Es Cendol dan Batik dari Malaysia?? Enak Aja!!

Sang Saka Merah PutihPostingan ini bukan bersumber dari pemberitaan di televisi yang kerap kali memberitakan klaim2 Malaysia atas budaya kita melainkan berasal dari sebuah chatting atau diskusi atau lebih tepatnya lagi perdebatan antara kedua teman baik saya di dunia cyber, yang satu dari Indonesia yang satu dari Malaysia. Saya sendiri ketika perdebatan itu berlangsung tidak berada di tempat dan saya hanya tahu perdebatan itu karena diceritakan oleh teman saya yang Indonesia itu. Nah, si Malaysia (yang juga teman baik saya itu) mengklaim bahwa batik dan Es Cendol berasal dari Malaysia!! Batik ia katakan berasal dari daerah Kelantan bahkan menurut si Malaysia ini batik di Indonesia dibawa oleh orang2 Indonesia yang merantau ke Malaysia dan diperkenalkan di Indonesia setelah mereka pulang ke tanah air. Sungguh menggelikan!! Perlu dicatat bahwa si Malaysia sendiri tidak pernah bisa membuktikan bahwa batik (dan es cendol) berasal dari Malaysia! Mudah2an ini tidak menggambarkan keinferioran cara berfikir orang2 Malaysia!!:mrgreen:

Saya sudah mencari habis2an di seluruh Internet dan bukan hanya di Wiki tentang batik dan es cendol. Mengenai batik memang banyak disebutkan sangat sulit untuk menentukan negeri asal muasal batik. Karena batik2 kuno bukan saja ditemukan di Indonesia ataupun Malaysia tapi juga banyak ditemukan di belahan bumi lainnya seperti di Afrika barat, Mesir, India, China bahkan ada juga batik Celtic dari Inggris kuno. Jadi memang sulit untuk menentukan asal muasal negeri batik. Namun walaupun begitu di semua situs yang menampilkan artikel batik sepakat bahwa yang mengharumkan nama batik ke seluruh dunia adalah Indonesia dan bukan Malaysia!! Itu karena batik sangat berkembang di Indonesia terutama di tanah Jawa dan Bali yang dimulai pada abad pertengahan, corak2, motif2 dan juga teknik membatik sangat berkembang di negeri ini yang pada akhirnya membuat orang2 Eropa tertarik untuk ikut memperkenalkan batik di negerinya masing2. Jadi yang punya andil besar untuk memperkenalkan batik ke seluruh pelosok dunia adalah Indonesia dan bukan Malaysia yang batiknya norak dan nggak berseni sedikit monoton.

Sedangkan Es Cendol di situ jelas2 disebutkan bahwa minuman (dessert) tersebut berasal dari Indonesia atau tepatnya dari tanah Jawa walaupun es cendol itu juga populer di Malaysia, Singapura dan juga Thailand selatan. Namun teman kita yang dari Malaysia itu tetap tidak percaya dan masih tetap pada pendiriannya bahwa es cendol itu berasal dari Malaysia walaupun ia tidak bisa membuktikannya hitam di atas putih. Dasar orang Malaysia kemampuannya cuma segitu aja!:mrgreen:

