Daily Archives: Kamis, 29 Mei 2008

Iklan Lembaga Pendidikan Kok Mirip Iklan Operator Telepon Selular…

Ketika melewati ujung Jalan Ganesha (kampus ITB) di seberangnya Bank BNI 46 ITB beberapa hari yang lalu, saya menemukan sebuah spanduk iklan ukuran besar milik lembaga pendidikan swasta yang menawarkan 100% Bebas Biaya Kuliah! Bebas biaya kuliah?? Hari gini masih ada yang menawarkan bebas biaya kuliah?? Di saat harga BBM yang melambung tinggi dan pasti akan diikuti oleh naiknya tarif dasar listrik oleh PLN yang hanya tinggal menunggu waktu, masih adakah lembaga pendidikan, swasta pula, yang menawarkan biaya perkuliahan gratis???

Ah, saya jadi ingat iklan2 operator selular di negeri ini yang menawarkan tarif2 memikat untuk pelanggannya dari tarif yang nol koma nol sekian banyak satu rupiah per detik hingga percakapan gratis selama beberapa menit, yang ternyata ada udang di balik bakwan batu, yaitu ada banyak syarat dan ketentuan berlaku. Saya jadi curiga, jangan2 lembaga pendidikan ini menerapkan strategi pemasaran yang sama untuk menarik calon korbannya mahasiswanya. Diiming-imingi gratis biaya kuliah sedemikian rupa tapi banyak ada syarat dan ketentuan berlaku. Di spanduk itu syarat dan ketentuan yang berlaku adalah jika sebelum lulus belum bekerja maka biaya kuliah akan dikembalikan. Ah?? Semudah itu?? Apa iya benar demikian?? Apa iya jika kita belum bekerja setelah lulus uang kuliah akan dikembalikan?? Tentu sebagai konsumen atau calon mahasiswa kita tidak seyogianya “menelan” atau mengartikan iklan tersebut mentah2. Banyak iklan2 di zaman persaingan ketat ini yang sangat tidak mendidik (walaupun itu berasal dari sebuah lembaga pendidikan swasta), yang asal cari untung saja. Untuk itu kita perlu waspada dan cerdas dalam mengartikan sebuah iklan yang bisa saja menyesatkan.

Kita seharusnya waspada dan meneliti dulu apakah syarat “Bila Setelah Lulus Belum Bekerja” ini adalah satu2nya syarat dan ketentuan yang berlaku?? Tidak adakah lagi syarat2 dan ketentuan2 berlaku lainnya yang tersembunyi ?? Atau bisa jadi kita nanti setelah masuk lembaga pendidikan itu “dijebak” misalnya dengan magang atau kerja sebagai prasyarat kelulusan yang tentunya  mungkin saja sudah akan dianggap sebagai bekerja yang pada akhirnya akan bisa menghapuskan kemungkinan uang kuliah kita dikembalikan, dan lain-lain “jebakan” halus ataupun kasar di kemudian hari yang tentu saja pada kenyataannya nanti akan berbeda dengan apa yang diiklankan. Jadi sekali lagi, bagi konsumen (termasuk calon mahasiswa) harus ekstra hati2 dalam mengartikan iklan2 manis yang terkadang menyesatkan itu. Janganlah kita mudah terjebak seperti dalam kasus iklan-iklan telepon selular yang kini marak sekali di negeri ini. Karena sekali kita terjebak bisa jadi kita akan sangat menyesal kemudian. Mau? :mrgreen: