasi, dan Outbound Spiritual.

    INTENSIF SPMB

    Adalah program belajar sebagai persiapan total menghadapi SPMB. Kegiatan ini diisi dengan KBM, Simulasi SPMB, Konsultasi, dan Outbound Spiritual.

    UJIAN NASIONAL GUARANTEE

    Adalah program belajar dengan jaminan peserta Lulus Ujian Nasional [jaminan tertulis] dengan menu belajar khusus, antara lain :
    – KBM yang diisi oleh mentor-mentor senior
    – Satu kelas diisi maksimal 10 orang
    – Pendamping oleh pembimbing akademik khusus

    EXCLUSIVE INTENSIF CAMP

    Adalah program pengasramaan satu bulan sebagai persiapan total menghadapi SPMB. Kegiatan ini diisi dengan KBM, Simulasi SPMB, Konsultasi, Outbound Spiritual.

    PTN FAVORITE GUARANTEE

    Adalah program bimbingan belajar dengan jaminan peserta diterima PTN favorit [jaminan tertulis] dengan menu belajar khusus, antara lain :
    – Psikotest, Test Gaya Belajar dan Placement Test
    – KBM yang diisi oleh mentor-mentor senior
    – Satu kelas diisi maksimal 5 orang full privat
    – Pendamping oleh pembimbing akademik khusus
    – Diikut sertakan dalam semua kegiatan LP3I LCC

    PRIVATE

    Program bimbingan pribadi dengan layanan guru datang ke rumah [In House Training] minimum 12 sessi dan materi pelajaran disesuiakan dengan kebutuhan siswa atau system paket dari LP3I LCC. Program ini terdapat dua pilihan yaitu Privat Perorangan [satu guru dengan satu siswa] dan Privat Kelompok [satu guru dengan maksimal 5 siswa].

    PROGRAM REGULER

    Program Target

    3, 4, 5 SD

    – Sukses Ulangan Harian
    – Sukses Ujian Semester & Naik Kelas
    – Berprestasi di Sekolah

    6 SD

    – Sukses Ulangan Harian
    – Sukses UAS & memperoleh SMPN favorit

    – Sukses Kelas Akselerasi
    – Berprestasi di Sekolah

    7, 8 SMP

    – Sukses Ulangan Harian
    – Sukses Ulangan Blok, Semester & Naik Kelas
    – Berprestasi di Sekolah

    9 SMP

    – Sukses Ulangan Harian
    – Sukses UAS, UN

    – Memperoleh SMAN favorit

    – Sukses Kelas Akselerasi

    – Berprestasi di Sekolah

    10 SMA

    – Sukses Ulangan Harian
    – Sukses Ulangan Blok, Semester & Naik Kelas – Sukses Kelas Akselerasi

    – Suskses PMDK
    – Berprestasi di Sekolah

    11 SMA

    – Sukses Ulangan Harian
    – Sukses Ulangan Blok, Semester & Naik Kelas
    – Berprestasi di Sekolah

    12 SMA

    – Sukses Ulangan Harian
    – Sukses Ulangan Blok, UAS, UN
    – Sukses SPMB & Ujian Masuk PTN

  21. yg jelas itu orang susah makan susah siul….πŸ˜€

  22. kira2 klo ngomong bunyi ‘klothak-klothak ‘ga ya..
    mungkin ga trima klo lidah tak bertulang,jadi nyobain biar agak keras hikss…πŸ˜†

  23. menakutkan gambar2nyaπŸ˜€

  24. wew..sampe ada yg dicantolin diatas langit langit mulut..:(

  25. @abiehakim

    Huahaha…. orang BEGO lagi cari MODE ya? Boleh juga tuh!πŸ˜†

    @dobelden

    Apalagi kalau makan sambil siul pasti lebih susah lagi ya??πŸ˜†

    @baliazura

    Lidah kalau bertulang nanti susah ngomongnya dong karena kaku!πŸ˜€

    @aRuL

    Ada yang lebih serem lagi….. tapi karena blog ini tujuannya untuk dikonsumsi umum dari anak2 sampai aki2, ya tentunya yg diambil cuma yang ‘nggak begitu serem’ aja…hehehe…πŸ˜€

