Dunia Nyata dan Dunia Maya Patut Dipertentangkan?

Kira-kira setahun yang lalu, ketika saya masih lebih suka chatting daripada nge-blog, ada seorang rekan chatter, wanita, masih kuliah, lewat blognya mengatakan bahwa ia akan berhenti dari dunia “maya”. Alasan ia akan berhenti dari dunia “maya” adalah karena waktunya habis di dunia “maya” sehingga ia tidak “sempat” lagi memperhatikan teman2nya di kampus ataupun keluarganya di rumah. Alasan kedua adalah ia pernah “tertipu”. Ia menceritakan bahwa di YM, ia pernah “bertemu” atau lebih tepatnya chatting dengan seseorang yang katanya sangat membutuhkan uang dan ingin meminjam uang. Orangnya terlihat (padahal belum pernah dilihat dengan mata kepalanya sendiri) baik ketika chatting sehingga rekan chatting saya itu meminjamkan uang. Namun setelah uang dikirim (skenario selanjutnya mudah ditebak!), teman chattingnya tersebut langsung menghilang, boro2 sempat bilang terima kasih. Karena kejadian2 tersebut, rekan chatting saya itu memutuskan untuk berhenti dari dunia “maya” untuk kembali ke dunia nyata!

Terus terang, saya adalah orang yang SANGAT TIDAK PERNAH MEMPERTENTANGKAN antara dunia nyata dan dunia maya. Kegiatan saya di dunia maya sampai saat ini, alhamdulillah, tidak sampai menganggu kegiatan2 di dunia nyata, termasuk bersosialisasi dan lain sebagainya. Saya tidak pernah ambil pusing dengan perkataan2 yang intinya mempermasalahkan kehidupan di ‘dunia maya’ yang dapat menjadi “ancaman” aktivitas2 sosial di dunia nyata walaupun andaikan perkataan tersebut keluar dari mulut seorang psikolog bulé terkenal sekalipun! Justru saya menanggap bahwa dunia “maya” adalah bagian yang tak terpisahkan, apalagi di abad informasi seperti saat ini, dengan dunia nyata. Kegiatan2 di dunia maya bagi saya adalah sangat riil. Sahabat-sahabat dan orang2 yang berhubungan dengan saya, baik lewat e-mail, chat maupun blog juga adalah orang2 yang nyata. Mereka2 benar-benar nyata, senyata teman2 atau kolega2 saya di kantor ataupun senyata tetangga2 saya, hanya saja kita dipisahkan oleh ratusan atau ribuan kilometer kabel serat optik. Itu saja perbedaanya! Lantas bagaimana dengan penipuan seperti yang rekan saya alami seperti di atas tersebut? Kalau yang namanya penipuan tentu bukan hanya bisa terjadi di dunia maya saja, penipuan2 malah mungkin masih lebih marak di dunia nyata daripada di dunia maya. Yang perlu dipersalahkan dalam kasus ini tentu saja kecerobohannya bukan “dunia maya”nya.

Menurut saya, yang salah dari rekan chatting wanita saya tersebut adalah ketidakmampuannya untuk mengelola waktunya sehingga aktivitas2 lainnya di dunia nyata sampai terganggu. Jadi yang salah tentu saja bukan chatting atau nge-blognya. Andaikata ia bisa mengelola waktunya dengan baik mungkin aktivitas2 sosialnya tidak akan terganggu. Apapun itu andaikan dilakukan terlalu intensif semuanya menjadi tidak baik. Belajarpun jikalau terlalu berlebih juga tidak baik minimal untuk kesehatannya sendiri. Harus ada keseimbangan antara belajar dan istirahat.  Bahkan terlalu banyak beribadah sampai melupakan memberi nafkah untuk anak istri tentu juga bukan sebuah pilihan yang bijaksana. Jadi bukan hanya berinternet saja yang kalau berlebihan tidak baik, hampir semua kegiatan kalau berlebihan juga tidak baik.

