Gara-Gara Selalu Bela Yang Underdog Jadi Kalah Beneran…

Mungkin karena saya salah seorang pecinta acara2 olahraga yang sejati di televisi terutama sepakbola dan tennis (badminton juga sih asal yang main pemain2 kelas dunia) sehingga kecintaan saya tersebut seringkali “menutupi” rasa nasionalisme saya. Lho…. apa hubungannya?? Begini…. entah kenapa dalam menonton acara2 olahraga di televisi secara naluriah saya senantiasa membela tim-tim atau pemain2 yang lebih lemah . Tidak peduli apakah itu tim bulutangkis Indonesia yang bertanding melawan regu yang lebih lemah, saya tetap membela pihak yang “lemah”. Ini mungkin, karena sebagai pencinta sejati acara2 olahraga di televisi saya ingin melihat pertandingan yang seru dan berimbang, bukan pertandingan berat sebelah yang membosankan.

Contohnya kemarin2 pada pertandingan Piala Thomas dan Uber, ketika Indonesia melawan Inggris (Thomas) dan Indonesia melawan Jerman (uber) saya di rumah justru membela Inggris dan Jerman. Ya, saya tahu bahwa tim piala Thomas Inggris dan tim piala uber Jerman adalah tim2 underdog dibandingkan dengan tim piala Thomas dan Uber Indonesia. Apalagi pertandingan berlangsung di Jakarta dengan dukungan puluhan ribu suppoerter Indonesia yang terkenal “garang” itu. Walhasil, di rumah, saya membela tim Inggris dan Jerman dengan maksud agar pertandingan menjadi lebih seru dan tidak berat sebelah.

Begitu pula dengan semalam, pertandingan semi final piala Thomas antara Indonesia dan Republik Korea. Mula-mula saya menganggap bahwa Tim Thomas Korea sebagai tim underdog dan patut dibela agar pertandingan lebih seru dan pertandingan tidak cepat habis. Pertama saya cukup senang ketika Pemain Korea Park Sung Hwan mengandaskan Sony Dwi Kuncoro dengan pertandingan rubber set. Begitu pula pada pertandingan kedua antara ganda kita Markis Kido dan Hendra Setiawan, masih saya anggap ganda kita lebih bagus dibandingkan ganda Korea Jung Jae Sung dan Lee Yong Dae, walhasil saya mensupport kembali ganda Korea tersebut. Dan lagi-lagi ternyata fihak Korea yang menang! Nah, pada partai ketiga antara Taufik Hidayat dan pemain Korea Hyun Ii Lee, saya mulai bimbang, jangan2 malah Korea nih yang sekarang di atas angin, apalagi yang main Taufik Hidayat yang prestasinya benar2 bisa naik turun secara ekstrim, salah2 nanti pemain Korea lagi yang menang dan tamatlah perjuangan tim merah putih di Piala Thomas. Sudah tim merah putih kita kalah, pertandingan cepat berakhir juga dengan kemenangan telak 3-0 untuk Korea! Wah gawat juga nih! Maka untuk partai ketiga saya kini memutuskan untuk membela Taufik Hidayat. Tapi apa lacur, karena prestasi Taufik yang naik turun secara drastis dan juga mungkin beban mental yang sangat berat yang dipikul oleh Taufik akhirnya kekalahan diderita oleh Taufik Hidayat dan tamatlah perjuangan tim merah putih di piala Thomas.

O iya, menariknya kemarin, pertandingan Piala Thomas  juga bersamaan dengan siaran langsung pertandingan tennis Hamburg Masters di stasiun televisi Star Sports. Pertandingan telah mencapai babak perempat final yang mempertemukan Roger Federer (Swiss) lawan Fernando Verdasco (Spanyol), serta Novak Ðoković (Serbia) melawan Albert Montañes (Spanyol). Untuk itu dua TV dinyalakan sekaligus, TV di ruang tamu yang menyiarkan Piala Thomas dan TV di kamar yang menyiarkan tennis dari Star Sports. Untung TV di kamar ada sambungan TV kabel juga jadinya bisa nonton tennis di Star Sports. Nah, dalam pertandingan tennis itu saya juga membela kedua pemain Spanyol tersebut (Verdasco dan Montañes) yang underdog itu.  Sayang, dalam pertandingan2 tersebut yang menang adalah Roger Federer dan Novak Ðoković😦 .

