Orangutan Prima Donna Primo Animale Satwa Kita…

Julia Roberts & Orangutan

Julia Roberts & Orangutan

Kusasi Raja Orangutan

Kusasi Raja Orangutan di Camp Leakey

Dr. Biruté Galdikas

Anda tentu pernah melihat orangutan baik di kebun binatang atau minimal di televisi. Atau anda pernah melihatnya langsung di hutan? Kalau belum pernah melihat orangutan, foto2 di artikel ini adalah foto2 orangutan. Maklum saja, banyak orang yang belum bisa membedakan mana orangutan, mana simpanse, mana gorilla bahkan mana siamang. Mungkin tahunya monyet atau kera saja.

Orangutan adalah kera berbulu kemerah2an atau jingga. Orangutan adalah satu2nya kera besar yang habitat aslinya berada di luar Afrika. Ketiga kera besar lainnya yaitu Simpanse, Gorilla dan Bonobo habitat aslinya berada di benua Afrika. Ratusan ribu tahun yang lalu, orangutan hidup tersebar mulai dari daratan China selatan hingga pulau Jawa. Namun kini, orangutan hanya tinggal terdapat di Sumatra dan Kalimantan saja. Kira-kira 90% orangutan hidup di Indonesia sedangkan Malaysia hanya kebagian 10% saja. Spesies yang hidup di Sumatra berbeda dengan yang hidup di Kalimantan. Orangutan yang berada di Sumatra badannya sedikit lebih kecil dari orangutan Kalimantan, wajahnya lebih sedikit lonjong dan hidupnya lebih sosial dibandingkan orangutan Kalimantan yang hidupnya lebih soliter.

Orangutan adalah termasuk binatang yang cerdas. Banyak ahli mengatakan bahwa kecerdasan orangutan dewasa kira2 sama dengan kecerdasan anak manusia berusia 5 tahun. Dan baru dekade belakangan ini disadari bahwa ternyata orangutan lebih cerdas daripada simpanse yang sejak lama dipercaya bahwa simpanse adalah spesies tercerdas nomor dua di bumi setelah manusia. Di salah satu acara di Animal Planet difilmkan bagaimana orangutan bisa membuka pintu yang hanya bisa terbuka dengan alat bantu stik kayu yang ada di dekat pintu tersebut. Juga digambarkan seekor orangutan betina (namanya Princess kalau tidak salah) yang bisa naik perahu dengan terlebih dulu melepaskan tali dari tambatannya, lalu ia menaiki perahu tersebut dan mendayung dengan tangannya. Yang paling fenomenal mungkin adalah seekor orangutan bernama Ken Allen penghuni kebun binatang San Diego. Orangutan ini terkenal lihai dalam melarikan diri dari kandangnya di kebun binatang dan ia melakukannya berkali-kali. Pengelola kebun binatang sudah beberapa kali merombak kurungan Ken Allen agar ia tidak bisa melarikan diri, namun orangutan cerdas ini berkali2 tetap dapat meloloskan diri.

Walaupun begitu kecerdasan orangutan tentu bukan tandingan kecerdasan manusia. Walaupun secara fisik juga seekor orangutan jauh lebih kuat dibandingkan manusia, namun orangutan tetap tak berdaya manakala habitat aslinya di hutan terdesak oleh peradaban manusia. Hutan-hutan yang menjadi tempat tinggal orangutan sedikit demi sedikit dibabat habis. Jikalau pembalakan hutan tidak dihentikan maka mungkin dalam 20 tahun mendatang orangutan akan punah dari Sumatra dan Kalimantan.

Derita orangutan ini juga pernah dialami Kusasi, yang kini menjadi “raja” orangutan di sekitar Camp Leakey. Sebuah kamp rehabilitasi orangutan yang didirikan oleh Dr. Biruté Galdikas, seorang Kanada yang lahir di Jerman dan berdarah Lithuania. Kusasi, orangutan jantan yang berukuran besar ini berkali2 menghiasi layar kaca di channel Animal Planet. Orangutan ini termasuk orangutan yang “beruntung” karena pernah dipeluk oleh bintang film Hollywood terkenal Julia Roberts dalam sebuah film dokumentar “In the wild with Julia Roberts”. Namun masa kecil Kusasi tidak “sebahagia” pelukannya dengan Julia Roberts. Sewaktu masih bayi induk Kusasi dibunuh oleh manusia dan Kusasi kecil dibawa ke kota untuk dijual. Namun beruntung, polisi menyelamatkannya dan Kusasi dikirim ke kamp rehabilitasi orangutan Camp Leakey.

