Olimpiade Beijing 2008: Akankah Indonesia Pulang Membawa Emas?

Euro 2008 sudah usai akhir bulan lalu namun untuk tahun ini masih ada satu peristiwa olahraga akbar lagi di bulan Agustus (bulan depan) nanti yaitu: Olimpiade Beijing. Jikalau pada olimpiade lalu tahun 2004 yang dilangsungkan di Athina, Yunani, saya bersyukur karena hampir seluruh tayangan live olimpiade dapat dinikmati bagi mereka yang berlangganan Kabelvision (sekarang FastMedia), dan kebetulan pada bulan2 olimpiade pada waktu itu saya berada di Jakarta, sekarang entahlah apa saya bisa menikmati tayangan2 olahraga kelas dunia olimpiade tersebut di layar kaca. Saya belum mengetahui stasiun TV (atau operator TV berbayar) mana di Indonesia yang mendapatkan hak siar olimpiade tahun ini.

Olimpiade tahun ini adalah olimpiade ke-29 sejak olimpiade modern pertama kali dilangsungkan di Athina, Yunani atas prakarsa seorang bangsawan Perancis bernama Pierre FrΓ©dy atau yang lebih dikenal dengan (lengkap dengan gelarnya) Baron Pierre de Coubertin. Banyak gelombang pasang surut menerjang di hampir setiap penyelenggaraan olimpiade modern, yang paling sering adalah tentu masalah politik. Di olimpiade XI yang diselenggarakan di Berlin, Jerman, olimpiade digunakan sebagai media untuk mempropagandakan ideologi Nazi oleh Adolf Hitler dan keunggulan ras Arya atas ras2 lainnya. Di Olimpiade XXII yang diselenggarakan di Moskwa, Uni Soviet tahun 1980, Amerika Serikat memimpin boikot olimpiade yang kemudian diikuti oleh 64 negara lainnya termasuk Indonesia sebagai protes atas invasi Uni Soviet ke Afghanistan. Tidak senang dengan tindakan Amerika Serikat yang “memimpin” boikot olimpiade di Moskwa, Uni Soviet kemudian membalas memboikot olimpiade di Los Angeles 4 tahun kemudian, tindakan Uni Soviet ini kemudian diikuti hampir seluruh negara2 komunis dan negara2 yang sangat dekat dengan Uni Soviet, total negara yang memboikot adalah 14. Dalam olimpiade Los Angeles ini, dua negara Islam yaitu Iran dan Libya juga ikut memboikot, namun pemboikotan dua negara Islam ini mempunyai alasan politik tersendiri dan di luar komando boikot oleh Uni Soviet.

Dalam olah raganya sendiri, masalah amatir dan profesional juga menjadi batu ganjalan dalam olimpiade. Semula olimpiade diperuntukan hanya untuk atlit2 amatir yaitu atlit2 yang tidak mencari nafkah dengan olahraga. Karena benturan2 antara amatir dan profesional inilah maka cabang olahraga tennis sempat didepak dari olimpiade mulai tahun 1928 sebelum akhirnya tennis diterima kembali menjadi cabang olimpiade secara resmi saat olimpiade Seoul 1988. Namun seiring dengan bergulirnya zaman, batasan2 antara amatir dan profesional menjadi semakin kabur. Guru2 olahraga yang ikut olimpiade pernah dituding sebagai profesional karena mencari nafkah dengan olahraga walaupun nafkah yang didapatkannya bukan dari bertanding melainkan dari mengajar. Karena batasan2 antara amatir dan profesional yang semakin kabur inilah maka kini aturan keamatiran bagi atlit olimpiade mulai diperlonggar. Lagipula banyak kalangan berpendapat bahwa lebih banyak atlit2 kelas satu dunia yang berstatus profesional dan olimpiade menjadi “mubazir” jikalau hanya diikuti oleh atlit2 kelas dua dunia yang berstatus amatir. Jadinya kini pemain tennis profesional boleh mengikuti olimpiade, juga pebasket2 NBA yang kaya raya karena main basket tersebut juga boleh bertanding di olimpiade. Sementara dalam sepakbola, atlit2 profesional silahkan bertanding, namun dalam sepakbola, jumlah pemain setiap tim yang berusia di atas 23 tahun dibatasi hingga hanya menjadi tiga orang saja untuk setiap tim.