    @cempluk

    Sampeyan mau coba juga mas?? Huehehe… :mrgreen:

  26. β€˜Prince Edward Piercing’

    Prince Albert kali…πŸ˜‰

    Memag sih… kalau bicara mengenai β€˜terserah individunya’ ya tidak ada penyelesaiannya yang baik. Itu sama saja dengan β€˜terserah saya mau komen yang negatif atau menghujat tongue piercing’, orang mulut gue ini, terserah gue dong. πŸ˜›:mrgreen:

    Freedom of speech ‘kan dibatasi oleh parameter berupa prohibition atas hate speech, jadi kayaknya nggak masalah, deh.πŸ˜‰

    ______________________________________________________________

    Yari NK replies:

    Ya… ya…. benar Prince Albert, maklum udah agak lupa dan males ngecek di Google lagi seh!πŸ˜‰

    Hmmm kalau bicara parameter apalagi prohibition hanya atas dasar hate speech, apakah kita tahu definisi eksak daripada hate speech?? Apakah sesuatu yang mengejek atau lebih halus seperti menyindir, apakah itu sudah pasti hate speech (walaupun kemungkinan besar pasti iya)?? Lagian kenapa harus dibatasi oleh hate speech?? Boleh2 saja kan kita ‘hate’ pada sesuatu asal tidak membahayakan secara fisik orang lain secara langsung walaupun saya sendiri cenderung untuk tidak mengumbar hate speech. Anda juga pasti pernah ‘hate’ dengan sesuatu (walaupun mungkin dengan kata2 halus) dan dituangkan di dalam blog anda!πŸ˜‰

    Namun toh andaikan kita bicara mengenai parameter, kita harus konsekuen, tindakan mode seperti itu di atas harus juga ada parameternya seperti masalah kesehatan dan sebagainya walaupun mungkin ia tidak membahayakan nyawa orang lain tapi itu bisa membahayakan dirinya sendiri (Di dunia yang beradab ini membahayakan dirinya sendiri tentu lebih parah dibandingkan hanya sekedar hate speech yang minimal paling2 hanya menambah sakit hati saja πŸ˜‰ ).

    Tentunya juga seperti halnya hate speech dan juga body piercing, kalau dilarang tentu juga ‘kurang bijaksana’. Namun tentu sebagai intelektual kita bisa menilai mana yang lebih baik. Body piercing lebih banyak mudharatnya daripada manfaatnya (nambah cantik juga nggak!! cuma nambah sakit aja! Buktinya anda nggak mau!πŸ˜‰ ).

    Nah, anda yang semula berkata “terserah individunya” tiba2 di komen ini anda menetapkan parameter tersendiri untuk ‘speech’ yaitu ‘hate’, maka saya juga menetapkan parameter tersendiri untuk ‘tongue piercing’ yaitu ‘health’. Terserah gue individu masing2 kan??πŸ˜‰

  27. huhuhu…

    kayaknya orang ituh kelebihan anting2 pak! ato jangan2 dia penjual anting2.

    gak kebayang kalo kena nfeksi, bisa dipotong lidah itu!

    itu no 21 iklan apaan pak?

