Dunia Ini Dunia Yang Relatif?

Postingan ini terinspirasi dari dua buah komen yang berada di blognya kang Jupri yang berada di sini. Sebelumnya saya mohon maaf kepada kang Jupri karena belum sempat minta izin atas referensinya karena waktu sudah mepet buat saya untuk menerbitkan sebuah artikel lagi dan juga karena ide tulisan ini juga muncul secara tiba2 ketika saya membaca komen2 yang berada di artikel tersebut. Mudah2an kang Jupri bisa maklum adanya!:mrgreen: Di situ ada dua orang pengkomentar yang mempunyai pendapat yang bertentangan satu sama lain, yaitu yang satu lebih senang dengan pelajaran Matematika, yang satu lebih senang dengan pelajaran PPKN, yang zaman saya sekolah SMA dulu belum ada.  Walaupun saya lebih memihak yang senang matematika, namun dalam artikel ini tidak untuk mempertentangkan dua buah pandangan berbeda yang relatif tersebut, namun artikel ini adalah untuk bertanya, apakah dunia ini penuh dengan relativitas atau tidak?? Dan apakah tidak ada tempat bagi sebuah keabsolutan?? Wah…. agak filosofis ya??:mrgreen:

Relatif bukan hanya terjadi pada dua pandangan yang bertentangan seperti di atas tetapi juga mencakup masalah preferensi yang tidak tergantung pada satu preferensi saja. Misalnya seperti orang yang ganteng atau cantik, tentu ini juga merupakan hal yang relatif. Begitu juga dengan orang2 yang jelek. Andaikan saya anda melihat Uma Thurman adalah wanita yang cantik, apakah anda yakin bahwa semua orang laki2 dan perempuan (terutama yang lesbian) melihat Uma Thurman ini adalah wanita yang cantik?? Apakah anda yakin bahwa tidak ada orang satupun di dunia ini yang menganggap Uma Thurman ini jelek?? Di sini saya berbicara hanya pada sebuah obyek yaitu: wajah. Jadi di sini kita bukan berbicara masalah cantik hati atau cantik budi. Atau ambil yang kebalikan 180o seperti misalnya pelawak Omas (sori yang ini nggak ada linknya!:mrgreen: ) yang sering menjadi bulan2an ejekan rekan2 pelawaknya yang lain (yang terkadang slapstick) di atas panggung karena wajahnya yang “hancur2an”?? Apakah anda yakin bahwa seluruh orang di dunia menilai bahwa wajah Omas selalu “hancur2an” (eufemisme dari kata “jelek”)??

Banyak sekali relativitas2 keseharian yang memenuhi kehidupan kita sehari2. Di bidang fisika, menurut sayapun, ada satu hal yang menarik yaitu soal kecepatan.  Kalau kita tengah diam, dan tiba2 lewat mobil dengan kecepatan 80 km/jam, maka kecepatan relatif mobil itu adalah 80 km/jam menurut kita. Sedangkan kalau kita mengendarai mobil yang berkecepatan 50 km/jam dan tiba2 lewat sebuah mobil dari belakang dengan kecepatan 80 km/jam, maka kecepatan relatif mobil yang berkecepatan 80 km/jam itu menurut kita adalah (80 – 50) km/jam = 30 km/jam. Nah, sekarang andaikan mobil tersebut datang dari depan maka kecepatan relatif mobil tersebut menurut kita yang berada di dalam mobil yang berkecepatan 50 km/jam tersebut adalah (80 + 50) km/jam = 130 km/jam. Tapi itu menurut Sir Isaac Newton. Sedangkan menurut Einstein rumus dua buah benda yang mendekat harus dimodifikasi sedikit menjadi:

u=\frac{v+w}{1+\frac{vw}{{c}^{2}}} dengan c = 3\times {10}^{8} \:\frac{m}{s}

v dan w adalah kecepatan relatif dari kedua benda yang saling mendekat tersebut dari pengamat ketiga di luar kedua benda tersebut sedangkan u adalah kecepatan relatif kedua benda yang saling mendekati tersebut dilihat dari salah satu benda tersebut.

