Monthly Archives: Maret 2008

Islam Dihina Geert Wilders?? Pede Aja Lagi!!!

Yaa… postingan ini berkaitan dengan film ‘Fitna’ yang akhir2 ini ramai dibicarakan di blogsfer. Sudah tak terhitung banyaknya artikel2 di blogsfer Indonesia saja yang sudah menyinggung masalah ini. Namun artikel yang saya tulis ini bukan untuk membahas khusus film Fitna itu atau mengajak kaum Muslimin untuk protes secara keras mengenai film ini namun juga tidak untuk bersikap pasrah terhadap hinaan tersebut apalagi cuma dalam bentuk artikel mendayu-dayu kepasrahan, namun sebagai seorang Muslim saya ingin berbagi bagaimana saya berusaha untuk tetap pede dan tegar walaupun agama saya dihina orang macam si Wilders itu. Pandangan yang saya tulis berikut ini  adalah murni pandangan saya dan MUNGKIN ada satu dua hal yang terdengar kurang Islami, karena terus terang saya bukan orang yang ahli dalam bidang agama, jadi harap maklum! :mrgreen:

Saya sendiri sudah melihat film FITNA tersebut namun tidak sampai tamat karena dipertigaan jalan saya  yang melihatnya sudah bosan duluan. Tadinya saya mengharapkan akan melihat sebuah film yang minimal “artistik” walaupun isinya menghina Islam namun yang saya lihat ternyata hanya kumpulan2 klip yang disatupadukan dan juga pembacaan ayat2 suci Al-Quran yang ditafsirkan dengan dangkal oleh si Wilders. Namun yah, saya sadar, apa sih yang bisa dilakukan oleh si Wilders kecuali menghina?? Jadi jangan harap deh dia bisa bikin film yang artistik dan indah, sadarlah saya akan kemampuannya yang rendah. Film ini dibuka dengan sampul Quran yang terbuka, yang pada halaman pertama terdapat gambar kartun Nabi Muhammad dan sebuah timer yang menghitung mundur. Gambar kartun Nabi Muhammad?? Emang siapa sih yang tahu gambar Nabi Muhammad??? Wong Nabi Muhammad itu nggak ada yang tahu persis kok rupanya seperti apa!! Sok tahu banget tuh si Wilders dan kartunis2 yang pernah gambar kartun Nabi Muhammad. Wong itu gambar mungkin lebih mirip bapaknya si Wilders sendiri (mungkin modelnya dari bapaknya sendiri kali yaa?? wakakakak…..) yang dipakaianin mirip orang Arab dan yang jenggot dan rambutnya dicat hitam! Atau mungkin malah mirip Santa Claus yang dipakaianin cara Arab ya?? Ah… nggak tahu deh!! Yang jelas ummat Islam nggak perlu gusar di lain waktu kalau ada gambar2 kartun Nabi Muhammad, wong itu bukan gambar Nabi Muhammad kok, itu gambarnya bapaknya si Wilders sendiri mungkin!! :mrgreen:

Menurut saya hinaan2 semacam itu mungkin akan terus bermunculan. Lantas apa sikap kita sebaiknya?? Menurut saya kalau kita marah apalagi berakhir dengan sikap anarkis itu hanya menunjukkan sifat inferioritas kita atau sikap ketidakpedean kita. Ambil contoh misalnya negeri adidaya Amerika Serikat, walaupun ia dihina dan dicacimaki oleh banyak negara2 Arab Islam di dunia tapi dia tenang2 aja tuh, orang Amerika mungkin berfikir: “Alaaa…. orang Islam lu, bisanya cuma menghina aja, tunjukin dong kalo lu itu jago!! Wong lu gali minyak aja masih butuh teknologi dari gue!!”. Itulah contoh sikap masyarakat atau negara yang penuh kepercayaan diri!! Beda dengan kita orang Muslim yang memang hampir tidak punya kebanggaan riil lagi sehingga jikalau dihina akan marah sejadi2nya karena memang pada dasarnya kita sendiri merasa sebagai bangsa masyarakat yang inferior.

Sebenarnya kalau kita percaya diri atau kalau kita yakin bahwa agama kita adalah agama yang paling mulia di sisi Allah kita tidak perlu membuang energi kita hanya untuk marah kepada seseorang yang bernama Geert Wilders. Biarpun ada sejuta Wilders yang menghina kita atau Islam, Islam tetaplah agama yang mulia di sisi Allah dan tidak terpengaruh dengan hinaan Wilders. Tidak penting apakah Islam itu agama yang hina di mata seorang seperti Wilders yang penting adalah Islam agama yang tetap paling mulia di sisi Allah swt. Apa pentingnya sih seseorang seperti Wilders?? Untuk itu kita tidak perlu reaksi yang berlebihan bahkan jikalau kita bereaksi yang berlebihan sampai menjadi anarkis malah secara tak sadar kita sendiri yang telah menjatuhkan citra Islam sebagai agama yang penuh kedamaian. Bukankah begitu??

Lagipula jikalau kita marah karena hinaan si Wilders itu, itu berarti kita kena perangkap si Wilders!! Justru itu tujuan dia membuat umat Islam marah! Maka kalau kita marah, kita akan berhasil memuaskan dirinya dan membuat dia menjadi semakin terkenal. Coba kalau kita cuek pasti dia bakal keki deh karena umpannya meleset dan buah karya yang dibanggakannya “Fitna” akan menjadi sia-sia!! Bukankah begitu??