Lantas bagaimana jikalau ada pendapat bahwa jikalau hobby kita hanya berinternet saja hidup menjadi monoton, tidak bervariasi ataupun tidak berwarna?? Menurut saya, ya itu terserah anda. Menurut pendapat saya pribadi, apakah hidup kita bervariasi atau tidak yang penting kita bisa menikmatinya dan mengambil manfaatnya. Percuma saja andaikan anda memaksakan hidup anda untuk bervariasi namun anda tidak bisa menikmatinya atau bahkan anda tidak bisa mengambil manfaatnya, mendingan hidup anda sedikit monoton tapi anda menikmatinya. Memang betul, dari sudut yang lebih absolut, kebervariasian aktivitas kita memang dapat memberikan pengalaman dan pengetahuan serta manfaat yang lebih, namun tentu itu jikalau anda dapat menikmatinya dan dapat mengambil manfaat daripadanya. Aktivitas2 apa yang cocok untuk anda, tentu anda sendiri yang tahu…..

Internet atau dunia maya sebenarnya telah memberikan kesempatan bagi kita untuk bersosialisasi bagi orang2 yang supersibuk atau kegemarannya mungkin hanya mengutak-ngatik komputer. Orang yang supersibuk, yang hampir2 “tidak sempat” untuk bersosialisasi, pada malam hari ketika ia sampai di rumah menjelang istirahat malam, ia menyalakan komputernya dan ia dapat merasakan “sentuhan” sosialisasi lewat blognya atau lewat chatting. Begitu juga yang “gila” komputer, dulu sebelum ada Internet, hobby mengotak-ngatik komputer benar2 merupakan hobby yang soliter, namun dengan keberadaan internet kini mereka yang hobby mengutak-ngatik komputer bisa juga merasakan sedikit sosialisasi lewat Internet. Yang penting bagi kita adalah, bagaimana kita memanfaatkan teknologi ini untuk tujuan yang sepositif mungkin………

Bagi saya pribadi, meninggalkan Internet, apalagi di era kompetitif sekarang ini, adalah pilihan yang keliru. Di kala jutaan orang saudara2 kita yang masih jauh tersentuh teknologi informasi, kita yang sudah mendapatkannya malah menyia-nyiakannya. Kita tidak perlu mempertentangkan antara Dunia Nyata dan Dunia Maya selama kita dapat mengelola waktu kita dengan baik. Yang penting prinsip saya adalah “Ada Internet ataupun Tidak Ada Internet, hidup pasti akan jalan terus……” Jika di sekitar kita tidak ada akses Internet, ya jalani hidup apa adanya. Kalau ada, ya silahkan juga memanfaatkannya, dan jalani juga hidup anda apa adanya pula…….🙂

48 responses to “Dunia Nyata dan Dunia Maya Patut Dipertentangkan?

  1. Patut dipertentangkan ga ya? kalau menurut saya, yang memang saya adalah operator warnet, dunia maya saya adalah dunia nyata😀

    _______________________________

    Yari NK replies:

    Justru itu mbak….. kata saya di postingan ini juga dunia maya sebenarnya adalah bagian dari dunia nyata!:mrgreen:

  2. Management waktu bagi kita sangatlah penting, karena orang yang berhasil adalah orang yang bisa memanfaatkan waktu sesuai kebutuhannya, sukses untuk kita semua ….. salam kenal

    _______________________________

    Yari NK replies:

    Betul sekali….. yang perlu dibenahi adalah manajemen waktunya (dan juga tujuan pemakaiannya)…. jangan menyalahkan teknologinya.

  3. Sebenarnya bukan tidak harus meninggalkan dunia maya. Saya setuju, kita hanya harus selektif memanfaatkan dunia yang segala ada ini.