    __________________________________________________________________

    Yari NK replies:

    Huahahaha…. bisa jadi…. mungkin dia lagi obral!:mrgreen: Nah, itu dia ‘kebegoan’ orang2 yang mau pakai tongue piercing, tidak mengerti bahayanya.πŸ˜‰

    Itu No. 21 nggak tahu iklan apa tuh, tadinya terjerah Akismet tapi karena isinya bukan porno dan saya menghargai orang yg sudah capek2 mengetik sedemikian panjang, walaupun OOT tapi saya bebaskan juga dan tidak saya pindahkan.πŸ˜€

  28. Hmm…? Saya rasa tidak perlu membuat rumit yang sudah sederhana. Kalau membahas hate speech, atau topik apapun lewat perspeksi filsafat dan paham nonkognitivis jelas tidak akan ada ujungnya.:mrgreen: Kalau yang praktikal seperti ini sebaiknya pragmatis sajalah, toh hate speech bisa dipandang lewat hukum (walau standarnya sedikit terlalu masif) atau conscience (pada taraf ini anarkisme sosial masih efektif, bukan?).

    Mengapa tidak merujuk pada tenet dasar libertarianisme? Biarkan saja orang melakukan apa yang mereka inginkan pada diri mereka sendiri (self-ownership), asal hak yang sama juga diberikan pada orang lain. Dalam memprotes hal yang dilakukan orang lain, tentunya batasnya adalah menghindari opini. Misalnya, mengkritiklah dari segi kesehatan saja. Tidak perlu terlalu menggarisbawahi selera pribadi. Kesannya buang-buang energi, toh kerugiannya tidaklah terlalu gawat, itupun ditanggung oleh pelakunya sendiri dengan sukarela.

    Begitu saja kok susah?πŸ˜†

    Atau mungkin level toleransi kita memang beda?πŸ˜‰

    ____________________________________________________________

    Yari NK replies:

    Jawabannya berbunga2 tetapi intinya ya muter2 saja:mrgreen:

    Kalau yang praktikal seperti ini sebaiknya pragmatis sajalah, toh hate speech bisa dipandang lewat hukum (walau standarnya sedikit terlalu masif) atau conscience (pada taraf ini anarkisme sosial masih efektif, bukan?).

    Ya ini sama saja seperti rusaknya kesehatan sebagai kontrol yang juga masih efektif…. sama saja bukan?? Untuk itu mari kita pilih yang terbaik bukan hanya sekedar ‘terserah individu masing2’ karena memang pada tahap tertentu jawaban ‘terserah masing2 individu’ (meskipun sah2 aja) tidak menghasilkan solusi yang terbaik, ingat ‘terbaik’ bukan sekedar ‘baik’.πŸ˜‰

    Mengapa tidak merujuk pada tenet dasar libertarianisme? Biarkan saja orang melakukan apa yang mereka inginkan pada diri mereka sendiri (self-ownership), asal hak yang sama juga diberikan pada orang lain.

    Betul….. saya juga tidak menganjurkan untuk melarang body piercing kan?? Saya hanya menggambarkan kebegoan mereka dalam bermode. Beda kan antara melarang dan menggambarkan kebegoan mereka?? Tentu, kalau bicara masalah ‘apa yang mereka inginkan pada diri mereka sendiri’ ya betul seperti katamu di atas….. harus adil diberikan pada semua orang…. seperti juga ‘hate speech’, tentu itu juga harus diberikan kepada semua orang……. jadi kalau dia mendengar ‘hate speech’ dari orang lain, ya dia tinggal menggunakan haknya juga untuk mengutarakan ‘hate speech’nya juga, ngga usah repot2 bawa2 hukum segala, mengenai implikasinya?? Ya tanggung sendiri kan?? Sama seperti ‘body piercing’, implikasinya juga tanggung sendiri. Jadi, gitu aja kok repot!πŸ˜‰ Jadi kesimpulannya: Sebagai Intelektual selalu pilihlah yang TERBAIK yang minim implikasi negatif!πŸ˜‰

  29. Boleh2 saja kan kita β€˜hate’ pada sesuatu asal tidak membahayakan secara fisik orang lain secara langsung

    Rasisme tanpa kekerasan fisik bisa dibenarkan?
    Penghinaan terhadap agama tertentu bisa dibenarkan?
    Tidak ada pembahayaan secara fisik, ‘kan?πŸ˜†