Menurut saya daripada ummat Islam menghabiskan energinya untuk seseorang yang kecil dan tak berarti seperti si Wilders ini lebih baik energi kita, kita salurkan untuk menjayakan Islam di bidang ekonomi dan terlebih dalam bidang sains dan teknologi. Dengan sains dan teknologi kita dapat membuat produk2 yang bernilai tambah tinggi yang pasti akan banyak membantu mendongkrak perekonomian kita, lihat saja negara2 yang menguasai ilmu dan teknologi tidak ada yang miskin! Seyogianya kita tidak hanya belajar ilmu agama saja karena ilmu dari Allah bukan hanya ilmu agama saja, matematika, fisika, kimia, biologi dan lain sebagainya adalah juga ilmu2 dari Allah. Jikalau Einstein menemukan rumus e=mc2, dan jikalau rumus itu valid, maka Einstein hanya menemukannya saja yang menciptakan hukum itu tetaplah Allah, sedangkan manusia hanya menemukan dan menciptakan simbol2nya saja. Insya Allah, jikalau kita belajar matematika atau fisika dengan niat ibadah dan menjayakan Islam kita juga akan mendapatkan pahala yang sama jikalau kita belajar ilmu agama.

Jadi mulai sekarang, mari kita, umat Islam selalu beriqra dan beriqra terus, belajar dan belajar terus dan jangan malas, belajar bukan hanya semata2 untuk mencari duit atau demi motivasi diri saja tapi untuk menjadikan Islam sebagai agama yang berjaya di Bumi dan di akhirat….. Insha Allah dengan begitu, orang2 kerdil macam si Wilders itu di masa mendatang akan bungkam………..

Film-Film Horror Yang Saya Sukai…..

the_others.jpgShutter (Thailand)

Ide postingan ini didapat 2 hari yang lalu pada malam hari ketika saya menonton marathon dua film horror sekaligus yaitu The Messengers yang saya tonton dari DVD dan kebetulan setelah itu ada film horror juga yang ditayangkan HBO yaitu Imaginary Playmate. Karena anggota keluarga lain tidak ada yang suka film horror maka saya melihat kedua film itu di kamar tidur saya. Kedua film horror tersebut The Messengers dan Imaginary Playmate menurut saya adalah dua film horror yang saya sukai walaupun bukan film horror yang paling saya sukai sampai saat ini. Jadi film2 horror manakah yang paling saya sukai??

Sebelumnya, walaupun banyak yang menyatakan bahwa film2 horror adalah film2 yang nggak bermutu, tapi tidak membuat saya untuk tidak menyenangi genre film ini. Pede aja lagi, anjing menggonggong khafilah berlalu! :mrgreen: Walaupun saya bukan kritikus film, tapi saya bisa mengatakan bahwa bobot suatu film bisa dilihat dari berbagai macam sudut. Jadi sah2 saja ‘kan kalau saya mengatakan bahwa film AAC yang super membosankan itu kualitasnya nggak lebih baik daripada beberapa film2 horror!! Huehehe…. Ok, kita kembali ke topik, jadi film horor apa yang paling saya sukai sampai sekarang??

Film horror yang paling saya kagumi senangi adalah film horror Thailand yang berjudul “Shutter“. Saya pertama kali diperkenalkan film ini oleh teman saya sekantor yang mengetahui saya suka sekali dengan film2 horror (walaupun pada kenyataannya juga banyak film2 horror bahkan film2 horror buatan Hollywood yang sangat mengecewakan!) dan menyuruh saya untuk menonton film tersebut. Pertama kali disuruh nonton film itu oleh teman saya tersebut, saya meremehkan kualitas film tersebut.

“Ah, horror Thailand, pasti garing deh horrornya, dan kualitasnya nggak bakalan jauh dari film Jelangkungnya Indonesia” begitu fikirku pertama kali. Tapi akhirnya aku berfikiran tidak ada salahnya untuk mencoba menonton toh kepingan DVD bajakannya dipinjamkan oleh temanku dan aku tidak mengeluarkan uang sepeserpun untuk itu. Namun begitu aku menonton film tersebut, sungguh aku terkejut karena aku tidak bisa melepaskan pandanganku dari layar televisi! Film horror ini dibuat dengan sangat teliti dan teknik yang cukup canggih dan kualitas film ini setara dengan kualitas film horror papan atas buatan Hollywood. Film ini bukan saja berhasil ‘menakut2i’ dan membikin orang yang menontonnya ‘jantungan’ tapi juga film ini mempunyai plot cerita yang sangat baik. Film ini bercerita tentang kejahatan di balik fenomena2 seram berupa gambar2 misterius/hantu yang terdapat dalam foto-foto yang diambil.