Nah, menjelang olimpiade Beijing saat iniΒ  antara lain adalah “Siapakah yang akan menjadi juara umum Olimpiade??” Setelah Perang Dunia II, mulai tahun 1948 ketika Olimpiade dilangsungkan di London, Inggris, Amerika Serikat selalu menjadi juara umum Olimpiade. Namun pada tahun mulai tahun 1972 ketika olimpiade diadakan di MΓΌnchen, Jerman hingga Olimpiade tahun 1988, Uni Soviet yang menjadi juara umum Olimpiade kecuali pada Olimpiade tahun 1984 di Los Angeles ketika Uni Soviet memboikot olimpiade tersebut. Dan yang lebih mengejutkan, negara “kecil” bernama Republik Demokrasi Jerman atau lebih dikenal dengan nama Jerman Timur, sejak tahun 1972 hingga tahun 1988 (kecuali tahun 1984 juga di mana Jerman Timur juga memboikot olimpiade), selalu menduduki posisi kedua mengalahkan negara superpower dalam olahraga: Amerika Serikat !! Namun, setelah Uni Soviet bubar, sudah bisa diduga bahwa prestasi Rusia dan pecahan2 Uni Soviet lainnya secara individual tidak mampu untuk menyaingi Amerika Serikat. Namun yang lebih mengejutkan adalah ketika Jerman Barat dan Jerman Timur bersatu, orang mengira bahwa Jerman akan menjadi negara superpower dalam olimpiade, mengingat Jerman Timur selalu menjadi runner-up dalam setiap olimpiade antara tahun 1972-1988. Namun kenyataannya prestasi Jerman bersatu malah “hancur lebur” di olimpiade! Tidak heran, pepatah: “Bersatu kita runtuh, bercerai kita utuh” sangat cocok untuk prestasi olahraga Jerman di olimpiade.

Kini sejak olimpiade tahun 1996 (sejak Uni Soviet bubar), Amerika Serikat selalu menjadi juara olimpiade. Namun diam2 kini muncul superpower olahraga baru: China! Di olimpiade Athina 2004, China menduduki urutan ke-2 di bawah Amerika Serikat dengan beda hanya 4 medali emas saja. Mengingat China di olimpiade tahun ini menjadi tuan rumah, saya yakin China akan menjadi juara umum olimpiade kali ini.

Nah, bagaimana dengan Indonesia?? Apakah Indonesia akan membawa pulang medali emas?? Indonesia patut bersyukur karena sejak bulutangkis dipertandingkan di olimpiade 1992 di Barcelona, Spanyol, Indonesia mempunyai harapan untuk membawa pulang medali emas olimpiade. Karena tanpa bulu tangkis mungkin boleh dikatakan Indonesia tidak mungkin membawa pulang medali emas olimpiade (bukannya pesimis tapi kenyataan!:mrgreen: ). Namun masalahnya, olimpiade kali ini dilangsungkan di negara “musuh bebuyutan” bulutangkis Indonesia yaitu: China! Jadi apakah kali ini Indonesia masih akan berhasil pulang membawa medali emas (bukan perak atau perunggu loh!!) olimpiade?? Meskipun kita harus optimis dan tidak boleh patah arang, namun melihat hasil piala Thomas dan Uber yang lalu yang notabene dilangsungkan di negara kita namun boleh dikatakan kita “gagal”, saya meramalkan bahwa Indonesia akan gagal membawa pulang medali emas olimpiade. Mudah2an ramalan saya keliru, ya?? Nah, bagaimana dengan pendapat anda??πŸ˜€

49 responses to “Olimpiade Beijing 2008: Akankah Indonesia Pulang Membawa Emas?

  1. *hiks ngga bisa pertamax lagi!*

    bisa ngga bisa, yang penting optimis dululah mas..πŸ™‚

  2. wah, ternyata olimpiade juga dipengaruhi oleh masalah politik internasional, bahkan juaranya pun memiliki kecenderungan ke arah sana. setelah uni sovyet runtuh, AS seolah2 menjadi “raja” olimpiade pada setiap even. saya pribadi sangat berharap, AS menemui nasib sial sehingga tak bisa lagi terus “berkoar” sebagai bangsa paling hebat di muka bumi, heheheheπŸ˜† ttg negeri kita, yah, jujur saja, kalau memang masih bisa merebut emas, mungkin dari cabang bulu tangkis, bung yari. tapi juga mesti bersaing dg raksasa cina, bahkan mungkin korsel, juga malaysia, atau denmark. mudah2an atlet kita tetep memliki mental sebagai yang terbaik dalam cabang bulu tangkis dunia.

  3. org indonesia sekarang katanya makannya udah lbh bergizi spt mcdonalds tapi tetap aja ga berprestasi malah di sea games kita skrg kalah dr vietnam yg 20 thn lalu belum ada apa2nya.

  4. semoga tidak selalu bulu tangkis yang menjadi sumber “emas” untuk Indonesia. eh… kalo lomba blogging ada seru tuh kayaknya ahahaha! ngasal!

  5. kalo inget Thomas-Uber yang kemaren, saya udah sempet berekspektasi tinggi.. eh, ujung2nya melempem…
    tapi yah.. tetep dukung saja lah…
    siapa tau bakalan dapet banyak emas dan embak…

  6. wah, aku rada kecil ati nih dengan event ini, kasian Indonesia

  7. Entahlah, kita lihat saja bagaimana nanti.

    Pesimis? Jelas!