Kita berharap di masa mendatang orangutan dapat hidup dengan tenang di habitat aslinya tanpa terganggu. Bagaimanapun juga orangutan adalah satwa yang secara tidak langsung telah membuat nama Indonesia terkenal, karena negara kita menjadi tempat habitat salah satu spesies kera besar yang cerdas yang DNA-nya sekitar 95% sama dengan DNA kita. Walaupun Indonesia memiliki banyak satwa yang unik (yang tentu saja semuanya harus dilindungi), namun tak diragukan lagi bahwa orangutanlah prima donna primo animale satwa kita. Dan tentu saja kita semua wajib menjaga satwa kita sebagai bagian dari kekayaan alam kita sebagaimana kita menjaga kekayaan alam kita lainnya………

_____________________

Catatan:

Spesies orangutan Kalimantan disebut Pongo pygmæus sedangkan spesies orangutan Sumatra disebut Pongo abelii.

31 responses to “Orangutan Prima Donna Primo Animale Satwa Kita…

  1. Canggih Banget yakz si Ken Allen…

    Kita berharap di masa mendatang orangutan dapat hidup dengan tenang di habitat aslinya tanpa terganggu.

    Amiin..

  2. Golongan primata, orang utan ketenarannya hanya disaingi simphanse. Orang utan memang identik dengan Borneo island, nah Indonesia ikut kecipratan tenar. Kalau lihat dilihat manajemen satwa langka, penanganan orang utan sudah terlihat baik, banyak LSM yang menangani, meskipun tetap untuk mendapatkan dana salah satunya dengan menjual bayi orang utan, tetapi setimpal dengan usahanya.

    Btw, selain orang utan yang terkenal, ada juga komodo dan badak bercula satu (*cula di kepala, hiks*).

    Kalau DNA 95% mirip dengan manusia berarti beda manusia dengan orang utan hanya 5% saja, jadi kalau mau jujur manusia menyebut orang utan itu harusnya saudara, wakakakak.

    Btw, kok tidak ada usaha ya, badak bercula satu yang hampir punah itu di kloning saja, ya. Biar tetep lestari.

  3. itu kok primadonanya dicoret sih? kenapa jadinya primo animale bukannya prima animal? btw saya mo ngaca dulu ah apa saya mirip orangutan apa ga.. hehe..

  4. Wah, berarti nggak terlalu jauh ya perbedaan manusia dengan orang utan. Hanya terpaut 5%. Mungkin yang membedakan diantara 5% itu adalah otaknya.
    Btw, berarti orang utan itu masuk golongan apa ya? Manusia atau hewan?
    Kalau dikatakan dalam golongan hewan, kenapa pake nama ‘orang’ dari kata ‘orang utan’?

  5. Ada program menjadi orang tua asuh untuk orang utan (selain orang tua asuh untuk satwa-satwa lain dan pohon). Kalau nggak salah ini http://www.savetheorangutan.org/index.php .Tapi kalau ada yang bisa sharing info untuk lokal LSM boleh juga tuh.

    Saya pernah melihat satu foto balita orang utan yang sekilas terlihat lucu banget. Dipandang lebih lama kok ada yang aneh, ternyata salah satu telapak tangannya gak ada. Sedih banget pas tau ceritanya, ternyata telapaknya putus gara-gara tarik-tarikan antara sang induk yang berusaha mempertahankan bayinya dan seorang penebang hutan yang berniat mengambil paksa dan menjual bayi orang utan ini. Duh… kalau lihat matanya seperti bayi mungil yang nggak berdosa, saya doakan moga-moga Tuhan memberi keadilan pada bayi orang utan ini.

  6. loh namanya juga orang hutan
    kalo manusia kan orang kota
    mungkin kalo orang hutan tingal di kota mungkin bisa sekolah juga
    dan naik kelas sampai di wisuda hehehehe

    tarjan ajakan orang hutan tingal di kota malah jadi pintar

  7. berbanggalah jadi orang indonesia yang orangutannya mendunia

  8. ya ya ya!!! pernah liat juga di animal planet yang induknya katanya dibunuh di depan matanya!! Kusasi bukan yah???

    yang bikin ga tega terlepas dari apakah orangutan pintar atau ga, lagaknya yang benar benar seperti balita yang ingin disayang orangtuanya… dan mata bulat polos tanpa dosa yang sempurna!!!

    hm… udah 95% mirip yah DNA nya… huhuhuhu mungkin beberapa taun lagi orangutan balas dendam dan melakukan invasi!!!😆

