Daily Archives: Jumat, 2 Mei 2008

Ekonomi Pasar Lawan Ekonomi Terpusat

Tanggal 1 Mei yang lalu, seluruh dunia memperingati hari buruh. Seperti biasa dan sudah menjadi pandangan umum setiap tahun bahwa hari buruh selalu diwarnai dengan demonstrasi para buruh menuntut dilindunginya ‘hak2’ buruh. Seperti biasa setiap demonstrasi para buruh tersebut aroma kebencian terhadap kapitalisme sangat tercium di kalangan kaum buruh tersebut dan juga di kalangan pendukung kaum buruh.  Aroma kebencian tersebut diperkuat lagi oleh bumbu2 agama politik yang sebenarnya tidak ada hubungannya atau sedikit hubungannya dengan sistem perekonomian yang disebut kapitalisme tersebut. Bagi mereka yang merasa inferior membenci Amerika Serikat dan sekutu2nya kemungkinan besar mereka juga akan membenci kapitalisme. Namun ada juga yang membenci kapitalisme dengan dalih bahwa dalam kapitalisme yang kuat selalu menindas yang lemah. Terlepas dari alasan2 tersebut mari kita tengok sejenak secara singkat apa kapitalisme itu.

Lantas apa sih kapitalisme itu? Kapitalisme adalah sebuah sistem perekonomian yang dalam bahasa modernnya kini disebut sistem Ekonomi Pasar (market economy) yang pada dasarnya adalah sebuah bentuk perekonomian di mana perusahaan2 swasta dan juga peroranganlah yang paling banyak memegang kendali keputusan atas produksi dan konsumsi. Produksi dibuat untuk menghasilkan profit setinggi2nya dengan biaya serendah2nya. Konsumsipun ditentukan oleh selera dan keputusan individual. Di dalam sistem perekonomian ini, individu dan juga kelompok individu non-pemerintah diizinkan untuk memiliki modal seperti: modal uang, buruh, tanah dan sebagainya. Investasi, distribusi, harga barang dan jasa semuanya diatur dan ditentukan oleh mekanisme pasar.  Peranan pemerintah di sini relatif kecil di dalam sistem perekonomian ini. Contoh bentuk ekonomi pasar yang paling ekstrim adalah yang disebut dengan ekonomi laissez-faire, di mana pemerintah sama sekali tidak punya peran dalam perekonomian!

Lawan daripada sistem ekonomi pasar ini adalah sistem Ekonomi Terpusat (centralised economy) atau Ekonomi Terpimpin (command economy). Ekonomi Terpusat/Terpimpin ini erat hubungannya dengan sosialisme (yang kerapkali dielu2kan oleh para buruh) walaupun ada sedikit perbedaan secara definitif antara ekonomi terpusat dan ekonomi sosialisme. Di dalam perekonomian ini, pemerintah memiliki semua alat2 produksi dan sumberdaya mulai dari modal hingga tanah dan tenaga kerja, dan juga pemerintah mengatur jalannya operasi perusahaan2 di semua jenis industri. Bukan itu saja, pemerintah juga menentukan jenis2 output apa saja yang harus dihasilkan, berapa besarnya output, berapa harganya dan juga pendistribusian output2 tersebut di tengah masyarakat. Pendek kata di dalam perekonomian terpimpin yang paling ekstrim, individu dan swasta tidak diizinkan sama sekali menjalankan perusahaan! Perusahaan hanya berhak dijalankan oleh pemerintah! Bahkan tukang buahpun mungkin tidak boleh menikmati hasil jualan buahnya (karena pohon dan buahnya adalah milik negara!!), karena itu hasil penjualan buahnya harus diserahkan kepada negara dan sebagai gantinya si tukang buah akan mendapat gaji atau upah dari negara mirip pekerja atau buruh!! Di perekonomian seperti ini semua orang hanya boleh menjadi kuli buruh atau pekerja saja!

