Selamatkan Bumi Kita dari Hujan Asam (Acid Rain)!

Kemacetan di London InggrisDalam rangka menyambut hari Bumi yang jatuh kemarin tanggal 22 April, mulai hari Senin hingga hari Minggu nanti, saya bertekad untuk tidak menggunakan mobil saya selama seminggu dengan harapan agar ikut mengurangi emisi CO2 dan gas-gas berbahaya lainnya ke atmosfir planet kita tercinta ini, planet tempat satu2nya kita hidup di mana harus ada kesadaran mulai dalam diri kita sendiri bahwasannya kita harus mengambil tindakan nyata untuk ikut menyehatkan planet kita ini sekecil apapun dan tidak hanya sekedar omong saja. Alhamdulillah dua hari telah berlalu tanpa saya harus menggunakan mobil saya. Pertama2 memang agak sulit karena tidak terbiasa apalagi hari Senin yang lalu di mana saya harus pergi pagi2 dan terburu2 sehingga terpaksa saya naik Taksi. Lho kok Taksi?? Sama aja bohong kan?? Ya nggak…. toh tanpa saya tumpangi itu taksi juga akan tetap beroperasi di jalanan. Tapi alhamdulillah sesudah itu saya pulang naik angkot dan kemarin hari Selasa, benar2 merupakan ‘hari berpergian dengan angkot’ untuk saya! Yah, mudah2an niat saya untuk berpergian tanpa mobil dapat terus terlaksana hingga hari Minggu mendatang. Memang sih, bagusnya  untuk seterusnya, tapi yah, untuk sekarang cukup seminggu dulu, tidak usah terlalu memforsirkan diri dulu….hehehe…. mudah2an kedepannya bisa lebih baik.

Untuk tema menyambut hari bumi ini sebenarnya saya punya pilihan beberapa topik mengenai perusakan lingkungan mulai dari penipisan ozon (ozone depletion), pencemaran limbah nuklir hingga terraforming, yaitu mentransformasikan planet lain menjadi planet yang mirip Bumi sehingga dapat didiami oleh manusia yang tentu saja hal ini masih menjadi teori saja karena keterbatasan teknologi yang ada sekarang. Namun kali ini saya akan mengangkat topik mengenai hujan asam (acid rain) saja yang merupakan salah satu isu penting pencemaran lingkungan pada zaman modern saat ini.

Kita semua sejak SD mengetahui bahwa air menguap dari lautan dan danau dan akhirnya berkondensasi kembali menjadi titik-titik hujan. Pada titik2 hujan tersebut membawa  atau terkandung sedikit gas2 yang berada  di atmosfer yang terlarut dalam titik2 hujan tersebut. Dalam kondisi normal, air hujan memang sedikit bersifat agak asam (acidic) dan mempunyai pH sekitar 5,6. Sifat keasaman ini karena adanya CO2 dalam titik2 hujan tersebut. Namun pada dekade-dekade terakhir ini secara dramatis derajad keasaman hujan, terutama di negara2 industri sudah meningkat 100 kali lebih yaitu dengan tingkat keasaman (pH) sekitar 3-3,5. Ingat, skala pH adalah skala logaritma seperti halnya skala Richter, jadi kenaikan derajad keasaman (atau penurunan pH) dari 5,6 menjadi 3, berarti peningkatan derajad keasaman lebih dari 100 kali!

Penyebab bencana polusi ini adalah industri dan mobil atau kendaraan bermotor kita sendiri! Setiap tahun di seluruh dunia  pembangkit tenaga listrik dan juga industri peleburan bijih logam melepaskan jutaan ton gas belerang dioksida (SO2) ke atmosfir bumi kita. Gas belerang dioksida, beberapa di antaranya ini kemudian dioksidasi oleh udara menjadi belerang trioksida (SO3). Gas-gas belerang oksida ini (SO2 dan SO3) kemudian larut dalam air membentuk asam sulfit dan asam sulfat:

 SO2 + H2O ——-> H2SO3 (asam sulfit)

SO3 + H2O ——-> H2SO4 (asam sulfat)

 Selain itu gas-gas Nitrogen Oksida juga menyumbang dalam kenaikan derajad keasaman hujan. Gas-gas ini terbentuk oleh pabrik2 dan juga pembangkit2 tenaga listrik yang menggunakan arang sebagai bahan bakarnya ditambah dari pipa pembuangan mobil kita. Di dalam mobil kita gas nitrogen oksida ini terbentuk akibat temperatur tinggi yang terjadi pada mesin mobil kita di mana akibat dari temperatur atau suhu yang tinggi tersebut gas nitrogen (N2) dan oksigen (02) yang merupakan konstituen udara bereaksi satu sama lain sehingga membentuk gas nitrogen oksida tersebut. Udara ini sangat diperlukan oleh mesin mobil agar gas oksigen dari udara dapat membakar bensin dalam mobil anda sehingga memberikan tenaga kepada mobil anda agar dapat bergerak. Namun karena suhu di mesin mobil anda sangat tinggi maka gas Nitrogen dan gas Oksigen dalam udara yang ada di mesin mobil tersebut juga akan saling bereaksi menjadi gas Nitrogen Dioksida (NO2). Gas ini kemudian larut dalam air hujan dan akan membentuk asam nitrat (HNO3) dan asam nitrit (HNO2) yang juga merupakan konstituen daripada hujan asam:

2 NO2 + H20 ———> HNO3 + HNO2

Akibat dari hujan asam ini tentu saja sangat destruktif. Hujan asam ini membuat danau2 yang tertimpa hujan asam ini menjadi ikut pula naik derajad keasamannya. Sehingga hasilnya sudah diduga, ikan2 akan mati dan punah dari danau. Danau-danau di daerah tenggara Canada dan di daerah Adirondack di negara bagian New York di Amerika Serikat sudah merasakan akibatnya. Sudah lama sekali danau2 di daerah itu tidak pernah ada lagi ikannya. Bukan itu saja, hutan2 subtropis di selatan Jerman dan juga di daerah2 di Eropa Tengah juga mulai menjadi korban. Pohon-pohon banyak yang mati akibat tidak kuat menyerap air hujan yang sudah sangat asam tersebut. Itu belum termasuk ribuan patung2 bersejarah yang terbuat dari batu yang rusak akibat terpaan hujan asam. Ingat! Hujan asam ini tidak hanya bisa terjadi di Eropa atau Amerika saja, namun di manapun di dunia ini hujan asam dapat terjadi, termasuk di negara kita!

Untuk itu apa yang harus dilakukan?? Perlu kesadaran dari diri kita sendiri dulu untuk berniat mengurangi emisi gas yang dapat menyebabkan hujan asam yang berasal dari kendaraan kita! Minimal itu dulu yang patut kita perbuat. Dalam emisi gas mobil kita bukan hanya gas2 yang akan menyebabkan hujan asam saja yang ada tetapi juga gas karbon dioksida (CO2) yang akan menyebabkan efek rumah kaca pada atmosfir kita dan juga gas karbon monoksida (CO) yang beracun karena gas ini dapat mengikat protein hemoglobin dalam darah kita. Minimal andaikata kita tidak bisa menghilangkannya setidaknya kita dapat menguranginya. Jangan ada kata “percuma kalau hanya sendirian saja” atau sejenisnya dalam menyelamatkan bumi kita. Setiap tindakan individu yang ikut menyelamatkan bumi akan sangat berarti bagi planet biru dan hijau kita tempat tinggal kita satu2nya ini. Ayo! Kurangi emisi gas kendaraan anda! Jangan cuma ikut2an berslogan dan berposting artikel di blog saja!!

 

Iklan

31 responses to “Selamatkan Bumi Kita dari Hujan Asam (Acid Rain)!

  1. Kenapa nggak naik sepeda aja Mas? 🙂
    Selama ini saya kemana-mana selalu sama sopir nggak pernah repot-repot nyetir sendiri, nggak repot nyari parkir, dan gak repot nyuci mobil. Tinggal berdiri di pinggir jalan sopir-sopir saya pasti pada rebutan mempersilahkan saya naik 😀 monggo…

  2. Ya Allah
    masih adakah sisa bumi ini untuk cucuku kelak

  3. ada ide, ikutan klub bike to work aja pak. lebih enyuak kayaknya…

  4. Saya sekarang ngonthel terus lho ke kampus, ternyata lebih asyik, lebih sehat, dan lebih hijau. Tentu saja, lebih ngirit. Beruntung, jarak dari rumah ke kampus cuma 2 kilometer saja. Naik gendharaang cuma seminggu seklai, kalau hendak belanja ke kota. Entahlah, ini suatu kesadaran atau keterpaksaan 🙂

  5. Saya juga hobi naik sepeda, tapi di jakarta masih jadi moda transport kesekian, plus pelaku pengendara yang amit2. 🙂

  6. kalo saya berpartisipasi memperingati hari bumi dng cara menahan diri tdk meminjam mobilnya mas yari yg lagi nganggur. haha..
    *dikentutin mas yari*

  7. yes yes yes asik asik asik punya teman nih…

  8. yup, tidak bawa kendaraan dan ngangkot sekali2 asyik juga. Cuman suka bingung sekarang ongkosnya berapa, yah? 😀

  9. ayo , semuanya selamatkan bumi kita
    nyokkkk
    jangan biarkan selalu terkena polusi
    setuju ?

  10. yups, sepakat dan setuju 100% dengan pendapat bung yari. kita mesti menjaga bumi ini dari sikap serakah dan seenaknya dalam mengeksploitasi sumber daya alam. penggunaan kendaraan pun terasa akan lebih ramah dan nyaman jika kendaraan yang digunakan tak terlalu banyak mengeluarkan asap knalpot. bisa jadi, pemekaran kora yang tdk dilindungi sabuk hijau juga akan makin memperparah keadaan bumi yang sudah berada pada titik nazir kerusakan. semua pihak perlu kembali ke “kittah”-nya utk mkembali “memayu hayuning bawana”: melestarikan bumi seisinya.

  11. ada ga ya mas kendaraan pake bahan bakar carbondioksida?
    terus maaf, “kentutnya” jadi oksigen gitu?
    kan pasti bumi ini lebih sejuk.
    🙂

  12. @Yoga

    Yeee… di sini maksudnya bukan masalah pakai sopir atau nggak, di sini tujuannya adalah mengurangi emisi pembuangan gas yang berbahaya bagi lingkungan. Kalau saya minta bantuan sopir untuk menyetir atau minta bantuan teman saya untuk menyetir misalnya, ya itu bukan solusi namanya. Juga kalau misalnya saya nggak pakai mobil saya, tapi saya meminjam mobil teman saya yang nganggur, ya itu namanya juga bukan solusi. Atau misalnya saya nggak pakai mobil saya tapi mobil saya pinjamkan ke teman saya (sambil ngelirik ke si Binbin), ya itu juga sama aja oblong! Jadi di sini bukan masalah pakai sopir apa nggak, tapi masalah pengurangan emisi gas berbahaya. 😛

    @achoey sang khilaf

    Masih banyak harapan mas! Dengan syarat harus dengan tindakan nyata, bukan hanya dengan omong dan tulis di blog saja! 😀

    @Raffaell

    Ide bagus…… selain mengurangi emisi gas2 berbahaya juga membuat badan menjadi sehat! Tapi di sini apa bisa diwujudkan ya?? 😦

    @Bodronoyo

    Menurut saya, apakah itu sebuah keterpaksaan ataupun kesadaran, kalau itu dapat mengurangi polusi adalah sesuatu hal yang baik. Toh ini bukan masalah kasih sedekah yang ikhlas atau nggak. Apapun itu jikalau keadaan tersebut membuat bumi kita menjadi lebih sehat adalah sesuatu yang baik. Memang jauh lebih baik lagi kalau itu merupakan suatu kesadaran…….

    @ton6312

    Iya pak…. lalu lintas di sini memang nggak aman untuk pengendara sepeda….. maunya mengurangi polusi nanti malah meresikokan keselamatan sendiri…. untuk itu saya naik kendaraan umum saja selama seminggu ini.

    @AgusBin

    Minjem?? Enak aja! Nyewa dong! Setidak2nya walaupun misi pengurangan emisi gagal tapi dapat keuntungan finansial! Wakakakakak….. 😆
    😛

    @ardianzzz

    Punya temen apa nih?? Temen ngeblog?? 😀

    @indra_kh

    Kalau saya sih tanya dulu sama penumpang lain yang ada di dalam, jarak dari sini ke situ ongkosnya berapa ya bu/pak/dik?? Gitu pak caranya! Kan ada pepatah malu bertanya sesat di angkot jalan! :mrgreen:

    @realylife

    Nyok! Tapi pertama2 kita harus bertanya pada diri kita sendiri dulu, tindakan apakah yang telah kita ambil untuk menyelamatkan bumi kita? 🙂

    @Sawali Tuhusetya

    Yah… begitulah kalau perencanaan tata kota tidak memperhatikan hal2 lingkungan hidup… yang difikir hanya mal melulu….. mungkin manusia Indonesia ini harus merasakan akibatnya dulu baru ia menyesal kemudian! Mudah2an kita tidak seperti itu ya! 😦

    @mbahjadol

    Sayang karbondioksida bukan bahan bakar jadi dia tidak bisa memberikan tenaga. Itu sudah hukum alam. Justru karbondioksida itu adalah sisa dari pembakaran! 🙂

  13. GOTCHA! Hehehe… Kenapa sopir-sopir saya pada berebut nganterin? soalnya mereka SOPIR ANGKOT mas! 😀
    Yup, kemana-mana saya naik angkot, busway, airlines, cab, gak ada yang punya pribadi 🙂 dan kalau dekat-dekat saja ya jalan kaki, murah meriah bisa mengurangi timbunan lemak sedikit 🙂

  14. Saya juga satu-dua bulan yang lalu juga naik sepeda ke tempat les. Cuma berhubung sekarang pergi ke tempat lesnya berdua sama adik saya, jadinya sekarang dianterin ato naik motor dah. Tapi, enakan naik sepeda juga, lebih sehat.

  15. wah, tulisan yang merah mengingatkan daku dengan fisika..
    brrr..

  16. Saya memang selalu naik kendaraan umum (angkot, bis, busway s/d taksi), sejak pensiun. maklum nggak berani nyopir sendiri. Memang risikonya harus menjaga penampilan agar tak mengundang orang yang tak benar….dan terpaksa naik taksi jika meeting ke kantor yang hanya sesekali, lha mosok pakai blazer atau jas naik angkot yang bikin kepanasan dan menjadi pandangan mata penumpang lain.

    Atau bagaimana jika digalakkan bekerja dirumah, jadi ke kantornya hanya sesekali….hehehe

  17. Mumpang nanya, Mas. Itu yang di gambarnya, jalanan di negara mana ya? keren banget. Banyak lajurnya.

  18. huhuhu… negara-negara industri yang nyumbang polusi banyak itu malah lebih tertarik pada perdagangan karbon ke negara berkembang timbang ngurangi polusi mereka sendiri yang seabrek itu…

  19. emisi-nya banyak, tapi penghijauannya kurang banget yah pak…
    coba kalo di pinggir-pinggir jalan utama dibanyakin ijo2 gitu, trus trotoar dibagusin, para pkl ditertibin, bisa jadi kek di luar negeri ga ya, kerasa adem walopun jalan kaki, hehe..
    oya, satu lagi biat kampanye kurangi emisi : Kurangi Gengsi pamer2 kekayaan :p