Berbeda dengan kebanyakan film horror picisan Indonesia yang kejahatannya sudah diceritakan duluan dan akhirnya arwahnya penasaran dan membalas dendam (biasa! klise!). Film inipun juga tidak menampilkan suara2 ketawa model hantu2 Indonesia yang suka ber’hihihihihihihihi……..’ model ketawa nenek sihir atau hantu kuntilanak khas Indonesia. Di dalam film ini juga tidak ada kyai yang bersenjatakan Al-Quran guna memberantas para setan atau hantu yang bergentayangan. Nggak masuk akal, moso setan takut sih sama Al-Quran??? Mana ada!! Wong, Al-Quran itu diciptakan Allah untuk pedoman hidup dan spiritual kaum Muslimin kok. Kalau ingin mengalahkan setan dengan Al-Quran nggak perlu seorang kyai, kita sendiri juga bisa mengalahkan setan dengan Al-Quran, caranya?? Yaa… kita baca baik2 itu Al-Quran lalu kita interpretasikan dengan baik lalu kita amalkan apa yang ada di dalamnya. Dengan begitu Insha Allah, setan2 akan kalah… bukankah begitu yang masuk akal?? 😀 Tapi biarlah…. namanya juga film…. :mrgreen: Ok… kita kembali lagi ke topik…. pendek kata bagi mereka yang suka dengan film horror anda sepatutnya menonton film ini selain jurus2 ‘menakut2’in’nya sangat jitu ceritanyapun sangat berkesan dan yang terpenting ceritanya tidak mudah tertebak akhir ceritanya, memberikan impuls tersendiri yang mengesankan di dalam otak kita (menurut saya lho…. hehehe…..). O ya, film ini dibintangi oleh Ananda Everingham dan Natthaweeranuch Thongmee serta disutradarai oleh Pakpoom Wongpoom. Dan perlu pula diketahui bahwa film Shutter ini juga menarik perhatian sineas2 Hollywood di sana dan mereka telah membuat film “Shutter” versi Amerika atau Hollywoodnya.

Film Horror kedua yang saya senangi adalah “The Others” yang dibintangi oleh bintang film Australia terkenal Nicole Kidman. Film ini pertama kali saya lihat di stasiun TV kabel Star Movies beberapa tahun yang lalu. Film ini bercerita tentang seorang ibu berserta kedua anaknya yang menderita penyakit genetis yang membuat mereka sangat peka dengan sinar matahari. Film yang bersetting tahun 1940an sesaat setelah Perang Dunia II selesai menceritakan bahwa ibu sang suami gugur dalam perang. Cerita dimulai dengan kedatangan ketiga orang pembantu untuk bekerja di rumah puri si ibu tersebut. Sejak kedatangan para pembantu tersebut si ibu mengalami banyak kejadian aneh terutama suara2 aneh di dalam rumah purinya yang besar itu. Setelah sekian lama si ibu baru sadar bahwa ternyata ketiga pembantunya tersebut telah meninggal 50 tahun yang lalu karena tuberculosis. Namun itu bukan akhir dari cerita film ini, karena akhir dari cerita film ini sangat mengejutkan tapi membuat orang yang menontonnya terasa puas. Bagi mereka yang belum menontonnya silahkan melihat sendiri akhir dari cerita ini hehehe….. Nah, yang membuat film ini sangat bagus menurut saya ada dua yaitu: Pertama, film horror ini menghadirkan ketegangan tanpa kehadiran makhluk2 seram, ketegangan yang disajikan hanya berupa suara2 misterius yang berada di dalam rumah puri tersebut, dan walau tanpa kehadiran makhluk2 halus yang seram dan hanya berupa suara2 misterius tapi film ini tidak kehilangan nuansa mencekamnya. Kedua, akhir film ini sangat mengejutkan menurut saya. Jadi bagi yang ingin menonton silahkan menonton sendiri. 😀

Nah, begitulah sekelumit kedua film horror yang paling saya sukai sampai saat ini. Mudah2an di masa mendatang akan terdapat banyak film2 horror seperti ini, film2 horror bermutu yang tidak hanya sekedar menjual kesadisan atau darah yang bermuncratan di sana sini seperti halnya film2 horror murahan………..

Es Cendol dan Batik dari Malaysia?? Enak Aja!!

Sang Saka Merah PutihPostingan ini bukan bersumber dari pemberitaan di televisi yang kerap kali memberitakan klaim2 Malaysia atas budaya kita melainkan berasal dari sebuah chatting atau diskusi atau lebih tepatnya lagi perdebatan antara kedua teman baik saya di dunia cyber, yang satu dari Indonesia yang satu dari Malaysia. Saya sendiri ketika perdebatan itu berlangsung tidak berada di tempat dan saya hanya tahu perdebatan itu karena diceritakan oleh teman saya yang Indonesia itu. Nah, si Malaysia (yang juga teman baik saya itu) mengklaim bahwa batik dan Es Cendol berasal dari Malaysia!! Batik ia katakan berasal dari daerah Kelantan bahkan menurut si Malaysia ini batik di Indonesia dibawa oleh orang2 Indonesia yang merantau ke Malaysia dan diperkenalkan di Indonesia setelah mereka pulang ke tanah air. Sungguh menggelikan!! Perlu dicatat bahwa si Malaysia sendiri tidak pernah bisa membuktikan bahwa batik (dan es cendol) berasal dari Malaysia! Mudah2an ini tidak menggambarkan keinferioran cara berfikir orang2 Malaysia!! :mrgreen:

Saya sudah mencari habis2an di seluruh Internet dan bukan hanya di Wiki tentang batik dan es cendol. Mengenai batik memang banyak disebutkan sangat sulit untuk menentukan negeri asal muasal batik. Karena batik2 kuno bukan saja ditemukan di Indonesia ataupun Malaysia tapi juga banyak ditemukan di belahan bumi lainnya seperti di Afrika barat, Mesir, India, China bahkan ada juga batik Celtic dari Inggris kuno. Jadi memang sulit untuk menentukan asal muasal negeri batik. Namun walaupun begitu di semua situs yang menampilkan artikel batik sepakat bahwa yang mengharumkan nama batik ke seluruh dunia adalah Indonesia dan bukan Malaysia!! Itu karena batik sangat berkembang di Indonesia terutama di tanah Jawa dan Bali yang dimulai pada abad pertengahan, corak2, motif2 dan juga teknik membatik sangat berkembang di negeri ini yang pada akhirnya membuat orang2 Eropa tertarik untuk ikut memperkenalkan batik di negerinya masing2. Jadi yang punya andil besar untuk memperkenalkan batik ke seluruh pelosok dunia adalah Indonesia dan bukan Malaysia yang batiknya norak dan nggak berseni sedikit monoton.

Sedangkan Es Cendol di situ jelas2 disebutkan bahwa minuman (dessert) tersebut berasal dari Indonesia atau tepatnya dari tanah Jawa walaupun es cendol itu juga populer di Malaysia, Singapura dan juga Thailand selatan. Namun teman kita yang dari Malaysia itu tetap tidak percaya dan masih tetap pada pendiriannya bahwa es cendol itu berasal dari Malaysia walaupun ia tidak bisa membuktikannya hitam di atas putih. Dasar orang Malaysia kemampuannya cuma segitu aja! :mrgreen:

Nah, lewat artikel saya ini tujuannya adalah tidak untuk memusuhi orang Malaysia tentu saja, namun kita mesti waspada. Kita sering menganggap remeh, ah buat apa sih masalah batik dan es cendol aja diributin. Tapi nanti kalau orang lain sudah mengklaim dan kita sudah kehilangan sesuatu yang dulunya diremehin itu, baru kita seperti kebakaran jenggot. Lihat saja pulau2 Sepadan dan Ligitan, dulunya mungkin kita remehkan kehadiran fisik Malaysia di kepulauan itu, akhirnya setelah kita kehilangan baru kita menyesali perbuatan kita yang ‘nerimo‘ dan suka meremehkan masalah itu. Belum lagi kasus2 lainnya seperti tapal batas negara di Kalimantan yang sudah bergeser serta pengklaiman budaya2 kita oleh Malaysia! Semuanya harus diantisipasi dari awal dan kita harus waspada. Kita seyogianya menyadari bahwa banyak orang2 Malaysia yang berfikiran seperti teman saya tersebut yang mungkin dipengaruhi oleh media2 lokal yang dikontrol pemerintah yang tidak demokratis secara ketat yang banyak menghembus2kan pengklaiman (meski secara halus) bahwa budaya A atau B berasal dari Malaysia padahal itu dari Indonesia, jadi kita seyogianya tetap waspada. Banyak orang2 Malaysia seperti yang banyak saya temui jikalau kalah berdebat mereka akan mengatakan “ah, janganlah antara rakyat Indonesia dan Malaysia bergaduh hanya untuk masalah seperti ini! Nanti jikalau rakyat Indonesia dan Malaysia bergaduh nanti umat (lagi2) Yahudilah yang senang tu! Sesama Muslim janganlah bergaduh tuh!”. Memang pernyataan tersebut tidaklah 100% salah yang berarti juga tidak 100% benar. Namun kita juga harus ingat bahwa jikalau kita lengah kita selalu ‘ditikam’ oleh mereka (Malaysia) dari belakang seperti yang sudah sering terjadi belakangan ini. Apakah itu sebuah paragon dari kehidupan bersaudara sesama Muslim yang mereka gambarkan??

Nah begitulah, tulisan ini dibuat tentu tidak untuk memusuhi jiran kita yang bernama Malaysia itu. Justru sebaliknya kita hidup bertetangga harus saling menghormati dan tidak menikam dari belakang. Kita memang harus hidup damai dan tentram namun kalau kita ditikam dari belakang kita wajib untuk bereaksi dan memberikan hajaran yang setimpal pula untuk mereka. Hal ini tentu bukan saja berlaku untuk Malaysia tapi juga untuk negara2 lainnya. Bagaimana?? Setuju??

O iya, sebagai penutup saya ingin tahu dari para pembaca yang budiman, negara mana yang lebih “berhak” dengan pencak silat?? Indonesia atau Malaysia?? Orang Malaysia juga boleh lho berkomentar di sini hehehehe………

Akuntansi Forensik: Lebih Mirip Pekerjaan Detektif dibandingkan Pekerjaan Akuntan!

foraccounting.jpgOk, ini adalah lanjutan postingan saya sebelumnya tanggal 12 Maret yang lalu. Buku kedua yang saya dapat adalah buku Forensic Accounting karangan Hopwood, Leitner and Young. Kepada sohibku dari Surabaya yang dua minggu lagi bakal hijrah ke Bandung yang menghadiahi buku ini saya ucapkan terima kasih sedalam-dalamnya. :mrgreen:

Ok, kita langsung saja membahas buku ini. Pertama kali saya melihat buku ini, saya sedikit terkejut, karena memang sebelumnya saya tidak pernah membaca literatur mengenai Akuntansi Forensik*) hanya sepintas lalu pernah membaca dari beberapa artikel yang ada di beberapa majalah dan di beberapa situs kecil, itupun kebanyakan tidak sengaja saya melompat ke situs-situs tersebut. Di perguruan tinggi di negeri inipun bahkan di jurusan Akuntansi saya yakin masih sangat jarang yang menyelenggarakan kuliah Akuntansi Forensik ini. Lantas di mana terkejutnya?? Saya terkejut karena isi buku ini lebih mirip “buku petunjuk detektif” dibandingkan buku pelajaran Akuntansi. Atau sebenarnya lebih tepatnya gabungan antara pekerjaan detektif dan Akuntan Pemeriksa (auditor).