    _____________________________

    Yari NK replies:

    Betul…. kita harus lebih selektif dan memanfaatkan segala sesuatu untuk tujuan positif.🙂

  4. Saya tidak pernah ambil pusing dengan perkataan2 yang intinya mempermasalahkan kehidupan di ‘dunia maya’ yang dapat menjadi “ancaman” aktivitas2 sosial di dunia nyata walaupun andaikan perkataan tersebut keluar dari mulut seorang psikolog bulé terkenal sekalipun!

    Wah…dari dulu mas Yari memang udah sinis sama yg namanya psikologi kok. hehe…

    __________________

    Yari NK replies:

    Hehehe…. baru tahu ya?? Tapi bukan berarti saya benci sama psikolog loh…. saya hanya mulai sinis jika mereka sudah mulai berbicara tentang psikologi. Jadi bukan sinis sama pribadinya loh!:mrgreen:

  5. hidup penuh dengan pilihan dan konsekuensi. jadi, mari kita berhidup dengan lebih bijak saja.😀

    ________________________

    Yari NK replies:

    Pilihan yang bijak akan menghasilkan sesuatu yang bijak pula…..🙂

  6. ndak ada masalah…
    hehehe…

    ohya pak saya baru rau banner bisa gif yah…
    keren pak…

    _________________________________

    Yari NK replies:

    Gambar tengkorakku kata pakDe yang ini katanya norak dan jelek. hiks…hiks….

    Iya… header bisa GIF kok!🙂

  7. saya juga tidak mempertentangkan sama sekali sekalipun skipsi bodoh yang sedang saya kerjakan mengenai kecanduan internet hehehe demi kelulusan apa sajalah!

    kalau sekarang melarikan diri dari internet, rasanya memang pilihan yang aneh… tau internet saja bukan berarti sudah selamat dari keterbelakangan, karena di dalamnya masih banyak sekali yang harus dieksplorasi!

    lagian… masalah bersosialisasi sih pinter pinternya aja deh… justru kalau dengan internet bisa lebih kenal banyak relasi ya kenapa tidak? itulah gunanya kopdar bukan? dan sukur sukur dapet pasangan hahaha liat sisi baik dari segala sesuatu rasanya lebih enak jadinya😉

    _________________________

    Yari NK replies:

    Waduh mbak…… skripsi jangan diasal2in gitu dong. Usahakan jadikan skripsi yang bagus, jangan sampai seperti politisi2 yang hanya obral janji itu….. *haalaaah apa hubungannya??*:mrgreen:

    Betul….. dengan internet kita bisa bersosialisasi kok….. tanpa internet mungkin kita ini sekarang belum kenal ya mbak?? Emangnya sekarang kita udah boleh resmi dikatakan kenal ya??:mrgreen:

  8. Tergantung siapa orangnya Pak..

    Mungkin yang memutuskan berhenti dari aktivitas dunia maya karena emang merasa kecewa saja (setelah kena tipu). Saking kecewanya, barangkali, dia memutuskan untuk tak lagi menyentuhj dunia maya..😀

    Kalau menurut saya sih, dunia maya itu bagian dari dunia nyata, yang berusaha meminimalisir hambatan bentang alam saja…😀 Sulit disangkal, dengan keberadaan dunia maya, beragam informasi yang diperlukan di dunia nyata dapat tersebar dan tersampaikan dengan jauh lebih cepat ketimbang mengandalkan cara-cara konvensional di dunia nyata..😀

    _________________________

    Yari NK replies:

    Wah… mudah2an jikalau ia sampai tertipu di dunia nyata, jangan sampai ia mau berhenti dari dunia nyata ya?? Huehehe…..:mrgreen:

    Betul sekali…… informasi di internet ini terlalu berharga untuk diabaikan dan ditinggalkan, apalagi di era kompetitif global seperti ini!🙂

  9. kok malah berhenti di kala semuanya sudah bisa dilakukan lewat dunia maya…. pilihan yang aneh, kalo bisa dibilang milih susah daripada mudah.