Seperti contoh di atas andaikan v = 50 km/jam \approx 14 meter/detik sedangkan w = 80 km/jam \approx 22 meter/detik. Jadi kalau dimasukkan nilainya:

u=\frac{v+w}{1+\frac{vw}{{c}^{2}}}

u=\frac{14+22}{1+\frac{14\times22}{{(3\times{10}^{8}})^{2}}}

karena {1+\frac{14\times22}{{(3\times{10}^{8}})^{2}}} mendekati 1, maka u = v + w yaitu 14 + 22 = 36 meter/detik atau \approx 130 km/jam. Jadi kesimpulannya jikalau benda bergerak “lambat” maka penjumlahan kecepatan kedua buah benda yang mendekat sudah cukup representatif jikalau ingin menghitung kecepatan relatif kedua buah benda yang saling mendekat dari salah satu benda tersebut. Namun masalahnya lain jika benda itu dalam kecepatan yang tinggi misalkan kedua buah benda saling mendekat dengan kecepatan 0,7c atau 2,1 \times 108 meter/detik. Kalau sudah begini tentu hasilnya bukan 0,7c + 0,7c = 1,4c karena diasumsikan tidak ada satu bendapun yang dapat bergerak lebih cepat daripada c (kecepatan cahaya dalam ruang vakum) walaupun itu adalah sebuah kecepatan relatif. Jadi kecepatan relatif yang benar bagi kedua benda yang saling mendekat tersebut (dilihat dari salah satu benda tersebut) adalah:

u=\frac{0,7c+0,7c}{1+\frac{(0,7c)^{2}}{c^{2}}} \approx 0,94c

Nah, hasilnya jauh berbeda bukan??  O iya, ada yang mengatakan bahwa kecepatan cahaya adalah kecepatan yang absolut. Karena tak peduli berapa kecepatan kita berada, kecepatan cahaya tetaplah c, kalau kita bergerak searah dengan c. Jadi tak peduli apakah kita diam, atau naik mobil dengan kecepatan 100 km/jam ataukah kita naik pesawat angkasa futuristik dengan kecepatan 0,5c, kecepatan cahaya ‘relatif’ terhadap kita tetaplah c!! Tapi benarkan kecepatan cahaya itu konstan?? Secara definisi ya! Apalagi c adalah konstan karena dipakai dalam perhitungan2 kecepatan relatif bagi benda2 yang bergerak mendekati kecepatan cahaya, tetapi ini bukanlah akhir dari sebuah diskusi mengenai konstannya kecepatan cahaya, karena toh di dalam medium yang berbeda ternyata cahaya juga bergerak dengan kecepatan yang berbeda pula!!

Nah, cukuplah kita refreshing masalah fisika…… hehehehe….. sayapun bukan ahli fisika hanya ingin menyegarkan fikiran saya kembali tentang fisika yang pernah saya pelajari dulu di SMA, lewat beberapa situs yang saya baca tadi malam. Kebetulan temanya adalah sesuatu yang relatif ditambah ide dari blognya kang Jupri, jadilah artikel seperti ini. Hehehe…..  Mari sebelum saya menutup artikel ini, saya akan mengajukan satu pertanyaan lagi berkenaan dengan topik di atas, pertanyaannya adalah: Apakah sesuatu yang sudah menjadi nilai2 universal adalah absolut?? Dan juga apakah sebuah fakta itu juga absolut?? Contohnya adalah: Pencurian dan Pembunuhan adalah sesuatu yang buruk. Apakah itu merupakan sesuatu yang absolut?? Begitu juga dengan fakta, misalnya: Indonesia adalah negara yang terbesar di Asia Tenggara, apakah itu juga merupakan sebuah keabsolutan?? Nah, ada yang bisa memberi jawaban??

30 responses to “Dunia Ini Dunia Yang Relatif?

  1. wOw WoW… saya mengerti… sekarang…

  2. Sori keluar jalur … Saya bikin buku Kolaborasi Menulis … untuk Bab VII mencuplik satu tulisan sampeyan sebagai ‘contoh’. Tolong Ok kalau bersedia. Jangan lupa mengoressi nama atau lainnya dibawa postingan.

    Buku itu, 30 tulisan, dari pertanyaan bloger pada http://www.webersis.com. Tolong ditoleh deh.

    Salam dan selamat menulis.