  20. @Yoga

    Wakakakak…. itu sih namanya bukan berebut ingin nganterin, itu sih pada ingin ‘nagih hutang’ semua…. wakakakak…… 😆

    @alias

    Memang, sepedanya nggak ada boncengannya ya? Atau kalau nggak mungkin suatu saat nanti adiknya juga dibelikan sepeda jadi si adik juga merasakan sehatnya naik sepeda….. 😀

    @diorockout

    Bukannya pelajaran kimia? :mrgreen:

    @edratna

    Betul bu…… selama naik angkot saya juga menyimpan jas saya di kantor….. kalau dasi bisa saya simpan di tas nanti kalau sudah sampai kantor baru saya pakai…. hehehe……

    @norie

    Menurut sumbernya sih di London, Inggris. Tapi entahlah masa bodoh banget, yang mau saya tunjukkan di sini bukan di kota mana kemacetan itu terjadi tapi contoh kemacetannya itu sendiri! 😀

    @jensen99

    Iya… betul sekali tuh….. dan celakanya barang2 itu, mau tidak mau, kita beli juga tuh….. jadi yang paling bersalah yang jual apa yang beli ya? 😦

    @pipiew

    Nah begitulah mbak piew kalau orientasi kota hanya semata2 berdasarkan profit finansial jangka pendek, bukan berorientasi pada keseimbangan ekosistem jangka panjang, padahal tanpa ekosistem yang baik, secara tidak langsung juga dapat mengancam perekonomian suatu masyarakat…….
    Dan memang betul juga mbak Piew di sini masyarakat memang masih mengutamakan gengsi. Lihat saja eksekutif2 kita banyak yang gengsi kalau ke kantor nggak pakai mobil, padahal banyak dari eksekutif2 tersebut kualitasnya bobrok……. cuma luarnya saja yang bagus naik mobil dan berdasi tapi kemampuannya, yah cuma segitu! :mrgreen:

  21. kebetulan abis nonton film pencerahan soal lingkungan di hbo
    kalo ga salah judulnya an inconvenient truth
    ternyata efeknya bisa segitu gawatnya ya

    jadi mikir seribu kali nih soal rencan beli mobi sendiri
    kaya’nya postpone dulu aja deh
    mending pake angkot aja deh
    sekalian amal buat para pemburu uang setoran

    (dalam batin…padahal emang ga ada budgetnya)

  22. semoga cucu2 kita masih bisa menikmati bumi yg segar..

  23. Aku pikir, ga ada beda, Mas!
    sampeyan ga menggunakan mobil sendiri, tapi naik angkot.
    Bukannya ga emisi buangan mobil sampeyan lebih ringan sedikit dibanding angkot. Bukannya malah mendukung pencemaran udara dengan ikut naik angkot.

    Kenapa ga naik sepeda aja satu minggu ini, Mas?
    Bukannya irit BBM dan bebas gas emisi?

    He he he, sekadar ikut komentar!

    Tabik!

  24. anda pikir yang paling menyiksa itu acid rain? masih ada yang lebih nyiksa ketimbang ujan asem atau ketiban tumbangan pohon asem; yaitu bau asem para penumpang komilet M-53 jurusan Kota – Pulogadung!!! asyeeem tenannn…..

  25. Pertamax berkunjung kesini. Salam kenal om…

    Om saran nih ya… Dari pada seminggu nggak pake mobil trus di minggu2 berikutnya bales dendam 🙂 Mendingan om buat jadwal sehari dalam seminggu nggak pake mobil. Itu lebih baik loh om. Apalagi kalo konsisten dan bisa berlanjut terus. Wah… Coba ada aja 100 orang, terutama di kota2 besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, dll yang punya program yang sama seperti om. Pasti banyak pengaruhnya terhadap kelangsungan hidup bumi kita ini. Apalagi kalo ternyata program ini menjalar ke semua Kota di dunia. Wah… Tambah awet muda Bumi kita ini om 🙂

  26. Ayo! Kurangi emisi gas kendaraan anda! Jangan cuma ikut2an berslogan dan berposting artikel di blog saja!!

    wahahah.. dalem banget pak..

    hujan asam udah kaya mau kiamat aja donk yah..