    Ya, saya sih tidak punya formula yang tepat untuk mendefinisikan batas-batasnya secara akurat, tapi kayaknya bisa dikira-kira, kok.πŸ˜› Saya sendiri juga pernah (dan mungkin akan terus) mengkritik paham tertentu, tapi ya minimal berusaha nggak sampai neriakin bego.πŸ˜†

    ___________________________________

    Yari NK replies:

    Lho, ‘hate speech’ belum tentu menjurus pada rasisme dan penghinaan terhadap agama kan?? Anda sendiri pasti juga pernah membenci sesuatu tanpa harus menjurus pada rasisme dan penghinaan agama kan?? Atau mungkin pernah??πŸ˜† Sama seperti mode tidak harus menjurus pada body piercing kan?? Apakah perkataan ‘bego’ di atas menjurus kepada rasisme dan penghinaan terhadap agama lain??πŸ˜†

    tapi kayaknya bisa dikira-kira, kok.πŸ˜› Saya sendiri juga pernah (dan mungkin akan terus) mengkritik paham tertentu, tapi ya minimal berusaha nggak sampai neriakin bego.πŸ˜†

    Pertama kalau memang itu pilihan bego moso saya harus bilang pinter atau diam saja! Sama saja seperti orang menjawab 1+1=3 tapi kita tidak mengkoreksinya! Atau anda melihat orang ingin melukai diri sendiri anda diam saja! ‘Ah, terserah lu saja!’πŸ˜† Kedua, mengatain bego tapi ada dasarnya (dan kuat dasarnya) masih mendingan atau minimal sama dengan mengeritik suatu faham tertentu tetapi tanpa dasar atau sok tahu seolah2 dia sudah tahu benar 100% faham itu! (walaupun sah2 aja tentunya!)πŸ˜† (mungkin hal ini tidak terjadi dengan anda tapi dengan orang lain, mungkin lho!πŸ˜‰ )

    PS:

    Anda mungkin tidak mengerti, saya tidak pernah mendukung HATE SPEECH, Hate speech di sini hanya sebagai perbandingan dengan TONGUE PIERCING, mengenai pilihan ‘suka2 gue’ jadi jangan salah, seperti halnya saya tidak pernah mendukung TONGUE PIERCING, sayapun tidak pernah mendukung HATE SPEECH.πŸ˜‰ Walaupun terkadang sekali dua kali tentunya bisa juga menggunakan kata hate yang terhitung halus (namun kenyataan) seperti ‘bego’ toh maksud ‘bego’ di sini walaupun menyakitkan tapi tujuannya baik untuk menyadarkan mereka (karena bagi sebagian orang menggunakan kata2 halus tidak akan mengerti mungkin sangking ‘bego’nya!πŸ˜‰ ) O iya, lagian apa bener sampeyan selama ini nggak pernah mengeluarkan ‘hate speech’ sama sekali (walaupun mungkin bukan dengan kata ‘bego’ tapi dengan kata lainnya), baik di dunia maya ataupun di dunia nyata?? ah rasanya saya ragu deh!πŸ˜‰

  30. Lho, β€˜hate speech’ belum tentu menjurus pada rasisme dan penghinaan terhadap agama kan??

    Lha, hukum dan kode etik ‘kan bersifat preventif, mana bisa memakai standar ‘belum tentu’? Yang ada adalah ‘bisa jadi’.

    Pertama kalau memang itu pilihan bego moso saya harus bilang pinter atau diam saja!

    One might want to draw a line between empirical facts with opinions…πŸ˜‰

    O iya, lagian apa bener sampeyan selama ini nggak pernah mengeluarkan β€˜hate speech’ sama sekali (walaupun mungkin bukan dengan kata β€˜bego’ tapi dengan kata lainnya), baik di dunia maya ataupun di dunia nyata?? ah rasanya saya ragu deh!

    Ini mah red herring. Kode etik sepertinya tidak akan bisa dinulifikasi hanya karena kesalahan seorang Kopral Geddoe, deh.:mrgreen:

    ________________________________________________

    Yari NK replies:

    Lha, hukum dan kode etik ‘kan bersifat preventif, mana bisa memakai standar ‘belum tentu’? Yang ada adalah ‘bisa jadi’.

    Betul…. walaupun begitu tidak bisa sembarang tuduh kan??πŸ˜‰

    One might want to draw a line between empirical facts with opinions…πŸ˜‰

    The bad impact on health is just an opinion?? Is it what you’re saying??πŸ˜‰

    Ini mah red herring. Kode etik sepertinya tidak akan bisa dinulifikasi hanya karena kesalahan seorang Kopral Geddoe, deh.:mrgreen:

    Terkadang ada yang lebih mendasar dan lebih penting daripada sekedar “code of ethics” tergantung anda melihatnya dari mana, apalagi kalau itu menyangkut nyawa manusia! Maklum seperti hukum, kesehatan itu kan sebaiknya juga bersifat preventif dan bukan kuratifπŸ˜‰

  31. The bad impact on health is just an opinion?? Is it what you’re saying??

    Why, using the same reasoning people would have banned tobacco smoking, carbonated beverages, and even bakwan.πŸ˜•

    Menurut saya penilaian seperti ini biasanya diukur dari proporsi mudarat dan manfaatnya. Dan ini seringkali subyektif. Dengan menggunakan body piercing sebagai sampel, maka bisa disimpulkan bahwa pelakunya menghargai manfaatnya lebih tinggi dari saya dan mas (mungkin karena mode?), dan menganggap mudaratnya lebih rendah ketimbang saya dan mas (yah, konon setelah dua-tiga bulan semuanya akan kembali normal, kecuali kasus khusus— dan kasus khusus selalu ada dalam konteks medis manapun).

    Dunia ini abu-abu, makanya di AS debat partai Demokrat dan Republik (dan third party) tidak selesai-selesai. Formulasi benar dan salah tidak semudah itu…:mrgreen:

    ____________________________________________________

    Yari NK replies:

    Ya, saya sih tidak punya formula yang tepat untuk mendefinisikan batas-batasnya secara akurat, tapi kayaknya bisa dikira-kira, kok.

    Nah, saya sengaja mengkopipes pernyataan anda sebelumnya karena ada hubungannya dengan komen2 anda kali ini.πŸ˜‰

    First of all, I would like to tell you that I have never TRIED to BAN anything. Saying someone ‘bego’ is a far cry from banning something. I don’t know how many more times must I emphasize on this point because in your statement above, it implies as if I had tried to ban something.πŸ˜‰

    Jadi capek deh muter2 lagi, buang2 energi untuk nulis seperti itu lagi.:mrgreen:

    Memang betul seperti yang anda sampaikan, semua orang punya sudut pandang tersendiri. Tetapi paling tidak konsekuenlah dengan apa yg dikatakannya. Kalau anda mengatakan bahwa ‘terserah masing2 individu’ pada awalnya, ya nggak usah dikasih embel2 lagi pakai bawa2 ‘code of ethics’ dan sebagainya kalau orang lain menjawab serupa. Kalau misalnya anda membawa2 alasan ‘code of ethics’ tentu orang lain juga berhak membawa2 alasan ‘kesehatan’, ‘kedokteran’ dan lain-lain. Jadi minimal konsekuenlah.

