Daily Archives: Jumat, 23 Mei 2008

Mengapa Tidak Setiap Bulan Terjadi Gerhana Matahari Atau Bulan?

 

 

 

 

 

Sebenarnya artikel ini adalah bagian dari artikel sebelumnya dan masih juga berhubungan dengan bumi dan bulan. Namun karena jikalau artikel ini digabungkan akan sedikit panjang dan juga karena saya sudah agak lelah mengetiknya, terpaksa artikel itu saya bagi dua. Nah, biar artikel pertama lebih afdol maka akan dilengkapi dengan artikel ini yaitu menjelaskan “Kenapa Tidak Setiap Bulan Terjadi Gerhana Matahari” dengan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti.

Seperti dikatakan pada postingan sebelumnya bahwa bulan baru terjadi (yaitu ketika bulan “mustahil” ditemukan di malam hari) pada posisi 1 seperti ditunjukkan pada gambar sebelah bawah. Pada posisi 1 tersebut bulan berada di antara Bumi dan matahari. Bulan berputar mengelilingi Bumi dari posisi 1 ke posisi 2 dan seterusnya hingga kembali ke posisi 1 selama kurang lebih 1 bulan lamanya. Pertanyaannya kini adalah, jikalau setiap 1 bulan, bulan berada di posisi antara matahari dan bumi kenapa tidak terjadi gerhana matahari setiap bulan?? Padahal bukankah gerhana matahari itu terjadi jikalau piringan matahari tertutup oleh bulan?? Atau dengan kata lain bukankah gerhana matahari terjadi jikalau posisi bulan berada di antara bumi dan matahari (pada posisi 1)??

Jawabannya sederhana saja, itu karena bidang orbit bulan tidak lurus mendatar melainkan miring dengan sudut 5,2o seperti yang nampak pada gambar di sebelah kanan (gambar diambil dari sini). Biasanya setiap bulan, jikalau tiba pada posisi 1, bulan sedikit berada di atas atau di bawah bumi sehingga tentu saja tidak terjadi gerhana matahari. Hanya sekali2 bulan berada tepat atau kira2 tepat di antara matahari dan bumi sehingga timbulah gerhana matahari.

Nah, untuk gerhana bulan juga begitu. Gerhana bulan terjadi jika bumi berada di antara matahari dan bulan sehingga bayangan bumi menutupi bulan. Nah, untuk itu untuk terjadi gerhana bulan tentu posisi bulan harus berada pada posisi 5 gambar di bawah. Namun gerhana bulan juga tidak terjadi setiap bulan dengan alasan yang sama seperti halnya gerhana matahari.

Pada gambar di sebelah atas, yang menggambarkan orbit bumi mengelilingi matahari dan orbit kecil bulan yang mengelilingi bumi, posisi yang paling memungkinkan untuk terjadinya gerhana matahari dan gerhana bulan adalah ketika bumi berada di posisi2 yang dihubungkan dengan garis putus2 dengan matahari.  Bisa dengan mudah dimengerti.

Kita lihat lagi gambar bawah, karena posisi gerhana matahari hanya bisa terjadi di posisi 1 sedangkan gerhana bulan terjadi pada posisi 5, dan bulan membutuhkan kira2 setengah bulan untuk bergerak dari posisi 1 ke posisi 5 maka adalah peristiwa yang mustahil jika siangnya terjadi gerhana matahari maka malamnya terdapat bulan purnama, ataupun adalah hal yang mustahil pula bahwa setelah siangnya terjadi gerhana matahari maka malam harinya terjadi gerhana bulan………

Nah demikianlah penjelasan sederhana mengenai terjadinya gerhana matahari dan gerhana bulan. Semoga bisa dimengerti.

Catatan:

Adalah suatu kebetulan yang sangat mengagumkan bahwa diameter matahari besarnya kira2 400 kali diameter besarnya bulan namun juga jarak matahari ke bumi adalah 400 kali jarak bumi ke bulan hingga memungkinkan piringan matahari terlihat kira2 sama besar dengan piringan bulan jika dilihat dari Bumi. Hal inilah yang memungkinkan terjadinya gerhana matahari total, sebuah pemandangan yang mungkin sukar didapat di planet lain baik di tata surya ini maupun di tata surya lain nun jauh di sana! (Gambar2 gerhana matahari dan gerhana bulan dapat anda dapatkan sendiri di Google dengan mudah).

Bagi yang bosan dengan masalah perbulanan dan permataharian :mrgreen: bisa mengunjungi blog alternatif saya di sini. 😛