Daily Archives: Sabtu, 17 Mei 2008

Gara-Gara Selalu Bela Yang Underdog Jadi Kalah Beneran…

Mungkin karena saya salah seorang pecinta acara2 olahraga yang sejati di televisi terutama sepakbola dan tennis (badminton juga sih asal yang main pemain2 kelas dunia) sehingga kecintaan saya tersebut seringkali “menutupi” rasa nasionalisme saya. Lho…. apa hubungannya?? Begini…. entah kenapa dalam menonton acara2 olahraga di televisi secara naluriah saya senantiasa membela tim-tim atau pemain2 yang lebih lemah . Tidak peduli apakah itu tim bulutangkis Indonesia yang bertanding melawan regu yang lebih lemah, saya tetap membela pihak yang “lemah”. Ini mungkin, karena sebagai pencinta sejati acara2 olahraga di televisi saya ingin melihat pertandingan yang seru dan berimbang, bukan pertandingan berat sebelah yang membosankan.

Contohnya kemarin2 pada pertandingan Piala Thomas dan Uber, ketika Indonesia melawan Inggris (Thomas) dan Indonesia melawan Jerman (uber) saya di rumah justru membela Inggris dan Jerman. Ya, saya tahu bahwa tim piala Thomas Inggris dan tim piala uber Jerman adalah tim2 underdog dibandingkan dengan tim piala Thomas dan Uber Indonesia. Apalagi pertandingan berlangsung di Jakarta dengan dukungan puluhan ribu suppoerter Indonesia yang terkenal “garang” itu. Walhasil, di rumah, saya membela tim Inggris dan Jerman dengan maksud agar pertandingan menjadi lebih seru dan tidak berat sebelah.

Begitu pula dengan semalam, pertandingan semi final piala Thomas antara Indonesia dan Republik Korea. Mula-mula saya menganggap bahwa Tim Thomas Korea sebagai tim underdog dan patut dibela agar pertandingan lebih seru dan pertandingan tidak cepat habis. Pertama saya cukup senang ketika Pemain Korea Park Sung Hwan mengandaskan Sony Dwi Kuncoro dengan pertandingan rubber set. Begitu pula pada pertandingan kedua antara ganda kita Markis Kido dan Hendra Setiawan, masih saya anggap ganda kita lebih bagus dibandingkan ganda Korea Jung Jae Sung dan Lee Yong Dae, walhasil saya mensupport kembali ganda Korea tersebut. Dan lagi-lagi ternyata fihak Korea yang menang! Nah, pada partai ketiga antara Taufik Hidayat dan pemain Korea Hyun Ii Lee, saya mulai bimbang, jangan2 malah Korea nih yang sekarang di atas angin, apalagi yang main Taufik Hidayat yang prestasinya benar2 bisa naik turun secara ekstrim, salah2 nanti pemain Korea lagi yang menang dan tamatlah perjuangan tim merah putih di Piala Thomas. Sudah tim merah putih kita kalah, pertandingan cepat berakhir juga dengan kemenangan telak 3-0 untuk Korea! Wah gawat juga nih! Maka untuk partai ketiga saya kini memutuskan untuk membela Taufik Hidayat. Tapi apa lacur, karena prestasi Taufik yang naik turun secara drastis dan juga mungkin beban mental yang sangat berat yang dipikul oleh Taufik akhirnya kekalahan diderita oleh Taufik Hidayat dan tamatlah perjuangan tim merah putih di piala Thomas.

O iya, menariknya kemarin, pertandingan Piala Thomas  juga bersamaan dengan siaran langsung pertandingan tennis Hamburg Masters di stasiun televisi Star Sports. Pertandingan telah mencapai babak perempat final yang mempertemukan Roger Federer (Swiss) lawan Fernando Verdasco (Spanyol), serta Novak Ðoković (Serbia) melawan Albert Montañes (Spanyol). Untuk itu dua TV dinyalakan sekaligus, TV di ruang tamu yang menyiarkan Piala Thomas dan TV di kamar yang menyiarkan tennis dari Star Sports. Untung TV di kamar ada sambungan TV kabel juga jadinya bisa nonton tennis di Star Sports. Nah, dalam pertandingan tennis itu saya juga membela kedua pemain Spanyol tersebut (Verdasco dan Montañes) yang underdog itu.  Sayang, dalam pertandingan2 tersebut yang menang adalah Roger Federer dan Novak Ðoković 😦 .

Nah begitulah sifat saya dalam menyaksikan pertandingan2 olahraga di TV (atau di mana saja). Saya selalu cenderung memihak yang underdog agar pertandingan tidak berat sebelah dan tidak cepat usai. Sifat ini seringkali menutupi rasa nasionalisme saya yang seharusnya saya membela tim merah putih. Tetapi jangan khawatir, karena selain di bulu tangkis,  pemain2 atau tim2 kita selalu cenderung underdog, maka dalam pertandingan2 olahraga lainnya saya pasti cenderung untuk mendukung tim merah putih. Hehehehe…….. :mrgreen:

 

Catatan menyedihkan:

Piala Thomas dan Piala Uber tahun ini yang disponsori secara resmi oleh bank BRI, ternyata tidak mempunyai website resmi !! Inilah mungkin satu2nya event olahraga tingkat dunia pada zaman ini yang tidak mempunyai website atau situs resmi !! Padahal untuk zaman ini, situs resmi sangat penting untuk mempromosikan suatu event olahraga, baik secara komersial ataupun untuk mendongkrat popularitas (event) olahraga tersebut. Dari situs tersebut kita bisa mendapatkan informasi mengenai sejarah olahraga tersebut, jadwal2 pertandingannya, detail setiap pemain sampai pada penjualan tiket online. Semuanya sangat penting bagi sebuah event olahraga bertaraf internasional. Dalam tennis saja misalnya, situs2 resmi untuk Wimbledon, US Open, Australian Open dan juga French Open (Roland Garros) sudah sejak sebelum pergantian millennium situsnya sudah ada dengan megah dan canggihnya. Tapi untuk piala Thomas dan Uber terutama yang tahun ini?? Apa kita kekurangan Sumberdaya Manusianya ya??? Atau apakah ada yang tahu situs resmi Piala Thomas dan Uber 2008 ini??