    _______________________________________________

    Yari NK replies:

    Mungkin ia memang sedang frustasi….. tapi saya yakin rekan saya itu jikalau sudah tenang dan jernih fikirannya pasti akan kembali menyentuh dunia maya kembali……!🙂

  10. Contohnya saya:

    Yang sudah mengeluti internet tahunan saja, masih tetep miskin. Apalagi kalau disuruh meninggalkan internet.

    DARI MANA SAYA BISA MAKAN?

    eh maskudnya makan informasi !!!!

  11. harus berimbang ya
    kalo kita hidup di dunia maya terus
    ga sosialisasi di dunia nyata
    malah ga bagus tuh🙂

  12. Pak, saya baca post bapak yg ini, langsung tertawa, karena pemikiran kita sama… hal yg senada dengan post ini juga saya tulis di salah satu halaman blog saya

    Post yang bagus pak.

  13. salam
    saya sudah ga bisa hidup tanpa internet *hiperbola mode :ON* dunia maya adalah sesuatu yang sangat nyata buat saya, pun dengan orang2 yang pernah kontak dengan saya dalam media apapun, chat, blog jaringan pertemanan atau apalah , mereka sangat real dan memberi warna tersendiri dalam hidup saya bahkan lebih seru dari dunia nyata🙂

  14. Wah kebalik tuh Pak, saya malah baru2 aja tertarik dengan internet. Baca blog2 yg isinya keren2 seperti blog ini (ceilee…) jadi iri pengen punya blog. Sekalian latihan menuangkan pemikiran dalam tulisan. Kan sayang kalo punya ilmu nggak dibagi, walaupun itu cuma sedikit. Mumpung nggak ada sistem seleksi seperti di media massa, jadi lebih besar kemungkinan untuk berbagi.

  15. ngga’ ada yang dipertentangkan, seharusnya malah saling mendukung, misalnya untuk berbisnis, selain promosi offline juga bisa melebarkan pasar dengan promosi online, kira-kira begitu deh!

  16. i y y nih, lama2 sy kecanduan ngeblo padahal sy termasuk beraliran jadul alias masih lebih suka baca koran dan majalah drpd browsing, so far inet cuman buat hiburan… kebanyakan buat nontonin video, tp rasa2nya lama2 kok smk nyandu gara2 punya blog. Jd mikir2 pertanyanyaan ini

  17. Wah… Kalo buat saya, ga afdhal kalo malem ga iseng-iseng buka komputer dan surfing ato chatting di internet. Buat saya dengan seperti itu juga bisa menjadi bermanfaat, bahkan bagi orang di sekitar kita. Bisa dijadikan media untuk komunikasi yang sangat baik.

    Buat saya, rasanya ga online selama 2 hari itu udah berasa lama… banget.

  18. Ah, dunia maya itu cuma dunia nyata yang lebih jujur, nekad, atau edan, kok… toh yang dihadapi juga manusia beneran kan, bukan AI😛

  19. secara pribadi, saya mendapatkan banyak manfaat ketika kita besentuhan dg dunia maya, bung yari. dalam aktivitas blogwalking, misalnya, saya mendapatkan banyak pengetahuan baru dari postingan temen2, hal yang ndak mungkin saya dapatkan di dunia nyata. info2 baru paling hanya bisa dibaca di koran. kelebihan blog bisa menggambarkan gaya dan pola pikir pemiliknya *halah* yang pasti, aktivitas ngenet tetep besar manfaatnya. kedua dunia ini bisa saling melengkapi, asalkan jangan sampai aktivitas di dunia maya itu menggeser aktivitas di dunia nyata.

  20. Kalau main-main di dunia maya itu jangan kebanyakan nyita waktu, bagi yang adil dengan dunia nyata. Gitu kan Pak?

  21. @Laporan

    Ya…. kalau nggak bisa makan informasi… ya minum informasi saja deh! Wakakakak…..😆

    @achoey sang khilaf

    Yang jelas…. harus pandai2 mengelola waktu agar mendapatkan hasil maksimal…. baik dari dunia nyata maupun dari dunia maya.

