Tanpa Perang Nuklirpun Tubuh Kita Sudah Terpapar Radiasi…

Kalau kita bicara mengenai radiasi, bayangan yang ada di benak kita adalah nuklir atau lebih ekstrim lagi adalah perang nuklir. Ya, tentu saja, andaikan perang nuklir terjadi wajarlah kalau banyak orang2 yang tak berdosa ikut terpapar radiasi nuklir yang sangat kuat. Namun tahukah anda bahwa tanpa perang nuklirpun sebenarnya tubuh kita tetap terkena radiasi dari sumber2 alamiah di sekitar kita, yang tentu saja paparan radiasinya jauh lebih lemah daripada pada saat terjadi perang nuklir  walau tetap saja dalam jangka panjang radiasi-radiasi tersebut berpotensi untuk merusak jaringan-jaringan di tubuh kita. Radiasi ini bersumber dari radionuklida *) dan juga berbagai sinar seperti sinar-X dan juga sinar2 kosmik yang mencapai bumi kita.

Memang, berbagai macam radionuklida dapat mengionisasi materi yang dilewatinya. Namun bukan hanya radionuklida saja yang dapat mengionisasi materi, sinar seperti sinar-X juga dapat melakukannya. Setiap radiasi yang mampu mengionisasi materi pada dasarnya berbahaya bagi jaringan di tubuh kita, walaupun andaikan kerusakan yang ditimbulkan sangat sedikit, tubuh kita biasanya dapat memperbaikinya sendiri tanpa ada efek kerusakan yang permanen. Kerusakan akibat radiasi seperti ini biasanya gampang diremehkan karena biasanya ada jeda yang cukup panjang antara waktu pemaparan tubuh kita terhadap radiasi tersebut dengan waktu di mana kerusakan akibat radiasi tersebut mulai terjadi. Akibat2 kerusakan dalam tubuh kita akibat radiasi ini beragam termasuk di antaranya adalah: kanker, leukemia, dan juga perubahan2 di dalam sel2 reproduksi kita di mana mungkin kita akan menghasilkan anak2 yang cacad fisik dan mental.

Dosis radiasi diukur dalam satuan sievert (Sv), di mana 1 sievert didefinisikan sebagai “jumlah dari setiap radiasi yang mempunyai efek biologis yang sama besarnya dengan radiasi pada 1 kilogram massa jaringan tubuh yang menyerap 1 joule sinar-X atau sinar gamma”. Walaupun ahli radiobiologi tidak sependapat  tentang hubungan yang eksak atau pasti antara paparan radiasi dan kecenderungan terjadinya kanker pada sel2 tubuh, namun tidak diragukan bahwa hubungan tersebut pasti ada (walaupun tidak eksak). Menurut sebuah penelitian, rata-rata penduduk Amerika Serikat setiap tahun mendapatkan atau terpapar radiasi sebesar 3 millisivert pertahun ( 0,003 sivert per tahun) yang berasal dari sumber2 alamiah. Sedangkan dari sumber2 lainnya penduduk Amerika Serikat rata2 mendapatkan 0,6 millisivert per tahun dengan sinar-X medis sebagai kontributor terbesar. Sedangkan total dari radiasi yang diterima oleh rata2 penduduk Amerika Serikat setiap tahun adalah 3,6 millisivert per tahun. Ini kira2 setara dengan kalau kita melakukan 25 kali röntgen (ronsen) di dada.