  8. ehuheuehuheu saya sih om ga pernah menyimak pesta pesta olahraga beginian… hm… paling cuma update kabar beritanya aja supaya ga berkesan “terbelakang” ehehe

    tapi kalo indonesia ga bawa pulang emas… ga kecewa juga… karena ga berharap ehehehhe

  9. saya tetap yakin kalau kita pasti akan membawa pulang emas..
    mari bersama2 kita doakan..
    salam

  10. Bagi yang suka olahraga tentu manjadi tontonan yang ditunggu-tunggu, namun bagi orang-orang yang nasionalis maka event seperti olimpiade menjadi tontonan penyesalan yang terus terulang karena “merahputih” hanya bikin “ribet” panitia, hiks hiks. Apalagi China tuan rumah yang notabene adalah sarang bulutangkis. Saya prediksi orang Indonesia akan semakin merana pak Yari.

  11. Bangkit egeriku
    Harapan itu Masih Ada

    Emas ada di genggamanπŸ™‚

  12. @<Black_Claw

    ya udah deh saya nyentrix aja deh!:mrgreen:

    @inos

    Optimis mah buat yang bertanding, kalau buat yang nonton sih bebas2 aja mau optimis apa pesimis, lagian kalo optimis saya sudah sering mas, tapinya hasilnya tidak memuaskan, kali aja sekarang saya pesimis hasilnya Indonesia jadi lebih bagus! Huehehehe….:mrgreen:

    @Sawali Tuhusetya

    Yah begitulah pak Sawali…. kalau mentalnya sudah rapuh duluan, bagaimana mau bertanding??😦 Tapi apa iya sih, kita cuma “jago” bulutangkis dan korupsi aja??❓

    @AgusBin

    Ya… nggak pengaruh lah…. justru mungkin karena kita makan makanan sampah macam McD prestasi kita jadi turun sekarang! Huehehehe….
    Nggak tahu deh…. yang jelas program diet atlit2 kelas dunia tidak akan ada makanan sampah macam burger2 McD tersebut dalam menu makanan mereka…….

    @Denny Eko Prasetyo

    Lomba blogging kita menang nggak ya?? Yang jelas kita berpeluang menang jikalau ada lomba seleb blog walau dengan postingan2 sampah!:mrgreen:

    @khofia

    Kalau bawa pulang emas2 bangsanya emas Joko, emas Harjo itu mah udah biasa! Yang lebih hebat kalau mereka bisa bawa bang Jalil, bang Samiun atau kalau bisa bang BNI, bang BRI, atau kalau bisa lagi citi-bang! Nah itu baru oyeee….!!:mrgreen:

    @qzplx

    Iya…. negara kita yang katanya besar ini seolah2 serasa kecil di event Olimpiade seperti ini….😦

    @ardianto

    Pesimis, optimis kalau pembinaan olahraganya kurang ya nggak begitu banyak berpengaruh lah!πŸ˜€

    @natazya

    Mendingan nggak usah berangkat ya?? Toh sama saja nggak dapat emas… Mendingan duitnya buat subsidi BBM atau nyumbang ke PLN biar nggak byar-pet, gitu ya mbak?:mrgreen:

    @proletarman

    Kita pasti bisa membawa pulang emas…. kalau kita tidak bisa membawa pulang medali emas, kita bisa mampir ke toko emas beli kalung atau gelang emas dari Beijing! Yang penting emas juga kan??:mrgreen:

    @Laporan

    Lengkap sudah wanprestasi bangsa kita. Mulai dari kegagalan piala thomas & uber, krisis BBM dan energi listrik hingga gagal olimpiade, yang berhasil cuma nambah daftar koruptor aja!:mrgreen:

    @achoey

    Ngapain memburu emas ke Beijing kalau nggak dapet, mendingan bawa aja dari rumah, itu kan di Freeport banyak emas, kita bawa ke Beijing aja!:mrgreen:

  13. Wah untuk bikin tulisan kayak gini pasti perlu riset yg lumayan dalem, paling tidak meneliti sejarah dan segala tetek bengek olimpiade. Salut deh!:mrgreen:

    Waktu saya kuliah dulu (1980-an), segala yg berbau manajemen jepang lagi hot-hotnya. Dari sekian banyak hal yg berseliweran seperti kaizen, zero inventory, TQM, pull system ,dll, ada sesuatu yang akhirnya saya pahami sebagai benang merah, focus on process not result!

    Dalam dunia olah raga Indonesia, mungkin juga yang lain, sangat kentara fokus pada hasil, hasil adalah segala-galanya. Contoh nyata, target adalah medali (emas, perak, perunggu).