  3. Menurut saya mas, pembunuhan itu sesuatu yg buruk jg relatif, dlm perang misalnya atau utk membela diri kalau terjepit membunuh adalah hal yg ‘tidak’ buruk, itu menurut saya lo hehehe…

  4. Sekarang saya menunggu pelajaran relativitas umum dan relativitas khusus nya pak… ehehehe

  5. Humm..kalau menurut fi sih, di dunia ini banyakan relativitasnya dibanding keabsolutan, apalagi untuk masalah sosial, ditinjau dari sudut mana dia dipandang.
    Dan mengenai fakta Indonesia adalah negara yang terbesar di Asia Tenggara, jawabannya Iya jika dipandang dari posisi koordinat 6°LU – 11°08’LS dan 97°’ – 141°45’BT, tetapi bisa jadi Tidak jika wilayah tersebut sudah dikurangin dengan wilayah negara yang dicaplok oleh para pencaplok:mrgreen:

  6. 😀 Iya dimaklumi…..😀

    Teruskan penjelasan relativitas (dalam fisikanya), Pak! Saya juga udah lupa-lupa ingat tentang relativitas ituh (nginget pelajaran SMU..😀 )

  7. Diluar pertanyaan mas Yari, saya ingin berbagi cerita sedikit tentang relativitas wajah dan kecantikan. Ini teman yang cerita, seorang perempuan Batak, sepulang dari kuliah master di Australia, dia cerita, kalau teman-teman-nya yang bule Autralia menganggap wanita yang cantik adalah wajah-wajah alami wanita melayu seperti Omas, wajah indo tidak menarik bagi mereka, sementara tipikal seperti teman saya yang Batak ini disukai oleh rekan-rekannya dari Afrika yang notabene negro. Tuh kan, cantik adalah relatif, kasarnya gak ada mama monyet yang ngatain monyet jelek begitu hehehe..

    ##

    Absolut? Saya mencoba jawab dengan pengetahuan saya yang secuil jadi cmiiw.🙂

    # Apa yang absolut di dunia ini bisa jadi adalah suatu relativitas bagi yang lain, absolut sendiri adalah kenyataan yang ultimat. Bagi saya yang menganut sebuah agama dan percaya adanya Tuhan adalah hal yang ultimat dalam agama dan kepercayaan saya, maka Allah swt adalah satu hal yang absolut bagi saya, tetapi tidak bagi seorang atheis.

    # Dalam matematika dikenal juga bilangan absolut (Mathematicse nih yang lebih tepat nerangin hal ini). Mungkin pernyataan kedua ini yang mungkin bisa menjawab pertanyaan; Apakah sesuatu yang sudah menjadi nilai2 universal adalah absolut?

  8. jelas itu gak absolut
    yang absolut dan mutlak itu cuma satu yaitu ALLAH

  9. hehehe..
    berat bgt bahasanya..
    lam kenal aja deh..
    sekali2 mampir donk tempat ku..’
    penghuni baru neh..
    butuh banyak saran dan kritik membangun
    heheh

  10. Apakah dunia ini mutlak ada?
    Apakah komputer yang ada dihadap saya benar-benar mutlak ada?
    apakah orang-orang yang ada di sekitar saya (termasuk anak istri) mutlak keberadaannya?
    Bagaimana cara membuktikan keberadaan itu, bahwa mereka benar-benar mutlak? Jangan mereka smua memang relatif adanya. tidak benar-benar ada? ah tidak juga. pokoknya relatiflah.

    *main becekan di air keruh*
    *kabur aah…*

  11. Jadi .. semua nya tergantung dari sudut pandang, wawasan, pengetahuan, pengalaman dlsbnya dari seseorang dalam menilai sesuatu ya kang??

    Boleh jadi orang lain menganggap itu jelek, tapi menurut orang yang berbeda justru baik. Hmmm, jadi biarlah semua dalam relativitas ya kang??

  12. Relativitas itu sendiri relatif. Keseimbangan alam yang diciptakan Tuhan telah membuat manusia berada dalam pilihan serba relatif. Hal ini terjadi karena tiada kemutlakan yang dimiliki manusia. Apalagi dalam menilai dan memutuskan sesuatu, maka dasar pertimbangannya adalah obyektivitas dalam serba relatif (itulah yang sering disebut subyektif). Otak kiri dan otak kanan saling berebut pengaruh dalam memberikan pertimbangan. Maka yang terjadi adalah nilai rasa, bukan nilai pikir. Tidak heran jika orang Indonesia (baca: Melayu) lebih sering mengawali pembicaraan dengan I feel dan bukan I think (seperti orang-orang Eropa dan Amerika pada umumnya).

    Karena kita berada pada dunia serba relatif, maka kerjakanlah yang pasti-pasti saja dan silakan berpikir yang bukan-bukan. Jangan dibalik!

    Selamat menikmati dunia tanpa titik.

    Tabik!

  13. jadi gimana Om? udah dapat jawabanya blm nih? saya ngikut dulu aja deh

  14. *mikir*
    Untung saya bukan guru itung2an🙂

  15. Tidak ada di dunia dan alam semesta ini yang tidak berubah, dan akan mengalami perubahan sesuai dengan perjalananan waktu yang juga relatif. Oleh sebab itu “proses perubahan” itulah yang absolut didunia dan alam semesta ini.

  16. Wah, saya jadi tertarik terhadap pertanyaan bung yari:

    Apakah sesuatu yang sudah menjadi nilai2 universal adalah absolut?? Dan juga apakah sebuah fakta itu juga absolut?? Contohnya adalah: Pencurian dan Pembunuhan adalah sesuatu yang buruk. Apakah itu merupakan sesuatu yang absolut?? Begitu juga dengan fakta, misalnya: Indonesia adalah negara yang terbesar di Asia Tenggara, apakah itu juga merupakan sebuah keabsolutan?? Nah, ada yang bisa memberi jawaban??

    wah, saya jadi ingat ketika menyajikan materi ttg fakta dan opini kepada anak2, hiks. Kalau mesti menyajikan ke anak2, maka mau atau tidak saya harus menyajikan gambaran yang konkret sehingga anak2 lebih gampang menyerapnya. Yang pasti, dari sisi logika, fakta itu sesuatu yang benar2 terjadi sehingga kebenarannya tak terbantahkan lagi, sedangkan opini merupakan hasil pemikiran pribadi yang kebenarannya bersifat relatif. Demikian juga penggunaan kata2 “definitif” semacam “adalah”, “ialah”, atau “yaitu” dalam sebuah pernyataan atau argumen. Kalau menurut saya jelas itu merupakan sebuah opini yang belum terbuktikan kebenarannya.

  17. @ardianzzz

    Hayo… apanya yang ngerti?:mrgreen:

    @Ersis Warmansyah Abbas

    Ok…nanti saya tengok

    @AgusBin

    Jadi kesimpulannya tetep aja hal2 seperti itu relatif ya Bin??😀

    @Raffaell

    Wah… ini cuma masalah relativitas saja, nggak ada embel2 umum atau khususnya seperti teori relativitasnya Einstein hehehe….

    @Fifi

    Jadi, kesimpulannya tetap saja relatif ya, karena terjadi kemungkinan di masa mendatang peta Indonesia secara politis juga bisa ikut berubah?? Wah… bener juga ya?? Hehehe… thanx ya!😀

    @mathematicse

    Terima kasih atas kemaklumannya ya!😀

    @Yoga

    Nah itu dia… masalahnya kan “apakah keabsolutan itu ada?” (diluar konteks keTuhanan atau Allah swt tentu saja dari sudut pandang agama kita yang kita percayai). Sebab, oke taruhlah bule2 Australia itu jujur kalau mereka senang dengan wanita2 “Melayu” (tidak untuk menyenangkan hati si “Melayu” atau karena hal2 lain), tetapi belum tentu ia mengatakan bahwa Uma Thurman itu jelek atau Omas itu cantik! Ya kan? Sama saja misalnya seperti orang Indonesia yang menyenangi wanita bule, belum tentu ia mengatakan Desy Ratnasari itu jelek kan??