Berikut ini adalah kontributor2 radiasi yang diterima oleh rata-rata penduduk Amerika Serikat menurut Konrad B. Krauskopf dan Arthur Beiser dalam “Radiation Hazards“:

Sumber Radiasi Pangsa
Radon 55%
Sinar-X medis dan pengobatan nuklir 15%
Radionuklida di dalam tubuh 11%
Radionuklida di dalam batu2an dan tanah 8%
Sinar Kosmik 8%
Lain-Lain 3%

Sumber yang paling signifikan dalam pemaparan tubuh kita terhadap radiasi adalah radon. Radon ini adalah gas mulia yang bersifat radioaktif yang terdapat dengan jumlah yang sangat sedikit di atmosfir kita. Gas radon ini merupakan sampah dari pembelahan inti atom uranium. Dan uranium ini “banyak” berada di bebatuan umum yang kita kenal terutama batu granit. Jadi radon ini, gas yang tidak berwarna dan tidak berbau, boleh dikatakan berada di mana2 di sekeliling kita, walaupun jumlahnya terlalu kecil untuk membahayakan kesehatan terutama dalam jangka pendek. Namun tentu masalahnya akan menjadi berbeda jikalau rumah kita secara tak sengaja berada di daerah atau tanah yang kaya uranium karena hampir tidak mungkin untuk mencegah gas radon untuk masuk ke dalam rumah lewat tanah. Kalau sudah begini tentu tubuh akan menerima dosis radiasi dari gas radon yang “melimpah” sehingga kemungkinan sel2 tubuh menjadi rusak dan menjelma menjadi sel2 kanker adalah cukup besar.

Sumber radiasi alamiah lainnya adalah sinar kosmik yaitu partikel-partikel dari luar angkasa yang berenergi tinggi yang terdiri dari proton, partikel α (alfa), dan partikel2 lainnya yang menghujani Bumi. Sumber lainnya adalah radionuklida2 yang juga berada di bebatuan dan tanah.  Sedangkan dalam tubuh kita sendiripun juga terdapat radionuklida2 yang berbentuk unsur2 seperti Kalium (K) dan Karbon (C).

Namun masalah yang paling “pelik” adalah sumber2 yang berasal dari medis. Di sini semakin banyak dan semakin rutin saja pemeriksaan2 di dunia medis yang menggunakan sinar-X. Memang dalam hal ini tidak mudah untuk menentukan keseimbangan yang tepat antara resiko dan keuntungan yang di dapat dari penggunaan sinar-X ini di dunia medis. Penggunaan sinar-X yang rutin dalam pendeteksian kanker payudara pada wanita misalnya secara tak sadar sebenarnya justru menambah resiko sendiri terkena kanker. Hal yang sama juga terjadi pada pemeriksaan kehamilan yang kini juga semakin “rutin” yang menggunakan sinar-X yang juga menambah resiko si anak terserang kanker, dan masih banyak contoh lainnya. Namun, walaupun begitu tidak bisa dipungkiri bahwa penggunaan sinar-X dalam dunia medis memang banyak membawa manfaat hanya saja dilema dari permasalahan ini perlu justifikasi yang tepat sehingga manfaatnya dapat melampaui resiko yang ada……..

*) Radionuklida = sebuah atom atau unsur radiokatif yang diidentifikasikan dengan jumlah neutron dan proton yang berada pada intinya.

28 responses to “Tanpa Perang Nuklirpun Tubuh Kita Sudah Terpapar Radiasi…

  1. Dulu kalo dengar kata2 radioaktif kesannya spt kalo kita mendengar kata2 radio. emang kata radio ada hubungannya ya mas sama kata radioaktif?

  2. memang sih…. alat alat kesehatan yang digunakan dalam bidang kedokteran saat ini memang banyak menggunakan radiasi yang memang itu berbahaya bagi tubuh manusia… akan tetapi yang lebih saya tekankan adalah jika penggunaannya berlebihan dan tidak sesuai dengan prosedur…

    selain itu juga penggunaan sinar X pada dunia kedokteran memang sangat berguna sekali dalam mendiagnosa penyakit… sekarang kalau di buat pertimbangan… apakah anda akan mau terus terusan merasakan kesakitan ataukah anda terkena radiasi… jadi, manfaat dan mudorotnya lebih banyak manfaatnya….

  3. Hmmm… radioaktif, radiasi dan semacamnya. Argh… baru aja ulangan Fisika, mana dapetnya ‘cuma’ 72 lagi. Malu nih sama gurunya.

