Ketika Satu Hari Adalah 30 Jam…..

Satu hari aku bangun pagi, waktu menunjukkan pukul 5.00 pagi. Hari ini seperti biasa aku harus masuk kerja. Sesaat setelah shalat shubuh yang terkadang masih suka bolong-bolong, aku segera mandi dan berpakaian, selesai mandi dan berpakaian kira2 Jam 6 kurang 5 menit atau pukul 5.67, saya menyantap sarapan pagi sambil membaca koran pagi (kebiasaan yang baik nggak ya? :mrgreen: ) namun telinga saya tetap terfokus kepada berita televisi dan sesekali mata saya juga melirik ke arah televisi jikalau ada berita2 yang menarik dari televisi.

Yang paling kutunggu2 saat ini adalah berita tentang persiapan olimpiade di Beijing. Aku tidak sabar menanti dimulainya event olahraga terbesar tahun ini. Setelah Euro 3730, boleh dikata tidak ada lagi event2 olahraga internasional yang menyita perhatianku hingga olimpiade Beijing mendatang. Aku terus menerus menghitung mundur hingga hari-H pembukaan olimpiade tersebut. Aku melihat tanggal di koran, ah ternyata hari ini baru tanggal 25 Juli 3730, sementara olimpiade Beijing dibuka tanggal 6 Agustus 3730. Wah masih 20 hari lagi fikirku. Yah, 20 hari terasa lama bagiku, aku harus menunggu 20 hari kali 30 jam atau sama dengan 600 jam lagi hingga pembukaan olimpiade.

Tiba-tiba aku sadar bahwa kini waktu telah menunjukkan pukul 10.36 pagi, waktu berjalan sangat cepat, padahal setengah jam lagi atau tepatnya pukul 11.00 aku harus tiba di kantor karena jam kantor dimulai pukul 11.00. Bergegas aku segera menuju mobilku, eh salah deh, demi penghematan dan demi penghijauan dan karena kere (miskin) aku bergegas menuju angkot yang akan membawaku ke kantor. Wah, ya ampun tiba dikantor pukul 10.67, tepat lima menit sebelum jam kerja kantor dimulai pukul 11 tepat. Aku memasukkan kartu absen, eh salah deh itu sih udah kuno, yang benar aku memindai jempol tanganku di atas mesin pemindai jempol absen modern sebagai tanda clock-in. Puih….. ternyata aku nggak jadi terlambat masuk kantor.

Setelah aku masuk ke dalam ruanganku. Aku menyalakan komputer, selain mencek e-mail dan berusaha membalas mana yang penting, akupun juga sempat membuka blogku dan berusaha sebisa mungkin untuk menjawab komen2 yang masuk ke dalam blogku sambil blogwalking juga ke beberapa blog sebisa mungkin. Pendek kata ke-12 jariku dengan lincah menari2 di atas keyboard untuk menjalankan tugasnya. Ketika ke-12 jariku sudah lelah menari2 lalu aku sibuk dengan kegiatan rutinku di kantor seperti biasanya.

Beberapa menit sebelum pukul 14.00 terdengar azan zuhur, dan tepat pada tengah hari atau pukul 14.00 adalah dimulainya lunch break. Seperti pada umumnya kantor2 yang lain, lunch break diadakan sekitar tengah hari, dan waktu yang diberikan untuk lunch break adalah 1 jam atau sama dengan 74 menit. Waktu selama satu jam tersebut biasanya digunakan untuk makan siang dan shalat dzuhur bagi mereka yang ingin melaksanakannya. Satu jam kemudian kemudian, pukul 15.00, lunch break selesai dan kami kembali meneruskan rutinitas kantor hingga pulang sore hari pukul 21.00.

Sebenarnya di kantor tadi, aku memperhatikan temanku si Sandy bertingkah agak lain dari biasanya. Entah kenapa, hari ini ia agak cemberut, biasanya teman saya itu lincahnya bukan main. Tapi entah kenapa hari ini dia terlihat lesu dan matanya memerah sedikit tidak normal. “Ah, paling2 masalah hutang lagi! Biasa deh!” fikirku berkesimpulan sefihak.

“Ngurusin atau mikirin hutang sampai nggak bisa tidur hingga lesu dan matanya memerah” begitu kesimpulanku sedikit memvonis.