    Sayapun juga berusaha konsekuen. Saya bilang ‘berusaha’ tentu sebagai manusia saya juga tak luput dari kesalahan dan terkadang juga tidak konsekuen. Konsekuen bagaimana?? Ya…. andaikan mereka juga mengatakan saya ‘bego’ karena kolot dan nggak tahu mode, ya saya nggak marah kok, ya silahkan saja, monggo mawon, mereka mau mengatakan seperti itu, saya cuma tertawa saja dalam hati karena saya yakin pilihan saya tidak salah jikalau saya lebih memilih kesehatan dibandingkan mode. Kalau mereka marah karena dibilang ‘bego’ karena tidak mengerti kesehatan atau mengutamakan mode daripada kesehatan, ya secara psikologis sebenarnya mereka juga tidak yakin akan pilihan mereka!πŸ˜† Jikalau mereka nggak marah, ya buat apa mereka memaksakan masalah ‘code of ethics’ orang saya juga nggak memaksakan masalah ‘kesehatan’ juga kok kalau mereka tidak bisa menerimanya, gitu aja kok repot!πŸ˜‰

    Nah, tentu andapun sekarang bisa mengira-ngira, bukankah anda ahli mengira2 seperti apa yang saya kopipeskan di atas?πŸ˜† Mana yang lebih bego, orang yang lebih mengutamakan kesehatan daripada mode, atau sebaliknya? Jawab saja dalam hati yang jujur dan tak perlu defensifπŸ˜‰ Atau anda bisa mengajukan survey secara demokratis dari profesor sampai tukang becak: “Mana yang anda pilih, andaikan harus memilih (yang lebih penting), apakah kesehatan atau mode?” O ya, tentu anda juga boleh bertanya pada perancang busana yang ahli modeπŸ˜‰

    Nah lagi, dari paragraf saya di atas, anda juga tentu kini juga bisa mengira2 mana yang lebih ‘bego’ orang yang makan bakwan atau orang yang tetap nekad memegang bangkai burung yang dicurigai tertular virus H5N1 walaupun sudah diperingati oleh pemerintah?? Sebagai ahli mengira2 tentu keahlian anda mengira2 bukan hanya terbatas pada masalah ‘code of ethics’ saja kan?? Bisa juga dipergunakan dalam mengira2 masalah ‘kesehatan’, ya nggak? Jadi selebihnya masalah tobacco, carbonated beverages bisa anda kira2 sendiri kan??πŸ˜‰

  32. First of all, I would like to tell you that I have never TRIED to BAN anything.

    Don’t remember ever accusing you of doing so.

    Saying someone β€˜bego’ is a far cry from banning something.

    Just as much as it’s a far cry from being a paragon of conscience.

    Ahem, jadi masalahnya mungkin kayak begini, mas merasa bahwa kalau mereka dibebaskan menusuk-nusuk diri sendiri, maka mas juga dibebaskan untuk mentertawakan kebiasan mereka yang tidak higienis itu. Begitu, tho?πŸ˜‰

    Terlalu kekanak-kanakan kalau menurut saya. Secara medis memang praktek body modification tidak dianjurkan, tapi tidak sampai pada level di mana itu dianggap sebagai bahaya akut. Tidak pada yang mempraktekkan, tidak pada orang lain! Ini bahkan lebih aman dan beradab daripada merokok, misalnya, yang jelas membahayakan diri dan orang lain. Saya sendiri tidak pernah mempraktekkan hal tersebut, jadi ini bukanlah upaya membela diri.

    Makanya, saya bilang ini masalah hati nurani. Buat apa tho bilangin orang bego kalau kebegoannya itu tidak menyakiti siapa-siapa? Wong mereka sendiri menikmatinya, kok? Mungkin saja memang level toleransi kita beda?πŸ˜†

    ______________________________________________

    Yari NK replies:

    Ahem, jadi masalahnya mungkin kayak begini, mas merasa bahwa kalau mereka dibebaskan menusuk-nusuk diri sendiri, maka mas juga dibebaskan untuk mentertawakan kebiasan mereka yang tidak higienis itu. Begitu, tho?πŸ˜‰

