Daily Archives: Sabtu, 23 Februari 2008

“Gratis” Ke Semua Operator!! Kenapa Tidak??

Sesudah tiga hari jari2ku tak berselera untuk menjalankan tugasnya menari2 di atas keyboard, kini alhamdulillah jari2ku ada semangat lagi walaupun belum pulih semangatnya 100%. Ya, tema yang dipilihpun sederhana saja, tidak yang berat2, yang berawal dari “kegelianku” mendengar iklan di radio tentang operator selular Indosat yang menawarkan tarif “termurah” ke semua operator yaitu Rp 0,01 per detik beberapa hari yang lalu. Mungkin sudah banyak juga para blogger yang menyampaikan berita ini dengan analisis dan komentarnya masing2, namun saya juga ingin mengupasnya dari sudut pandang yang lain dengan memakai analisa matematis yang sangat sangat sangat sederhana.

Bermula dari Simpati yang menawarkan “Tarif murah” Rp 0,5 per detik, dan dibalas kemudian oleh XL dengan Rp. 0,1 per detik kini operator selular Indosat dengan IM3nya dengan Rp 0,01! Wah semakin murah saja!! Apakah ada kemungkinan nanti operator selular menawarkan “gratis” alias Rp. 0,- per detik?? Jawabannya: Sangat Mungkin!! Kenapa tidak?? Apakah para operator selular itu tidak merugi?? Jelas tidak!! Karena kuncinya ada pada “tarif tersembunyi” yang tidak pernah digembar-gemborkan oleh para operator selular. Ya, “tarif tersembunyi” inilah yang membuat tarif2 ekstra murah, menjadi sebenarnya tidak begitu murah!!

Ok, taruhlah misalnya: XL Bebas dengan “tarif murahnya” Rp. 0,1/detik. Kita ambil contoh dari XL kita menelepon ke operator lain. Sebenarnya tarif ini mulai berlaku mulai menit ke-2, sedangkan untuk 2 menit pertama dikenakan tarif Rp. 25,-/detik. Begitulah setiap dua menit tarif yang berlaku bergantian antara Rp 0,1/detik dan Rp. 25,-/detik. Nah, Rp. 25,- inilah yang kita sebut “tarif tersembunyi” yang tidak pernah digembargemborkan oleh para operator. Dan setiap operator yang menawarkan “tarif super murah” jelas pasti mempunyai “tarif tersembunyi” pula.

Nah, sekarang ambil contoh kita menelepon 10 menit ke operator lain dari XL ke operator lain, maka biaya percakapannya adalah:

6\times60\times25\:+\:4\times60\times0,1\:=\:Rp.\:9024,-

Ok, sekarang misalkan XL menawarkan tarif “gratis” alias Rp. 0,-/detik sebagai jawaban dari IM3-nya Indosat yang kini mengklaim mempunyai tarif termurah dengan Rp. 0,01/detik. Maka sekarang berapa biaya percakapan yang dikeluarkan selama 10 menit untuk menelepon ke operator lain??

6\times60\times25\:+\:4\times60\times0\:=\:Rp.\:9000,-

Ingat!! Tarif tersembunyi tetap ada dan tidak berubah. Maka kita melihat bahwa XL akan hanya kehilangan pendapatan Rp. 24,- saja untuk satu kali telepon selama 10 menit! Nah, itu tentu untuk sekali menelepon. Nah bagaimana kalau ada sejuta panggilan?? Berarti XL kehilangan 1.000.000\times24\:=\;Rp.\:24.000.000,- . Wah, tentu kehilangan pendapatan XL mulai kelihatan banyak ya?? Tapi tunggu dulu!! Masih bisa diakalin kok! Kita naikkan saja sedikit “tarif tersembunyi”nya! Kita naikkan jadi Rp 25,5 per detik. Toh, tarif ini tidak pernah digembargemborkan, andaikata ketahuan juga kenaikan ini secara psikologis kecil cuma Rp 0,5/detik, apalagi yang nggak tahu matematika, gampang dibohongin!! Tenang saja!! Ok sekarang berapa biaya percakapan XL dengan tarif “gratis” dan “tarif tersembunyi” sebesar Rp25,5/detik selama 10 menit ke operator lain?? Mari kita hitung:

6\times60\times25,5\:+\:4\times60\times0\:=\:Rp.\:9180,-

Nah, dengan tarif “gratis” tapi tarif “tersembunyi”nya dinaikkan “sedikit” justru XL menikmati kenaikan pendapatan sebesar Rp. 156,- per panggilan (Rp. 9180 – Rp. 9024,-)  selama 10 menit dari tarif yang sekarang (andaikan XL memainkan skenario ini!). Tentu skenario seperti ini tidak hanya bisa dilakukan oleh XL saja, namun bisa juga oleh operator2 selular lainnya. XL di sini hanya sebagai contoh saja.

Skenario lainnya adalah, misalkan operator selular justru kini menerapkan tarif negatif atau “malah ngasih duit” kepada pelanggan namun tarif tersembunyinya juga dinaikkan “hanya” Rp 1,- saja menjadi Rp 26,- per detik. Sementara tarif “ngasih duit”nya adalah Rp 0,1 per detik. Jadi pendek kata kalau kita menelepon pulsa kita “justru bertambah” sebesar Rp. 0,1/detik. Jadi berapa sekarang “biaya” percakapan selama 10 menitnya?? Dengan contoh seperti di atas maka kini biaya percakapannya menjadi:

6\times60\times26\:-\:4\times60\times0,1\:=\:Rp.\:9336,- !

Wow, berarti justru pendapatan operator selular (XL) per panggilan 10 menit, naik sebesar Rp. 312,- jikalau operator selular menerapakan skenario seperti ini!! Ruar biasa!!

Jadi kesimpulannya, jikalau kini operator selular menerapkan tarif termurah, tidak perlu heboh!! Tidak ada yang ‘benar2 murah’ kok selama ada ‘tarif tersembunyi’-nya. Rupa-rupanya persaingan yang sengit antara operator selular di negeri ini membuat para eksekutif di perusahaan2 operator selular ini menjadi sangat tidak kreatif dalam usaha merebut pelanggan. Setiap operator membeo langkah operator selular lainnya. Mudah2an para pelanggan tidak mudah terjebak oleh iming-iming palsu tarif termurah yang “gombal” itu! :mrgreen: