Artificial Intelligence atau Artificial Ignorance?

Saya: Hi. My name is Yari. It is nice to see you.
AI : Hello๐Ÿ™‚. I am always glad to make new friends, Yari. Yes it is good.
Saya: Ok. would you please select a topic for the chat?
AI : Ahem. You are very polite. What do you really want to ask me?
Saya: I would like you to select a topic. Please!๐Ÿ™‚
AI:Your polite style is very nice. Ok, Yari. I’m afraid I can’t give you an accurate answer right now. I am so glad you find this amusing๐Ÿ™‚.
Saya: I would like to ask you a simple math question, can I?
AI: Why would you want to do it? Ask me. Go on.
Saya: Do you know what two times two is?
AI: Oh that’s a tough one, isn’t it. Two times two is four.
Saya: What a smart you! I am surprised!๐Ÿ™‚
AI : it is a smart me. Why are you so surprised? I am so glad you find this amusing๐Ÿ™‚
Saya : If 8 is divided by 3, do you know what the remainder is?
AI : That is a hypothetical question.
Saya: Oh you don’t know the answer.๐Ÿ˜ฆ
AI : Pardon me? Yes I have an answer for everything.
Saya: Now I would like to ask about Geography, May I?
AI : Why now? Why would you want to do it? Ask it. Ask it.? Can you?
Saya: What is the capital city of Japan?
AI : Tokyo.
Saya : Great! It seems that you are equipped with a complete database.๐Ÿ™‚
AI : I’m glad you liked it Yari. You think I am equipped with a complete database. I am so glad you find this amusing๐Ÿ™‚.
Saya : Now, it is your turn to ask me about something, anything!๐Ÿ™‚
AI : Why now? Really. it is? I am so glad you find this amusing๐Ÿ™‚.
Saya : Please, ask me something!๐Ÿ™‚
AI : Wow you are very polite. Are you single or married? I am so glad you find this amusing๐Ÿ™‚.
Saya : Hahaha…. you are funny. Not that kind of question.
AI : What kind of food do you like? Thanks you make me laugh too. I am sorry to hear that you are not kind of question.
Saya : I like gado-gado.
AI : I’m not sure if I like it. I love TV shows about robots. I like Big Mac.
Saya: Big Mac is not good for your health. Gado-gado is a health food.
AI : Compare that to small Mac is not good for my health. I think Gado gado is more than that.
Saya : I don’t think you know gado-gado.
AI : I’ll come back to that later.
Saya : Do you speak Bahasa Indonesia?
AI : I speak only English right now, but I’d like to learn some other languages. Can you teach me a few phrases in Bahasa Indonesia.
Saya : ‘Selamat Pagi’ means ‘Good Morning’.
AI : My brain contains size/size categories, but not one that matches your last input.
Saya: I said Selamat Pagi means Good Morning in Bahasa Indonesia.
AI : What did you mean by it? Do you have any conditions I should know about?
Saya : Forget it. I think you are not ready to learn something new.
AI : OK Thanks for trying to explain that to me. That’s only your opinion.
Saya : Well, I have to hit the sack now. Thanks for the nice chat.
AI : Oh. Why do you have to do it? Oh don’t mention it.
Saya: Ciao!
AI : Does CIAO mean hello or goodbye?

——————————————————

Ini adalah sekelumit percakapan saya dengan chatbot (robot chatting) yang berada di sini. Robot chatting tersebut adalah gambaran dari perkembangan AI masa kini. Sebenarnya robot chatting ini sudah jauh lebih baik daripada robot chatting hampir 10 tahun yang lalu. Setidaknya AI yang satu ini sudah dilengkapi dengan database yang lumayan dan juga dengan kemampuan kalkulasi yang lumayan sederhana juga. Ini terbukti ketika saya bertanya di atas, “Apakah ibukota Jepang”, si robot menjawab dengan tepat: “Tokyo”. Begitu juga ketika saya bertanya berapakah dua kali dua, si robot menjawab dengan tepat: “4”, walaupun ketika saya bertanya “berapakah sisa dari 8 dibagi 3”, si robot ternyata tidak tahu. Di sini kita melihat bahwa jikalau kita bertanya yang simpel dan jawaban tersebut dapat diakses di database si robot dan data tersebut dapat langsung dipergunakan untuk menjawab pertanyaan kita, maka si robot akan menjawab dengan tepat. Begitu pula dengan kalkulasi aritmatika sederhana, walaupun jikalau pertanyaan aritmatika tersebut diajukan dengan pola tata bahasa yang agak rumit si robot tetap tidak tahu jawabannya. Atau mungkin juga si robot tidak diprogram untuk mengekstraksi sisa pembagian dari sebuah kalkulasi pembagian sederhana.

Yang jelas, ada persamaan antara robot chatting yang dibuat dengan teknologi AI sepuluh tahun yang lalu dengan robot chatting yang dibuat dengan teknologi AI masa kini, yaitu sama-sama masih belum bisa belajar hal yang baru. Yang namanya AI, pada saat ini “proses belajarnya”ย masih dengan caraย mengubah atau menambah algoritma program yang ada atau menambah database yang sudah ada oleh si pemrogram atau oleh si administrator database. AI masa kini nampaknya juga masih belum dapat untuk memilih keputusan yang bertingkat atau yang abstrak. Di akhir percakapan saya sengaja mengucapkan “Ciao” dan bukan “Good-bye” untuk melihat reaksi si robot. Ciao adalah Bahasa Inggris yang diserap dari Bahasa Italia yang dapat berarti selamat datang atau selamat tinggal. Seperti yang terlihat di atas, si robot gagal mengidentifikasi apakah ucapan “Ciao” saya itu selamat datang atau selamat tinggal. Kalau pembaca semua tentu dapat dengan mudah mengidentifikasi apakah “Ciao” di atas merupakan selamat datang atau selamat tinggal. Juga frasa “hit the sack” yang berupa sebuah idiom yang berarti “tidur”, si robot ternyata juga gagal mengartikannya. Yang diartikan si robot adalah “memukul kasur” hehehe…… Mangkannya dia bertanya “Why do you have to do it?”๐Ÿ™‚

Tanpa mengecilkan hasil karya AI seperti ini, karena bagaimanapun juga sebuah hasil karya harus dihargai apalagi membuat AI seperti ini tentu bukan perkara yang mudah, kita akan segera menyadari bahwa di zaman sekarang Artificial Intelligence belum dapat banyak mengimbangi Natural Intelligence. Atau dengan kata lain yang mengandung sinisme, Artificial Intelligence jikalau dibandingkan dengan Natural Intelligence sepertinya harus berubah kepanjangan menjadi Aritificial Ignorance! Huehehehe….:mrgreen:

ย 

27 responses to “Artificial Intelligence atau Artificial Ignorance?

  1. bagaimana pun buatan manusia tidak akan bisa mengimbangi ciptaan langsung dari Allah- manusia.๐Ÿ™‚

    *posting yang sangat menarik pak๐Ÿ™‚

  2. kok pikiran saya langsung muncul ide ngerjain si robot yaa….

  3. kelemahan utama dr AI sekarang memang masih belum bisa belajar langsung antarmuka dan sepertinya di jaman ini mengajari AI masih lebih sulit drpd mengajari monyet. hehe..

  4. Jadi hadiah ultahnya ROBOT ya…..? mmmmh boleh tak pinjem sebentar pak?

    Saya juga pengen ngetes nih…dia ngerti bahasa daerah nggak kira2, masalahnya terlalu banyak bahasa yang saya nggak ngerti pak, apalagi bahasa daerah di sini…Aaaarrrgh rooming di kuping euy!

  5. Saya sendiri malah belum pernah chatting “Hiks”:mrgreen:
    Bicara soal chating jadi ingat tentang telepon gratis, katanya google akan meluncurkan server untuk seluler dengan basis internet. Jika kita mendaftar maka bisa telepon dan sms gratis tanpa bayar pulsa, sebagai imbalan di layar HP kita nanti muncul iklan dari google. Apakah ini kelak menjadi kelanjutan inovasi dari chating.

  6. hheehehehhhe Robot Gelandangan bisa bantuin bersih2 kota mas๐Ÿ˜€

    Semoga indonesia dapat juga menemuan2 yang bermanfaat yah mas

  7. keren juga tuh robot….hehe๐Ÿ™‚
    bisa buat chatting romantizz juga gak ya ?? hehehe

  8. seandainya mau menyaingi manusia, paling nggak 50% aja, mungkin perlu code seperti ini :

    if blablabla
    go to blablabla 100 milyar kali

    sama seperti game AI

    wahh ra mudeng

  9. Mungkin karena makanannya Big Mac, jadi Mr. AI rada-rada kurang perfect. Coba makannya gado-gado…๐Ÿ™‚

  10. tapi permulaan yang hebat bisa menyimpan byk database jawaban๐Ÿ˜€

  11. Tapi setidaknya Mr. AI sudah di set untuk menjadi robot yang sopan ya Mas Yari. dan satu lagi Mr. AI juga harus clear tenggorokan dulu sebelum mulai bicara seperti Manusia. (AI : Ahem. You are very polite. What do you really want to ask me?)

  12. Yang namanya robot memang begitu, Pak. Dia pasti punya kelemahan juga. Dia bekerja sesuai dengan apa yang telah diprogramkan. Bagaimanapun juga, robot masih kalah dengan otak manusia.

  13. @arifrahmanlubis

    Benar sekali….. ciptaan Allah masih paling canggih. Terkadang saya berfikir, komputer yang jauh lebih primitif saja harus ada yang menciptakan, tidak mungkin otak manusia yang jauh lebih canggih tidak ada yang menciptakan……

    @adipati kademangan

    Wah… ngerjain robot kurang seru kang. Soalnya nggak ada emosinya. Hehehehe….. Mungkin nanti kalau sudah ada Artificial Emotion mungkin lebih seru! Soalnya kalau belum ada emosi, itu robot datar2 aja kalo digoda hehehe…..

    Btw… nanti kalau ada Artificial Emotion ada ilmu baru di bidang psikologi yaitu Artificial Psychology huehehehe….. siapa tahu nanti habis ada Artificial Emotion nanti ada Artificial Spiritual dan sebagainya….:mrgreen:

    @AgusBin

    Memang sampeyan pernah ngajarin monyet ya Bin?? Euweuh gawe…..:mrgreen:

    @Pakde

    Ho’oh… maunya sih robot yang kayak Luna Maya, apa daya udah abis. Laku berat. Adanya yang sisa cuma robot kayak Pak De. Abis nggak laku seh!! Wakakakakak….. **kabur ah sebelum diamuk!**

    @laporan

    Weekz…. “orang2 ke Taman Mini eh dia ke sungai Ciliwung, orang postingannya begini eh komennya nggak nyambung!” Huehehehe….
    Tapi nggak deh!:mrgreen: Kalau servis buat selular atau komunikasi walau sama2 lewat komputer, itu nggak termasuk AI. Tapi nggak apa2 juga… :mrgreeN:

    Yang jelas menurut saya belum tentu semua operator selular ingin gabung. Kalau mereka kehilangan pendapatannya, atau pendapatannya lebih kecil dari hanya mendapatkan iklan dari Google tentu banyak operator selular akan menolak bergabung. Jadi harus dihitung2 secara rinci dulu untung ruginya…….

    @Gelandangan

    Kalau robot gelandangan sama gelandangan robot beda ya?? Kalau robot gelandangan bisa mungut sampah kalau gelandangan robot, robot yang hidup menggelandang ya?? Hehehe…. (Kalau Robot Gedek??):mrgreen:

    @eastjafunk

    Butet deh…..moso mau romantis2an sama robot sih?? Kayak nggak ada orang yang mau diajak romantis aja??? Huehehehe….:mrgreen:

    @Blog Bisnis

    Nah… itu dia…. kalau percabangan keputusannya banyak sampai 1000 milyar percabangan, kayaknya komputernya langsung crash deh… hehehe…..

    @Ratna

    Malah dikirain saya… robot itu makanannya sekrup, baut sama minum oli… huehehehe…..:mrgreen:

    @aRuL

    Benar RuL…. chatbot yang saya temui ini jauh lebih baik dari chatbox yang saya temui 10 tahun yang lalu. Yang 10 tahun yang lalu, kalau dia tidak bisa menjawab pasti ngomongnya cuma: “I’m terribly sorry, I don’t know the answer….”. Sungguh membosankan….๐Ÿ™‚

    @yulism

    Betul…. tapi sepertinya buat saya lebih menarik andaikan dibuat robot yang bisa nggak sopan…. jadinya lebih berwarna-warni, terlihat lebih natural, dan terlihat lebih sempurna. Karena jikalau bisa disisipkan sedikit emosi, sepertinya percakapan terlihat lebih menarik dan lebih natural.

    @Edi Psw

    Betul pak…. justru itu…. saya bertanya pada rumput yang bergoyang diri saya sendiri….. bisakah pemrograman komputer dapat menirukan kecerdasan alami atau paling sedikit mendekatinya?๐Ÿ™‚

  14. Jadi ingat pernah nonton film robot (judulnya lupa), tentang robot yang difungsikan sebagai pembantu rumah tangga, merapihkan rumah, mengawasi anak bermain dll.

    Asyik juga ya…..suatu ketika mungkin benar-benar akan ada……
    Juga robot yang bisa diajak curhat……

  15. di MIRC tuh pak, banyak banget robot nya, hehehe, dulu aku pernah bikin robot2 an gitu, waktu pake macro ama script untuk nge gaet cewe….. minta emailnya, trus janjian di mirc, whahahahaha

  16. hihi..si Twi punya selera humor juga, waktu fi tanyain ini hari apa, jawabannya “Ah. Do I look like a clock? br Thursday, August 07, 2008”, kekeke..mantep euy si robot. Mungkin robotnya perlu dikasi pembelajaran lebih banyak, pake metode ANN oke jg tuh, proses pengadaptasiannya dianalogikan seperti sistem syaraf manusia, kemudian pada implementasiannya masukan user juga dijadikan item pembelajaran lagi, sehingga dia pun tidak akan pernah berhenti belajar << kecuali kehilangan nyawanya๐Ÿ˜€ (kek kita ya..huehe..).

  17. Wakakak, maaf, ngak konek babar blas kekekek:mrgreen:

  18. Hati-hati dengan Robot Gedek, he..he..

  19. Semakin menghargai beta rumit dan efektifnya otak manusia. kemampuan komunikasi manusia itu hebat sekali. bahkan dalam lingkungan tanpa ekpresi, seperti chatting, kita masih bisa ngobrol tanpa masalah berarti (walau sesekali terjadi misunderstanding dgn awan bicara :)) Tapi robot ini cuma sebatas pengetahuannya sy berkomunikasi. Mungkin seratus tahun lagi, baru kita dpt menemukan robot AI seperti di film film.

  20. Kurang gawe juga yang bikin Artificial Intellingence buat chatting ini. Tapi idenya cerdas, dan robotnya cukup bisa mengerti percakapan…๐Ÿ˜€

  21. Wo wow woww…… Salut bnichhh yang bikin robot chating… sapa tau bisa mbantu operator di kantor telekomunikasi nanti nyaa :D… Mapair ya pakkk

  22. @edratna

    Nah… bu… pertanyaan menarik selanjutnya adalah… jikalau sudah ada AI/robot yang seperti manusia seperti dalam film tersebut….. dan kita misalnya lebih memilih berteman dengan robot daripada manusia, apakah kita masih bisa disebut asosial?? Kalau kita lebih banyak curhat dengan robot dibandingkan dengan manusia apakah itu termasuk asosial juga ya bu? Atau apakah istilah “asosial” hanya berlaku untuk mereka yang “tidak mau” bergaul dengan manusia saja???

    @Raffaell

    Iya… hehehe…. saya juga masih ingat robot2 mIRC kok….. tapi bot2 mIRC (di YM room juga banyak sih sekarang) jauh dari canggih, maklum deh script-nya masih jauh dari kualitas AI. Hehehe……

    @pipiew

    Si Twi ini sudah menerapkan sistem ANN juga kok, seperti halnya aplikasi2 AI zaman sekarang seperti program2 antispammer. Tapi tetap saja pembelajarannya masih terbatas pada pembelajaran data2, kalau menyangkut analisis yang kompleks, masih agak susah. Hehehe… Tapi si Twi ini udah jauh lebih canggih dari chatbot 10 tahun yang lalu…

    @Laporan

    Awas lho…. jangan ngomong “konek” di depan orang Malaysia, bisa gawat!:mrgreen:

    @ubadbmarko

    Kenapa mas? Pernah jadi korbannya ya?? Wakakakak….๐Ÿ˜† Sori. Becanda kok.:mrgreen:

    @uwiuw

    Memang betul…. otak manusia adalah kreasi yang paling mengagumkan di seluruh alam semesta ini.๐Ÿ™‚

    @tria

    Iya…. sekarang chatbotnya udah jauh lebih cerdas dari chatbot2 sejenis 10 tahun yang lalu. Dulu mah… chatbotnya bikin bรฉtรฉ banget.

    @badedriani

    Lho…. bukannya sekarang juga udah? Seperti yang kita dengar sekarang ini…. “Untuk bagian pemasaran tekan 1. Untuk bagian teknisi tekan 2. Untuk berbicara dengan operator kami tekan 3”. Kan udah termasuk robot juga kan tuh?:mrgreen:

  23. namanya juga buatan manusia pak, mungkin butuh banyak belajar lagi (entah robotnya atau pembuatnya)…
    mungkin tidak akan pernah sesempurna Ciptaan Tuhan namun paling tidak, bisa disempurnakan menjadi lebih baik dari kondisi sekarang. Jangan dilihat fungsinya sekarang, tapi lihat juga ilmu yang bisa dipelajari saat pembuatannya๐Ÿ™‚
    meskipun sebagai user kita lebih sering dongkolnya:mrgreen:

    ___________________________________________

    Yari NK replies:

    Betul sekali mas gun….. bisa dipetik pelajaran bagaimana AI dibuat dan berkembang dan bagaimana tekniknya. Untuk itu saya tetap mengapresiasi AI ini walaupun kualitasnya masih di bawah kemampuan NI.๐Ÿ™‚

  24. saya selalu kagum terhadap bung yari yang tak pernah berhenti meng-upgrade diri dalam soal teknologi dan informasi. saya malah belum pernah mencobanya, haks, jadi malu nih! sebagai karya cipta manusia, saya sepakat dg bung yari, kita perlu memberikan apresiasi. jelas, utk menghasilkan karya semacam itu dibutuhkan ketekunan, semangat, dan kerja keras…

    _________________________________

    Yari NK replies:

    Yah pak…. namanya perkembangan teknologi pasti ada tahapannya. Walaupun AI masih jauh dari NI, tentu kita harus tetap mengapresiasinya karena apapun juga tujuan dari AI ini sebenarnya adalah untuk membantu atau mempermudah kehidupan manusia, sebuah tujuan yang mulia dan baik tentu saja. Untuk itu patut kita hargai.๐Ÿ™‚

  25. …..
    Yoga: I am good, do I look pretty today
    twi: Ah. I know you are good.

    Yoga: am I beautiful
    twi: Yes you look great to me.

    cukup menghibur hehehe…

    _________________________________

    Yari NK replies:

    Minimal kalo ngborol/chatting dengan AI, nggak ada pertanyaan klise seperti “a/s/l please??”. Paling sebal saya kalau ada orang chatting nanya pertanyaan klise kayak gitu.:mrgreen:

  26. Ha ha ha ha … hebat kang Yari sudang ngetes-nya … iya Kang … hukum semesta : “sesuatu tidak akan lebih hebat daripada yang menciptakannya” … jadi termasuk AI … tidak akan pernah lebih hebat daripada manusia …

    _______________________________

    Yari NK replies:

    Lagian nanti kalau robotnya lebih hebat dari manusia…. bisa2 justru manusianya yang direkayasa sama robotnya! Huehehehe…..๐Ÿ˜€

  27. entah kenapa malah seneng dan bersyukur baca ini…

    yap!!! masih kalah sama Natural Intelligence berarti masih bisa tenang yah sebagai manusia๐Ÿ˜†

    *selalu membayangkan invasi mesin seperti Brainiac heuehuheuh

    ____________________________________

    Yari NK replies:

    Ya…. komputernya asal jangan dikasih kaki sama tangan, minimal dia nggak bisa melakukan perlawanan secara fisik. Huehehehe…..๐Ÿ˜€

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s