Amerika Serikat, negara2 Eropa, Jepang, Korea Selatan, Australia dan banyak negara2 maju lainnya sangat dekat dengan Ekonomi Pasar. Sedangkan Korea Utara, Kuba, Myanmar, bekas Uni Soviet waktu dulu beserta mantan sekutu2nya di Eropa Timur sangat dekat dengan ekonomi terpusat. Namun pada kenyataannya, perekonomian modern, baik itu yang dianut oleh Amerika Serikat dan sekutu2nya, maupun oleh bekas Uni Soviet zaman dulu dan sekutu2nya, tidak ada yang murni 100% menjalankan Ekonomi Pasar ataupun Ekonomi Terpusat. Mereka semua menjalankan perekonomian campuran (mixed economy). Namun tentu saja masing2 bobot perekonomiannya berbeda. AS dan sekutu2nya bobot ekonomi pasarnya tentu jauh lebih berat ketimbang praktek perekonomian terpusatnya sebaliknya bekas Uni Soviet dan sekutu2nya jauh lebih berat praktek ekonomi terpusatnya daripada praktek ekonomi pasarnya. Amerika Serikat misalnya pemerintahnya masih campur tangan dalam pembuatan hukum dan kebijakan2/regulasi2 perekonomian. Pemerintah juga menyelenggarakan sekolah dan jasa kepolisian, atau pemerintah memonopoli produk2 berteknologi yang sangat canggih terutama untuk persenjataan mutakhir. Di sini kita melihat bahwa Amerika Serikat juga tidak murni mengadopsi sistem ekonomi pasar. Begitu pula dengan bekas Uni Soviet zaman dulu yang mengadopsi sistem ekonomi terpusat di mana toh bisnis berskala kecil masih banyak dipegang oleh perorangan.

Jadi bagi mereka yang selalu menyalahkan dan membenci “kapitalisme” karena secara politis membenci AS dan sekutu2nya sepertinya sedikit salah kaprah. AS mungkin adalah kapitalis, namun kapitalisme belum tentu AS. Praktek kapitalisme sendiri mungkin jauh lebih tua dibandingkan negara paman Sam tersebut walaupun istilah kapitalisme sendiri baru mendapatkan momentumnya di abad ke-19 lalu ketika terjadi revolusi industri di Inggris. Andaikata anda bekerja pada sebuah perusahaan swasta ataupun anda kini enjoy menjalankan sebuah bisnis maka secara tak langsung andapun tengah menikmati sistem kapitalisme itu! Jadi apakah kapitalisme yang  berorientasi pada pasar bebas itu adalah sistem yang sempurna? Tidak juga! Tentu saja tidak ada gading yang tidak retak. Mungkin “kelemahan” yang paling terasa dari sistem ini adalah jurang yang menganga antara si kaya dan si miskin, antara pengusaha dan kaum buruh. Si miskin tidak bertambah miskin, namun kenaikan kesejahteraannya jauh lebih lambat dibandingkan dengan si kaya. Di negara2 yang menganut ekonomi terpusat kekayaan jauh lebih merata, tentu saja, karena di negara2 tersebut hampir semuanya buruh dan pekerja. Namun pada kenyataannya banyak si miskin di negara kapitalis bisa hidup lebih nyaman atau makmur ketimbang si kaya (yang sebenarnya nggak begitu kaya dari kacamata kapitalisme) di negeri sosialis atau negeri dengan ekonomi terpusat.

Bagaimana sekarang dengan sistem perekonomian Islam?? Jikalau mau jujur sebenarnya Islam tidak melarang praktek2 kapitalisme kecuali tentu saja yang berkenaan dengan riba atau bunga. Walaupun pada kenyataannya masih banyak yang bingung mengenai riba ini sebab (bahkan di kalangan orang Islam sendiri) apapun namanya, apakah itu bagi hasil dan sebagainya tetap saja itu adalah sebuah mark-up dan tidak ada bedanya dengan bunga hanya labelnya saja yang diganti. Apakah ada yang dapat menjelaskan lebih spesifik tentang riba ini secara definitif??

Namun, terlepas dari masalah riba ini, Islam sendiri sebenarnya tidak melarang kapitalisme. Islam sendiri juga mengakui kepemilikan modal secara personal yang menandakan Islam pada dasarnya memperbolehkan kapitalisme bahkan banyak dipercaya justru Islam yang memperkenalkan kapitalisme pada barat bukan sebaliknya! Praktek-praktek pemisahan antara perusahaan dan negara yang menjadi ciri khas kapitalisme telah lama ada dalam dunia Islam yang akhirnya diperkenalkan kepada dunia barat. Juga praktek-praktek perekonomian modern yang kita kenal saat ini dan juga instrumen2nya seperti perusahaan persekutuan (partnership), sistem pinjaman (loan), deposito, cek dan masih banyak yang lainnya sebenarnya telah lama dikenal di dunia Islam jauh sebelum dikenal di dunia barat. Untuk lebih lengkapnya silahkan lihat di sini. Jadi bagi mereka yang “membenci” kapitalisme yang menganggap biang kerok kerusakan perekonomian di negeri ini hanya karena membenci politik luar negeri AS dan sekutu2nya sebaiknya bisa melihat segala hal dengan lebih obyektif dan lebih bijaksana lagi…….