    @edison76

    Ok deh…. kalau begitu nanti saya akan berkunjung ke blog anda…. tunggu ya… dan terima kasih banyak.🙂

    @nenyok

    Menurut saya dunia “maya” Internet memang bahagian yang tak terpisahkan dari dunia nyata. Entah kenapa Internet dinamakan “dunia maya”, mungkin istilah dunia maya ini (mungkin lho…) diciptakan oleh para pakar teknologi informasi untuk ikut “membesar2kan” (menghiperbolakan) bidang profesional mereka.🙂

    @tunjung

    Betul sekali…. salah satu kegunaan Internet ini adalah untuk berbagi dengan cepat dan tanpa kendala halangan geografis. Sesuatu yang mungkin tidak bisa kita lakukan 20 – 30 tahun yang lalu.🙂

    @inos

    Wah…. mas inos ini pasti pengalaman pribadi deh !?:mrgreen:

    @Jiwa Musik

    Baca koran dan majalah nggak jadul kok. Siapa bilang jadul?? Masing2 ada kelemahan dan kekuatannya sendiri2. Internet jalan terus… informasi dari majalah, koran dan televisi juga jalan terus. Jadi informasi maksimal dan berimbang dari segala sumber.🙂

    @Alias

    Padahal dulu….. 20 tahun yang lalu…. setiap hari nggak pernah online juga nggak apa2 ya. Hehehe….. Ya udah yang penting gunakan teknologi untuk tujuan sepositif mungkin dan mengurangi sebanyak mungkin efek negatifnya.🙂

    @Catshade

    Ya iyalah…. justru yang asyik dari Internet ini adalah natural intelligence-nya, bukan artificial intelligence-nya, minimal untuk zaman sekarang tanpa NI, AI bukanlah apa2…..🙂

    @Sawali Tuhusetya

    Kemenangan mendapatkan informasi di dunia maya ini adalah karena kita bisa bebas memilih informasi yang kita inginkan, dan informasinya lengkap pula. Jadinya memang manfaatnya banyak, pak.

    Tapi ya itu, benar apa kata pak Sawali, kita harus pandai2 mengatur waktu jangan sampai kegiatan di dunia maya menyita kegiatan2 di dunia nyata, kita harus pandai2 mengalokasikan waktu, dan hanya kita yang tahu alokasi waktu bagi diri kita sendiri…. begitu kan pak?🙂

    @suhadinet

    Betul sekali….. berbijaksanalah dalam mengatur waktu…. karena waktu yang hilang tidak dapat didapatkan kembali… hargailah waktu..🙂

  22. Saya lagi melanggar janji nih, untuk tidak buka internet di hari Sabtu Minggu, gara-gara si mbak cuti akhir pekan…ternyata pekerjaan rumah tangga, siram menyiram tanaman udah selesai cepat…jadi ya nengok kang Yari.
    Saya malah YM cuma sama anak-anak, dan sahabat anak-anak, agak nggak enak juga jika ada teman lain yang ingin mengobrol…tapi saya memang membatasi mengobrol melalui YM…entah kenapa kok rasanya capek ya….heheh

  23. Namanya aja dunia maya, segalanya memang selalu nggak jelas.
    Jadi harus lebih hati-hati.

  24. Ya, intinya bagaimana mengelola waktu, setuju Pak Satpam.

  25. saya sih kadang ingin meninggalkan dunia maya karena takut ngetop kang:mrgreen: tapi bener loh, soalnya kalau sudah begitu sifat dasar manusia “sombong” jadi muncul

  26. dulu jaman IRC saya malah pake nama perempuan

  27. @edratna

    Wah…kalau saya sih buka internet kapan saja saya suka, syaratnya hanya satu: Kalau tidak ada pekerjaan atau kegiatan lain yg lebih penting. Hehehe….