    Mengapa tidak pada progress, peningkatan prestasi. Misalnya utk lari 100m, sebelumnya 10,010 detik menjadi 10,005 thn 2008, 10,000 tahun 2009, 9,995 tahun 2010 dst. Dengan demikian medali adalah sebuah konsekuensi logis dari sebuah proses peningkatan prestasi, bukan tujuan akhir!

    Mengapa hadiah hanya diberikan pada yang meraih medali, bukan pada atlet yang meningkat prestasinya?

    Dalam beberapa cabang (spt sepakbola, bukutangkis, dll) memang tidak bisa direct spt itu karena dipertandingkan dengan model head-to head. Tetapi banyak cara yg bisa digunakan untuk mengukur keberhasilan proses.

    Dalam agama yang saya pahami, yang wajib dilakukan oleh kita adalah niat yang baik dan berusaha sekeras mungkin, hasil (pahala) itu urusan Tuhan. Mungkin tidak pas spt itu, tetapi kira2 filosofinya demikian.πŸ˜‰

  14. Tidak membawa emas tidak masalah yang hakiki. Dari pada para birokrat mengatas namakan rakyat tetapi malah mengisap rakyat. Eh… emas freeport lebih banyak dari pada medali olimpiade, bagaimana kalau dibagi-bagi kepada para atlet yang telah mengharumkan bangsa.

  15. Group Jawa Pos sedang gencar-gencarnya bikin program athlete students kerjasama dengan NBA, menurut saya itu progam yang bagus selain untuk mencari bibit unggul dan pembinaan dunia perbasketan, katanya juga bertujuan mengedukasi penonton dan penikmat basket.
    Seandainya beberapa bidang olahraga yang lain mengikuti jejak Jawa Pos dan bisa disiplin serta intens melakukan pembinaan untuk jangka panjang siapa tahu kelak di olimpiade yang ke sekian Indonesia bisa berharap banyak. Kalau untuk sekarang, ya sudahlah.

  16. Saya pesimis kang Yari, tapi siapa tahu?
    Semoga ada emas yang bisa dibawa pulang ke Indonesia….

  17. kayaknya kalau pulang membawa medali Emas, saya masih pesimis. Bulu tangkis yang selalu diandalkan, kini juga udah tersalip China. Waktu jadi tuan rumah Thomas-Uber aja kita nggak unjuk dada, apalagi di olimpiade yang lokasinya di China… kayaknya wassalam deh!
    Tapi walau gak dapet medali emas, yang pasti atlet bawa oleh-oleh deh dari China…!

  18. Salam
    Kayaknya engga tuh, bukannya pesimis tapi ini bicara realitas, betul ga Sir? event apa sie didunia ini yang tak punya motif, bukannya curiga tapi saya kira negara mana sie yang tak ingin menguasai konstelasi dunia dalam berbagai bidang, apalagi US yang serasa berjaya karena jadi super power satu2nya..tentang US idem ma Pak Dhe SawaliπŸ™‚

  19. wah analisanya seru nih pak..
    iyah kayaknya Indonesia masih kalah jauh dari negara2 lain.
    tapi kesempatan untuk mencuri gelar tetap ada…
    kita berdoa saja, semoga hasil yang terbaik dicapai.

  20. Semoga indonesia bisa pulang dengan membawa emas lah mas
    Ngomong2 Mas mirip Tora Sidiro LohπŸ˜€

    Salam kenal
    Blogger Makassar

  21. Harus tetap optimis, bahwa tim Indonesia masih akan membawa pulang medali emas…
    Bravo Indonesia….

  22. @Adji Wigjoteruna

    Betul Dji…. sepatutnya ada penghargaan sendiri bagi para atlit berdasarkan proses. Tapi ya itu…… kenapa semua penghargaan lebih mementingkan hasil? Itu karena….

    1. Bagaimana mengukur proses?? Apakah berdasarkan pengamatan belaka?? Pengamatan melalui berbagai macam panca indera mungkin tidak selalu akurat, dan pengukuran proses mau tak mau juga berdasarkan output tertentu atau hasil…..

    2. Terkadang perlu untuk memacu prestasi dengan berorientasi pada hasil yang terbaik agar terpacu.

    3. Peningkatan proses tentu orientasinya (kalau orangnya tidak munafik) juga menghasilkan output yang memuaskan. Walaupun proses telah baik namun jikalau hasilnya tidak memuaskan seperti makan sop tanpa garam. Coba saja kita sudah berusaha namun belum menjadi yang terbaik karena orang progresnya lebih baik lagi, apakah kita puas dengan progres kita sementara orang lain progresnya lebih maju lagi??