    *OOT banget mode: on*

  4. Setiap kali kita memang harus berhitung “lebih banyak manfaat nya atau mudarat nya.”
    Pemeriksaan kesehatan rutin sering menggunakan alat-alat yang ada radiasinya, dan semakin sering ke rumah sakit, entah periksa kesehatan atau sekedar menengok orang sakit, risiko kena radiasi juga besar. Tapi kembali kita berpikir, bagaimana mengurangi risiko terkena dampak ini, karena menghindarkan jelas nggak mungkin, yang bisa dilakukan adalah mengurangi…..

    (Yup…setuju dengan pendapat alfaroby di atas)

  5. om om, sekarang kayanya memang yang namanya radiasi ada darimana mana di sekitar kita dan sayang sekali banyak diantaranya adanya dalam hal yang jadi kebutuhan dan tidak bisa dihindari sama sekali…

    satu lagi alasan kenapa manusia memang musti banyak berdoa dan siap mati kapan saja😀

  6. Kalo USG itu termasuk ga kang?

  7. makanya radiasi itu bahaya banget ya om…

  8. Ping-balik: Lihat sekitarmu .. « KU LETAK KAN KATA DISINI

  9. Saking begitu bahayanya nuklir pada peradaban dunia maka dapat dipastikan Perang Dunia ke IV senjatanya pasti cuma batu dan bambu runcing…..

  10. @AgusBin

    Mungkin ada kali ya. Tanya saja sama ahli bahasa. Yang jelas kata “radio” adalah kependekan dari “radiotelegraphy”, nah awalan “radio-” pada kata radiotelegraphy ataupun kata radioactive berasal dari bahasa Latin yaitu “radius” yang berarti sinar.

    @alfaroby

    apakah anda akan mau terus terusan merasakan kesakitan ataukah anda terkena radiasi

    .

    Betul sekali pendapat anda tersebut, namun tentu dalam kasus yang anda sebutkan tetap harus mempertimbangkan segala sesuatu untung ruginya secara tepat, bahkan mungkin harus lebih ekstra hati2, karena kalau salah, mungkin yang kesakitan bisa jadi bertambah kesakitan karena efek2 yang kurang dipertimbangkan atau kurang disadari sebelumnya…..

    @Ali Akbar

    Dapat 72 atau 27 nih?:mrgreen:

    @edratna

    Benar sekali bu, jangankan di rumah sakit di rumah saja kita sudah terpapar oleh radiasi. Namun tentu masalahnya menjadi sedikit pelik ketika kita “terpaksa” berhubungan benda2 radiologis, nah di sinilah lebih dipertimbangkan kehati2annya dan harus diserahkan keputusannya kepada yang ahli di bidangnya…

    @natazya

    Kayaknya juga perlu sedia payung sebelum hujan juga ya?🙂

    @erander

    Kalau USG itu memanfaatkan gelombang suara yang sangat tinggi (ultrasound) di atas 20.000 Hz. Selama ini USG masih dianggap aman karena itu sekarang prosedur pemeriksaan kehamilan digantikan dengan USG. Namun begitu USG punya kelemahan2 yang cukup signifikan yaitu diantaranya adalah tidak bisa menembus tulang dan keakuratan USG berkurang jika harus menembus ruang yang bergas atau berudara.

    @hanggadamai

    Ho’oh…… karena pada dasarnya setiap radiasi itu berpotensial untuk merusak jaringan tubuh kita.😀

    @Kang

    Tapi nanti sesudah Perang Dunia ke-3 dan sebelum Perang Dunia ke-4 ada Perang Dunia ke-3½ dulu loh….:mrgreen:

  11. Efek dari radiasi itu sendiri terhadap tubuh kita seperti apa Pak? Katakanlah pada kadar persentase berapa efek tersebut baru bisa terlihat.

  12. takutttttttttttttttttt….!!
    kasih tahu dong, tempat ngumpet yang aman?😀

  13. Waduh… Ya 72 dunkz! Masalahnya kemarin baru aja bikin karya ilmiah yang ada kaitannya sama fisika, trus guru yang bimbing ya guru fisika saya. Nah, cuma dapet segitu kan ga enak?!