Nah, lewat artikel saya ini tujuannya adalah tidak untuk memusuhi orang Malaysia tentu saja, namun kita mesti waspada. Kita sering menganggap remeh, ah buat apa sih masalah batik dan es cendol aja diributin. Tapi nanti kalau orang lain sudah mengklaim dan kita sudah kehilangan sesuatu yang dulunya diremehin itu, baru kita seperti kebakaran jenggot. Lihat saja pulau2 Sepadan dan Ligitan, dulunya mungkin kita remehkan kehadiran fisik Malaysia di kepulauan itu, akhirnya setelah kita kehilangan baru kita menyesali perbuatan kita yang ‘nerimo‘ dan suka meremehkan masalah itu. Belum lagi kasus2 lainnya seperti tapal batas negara di Kalimantan yang sudah bergeser serta pengklaiman budaya2 kita oleh Malaysia! Semuanya harus diantisipasi dari awal dan kita harus waspada. Kita seyogianya menyadari bahwa banyak orang2 Malaysia yang berfikiran seperti teman saya tersebut yang mungkin dipengaruhi oleh media2 lokal yang dikontrol pemerintah yang tidak demokratis secara ketat yang banyak menghembus2kan pengklaiman (meski secara halus) bahwa budaya A atau B berasal dari Malaysia padahal itu dari Indonesia, jadi kita seyogianya tetap waspada. Banyak orang2 Malaysia seperti yang banyak saya temui jikalau kalah berdebat mereka akan mengatakan “ah, janganlah antara rakyat Indonesia dan Malaysia bergaduh hanya untuk masalah seperti ini! Nanti jikalau rakyat Indonesia dan Malaysia bergaduh nanti umat (lagi2) Yahudilah yang senang tu! Sesama Muslim janganlah bergaduh tuh!”. Memang pernyataan tersebut tidaklah 100% salah yang berarti juga tidak 100% benar. Namun kita juga harus ingat bahwa jikalau kita lengah kita selalu ‘ditikam’ oleh mereka (Malaysia) dari belakang seperti yang sudah sering terjadi belakangan ini. Apakah itu sebuah paragon dari kehidupan bersaudara sesama Muslim yang mereka gambarkan??

Nah begitulah, tulisan ini dibuat tentu tidak untuk memusuhi jiran kita yang bernama Malaysia itu. Justru sebaliknya kita hidup bertetangga harus saling menghormati dan tidak menikam dari belakang. Kita memang harus hidup damai dan tentram namun kalau kita ditikam dari belakang kita wajib untuk bereaksi dan memberikan hajaran yang setimpal pula untuk mereka. Hal ini tentu bukan saja berlaku untuk Malaysia tapi juga untuk negara2 lainnya. Bagaimana?? Setuju??

O iya, sebagai penutup saya ingin tahu dari para pembaca yang budiman, negara mana yang lebih “berhak” dengan pencak silat?? Indonesia atau Malaysia?? Orang Malaysia juga boleh lho berkomentar di sini hehehehe………

39 responses to “Es Cendol dan Batik dari Malaysia?? Enak Aja!!

  1. yups, sepakat banget bung yari. artikel ini menjadi sangat penting, bukan ingin memusuhi si malaysia, melainkan lebih pada upaya untuk menemukan kebenaran yang sesungguhnya. kalo soal debat, bisa saja orang malaysia bikin justifikasi lewat pernyataan2 yang cenderung apologis. tapi yakinlah *halah sok tahu* kebenaran pasti akan terungkap. makin ngoto si malaysia bahwa batik dan es cendol milik negerinya makin terbukti bahwa si malaysia hanya pintar main klaim. kreativitas ndak punya kok ngaku sok jago. *halah, komen ini juga bukan untuk menaburkan kebencian terhadap saudara2 kita di malaysia, loh!*

  2. Emang nih…. Malaysia ga punya kreativitas, tp begini mas, nanti kalau mereka klaim Bhs Indonesia berasal dr bhs Melayu gimana tuh? Mungkin ga ya?? btw, kalo menurut saya silat itu asalnya jg membingungkan krn banyak alirannya. Tp aliran terbanyak sptnya dr indonesia tuh…..

    • oopsss tunggu dulu bung, perlu diketahui. akar bahasa melayu berasal dari Jambi, Sumatra, Indonesia.. bahkan bahasa Tagalog di pilipin juga akarnya dari bahasa melayu tms. yang di pakai di malaysia.. lol jadi salah kalo kita mengira kita ngankut bhs mereka, yng ada, mereka ngankut dari kita ahhahaha.. apa sih yang ga di ambil oleh mereka? hahahaha

  3. Hidup Indonesia…😀

    Mungkin orang Malaysia mengklaim batik itu berasal dari negerinya karena batik sudah dijadikan sebagai pakaian resmi kenegaraan mereka (iya ga?). Nah, makanya mereka bersikukuh mengaku-ngaku batik itu berasal dari nenek moyangnya.