    Pendeknya tentu kita semua harus menghargai proses, namun tidak ada salahnya kita juga berorientasi pada hasil. Yang jelas jikalau hasil bagus dan terbaik, itu menandakan sebuah proses yang baik pula (selama tidak curang tentu saja), namun proses yang baik belum tentu menghasilkan hasil yang memuaskan atau terbaik. Jadi kalau kita berorientasi pada hasil, itu umpamanya sambil menyelam minum air.πŸ™‚

    @Laporan

    Wah… sepertinya jikalau membagi2kan emas kepada atlit tanpa prestasi sepertinya itu kurang mendidik deh. Masalahnya akan membuat si atlit menjadi “manja” dan keenakan terutama bagi mereka yang “malas” meningkatkan prestasinya.😦

    @Yoga

    Betul mbak…. mudah2an ini merupakan proyek jangka panjang yang bagus guna mengejar prestasi terutama di bidang bola basket. Syaratnya: asal jangan melulu berorientasi pada bisnis yang pada akhirnya menomorduakan prestasi apalagi kalau sudah ada orientasi politik!

    @edratna

    Sepertinya bagi kita yang nonton sih… pesimis atau optimis tidak banyak pengaruhnya ya bu… hehehe….πŸ˜€

    @qizinklaziva

    Kalau ada oleh2 replika medali emas Olimpiade Beijing, ya dibeli saja… hehehe….:mrgreen:

    @nenyok

    Tapi kini China sekarang mulai bangkit menjadi raksasa dunia terutama di bidang olahraga, dan saya yakin China di olimpiade tahun ini akan keluar menjadi juara umum!

    @aRuL

    Jangankan dengan negara2 kuat rul! Saya yakin sama Thailand sesama negara Asia Tenggara saja kita sepertinya bakalan kalah dalam pengumpulan medali emasnya!😦

    @Gelandangan

    benar… jikalau kita gagal membawa pulang medali emas… setidak2nya kita bisa mampir di toko emas di Beijing beli gelang, cincin atau kalung emas! Wakakakak….πŸ˜†

    Btw, salam kenal juga….. wah saya mirip Tora Sudiro?? Nanti Tora Sudironya ge-er dong! Wakakakakak….πŸ˜†

    @sapimoto

    Bravo juga…. mudah2an setidak2nya jikalau kita gagal membawa pulang medali emas, kita bisa tunjukkan kesportivitasan kita kepada dunia! Setidaknya itu yang bisa kita lakukan!πŸ™‚

  23. Berdo,a saja mudah-mudahan pulang bawa emas, emas harganya lagi mahal.

  24. semoga saja kekalahan di Thomas Uber bisa terbalaskan pada saat Olimpiade..
    btw, bapak ada membahas Euro n Olimpiade trus kapan cerita PON di KALTIM?? huehehehhe…

  25. kalau membaca artikel anda, anda lebih cocok menjadi menteri olah raga. tapi di negeri ini susah jadi menteri kalau tidak mendomleng/membuat partai politik. tapi anda tidak golputkan nanti di usir sama mbah mega katanya golput ke laut aje
    http://esaifoto.wordpress.com

    blog teman saya mau nebeng maaf yaa
    http://puang07.blogdetik.com

  26. Hanya tinggal lewat olahraga-lah yang masih bisa membangkitkan nasionalisme kita, yang lain sudah lewat…..nggak bisa.
    Mudah-mudahan, agenda Olimpiade juga menjadi sebuah wadah untuk memupuk rasa kebangsaan di hati Bangsa Indonesia, yang penting, tunjukkan segala kemampuan di lapangan.
    Salam olahraga, teman-temanπŸ™‚

  27. saya berdoa semoga bisa pak
    nyang penting optimis , berdoa dan berjuang dengan penuh semangat
    gimana ??? setuuujuuuu ???

  28. emas buat Indonesia itu wajib, tapi kalo cuma badminton andalannya ya susah ya.
    solusinya adalah Indonesia mesti lebih memperhatikan pembinaani cabang olahraga terukur seperti atletik dan renang yang faktor teknis menjadi modal utama

  29. Bisa!! Indonesia Bisa!! Saya suport dengan do’a. Hidup indonesia.

  30. @ubadmarko

    Asal jangan pas dibawa pulang jadi jatuh harganya nantinya si emas itu ya!:mrgreen:

    @eNPe

    Hehehe…. bukannya begitu mbak eNPe, soalnya kalau cerita olimpiade, saya fokuskan ke (prestasi) nasional Indonesia, kalau cerita PON moso saya fokuskan ke daerah saya tulisannya, kan itu namanya kedaerahan bukan nasionalisme huehehe…. **halaah alasan**:mrgreen:

    @esai fotot

    Sepertinya sih guna meningkatkan prestasi olahraga di Indonesia, perlu kerja keras dari semua kalangan bukan hanya menteri olahraganya saja, jikalau hanya menteri olahraganya saja yang berinisiatif tanpa dukungan dari berbagai kalangan, ya sama aja oblong! Huehehe….

    Btw… thanks dibilangin saya cocok jadi menteri olahraga (mudah2an bukan sindiran atau olok2 ya!:mrgreen: ) tapi saya belum berminat jadi menteri olahraga hehehe….πŸ˜€

    @Yoyo

    Kayaknya olimpiade ini juga bakalan lewat begitu saja deh! Bukannya pesimis tapi tahu dirilah! Huehehehe…. Tapi bagaimanapun juga kita tunjukkan sportivitas kita di pentas olahraga dunia tersebut! Setuju?πŸ˜€

    @realylife

    Ya udah deh…. setuju aja deh….πŸ˜€

    @andreas ekoyuono

    Betul sekali pak….. apalagi di cabang atletik dan renang, emas yang diperebutkan banyak sekali… jadi jikalau menguasai cabang itu bisa mendongkrak peringkat negara2 pengumpul medali….πŸ™‚

    @zoel chaniago

    Ada apa nih? Ada emas udang di balik batu?:mrgreen:

    @Pakde

    Amin. Tapi pak, kalau bangsa lain juga berdoa untuk menang, jadinya gimana dong?:mrgreen:

  31. Yari,

    Intinya untuk mendapatkan hasil yang baik tidaklah mudah, there in no easy solutions for tricky problems.

    Mendapatkan hasil yang bagus, bukan sekedar menetapkan target akhir, tetapi lebih dari itu bagaimana PROSES untuk mencapainya. Sudah baikkah prosesnya, sudah realistikkah targetnya, seperti apa tahapannya, dll?

    Sepemahaman saya, manajemen Jepang berorientasi ke proses, hasilnya silakan nilai sendiri …

    Orang Indonesia, saat ini, berorientasi ke hasil, hasilnya … ?

    Saya termasuk yang yakin, bila prosesnya baik dan selalu diperbaiki adalah jauh lebih baik dari pada mengutak-utik berapa target medali, tanpa mendalami bagaimana proses mendapatkannya…

    just my 2 cents…

    ______________________________

    Yari NK replies:

    Kalo Adji sendiri sudah berorientasi ke proses belum?? Dan bagaimana hasilnya??? hehehe… Just kidding….

    Ok… this is the serious core: Memang betul Dji… untuk menghasilkan hasil yang baik tentu harus melalui proses yang baik dan masuk akal juga melalui tahapan2 yang realistik dan masuk akal. Itu sepertinya nenek2 semua orang juga tahu, bahkan jauh sebelum Jepang memperkenalkan istilah Kaizen, orang Jepang sendiri mulai akhir abad ke-19 sudah menjadi maju. Lantas apakah hanya prinsip “Kaizen” itu yang menyebabkan Jepang maju, itu pertanyaannya…

    Sekarang begini…. mengapa kita seyogianya juga “berorientasi” kepada hasil? Itu untuk membandingkan dengan negara lain apakah proses perbaikan yang telah kita capai telah benar dan baik?? Ataukah ada yang lebih benar dan lebih baik lagi?? Karena maklumlah apa yang kita capai dalam proses yang baik dan benar itu adalah relatif. Untuk itu kita perlu membandingkannya dengan yang lain melalui: HASIL. Dari hasil tersebut kita bisa membandingkan, dan jikalau kita masih kalah dengan yang lain, maka kita AKAN BELAJAR dari proses orang lain yang mendapatkan hasil yang lebih baik tersebut. Begitulah kita akan terus menerus belajar dari perbandingan hasil yang kita dan orang lain capai.

    Apakah Jepang juga hanya memperhatikan proses?? Saya rasa tidak…… Dalam kaitannya dengan olahraga, buat apa Jepang yang berorientasi proses tersebut ikut olimpiade yang berorientasi hasil?? Justru Jepang ingin mengukur keberhasilan prosesnya tersebut dengan ikut olimpiade, yang hasilnya ternyata justru “mengecewakan”. Jepang di Olimpiade Athina tahun 2004 hanya kebagian 16 emas, sedangkan China yang 30 tahun lalu belum ada apa2nya di Olimpiade ternyata meraup 32 emas! Ternyata Jepang belajar dari HASIL di Olimpiade tersebut bahwa walaupun prosesnya membaik tetapi ternyata di negara lain ada proses yang lebih baik lagi….