  14. Waduh mungkin saya sejenis mutan😀

  15. salam
    yang penting paparannya ga melebihi ambang kali ya Pa, kalo saya sih selama ga urgen dihindari aja pemeriksaan yang mengharuskan adanya paparan gelombang jenis apapun, meski tak signifikan berbahaya🙂

  16. Di Gunung Muria Jepara Jateng ada wacana akan dibangun PLTN bagaimana itu pak. Jadi teringat kejadian reaktor Chernobyl, nti jadinya Jepara Disaster.

  17. karena radiasinya berlebih maka nya berkeringat ya kk

  18. @Rafki RS

    Dosis radiasi yang diterima oleh tubuh dinyatakan dalam satuan sievert bukan persen. Nah, efek yang diderita oleh setiap individu dengan jumlah sievert yang sama adalah berbeda. Faktor genetik juga menentukan “kekuatan” tubuh dalam menerima radiasi tersebut.

    @qizinklaziva

    Wah… tempat yang benar2 aman sih nggak ada pak….. mungkin harus tinggal di bunker yang didesain khusus tahan radiasi. Tapi apa kita mau terus2an tinggal di situ?? Yang penting berdoa dan waspada saja pak.😀

    @Ali Akbar

    Sebenarnya kebanyakan cara belajar fisika di Indonesia itu salah. Terlalu menghafalkan rumus tetapi tidak tahu logika di balik rumus tersebut atau pengertian dasar dari rumus tersebut. Jadinya pelajaran fisika di sini kebanyakan menjadi pelajaran hafalan, alias pelajaran hafalan rumus2. Tapi yah, mau gimana lagi ya?? Bukan 100% kesalahan murid2nya juga sih….😀

    @Agoyyoga

    Kita semua mungkin sejenis mutan, walaupun kecil. Sebagai contoh, manusia modern sekarang sudah kehilangan kemampuan memproduksi vitamin C dalam tubuhnya padahal hampir semua spesies lain bisa memproduksi vitamin C dalam tubuhnya. Itu karena gen yang memproduksi vitamin C dalam tubuh manusia sudah lama rusak. Namun kerusakan gen itu bukanlah hal yang lethal karena untungnya vitamin C dapat dengan mudah dikonsumsi dari makanan kita sehari2…..😀

    @nenyok

    Iya… tapi tetap saja kita harus mempertimbangkan resiko dan keuntungannya…. jadi ya sebaiknya resiko terkena radiasi jangan dijadikan alasan untuk menghindari pemeriksaan sepenuhnya…🙂

    @Laporan

    Ya…. energi nuklir ada untungnya ada ruginya juga. Untungnya kita tidak terlalu bergantung kepada energi BBM, sedangkan ruginya, ya itu, kalau manajemen limbah nuklirnya belum baik dan belum canggih dapat membahayakan kesehatan kita. Di Perancis, 90% Pembangkit Tenaga Listrik menggunakan energi nuklir, karena manajemen limbah nuklirnya di sana sudah bagus dan berkelas dunia, tidak ada masalah yang serius yang terjadi tuh…. tapi ya itu, manajemen limbah nuklirnya memang harus bagus dulu.🙂

    @zoel chaniago

    Kalau berkeringat itu akibat panas yang ditimbulkan dari radiasi tersebut bukan dari partikel2nya. Panas matahari misalnya meningkatkan suhu tubuh, dan agar tubuh tidak terlalu panas maka secara otomatis tubuh kita mengeluarkan keringat…..🙂

  19. waduh, gambaran yang mengerikan pak. sedemikian parahnyakah?

  20. Wah makin takut aja orang kita untuk membuat reaktor nuklir di tanjung Muria. Tapi saya yakin suatu saat pasti ada teknologi untuk nuklir yg aman.

    Coretanpinggir.

    Dukung Nuklir yang aman.

