Moso Nabi Adam Seperti Monyet??

Postingan ini terinspirasi dari diskusi di sini. Saya jadi ingat belasan tahun yang lalu ketika saya dan teman-teman saya secara iseng2 berdiskusi tentang Teori Evolusi dari Charles Darwin. Nah, di tengah-tengah diskusi sudah pasti ada pendapat klise seperti ini: Jikalau kita menuruti Teori Evolusi maka tentu Nabi Adam seperti monyet dong tampangnya. Begitu sanggah temanku yang anti dengan Teori Evolusi. Waktu itu saya tidak berfikir lebih jauh, dan hanya melontarkan sanggahan klise bahwa mungkin Teori Evolusi belum sempurna dan memang masih harus disempurnakan lagi atau minimal harus bisa menjelaskan sesuatu lebih mendetail lagi.

Lantas menurut saya pribadi bagaimana rupa Nabi Adam? Karena dicari-cari dalam Al-QurΓ’n tidak dijelaskan bagaimana rupa atau fisik Nabi Adam, maka saya berkesimpulan tidak penting Nabi Adam itu fisiknya atau rupanya lebih “jelek” dari monyet (gambar atas) ataupun lebih “ganteng” dari Antonio Banderas (gambar bawah). Karena Allah menciptakan dan memilih Nabi Adam sebagai nabi tentu bukan karena fisiknya. Bisa jadi seseorang yang mempunyai fisik seperti monyet lebih mulia dari orang yang ganteng atau orang yang cantik yang tengah membaca blog ini! Di mata Allah, saya percaya bahwa orang yang fisiknya seperti monyet namun berakhlak mulia tentu lebih mulia dibandingkan orang dengan fisik atau rupa yang ganteng tapi akhlaknya seperti monyet. Saya yakin ANDAIKAN Nabi Adam seperti monyet, beliau tetap individu yang istimewa yang dilebihkan kecerdasannya dan kemuliaan akhlaknya oleh Allah swt bahkan jikalau dibandingkan kita sekalipun. Kemuliaan bukan diukur dari penampilan fisik kan?? Kita, umat manusia, memang sering ‘terjebak’ oleh penampilan fisik.

Jadi, daripada kita sibuk mempertentangkan tampang Nabi Adam seperti apa, lebih baik kita sendiri jauhkan dari sifat-sifat yang mirip monyet. (Bukankah Islam adalah ajaran spiritual yang tidak mementingkan bentuk fisik??). Perbaikilah perilaku kita, karena jikalau perilaku kita buruk tentu kita lebih mirip monyet. Terus belajarlah kita selalu karena jikalau kita tidak mau belajar maka kita lebih mirip dengan monyet. Jangan pula memaksakan kehendak dengan kekerasan fisik, karena memaksakan kehendak dengan kekerasan fisik adalah juga sifat-sifat dari monyet. Tidak percaya? Silahkan nonton acara Monkey World di Animal Planet. Dan terakhir belajarlah logika dan matematika karena monyet tidak bisa berlogika dan tidak bisa matematika. Huahahaha….. Kalimat yang terakhir ini hanya becanda kok.

Nah….. jadi bagaimana dengan pendapat anda?? Sebagai seorang manusia yang berusaha untuk tidak mirip dengan monyet, saya tentu membebaskan anda untuk setuju atau tidak dengan pandangan saya ini. Yang jelas monyet itu juga ciptaan Allah dan tidak ada ciptaan Allah yang hina dan sia-sia.

______________________________________

Hati-Hati:

  • Seperti Monyet bukan berarti sama dengan monyet.
  • Anda merasa tidak seperti monyet? Silahkan saja….. yang jelas itu tidak bisa membantahkan fakta ilmiah bahwa DNA kita 95%-98% sama dengan DNA kera-kera besar seperti: simpanse, orangutan, gorila dan bonobo. Silahkan informasinya anda cari di Internet yang bertebaran di mana-mana. Jadi definisi seperti monyet itu bagaimana ya?:mrgreen:

48 responses to “Moso Nabi Adam Seperti Monyet??

  1. Setuju. Kenapa paham darwinian dicampuradukkan dengan agama? Teori evolusi tidak logis. Banyak argumen yang subjektif dilontarkan untuk mendukungnya.

    • Betul,betul…klo manusia berevolusi yg dlu monyet sekarang jdi manusia,knp skarang manusia g berevolusi lg…padahal manusia dah da sejak beribu2 tahun lamanya…

  2. Yg membuat monyet terlihat hina lebih karena akal dan fikirannya yg rendah bukan krn fisiknya. lagian fisik jelek apa bagus itu jg sangat relatif kok.

  3. mungkin ada benarnya manusia seperti monyet ( bukan rupanya, tapi tingkahnya.malah mirp binatang yang diharamkan, wong manusia lebih rakus dari binatang ) padahal manusia diberikan kelebihan akal….

  4. Kata teman-teman saya itu mirip antonio banderas, jadi saya percaya bahwa saya lebih mirip si doi hollywood dibandingkan dengan mirip monyek. wakakak:mrgreen:
    Nah jadi betul, betapa sempitnya pemahaman manusia tentang konsepsi ke-Tuhan-an. Jikalaupun teori Darwin memang-memang terbukti pun tidak akan berpengaruh terhadap Tuhan. Jika Tuhan memang maha kuasa, maka tanpa disembah oleh manusia pun Tuhan tetap berkuasa. Melakukan pembelaan terhadap Tuhan pun tidak ada artinya, apa artinya manusia bagi diri Nya. Inilah sempitnya pola pikir manusia, seolah-olah Teori Darwin telah membuat eksistensi Tuhan menjadi KO. Mosok Tuhan akan kalah dengan teori manusia, di mana manusia adalah ciptaan-Nya.
    Bagi saya pribadi sangat mensyukuri atas karunia akal yang diberikan Tuhan kepada manusia dan yang membedakan manusia dengan binatang. Kalaupun terjadi friksi antara fakta dengan kitab suci, maka positif thingking, kitab suci hanya secuil saja dari segala kensep ke-Tuhan-an.

  5. Ilmu pengetahuan memang berkewajiban membuka mata intelktual manusia. Namun tidak lantas menafikan fitrah kita sebagai manusia. Ada banyak teori ilmu pengetahuan yang masih bertentangan dengan konsep ketuhanan. Aku tidak mempersoalkannya. Hanya yang aku coba tarik kesimpulan pada hal itu: teori yang bertentangan tersebut belum mencapai ilmu pengetahuan Tuhan.

  6. mengenai wajah saya
    saya lebih senang kalo disebut mirip monyet bang daripada mirip manusia.

  7. Kata ibu monyet yang paling cakep di dunia ini ya Bapak monyet dan anak monyet. Kata Istrinya Banderas yang paling cakep di dunia ini ya Banderas seorang. Katanya monyet, sebagai monyet yang berusaha untuk tidak mirip dengan manusia, tentunya ia setuju bahwa manusia itu juga ciptaan Allah dan tidak ada ciptaan Allah yang hina dan sia-sia.:mrgreen:

    Komen ini diperpanjang lagi saya setuju dengan mas Yari, bahwasanya yang terpenting adalah memperbaiki sikap kita supaya bisa menjadi manusia yang baik.

  8. ASyik punya, saya pernah terlibat polemik seputar hal asal-usul monyet-monyetan (manusia) tersebut semasa di Jogja dan telah dibukukan, dan … manusia is manusia he he.

  9. @suhadinet

    Sebenarnya pak, saya tidak skeptis dengan Teori Evolusi Darwin. Hanya saja saya percaya bahwa teori Darwin masih jauh dari sempurna dan masih harus disempurnakan atau dilengkapi di banyak hal di masa mendatang…..

    @AgusBin

    Benul sekali Bin….. kalau monyet cerdaskan seperti alien di film2 mungkin monyet nggak bakalan dibilang ‘hina’. Alien sama monyet ‘cakep’ dan ‘jelek’nya juga cuma beti (beda2 tipis) kok. Hehehe……

    @fahrizalmochrin

    Betul Pak…. sampai2 monyetpun kalah kejamnya dari manusia….. Monyet aja nggak ada yang memutilasi sesamanya…. huehehe….πŸ˜€

    @laporan

    Memang betul sampeyan mirip Antonio Banderas. Tapi mudah2an mirip sama bagian mukanya ya bukan sama bagian bokongnya. Wakakakakakak…..πŸ˜† Sori… becanda deh!:mrgreen:

    Nah…. komen yang jitu… benar sekali Tuhan/Allah tidak terpengaruh dengan apa yang kita lakukan, Allah tetap maha kuasa. Dalam agama saya (Islam) sudah jelas2an manusia itu disuruh belajar, namun sayang kebanyakan umat Islam hanya mau belajar agama saja, padahal ilmu2 Allah bertebaran juga di seluruh alam semesta, dan wajib “dibaca” atau dipelajari oleh seluruh umat.

    @Daniel Mahendra

    Betul pak….. walaupun nanti memang (andaikan) terbukti Teori Evolusi salah, yang penting adalah manusia telah berusaha keras untuk mengetahui asal-usulnya dan tidak hanya berpangku tangan saja dalam memandangi alam semesta ini.

    Jikalau ada ketidakcocokan antara sains dan agama tentu itu justru membuat kita lebih rajin lagi dalam menguak rahasia alam dan jangan berhenti. Menurut saya belajar tidak membuat orang ateis, kalau dia adalah ateis mungkin sebelum belajarpun dia sudah ateis. Kalau belajar membuat seorang menjadi ateis tentu Allah sudah melarang kita untuk belajar…..

    @adipati kademangan

    kalau saya sih terserah deh…. mau disamakan dengan monyet apa manusia…. toh pendapat manusia tidak ada yang “mutlak” benar… huehehe….

    @Yoga

    Sayangnya monyet nggak diberi akal dan nggak bisa berfikiran seperti itu. Huehehehe…. Tapi good point, andaikata monyet itu pintar dan cerdas seperti manusia, pasti dia bilang manusia itu “jelek” huehehehe….πŸ˜€

    @Ersis Warmansyah Abbas

    Orang ya orang dan monyet ya monyet pak, benar sekali. Walaupun kenyataannya kita memang “seperti” monyet secara DNA.πŸ˜€

  10. yap, teori bukanlah fakta. teori ‘hanya’ berdasarkan penelitian-penelitian dan penyimpulan2 manusia. jika tidak sesuai dengan aqidah kita, maka kita terima teori itu sebagai teori yg belum matang.

    kalau darwinisme, menurut saya terlalu banyak kelemahannya. harun yahya habis-habisan mengungkapnya (sekarang harun yahya malah ditahan di turki karena hal ini).

  11. heheheheπŸ˜† saya setuju banget dg bung yari. kita ndak perlu memperdebatkan, apakah tampilan fisik Nabi Adam seperti apa, bahkan seandainya seperti moneyt sekalipun. Toh di mata Tuhan *sok tahu* yang ditimbang dan dinilai bukan tampilannya seperti monyet atau bukan, tapi dearajat ketaqwaannya, haks… jadi seperti monyet atau bukan… tapi seandainya itu hanya sebatas diskusi dan pendalaman wacana, agaknya hal yang wajar, bung yari.

  12. Kalau teory Darwin mengatakan bahwa manusia sekarang merupakan evolusi atau perubahan bentuk dari monyet trus kenapa masih ada monyet sekarang, kok monyetnya ngak pada berubah jadi manusia seperti kata Darwin. Terim kasih

  13. nanti dulu mas, kan monyet itu katanya adalah evolusi dari mahluk lain. sapa tau aja sebelum jadi monyet bentuknya mirip T-Rex gitu:mrgreen:

  14. katanya guru biologiku dulu, bahwa memang ada garis terputus antara kera dan manusia… dan ketika mulai manusia itulah mungkin Nabi Adam.
    btw bisa dibandingkan dengan teori yang menjatuhkan teori evolusi dari harun yahya ngak?πŸ˜€

  15. Yang masih jadi pertanyaan saya dari dulu, Mas Yari: Apakah Adam dan Hawa memiliki udel/pusar atau tidak? Seperti yang kita tahu, pusar timbul dari pemotongan tali ari-ari yang terhubung ke ibu ketika kita dilahirkan. Karena tentunya Adam dan Hawa tidak melalui proses ini, logikanya mereka juga tidak memiliki pusar. Tapi kok ya rasanya aneh membayangkan ada manusia yang tidak punya pusar πŸ˜†

  16. mau mirip atau tidak tentunya wajahnya tidak bisa disamakan dengan wajah orang sekarang, kan lebih susah urusannya kalau mirip kang Yari kan?:mrgreen:

  17. Seandainya nenek moyang kita jaman dulu sudah ada blog, mungkin kita sekarang bisa tahu postingan tentang bentuk fisik nenek moyang kita jaman dulu, atau paling tidak bisa tahu skrinsyutnya.

  18. @arifrahmanlubis

    Sebenarnya argumentasi2 Harun Yahya juga banyak kelemahan2nya. Tidak 100% solid. Dan yang terpenting Harun Yahyapun belum (tidak) mampu untuk menggantikan Teori Evolusi dengan teori bikinannya sendiri secara ilmiah (Harun Yahya baru dalam tahap penyangkalan lewat argumentasi2 ilmiah saja). Saya sempat mendukung 100% argumen Harun Yahya, namun ternyata banyak juga kelemahannya…..

    Btw, andaikata benar bahwa pemerintah Turki menangkap Harun Yahya karena anti teori evolusi, itu merupakan kesalahan besar pemerintah Turki, karena bagaimanapun juga kebebasan berpendapat/berpercaya tetap harus dipertahankan, dengan memenjarakan Harun Yahya dengan alasan yang tidak masuk akal tersebut, cita2 Turki untuk masuk Uni Eropa malah semakin jauh. Sebab di Uni Eropa sendiri, orang yang tidak percaya kepada teori evolusi tidak pernah dipenjarakan….

    @scouteng

    Prakteknya yang seperti apa dong??:mrgreen:

    @Sawali Tuhusetya

    Ya betul pak….. sebagai wacana dan bahan diskusi tentu hal2 yang bertentangan seperti ini sangatlah menarik…..πŸ™‚

    @yulism

    Teori Darwin tidak mengatakan kita “berasal” dari monyet. Namun monyet dan manusia mungkin mempunyai keturunan yang sama. Keturunan yang sama bagaimana?? Tidak ada yang tahu secara pasti fisiknya, yang jelas bukan manusia dan bukan pula monyet….. jadi bukan berarti manusia keturunan dari monyet. Manusia dan monyet masa kini sama2 baru terbentuk “akhir-akhir” ini saja. Ya… tentu terserah mbak Yulis mau percaya atau tidak….πŸ™‚

    @siti jenang

    Bisa jadi….. yang jelas mirip T-Rex bukan berarti sama dengan T-Rex kan??:mrgreen:

    @aRuL

    argumentasi Harun Yahya jikalau dilihat dari potongan2 argumentasi sepintas memang masuk akal dan benar namun jikalau dilihat dari sudut yang lebih besar lagi banyak yang kurang cocok.
    Andaikata Harun Yahya percaya bahwa makhluk hidup terjadi begitu saja, kenapa dalam sejarah manusia, kita belum pernah melihat spesies yang tiba2 muncul begitu saja di bumi ini? Tentu argumentasi Harun Yahya harus bisa menjelaskan hal ini secara ilmiah juga……πŸ™‚

    @Catshade

    Kalau menurut saya kemungkinan besar Nabi Adan dan Hawa punya pusar. Walaupun mungkin Nabi Adam dan Hawa tidak memerlukan pusar tersebut namun pusar tersebut tetap diperlukan untuk mewariskan sifat genetis (dan fenotif) tersebut kepada anak cucunya. Lha… nanti kalau Nabi Adam dan Hawa tidak punya pusar nanti anak cucunya termasuk kita2 ini nggak punya pusar juga dong! Bisa gawat!:mrgreen:

    @anggara

    Lha…. nanti kalau ada orang zaman dulu yang mirip saya, nanti pada geger dong, moso ada manusia primitif lebih ganteng daripada kang Anggara, bisa berabΓ© dong! Wakakakakak…..πŸ˜† Sorry, becanda kang!:mrgreen:

    @Edi Psw

    Lha… wong 20 tahun yang lalu aja belum ada blog…. ya apalagi zaman batu dulu…. ada2 aja nih khayalan pak Edi….:mrgreen:

  19. Kalau nabi Adam dan ibu Hawa, yang saya penasaran adalah golongan darahnya. Coba, golongan darahnya seharusnya sama karena Hawa dibuat dari tulang rusuk Adam. Maka kemungkinan-kemungkinannya:

    Dua-duanya bergolongan darah A: tidak akan ada golongan darah B, dan AB.
    Dua-duanya bergolongan darah B: tidak akan ada golongan darah A, dan AB.
    Dua-duanya bergolongan darah AB: tidak akan ada golongan darah 0.
    Dua-duanya bergolongan darah 0: tidak akan ada golongan darah A, B, dan AB.

    Jadi golongan darahnya apa dong? Atau teori evolusi malah yang bisa menjawab? Entah…

  20. Monyet bulunya lebat, kalau manusia berbulu lebat apa ya bisa masuk kategori mony…??

  21. Ah, mungkin monyet sendiri yang ogah disamaain sama manusia…
    Mana mau itu monyet disamaain sama makhluk yang suka bunuh-bunuhan gara duit sepuluh-dua puluh ribu, makhluk yang tega perkosa anaknya sendiri, makhluk yang tega mambunuh saudaranya sendiri, makhluk yang serakah merusak alam, makhluk yang bersifat merusak, makhluk yang kikir bukan main, makhluk yang bebalnya bukan main, makhluk yang menindas makhluk2 lainnya tanpa memegang aturan Tuhan…

    Kenapa manusia harus malu disamain sama monyet? Mungkin monyetlah yang sangat malu karena dibandingkan dengan makhluk yang bernama manusia…

  22. @shavaat:
    Anda tahu simpanse? Mereka memburu monyet lain untuk dimakan. Ini saya kutip dari halaman wikipedianya:

    However, the Common Chimpanzee sometimes band together and hunt Western Red Colobus Monkeys (Piliocolobus badius) for meat. Isolated cases of cannibalism have been documented. Chimpanzees have also been known on rare occasions to attack and eat human infants.[5]

    Monyet-monyet lain yang sangat teritorial (seperti gorila) juga sering bertarung antar mereka sendiri untuk memperebutkan kekuasaan, dan tidak segan-segan membunuh monyet ‘luar’ yang melanggar batas wilayahnya.

    Jadi…monyet tidak ‘sepolos’ yang anda kiraπŸ˜€

  23. untung ga disamain sama PandaπŸ˜€

  24. “Dasar monyet….” ucapan kalau lagi marah.
    Artinya walau yang mengucapkan sadar atau tak sadar tentang teori Darwin…tetap saja, setiap kali marah, banyak yang menyamakan kelakuan manusia mirip monyet. Lebih baik begitu dari pada monyet yang mirip manusia (atau malah lebih baik ya ???).

    Penelitian memang seharusnya dilakukan terus menerus, sayangnya setelah teori Darwin….tak ada peneliti lain yang meneliti tentang asal usul manusia (selain dari sisi agama)…atau mungkin tak nyaman ya….. seharusnya antara ilmu pengetahuan tak disamakan dengan agama.

    Kenyataannya para binatang itu banyak digunakan sebagai bahan percobaan untuk kepentingan manusia, sebelum hasilnya diterapkan pada manusia, kita pantas bersyukur karena adanya binatang yang mau jadi bahan percobaan untuk kepentingan manusia.

  25. sudah jelas nabi adam dan hawa adalah asal muasal manusia… kenapa kok mencari2 sesuatu yang ga jelas juntrungannya

  26. lucu rasanya membaca pemikiran orang2..sesuatu yang ga penting dipentingkan itulah barat.yang penting kita (sebagai umat muslim) percaya nabi adam itu manusia bukan kera yang berevolusi jadi manusia.jika wajahnya nabi adam seperti kera itu wajar..karena jaman sekarang juga banyak orang2 yang mirip kera terutama yang tinggal di pedalaman papua dan afrika yang memiliki kulit hitam.

  27. @ Angga
    Maaf Pak/Ibu Angga, jangan ada ulangi lagi, pernyataan anda telah menyinggung warna kulit dan letak geografis

  28. Dont judge a book by its cover.
    Kita manusia di karunia wajah biasa atau nan elok rupawan, Kita Kadang hanya melihat sisi luarnya saja, tapi ketika kita kenali lebih jauh tentang hati dan pikirannya, tak sedikit yang mendekati prilaku nyemot. Inilah realita yang memapah kita untuk bertindak dan mensyukuri dengan baik. bahwa apa yang di ciptakan Tuhan tentang kita, bukan berarti harus di kotori dengan tabiat menyerupai nyemot.

  29. Waaaa.. monyetnya bisa tersinggung kalo dibilang mirip sayaπŸ˜€

  30. manusia yang nggak taat sama Allah justru lebih hina dr pada binatang…..

  31. @tria

    Kalau itu sih justru sangat dimungkinkan. Karena Hawa diceritakan dalam Al-Quran berasal dari tulang rusuk Nabi Adam, maka tentu golongan darahnya sama. Tapi mungkin dalam perjalanan selanjutnya setelah ratusan generasi, bisa saja terjadi mutasi gen sehingga ada keturunannya yang tidak bisa memproduksi protein antigenik-A dan B. Sehingga timbulah mereka yang bergolongan darah O di generasi2 selanjutnya. Golongan darah O adalah mereka yang tidak bisa memproduksi protein antigenik A dan B pada darah mereka. Golongan darah B tidak bisa memproduksi protein antigenik A begitu pula sebaliknya.

    Atau mau jawaban yang lebih santai….. Siti Hawa diciptakan dari tulang rusuk nabi Adam yang bergolongan darah AB, lalu direkayasa genetika oleh Yang Maha Kuasa sehingga bergolongan darah O. Rebes kan?:mrgreen:

    @inos

    Hooooi… mas inos SARA hoooi…..:mrgreen:

    @shavaat

    Kalau monyet punya fikiran mungkin monyet akan berfikiran seperti itu!:mrgreen:

    @Catshade

    Saya pernah melihat video di Animal Planet, memang simpanse membunuh binatang lain. Salah satunya didokumentasikan ada seekor simpanse jantan dewasa yang membunuh anak babun (baboon) dengan cara membantingnya ke tanah hingga tewas, setelah itu dimakan.

    Namun, menurut saya, simpanse membunuh itu mungkin naluri alamiahnya untuk makan ataupun mempertahankan teritorialnya seperti halnya pada banyak binatang lainnya. Tidak ada simpanse yang balas dendam atau cemburu atau ingin merampas hak milik orang simpanse lain dengan cara membunuh, atau kalaupun ada sangat sedikit dan mungkin tidak sengaja. Berbeda dengan manusia yang memang banyak motivasi jahat dalam membunuh hingga memutilasi sesama spesiesnya…..πŸ™‚

    @Panda

    Panda sama simpanse jelekan mana ya??:mrgreen:

    @edratna

    Bukan monyet aja bu yang jadi sasaran bahkan binatang2 lain seperti anjing dan babi juga jadi kambing binatang hitam kalau manusia lagi marah: Coba saja: “Dasar anjing….” atau “Dasar babi….” Huehehehe……πŸ˜€

    Btw, dulu simpanse muda memang favorit sebagai binatang percobaan di lab bu. Tapi sekarang sudah ilegal alias tidak boleh lagi karena binatang tersebut diancam kepunahan. Sekarang penggantinya adalah binatang2 pengerat atau Rodentia yang kalau beranak cepat sekali seperti tikus, guinea pig dan sebagainya.

    @Anang

    Sebenarnya mas Anang, hal terpenting bukan karena para ilmuwan sengaja mencari2 sesuatu yang nggak jelas juntrungannya, tetapi karena para ilmuwan tersebut (sesuai dengan jiwa ilmuwannya) selalu ingin mencari tahu dan bukti mengenai asal usul manusia. Dan penemuan fosil2 purbakala yang mirip manusia semakin menggairahkan para ilmuwan untuk menyelidiki asal usul manusia.

    Dan lewat penyelidikan/penelitian ini, mungkin manusia, siapa tahu tidak sengaja menemukan data2 atau penemuan2 lain yang tak ternilai harganya bagi umat manusia…. jadi bukannya nggak jelas juntrungannya….πŸ™‚

    @angga

    Wah…. komentarnya SARA nih….. kurang bijaksana… hehehe…. Tidak boleh begitu…. walau bagaimanapun juga mereka adalah ciptaan Allah juga dan mereka tidak bisa memilih untuk mempunyai warna kulit bagaimana ketika mereka lahir…. betul nggak?πŸ˜€

    @laporan

    Betul… komennya mas/mbak angga kurang bijaksanaπŸ™‚

    @Pakde

    Ya…ya…. saya tahu, dari foto2nya yang kemungkinan udah di-Potosop jadi mulus pakde ini orangnya rupawan, tetapi apakah hati dan perbuatannya serupawan orangnya….?? Yaa… kita buktikan saja!:mrgreen: **kabooor ah sebelum ge-er ngamuk**

    @g.a.i.a

    Wah… sis Gaia kok pasrah begitu sih dengan nasib wajahnya?? Wakakakak….πŸ˜† **kaboor juga sebelum digigit**:mrgreen:

    @afwan auliyar

    Betul…. manusia yang merusak lingkungan…. yang membunuh…. dan merusak lain2nya yang diciptakan oleh Allah…. lebih buruk daripada binatang.πŸ™‚

  32. Dahsyatnya monyet-monyet sekarang tampil berpakaian kelas perancang Paris, dan naik mobil Mercy dan Jaguar.πŸ˜†

    _______________________________

    Yari NK replies:

    Wah…. kita kalah dong sama monyet!:mrgreen:

  33. Aduh koq jadi pada nggak suka dengan nyemot sech, Nggak bagus begitu…!! Kita sudah dewasa…mari sama2 merubah nyemot jadi king….. cut!! bahaya jangan diterusin. Okay!
    Anak yang baik biasanya deket sama tarzan…he he he

    _________________________

    Yari NK replies:

    Laaah…. pakde… kok tiba2 sentimentil dengan monyet nih?? Ada apa gerangan??:mrgreen:

  34. Saya sih ogah… punya nenek moyang mirip monyet…
    kan lebih bangga kalau nenek moyang kita adalah seorang nabiπŸ™‚

    _____________________

    Yari NK replies:

    Monyetnya juga nggak mau tuh disamain sama pak qizink. Wakakakak….. **kabooor**

  35. Mas Yari,

    Ikutan komentar:

    Kesalahan mendasar yang kebanyakan orang fahami tentang Teori Darwin adalah bahwa “manusia merupakan keturunan monyet (kera)”.

    Padahal setahu saya Darwin tidak pernah berkata seperti itu. Teori yang dimukakannya, yang dikenal sebagai Teori Darwin, mengatakan bahwa Manusia dan Kera berasal dari “nenek moyang” yang sama. Kalau begitu, kapan “Manusia” dan “Kera” berpisah secara silsilah?

    Teori saya, ini teori saya lho …, jangan dianggap terlalu seriusπŸ™‚, “Adam” turun sebagai “missing-link” dalam pohon silsilah yang dibangun oleh Darwin. Jadi boleh dibilang, Adam adalah “Bapak” manusia modern, sehingga boleh ditebak wajahnya tidak beda dengan kebanyakan manusia modern yang hidup di bumi saat ini (yang pada kenyataannya juga beraneka ragam …)

    Salam,
    Efendi Arianto

    _________________________________

    Yari NK replies:

    Betul sekali…… bagaimanapun juga tujuan utama dari teori Darwin ini adalah untuk mengetahui asal-usul manusia secara ilmiah, bukan untuk menghilangkan kepercayaan terhadap Allah swt. Yang banyak disalahtafsirkan oleh kaum agamis (yang skeptis terhadap ilmu pengetahuan) adalah bahwasannya Teori Darwin berniat untuk menghilangkan kepercayaan terhadap Allah swt. Padahal bukan begitu. Thanks atas comment-nya ya.πŸ™‚

  36. Mas Yari,

    Perbedaan salah tafsir antara agamawan dengan ilmuwan, antara lain dapat dibaca pada artikel berikut:

    http://strategika.wordpress.com/2007/07/05/sains-dan-agama-peranannya-dalam-kehidupan-manusia-dan-dalam-hakekat-kebenaran/

    Salam,
    Efendi Arianto

    ________________________________

    Yari NK replies:

    Terima kasih pak….. segera akan meluncur ke TKP dan mungkin nanti saya akan ikut nimbrung berkomentar….πŸ™‚

  37. menurut gw ya… teori darwin itu ga bener…
    karna kalo ga salah pada zaman nabi nuh kan orang tinggi-tinggi… ya karna itu monyet juga iku-ikutan tinggi.. mungkin tingginya monyet zaman dulu itu ya setinggi manusia sekarang… itu dari melihat foto-foto dari fosilnya lo…..
    satu lagi kalo ga salah nenek moyang ku seorang pelaut, bukan seorang monyet!!!! ya khan….

    __________________________________________

    Yari NK replies:

    Tidak ada yang mengatakan bahwa kita keturunan dari monyet. Termasuk Darwin. Hanya saja dalam teori evolusi, dibilang monyet dan manusia mungkin berasal dari satu keturunan. Dan nenek moyang bersama manusia dan monyet, tidak bisa disebut monyet ataupun orang. Percaya apa tidak? Ya… silahkan. Teori Evolusi berdasarkan penemuan fossil di lapangan dan juga penelitian genetik. Bukan hanya berdasarkan foto fossil terus dikira2 sendiri berdasarkan ukuran fisik fossil tersebut…..πŸ™‚

  38. simple aja nih… saya mungkin akan percaya klo monyet itu nenek moyang manusia apabila ada yang menemukan seekor monyet di zaman ini (ingat hanya seekor, kalo kelompok monyet para pendukung darwin pasti mengatakan mustahil tuk menemukannya) yang cerdas, bisa bicara,de el el (pokoknya memiliki sifat2 manusia). pokoknya harus ada, masa diseluruh dunia gak ada satu pun (ya… itu terserah kalo gak ada mah. berarti tuh teori ya…enggak perlu di percaya, artinya darwin tuh asal ngomong, yang percaya ya…gimana…terserah anda).

    darwin kan dulu enggak sekolah, lah kita yang sekolah dan punya pikiran yang kritis kok mau maunya sebegitu mudahnya untuk percaya.

    intinya: MONYET ya MONYET, MANUSIA ya MANUSIA

    _________________________________

    Yari NK replies:

    Sebenarnya argumen dangkal seperti ini bukan yang pertama kalinya dalam menyangkal teori evolusi (TE). Terlepas dari memang belum bisanya TE menjawab pertanyaan yang lebih berbobot, saya akan mencoba untuk menjelaskan hal ini.

    Begini, melihat sesuatu janganlah secara phenotype seperti anda di atas, tetapi seharusnya secara genotype. Seseorang yang pintar belum tentu mempunyai keturunan yang pintar pula. Kenapa? Karena yang berperan di sini adalah genotype bukanlah phenotype.

    Naifnya contoh saudara adalah mengindikasikan “adakah monyet yang bisa bicara?”. Nah, monyet memang tidak bisa berbicara seperti manusia. Namun monyet tentu saja bisa berkomunikasi seperti manusia, hanya saja caranya (bahasanya) jelas berbeda. Ingat bicara atau bahasa hanyalah sarana berkomunikasi. Intinya adalah: monyet dan manusia sama2 berkomunikasi hanya saja ‘bahasanya’ berbeda.