Nah, untuk itu kali ini saya akan membahas sedikit mengenai isi buku ini secara menyeluruh, karena untuk membahas masalah Akuntansi Forensik ini secara mendalam harus dilihat atau dibahas menurut subtopik-subtopik yang ada agar jadi lebih terfokus. Mudah2an di masa mendatang saya bisa membahas subtopik2 tersebut secara lebih mendetail setelah saya mendapatkan informasi dari sumber2 lain pula. Jadi untuk postingan ini sebenarnya lebih mirip sebuah resensi buku daripada pembahasan masalah Akuntansi Forensiknya sendiri.

Secara garis besarnya buku ini membagi pembahasan topik Akuntansi Forensik menjadi 3 bagian yaitu, Pertama, Dasar-dasar Akuntansi dan Hukum yang menjadi acuan pada Akuntansi Forensik. Di sini dibicarakan cukup mendetail mengenai ruang lingkup Akuntansi Forensik mulai dari pengenalan akuntansi forensik hingga ruang lingkup-ruang lingkup yang termasuk akuntansi forensik yang bersinggungan dengan ilmu2 lainnya seperti ruang lingkup hukum, ruang lingkup organisasi dan sistem informasi dan tentu saja auditing. Ilmu2 itulah yang menjadi ruang di mana pekerjaan akuntansi forensik berpacu. Di dalam ruang lingkup hukum dijelaskan mengenai sistem hukum dan yuridiksi serta sumber2 hukum yang ada (yang sayangnya yang dijelaskan di buku ini adalah sistem di AS sana, bagi praktisi di Indonesia mungkin bisa dibuat sebagai bahan perbandingan) mulai dari hukum konstitusional (konstitusi/UUD) hingga hukum administratif. Di dalam ruang lingkup hukum ini juga dijelaskan mengenai Investigasi dan Pengadilan rasanya benar2 seperti membaca sebuah buku mengenai hukum yang berbumbu masalah detektif. Dalam ruang lingkup organisasi dan sistem informasi dijabarkan mengenai struktur organisasi yang berkaitan erat dengan sistem pengendalian intern terutama yang mencakup masalah transaksi keuangan, tentu ujung2nya keterkaitannya pula dengan sistem informasi (akuntansi dan manajemen). Sedangkan dalam ruang lingkup auditing dijelaskan mengenai fungsi auditor dalam akuntansi forensik selain itu juga banyak dijelaskan mengenai materialitas dan resiko dalam audit, pernyataan audit dan kepentingannya serta detail2 mengenai prosedur2 dalam auditing mulai dari pengumpulan bukti dan sampling  hingga kompilasi pelaporan audit. Di bagian ini baru tercium aroma akuntansinya………. 😀

Kedua, adalah mengenai teknik-teknik dan alat-alat yang bisa dipakai dalam Akuntansi Forensik. Teknik-teknik dan alat-alat yang dipergunakan di sini banyak dipakai dalam bidang2 forensik lainnya atau ilmu2 forensik lainnya. Daerah spesialisasi akuntansi forensik dapat meliputi forensik komputer, kriminalistik, daktilografi, identifikasi forensik, bukti forensik serta palaeografi*) forensik. Selain itu ada pula mengenai Keamanan Informasi yang erat kaitannya dengan ISO (international Standards Organisation). ISO 9000-9004 erat kaitannya dengan penerapan standard yang berhubungan dengan manajemen pengendalian kualitas yang ada hubungannya dengan jasa dan manajemen pengendalian kualitas. Sedangkan ISO 27000-27005 langsung berhubungan dengan keamanan informasi (information security). Dalam seksi Audit Forensik dan Investigasi mencakup penjelasan simptom atau tanda2 kecurangan finansial dan bagaimana mereka diinvestigasi, juga pengidentifikasian sumber2 bukti yang dapat berguna bagi akuntan forensik. Selanjutnya juga dijelaskan mengenai teknik2 umum dan khusus dalam investigasi seperti wawancara, interogasi, pemanfaatan petunjuk2 verbal dan nonverbal dari subyek yang diwawancara termasuk juga pemaparan pertanyaan2 yang efektif dalam sebuah perkara dan sebagainya. Pendek kata selain banyak melibatkan peralatan canggih seperti laboratorium forensik dan juga keahlian sistem informasi juga banyak melibatkan pendekatan2 psikologis dalam pelaksanaan investigasi.

