Hypothermia

Foto orang yang lagi baca artikel ini, eh salah, maksud ané ini adalah foto anjing St. Bernard hehehe...Hannah Seagal, wanita berusia 80 tahun yang tinggal di Chicago, negara bagian Illinois, Amerika serikat masih terbilang aktif di usianya yang sudah terbilang senja tersebut. Ia masih aktif bersosialisasi dan ia masih sanggup pergi sendiri. Kegiatannya setiap hari adalah masih aktif di perpustakaan di kota tersebut dan pada sore harinya ia masih suka bermain Bingo atau bermain Scrabble bersama teman2nya.

Suatu hari di bulan Desember menjelang musim dingin, seperti biasa Hannah pergi ke perpustakaan kota. Namun tidak seperti biasanya Hannah hari itu merasa ada kelainan pada dirinya. Hari itu entah kenapa fikirannya menjadi kacau dan ia kehilangan orientasi terhadap lingkungan di sekitarnya. Seorang rekannya, sesama pegawai perpustakaan, kebetulan memperhatikan Hannah berjalan tertatih2 di antara rak-rak buku yang biasa ia lewati setiap hari. Lalu rekannya tersebut dan juga beberapa rekan2nya yang lain akhirnya berinisiatif membantu Hannah. Namun ketika mereka menolong Hannah dan membaringkannya di sofa panjang, wanita tua malang itu telah hilang kemampuan komunikasinya walaupun ia masih terlihat sadar. Sesaat kemudian seorang rekannya menelepon 911, dan dalam waktu singkat Hannah dibawa ke UGD Rumah Sakit. Analisa perkiraan dokter pada awalnya adalah Hannah menderita stroke. Namun analisa tersebut buyar ketika secara tak sengaja seorang perawat memegang tangan Hannah yang sangat dingin. Ya, ternyata Hannah “hanya” menderita hypothermia.

Ya… hypothermia (hipotermia) adalah sebuah keadaan di mana panas tubuh banyak hilang karena panas tubuh kita banyak diserap oleh udara dingin di sekitar kita. Suhu tubuh normal manusia adalah 36 – 37 oC. Jikalau suhu udara di sekitar kita lebih dingin daripada suhu tubuh kita maka secara otomatis panas tubuh kita akan diserap oleh udara di sekitar kita tersebut. Namun jikalau suhu udara sekitar 15 – 25 oC, hal tersebut biasanya tidak menjadi masalah justru penyerapan panas tubuh kita oleh udara pada  suhu udara tersebut sangat perlu karena tubuh kita menghasilkan panas lebih banyak dari yang dibutuhkan oleh tubuh, oleh sebab itu maka pada suhu udara 15 – 25oC tubuh kita akan terasa nyaman. Namun tentu masalahnya akan berbeda jika suhu udara terus menurun hingga mendekati titik beku, pada saat suhu udara mulai mendekati titik beku (0oC) itulah udara mulai “rakus” menyerap panas tubuh kita sehingga sedikit demi sedikit suhu tubuh kita akan menurun dan kita mulai merasa kedinginan.

Secara otomatis tubuh merespon dalam penurunan suhu tubuh ini dengan meningkatkan metabolisme sehingga panas yang dihasilkan akan lebih banyak dan cepat. Percepatan metabolisme ini menyebabkan badan kita menggigil dengan otomatis dan tak terkendali, ya pergerakan otot yang cepat alias menggigil ini adalah usaha alamiah tubuh untuk menghasilkan panas yang lebih akibat penurunan suhu tubuh kita. Badan biasanya mulai menggigil jikalau suhu tubuh turun (diukur melalui rektum) sebesar 1 – 2 Co  *). Jikalau suhu tubuh terus menurun, maka tubuh akan semakin menggigil dengan hebat. Hilang ingatan atau amnesia dan juga kehilangan orientasi terjadi pada suhu tubuh sekitar 33 – 35oC. Otot2 tubuh menjadi lebih kaku jikalau suhu tubuh turun hingga 30-32oC. Pada suhu tubuh sedingin ini orang tersebut memerlukan bantuan dari orang lain untuk menghangatkan tubuhnya karena ia sendiri secara mental sudah kehilangan kemampuannya untuk menyelamatkan dirinya sendiri. Pada suhu tubuh 25-30oC jantung mulai berdetak tidak teratur dan orang tersebut biasanya sudah hilang kesadarannya dan suhu tubuh di bawah 25oC kematian akan terjadi akibat gagal jantung atau pembengkakan paru2 (pulmonary œdema ).