    Memang bu chatting kelamaan juga jari2nya pegal2 semua! Huehehe….😀

    @Edi Psw

    Tapi di dunia nyata, banyak juga loh pak yang “nggak jelas” Hehehe…😀

    @Ersis Warmansyah Abbas

    Betul sekali pak Ersis kuncinya adalah mengelola waktu dengan bijaksana dan logis, serta gunakanlah teknologi untuk tujuan sepositif mungkin!🙂

    @anggara

    Wah…. tujuannya ngeblog untuk jadi ngetop sih! Kalau tujuan saya ngeblog sih ingin pamer apa yang ada di otakku berbagi **halaah** dan rasanya sudah puas kalau sudah menyalurkan keluar apa yang ada di dalam kepala. Karena sesuatu yang penuh,termasuk yang ada di kepala,harus dikeluarkan juga kan?:mrgreen: Mengenai ngetop, kalau untuk saya sih cuma bonusnya aja kang!:mrgreen:

    Sifat dasar manusia “sombong” itu ada di mana2 kok, di dunia nyata juga ada, nggak di dunia maya saja.:mrgreen:

    @adipati kademangan

    Waduh2 mudah2an pakai nama perempuan bukan untuk menarik perhatian chatter laki2 ya! Huehehehe….:mrgreen:

    **just kidding**

  28. padahal kan blogwalking juga sociallife yah, ehehehehe…

  29. Mmm… komen-komennya pada serius semua…

    Dunia maya dan dunia nyata? dunia maya itu dunianya makhluk halus bukan Mas?😀

  30. porsi antara dunia nyata dan maya tergantung dari kitanya ya pak, seberapa besar kita mau membaginya, kalau menurut fi sih fifty-fifty. ada hal-hal tertentu yang hanya bisa kita dapatkan di dunia nyata, dan juga ada banyak kemudahan yang bisa kita peroleh di dunia maya. emang si, dunia maya seringkali membuat kita ketagihan, tp fi percaya, kita sudah cukup dewasa untuk menyikapinya *sok bijak* kekeke…

  31. yup.. harus bisa mengimbangkan pak…. pasti akan menjadi hal yang sangat luar biasa!🙂

  32. saya sepakat dengan mas Yari agar tak ada pertentangan antara ‘Maya’ dan ‘Nyata’. Dunia Maya hadir semestinya bukan untuk menjadikan kita sebagai ‘Manusia Kamar’ yang terasing dengan realitas hidupnya. Dunia Maya semestinya menjadi pembelajaran dalam menghadapi realitas… *halah*

  33. saya pernah baca sebuah artikel tentang manfaat komunitas maya buat orang-orang yg introfert. bahkan konon ada anak yg tadinya antisosial, lalu pelan-pelan mulai bermasyarakat dengan normal gara-gara bergaul di internet.

  34. udah kenal di dunia maya om😀

    makanya kopdar ramean om biar kenal hueheuheuhueh

    aaaaaahhhhh skripsi menyebalkan oooooooooommmmmmmmmmmmmmm😦

  35. Saya dulu jalan2 ketemu teman2 di cyber building. Setelah ketemu kok ngomong rada susah. Akhrinya balik semua ke komputer dan saya konek net via hape, ternyata lebih lancar ngomongnya. hahahahahaha.

  36. 80% hari hari saya berinteraksi dengan orang orang di dunia maya pak, jadi ya gimana lagi….. hiks

  37. dengan kopdaran, dunia maya pun menjadi dunia nyata🙂

  38. Dengan internet bisa efesien memperoleh data dan informasi, kalau ofline hih capek pak, ke BPS, Perpustakaan, sana sini dsb. Sudah banyak tenaga, biaya, waktu, dsb. Nah dengan berkunjung di website dapat dengan mudah. Ahk…. pekerjaan saya makin lama makin tergantung dengan internet.