    Sedangkan cendol, itu dulunya karena banyak mahasiswa Malaysia yang kuliah di negeri ini. Saat istirahat kuliah, mereka sering beli es cendol di pinggiran kampus. Makanya, setelah lulus, untuk menghilangkan rasa rindu mereka pada cendol, beberapa mahasiswa yang rindu cendol tadi mendirikan warung cendol.

    Whua ha ha ha ha ha… hebat ga ngarangnya nih?😀

  4. Biarkan saja koponakan kecil kita tersebut menelanjangi dirinya sendiri…
    toh mereka memang hanya anak-anak,
    jadi yo nggak level dong nantangi kita

  5. Masih sebel ama si “maling” ya? hehehehehe……

  6. Pribadi, jelas. Indonesia yang harusnya menjaga kebudayaannya. Hak paten jangan dipersulit. Birokrasi jangan bertele – tele, soalnya hal ini yang sering membuat Indonesia dongkol saat melawan Malaysia.😕

  7. tapi hikmah dari perselisihan diantara indonesia dgn malaysia itu adalah bangkitnya rasa nasionalisme para pemuda kita, terutama bagi para netter

  8. salam kenal aja, kunjungi blog saya di taufik79.wordpress.com.

  9. aduh cape deh lagi2 malaysia
    ngaku2 trus, mungkin karena malaysia ituh miskin budaya kali ya makanya budaya negara lain diaku2.

  10. begini pak, beberapa kerajaan di malaysia dulu malah berasal dari kerajaan bugis di sulsel sana, bisa mejadi bukti bahwa kebudayaan Indonesia lah yang dibawa ke sana…

  11. @Sawali Tuhusetya

    Iya nih Pak Sawali…. saya juga heran kok mereka selalu ngotot ngaku2 kebudayaan tetangga sendiri, itu kan sama aja kita mengambil barang2 milik tetangga, betul nggak pak??😀

    @AgusBin

    Wah, terkadang komen sampeyan bagus lho bin, tapi begini ya Bin, jikalau Malaysia mengklaim Bahasa Indonesia berasal dari Bahasa Melayu dan jika kita tidak diperbolehkan mengadopsi bahasa tersebut yang akan rugi itu mereka sendiri!! kenapa?? Karena selama ini Malaysia menggembar-gemborkan bahwa statistik pengguna bahasa Melayu adalah sekitar 200 juta orang!! Jikalau benar, angka tersebut didapat dari mana lagi kalau bukan dari Indonesia!! Betul nggak?? Andaikan mereka mengklaim Bahasa Indonesia sebagai bahasa Melayu dan kita tidak diperbolehkan menggunakannya (sepertinya hampir mustahil deh) maka yang rugi mereka sendiri karena kesempatan untuk menjadikan bahasa Melayu sebagai bahasa dunia menjadi akan semakin tertutup! Betul nggak?? Tapi andaikan kita tidak diperbolehkan lagi menggunakan bahasa Indonesia ya nggak masalah bagi saya, saya bisa pakai Bahasa Inggris atau Bahasa Jawa kok!😛
    O iya sampeyan pernah belajar silat ya?? Baru inget saya! Tapi udah jadi pendekar silat jangan manja gitu dong sifatnya hehehe….:mrgreen:

    @mathematicse

    Huahahaha…. hebat… hebat… hebat…. memang harus begitu ya?? Mengarang harus dibalas dengan mengarang juga…. memang orang Malaysia itu sangat pandai ngeboong mengarang ya??:mrgreen:

    @Ndoro Seten

    Iya memang…. nggak level dengan kita… kemajuan kemakmuran ekonomi mereka kebanyakan hanya didapat dari sedikitnya jumlah penduduk mereka saja nampaknya!

    @pr4s

    Huehehe… mas pr4s… dari mana aja nih?? Kok udah lama nggak nongol batang hidungnya?? Udah tambah item belum kelamaan di rig?? Hehehe….
    Tadinya sih udah nggak sebel lagi tapi denger seperti ini jadi sebel lagi!:mrgreen:

    @Mihael “D.B.” Ellinsworth

    Waduh…. kalau es cendol dipatenkan sepertinya agak lucu deh… sama seperti mempatenkan hamburger atau spaghetti…. yah itu sih “hati nurani” aja, kalau memang sifatnya “maling” ya pasti semuanya diaku2. Ada nggak ya negara lain selain Malaysia yang mengaku2 kebudayaan orang sebagai kebudayaan negerinya sendiri??😕

    @ridu

    Tapi mudah2an rasa nasionalisme kita tidak luntur walaupun tanpa kasus2 seperti ini, ya kan?😀

    @taufik

    Salam kenal juga… nanti akan saya kunjungi blog anda… terims ya telah mampir!😀

    @hanggadamai

    Iya ya… capek deh…. tapi mereka herannya nggak capek2 tuh mengaku2 kebudayaan negara lain… emang “maling” nggak pernah mengenal capek kali ya…. hehehe….

    @aRuL

    Sepertinya kalau ditelusuri dari sejarah atau antropologi atau yang lainnya sepertinya hampir semua kebudayaan Melayu di Malaysia berasal dari Indonesia… hehehe…:mrgreen:

  12. malaysia suka bnyk ngaku2 gitu krn budaya mereka emang gak ada, dan yg bs dijual hanya sepang ama menara petronas😛
    tp bodohnya kita gak bs ngantisipasi hal2 gitu2-an sejak dini, dan selalu kecolongan.

  13. numpang komentar…
    dulu malaysya mengklaim kep.ambalat berdasarkan peta tahunn (?) yang gak jelas samasekali..
    hehe saya ingat di buku sejarah nasional indonesia, majapahit pernah mengklaim wilayah malaysya. berarti dari peta kerajaan majapahit, wilayah semenanjung malaya dan singapura adalah wilayah indonesia hahaha.. begitupula dengan kalimantan utara & brunei.. eh omong2x malaysia kacang lupa kulit yak! dulu khan indonesia yang mengajari malaysia bisa jadi besar seperti sekarang….

  14. Lg sibuk dengan kerjaan om. ga sempat…..

  15. wheeeww… rasa nasionalisme saya terketuk kembali (selain tiap kali nonton timnas maen bola lawan negeri tetangga). yah, saya nggak perlu bukti-bukti dan fakta2 yang jelas soal asal-muasal batik dan cendol. Buat saya, saya 120% yakin seyakin-yakinnya bahwa batik dan cendol berasal dari negara saya; Indonesia!!

  16. Dalam tugas saya sering bepergian keliling Indonesia, dan ternyata masing-masing daerah punya kekhasan batik…corak, warna, desain nya berbeda. Saat saya ke Malaysia (sekitar tahun 2001, kemudian tahun 2002 dan 2003) untuk seminar, teman-teman Malaysia menjelaskan bahwa mereka juga mempunyai sejenis “batik” namun coraknya berbeda.

  17. Cendol aseli Endonesa, di kaskus aja sering dipake…:mrgreen:

    “kasih cendol buat juragan JAV!”😆

    *lagi kepengan nggak serius*

  18. @toim

    Yah begitulah….. menara petronas (yang notabene juga bukan buatan putra-putri Malaysia) juga sekarang bukan bangunan tertinggi di dunia lagi… sekarang yang resmi memegang titel bangunan tertinggi adalah Taipei 101…
    Yah begitulah kita selalu lengah karena kita selalu meremehkan suatu masalah seperti yg saya katakan di atas untuk itu mari kita sekarang senantiasa waspada…..

    @ardianzzz

    Malaysia jadi besar?? Sejak kapan?? Sampai sekarang Malaysia tetap kecil kok baik secara literatif maupun figuratif, tetap kecil kok! Hehehehe….. Tapi menurut saya biar aja Malaysia itu seperti kacang lupa akan kulitnya, toh kacang itu rasanya udah basi….hehehe…..

    @pr4s

    Oooo…. dikirain udah sombong sekarang, nggak mau kenal lagi hehehe….. btw, moso manggil aku om seh?? Emang aku dah tua banget gitu??:mrgreen:

    @khofia

    Hidup khofia!!!…. eh maksud saya hidup Indonesiaaa!!!😀

    @edratna

    Nah itu dia bu…. memang menurut banyak situs yg saya baca, sangat sulit untuk menentukan asal muasal negeri batik karena batik2 kuno bukan saja ternyata bukan saja ditemukan di Indonesia dan Malaysia tapi juga di belahan dunia lain. Namun semua situs sependapat bahwa yang membuat batik terkenal di seluruh dunia adalah Indonesia dan bukan Malaysia.🙂

    @Effendi

    Kalau komennya ngga serius njawabnya juga boleh ngga serius juga kan? Hehehe….😛:mrgreen:

  19. orang malaysia kurang kerjaan sihh… suruh ke surabaya aja bantu2 saya di laundry(sekalian promosi klo saya punya laundry), biar ada kerjaan tuh orang malaysia…:mrgreen:

  20. Halah😛 gak habis-habisnya tu dua kawan kita berdebat soal ini *ketawa sambil geleng-geleng kepala*

    Hmm.. kalo peuyeum dari Malaysiajuga gak ya😕 *kalo peuyeum-puan mah dari mana-mana juga ada yak*😀

    Kang, blog ini aku add ya di blog-ku.. nambahin blog dikau yang protes ttg bahasa urdu..masih aja atuh berlangsung sampai sekarang *wakakak*

  21. hehehe..manteb bener postingan bapak ttg M’sia.
    pihak berwenang di Ponty yg notabene deket M’sia malah sante2 aja *seolah* gak terjadi apa2, tapi konsulat M’sia sering didatangi pendemo😀

  22. salam, tak sangka saya perkara ini di perbesarkan sampai di tulis ke dalam blog…..saya KURANG SENANG sbb perdebatan itu hanya antara dua individu,kenapa pula perlu babitkan kepada semua orang?????? Seolah olah mengundang kemarahan kepada semua orang sedangkan itu adalah pendapat saya seorang..Even bila saya tanya kawan saya(malaysian girl) ttg cendol dan batik.Dia juga bilang itu dari indonesia. But when she read this article and the comments from the readers… she felt sooo upset. JADI APAKAH TUJUAN ARTIKEL INI DI TULIS??? SEMATA MATA UNTUK MENCARI PERMUSUHAN????

  23. @Malecious Genius

    Walaaah….. nanti kalau kerja di Surabaya malah menambah daftar panjang sebagai “maling”, nanti rujak cingurpun dianggap dari Malaysia juga….. huahahaha…..😆

    @Yoga

    Yang enak rasa apa?? Strawberry atau Vanilla??:mrgreen:

    @G a i a

    Peuyeumpuan dari mana?? Dari Papua Nugini kali, huehehehe…. Silahkan… silahkan… kalau mau dilink, yang blog lama yang iseng2 dulu linknya dicopot saja soalnya mau aku hapus nih…..😀

    @eNPe

    Biar ayem2 aja yang penting harus tetap waspada, jangan sampai kebudayaan dan kayu2 kita diambil sembarangan lagi oleh Malaysia bukankah begitu??:mrgreen:

    @alya_lis00

    Hi, sis alya, I’m glad you eventually came to my blog and leaving a comment on this article. I understand your restlessness after reading this article and comments on this topic. But obviously you missed the most important points while reading this article. First I NEVER ENTICE Indonesians to hate Malaysians and Second all I ask from the fellow Indonesians is the watchfulness over such possible claims in the future from the Malaysians but I HAVE NEVER ENTICED my fellow Indonesians to hate Malaysians.

    Well, I don’t blame you after all since you are a Malaysian and your mother tongue is somewhat different from ours so I understand if you failed to well understand the lines I wrote above. You should ask who understands Bahasa Indonesia first before you start commenting. Because if you commented on this topic without a good understanding over this topic, it is like you pour boiling water into the brisk one! So please don’t spit it out too fast.