Kematian oleh hypothermia atau dalam bahasa Inggrisnya sering disebut sebagai death by exposure, bahkan dapat terjadi pada suhu udara di atas titik beku. Jikalau anda basah kuyup oleh hujan misalnya dan pada saat itu ada angin yang cukup kencang, maka suhu udara 5oC sudah cukup membahayakan tubuh anda. Contoh lain adalah mereka yang tercebur ke laut dari kapal seperti dalam film Titanic, akan jarang bertahan hidup lebih dari 30 menit pada suhu air 0-2oC.

Sebagian dari anda tentu juga sudah pernah mendengar anjing St. Bernard yang legendaris itu, yang gambarnya ada pada postingan ini di atas, anjing ini mengandalkan penciumannya yang tajam guna mendeteksi adanya orang yang tertimbun longsoran salju ( avalanche / Lawine ) di pegunungan Alpen Swiss. Anjing ini biasanya membawa tong kecil di kalungnya berisi minuman beralkohol brandy guna menghangatkan orang yang terkena hypothermia akibat longsoran salju tersebut. Minuman “penyelamat” brandy yang dibawa si anjing ini sebenarnya lebih kepada minuman “kematian” daripada minuman “penyelamat”. Kenapa? Sebab minuman beralkohol seperti brandy ini pada orang yang mengalami hypothermia justru akan memperburuk kondisi orang tersebut. Alkohol menyebabkan pembesaran atau pelebaran dalam pembuluh darah kapiler (blood capillaries). Jikalau pelebaran itu terjadi pada pembuluh darah kapiler yang dekat dengan permukaan kulit di mana pada pembuluh darah kapiler tersebut terdapat banyak darah yang dingin (akibat hypothermia tersebut), maka pembuluh darah kapiler yang tiba2 membesar itu akan membuat darah yang dingin tersebut lebih cepat mengalir ke bagian2 tubuh di mana terdapat organ2 vital. Tentu saja hal ini dapat mengancam jiwa orang tersebut.

Penderita hypothermia yang masih sadar dan dapat makan atau minum sebaiknya diberi makanan yang manis2 dan juga minuman2 hangat, sukur2 kalau minuman hangat tersebut dapat diberi gula. Dan jangan sekali2 diberi minuman beralkohol untuk menghangatkan tubuh. Lalu untuk pertolongan pertama, secepat kilat keringkan tubuh si penderita dan tempatkan ia di tempat yang terlindung dari angin. Tempatkan si penderita di dalam sleeping bag yang kering atau bisa juga selimut yang tebal bersama anda sendiri di dalamnya agar panas dari tubuh anda dapat mengalir ke tubuh penderita. Jikalau memakai selimut tebal pastikan si penderita terlindung dari dinginnya lantai (jikalau ditaruh di atas lantai) atau dinginnya tanah. Itulah pertolongan pertama terhadap orang yang menderita hypothermia.  Dan yang paling penting adalah pertolongan pertama harus dilakukan secepat mungkin.

Di Indonesia mungkin hypothermia relatif jarang terjadi mengingat negeri kita berada dekat dengan garis katulistiwa yang selalu beriklim hangat. Kecuali mungkin hypothermia dapat terjadi pada orang2 yang mendaki gunung2   tertinggi di negeri ini. Walaupun begitu tentu tidak ada salahnya kita mengetahui sedikit tentang hypothermia dan pertolongan2 pertamanya siapa tahu nanti ada yang mau berlibur dan main ski di musim dingin di pegunungan Alpen Swiss atau di Aspen, Colorado, Amerika Serikat. Hehehe……..

