Daily Archives: Selasa, 6 Mei 2008

Hypothermia

Foto orang yang lagi baca artikel ini, eh salah, maksud ané ini adalah foto anjing St. Bernard hehehe...Hannah Seagal, wanita berusia 80 tahun yang tinggal di Chicago, negara bagian Illinois, Amerika serikat masih terbilang aktif di usianya yang sudah terbilang senja tersebut. Ia masih aktif bersosialisasi dan ia masih sanggup pergi sendiri. Kegiatannya setiap hari adalah masih aktif di perpustakaan di kota tersebut dan pada sore harinya ia masih suka bermain Bingo atau bermain Scrabble bersama teman2nya.

Suatu hari di bulan Desember menjelang musim dingin, seperti biasa Hannah pergi ke perpustakaan kota. Namun tidak seperti biasanya Hannah hari itu merasa ada kelainan pada dirinya. Hari itu entah kenapa fikirannya menjadi kacau dan ia kehilangan orientasi terhadap lingkungan di sekitarnya. Seorang rekannya, sesama pegawai perpustakaan, kebetulan memperhatikan Hannah berjalan tertatih2 di antara rak-rak buku yang biasa ia lewati setiap hari. Lalu rekannya tersebut dan juga beberapa rekan2nya yang lain akhirnya berinisiatif membantu Hannah. Namun ketika mereka menolong Hannah dan membaringkannya di sofa panjang, wanita tua malang itu telah hilang kemampuan komunikasinya walaupun ia masih terlihat sadar. Sesaat kemudian seorang rekannya menelepon 911, dan dalam waktu singkat Hannah dibawa ke UGD Rumah Sakit. Analisa perkiraan dokter pada awalnya adalah Hannah menderita stroke. Namun analisa tersebut buyar ketika secara tak sengaja seorang perawat memegang tangan Hannah yang sangat dingin. Ya, ternyata Hannah “hanya” menderita hypothermia.

Ya… hypothermia (hipotermia) adalah sebuah keadaan di mana panas tubuh banyak hilang karena panas tubuh kita banyak diserap oleh udara dingin di sekitar kita. Suhu tubuh normal manusia adalah 36 – 37 oC. Jikalau suhu udara di sekitar kita lebih dingin daripada suhu tubuh kita maka secara otomatis panas tubuh kita akan diserap oleh udara di sekitar kita tersebut. Namun jikalau suhu udara sekitar 15 – 25 oC, hal tersebut biasanya tidak menjadi masalah justru penyerapan panas tubuh kita oleh udara pada  suhu udara tersebut sangat perlu karena tubuh kita menghasilkan panas lebih banyak dari yang dibutuhkan oleh tubuh, oleh sebab itu maka pada suhu udara 15 – 25oC tubuh kita akan terasa nyaman. Namun tentu masalahnya akan berbeda jika suhu udara terus menurun hingga mendekati titik beku, pada saat suhu udara mulai mendekati titik beku (0oC) itulah udara mulai “rakus” menyerap panas tubuh kita sehingga sedikit demi sedikit suhu tubuh kita akan menurun dan kita mulai merasa kedinginan.

Secara otomatis tubuh merespon dalam penurunan suhu tubuh ini dengan meningkatkan metabolisme sehingga panas yang dihasilkan akan lebih banyak dan cepat. Percepatan metabolisme ini menyebabkan badan kita menggigil dengan otomatis dan tak terkendali, ya pergerakan otot yang cepat alias menggigil ini adalah usaha alamiah tubuh untuk menghasilkan panas yang lebih akibat penurunan suhu tubuh kita. Badan biasanya mulai menggigil jikalau suhu tubuh turun (diukur melalui rektum) sebesar 1 – 2 Co  *). Jikalau suhu tubuh terus menurun, maka tubuh akan semakin menggigil dengan hebat. Hilang ingatan atau amnesia dan juga kehilangan orientasi terjadi pada suhu tubuh sekitar 33 – 35oC. Otot2 tubuh menjadi lebih kaku jikalau suhu tubuh turun hingga 30-32oC. Pada suhu tubuh sedingin ini orang tersebut memerlukan bantuan dari orang lain untuk menghangatkan tubuhnya karena ia sendiri secara mental sudah kehilangan kemampuannya untuk menyelamatkan dirinya sendiri. Pada suhu tubuh 25-30oC jantung mulai berdetak tidak teratur dan orang tersebut biasanya sudah hilang kesadarannya dan suhu tubuh di bawah 25oC kematian akan terjadi akibat gagal jantung atau pembengkakan paru2 (pulmonary œdema ).

Kematian oleh hypothermia atau dalam bahasa Inggrisnya sering disebut sebagai death by exposure, bahkan dapat terjadi pada suhu udara di atas titik beku. Jikalau anda basah kuyup oleh hujan misalnya dan pada saat itu ada angin yang cukup kencang, maka suhu udara 5oC sudah cukup membahayakan tubuh anda. Contoh lain adalah mereka yang tercebur ke laut dari kapal seperti dalam film Titanic, akan jarang bertahan hidup lebih dari 30 menit pada suhu air 0-2oC.

Sebagian dari anda tentu juga sudah pernah mendengar anjing St. Bernard yang legendaris itu, yang gambarnya ada pada postingan ini di atas, anjing ini mengandalkan penciumannya yang tajam guna mendeteksi adanya orang yang tertimbun longsoran salju ( avalanche / Lawine ) di pegunungan Alpen Swiss. Anjing ini biasanya membawa tong kecil di kalungnya berisi minuman beralkohol brandy guna menghangatkan orang yang terkena hypothermia akibat longsoran salju tersebut. Minuman “penyelamat” brandy yang dibawa si anjing ini sebenarnya lebih kepada minuman “kematian” daripada minuman “penyelamat”. Kenapa? Sebab minuman beralkohol seperti brandy ini pada orang yang mengalami hypothermia justru akan memperburuk kondisi orang tersebut. Alkohol menyebabkan pembesaran atau pelebaran dalam pembuluh darah kapiler (blood capillaries). Jikalau pelebaran itu terjadi pada pembuluh darah kapiler yang dekat dengan permukaan kulit di mana pada pembuluh darah kapiler tersebut terdapat banyak darah yang dingin (akibat hypothermia tersebut), maka pembuluh darah kapiler yang tiba2 membesar itu akan membuat darah yang dingin tersebut lebih cepat mengalir ke bagian2 tubuh di mana terdapat organ2 vital. Tentu saja hal ini dapat mengancam jiwa orang tersebut.

Penderita hypothermia yang masih sadar dan dapat makan atau minum sebaiknya diberi makanan yang manis2 dan juga minuman2 hangat, sukur2 kalau minuman hangat tersebut dapat diberi gula. Dan jangan sekali2 diberi minuman beralkohol untuk menghangatkan tubuh. Lalu untuk pertolongan pertama, secepat kilat keringkan tubuh si penderita dan tempatkan ia di tempat yang terlindung dari angin. Tempatkan si penderita di dalam sleeping bag yang kering atau bisa juga selimut yang tebal bersama anda sendiri di dalamnya agar panas dari tubuh anda dapat mengalir ke tubuh penderita. Jikalau memakai selimut tebal pastikan si penderita terlindung dari dinginnya lantai (jikalau ditaruh di atas lantai) atau dinginnya tanah. Itulah pertolongan pertama terhadap orang yang menderita hypothermia.  Dan yang paling penting adalah pertolongan pertama harus dilakukan secepat mungkin.

Di Indonesia mungkin hypothermia relatif jarang terjadi mengingat negeri kita berada dekat dengan garis katulistiwa yang selalu beriklim hangat. Kecuali mungkin hypothermia dapat terjadi pada orang2 yang mendaki gunung2   tertinggi di negeri ini. Walaupun begitu tentu tidak ada salahnya kita mengetahui sedikit tentang hypothermia dan pertolongan2 pertamanya siapa tahu nanti ada yang mau berlibur dan main ski di musim dingin di pegunungan Alpen Swiss atau di Aspen, Colorado, Amerika Serikat. Hehehe……..

_______________________________________________

*) Kini untuk perbedaan suhu yaitu untuk menunjukkan kenaikan atau penurunan suhu, walaupun belum resmi, sangat dianjurkan memakai Co atau Fo untuk membedakannya dengan oC atau oF yang digunakan untuk pengukuran suhu pada satu titik waktu. Jadi 2oC berbeda dengan 2 Co. Contoh:

– Suhu udara di luar ruangan adalah 2oC berarti 2oC adalah \frac{9\times 2}{5}+32 = 35,6oF. Jadi suhu udara di luar ruangan tersebut setara dengan 35,6oF.

– Terjadi penurunan suhu udara di luar sekitar 2Co berarti 2Co adalah \frac {9\times2}{5} = 3,6 Fo. Jadi penurunan suhu udara di luar adalah setara dengan 3,6 Fo.

Berbeda bukan?