  39. Buat saya dunia maya melengkapi dunia nyata saya, saya mempunyai banyak teman baik di dunia nyata yang berawal dari teman di dunia maya. Jadi jangan hanya mengambil negaivenya saja tetapi ambil positivenya juga.

  40. sjafri mangkuprawira

    saya sependapat berinteraks atau berinformasii lewat dunia maya banyak manfaatnya….nambah ilmu dan nambah pergaulan….ketika bicara kemudian ada yang dirugikan seharusnya bertanya pada dirinya mengapa sampai begitu……kita hidup ini diajarkan untuk mengoptimumkan sumberdaya yakni dalam pengelolaan sumberdaya waktu,akal,pengalaman,duit,teknologi….jadi jangan salahkan dunia maya ketika kita sendiri tak mampu berbuat keseimbangan diri sendiri…..

  41. @Denny Eko Prasetyo

    Betul sekaleeee….. jelas itu juga bentuk sosialisasi!🙂

    @Yoga

    Makhluk halus ya?? Sering pakai sabun Lux mungkin jadinya sampai kulitnya halus sekali !:mrgreen:

    @pipiew

    Memang bagi sebagian orang membuat ketagihan, tapi ada juga loh teman saya yang nggak suka “dunia maya”. Bilangnya: “Ah, kayak beginian apa enaknya sih”? Begitu katanya.

    Dengan berada di dunia mayapun kita diajar untuk jadi “dewasa” yaitu lebih dapat mengatur waktu dan dapat mendisiplinkan diri. Dunia maya banyak manfaatnya juga kok, biarpun kecanduan tapi masih mendingan kecanduan Internet daripada kecanduan rokok atau narkoba. Betul nggak?😀

    @azaxs

    Betul… menyeimbangkan dan mengoptimalkan kedua buah “dunia”.🙂

    @qizinklaziva

    Walah ada lagi istilah “manusia kamar” hehehe….. Tapi memang jangan jadi terus menerus manusia kamar, kalau siang jadilah manusia kantor, kalau hari libur jadilah manusia keluarga, kalau lagi bengong bolehlah jadi manusia kamar, dan kalau badan berkeringat jadilah kita manusia kamar mandi, atau kalau perut kita mulas jadilah kita manusia WC. Huehehehe…:mrgreen:

    @sitijenang

    Itu menandakan bahwa tidak selamanya Internet menjadikan seseorang introvert, bukan begitu?🙂

    @natazya

    Wah…. mbak natazya udah nggak sabaran untuk berkenalan dengan dirikuw yah?? Huehehehe…..:mrgreen:

    @Black_Claw

    Ternyata internet juga bisa membuat percakapan yang tadinya kaku jadi lancar yah?😀 Itu juga mungkin salah satu kegunaan internet bagi orang2 yang “introvert”.

    @Raffaell

    Nggak apa2, toh dunia maya sebenarnya juga bagian dari dunia nyata kok.🙂

    @Menik

    Nggak perlu kopdaran saya juga yakin kok kalau mbak Menik itu nyata orangnya!:mrgreen:

    @Laporan

    Anda tidak sendirian….. Makin banyak juga kok orang yang pekerjaannya tergantung dari Internet.🙂

    @Yulis

    Memang…. dampak negatif psikologis Internet kadang2 terlalu dilebih2kan ya?🙂

    @sjafri mangkuprawira

    Betul prof….. seharusnya jikalau terjadi dampak negatif Internet pada seseorang, seharusnya yang disalahkan adalam dirinya sendiri, dan koreksilah diri sendiri, bukan teknologinya yang disalahkan.🙂

  42. Waaaa… jadi ingat masa-masa itu 😀
    Dunia maya …
    Dunia nyata …
    Dunia khayal …
    Semua memiliki manfaat dan mudharat masing-masing
    Pergunakan saja sebaik-baiknya,
    sesebentar mungkin, sepanjang perlu😀
    Sing penting hepiiiiiiiii
    Ya nggak? Ya ngaak??😀