_______________________________________________

*) Kini untuk perbedaan suhu yaitu untuk menunjukkan kenaikan atau penurunan suhu, walaupun belum resmi, sangat dianjurkan memakai Co atau Fo untuk membedakannya dengan oC atau oF yang digunakan untuk pengukuran suhu pada satu titik waktu. Jadi 2oC berbeda dengan 2 Co. Contoh:

– Suhu udara di luar ruangan adalah 2oC berarti 2oC adalah \frac{9\times 2}{5}+32 = 35,6oF. Jadi suhu udara di luar ruangan tersebut setara dengan 35,6oF.

– Terjadi penurunan suhu udara di luar sekitar 2Co berarti 2Co adalah \frac {9\times2}{5} = 3,6 Fo. Jadi penurunan suhu udara di luar adalah setara dengan 3,6 Fo.

Berbeda bukan?

Iklan

26 responses to “Hypothermia

  1. Cerita Hanah Seagal itu kalo ga salah ada di Discovery Real Chanel kalo ga salah bener ga? Btw kalo menggigil demam itu termasuk hypotermia ga ya?

  2. Dulu bersama beberapa rekan saya pernah menjelajah pegunungan sekitar Bandung Selatan beberapa hari. Malam harinya suhu di sana sangat dingin hingga sekitar 8 derajat celcius, justru karena hujan tidak turun. Salah seorang teman saya tiba2 ambruk kedinginan, hingga nyaris hilang kesadaran. Sleeping bag dan jaket yang ada akhirnya kami tumpukkan di atas badannya dan dibaringkan di samping api unggun. Alhamdulillah dia selamat, hanya kami menahan dingin dengan menggunakan pakaian yang ada berlapis2, karena jaket dipake dia 😀

  3. Hitungan yang matematis banget.
    Boleh tanya nggak nich? Kalau kita minum air es pada saat udara panas, kenapa badan kita ini menjadi lemas?

  4. blog yang informatif….teruslah menulis untuk anak bangsa ini

  5. tapi penyakit ini ga pernah ada di indonesia kan om??

  6. Er… saya pernah merasakan sedikit hypothermia. Jadi ceritanya, waktu itu saya pergi ke tempat les naik sepeda. Pas itu juga, lagi hujan deras. Walhasil, saya les dengan celana basah kuyup (karena saya pake jaket) di tempat ber-AC. Penderitaan belum selesai sampai di situ, saya pulangnya kan naik sepeda lagi, nah… dengan celana belum kering saya pulang naik sepeda lagi! Akhirnya menghadapi angin malam yang luar biasa, saya menggigil sepanjang perjalanan. Hehehe…


  7. ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
    ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

    KALO MAU BIKIN BLOG, JANGAN LUPA MASUK SITUS “Leoxa.com”
    (Themenya Keren Abiss & Bisa Pake Adsense)

    ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
    ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

  8. @AgusBin

    Iya… cerita Hannah Seagal itu ada di saluran Discovery Real Time.

    Kalau menggigil demam karena infeksi itu adalah bagian dari usaha alamiah badan kita memerangi infeksi tersebut. Badan kita mengigil agar memberi panas yang lebih dan menaikkan suhu badan kita yang sering kita sebut demam. Jadi demam ini adalah usaha alamiah tubuh untuk memerangi kuman2 yang masuk ke tubuh karena dengan menaikkan suhu tubuh membuat kuman2 (bakteri dan virus) menjadi tidak nyaman dan lama kelamaan akan mati.

    @indra kh

    Betul pak….. kalau cuaca lembab secara teoritis memang dapat membuat suhu udara terasa sedikit panas di kulit dan juga cuaca mendung dapat sedikit menaikkan suhu udara karena panas terpantul kembali oleh awan tebal di langit.