Nah begitulah sifat saya dalam menyaksikan pertandingan2 olahraga di TV (atau di mana saja). Saya selalu cenderung memihak yang underdog agar pertandingan tidak berat sebelah dan tidak cepat usai. Sifat ini seringkali menutupi rasa nasionalisme saya yang seharusnya saya membela tim merah putih. Tetapi jangan khawatir, karena selain di bulu tangkis,  pemain2 atau tim2 kita selalu cenderung underdog, maka dalam pertandingan2 olahraga lainnya saya pasti cenderung untuk mendukung tim merah putih. Hehehehe……..:mrgreen:

 

Catatan menyedihkan:

Piala Thomas dan Piala Uber tahun ini yang disponsori secara resmi oleh bank BRI, ternyata tidak mempunyai website resmi !! Inilah mungkin satu2nya event olahraga tingkat dunia pada zaman ini yang tidak mempunyai website atau situs resmi !! Padahal untuk zaman ini, situs resmi sangat penting untuk mempromosikan suatu event olahraga, baik secara komersial ataupun untuk mendongkrat popularitas (event) olahraga tersebut. Dari situs tersebut kita bisa mendapatkan informasi mengenai sejarah olahraga tersebut, jadwal2 pertandingannya, detail setiap pemain sampai pada penjualan tiket online. Semuanya sangat penting bagi sebuah event olahraga bertaraf internasional. Dalam tennis saja misalnya, situs2 resmi untuk Wimbledon, US Open, Australian Open dan juga French Open (Roland Garros) sudah sejak sebelum pergantian millennium situsnya sudah ada dengan megah dan canggihnya. Tapi untuk piala Thomas dan Uber terutama yang tahun ini?? Apa kita kekurangan Sumberdaya Manusianya ya??? Atau apakah ada yang tahu situs resmi Piala Thomas dan Uber 2008 ini?? 

31 responses to “Gara-Gara Selalu Bela Yang Underdog Jadi Kalah Beneran…

  1. Waduh …gimana ya aku sedih banget….

  2. Saya kok ada feeling kalo piala uber akan terbang juga. sepertinya rakyat kita tdk jadi berpesta pora sedikit hiburan menjelang kenaikan BBM. BBM naik piala thomas lepas piala uber ga keuber lengkap sudah!

  3. wah.. kan Thomas kita kalah pak.. jadi sedih donk..😥

  4. iya nih om, tim thomasnya kalah😥
    skrg ayo dukung tim uber indonesia, buatlah kenangan manis di tahun ini!!!

  5. Mending TV-nya diletakkan bersebelahan di ruang tamu aja. Jadi bisa nonton dua-duanya nggak usah bolak-balik ke kamar dan ruang tamu.
    Hehehe…

  6. Padahal di semifinal lain saya belain malaysia menang biar Indonesia ga ketemu China di final..
    Eh tahunya malah Indonesia yang kalah..

  7. Tidak punya situs resmi karena takut kena UU ITE.🙂

  8. harapannya , nyokkk kita semua intropeksi diri , berlatih dan berlatih lagi

  9. yo’i …. selain bulutangkis dan tennis, tim Merah Putih memang masih underdog dan perlu dukungan penuh dari Bung Yari …😉

    eh besok ada GP loh, dukung Rossi penuh ya … dia khan lagi Underdog

    hidup Rossy … !!!😀

  10. Sejak melihat pertandingan tim Thomas Indonesia saat melawan Inggris, saya sudah kawatir…karena walaupun menang, saya melihat penampilan Sonny Kuncoro belum lepas. Sebetulnya saya masih menjagokan Markis Kido dan Hendra Setiawan, ternyata membaca Kompas hari ini, mereka berdua sudah ketemu pasangan Korea lawannya empat kali, dan belum pernah mengalahkan. Jadi, sebetulnya tim Korea Selatan memang kuat.

    Betapapun, saya menikmati pertandingan antara Indonesia lawan Korea Selatan, hasilnya tak menjadi masalah. Mudah2an malam ini pertandingan tim piala Uber Indonesia lawan China, juga memberikan pertandingan yang bermutu.

  11. Hah… Akhirnya tim Uber pun kalah dengan cukup mengenaskan. Tim Indonesia tampak tidak bisa mendapatkan lebih. Well, mungkin masih bisa dibilang lebih baik dari tim Thomas, tapi masih aja sama-sama kalah.

  12. @Kang Sadi

    Sama kang…. bendera merah putih gagal berkibar di piala Thomas dan Uber….😦

    @AgusBin

    Hehehe…. bener…. piala Thomas udah lepas, Piala Uber nggak keuber… Piala Dunia sepakbola?? Mimpi kaleeee!:mrgreen:

    @ridu

    Habis mau gimana lagi?? Yang penting usaha lagi merebut piala Thomas mendatang! Atau…. atau…. kita bikin replika piala Thomas sebagai penghibur??