  9. satwa di negeri ini seharusnya bisa hidup nyaman di negeri ini, bung yari. bukankah sejak dulu negeri kita dikenal sbg negeri yang subur, gemah ripah loh jinawi. namun, sayang, tanah yang subur itu kini telah kering dan tandus. hutan rimba telah berubah menjadi bukit2 gersang hingga makin memperparah kerusakan hutan. bagaimana mungkin dalam kondisi semacam itu satwa2 liar, termasuk orangutan, bisa hidup dg tenang dan nyaman? sekarang, anak2 utk melihat kodok aja, mereka mesti pergi ke bonbin, bung, hehehehe😆 bukti bahwa alam kita sudah bener2 nggak ramah dg satwa, haks😦

  10. wahhh satwa dinegeri kita memang kaya benar yang dikatakan mas sawali😀
    semua dirusakan oleh pembangunan klo bukan kita siapa lagvi yang menjaga kekayaan ini
    masa kekayaan ini kita lihat di renggut dengan tangan2 jahil yang lebih mementingkan money

  11. keren juga namanya tuhhh

  12. Ya ya ya … wua DNA hampir 95% sama dengan ras manusia ya, baru tau tu. Makasih ya.

  13. @Dhimas

    Ya… si Ken Allen ini termasuk orangutan yang fenomenal…. walaupun ia kabur dari kurungan namun dia tetap berkeliaran di kebun binatang tanpa mengganggu pengunjung dan tanpa menganggu binatang2 lainnya. Dia nampaknya cuma ingin jalan2 di dalam kebun binatang sambil melihat binatang2 lainnya yang dikurung seperti layaknya pengunjung kebun binatang hehehe…..

    Ya… mudah2an orangutan bisa hidup dengan tenang di habitatnya di hutan….🙂

    @Laporan

    Sebenarnya…menjual orangutan, apalagi untuk dipelihara di rumah2 adalah ilegal dengan alasan apapun! Sungguh jikalau memang ada LSM seperti itu (menjual orangutan) sungguh tidak terpuji. Andaikan diberi ke kebun binatangpun harus disurvey dulu kelayakan kebun binatang tersebut dan tentu kalau sudah diyakini kelayakannya, orangutan tersebut harus diberi dan bukannya dijual.

    Sebenarnya jikalau ingin dana, LSM tersebut dapat dengan mudah kok mendapatkan donatur2 di LN. Tetapi ya itu, bahkan donatur2 LN-pun mungkin nggak percaya sama sembarangan LSM-LSM di Indonesia ini, sebabnya duit donasi yang untuk kesejahteraan orangutan2, malah masuk kantong sendiri alias korupsi (tentu tidak semua LSM seperti itu). LSM malah dijadikan ajang mengeruk keuntungan pribadi. Yah, begitulah negeri kita, pemerintahan yang korup berawal dari masyarakat yang korup pula!😦

    @AgusBin

    Sebabnya prima donna itu artinya “first woman/first lady”, nah menurut saya lebih cocok pakai “primo animale” alias “first animal” hehehe…..
    Kenapa “primo animale” bukannya “prima animale”?? Hmmm… itu kayaknya harus tahu sedikit tentang tata bahasa Italia deh….😀

    @Edi Psw

    Yang 5% itulah yang menjadikan seluruh perbedaan antara manusia dan orangutan! Bayangkan hanya cuma berbeda 5% namun perbedaan itu sudah cukup “signifikan”!🙂

    Orangutan itu termasuk hewan pak (seperti manusia juga sebenarnya, cuma kaum agamis seringkali menolak anggapan bahwa manusia termasuk hewan). Pakai nama “orang” mungkin karena tingkah lakunya sedikit mirip orang namun tinggalnya di hutan. Hehehe……

    @Yoga

    Iya betul….. derita orangutan nggak habis2. Nasibnya sama seperti simpanse dan Gorilla di Afrika. Saya lihat di Animal Planet, simpanse yang separo badannya cacad nggak bisa digerakkan karena otaknya di sebelah kanan rusak, mungkin karena dipukul benda tumpul oleh manusia. Heran, kok tega ya??😦

    @satya sembiring

    Wah…. kalau orangutan bisa sekolah terus diwisuda, nanti orangutan bisa lebih mengharumkan nama Indonesia dong, wong sekarang, orangutan nggak sekolahan aja udah bisa mengharumkan nama Indonesia dibandingkan dengan orang2 Indonesia yang banyak korupsinya tersebut! Huehehehe……

    @kishandono

    Mudah2an orangnya juga mendunia ya, bukan orangutannya aja…. hehehe….