    Sekarang pertanyaannya, jadinya adakah keabsolutan itu?? Di dalam matematika juga ada bilangan absolut, tetapi apakah itu hanya dalam definisi saja?? Sebuah bilangan yang terdiri dari angka ‘1’ atau ‘0’ yaitu 10 misalnya, tentu berbeda antara 10 desimal (yang kita kenal sehari2) dengan 10 basis dua (biner) atau 10 basis delapan (oktet), nah gimana tuh?:mrgreen:

    @hanggadamai

    Tetapi menurut orang atheis tentu Allah tidak absolut, atau jangankan atheis, mungkin orang Hindu juga akan mengatakan hal yang serupa. Bagaimana tuh?😀 Pasalnya kalau kita lahir sebagai seseorang yang beragama Hindu misalnya belum tentu kita sekarang akan mengatakan bahwa Allah itu adalah absolut, betul nggak?😀

    @myviolet

    Ya udah… salam kenal juga ya… terims telah mampir di blogku, nanti aku kunjungi juga blogmu, tapi sabar ya……😀

    @norie

    Jadi kesimpulannya, bahkan diri kita masing2 juga relatif keberadaannya ya?:mrgreen:

    @erander

    Jadi maksudnya….. contohnya kalau mas Eby itu menurut orang lain baik, belum tentu mas Eby itu buat saya baik ya?? Begitu ya mas maksudnya?:mrgreen:

    @Zul

    Jadi selamanya tetap relatif ya pak?? Itu kesimpulannya?? Dan apakah sesuatu yang dimulai dengan “I feel” itu selalu buruk dan apakah sesuatu yang dimulai oleh “I think” itu selalu baik?? Sepertinya itu relatif juga kan pak??😀

    @fauzansigma

    Kalau begitu silahkan mengikuti aja ya!😀

    @Menik

    MODE adu domba ON

    Kang Jupri…. katanya mbak Menik, dia beruntung bukan menjadi guru itung2an hehehe…..

    MODE adu domba OFF

    @aombandung

    Hmmm apakah “proses perubahan” itu benar2 absolut? Sebab ada juga yang “tetap” seperti hukum kekekalan energi yang mengatakan energi di alam semesta ini selalu tetap, hanya saja energi yang hilang akan diubah menjadi bentuk energi yang lain….. Tergantung kita melihat dari sisi yang mana…..

    @Sawali Tuhusetya

    Jadi apakah ini mengimplikasikan bahwa Pak Sawali berpendapat “nilai2 universal” itu belum terbukti kebenarannya alias masih relatif?😀

  18. Beauty is beauty when the sense of it is given by Allah SWT. Cantik, tampan, atau jelek adalah sense yang diberikan oleh Allah SWT. Jadi teringat doa yang pernah diajarkan ke saya;- Jadikanlah jodohku kelak tampan lahir dan bathin dalam pandangan-ku Ya Allah (amien).
    Begitulah😀

    Jika dikembalikan pada keyakinan tetap saja di dunia ini ada nilai-nilai universal yang absolut yang sudah diatur di dalam kitab suci. Diluar itu?

    – Nilai absolut atau nilai mutlak dalam matematika adalah nilai yang selalu positif, jadi kemutlakannya adalah pada nilai yang selalu positif.

    – Bilangan binner absolut 1 dan 0

    – Temperatur absolut adalah nol derajat kelvin definisinya bisa dijumpai di sini;-
    http://en.wikipedia.org/wiki/Absolute_zero

    – Pengertian “absolute” menurut Miriam;- http://mw4.m-w.com/dictionary/absolute

    -Berbicara tentang moral, secara absolut di dunia ini pemerkosaan adalah salah. Kalau pelakunya bilang relatif menurut dia bisa dibenarkan, bisa dipastikan pelaku ini mengalami gangguan kejiwaan.

    Jadi kesimpulan sementaranya;-absolut ini adalah sebuah konsep dan nilai atas kenyataan mutlak yang diyakini secara berjamaah, jadi tidak hanya menyentuh wilayah definisi saja.

    Menurut Mas Yari gimana?