    Memang saya seperti itu?? Suka menertawakan orang?? Justru saya mengatakan bego itu sebenarnya prihatin. Jadi harus bisa dibedakan, jangan mengambil kesimpulan sendiri. Tapi saya tidak akan menyalahkan anda, mungkin lewat tulisan sangat susah dibedakan mana tertawaan mana yang prihatin. Kalau dalam artikel saya penuh dengan canda (sindiran) bukan berarti saya mentertawakan, so jangan mengambil kesimpulan terlalu prematur dan jangan beropini sendiri. Lagipula, ini serius, kalau ada orang2 yang suka2 menusuk2 diri sendiri, naluri saya pasti akan mencegah bukan mentertawakan, sama seperti kalau melihat ‘body piercing’ walaupun dalam body piercing manifestasinya dalam bentuk nasihat atau kalau membandel sekali saya katakan begoπŸ˜† Namun mungkin kalau anda berbeda ya, kalau melihat orang menusuk2 diri mungkin anda berkata “ah, biarin aja, terserah orangnya itu sih”πŸ˜†πŸ˜‰

    Makanya, saya bilang ini masalah hati nurani. Buat apa tho bilangin orang bego kalau kebegoannya itu tidak menyakiti siapa-siapa? Wong mereka sendiri menikmatinya, kok? Mungkin saja memang level toleransi kita beda?πŸ˜†

    Mungkin toleransi kita berbeda, saya ‘tidak bisa bertoleransi’ dengan body modification sedangkan anda ‘tidak bisa bertoleransi’ dengan kata2 bego, padahal sekarang banyak sekali kata2 yang lebih tidak sopan seperti “f*ck off, anj*ng dsb.”, yang biasa diucapkan sesama teman, jadi kenapa anda repot2 bawa ‘code of ethics’ kalau mereka tidak merasa terhina, mengenai saya mau bilang ‘bego’ ya itu kan terserah saya, seperti anda katakan, jangan bersikap ‘holier-than-thou’ dong kalau saya juga mengatakan bego, jadi yang konsistenlah!πŸ˜‰

  33. Singkatnya gini, deh. Mengutip perkataan mas sendiri;

    ya saya nggak marah kok, ya silahkan saja, monggo mawon, mereka mau mengatakan seperti itu, saya cuma tertawa saja dalam hati

    Nah, simpan sajalah dalam hati. Nggak perlu repot-repot ngata-ngatai, tho?πŸ˜‰

    ______________________________________

    Yari NK replies:

    Jikalau saya repot2 mengatakannya, itu hak saya kan, anda seharusnya tidak bersikap ‘holier-than-thou’ kan?πŸ˜‰

  34. Duh, kesubmit prematur.πŸ˜›

    Yang jelas, saya setuju kok sama mas soal dampak kesehatannya. Yang saya keberatan cuma sikap holier-than-thou-nya. Live and let live, lah. πŸ˜‰

    __________________________________________

    Yari NK replies:

    Betul, mari kita tidak bersikap ‘holier-than-thou’. Saya dianggap bersikap holier-than-thou karena berkata ‘bego’, tapi anda juga sepertinya bersikap ‘holier-than-thou’ karena berkeberatan saya mengatakan ‘bego’. Jadi mari kita tinggalkan sikap ‘holier-than-thou’ dengan bersikap konsisten!πŸ˜‰

  35. Muter-muter.πŸ˜†

    tapi anda juga sepertinya bersikap β€˜holier-than-thou’ karena berkeberatan saya mengatakan β€˜bego’

    Tu quoque, nih… Kritisisme itu tidak bisa dinulifikasi oleh kredibilitas kritiknya. Jadi sekarang, kita bonsaikan saja permasalahannya; anda mengatai orang bego, dan itu menurut saya tidak bijak. TERLEPAS dari apakah orang yang anda katai itu bego, atau saya yang bego dan/atau tidak konsisten.

    Mungkin bukan maksud anda membegokan mereka, mungkin anda cuma “prihatin”, tapi tetap saja itu adalah sarkasme.

    Intinya kesopanan saja…πŸ˜‰

    _________________________________________

    Yari NK replies:

    muter-muter lagiπŸ˜†

    Sebuah teori seperti You-Too version yang anda tunjukkan tentu juga tidak bisa menulifikasi kenyataan bahwa andapun telah berbuat serupa alias melakukkan inkonsistensi (yang pada kenyataannya memang begitu).πŸ˜†

    Wah…. ini tambah muter2 lagi…. wong dari dulu saya sudah mengatakan kok bahwa saya lebih menghargai “Kesehatan” dan “keselamatan” ditinjau dari dunia medis daripada masalah kesopanan (code of ethics), kalau anda berpendapat sebaliknya ya silahkan saja, jangan bersikap “holier-than-thou”πŸ˜‰

  36. Sebuah teori seperti You-Too version yang anda tunjukkan tentu juga tidak bisa menulifikasi kenyataan bahwa andapun telah berbuat serupa alias melakukkan inkonsistensi (yang pada kenyataannya memang begitu).πŸ˜†

    *ngakak sejadi-jadinya*

    Mentalitas troll banget nih… Ya kalau saya memang inkonsisten pun, memangnya anda bisa cuci tangan dari telah berkata yang merendahkan orang lain?:mrgreen:

    Silakan, kalau anda cuma mau menjatuhkan, saya menyerah, ini tidak akan ada ujungnya. Saya cuma mau mengingatkan, mengatai orang bego itu tidak baik…:mrgreen:

    Salam.πŸ˜‰

    ____________________________________________

    Yari NK replies:

    Mentalitas troll banget nih… Ya kalau saya memang inkonsisten pun, memangnya anda bisa cuci tangan dari telah berkata yang merendahkan orang lain?:mrgreen:

    **tertawa ngakak gantian guling2** mentalitas orang frustasi karena terjebak inkonsistensinya sendiriπŸ˜†

    Silakan, kalau anda cuma mau menjatuhkan, saya menyerah, ini tidak akan ada ujungnya. Saya cuma mau mengingatkan, mengatai orang bego itu tidak baik…:mrgreen:

    Monggo mawon, kalau anda berkata begitu, saya juga tetap akan berkata bahwa yang lebih memilih mode daripada kesehatan adalah orang begoπŸ˜‰ Jadi kita sudahi saja, biarkan dunia yang menilai apakah orang yang lebih mengutamakan mode daripada kesehatan adalah orang bego atau bukan, saya dan anda tidak usah ikut menilai, dan juga biarkan dunia menilai apakah berkata bego kepada orang yang melakukan body modification adalah buruk? (adil kan?) Jikalau memang buruk, ya udah, nggak apa2 kok, toh saya tetap berpendapat bahwa orang yang lebih mengutamakan mode daripada kesehatan adalah bego, begitu aja kok repot!πŸ˜†

    SalamπŸ˜‰

  37. contoh orang yang gak puna kerjaan
    prihatin mode on

    ______________________________________

    Yari NK replies:

    Ooo… jadi selain bego orang2 seperti itu juga termasuk nggak ada kerjaan ya?? Huehehe..:mrgreen:

  38. heraan, kok pada ga risih ya ada benda kek gitu nangkring terus di lidah, aiih..org kitanya aja kalo ada sisa makanan dikit aja udah ga nyaman rasanya. humm…selain berbahaya bagi kesehatan juga berbahaya bagi dompet keknya, bukannya pake bayar pak kalo mo piercing bgitu??
    ah, aneh-aneh aja anak-anak *padahal saya juga masih anak-anak, huehehe…*πŸ˜€

    _____________________________________

    Yari NK replies:

    Hehehe…. yah kalau masalah duit sih masih bisa dicari, tapi kalau kesehatan dan keselamatan jiwa, hmmm lebih baik mencegah daripada mengobati deh!πŸ˜€

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s