    ____________________________

    Yari NK replies:

    Kalau saya sih…. kalo nggak ada dunia maya, ya dunia Luna Maya juga boleh deh….:mrgreen:

  43. hmmm… tergantung gmn kita mengelola waktu.
    segala sesuaut yang berlebihan itu tidak baik. begitu juga dgn keberadaan di dunia maya😀
    kalo bagi ita sendiri, dgn adanya dunia maya malah bisa menambah pengetahuan, pengalaman n pergaulan. coba kalo gak ng-blog, mana mgk bisa kenalan dgn bapak di bandung ato tmn2 lain/ lgpl bisa kerja sambil silaturahmi. coba di dunia nyata, pas ada tamu kita malah asyik kerja, kan gak sopan:mrgreen:

    _______________________________

    Yari NK replies:

    Betul sekali mbak…. kalo nggak ada dunia maya atau blog mungkin kita belum kenal yaa?? Memang betul mbak segalanya yang berlebihan tidak baik…. semuanya harus sedang2 saja…. atau sesuai kebutuhan, begitu kan??😀

  44. sayah ketemu suami di dunia maya hahaha😛

    ________________________________

    Yari NK replies:

    Asal jangan nikahnya di dunia maya juga ya….. wakakakak….😆

  45. yoi, yang sedang2 saja *kyk lagu dangdut*😀

    __________________________

    Yari NK responds:

    **sambil buru2 ngambil cemilan kacang, ingin ngelihat mbak ita nyanyi dan goyang dangdut**:mrgreen:

  46. Mending si Maya dan si Nyata dikawinkan aja kang. Soalnya mereka kayaknya jodoh.
    Coba lihat, Hawa katanya diciptakan setelah Adam.
    Nah si Maya notabene diciptakan setelah si Nyata. Maka itu bukti bahwa Maya diciptakan untuk Nyata.

    _________________________

    Yari NK replies:

    Benar sekali….. si Maya untuk melengkapi si Nyata. Tapi tentu Nyata di sini bukan si Sunyata atau si Sunyoto ya?? Hehehe….😀

  47. Bagi saya, aktivitas di dunia maya itu sebagai penyeimbang aktivitas saya di dunia nyata. Ketika saya capek, bosan dan jenuh di dunia nyata, saya bisa refreshing di dunia maya. Begitu pula sebaliknya.

    _______________________________

    Yari NK replies:

    Betul mbak…. itu sebabnya di artikel saya di atas dikatakan bahwa kegiatan di dunia maya dan di dunia nyata sebenarnya adalah tidak ada bedanya karena dunia maya sebenarnya juga bagian dari dunia nyata.🙂

  48. Mwkachi tuk infonya.
    namun, sya lebih merasa di dunia maya memakan banyak biaya tuk bayaran media perantara, bagaimana pendapatnya mbak? Trims and
    Mohon kunjungannya di “anschayo.blogspot.com”

    ___________________________________

    Yari NK replies:

    Di dunia nyata juga banyak yang mengeluarkan duit loh. Hobby membaca aja harus mengeluarkan duit, minimal untuk beli bukunya. Bisa juga sih minjem, cuma kan nggak selamanya seleranya sama dengan selera baca kita. Juga hobby tennis atau golf, kan juga butuh duit yang besar juga. Jadi, ya sama2 mengeluarkan duit deh. Hehehe….

    Btw, terims ya telah berkunjung ke blog saya. Nanti, insya Allah, saya akan berkunjung balik ke blog saudara. Tunggu ya, soalnya tunggu giliran banyak juga yang harus saya kunjungi blognya. O iya, saya bukan mbak lho, saya ini bapak2 berkumis seperti foto saya di blog ini.😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s