  19. sesuatu yang sudah menjadi nilai2 universal belum tentu apsolut d kyknya

  20. Waduh sepertinya komentar saya ditangkap akismet…

  21. hetrix… di ralat🙂

  22. hehehehhh…. numpang nulis di sini yah..

    tentang kerelatifan.. sesuatu yang sangat layak untuk kita perbincangkan.. lalu bagaimana dengan ‘kebenaran? apakah ‘kebenaran itu adalah sebuah kerelativan? mari kita bahas masalah bahasa & kata kata.. dalam buku living issue of philosophy (<–zzz), dijelaskan tentang permasalahan kata-kata.. tentang sebuah pernyataan bahawa “jika ini adalah ‘salah.. maka ini adalah ‘benar jika salah.. haha cukup ngalor ngidul nggak nyambung..

    sekarang permasalahannya menuju ke yang lebih besar…😀..

    mungkin saja dalam membicarakan tentang kebenara, kita akan sampai pada pertanyaan sebenarnya apakan dan seperti apakah hakikat dari kebenaran iotu sendiri? sebagai orang berragama, kita jelas meyakini dan mengimani agama dan tuhan kita sesuai dengan agama yang kita anut.. permasalahannya adalah di dunia ini terdapat beranekaragammacamagama yang berbeda dengan jalur keyakinan yang berbeda-beda pula… dan permasalahannya adalah dari beranekaragammacam agama yang berbeda saling berdebat tentang kepercayaan akan kebenaran yang dianut masing-masing hingga bahkan menimbulkan konflik yang berkepanjangan dan menimbulkan korban jiwa yang tidak sedikit..

    pernah suatu kali aku berfikir bahwa kebenaran itu bukanlah sesuatu yang relatif.. kebenaran adalah sesuatu yang mutlak! absolut! karena relatifitas itu mutlak dan kemutlakan itu relatif..

    maaf terlalu banyak bicara eh nulis yang enggak enggak..
    saya hanya kurang ingin mengatakan bahwa ‘hal ini benar karena memang benar.. bukan ‘hal ini benar karena itu salah..
    jadi katakanlah bahwa ‘blog ini berwarna biru karena memang biru bukan ‘blog ini berwarna biru karena blog saya berwarna putih…

    hahah nggak jelazzz……..

  23. saya kepengennya realtif indah saja
    bagaimana ?

  24. Saya sendiri terus terang agak meragukan hukum kekekalan energi itu, karena mengacu pada hasil pemikiran ahli termodinamika yang bisa jadi nasibnya sama seperti halnya hasil pemikiran Isaac Newton yang dulu diyakini benar tapi terbantahkan semenjak Einstein mempublikasikan teori relativitasnya. Oleh sebab itu perubahan adalah suatu keharusan dan mutlak agar terus memperjuangkan “akselerasi” perubahan.

    Kang, saya jadi teringat film “matrix reload” yang menggambarkan bahwa kita ada karena kita berfikir ada. Orang gila tidak berfikir kalau dia sebenarnya hadir lingkungan rame, jadi bugilpun dia nggak pernah malu tuh….apalagi berfikir dinginnya kota bandung, enjoy aja !

  25. Kata temanku …”Cantik itu relatif, tetapi jika jelek itu sudah pasti (absolut)”

  26. @syafriadi

    Sepertinya sih begitu ya……😀

    @Yoga

    Nah… itu dia apakah ada kebenaran yang absolut? Saya juga nggak tahu apakah ‘0’ dan ‘1’ itu yang set bilangan biner apakah itu sesuatu yang absolut?? Sama seperti misalnya huruf ‘L’ yang kita ucapkan sehari2 dengan ujung lidah kita menyentuh langit2 mulut, apakah itu sesuatu yang absolut?? Lambang ‘0’ dan ‘1’ mungkin saja berubah di masa mendatang walaupun maksudnya sama, begitu pula dengan huruf ‘L’ bisa saja berubah simbol walau bunyinya tetap sama, tergantung dari mana kita melihatnya. Ah, lieur! Kata orang Sunda!:mrgreen:

    @ardianzzz

    Huehehehe…. yang lainnya cukup jelas dan cukup bisa diterima, hanya satu yang agak membingungkan yaitu bagian yang:

    karena relatifitas itu mutlak dan kemutlakan itu relatif..