    Moreover this article is intended as a a freedom of expression. Here in Indonesia nowadays we grow up to free expression. We learn how to grow maturity at reading the ‘hostility’ like this. Hey, I admit it that my article is not so nice, but anything what I wrote above is NOT a hypocrisy, I DON’T LIKE malaysians to claim something which don’t belong to them, and IT IS MY RIGHT to write it in a blog like this. Besides both your identities are safe, I did not reveal them so you should not be worried. But again, I’m telling you that this article is not intended to hate Malaysians, it only warns us to be watchful over possible Malaysian claims in the future, that’s all. As a grown-up, I believe you can tell very well a hateful article from a concerned one, ok?😉

    Now after reading my comment, there would be another test for your maturity too, will you hate me after reading this comment? For me personally I NEVER HATE you, if I hate you I would have done so long ago since the day one when the malaysians started claiming things of ours! But If I have to hate you in the future (naudzubillah mindzalik), believe me, it is not because that you are a Malaysian, it is because what you will have done to me. Good enough, right?😉

    I still love you and all of my malaysian friends😉

  24. Asal perlu tau aje ye, pas bulan puasa taon kemaren di Malaysia buka puasa CENDOL NYA KAGA ADA YANG ENAK!

    ____________________________________

    Yari NK replies:

    Huehehe… waduh saya kebetulan belum pernah ngerasain cendol Malaysia seperti apa?? Tapi mungkin menurut orang Malaysia enak kali ya??😀

  25. saya KURANG SENANG sbb perdebatan itu hanya antara dua individu….

    Individu ???

    ________________________________________

    Yari NK replies:

    Maksudnya dua orang barangkali…. memang artikel ini saya angkat dari perdebatan dua orang di dunia maya…. namun saya yakin banyak orang Malaysia yang juga percaya kalau Es Cendol itu berasal dari Malaysia….🙂

  26. Th. 1997 Visit Malaysia dalam video klip promosinya cantik banget. Dia menunjukkan Jasirah Malay dan Kalimantan Utara. Di salah satu adegannya ada Cultur Dayak, harimau dan Orang utan. Juga berjayanya Maskapai MAS (Malaysian Air Service). Di tivi sering diputar pula mengenai flora/fauna/culture/culinaire yg tentu saja diberi embel-embel: diseponsori oleh/terima kasih kepada MAS, Pemerintah Malaysia, Departement Pariwisata Malaysia…

    Sedangkan kita sejak 1997 malah semakin nyingsrut/mengecil dibarengi oleh tutupnya kantor perwakilan GIA di Paris th. 2000,… Kalaupun ada liputan dr indonesia banyakan tidak ada embel-embelnya …Paling-paling BBC …., TV5 …., CNN…

    Mengapa Pemerintah Indonesia tidak memberi sponsor? Dimana Dept. Pariwisata?

    Emboh lah pusing dewe

    ____________________________________

    Yari NK replies:

    Walaupun agak keluar dari topik saya di atas…hehehe… tetapi memang harus kita akui bahwa dalam mempromosikan pariwisata kita, kita memang sepertinya kurang terorganisir, sebenarnya yang bisa memberikan sponsor bukan hanya pemerintah saja tetapi kalau seluruh bangsa ini sadar maka perusahaan swasta nasionalpun sebenarnya dapat juga melakukan kontribusinya untuk mempromosikan pariwisata Indonesia demi mewujudkan rasa cinta kepada tanah air….. yah kira harapkan saja mudah2an ke depannya dapat lebih baik lagi…..

  27. Salam ,Dalam perjalanannya terbukti memang Malaysia sangat cool ,sistematik dan sangat terencana ,sedangkan Indonesia ? Kita sdh tahu semua …. jadi mestinya sadar diri saja ,nggak usah hi temp ….. kan banyak tuh orang pinter- pinter dari didepartemen 2 …… ngurusin apa yaa ?

    __________________________________________

    Yari NK replies:

    Sebenarnya faktor2 keunggulan Malaysia terhadap Indonesia adalah karena kita tidak atau belum mau melakukannya bukan karena kita tidak bisa melakukannya. Berbeda misalnya dengan Korea atau Jepang yang keunggulannya memang tidak bisa kita lakukan minimal untuk saat ini. Lagipula memang banyak pengamat ekonomi termasuk yang pernah saya baca di Times atau Newsweek (saya lupa yg mana) mengatakan bahwa kemajuan ekonomi Malaysia adalah superfisial, kemajuan ini sedikit dipaksakan dengan mengorbankan beberapa faktor di antaranya yg “paling berbahaya” adalah sangat memanjakan suku ras Melayu. Ini terbukti dengan terjadinya kerusuhan rasial di Malaysia beberapa waktu yg lalu. Dan ini mungkin hanyalah riak2 kecil buah yang “berbahaya” tersebut yang mungkin di masa mendatang dapat terjadi hal2 yang tdk diinginkan yg lebih besar lagi. Pendek kata Malaysia mirip api dalam sekam atau bisa jadi Malaysia itu bajunya saja yang bagus tapi badannya panuan, begitu banyak pakar ekonomi barat berkata.