    @natazya

    Ya… itu Kusasi….. dia sampai trauma nggak mau dipeluk manusia, padahal normalnya orangutan itu suka sekali dipeluk manusia.

    Ya mbak, 5% perbedaan DNA itulah yang menyebabkan semua perbedaan antara manusia dan orangutan. Perbedaan 5% saja sudah sangat signifikan. Tapi kalau orangutan melakukan invasi?? Huehehe…. kayaknya itu sih untuk sementara hanya ada di film sains fiksi! Hehehe…:mrgreen:

    @Sawali Tuhusetya

    Sebenarnya yang membikin alam menjadi tidak ramah terhadap satwa2nya adalah tangan2 manusia yang merusak alam tersebut…😦

    @Gelandangan

    Pembangunan?? Ironisnya pembangunan diimbangi dengan perusakan lingkungan! Jadi itu sebenarnya pembangunan atau perusakan ya?😦

    @zoel

    Namanya lebih keren dari zoel ya?:mrgreen:

    @Ersis Warmansyah Abbas

    Ya….perbedaan 5% itulah yang menjadikan perbedaan signifikan antara manusia dan orangutan….🙂

  14. Saya termasuk yang nggak bisa membedakan jenis-jenis hewan sebangsa kera ini. Ha…ha…ha.

  15. wah, postingan yang menarik pak yari.
    mesti tema yang diangkat cukup sederhana, tapi benar-benar menambah wawasan kita pada makhluk bernama orang utan ini.

  16. Banyak selentingan yang saya dengan seperti itu, mungkin istilahnya adopsi dsb. Tapi pak yari, kalau pendapat saya pribadi, memelihara hewan dilindungi sabaiknya diperbolehkan saja, tentu dengan berbagai syarat, misalnya wajib menjamin kesehatan dan pemeliharaan, tidak dipergunakan untuk komersial, tidak dipekerjakan, wajib melaporkan secara berkala, harus sepasang sehingga sekaligus berkembang biak, tidak menyakiti, membayar pajak hewan langka, dsb.

  17. Orang utan di Indonesia bahkan lebih terkenal timbang Indonesianya sendiri yah…😆

  18. 95% yah ?… pantes banyak miripnya ma tetangga saya!

    Spesies orangutan Kalimantan disebut Pongo pygmæus sedangkan spesies orangutan Sumatra disebut Pongo abelii.
    Lha kalo spesies orangutan Bandung??😆

  19. Salam
    jadi inget acara flora dan fauna yang sering saya tonton di TVRI dulu he..he..

  20. Hallo… salam kenal dari Banjarmasin…

  21. Di Jambi ada yang piara orangutan, saking akrabnya sama si empunya. Itu orang utan cemburu besar kepada tamu atau siapapun yang ngobrol sama siempunya.

    Ternyata Pongopigmeus ini punya sifat cemboker juga. Dan kondisinya malah berubah, bukan manusia mengajarkan orangutan tapi malah orangutan menagjarkan manusia. Buktinya..karena yang punya nggak mau orangutannya marah. Yang empunya malah nurut ngikutin kemauan orangutan.

  22. *ngakak*
    Baca komen2nya
    *asli ngakak*

  23. @Rafki RS

    Tapi…. kalau membedakan bayangan sendiri di cermin dengan kera2 bisa kan pak?? Wakakakak…..😆 Hehehe…. becanda kok pak!:mrgreen:

    @ahsinmuslim

    Ya… walaupun sederhana kalau dikemas dengan baik bisa jadi artikel yang informatif🙂

    @Laporan

    Sebenarnya…. walaupun dipelihara dengan baik juga tetap ilegal. Itu karena kehidupan yang terbaik yang dapat diperoleh sebuah spesies (termasuk orangutan) adalah habitat aslinya. Interaksi antara orangutan dan alam sekitarnya adalah hal yang terbaik bagi orangutan, bukan sekedar makanan yang kenyang dan pemeliharaan yang baik. Hal ini diperkuat dengan banyak penelitian yang membuktikan bahwa satwa yang berada di alam bebas, rata2 umurnya lebih panjang daripada yang ada di penangkaran (termasuk di kebun binatang).