    Lah… berarti relatif itu sama dengan absolut dong? Ya, kalau udah begitu ya habis perkara, tidak ada lagi perbedaan antara absolut dan relatif, ya kan?:mrgreen:

    @realylife

    Kalau absolut indah, lebih indah lagi nggak?:mrgreen:

    @aombandung

    Nah, mungkin saja hukum kekekalan energi itu diragukan kebenarannya, seperti halnya pandangan mekanika/fisika klasik Isaac Newton yang dibantah oleh Albert Einstein. Nah, ini dia masalahnya!! Jikalau rumus Einstein itu sudah benar 100%, tentu ia tidak akan berubah lagi dan perubahan akan berhenti (yang berarti perubahan juga bukan suatu yang absolut), sedangkan andaikan kebenaran Einstein juga bukan suatu yang absolut, pertanyaannya adalah adakah rumus2 atau pencapaian sebuah teori yang absolut benar (tidak akan berubah lagi) kelak?? Atau tidak adakah hukum alam yang absolut di alam semesta ini?? Apakah Allah menciptakan alam semesta ini dengan penuh kerelatifan tanpa sebuahpun keabsolutan?? Apakah alam semesta ini akan kacau atau malah teratur tanpa keabsolutan?? **halaah** makin lieur!:mrgreen:

    @edratna

    Memang benar ya bu… banyak yang bilang jelek itu absolut atau minimal intensitas relativitasnya kurang! Hehehe….😀

  27. kalo menurut ita absolut itu : gunakan tanda “$” pada baris dan kolom. kalo semi absolut, gunakan tanda “$” pada salah satunya (bisa di kolom saja ato di baris saja). nah loh kok jadi bahas ms.excel ya??? *kabuuuuuuuuur*:mrgreen:

    ______________________________________________

    Yari NK replies:

    Iya ya…. dari zamannya Lotus 1-2-3 sampai MS-Excel zaman sekarang tanda absolut pada spreadsheet masih tetep $ hehehe…… nggak pernah ganti jadi Rp. ya?? Itu menandakan $ absolut sedangkan mata uang lainnya hanya relatif saja…. wakakakak…. jadi lebih ngaco jawabannya!😆

  28. hahahah.. aduh aduh.. sebenarnya itu hanyalah asal nulis sajah.. tanpa pemikiran yang jelas… (seperti biasa..).. tetapi setelah difikir-fikir, jika kita membicarakan tentang relativitas, kita harus berfikir secara relativ.. seperti tong sam chong yang berkata bahwa ,kosong adalah isi dan isi adalah kosong’ yeah! sebuah hakikat yang absolut tentang relativitas…
    mungkin saja kita mulai membicarakan tentang kebenaran dan keberadaan Tuhan.. ah sebenarnya tuhan itu di mana? dll
    banyak sekali pertanyaan2x yang muncul ketika kita membahas Tuhan… dan tidak dapat kita jawab walaupun dalam sebuah diskusi sekalipun..
    mungkin saja kita dapat mengungkap berbagai misteri alam semesta jika kita mulai berfikir secara relatif.. kita takkan bisa membayangkan sebuah kekekalan jika pikiran kita masih terbelenggu dalam lingkup ruang & waktu dimana masih ada x dan -x benar salah, hitam putih, kosong isi dsb

    maaf kalau saya ngaco.. sebenarnya saya hanya ingin mengungkapkan pemikiran2x saya selama ini.. tetapi kurang dapat menulis secara etis dan estetis ZzZ…

    ________________________________________

    Yari NK replies:

    Huehehe… ya udah deh…. ho’oh aja daripada saya makin pusing…. btw kok bikin perumpamaan enak banget ya: “Kosong adalah Isi, Isi adalah Kosong”, saya juga mau ah bikin sekali2, nih: “Ganteng adalah Jelek, Jelek adalah Ganteng”, “Pintar adalah Bodoh, Bodoh adalah Pintar”, gimana?? Nggak kalah bikin pusingnya kan?? Hehehehe….:mrgreen:

    Tapi memang setiap orang bebas kok punya pendapat masing2, walaupun saling bertentangan! Ya, namanya juga relatif! Jadinya… ya….. semua serba relatif!😀

  29. wah.. mencerahkan, membuat saya ikutan berhitung!

    _________________________________________

    Yari NK replies:

    Terima kasih mas….. tapi bukan berhitung ya macam2 kan mas??😀

  30. Ngebaca komentar mas ardianzzz… Rasanya dulu pernah dibahas tentang kosong dan isi di mathematicse.wordpress.com?!

    _______________________________

    Yari NK replies:

    Ooo… ya?? Wah… kayaknya topik mengenai kosong dan isi, saya lupa2 inget juga di blog mathematicse, maklum saya juga sering mengunjungi blog tersebut.🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s