    Nah, jadi Dji, pelajaran lain dari kasus ini juga, walaupun kita belajar KAIZEN dari buku, tapi jangan kita menelannya mentah2, kita jangan hanya mengekor saja, kita analisa lebih jauh dan KALAU BISA kita “kembangkan” sendiri hipotesis kita sendiri, sehingga kita tidak hanya jadi pengekor saja, got it?πŸ˜‰

  32. Woi jadwal bulutangkis olimpiade beijing tgl brapa sich

    ______________________________

    Yari NK replies:

    Badminton dijadwalkan dari tanggal 9 hingga 17 Agustus 2007. Final diadakan tanggal 15 – 17 Agustus 2008.
    PARTAI FINAL:
    Ganda Putri : 15 Agustus.
    Tunggal Putri : 16 Agustus.
    Ganda Putra : 16 Agustus
    Ganda Campuran : 17 Agustus
    Tunggal Putra : 17 Agustus.

  33. Thanx bwt tvri dah nayangin olimpiade jd kt bsa nmton maria kristin dk.K

    __________________________

    Yari NK replies:

    Kita doakan ya… mudah2an Indonesia bisa membawa pulang emas dari cabang bulutangkis di olimpiade ini……

  34. He..he…
    Yari,

    Semua yang saya sampaikan adalah berdasarkan pengalaman praktik bukan teori atau buku…πŸ˜†

    Teori yang saya kutip lebih dimaksudkan untuk mengkonfirmasi sintesa pengalaman saja …

    Manajemen jepang (kaizen, dll.) hanya sebagai contoh sebuah aplikasi manajemen yang berorientasi proses bukan hasil, kita bisa dan harus kembangkan model kita sendiri… *tentu saja saya setuju dengan pendapat Yari, karena poin saya bukan mengikuti teknis manajemen jepang, tetapi filosofinya, itu yang saya sebut dengan benang merah pada komen saya pertama*

    Sebagai catatan tambahan kaizen itu berasal dari keberhasilan praktik kemudian ditelaah dasar ‘teoritis’-nya bukan sebaliknya …

    Walaupun tidak pernah diungkapkan secara eksplisit, sepanjang pemahaman saya, keberhasilan yang diperoleh oleh Cina adalah karena mereka juga berorientasi pada proses…

    Olimpiade buat Cina adalah sebuah medan untuk menguji keberhasilan prosesnya.

    Hasil memang penting, tetapi buat saya proses jauh lebih penting …

    Jika mau dibobot secara kuantitatif mungkin hasil 20%-40%, proses 60%-80%.

    ________________________________________

    Yari NK replies:

    Justru itu saya bilang di atas Dji, bahwasannya hasil yang baik berasal dari proses yang baik. Namun yang jelas, hasil yang memuaskan pasti berasal dari proses yang baik, namun proses yang baik belum tentu menghasilkan hasil yang memuaskan.πŸ˜†

    Jadi memang hasil selalu bergantung pada proses. Bahkan Indonesiapun boleh dikatakan berorientasi pada proses (coba apa contoh konkritnya Indonesia ‘berorientasi’ pada hasil). Jangan2 Indonesia dikatakan berorientasi pada hasil karena hasilnya “jelek”, pendek kata jangan2 semua yang berhasil baik dikatakan berorientasi pada “proses” sementara hasil yang buruk berorientasi pada “hasil”.πŸ˜† Kalau hanya berdasarkan penilaian seperti itu, itu namanya penilaian berdasarkan “hasil” bukan berdasarkan “proses”πŸ˜†

    Proses memang penting juga, tetapi tanpa “hasil” sebuah proses akan menjadi sebuah proses yang mati dan statis…… got it?πŸ˜‰

    Olimpiade buat Cina adalah sebuah medan untuk menguji keberhasilan prosesnya.

    Kenapa harus diuji jikalau orientasinya adalah proses??πŸ˜†

    Memang betul sekali Kaizen adalah praktek yang lantas ditelaah teorinya. Namun maksud saya adalah, walaupun Kaizen berasal dari praktek, namun harus ditelaah juga apakah hanya prinsip Kaizen yang menyebabkan kemajuan Jepang, saya yakin Kaizen hanya sebagian saja dari kontribusi kemajuan Jepang. Jangan langsung “percaya” yang membuat kemajuan Jepang semata2 hanyalah Kaizen.

    Jadi kalau menurut kesimpulan saya, bobot yang benar adalah hasil 50%, proses 50%.πŸ˜‰

  35. Paling ngga dari ganda campuran bulutangkis dan ganda putri ato putra bisa mbawa medali emas, semogaaa…hehe..
    humm..awas aja kalo ga ada stasiun tv nasional yang nyiarin pembukaan olimpiade *kek piala dunia trakhir*, hiek..
    btw pak, kalo ada info boleh kasi2 tau url yg nyiarin ptandingan2 olimpiade donks pak..hehe.. *jaga2 mana tau stasiun tv nasional ga nyiarin* << ga langganan tv berbayar pakπŸ˜€

    ___________________________

    Yari NK replies:

    Mungkin ganda campuran berpeluang untuk membawa pulang emas, kalau ganda putri kayaknya susah banget deh…. soalnya di puteri China merajalela, seluruh kekuatan tim putri dunia digabungkan juga kayaknya masih belum bisa mematahkan keperkasaan puteri2 China deh. Lagian tempat pertandingannya juga di sarang “harimau”: China! Wah…. makin bikin “ciut” aja! Walaupun mental atlit nggak boleh begitu.😦

  36. jangan ada kata MENYERAH karna masi ada harapan kedepan kita harus percaya itu ok!!
    !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

    ___________________________

    Yari NK replies:

    Sebagai atlit memang harus PANTANG MENYERAH ! Tetapi kita sebagai yang nonton, boleh aja dong pesimis! Hehehe……πŸ˜€

  37. Jujur aja lihat atlit indonesia sedikit banget jadi pesimis juga, sementara china ratusan, tapi markis kido hendra setiawan tetep gue jagoin dapat emas, amiin!!!

  38. Panjang banget mw komen aja.
    ya udah daripada tambah panjang.

    GO INDONESIA GO!

    _____________________________

    Yari NK replies:

    Ya… ya… kita doakan moga2 Indonesia bisa membawa pulang medali emas!πŸ™‚

  39. harapan untuk mempertahankan tradisi emas olimpiade memang cukup berat jika kita berkaca dengan beberapa hasil kejuaran super series yang diikuti para pemain kita. apalagi olimpiade kali ini berada di negeri raksasa buluntangkis dunia, yatiu China,.namun, saya cukup optimis dengan semangat dan nasionalisme yang tinggi, atlet-atlet kita mampu menjawab tantangan itu, apalagi pelaksanaannya berdekatan dengan momentum hari kemerdekaan RI, dan menurut saya, sektor ganda campuran paling berpeluang untuk meraih emas meskipun Nova/Lilyana atau Flandy/Vita harus berjuang ekstra keras, dan mereka harus ekstra waspada dengan pemain tua rumah yang acap kali menjegal langkah mereka ke tangga juara, yaitu pasangan Zeng Bo/Gao ling, khusus untuk Gao Ling, tentu saja ini kesempatan berharga baginya untuk mencetak hattrick emas olimpiade. TERUS BERJUANG PAHLAWANKU, DOA KAMI MENYERTAIMU .

    ____________________________

    Yari NK replies:

    Mudah2an Indonesia bisa pulang bawa emas…. walaupun Taufik Hidayat sudah kalah tuh!😦

  40. saya yakin indonesia bisa menyumbang dari cabang bulutangkis emas olimpic beijing….

  41. indonesia menduduki posisi 40 dengan perolehan 3 perunggu tanpa emas dan perak (per 13 agustus)..memalukan.cabang andalan yang diharapkan mendapatkan emas yaitu bulu tangkis saja sudah tidak bisa di harapkan lagi.terbukti taufik hidayat pebulu tangkis terbaik indonesia tunduk pada pebulu tangkis malaysia.apa yang terjadi pada dunia olahraga indonesia?
    PRIHATIN saya.

  42. +
    INDONESIA bangkitlah ………….

    bagi semua atlet” INDONESIA yang sedang brjuang d beijing ……

    ” Klianlah tumpuan bangsa indonesia ,, tunjukkanlah kepada sluruh bangsa indonesia bahwa kliaan adalah pahlawan bangsa …… INDONESIA bkan negara yang lemah ,, kita pastii bisa untuk menang …… wktunya blum tlat ,, ayooo brjuang atlet indonesia ,, kita kan slalu mndoakanmu ”

    itulah pesaan rakyat indonesia ……
    jadi wujudkanlah mimpi rakyat indonesia …..
    MERDEKA-MERDEKA……..

  43. @dini (no.41)

    Amin…. kita doakan saja…. (sorry lupa/kelewatan ngebales komennya):mrgreen:

    @mangku

    Saya harap juga begitu…. tapi entah kenapa kok kali ini rasanya agak pesimis begitu. Mudah2an kepesimisan saya ini tidak terbukti ya….

    @angga

    Sayapun prihatin…. apalagi hari ini Thailand sudah mendapat emas, sedangkan Vietnam sudah mendapat perak, moso kita masih perunggu aja seh?😦

    @stenlymandagi

    Huahahaha…. ya bolehlah… berkhayal2 sedikit sebagai hiburan….:mrgreen:

    @VIIRA

    Kita harapkan di hari kemderdekaan RI….. sebagai kadonya… kita dapat membawa pulang medali emas (bukan beli di toko emas di Beijing) dari olimpiade Beijing!πŸ˜€

  44. Menurut saya, Indonesia bisa membawa 2 emas dari cabang bulu tangkis ganda putra dan ganda campuran .

    ________________________

    Yari NK replies:

    Amin. Saya ikut mendoakan.πŸ™‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s