    Tapi masalahnya bukan itu pak…… justru kalau waktu itu tidak turun hujan, sangat menguntungkan bagi teman bapak yang mengalami hypothermia tersebut. Kenapa? Itu karena jikalau air hujan yang dingin tersebut membasahi tubuh teman bapak itu maka air hujan tersebut justru akan membantu menyerap panas dari tubuh teman bapak tersebut yang jadinya tentu saja akan memperburuk keadaan bagi seseorang yang tengah mengalami hypothermia….. 🙂

    @Edi Psw

    Wah…. saya nggak bisa menemukan penjelasan ilmiahnya tuh kenapa minum air es pada udara panas bisa membuat orang lemas. Kalau saya pribadi sih malah minum air es pada udara panas malah bikin saya segar kembali. Mungkin pak Edi pada dasarnya memang nggak suka minum air es kali! :mrgreen:

    @syahrizal pulungan

    Terima kasih….. Insha Allah….. saya akan terus menulis sesuatu yang berguna dan informatif di blog ini….. 🙂

    @hanggadamai

    Bisa lah….. jikalau kita naik gunung yang tinggi. Itu seperti pada komentarnya pak Indra KH di atas….. 😀

    @Alias

    Itu sudah termasuk hypothermia juga. Tapi mungkin masih dalam taraf yang ringan sekali. Jikalau tubuh sudah menggigil, itu namanya tubuh berusaha menghasilkan panas untuk menggantikan panas yang hilang diserap oleh udara yang dingin. Jadi jikalau anda sudah menggigil, itu sudah termasuk hypothermia walaupun mungkin masih dalam taraf ringan.

    @kang4roo

    Thanks (again) for the info!

  9. Saya lebih tahan panas dibanding dingin…maklum lahir di daerah panas (Jatim)….jadi kalau ke Bandung (walau kata orang, sekarang Bandung panas)…..mesti pake jaket. Kalau tidak, masuk kamar mandipun menggigil…..jadi mesti mandi pakai air hangat selama di Bandung.
    Jadi, saya tetap cocok tinggal di Jakarta yang berhawa panas dibanding Bandung.

    Sulitnya kalau pergi ke LN, orang lain kepanasan….saya mesti tetap membawa baju hangat, dan terutama syal untuk menutup leher. Tak terbayang jika saya ikutan memanjat gunung……

  10. Wow, thanx god it didn’t happen in this country. Maybe that’s why we never met snow (cold) season in Indonesia, cause if it is? (i don’t know what 2 say)

    sekalipun negara kita sering tertimpa musibah dan diklaim banyak tertinggal dibanding negara-negara lainnya (apalagi sebentar lagi BBM naik ?! …apa hubungannya? 🙂 ) we still should say … thanx 2 God

  11. itu kalau pernah liat di pelm pelm itu ada yang telanjang dada aja maen ke salju salju….. itu gimana, kebal yah….

  12. buset dagh panjang bener uey 😉
    baru tw ttg hypothermia…

  13. Yah, satu lagi pengetahuan tambah. Sebelumnya aku belum pernah dengar istilah “hypothermia”. Tapi kalau nonton film “Titanic” udah 4 kali, he he he. Satu pertanyaan bro, kalau kita naik gunung, biasanya kita bawa minuman beralkohol untuk menghangatkan badan. Ini bener tidak bro?

  14. Saya vegetarian jd bdn kayanya krg makan yg brlemak jd sk krg thn dg cuaca dgn cpt mnggigil it jg hypotermia ya mas…thx infonya.

  15. Postingan yang bagus dan menarik bung yari, bisa menjadi kumbung pengetahuan bagi orang seperti saya. waduh, sepertinya kita memang harus berhati-hati ketika berada di lingkungan yang dingin. lebih2 jika terjadi peralihan mendadak; dari suhu yang panas ke suhu yang dingin. orang yang memiliki daya tahan tubuh kuat bisa jadi tak mudah terjangkiti hypothermia, tapi bagi mereka yang daya tahannya rendah apalagi yang sudah sukup umur, sepertinya harus ekstra-hati2 jika mesti bepergian ke daerah bersuhu dingin. untung saja saya hampir tidak pernah jalan2 ke daerah bersuhu dingin, bung yari, hehehehe 😆

  16. ASS.

    Wah..nambah ilmu gue dah….thanks banget mas…

    gimana khabarnya ?