    Camp Leakey, yang didirikan oleh Dr. Galdikas ini misalnya, adalah pusat rehabilitasi, bukan pusat pemeliharaan. Orangutan2 (terutama yang masih bayi) yang kehilangan induknya, dipelihara, karena bayi2 orangutan tidak bisa hidup sendiri tanpa induknya atau campur tangan manusia, lalu kalau sudah mandiri dilepaskan kembali ke hutan. Jadi bukan untuk memelihara orangutan di kurungan.

    @ardianto

    Mangkannya orangutan pada artikel ini saya sebut sebagai prima donna primo animale-nya satwa Indonesia, karena ikut memperkenalkan nama Indonesia di dunia……🙂

    @gunawanwe

    Wah…. kalau orangutan yang hidup di Bandung sih saya nggak tahu nama spesiesnya apa, tetapi yang saya tahu itu nama spesies orangutan yang amfibi yang sering melaut. Namanya adalah Pongo gunawanus. Wakakakakakakak……😆

    @nenyok

    Kita pernah masuk di acara itu nggak ya???:mrgreen:

    @Rizky

    Salam kenal juga…..🙂

    @Pakde

    Sebenarnya…. walaupun pada dasarnya secara alamiah orangutan itu sangat manja dan sangat dekat terhadap manusia, namun sebaiknya memang orangutan bergaul dengan sesamanya, bukan dengan manusia. Mungkin karena nggak pernah bergaul sama sesama orangutan jadinya sifatnya cembokur begitu…… Dan orangutan kalau sudah dewasa sangat susah menanganinya karena dia akan menjadi 5 kali lebih kuat dari orang dewasa, apalagi yang jantan.

    Btw….. kalau pakde suka cembokur juga neh??:mrgreen:

  24. Yang suara nya berisik itu apa pak ? ada tuh monyet yang suaranya berisik banget, disiram aer baru berensi

    _______________________________

    Yari NK replies:

    Wah…. saya malah baru tahu kalo ada monyet yang berhenti berisiknya kalau disiram air hehehe…. Mungkin siamang ya, yang warnanya hitam itu??

  25. Oleh karena itu hutan harus dilestarikan, dan penebangan hutan harus dihentikan dan dilarang, agar satwa yang hidupnya di sana tidak punah.

    __________________________________

    Yari NK replies:

    Benar sekali pak….. yang paling penting adalah bagaimana menghentikan keserakahan manusia yang merusak hutan itu…..

  26. jadi tau ceritanya ‘saudara’ nih!😉

    ________________________________

    Yari NK responds:

    **sambil membanding2kan foto mas inos dengan foto2 orangutan**:mrgreen:

  27. Ratu Adil Satria Pinandhita

    menarik.

    __________________

    Yari NK replies:

    Terims…🙂

  28. wah benar2 gerakan Ayo cegah satwa punah butuh tindakan nyata ayo kita gemakan ya. http://gnetplus.co.cc juga mendukung semoga orang utan kelak bisa menikmati alam habitatnya kembali banner kampanye cegah satwa punah juga ada di http://gnetplus.co.cc

    ___________________________________

    Yari NK replies:

    Terima kasih atas infonya… Mudah2an orangutan di masa mendatang dapat dengan tenang menetap di habitat alaminya….🙂

  29. wah jadi inget pengalaman kemarin tentang orang utan waktu di kenun binatang…

    brillie | luphobia.com

    _______________________________

    Yari NK replies:

    Oooo…. bagaimana pengalamannya?? Apa dikira ‘saudara’ oleh si orangutan?? Hehehe….😀 Sorry ya… becanda kok..

  30. Informasi yang menarik mas. Saya juga pernah kenalan dengan orang utan, jenis Pongo ebelii persis setahun yang lalu di Bukit Lawang Sumtara Utara, dan namanya keren juga, dan yang paling saya ingat adalah si April itu.
    Hal yang sangat luar biasa (takjub) begitu bertemu makhluk sebesar itu, di habitat aslinya.

    _______________________________

    Yari NK replies:

    Semua makhluk hidup sangat mengagumkan tentu termasuk Pongo ini. Makhluk sekecil apapun, mempunyai sistem2 di dalam tubuhnya yang begitu mengagumkandan rumit. Apalagi makhluk besar sebesar Pongo ini….🙂

  31. wuiihhh,,, tulisan yg amat saya sukai klu udah menyangkut ttg orang utan,,, saya orang kalteng tepatnya di pangkalan bun, dan suka sekali ke tanjung puting. klu blh ralat namanya bkn kusasi tp kosasih hhe,, dan saiia smpe skrg blm prnh nonton lg film dokumenter in the wild nya julia roberts,, kec di camp leakey ntar,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s