Ketiga adalah  kasus2 di mana aplikasi akuntansi forensik sering diterapkan. Di dalam buku ini beberapa kasus yang menarik adalah mengenai

  • Kecurangan dalam Laporan Keuangan
  • Kecurangan yang dilakukan oleh para pekerja, vendor dan fihak lainnya terhadap organisasi
  • Kecurangan Perpajakan
  • “Pencurian” pada saat kebangkrutan, perceraian dan juga Pencurian Identitas
  • Investigasi Terorisme dan Kejahatan Terorganisasi (Ini yang paling menarik, mencakup masalah aliran dana dan sumber2 dana bagi organisasi teroris!!)
  • Business Valuation
  • Hal-hal lainnya yang mencakup perselisihan keuangan

Menurut saya buku ini cukup enak, cukup lengkap dan cukup sistematis untuk dibaca bagi mereka yang ingin mengetahui akuntansi forensik. Namun sayang buku ini tentu saja memakai kepada sumber hukum dan referensi2 lainnya (seperti standard auditing) yang khas Amerika yang bagi pembaca di Indonesia mungkin perlu banyak penyesuaian, namun untuk sekedar perbandingan buku ini boleh dikatakan lebih dari cukup. O iya, dan satu lagi, bagi yang suka membaca buku2 yang kaya akan kombinasi tulisan, tabel, rumus2 matematika, ilustrasi dan foto yang atraktif serta diagram2 indah seperti saya siap2 untuk kecewa, karena buku ini kurang menawarkan ilustrasi dan diagram2 yang indah walaupun tabel dan ilustrasi cukup representatif dalam buku ini namun dari segi artistik yang memanjakan mata nampaknya hanya standard2 saja! Hehehehe…….

_______________________________________

Forensic Accounting: The application of investigative and analytical skill for the purpose of resolving financial issues in a manner that meets standards required by courts of law. 

Palaeography : The study of writing (especially handwriting) and documents especially the ones from the past.

Belajar Memecahkan Masalah dan Ajakan Shalat??

Berhubung karena alasan klasik lagi malas mengetik panjang2 maka saya sudah memeinta maaf dengan teman saya yang memberikan buku Forensic Accounting, bahwasannya mungkin saya baru bisa menyelesaikan postingan tersebut esok hari. Dan syukurlah teman saya yang baik hati (ada udang dibalik bakwan nggak nih?? :mrgreen: ) itu sudah memaafkan saya (asalkan ia dikasih bakwan terus2an huehehehe… just kidding!).

Sebagai gantinya saya akan mencomot sebuah video klip dari acara televisi matematika terkenal: Square One TV yang terkenal di awal tahun 1990an. Bagi mereka yang paceklik bandwidth dan dijatah bersabarlah dan waspadalah meskipun ukuran video ini cukup kecil yaitu cuma 8 MB. Mendengarkan musik dari video ini sebaiknya dengan sistem stereo yang bagus dan jangan mengandalkan speaker internal dalam notebook anda agar lagu terdengar indah maksimal hehehe……

Video musikal ini bercerita tentang dua orang anak yang mencoba memecahkan huruf Mesir kuno hieroglif (eh tulisannya dalam bahasa Indonesia benar ya??) di sebuah bazaar zaman dahulu di Timur Tengah sana. Kedua orang anak itu akhirnya bertemu dengan seorang tua yang bijak (diperankan aktor Amerika Serikat Larry Cedar yang telah banyak menyukseskan acara edukatif matematika Square One TV ini) yang membantu mereka memecahkan “misteri” tulisan hieroglif ini. Inti dari video ini adalah mengajak kita untuk memecahkan masalah dengan cara lain kalau kita menemukan sebuah jalan buntu dan jangan cepat menyerah, ini terutama berlaku jikalau kita tengah belajar matematika. O iya, di akhir video ini akan ada ajakan shalat bagi mereka ummat Muslim huehehehe…. Apa hubungannya ya?? Embuh lah…. silahkan menikmati saja deh……..

Change your point of view, look at the problem in a way that’s fresh and new!!

Strange but yes it’s true, you will never be stopped if you change your point of view!!

Negara-Negara Timur Tengah Lebih Makmur Tapi Masyarakatnya “Kurang Terpelajar”??

Perhatian:

Artikel ini semata-mata ditujukan untuk bahan renungan dan diskusi semata, tidak ada maksud untuk menjelek2an sebuah ras atau bangsa lewat blog ini. Ini tidak ada sangkut pautnya dengan agama ataupun politik. Kedewasaan wawasan pembaca sangat dianjurkan!

_____________________________________________

Sebenarnya hari ini aku ingin membahas sebuah buku “Forensic Accounting” yang dihadiahi oleh seorang temanku yang baik hati. Namun kemarin malam ketika aku masih “terpesona” dengan gambar2 yang ada di buku Geographica World Atlas & Encyclopedia tiba-tiba mataku tertuju pada beberapa buah tabel fakta mengenai data-data kuantitatif dari masing-masing negara yang menuntunku pada sebuah topik di artikel ini yang menurutku sangat menarik untuk didiskusikan. Untuk itu, agar topik ini tidak kelupaan, saya akan menuliskannya hari ini dan topik mengenai “Forensic Accounting” ditunda sampai 3 hari ke depan.