“Ah, bukan urusanku! Salah-salah nanti kalau saya ikut campur masalah jadi memburuk!” fikirku kemudian.

Namun hari itu aku putuskan untuk pulang bersama si Sandy. Kebetulan arah pulangnya juga sama. Dan kebetulan ketika aku hendak pulang, aku bertemu dengannya di WC pria. “San, yuk pulang bareng yuk! Udah sore nih pukul 21, sebentar lagi maghrib! Eh, kamu kenapa sih?? Hari ini kamu aneh banget??” Akhirnya aku memberanikan diri bertanya.

“Semalam aku menemukan benda ini!” katanya sambil menunjukkan sebuah benda berbentuk silinder tembus pandang dan berpendar itu.

“Aduh… seperti di film sains fiksi aja!! Apaan tuh??” tanyaku keheranan.

“Memang seperti di film sains fiksi. Kemarin malam aku buka tabung silindernya, aku masukkan tanganku dan aku merasakan sesuatu yang panas dan menggigit, sejak itu aku jadi merasa aneh……!! Dan lebih aneh lagi………..” katanya.

“Lebih aneh apanya??” tanyaku. Namun belum selesai saya bicara, dan juga dia belum selesai menjelaskan, tiba2 temanku si Sandy itu kulitnya menjadi sangat hitam, dan aneh, tiba2 tangannya memanjang! Tidak cukup hanya itu, dari balik bajunya seperti ada yang juga hendak tumbuh memanjang. Oh…. ternyata itu tangan2nya juga! Ternyata ia tumbuh dua tangan baru sehingga kini tangannya menjadi 4 ! Tidak cukup pula ternyata ada lagi dua tangannya yang baru sehingga tangannya kini menjadi 6! Dan kini pinggangnya juga muncul 2 tangannya lagi, hingga kini tangannya menjadi 10! Aku ketakutan setengah hidup, aku ingin lari namun ternyata temanku Sandy yang telah berubah menjadi monster itu berhasil mengangkapku! Dan seterusnya adalah…… aku bangun dari tidurku !! Wah…. lega rasanya aku hanya mimpi ! Ya…. aku baru saja mimpi berada di dunia OKTAL !! Wakakakakak…… 😆

___________________________________________________

Dalam matematika, sistem bilangan OKTAL adalah sistem bilangan yang hanya menggunakan angka 0 hingga 7. Di dunia kita ini, kita hidup di dunia DESIMAL di mana sistem bilangan desimal menggunakan angka 0 hingga 9. Dalam bilangan desimal kalau kita menghitung 1 sampai 20 maka hitungan kita akan begini: {1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 15, 16, 17, 18, 19, 20}. Sedangkan dalam bilangan oktal menghitung dari 1 sampai 20 hitungan kita akan seperti ini: {1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 10, 11, 12, 13, 14, 15, 16, 17, 20}. Kita melihat bahwa dalam sistem bilangan oktal setelah 7 adalah 10, itu karena angka 8 dan 9 tidak ada dalam sistem bilangan oktal. Jadi sebenarnya angka 10 dalam bilangan oktal adalah sama dengan angka 8 dalam angka desimal (sistem yang kita pakai sehari2). Atau dengan kata lain 10( 8 ) = 8. Begitu juga angka 11 dalam sistem bilangan oktal = 9 dalam sistem bilangan normal (desimal) atau 11( 8 ) = 9. Index ( 8 ) menunjukkan bahwa bilangan tersebut adalah bilangan dalam sistem (basis) oktal.

Bagaimana cara mengkonversikan dari angka oktal ke dalam angka desimal?

Contoh dari cerita di atas = 25 Juli 3730 dalam dunia oktal berarti tanggal berapa dalam dunia normal kita?

25{ 8 } = 2 X 81 + 5 X 80 = 16 + 5= 21.

3730{ 8 } = 3 X 83 + 7 X 82 + 3 X 81 + 0 X 80 = 1536 + 448 + 24 + 0 = 2008.

Jadi tanggal 25 Juli 3730 pada dunia oktal sama dengan tanggal 21 Juli 2008 di dunia kita…..

Sekarang kebalikannya, bagaimana mengkonversikan dari desimal ke oktal ? Mudah juga…….

Contoh 1: 60 menit di dunia normal kita sama dengan berapa menit di dunia oktal??

60 = 7 X 8 + 4, jadi 60 menit dunia normal = 74 menit di dunia oktal. (perhatikan angka yang merah). Caranya adalah 60 dibagi 8 hasilnya adalah 7 dengan sisa 4 atau dengan kata lain 60 = 7 X 8 + 4.

Contoh 2 : 1 tahun sama dengan 365 hari. Satu tahun di dunia oktal sama dengan berapa hari?

365 = 45 X 8 + 5

45 = 5 X 8 + 5

Jadi 365 hari di dunia normal sama dengan 555 hari di dunia oktal (lihat angka yang merah). Dibacanya dari kiri bawah ke kanan atas. Angka yang biru harus “dipecah” lagi atau lebih tepatnya harus dibagi dengan 8 lagi hingga angka yang biru lebih kecil daripada 8. Kenapa harus dibagi 8? Karena kita berbicara tentang OKTAL yang sistem bilangannya ada 8 yaitu dari 0 hingga 7.

Contoh 3: 6925 pada sistem angka desimal sama dengan berapa dalam sistem bilangan oktal?

6925 = 865 X 8 + 5

865108 X 8 + 1

108 = 13 X 8 + 4

13 = 1 X 8 + 5

Jadi 6925 dalam sistem bilangan desimal sama dengan 15415 dalam sistem bilangan oktal.

Selain sistem bilangan oktal terdapat pula beberapa sistem bilangan yang juga agak umum tidak lazim seperti sistem bilangan (basis) biner yang angkanya hanya terdiri dari 0 dan 1. Dan ada juga sistem bilangan heksadesimal yang bilangannya terdiri dari 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, A, B, C, D, E, F. Jadi kalau menghitung 1 sampai 20 menggunakan sistem bilangan heksadesimal jadinya adalah: {1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, A, B, C, D, E, F, 10, 11, 12, 13, 14, 15, 16, 17, 18, 19, 1A, 1B, 1C, 1D, 1E, 1F, 20}. Tidak terlalu sulit juga untuk membayangkannya bukan?? 🙂

Iklan

38 responses to “Ketika Satu Hari Adalah 30 Jam…..

  1. Kirain Boss Yari nggak pernah mimpi 😀
    Thanks buat pengetahuannya. Kalau buat saya sehari cukup 24 jam, secara batiniah dan lahiriah lebih aman. Apa coba maksud saya?

  2. Siwalan tertipu aku. Ga taunya mimpi. Haha.. Tapi sip deh artikelnya unik kreatif sistimatis khas mas yari deh. Kalo oktal gitu ada sistem desimal di belakang koma gitu ga ya?

  3. untuk urusan eksak begini bapak nih…jagonya memang ya…!

  4. sehari sama dengan 30 jam. hal yang melampaui kebiasaan
    sama dengan orang yang merasakan sehari dengan 25 jam
    Berarti dia melakukan hal yang bisa dilakukan oleh manusia normal selama 24 jam. Sampeyan juga kan ? 😀

  5. ya begitulah..
    ilmu pengetahuan ada tergantung bagaimana kita mendefinisikannya..
    bilangan 0 sampai sembilan juga karena kesepakatan.
    Tapi jika untuk urusan kode komputer bilangan binerlah yang digunakan.
    nice article..

    eh bukannya olimpiade di buka tanggal 8 bulan 8 tahun 08 kan??Biar kembar gitu
    salam

  6. 1 = 1000
    karena selisih 1 dengan 1000 adalah 0
    maka 1 = 1000 sama dengan 1 = 1 karena 0 = 000

    wakakak

  7. GOSH!!! i never get along well with numbers!!! huhuhuhu

    hmmm… kadang kadang satu hari yang cuman 24 jam aja kerasa kelamaan om… mungkin karena kurang fokus sama kewajiban kali ya? hueheuhue tapi tetap lah…

    enuff with 24 😀

  8. terus terang saya sempat bingung waktu dulu mempelajari hal beginian, kok gak pake yang desimal aja kan dah cukup tohh.. satu utk semua dan semua utk satu (tri masketir :mrgreen: )

    *mumet*

  9. Oo gitu, kirain apa nih pak. Saya lihat pertamanya koq banyak paradoksnya, lha taunya ke arah situ ya, Bertambah lg deh pemahaman saya (psst, padahal aslinya saya nggak paham2 amat dengan yg namanya matematika… mwahaha)

    Salam,

  10. Bermain-main dengan matematika memang ‘menyenangkan’ ya mas, apalagi matematika yang bisa ‘mengaliri’ kantong kita. Huahahaha… Ujung-Ujungnya D…

  11. waduh.. mas Yari maen matematikanya jauh banget sih… dulu waktu sekolah, saya paling ampun deh kalo ngadepin angka2. kecuali duit jajan sekolah… hahahaha

  12. waduh, bung yari, kalau saya dihadapkan layar monitor yang isinya penuh angka2 kok tiba2 saja angkanya berubah jadi tokoh2 dalam cerpen, kekekeke 😆 sejak dulu nilai matematikaku selalu ancur. ndak tahu juga kok akhirnya bisa jadi guru, kekekekeke 😀

  13. *ngakak*

    Betul kata pak sawali, kalau saya angka-angka itu berubah jadi Pasal-pasal.

    *asli saya ngakak*

    Btw, pak yari ini memang me-rakyat, contohnya, di garasi saja ada mobil, tapi milih naik angkot.

  14. @Yoga

    Kenapa?? Kalau lebih dari 24 jam takut lebih banyak dosa ya?? Hehehe… Ya nggak lah, kalau waktu dalam sehari dilebihkan 2 jam, kalau 2 jam tersebut kita gunakan untuk tidur minimal kita tidak berbuat dosan kan? Walau juga nggak produktif! Huehehe……

    Tapi mbak…….(sebagai catatan aja) 30 jam di dunia oktal itu sama lamanya dengan 24 jam di dunia kita, nggak lebih panjang sebab angka bilangan 24 itu dalam dunia oktal “dinamai” 30.

    @AgusBin

    Tumben tertipu. Biasanya yang dibaca terakhirnya dulu. 😛

    Dalam sistem oktal juga ada angka di belakang koma, cara menghitungnya “sedikit berbeda”, tapi sengaja tidak saya masukkan di sini. 🙂

    @pajde’

    Jadi malu ge-er….. 😳

    @adipati kademangan

    Sepertinya sih kalau masalah itu bukan masalah lamanya satu hari tetapi masalah dari dalam hati atau niat masing2, ya nggak? 😀

    @proletarman

    Wah…. kalau angka biner dijadikan angka sehari2 kayaknya pusing banget deh, soalnya angkanya cuma 0 dan 1, bayangin aja angka 0 dan 1 berjejer panjang…… mana tarzan deh! 😀

    Ooo… olimpiade di bukanya 8 Agustus 2008 ya?? Belum ngecek lagi saya…. tapi nggak apa2 deh…. toh cerita di atas cuma contoh saja…. hehehe…. 😀

    @Laporan

    Yeeee….. semua angka tuh sama…. coba saja, jikalau a = b maka 2a = 2b kan? Atau 3a = 3b. Jikalau dua buah bilangan sama, maka jikalau ia dikalikan bilangan yang sama maka ia hasilnya akan sama! Coba ambil contoh sekarang 9 = 15 nggak?

    9 = 15

    9 X 0 = 15 X 0

    0 = 0

    Berarti 9 = 15 kan?? Wakakakak….. 😆

    Btw….. saya bukannya merakyat tapi biar dibilang sok ramah lingkungan! Huehehehe…. 😀

    @theloebizz

    Dulu waktu belajar Kimia, senyawa amoniak itu pusing banget baunya! Eh… salah deh itu namanya pesing yak?? Wakakakak…. 😆

    @natazya

    Tapi kalau lagi berduaan sama si dia, pasti satu hari 24 jam akan terasa kurang! Ya kan? :mrgreen:

    @gunawanwe

    Ya nggak apa2…. yang penting kan bisa ngitung duit kan? :mrgreen:

    @esensi

    Ya…. masing2 orang ada bidangnya, yang jelas kalau ngitung duit pasti semua orang bisa dong ya? :mrgreen:

    @inos

    Kalau saya sih senangnya yang bisa ‘mengaliri” karung kita. Kalau kantong soalnya cuma kecil sih, apalagi kantong baju! Jadinya nggak puas deh…..! Wakakakak….. 😆

    @qizink

    Yang penting bisa tambah, kurang, kali dan bagi aja udah cukup kok pak, kalau cuma buat ngitung duit aja! Huehehehe…. 😀

    @sawali tuhusetya

    Walaaah….. biasanya yang senang bahasa kenapa matematikanya hancur ya?? Kebalikannya yang senang matematika kenapa biasanya bahasanya yang “hancur” ya?? Tapi untung deh pak….. yang penting bukan dua2nya yang hancur…. hehehe……

  15. saya sih dari dulu lemah dlm hal matematika, lbh suka yg bahasa 🙂

  16. Mimpinya panjang sekali pak, hehehehe..
    Selamat Sore………….

  17. Tak kira ini adalah sebuah cerpen futuristik, angan-angan Pak Yari untuk tahun 3730 mendatang, Eee… tentang bilangan oktal ternyata. (Salah kira) 😀

  18. Tul sekali.. kalau sehari = 26 jam = 3.. jam oktal… opportunity nambah dosa jadi lebih besar 😀

  19. Wah… sialan!

    Tertipu dengan cerita mimpinya, Om! 😀

  20. waaa..postingan bapak jadi mengingatkan ita akan materi kuliah dulu 😀
    penuh deretan angka biner, desimal, heksadesimal trus saling di konversi satu sama lain. kami sering bergaul dgn angka nol san satu sih utk lihat kinerja komputer, huehehehhe…

  21. Hmm… cerita awalnya bisa membuat saya cukup gila. Masalah bilangan oktal dan biner ato hexadesimal, saya sempet dapet juga di sekolah pas masih kelas X dulu. Sekarang udah banyak lupanya sih… 😛

  22. Tadinya saya pikir cerita mimpi…ujung-ujungnya…hmmm…
    Kalau sibuk banget sehari malah terasa cuma 12 jam…..atau kita sebetulnya pengin sehari lebih dari 24 jam?

    Rasanya akhir-akhir ini jamnya berlari lebih kencang….

  23. wahhh mas klo udah masuk rumus angkat tangan dah gelandangan
    jangan2 mas tora ini pakar matematik yah wkwkwkwkwkk

  24. @Elys Welt

    Ya nggak apa2 kok…. yang penting bisa memanfaatkan kelebihan masing2, bukankah begitu?? 😀

    @indra1082

    Ooo ya…… tapi kan waktu di dunia mimpi bisa jadi lebih singkat daripada waktu di dunia nyata…. 🙂

    @mezzalena

    Hehehe…. ketipu ya? 😀

    @agoyyoga

    Habis yang dipikirin cuma opportunity nambah dosa aja sih…. opportunity nambah amal kok nggak pernah dipikirkan! 🙂

    @devry

    Huehehe…. sekali2 ketipu kan asyik loh! :mrgreen:

    @eNPe

    Iya… kalau di dunia komputer banyak pakai bilangan biner ya?? 😀

    @Alias

    Asal jangan semua pelajaran kelas X yang sudah dipelajari lupa semua ya?? Nanti kalau lupa semua, yang inget cuma apa dong? :mrgreen:

    @edratna

    Kalau waktu sehari lebih dari 24 jam, namun jikalau manusia cenderung untuk memanfaatkan kelebihan waktu tersebut dengan bersantai2 maka tentu sepertinya kurang bermanfaat juga ya bu? 🙂

    @Gelandangan

    Wah nanti ge-er dong si Tora Sudiro dibilang mirip saya pakar matematika! Wakakakakak….. 😆

  25. wagh…namaku disebut2…
    OKTAL -> OKTA 😉

  26. gimana mas udah dapat rumusnya belum 😀
    klo udah kepala mumet gini saya mah enggak mau ngeliat angkay mas 😀

  27. ya iya lah. masa’ ya iya donk :mrgreen:

  28. Mimpi kok berubah jadi pelajaran angka?

  29. Maka dari itu, belajarnya juga apa baiknya sedikit aja ya? Biar dikit yang lupanya. Hehehe…

  30. waw…

    mengingatkan tentang Mr.Tompkins In Wonderland…

    udah pernah baca Mr. Tompkins karangan Gamow ya??? 😀

  31. eh,, bentar…

    tapi tetep aja cuma ada “24 hitungan” jam dalam 1 hari.. cuma disebutnya 30 jam…

    1.. 2.. 3.. 4.. 5.. 6.. 7.. 10.. 11.. 12.. 13.. 14.. 15.. 16.. 17.. 20.. 21.. 22.. 23.. 24.. 25.. 26.. 27.. 30..

    eh… kok malah bingung saya!!! eh… hahahaha…

    mending pake jam pasir aja deh.. 😀

    hmm.. jadi ikut2an menganalisis nih..

    ternyata, saya baru sadar, semua operasi dasar matematika (KaBagTaKur) bisa langsung diterapkan ya..

    contohnya aja pas Mas Yari nulis

    Yah, 20 hari terasa lama bagiku, aku harus menunggu 20 hari kali 30 jam atau sama dengan 600 jam lagi hingga pembukaan olimpiade

    saya kira ga bakalan bisa klo kita langsung menerapkan operasi perkalian.. ternyata.. it worked!!!

    seru nih artikelnya.. 🙂

    thanks to “Mr. Yari in Octalland”… 😉

  32. @okta sihotang

    Nama okta juga sering disebut2 dalam seni musik: do, re, mi, fa, sol, la, si, do itu namanya satu oktaf, dan juga dalam mengukur “kemurnian” bensin juga dipakai ukuran oktan, jadi banyak sekali okta disebut2…. hehehe….. 😀

    @Gelandangan

    Kalau nggak mau lihat angkanya ya…. bacanya sambil merem lebih aman dijamin! Hehehe…… 😀

    @eNPe

    Kalau begitu, ya iya aja deh…. :mrgreen:

    @suhadinet

    Weleeeh…. apanya yang keren pak? 😀

    @Rafki RS

    Kalau mimpi berubah jadi duit mah enak ya pak? :mrgreen:

    @Alias

    Hehehe… nggak belajar jadi nggak lupa ya?? Dapet bonus pulak yaitu nggak naik kelas… :mrgreen:

    @Onta

    Wah….. saya belum pernah mbaca Tompkins in Wonderland tuh….. tapi coba nanti saya cari tahu……

    Memang betul sekali 24 jam sehari dalam bilangan desimal sama lamanya dengan 30 jam sehari dalam bilangan oktal. 🙂

    Btw… operasi aritmatika memang bisa langsung dioperasikan juga dalam bilangan berbasis oktal. Tapi ya itu, repotnya kalau dalam bilangan oktal kalau hasilnya mengandung angka lebih dari 7. Kalau 200 X 30 dapat langsung diketahui 600. Begitu pula 210 X 30 dapat langsung 6300 seperti menghitung sistem bilangan desimal, tapi kalau 230 X 30 nah ini baru agak repot soalnya 23 X 3 bukan 69 dalam sistem oktal melainkan 71.

  33. hauhauhauhuah

    kurang… tapi kembali pada tante agoyyoga…

    dosa nambah banyak 😆

    ________________________________

    Yari NK replies:

    Yang asyik2 pasti bikin dosa ya?? :mrgreen:

  34. salam
    haiyah, ta pikir benr toh Sir, tapi prolog yang okay untuk bersentuhan dengan nu ngalieurkeun Math..btw i love math 😉 angka mksdnya he..he..

    __________________________________

    Yari NK replies:

    Betul sekali….. angka2 itu harus kita “cintai” karena kita memang mau tidak mau tidak pernah lepas dari angka2. Jangan pernah menganggap angka2 itu susah, sebab kalau pertama kali sudah menganggapnya susah, ya, tentu secara psikologis kita tidak akan suka lagi nantinya….. 🙂

  35. Pagi-pagi Pak Yari sudah multi-tasking. Sarapan sambil baca koran, nonton…eh, dengerin TV pula. 🙂

    _________________________________

    Yari NK replies:

    Namanya juga mimpi mbak! Hehehe….. :mrgreen:

  36. Hmm…
    konversi ke pascal/c gimana ya… 😀

    ________________________

    Yari NK replies:

    Kurang jelas pertanyaannya…. maksudnya apa?? Reserved words pascal untuk konversi atau algoritmanya???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s