  17. Saya copy ya mas, buat bacaan dan mengingat-ingat

  18. Bagaimana dengan frossbite? Apakah hypothermia bisa memicu frossbite?

  19. harapannya , jangan sampe ke Indonesia ya
    itu saja

  20. @edratna

    Betul bu…. kalau mandi pakai air dingin memang air yang dingin tersebut akan menyerap panas tubuh kita, jadi tubuh terasa kedinginan. Namun memakai air hangat juga bisa kedinginan, hal ini terjadi jikalau sudah selesai mandi sesudah beberapa saat terutama mandi air hangat di udara dingin. Itu karena setelah mandi air hangat kita akan merasa hangat karena tubuh kitalah yang menyerap panas dari air hangat itu. Tapi setelah selesai udara dinginlah yang cepat menyerap panas dari tubuh kita yang hangat selesai mandi air hangat itu sehingga tubuh kita lama kelamaan akan kedinginan (lagi) juga…..

    Kalau saya lebih senang dingin bu, tentunya bukan dingin yang mendekati suhu titik beku, saya masih kuat 15 derajad Celsius tanpa harus pakai baju hangat…..hehehe…..

    @SQ

    It can happen too in our country, but of course the incidence of hypothermia is relatively low in the tropics where we have abundant sunlight. But despite this fact mountain climbers can expose themselves to such risk because temperature drops as altitude rises. 🙂

    @Raffaell

    Kemampuan orang dalam menghasilkan panas (metabolisme) tubuh berbeda2, mas Raffaell. Orang yang gemuk2 secara teoritis lebih banyak menghasilkan panas tubuh daripada orang yang kurus2 karena mungkin mereka banyak makan dan banyak menimbun cadangan lemak, sehingga mereka bisa tahan lebih lama di cuaca yang sangat dingin. Orang2 di TV yang mas Raffaell ceritakan itu pasti orangnya kebanyakan “subur2” hehehe… Tapi lama kelamaanpun mereka pasti akan mengalami hypothermia, cepat atau lambat, kalau berjam2 mereka bertelanjang dada di udara dingin…… 😀

    @okta sihotang

    Nah…. sekarang udah tahu kan…… 😀

    @FraterTelo

    Menurut sains memang pemanasan badan dengan alkohol adalah cara yang efektif tentu saja karena alkoholpun dapat menghasilkan energi. Namun menurut sains pula pemanasan badan dengan alkohol tentu BUKAN cara yang terbaik! Alasan orang sebenarnya lebih memilih alkohol karena alkohol memberikan efek candu pada otak dan dapat mengubah “mood” kita. Saya pernah menulis tentang alkohol di sini. Namun kalau anda tidak menderita hypothermia yang parah, resikonya memang relatif sangat kecil walaupun tetap ada. Tapi kalau resiko dari minum alkohol lainnya seperti minum sampai agak ‘mabuk’ sehingga membahayakan pendakian, nah itu ceritanya bisa lain…… hehehe…… 😀

    @titikagus

    Sebenarnya lemak memberikan rasa hangat bukan karena dia berfungsi seperti selimut, bukan seperti itu! Huehehe….. Tapi lemak memberikan rasa hangat karena ketika dalam tubuh kita, lemak tersebut dibakar oleh oksigen, sehingga ia akan menghasilkan panas. Namun tentu yang menghasilkan panas atau energi bukan hanya lemak saja, karbohidratpun bisa menghasilkan panas atau energi. Jadi jikalau anda makan yang manis2 atau makan jagung atau makan makanan lainnya yang mengandung karbohidrat, itupun bisa menghasilkan panas. Jadi menurut ilmu pengetahuan, tidak banyak pengaruh apakan anda vegetarian atau bukan dalam menghadapi cuaca dingin……… 😀

    @Sawali Tuhusetya

    Sebenarnya pak, bukan masalah daya tahan tubuh, tapi memang metabolisme orang berbeda2. Mungkin karena kebiasaan atau hal2 lain sehingga tubuh sudah membiasakan diri dengan lingkungan sehingga pada orang2 tertentu metabolismenya tinggi sehingga membantu mereka lebih tahan terhadap cuaca dingin….. 🙂