  27. @tukang ngocoblak

    wah…. saya malah belum sempat nonton tuh film The Inconvenient Truth, tadinya sih niat nonton tapi pas jadwalnya selalu kelewatan terus… hehehe……

    Ya udah…. nggak usah beli mobil dulu…. simpan saja dulu uangnya untuk beli hal2 yang lebih berguna sesuai kebutuhan dulu…… 😀

    @hanggadamai

    ……amin! 🙂

    @zulfaisalputera

    Ya nggak dong pak….hehehe….. nggak menambah polusi dong, kalau saya tidak menggunakan mobil dan naik angkot berarti saya tetap mengurangi emisi gas buang.

    Begini pak logikanya, umpama saya pakai mobil itu angkot kan tetap beroperasi kan pak?? Jadi kalau saya pakai mobil polusi datang dari asap mobil saya dan angkot. Sedangkan kalau saya naik angkot maka polusi hanya datang dari angkot saja karena mobil saya tidak dipakai. Nah, keadaan jadi sia2 kalau misalnya saya pergi pakai angkot tapi mobil saya yang lagi nganggur itu dipakai oleh anggota keluarga saya yang lain atau teman saya. Begitu pak! 🙂

    @khofia

    Iya… memang betul…. tapi apakah saudara yakin, saudara juga sudah tidak mengeluarkan keasyeman itu?? :mrgreen:

    @Adieska

    Sebenarnya bagusnya sih begitu….. cuma ya itu…. terkadang ada jadwal2 kesibukan yang agak sulit disesuaikan dengan jadwal ‘tidak berkendaraan motor’ tersebut. Yang jelas saya sudah ada ide….. saya bertekad jikalau naik kendaraan umumnya cuma sekali, betapapun jauhnya, saya akan naik angkot. Mungkin kalau perginya sama keluarga belum bisa naik angkot hehehe… tapi kalau saya sendiri yang pergi saya sudah bertekad bulat. Lumayan, itupun sudah mengurangi emisi gas buang kan?? Hehehe…..

    Btw, nggak lah, saya habis seminggu ini nggak akan balas dendam naik mobil ke mana2 sampai2 mengunjungi tetangga sebelah saja naik mobil! Wakakakakak… 😆 ….. ya nggak begitu lah! 😀

    @ridu

    Masih ada harapan rid, kalau kita bertekad menyelamatkan bumi kita dengan tindakan2 nyata…… 🙂

  28. ayo selamatkan bumi kita dari hujan asam karena hujan asam dapat merusak bumi .apa akibat dari hujan asam ? hujan asam dapat merusak lapisan ozon kita .mirip nggak dengan para ahli ipa maklum mau masuk ipa nggak nyampai-nyampai kasihan banget si gue .

    ______________________________

    Yari NK replies:

    Sebenarnya yang membuat penipisan ozone dikaitkan dengan hujan asam adalah karena ozon yang ada di atmosfir kita bersama2 oksigen ikut mengubah molekul SO2 menjadi molekul SO3 , jadi akibat perusakan ozonnya terjadi secara tidak langsung.

    Btw, terims ya telah mampir di blogku. 🙂

  29. ah!!!!!!!!!!!!!!!!!! penjelalsannya kurang lengkap masa gaada ferrari dan lain lain

    __________________________

    Yari NK replies:

    Ini artikel memang bukan tentang mobil tetapi tentang pencemaran lingkungan. Komentar anda benar-benar tak bermutu dan tolol :mrgreen:

  30. hampa tau x cta upin ipin betul………..betul…………betul………..

  31. Ping-balik: Selamatkan Bumi Kita dari Hujan Asam (Acid Rain)! | agcgoblog.info

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s