    @hanggadamai

    Ubernya juga udah kalah semalem😦

    @Edi Psw

    Bukan begitu pak… soalnya ekstensi TV kabelnya diinstal via langit2, mindahin TV-nya gampang tapi ngerubah instalan TV kabelnya yang susah pak!:mrgreen:

    @petak

    Tadinya nggak menyangka Indonesia akan kalah dengan angka telak pula 3-0 ! Udah gitu mainnya di kandang sendiri lagi!😦

    @imcw

    Huahahaha…..😆

    @realylife

    Ya… berlatih lebih giat, lebih cerdas dan lebih terencana dan terfokus lagi!🙂

    @aisalwa

    Ah…. tennis sih Indonesia nggak jago, di tingkat ASEAN saja masih kalah dari Thailand.

    Valentino Rossi?? Hmmm…. nggak ah! Saya justru bela yang underdog kok! Huehehe…..😀

    @edratna

    Saya mulai melihat ada yang “nggak beres” pada tim Piala Thomas kita sejak tim kita dipaksa kerja keras oleh tim Thailand 3-2, tim yang di atas kertas sebenarnya jauh di bawah kita.

    Iya bu…. saya juga menikmati pertandingan itu walaupun Indonesia kalah dari Korea. Namun kekalahan yang telak 3-0, dan bermain di kandang sendiri pula dengan supporter Istora yang terkenal “ganas”, itulah hal yang agak sulit dipercaya……..

    @wennyaulia

    …dan tim piala uber kita memang sudah kalah sekarang!😦

    @zoel chaniago

    Iya… piala ubernya gagal diuber!😦

    @Alias

    Sebenarnya target piala uber adalah masuk Semi Final. Penyakit orang Indonesia adalah jikalau sudah mencapai target, sudah merasa puas dan cenderung tidak mau berusaha lebih keras lagi untuk mencapai hasil yang lebih bagus lagi. Ah, mudah2an nggak seperti itu ya……

  13. Hiks, Tim Uber Kalah…
    Eh, Piala Thomas sama Uber nggak ada situsnya? Parah nih!

  14. kemaren, saya belain Tim Uber Indonesia yg jelas2 ga uppercat alias underdog, tp nyatanya kalah juga tuh boz, langsung 3-0 lagi … 🙄

  15. Salam
    Saya kira antara nasionalisme dan olahraga tipis juga tuh he…he.., bukan2 apa, lihat Rexy jadi pelatih Malaysia aja bukan sesuatu yang mengagetkan, mau dukung yang mana menurutku asyik2 aja. Olahraga kelas dunia dgn permainan seru dan pemain2 profesional, itu yang bikin saya sangat interest **nyambung ga ya**
    BTW salam kenal aja.

  16. layar motivasi, silakan..

  17. kalah dua dua nya ya? hm… apakah saya akan dikatakan tidak nasionalis karena tidak menonton sama sekali rangkaian pertandingan ini? hm…

  18. wah tuan rumah ga dapet apa-apa nih Om! sedih nih😦
    iya nih Om, payah banget penyelenggaranya masa ga bikin situs resmi sih, apa panitianya ga ada yang bisa internetan ya ?:mrgreen:
    PSSI vs Bayern Muenchen dukung mana Om?

  19. Selamat sore Bung Yari! Cerita tentang nasionalisme di bidang olah raga tentu akan berbeda dengan rasa nasionalisme jika negara kita mendapat ancaman.Dalam olah raga sangat subjektif,karena disini terlibat langsung masalah suka dan tidak suka,jika kita telah mengidolakan seorang atlit maka batas2 nasionalisme kadang akan terlewati juga.Saya juga ada mengikuti event uber cup dan Thomas cup yang dilangsungkan di Jakarta melalui layar kaca.Bahwa tim kita gagal merebut piala memang ada kekecewaan juga, tetapi itulah olah raga, siapa yang kuat dan lebih siap dialah yang menang. Yang saya sayangkan adalah sikap penonton dan reporter olah raga yang melaporkan jalannya pertandingan. Penonton yang terlalu fanatik kadang bertindak tidak fair, dan selalu ingin mengganggu konsentrasi pemain asing yang sedang bermain.Bermain dengan penonton luar negeri yang selalu memberi applaus kepada pemain yang bermain bagus, tidak masalah apakah itu pemain negara tsb atau pemain negara lain, event All England misalnya,penonton dan reporter agar sportif.Sementara reporter tv kita sifat ngebelain salah satu pihak sangat jelas dan terkesan fulgar,sangat tidak profesional, reporter yang profesional adalah reporter yang dapat melaporkan jalannya pertandingan berdasarkan apa yang dia saksikan di lapangan, jadi emosi dia sebagai pribadi tidak boleh dia curahkan di tv.Penonton di rumah ingin mengetahui apa yang terjadi di lapangan,bukan menyaksikan dan mendengar celotehan reporter yang sedang membela salah satu tim.Terima kasih.