  21. Bahaya Mengitari kita……
    ckckckckckckckck……

  22. semakin majunya peradaban umat manusia, agaknya makin banyak resiko yang harus ditanggung oleh umat manusia. dari paparan bung yari, kalau boleh saya menyimpulkan, *halah* alat2 medis yang sering menggunakan sinar-X ternyata juga akan memberikan efek radiasi terhadap pasien. nah, dari sini muncul persoalan, jangan2 penyakit yang dihanguskan dg menggunakan sinar radioaktif akan menimbulkan efek radiasi yang serius pada pasien. Penyakit “primer”-nya bisa saja sembuh, tapi kalau ternyata malah berdampak pada timbulnya penyakit baru pada pasien, baik pada jangka pendek maupun jangka panjang, waduh repot juga, ya, bung. yang lebih repot lagi kalau ternyata penyakir “primer” si pasien hanya bisa dihanguskan dengan menggunakan sinar radioaktif.

  23. kita periksa ke rumah sakit utk menyembuhkan penyakit, tapi dgn sinar -X secara gak langsung justru menambah penyakit…weleh..weleh..dunia..!dunia..😀

  24. terlebih saya adalah perokok aktif, duh!

  25. @Zulmasri

    Sebenarnya nggak separah itu pak. Kecuali yang “Sinar X dan pengobatan nuklir”, faktor2 tersebut sudah ada sejak zaman manusia purba. Dan tubuh manusia sebenarnya punya mekanisme alamiah untuk menangkal kerusakan2 yang terjadi akibat radiasi alamiah tersebut. Namun masalahnya tentu saja menjadi berbeda jikalau semakin banyak saja alat2 buatan manusia yang memancarkan radiasi…..😀

    @coretanpinggir

    Ya… mudah2an saja pembangunan pembangkit tenaga nuklir tersebut disertai juga dengan manajemen limbah dan pengawasan operasional yang canggih dan dapat diandalkan.😀

    @indra1082

    Betul mas….. untuk itu kita usahakan agar tidak menambah lagi bahaya yang sudah ada tersebut….😀

    @Sawali Tuhusetya

    Terkadang kita memang dihadapkan pada masalah dilematis, untuk itu pertimbangan2 dari para ahli sangat menentukan langkah2 yang harus kita tempuh, jangan sampai maju kena, mundur kena. Andaikan harus “kena” juga diusahakan “kena”nya berdampak minimum…🙂

    @eNPe

    Itu sama saja dengan gali lubang tutup lubang ya mbak?😀

    @peyek

    Wah…. kalau rokok itu bukan bahaya radiasi, tapi bahaya kimiawi mas.:mrgreen:

  26. Terapi untuk penderita kanker semacam kemo apakah juga mengandung radiasi, Kang? Wah, saya juga termasuk yang rutin melakukan pemeriksaan medis, cek-up. Perlu waspada juga nih, hehe…

    ____________________________

    Yari NK replies:

    Wah…. jangan terlalu khawatir berlebihan juga….. yang penting tetap berkonsultasi kepada para ahlinya. Itu saja.😀

  27. wah….
    seprtinya para ilmuan dunia harus menemukan metode terbaru
    untuk melakukan rontgen, sebab sinar X dapat berbahaya bagi tubuh…… inilah saatnya ilmuan indonesia beraksi

    ________________________________

    Yari NK replies:

    Di negara kita ini, ilmuwan belum dihargai mas!😦 Mangkannya ilmuwan2 kita belum bisa banyak beraksi. Yang dihargai di negeri ini baru pengusaha dan juga eksekutif tingkat tinggi atau manajer tingkat atas. Sedangkan ilmuwan?? Mana ada yang mau menghargai ilmuwan, wong untuk penelitian aja susah kok cari sponsornya di negeri ini!😦

  28. Radiasi elektromagnetik secara terus menerus dapat menyebabkan tubuh kita memanas dan menimbulkan gejala menyerupai demam.

    Tentunya rasa panas saat menggunakan komputer atau telepon, kita semua merasakannya!!! Peralatan elektronik rumah tangga merupakan sumber utama dari radiasi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s