    @Alex

    Alhamdulillah saya dalam keadaan baik2 saja. Silahkan jika anda ingin meng-copy. Terims ya telah mampir di blogku. 🙂

    @Yoga

    Hypothermia dengan frostbite tentu berbeda! Jikalau hypothermia itu sendiri adalah keadaan di mana panas badan terlalu banyak diserap dengan udara dingin sehingga badan “kedodoran” dalam menghasilkan panas yang dibutuhkan oleh tubuh. Sedangkan frostbite disebabkan oleh beberapa macam faktor walaupun faktor utamanya juga kedinginan. Dalam frostbite, pembekuan dapat menyebabkan pembuluh darah menyempit sehingga ada jaringan2 yang tidak terkena suplai darah secara cukup sehingga jaringan tersebut menjadi rusak. Tidak semua keadaan hypothermia akan menjadi frostbite…. orang2 yang peredaran darahnya tidak lancar seperti penderita diabetes atau penderita arteriosclerosis lebih berkemungkinan menderita forstbite jikalau ia terkena hypothermia yang parah. Jadi frostbite itu adalah rusaknya jaringan akibat penyempitan pembuluh darah yang diakibatkan oleh cuaca dingin. Jadi berbeda dengan hypothermia 😉

    @realylife

    Sudah sampai ke Indonesia mas, cuma mungkin di daratan tinggi saja yang cuacanya dingin. 😀

  21. oke udah sy copas. thanks ya mas

    ____________________________

    Yari NK replies:

    Terims kembali juga! 🙂

  22. Thanks for the information jadi teringat saat winter di Iowa, suhu bisa mencapai -20 C yang bisa membuat wajah terasa perih sekali saat diterpa angin… harusnya memang pakai penutup wajah juga selain sudah memakai jaket, syal, dan perlengkapan winter lainnya… Untunglah sekarang di Florida yang termasuk tropis, gak beda jauh dengan Indonesia

    __________________________________________

    Yari NK replies:

    Iya… mbak…. saya juga pernah merasakan dingin yang kira2 sedingin itu di Québec, Canada. Baju berlapis ditambah baju hangat dan pelindung muka. Kalau suhunya turun 10 derajad Celsius lagi, air kopi yang dilempar ke udara dari cangkirnya akan membeku sebelum ia jatuh ke tanah!
    Wah…. iya enak ya Florida, saya belum pernah sih ke Florida tapinya, di sana winter-nya sangat mild ya! 🙂

  23. apa sy pendeita hypothermia??
    aneh aj…dlm suhu normal tubuh sy kadang bisa mengigil..apalagi bl suhu dingin,misalnya sehabis hujan…

    ap hypotermia menyerang tdk mengenal suhu??

    • Pertama2, hypothermia itu bukanlah suatu penyakit tetapi adalah suatu gejala, entah itu karena penyakit, ataupun karena hal-hal lainnya. Mungkin juga gejala psikis karena mungkin anda pada dasarnya tidak suka dingin.

      Kalau misalnya non-psikis, mungkin tubuh anda tengah terinfeksi sehingga tubuh berusaha menggigilkan badan dengan menaikkan suhu tubuh agar perbedaan antara suhu tubuh dan lingkungan menjadi lebih besar, sehingga tubuh anda menggigil. Atau bisa jadi metabolisme tubuh anda sedang terganggu, dan sebagainya.

      Kalau misalnya gejala hypothermia-nya sangat serius atau mengganggu, anda bisa berkonsultasi dengan dokter anda…. 😀

  24. gW mau nAnyA nich???
    apa perbedaan menggigil karena demam dengan menggigil karena kedinginan???
    mohon jawabannya……

    • Kalau menggigil karena demam, itu mekanisme alamiah tubuh untuk menaikkan suhu tubuh kita agar kuman2 yang menyerang tubuh kita mati, sedangkan kalau menggigil kedinginan, itu juga mekanisme alamiah tubuh agar tubuh kita lebih cepat menghasilkan energi yang dapat menimbulkan panas yang sangat dibutuhkan oleh tubuh kita yang tengah menggigil tersebut. Ngerti? 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s