    Dan juga ingat keunggulan Malaysia yang utama adalah jumlah penduduk mereka yang sedikit. Mereka seringkali sakit hati dan tidak bisa menerima jikalau dikatakan keunggulan mereka adalah hanya dalam faktor jumlah penduduk. Namun Jikalau kita bertanya balik kenapa Singapura lebih maju dari Malaysia?? Mereka pasti akan menjawab: “Sebab Singapura hanya negeri kecil yang gampang mengaturnya” Huehehehe…. sama saja bukan?? Tentu mereka tidak akan menjawab karena Chinese and Indians lebih hebat dari Malays!:mrgreen: Memang semakin banyak jumlah penduduk semakin banyak problematika sosial yang harus dibenahi yang mungkin inilah yang membuat repot sehingga banyak aspek ekonomi yang terbengkalai walaupun harus juga diakui bahwa banyak faktor2 lain di dalam negeri kita ini yang harus diperbaiki…..😀

  28. iya emang si malaysia itu siapa mau ngakuin warisan nenek moyang kita, paling budaya mereka hanya safin yg gitu2 aja makanya mereka iri sama budaya kita

    _______________________________________

    Yari NK replies:

    Yah… minimal andaikata mereka ingin mengakui warisan nenek moyang kita sebagai kebudayaan mereka, mereka seyogianya menyebarluaskan informasi yang benar pula bahwa misalnya budaya A adalah budaya Malaysia yang berasal dari indonesia, yah setidaknya seharusnya seperti itu bukan?😀

  29. umm..tar, apalagi ya?? eh, kain songket udah diaku mereka belum ya? kalo kain corak insang? hiiiyh… corak kain yang dari pulau jawa *yang masih relatif jauh dari malaysia* aja diaku-akunya, apalagi yang tetanggan.. hieks..

    _______________________________

    Yari NK replies:

    Huehehehe…. nanti kalau ternyata semuanya berasal dari Indonesia, kebudayaan asli Malaysia yang tinggal jadi cuma yang mana ya?😀

  30. dari Malaysia,
    saya suka makan cendol dan juga memakaei kain batilk, masalah besarkah ini????? udah dehh… bangunkan negara kita dulu donggg… i love Malaysia, i love Indonesia! kita kn serumpun kok, ni wilders lagi ganas walaupun seorang individu kecil, ayuh kita bangun menentang dakyah wilders dengan ilmu.

    wasalam, from kuala lumpur with love

    _________________________________________________________

    Yari NK replies:

    Yes, but hopefully we don’t stab on each other’s back whenever we are in peace! That’s what makes a friendship even sweeter!🙂

  31. check this site out..
    it sells Malaysians batik..
    plus it has free delivery..
    the price is very reasonable too!!

    http://www.malaybatik.com

    _________________________________

    Yari NK replies:

    Thanks for the info, I’ve visited your site but there’s nothing, I mean real nothing!😦

  32. Gue orang Indonesia, tinggal di betawi, nyokap nd bokap dari jawa.

    Sori-sori aja ya malay…
    tapi gue pribadi ga mao budaya gue diambil sama orang malay. Jelas-jelas Batik itu dari Indonesia. Liat aja di wikipedia. 1 keywordnya “batik”, 1 lagi keywordnya “batik malaysia”
    Keliatan deh belang tetangga !!
    Oya, 1 lagi…
    lagu “Rasa sayange” tuh dari Ambon, di Maluku, di antara Sulawesi sama Irian. DI INDONESIAAAA !!!

    Hey, malay, you better cry to your mommy !!!