  20. Waduh, kok ujung-ujungnya nganggep tim Indoensia jadi tim underdog….😀😀

  21. @ardianto

    Iya… udah kalah…. situs resminya di Internet juga nggak ada…..😦

    @numpang beken

    Apanya yang uppercat (maksudnya overdog kaleeee….😛 ), dibandingkan tim Uber China, tim Uber kita tetep aja underdog, tapi emang nggak pengaruh kemarin tim Uber kita yang underdog saya dukung tapi tetep aja kalah….hehehe…..

    @nenyok

    Iya…. si Rexy juga melatih Malaysia ya?? Kalau duitnya lancar sih kayaknya sah2 aja ya….. hehehe……
    Btw…. salam kenal juga…..😀

    @zaiful

    Terima kasih dan silahkan bagi yang berminat…….

    @natazya

    Huehehe…. itu sih bukannya nggak nasionalis tapi mungkin memang nggak suka badminton kaleeee…. hehehe….😀

    @Mad Max

    Iya nih…. sedih… tuan rumah hanya kebagian ngiri dan kekinya aja nih……
    Huahahaha….. moso iya sih segitu banyaknya rakyat kita nggak ada yang bisa bikin situs resmi Thomas dan Uber Cup??:mrgreen:
    PSSI lawan Bayern München?? Hmmm…. kayaknya sih mbela PSSI, soale PSSI-nya kan underdog…. tapi seandainya Bayern München-nya yang underdog, pasti saya juga akan mbela München…. wakakakakak…😆

    @Yung Mau Lim

    Selamat sore juga mas Yung Mau, wah sudah agak lama nggak kelihatan nih ya?? Semoga mas Yung Mau dan keluarga selalu sehat selalu dan berada di bawah lindunganNya.
    O iya…. katanya…. yang saya dengar… mengenai penonton Istora yang terlalu “bersemangat” katanya kebanyakan pemain2 asing sudah terbiasa dengan penonton Istora, bahkan katanya mereka senang dengan penonton Istora yang begitu antusias dan sangat larut dan menikmati pertandingan2 badminton. Pemain2 Eropa kabarnya mereka juga katanya sudah latihan dengan suara2 gemuruh yang mengintimidasi dan memecah konsentrasi di negara masing2 agar terbiasa dengan atmosfir di Istora. Bahkan beberapa di antaranya malah merasa senang karena justru menambah motivasi mereka untuk mengalahkan tim tuan rumah dan “mempermalukan” seluruh penonton di Istora jikalau berhasil mengalahkan tim tuan rumah…. katanya rasanya sangat puas sekali kalau berhasil mengalahkan tim tuan rumah dan penonton2nya yang “fanatik” itu…..

    Tapi mengamati reporter olah raga, memang saya setuju, harus lebih netral lagi dan tidak memihak terutama pada saat pertandingan berlangsung. Saya lihat memang reporter2 olahraga di luar negeri juga bersikap netral dan tidak mendukung salah satu tim atau pemain terutama pada saat pertandingan berlangsung, walaupun saya juga pernah beberapa kali menemukan beberapa kali reporter luar negeri yang (mungkin juga lupa atau sedikit emosi) tidak sengaja memihak salah satu tim atau pemain.😀

    @mathematicse

    Abis… udah kalah 2-0, ya berarti partai ke-3 harus dianggap underdog dong…..:mrgreen:

  22. seperti lagu maju tak gentar aja –membela yang lemah🙂 … it’s a game kita harus sportif mengakui banyak sekali kekurangan bangsa kita baik dari sisi pembinaan atlet sampai dalam hal penyelenggaraan acara ini.

    ________________________________________

    Yari NK replies:

    Itu sih…. maju tak gentar membela yang benar, bukan membela yang lemah😛 …….. Ya… memang dalam olahraga kalah dan menang adalah hal yang sangat biasa. Walaupun tim dukungan kita kalah, kita memang harus sportif mengakui bahwa tim lawan memang lebih kuat atau lebih baik.😀

  23. Yaaah…
    Kalah dua2nya..
    Well, tak apa2lah..

    Yang menang jadi arang, yang kalah jadi abu. Kalah menang sama aja, yg penting sportif.

