Daily Archives: Jumat, 29 Februari 2008

Dibentak Dulu Baru Beres!!

Epson Stylus C90

Perhatian:

Penyebutan produk dalam artikel ini bukan sebagai iklan terselubung ataupun untuk menjatuhkan suatu fihak, tetapi ini adalah hal murni pengalaman pribadi!! Mudah2an ada manfaat yang dapat diambil dari pengalaman saya ini. Terima kasih

Postingan kali ini adalah mengenai pengalaman saya dalam berhubungan dengan fihak Customer Service Epson di Bandung. Ceritanya berawal ketika saya ingin membeli sebuah printer yang murah meriah untuk keperluan pribadi saya di kantor saya. Dari sekian printer saya memilih Epson Stylus C90 (yang nggak diinfus tentunya!), karena memang dari dulu saya sudah percaya dengan produk ini bahkan printer pribadi di kantor saya sebelumnya adalah Epson Stylus Color 300 yang sudah tua namun sudah terbukti produk tersebut kuat bekerja keras sampai saat dipensiunkan.

Pendek kata, aku lantas membeli sebuah Epson Stylus C90 baru di salah satu toko di pusat penjualan komputer di Kandaga, Jl. Ahmad Yani, Bandung pada tanggal 15 Januari 2008.  Nah, ternyata setelah diinstal segala rupa si printer tidak mau jalan sama sekali, di layar nampak sebuah keterangan grafis yang mengindikasikan bahwa tinta warna kuning tidak bekerja atau rusak. Karena printer ini printer baru, maka aku putuskan untuk aku bawa kembali ke toko (yang sebenarnya sudah menjadi toko langgananku dan juga langganan beberapa kawan2ku) di mana aku membeli printer tersebut. Dan juga karena kesibukanku aku baru bisa kembali ke toko tersebut hari Sabtu 19 Januari 2008. Setelah ditest di tokonya ternyata memang benar kerusakan ada pada printer dan bukan aku yang nggak bisa menginstalnya 😛  maka diputuskan printer harus direparasi di pusat reparasi resmi Epson di Bandung. Printer akhirnya dimasukkan ke pusat reparasi resmi Epson atas nama toko tempat saya membeli dan bukan atas nama saya, untuk itu saya sedikit mendesak si pemilik toko (yang sudah saya kenal baik sebenarnya) agar sedikit mendesak bengkel resmi Epson tersebut untuk agak cepat mereparasinya karena selain saya sangat butuh printer itu untuk keperluan pekerjaan, printer itu juga masih baru dan belum pernah saya pakai sama sekali.

Tanggal 4 Februari 2008, saya kembali ke toko di Kandaga tersebut dan menanyakan “nasib” printer saya. Ternyata fihak toko mengatakan belum selesai dan sudah mendesak bengkel Epson namun jawaban yang didapat dari bengkel Epson selalu klise: “Minggu ini atau Minggu Depan”. Pihak toko menyarankan aku agar ikut mendesak bengkel Epson tersebut dan menyodorkan nama orang dan nomor telepon orang Epson yang bisa dihubungi yang bernama “R” (mirip nama rekan seperjuangannya Batman, tokoh DC Comics 😛 ). Langsung saja kutelepon “R”, dan dengan nada sedikit galak tegas, aku menanyakan nasib printerku, dijawab bahwa printerku belum selesai direparasi dan dijanjikan minggu depan akan selesai, namun karena mendengar suaraku yang agak galak tegas dan kecewa, si “R” bersedia meminjamkan aku printer Epson Stylus C45, biarpun model yang agak kuno tetapi biarlah untuk sementara waktu ini, tidak ada rotan akarpun jadi, begitu pikirku. Namun aku tetap mendesak walaupun aku sudah dipinjami Epson C45, tapi kalau bisa printerku cepat selesai direparasi dan aku memegang kata2 si “R” bahwa Minggu depan printerku sudah selesai direparasi. Pihak toko sendiri mengatakan bahwa biarlah ia yang mengurusnya jikalau sudah selesai dan jikalau selesai akan langsung dikirim/diantar ke alamat kantor saya.

Nah, dua minggu sudah berlalu, dan tidak ada kabar, maka tanggal 18 Februari 2008 aku kembali ke toko tersebut dan ternyata printer saya belum selesai direparasi!! Janji tinggal janji, yang merupakan janji2 kosong, karena kesal aku telepon kembali “R” kali ini dengan suara yang benar-benar galak tegas aku menanyakan kemajuan reparasi printerku, ternyata benar, printerku memang belum selesai direparasi. Karena kesal, aku mempertanyakan kredibilitas teknisi2 di Epson, dan jawaban yang aku dapat sungguh simpang siur, si “R” mengatakan bahwa masih harus menunggu suku cadang, tapi menit berikutnya dia mengatakan bahwa printer saya masih difikirkan tindakan apa yang harus diambil untuk memperbaikinya. Oooo.. aku fikir jadi selama ini baru dalam difikirkan tindakannya saja toh, belum dikerjakan sama sekali!!! Apapun alasannya, apalagi ditambah informasi yang simpang siur seperti itu, menjadikan aku lebih galak tegas lagi, sambil ngatain “menyindir” kualitas kerja mereka2 yang terlibat di bengkel Epson dengan kata2 yang agak kasar seperti bego, tolol dan semua kata sinonim dari “tolol” yang ada di buku tesaurus Bahasa Indonesia serta mengancam akan ditulis di koran bila printerku tidak kunjung selesai diperbaiki, aku mengatakan bahwa aku mau printerku paling lambat akhir minggu ini untuk selesai direparasi. Dengan nada yang agak grogi dan ketakutan si “R” berjanji bahwa minggu ini printer selesai diperbaiki.

Hasilnya?? Cukup mengejutkan!! Hanya dalam waktu 2 hari saja, printerku selesai diperbaiki!! Toko tempatku membeli printer tersebut mengatakan bahwa printer sudah selesai diperbaiki dan siap diantar ke kantorku. Aku hanya menggeleng2kan kepala, kenapa setelah dibentak2 dan “diancam” baru semuanya bisa beres dengan cepat. Kalau mau toh semuanya bisa dikerjakan dengan cepat. Yang paling tidak saya suka adalah mereka menjanjikan selesai “minggu ini” atau “minggu depan” namun janji itu tidak dipenuhi. Ya kalau tidak bisa, jangan mengatakan “minggu ini” atau “minggu depan”, kan bisa mengatakan kira2 bulan depan baru selesai, atau dua bulan lagi, dsb, namun jangan janji2 yang tidak bisa ditepati. Saya mengerti bahwa mungkin ada beberapa suku cadang yang harus diimpor dari luar negeri karena mungkin belum bisa diproduksi di sini. Walaupun begitu bukan berarti mereka tidak bisa memperkirakan berapa waktu kerja yang dibutuhkan untuk sebuah reparasi kan?? Toh, semuanya bisa cepat kalau diusahakan serius. Yah, mudah2an ini bukan gambaran khas after-sales service di negeri ini. 😦