Topik “menarik” apa yang saya temukan?? Untuk itu sebelumnya lihat tabel berikut ini yang saya petik dari buku Geographica tersebut:

Tingkat Melek Huruf  Beberapa Negara-Negara Arab vs  Beberapa Negara ASEAN:

Negara Pendapatan Nasional Kotor /Gross National Income Tingkat Melek Huruf
Saudi Arabia US$ 12.464 78,8%
Uni Emirat Arab US$ 26.147 77,9%
Kuwait US$ 25.963 83,5%
Qatar US$ 32.112 82,5%
Indonesia US$ 1.420 87,9%
Malaysia US$ 5.490 88.7%
Thailand US$ 2.990 92,6%
Vietnam US$ 690 90,3%

Di sini kita melihat bahwa negara-negara Timur Tengah (Arab) yang mempunyai pendapatan per kapita (kepala/orang) jauh di atas negara2 ASEAN, namun tingkat buta hurufnya jauh lebih tinggi dibandingkan negara2 ASEAN yang pendapatan per kapitanya jauh lebih rendah! Tingkat melek huruf yang paling rendah di kalangan negara2 Timur Tengah (yang saya tidak tega untuk memuatnya :mrgreen: ) adalah Irak dengan tingkat melek huruf hanya 40,2% !! Alangkah kasihannya!! Sedangkan di antara negara2 ASEAN yang paling rendah tingkat melek hurufnya adalah Laos dengan 66,4%. Kita lihat dari tabel di atas, Vietnam dengan pendapatan per kapita hanya US$ 690 namun mempunyai tingkat melek huruf yang mengagumkan untuk kelas negara2 berkembang yaitu lebih dari 90%! Bandingkan dengan Qatar yang mempunyai pendapatan per kapita lebih dari US$ 30.000 tapi tingkat melek hurufnya hanya 82,5%!

Fenomena apakah ini?? Kenapa negara2 Timur Tengah (saya ganti istilah negara2 Arab dengan istilah Timur Tengah agar nggak terkesan SARA :mrgreen: ) yang notabene jauh lebih makmur tetapi tidak begitu berhasil dalam “mengedukasi” penduduknya?? Yang saya ketahui konon katanya banyak fasilitas2 pendidikan yang berkelas dunia tapi kenapa tetap ‘gagal’ menaikkan mutu pendidikan rakyatnya?? Apakah ini berarti kenaikan tingkat pendapatan tidak harus sejalan dengan kenaikan “mutu” sumberdaya manusia?? Atau memang kasus di Timur Tengah ini adalah anomali?? Lantas apa penyebab keanomalian ini???

Seperti kita ketahui bahwa sebagian penduduk Timur Tengah adalah bergama Islam (ah, lagi2 bawa2 agama!! 😦 ), namun dalam Islam sendiri sangat ditekankan untuk menjadi orang yang berilmu, ini diperkuat oleh turunnya ayat Al-Quran yang pertama adalah “Iqra!” alias bacalah! (Q.S. 96:1). Ya benar, untuk menjadi seseorang yang berilmu tentu harus pandai membaca, hampir tidak mungkin seseorang menjadi cerdas jikalau ia tidak bisa membaca kecuali mungkin adalah rasulullah yang banyak diceritakan sebagai ummi atau buta huruf.

Nah, lepas dari masalah agama apalagi politik, apakah yang menyebabkan fenomena ini semua?? Jikalau ada yang bisa menjelaskan dilihat dari masalah agama, mudah2an dapat dijelaskan dengan sangat obyektif jauh dari dugaan2 plot2 politis yang tidak jelas dan tidak obyektif! Nah, ada yang tahu tentang masalah ini? :mrgreen:

Asyiknya Belajar Geografi………

Buku 'Geographica World Atlas & Encyclopedia'Awal minggu ini aku mendapatkan dua buah buku yang bagus2 dari dua orang yang berbeda. Aku sangat senang sekali, karena buku-buku tersebut buku2 impor yang mahal2 cocok sekali dengan seleraku. Buku pertama adalah Geographica World Atlas & Encyclopedia yang datang bersama VCD Cap Go Meh di Singkawang yang juga keren dan dodol duren yang nyam-nyam punya. Yang satu lagi adalah Forensic Accounting dari seseorang juga yang rajin pula memberi komentar di blogku, walaupun ia nggak punya blog, sebagai tanda penyesalan karena telah mengkritikku secara pedas seminggu sebelumnya! Aduh terharu juga aku! :mrgreen:

Nah, sebagai tanda terima kasihku yang ikhlas karena belum bisa membalas membeli buku2 yang mahal karena lagi bokek, :mrgreen: maka untuk postingan kali ini dan postingan berikutnya akan saya bahas mengenai isi kedua buku tersebut. Tadinya saya juga ingin membahas tentang VCD Cap Go Meh-nya, tetapi setelah difikir2 kok lebih baik kalau ingin tahu langsung melihat VCD-nya aja, bagus kok! O iya, postingan ini ikhlas keluar dari dalam hati saya dan bukan kemauan para donatur yang sangat budiman tersebut! :mrgreen:

Ok buku pertama yang saya bahas kali ini adalah Geographica World Atlas & Encyclopedia, dari judulnya saja kita sudah mengetahui bahwa isinya adalah segala hal yang menyangkut geografi. Buku ini tentu saja sangat keren abis, berisi informasi2 yang luas dan terkini mengenai ilmu Geografi lengkap dengan atlas2 komprehensif dan mendetail dari seluruh bagian bumi yang ada. Dicetak di atas kertas berkualitas premium dan seluruh bukunya full-colour dengan foto2 dan gambar2 serta ilustrasi grafis yang menawan!