    Indonesia kyknya harus lebih giat dan keras lagi dalam berlatih.. Toh masih ada kejuaraan2 lain yg menunggu..
    Pokona™ tetep semangat!😉

    Salam kenal, bang yari…

    ________________________________

    Yari NK replies:

    Wah…. kalau pelatih olahraganya galak dan keras pasti istilah “kalah menang” sama saja akan dianggap sebagai alasan untuk bermalas2an berlatih dan mengatakan “toh, kalah menang sama saja” Huehehe………

    Ya nggak lah, secara prestasi jelas kemenangan akan berbeda dari kekalahan, sebagai atlit tentu kita harus berusaha untuk mencapai kemenangan. Namun kemenangan bukan segalanya, sportivitas dan kejujuran (tidak curang) memang jauh lebih penting daripada kemenangannya itu sendiri.

    Btw, salam kenal juga ya.🙂

  24. itulah permainan, maju terus, Hiduplah Indonesia Raya, tinggal lewat olahraga-lah kita bisa menggemakan nasionalisme, yang lain ? dah nggak ada lagi yang bisa dibanggakan !

    ________________________________

    Yari NK replies:

    Yah…. olahraga kitapun sekarang tidak bisa dibanggakan….. bulu tangkispun sekarang piala Thomas dan Uber-nya sudah melayang tuh!:mrgreen:

  25. betul pak, rasanya lebih seru nonton pertandingan yang imbang. kalo lawan yang “lembek” n mudah dikalahkan kurang sreg😀
    ita lama gak ol, bagitu mau cari info thomas-uber cup yang byk nongol link dari cerita para blogger.. huehehehe

    ___________________________________________

    Yari NK replies:

    Iya nih….. moso olahraga tingkat dunia semacam piala Thomas dan Uber ini nggak punya website resmi. Payah deh……😦
    Emang iya juga sih kalau berat sebelah nggak ramai mainnya, coba aja kalau pertandingan badminton skornya 21-0, 21-0 wah mendingan dimatiin TV-nya! Juga pertandingan sepakbola kalau skornya 10-0 juga nggak ramai tuh, berat sebelah. Tapi kalau sepakbola skornya 10-10 ada nggak yaa??:mrgreen:

  26. saya ketinggalan koment..tapi biarlah..:mrgreen: hanya ingin mengucapkan berduka cita sajahhh…

    uber dan thomas kita cukup mentok di final dan s.final.. (basi deh rasanyaa)

    ___________________________________

    Yari NK replies:

    Huehehe….. biarin deh basi juga…. yang penting kan kebagian!:mrgreen:

  27. kita ga punya uang untuk bikin website sendiri. Kalau mau bikin anggarannya digede-gedein, padahal ga segitu-gitu amat, biasalah untuk kanan dan kiri OK …

    Jika dibuat pun, memangnya kita rajin maintenance😛
    Sepertinya tidak ya …

    _____________________________________________

    Yari NK replies:

    Hehehehe…… andaikan rajin maintenance juga apakah maintenance-nya bener??:mrgreen:

  28. wa, kalo abg kandung fi bukan niatnya mo belain underdog, tp belain yang lain selain Indonesia, kekeke..walopun sebenernya cuma sekedar pelampiasan atas kekecewaan akibat penanganan bidang olahraga yang jarang dianggap serius. Yang pasti bukan akibat kurangnya SDM yg berpotensi, tapi kemalasan untuk mencari bakat-bakat yg masi terpendam. Jangankan yg terpendam, yang jelas2 nyata aja masih harus ikut turnamen pake biaya sendiri, huehe..

    Oya, rada kecewa si sebenernya ma Thomas, terutama tunggal keduanya, terkesan menyerah bgitu aja😦 *smoga hanya prasangka fi aja*

    ___________________________________________

    Yari NK replies:

    Boro-boro nyari bibit2 terpendam wong yang dipikirin cuma isi perutnya sendiri kok! Jadi pengurus…. yang dipikirin cuma gimana agar duit mengalir…… Pembinaan?? itu sih prioritas ke-100… Nggak heran di SEA Games kita sekarang sudah kalah dari Vietnam yang 20 tahun yang lalu nggak ada apa2nya!😦

  29. wah ….. sewot ya teman kita…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s