    Sori atas kata-kata kasar. Emosii niiih !!!

    __________________________________

    Yari NK replies:

    Tenang…. tenang…. hehehe….. kita anggap saja Malaysia itu miskin budaya sehingga mereka harus mencurinya dari Indonesia. Itu saja. Betul kan??

  33. By the way…
    Ibu prtiwi bukan punya malaysia kaan???

    Kasian amat ga punya ibu….

    ______________________________

    Yari NK replies:

    Mungkin…. Malaysia punyanya “ibu TIRI pertiwi” kali…. huehehe…..:mrgreen:

  34. Malaysia ASU!!!

    ______________________

    Yari NK replies:

    Husssh….. sabar pak…… jangan terlalu emosi…..🙂

  35. setahu aku dalam acara resmi para keluarga kerajaan Malaysia, PM, ataupun pejabatnya tidak pernah memakai batik tetapi melainkan kebaya jadi pantaskah Malaysia mengklaim Batik sebagai budaya Malaysia, heran benar aku

    ________________________

    Yari NK replies:

    Nah…. itu dia yang juga membuatku heran jikalau Malaysia memang mengklaim batik berasal dari negaranya…. Atas dasar bukti apa??🙂

  36. capek..ngak ada perbahasan yang lebih hebat..bangsa suka nongkrong sinetron pemikirannya jugak kaya direktor dan penulis sinetron.perkara cendol mahu didebatkan.oh ya..rame ya orang indo di sini dapet beasiswa dikasi pemerintah Malaysia.kapan ya hasil tulisan dan reset itu bisa dibawa pulang ke indo?kok diperbincangkan cendol.tu setiap hari hak paten s3 reset rtu sudah diambil.demo donk di kedutaan Malaysia.nanti beribu-ribu lagi hasil reset yang lebih mahal nilainya diambil.kehebatan orang Malaysia..menggunakan segala sumber daya manusia sehingga sanggup berhabis jutaan rinngit untuk kasi beasiswa ke rakyat indonesia.jadi gimana bapak berbicara supaya hasil reset ,dosen lulusan s3 dari MIT,german dan belanda itu bisa pulang untuk mencerdas anak bangsa indonesia supaya tidak lagi berbicara tentang cendol.bukalah fikiran mu dengan luas.ternyata dunia ini bukan sekadar cendol dan batik.masih ada yang lebih penting.oh ya..dosen itu sibuk mencedaskan pemikiran anak bangsa lain supaya nanti lebih pintar dan tidak berbicara tentang cendol.dan lagu rasa sayange doank…supaya rakyat anda tidak dipanggil taraf pemikiran setinggi pembantu dan kuli berhentilah berbicara tentang Malaysia yang langsung tidak memberi sedikit manfaat pun untuk negara anda.fikirlah gimana caranya supaya negara anda mengurangkan kemiskinan di negeri anda supaya tidak ada lagi mati rebut zakat dan makan tiwul..

    • If you think that this article does not contain something useful, you should not leave any comments here. I don’t need your rubbish comments anyway. Listen, I don’t care whether Malaysia will call off all scholarships granted to the Indonesian students. We don’t need them. Besides the Indonesians who have higher education in Malaysia are only the lower mediocres. Our best students do not go to Malaysia for scholarships since it will be a big loss if our best students enroll in Malaysian colleges for higher education.

      So don’t be too proud of your country. Even without the assistance of western techonological expertise it is impossible for the Malaysians to complete The Twin Tower. Malaysian progress is somewhat superficial. They are economically okay and affluent. But non-economic achievement by Malaysia shows that Malaysia still stands in the corner of the third world. Malaysia even cannot get better achievement than Indonesia in International Math Olympics and Physics Olympics. Check yourself. I don’t need to show the link since if you are intelligent you will easily go to the official website though I doubt you are. And moreover Malaysian population is small that also helps the economic growth substantially. But if your population grows beyond the figure of 100 million I believe the GDP will slow down and eventually it will stop. And the Malaysian economic picture will be worse than that in today’s Indonesian economy.

      So if you don’t like this article you can always step out. I don’t need a comment from a low-grade Malay(sian) scumbag like you! Understood?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s