Sebenarnya saya sudah lama tidak belajar Geografi, walaupun saya mempunyai beberapa buku Geografi yang sudah sedikit outdated, namun bukan berarti bidang ini tidak menarik. Justru sebaliknya, dari buku Geographica ini, mata saya dibuka lebar2 bahwa ilmu Geografi kini sudah sangat berkembang dan juga menyinggung berbagai ilmu lainnya seperti: Geologi, Astronomi, Ekonomi, Sosiologi, Sejarah, Statistika dan sebagainya. Yang saya suka dari buku tersebut adalah walaupun otak kita belajar pada saat membacanya namun mata kita juga dimanja oleh foto2 yang indah dan ilustrasi grafis yang bagus, khas buku2 nonfiksi terbitan luar planet negeri (baca: Amerika Serikat/Inggris). Itu belum termasuk indeks yang komprehensif (yang jarang saya temui di buku2 Indonesia yang bikinnya suka asal2an) yang sangat memudahkan saya menemukan topik yang akan dibaca kembali.

Buku ini dibagi ke dalam 4 bagian. Namun yang akan saya singgung di sini hanya 3 bagian saja karena bagian keempat merupakan indeks buku. Bagian Pertama membahas masalah planet Bumi secara fisik. Di sini diceritakan Bumi yang bagian (kecil sekali) daripada alam semesta. Dalam bagian ini juga diceritakan ringkas dimulai dari alam semesta yang maha luas itu sendiri hingga menyempit menjadi galaksi, tata surya, bintang2 dan planet2 hingga berakhir terfokus pada pembentukan planet Bumi dan sejarah pembentukannya mulai dari evolusi bumi, terbentuknya makhluk2 hidup di permukaan bumi, kekayaan2 alam di permukaan Bumi hingga terakhir adalah eksploitasi manusia atas planet bumi dan kekayaan2 alamnya demi kesejahteraan umat manusia. Semuanya diceritakan dengan teratur dan sangat sistematis.

Bagian Kedua menceritakan Manusia dan Masyarakat (People and Society), bagian inilah yang menurut saya paling menarik. Bagian ini menggambarkan sedikit banyak aktivitas2 manusia yang mengubah wajah planet ini. Di sini dipaparkan mulai dari evolusi manusia hingga kegiatan2 manusia di era modern ini seperti globalisasi, efek2 positif dan negatifnya, serta e-commerce. Juga di bagian ini diceritakan migrasi manusia, pertanian yang termasuk kegiatan yang pertama kali dilakukan manusia beradab, juga agama2 dan penyebarannya, perkembangan kerajaan2 dan kekaisaran2 kuno yang di mulai dari negara yang cuma sebesar kota hingga menjadi kekaisaran yang sangat kuat dan luas seperti Romawi, dsb. Banyak sekali sebenarnya hal-hal menarik dalam buku tersebut yang tentu saja tidak cukup hanya dibuat dalam satu postingan saja. Mungkin dalam kesempatan yang akan datang, saya akan kembali mengambil topik2 dari bagian buku ini dengan lebih (sangat) mendetail.

Bagian Ketiga mendeskripsikan daerah-daerah di seluruh dunia hingga dijelaskan sampai per negara lengkap dengan tabel fakta aktual dari setiap negara. Bagian ini juga dilengkapi dengan peta2 yang cukup komprehensif dari negara2 tersebut hingga negara2 yang sangat kecil yang mungkin belum pernah kita dengar seperti Aruba (di Karibia), Republik Palau (di Lautan Pasifik), ataupun Cape Verde Islands (di Lautan Atlantik dekat benua Afrika), dan lain-lain. Dan hebatnya lagi terdapat juga banyak deskripsi mengenai daerah2 kolonial yang sampai hari ini belum merdeka dengan peta2nya yang cukup detail seperti Wallis & Futuna (koloni Perancis), Polynesia Perancis (koloni Perancis) yang salah satu pulaunya, Tahiti, adalah daerah pariwisata yang sangat terkenal yang menyaingi keindahan pantai2 Hawaii dan Bali, Kepulauan Midway (milik AS) yang terkenal dengan sejarah pertempuran antara AS dan Jepang pada Perang Dunia II, Kepulauan Falklands atau Malvinas (milik Inggris) yang menjadi ajang pertempuran antara Inggris dan Argentina di tahun 1982 lalu, dan masih banyak lagi daerah2 kolonial yang dideskripsikan yang mungkin jarang kita temukan di buku2 Geografi biasa (apalagi buku2 Geografi terbitan Indonesia….!). Juga dari buku ini saya baru sadar bahwa bekas Yugoslavia telah terpecah menjadi negara2 yang sangat kecil sekali. Terakhir yang saya tahu, Serbia, Macedonia dan Montenegro masih menjadi satu, namun kini mereka semua telah benar2 terpisah alias bubar dan menjadi negara2 merdeka tersendiri. Walaupun Serbia kini negara kecil dengan penduduk hanya 9,5 juta jiwa, namun prestasinya lebih mendunia dibandingkan Indonesia yang besar dan berpenduduk 220 juta, minimal dalam olahraga, Serbia kini banyak menghasilkan petenis2 tingkat dunia, dan prestasi sepakbola mereka tetap disegani di daratan Eropa, bahkan dunia! Bandingkan dengan prestasi olahraga kita! Hehehe……..

Pendek kata, banyak sekali sebenarnya hal2 menarik mengenai Geografi yang bisa kita ceritakan dari buku ini. Mungkin nanti saya akan kembali dengan sebuah topik dari buku ini dengan lebih mendetail. Sebagai akhirul kata, sekali lagi saya ucapkan terima kasih sedalam2nya kepada rekan blogger yang telah dengan ikhlas menghadiahi saya dengan buku yang sangat indah ini……… 🙂