    Nah, yang terpenting di sini adalah secara genetik, manusia dan simpanse misalnya mempunyai lebih dari 90% persamaan DNA. Itulah kenapa, persamaan antara manusia dan kera lebih banyak daripada perbedaannya. Nah, sekarang saya ‘tantang’ balik….. jika ada monyet yang punya bersifat sangat lain seperti manusia, misalnya monyet yang bisa terbang atau monyet yang bisa bernafas di air, dll, nggak usah banyak2, satu saja, kalau banyak2 para penentang TE pasti akan mengatakan mustahil bisa menemukannya…, nah kalau ada, saya percaya TE pasti salah sama sekali, simple aja kan?πŸ˜‰

  39. Bisa aja. Di dunia ini kita semua berevolusi… Coba aja kita liat lebih jauh, ini yang aku selama ini berfikir. Dinosaurus… Masih inget ngk cerita Nabi Nuh bikin kapal di atas bukit. Dan Nabi Nuh milih hewan-hewan(dinosaurus) tertentu yang boleh masuk kapalnya. Jadi yang tidak masuk jelas matilaah. Yang dino2 yang ada dikapal ini berevolusi jadi hewan2 yang sekarang di keliling kita.
    Masalah Adam dan Hawa. Bisa jadi dari monyet dengan cara evolusi dan di bahasa agama ditulis dengan cara lain. Dan waktu itu cara tulis informasi itu dibuat pake cara berbeda karena juga pemahaman juga berbeda. Coba aja kalo ada ayat dibaca trus ditanya artinya ama pasti jawaban suka berbeda juga apalagi ditanya ama orang2 yang hidup di jaman dulu……

    __________________________

    Yari NK replies:

    Wah… kalau detailnya riwayat Nabi Nuh saya kurang faham tuh. Tetapi bukannya dinosaurus itu sudah punah kira2 65 juta tahun yang lalu, jauh sebelum adanya manusia modern?πŸ™‚

  40. Ada satu hal setelah aku baca blog ini. Ada berapa kawan2 yng omongin monyet.
    Aku kasih persamaan manusia dengan monyet yang aku tahu..

    Monyet punya kasih sayang liat aja, nyari kutu hehehe sama kita juga kita beri kasih sayang entah istri membuat makanan kesukaan suami atuw mandiin anak.
    Ibuku dulu mandiin aku. Tapi itu dulu lhoo. Monyet makan setelah itu pasti tidur. Coba kita habis lunchtime pasti ngantuk deh. bohong deh kalo ngk pernah ngantuk.
    Kalo emang ngk pernah ngantuk yaah syukur deh bukan monyet tapi juga bukan manusia. Robot dong.Kalo monyet liat sesuatu yang baru pasti mau liat karena penasaran
    alias observasi dan kalo uda tahu pasti juga yang lain uda tahu bahkan lain diajak untuk dekati object whateverlah . Coba deh kita di jalan tol, ada tebrakan pasti macet karena apa.Kita ingin tahu tapi yng jeleknya kita ngk mau bantu karena alasan macam2 deh. Moyet kalo marah atuw selfdefence pasti cari batang kayu pukul ke tanah sambil teriak. Coba manusia teriak maki maki sampe bunuhan. Iyah sama kayak monyet. Tapi monyet punya alasan yang jelas dan sanget amat sederhana. kalo kita waduuh kadang2 perang karena ngebela teman padahal karena belum tentu benar. Kalo ada kebakaran monyet panik dan teriak karena ada bahaya dan semua pindah. Sama kita juga, rumah kebakaran tapi bukan pindah tempat karena bahaya malah nangis ditempat
    karena barang kita hangus kebakar dan setelah itu baru mikir sodaranya masih selamat ngk,ini pernah aku liat di daerah tempat aku tinggal.Yang terakhir mebuat aku ketawa adalah monyet yang makan daun sama kayak kita makan daun singkong,duan pepaya hahahahahaa.

    _____________________________

    Yari NK replies:

    Huehehe…. memang kita banyak persamaannya dengan monyet apalagi simpanse. Lha… wong secara genetik kita hampir sama kok dengan kera. Tak heran…. jika kita banyak persamaannya dengan kera! Huehehe……..

  41. monyet emang lucu.. apa-lagi chimpanse… tapi ogah ah klo disamain ama monyet.. atau tampang gue yg ganteng gini asalnya dulu kayak gitu.. lu aja kali.!!.. klo kata artikel sih manusia purba itu 250 – 300 juta tahun yg lalu.. sedangkan nabi Adam sekitar 7.000 – 10.000 tahun yg lalu.. kayanya ga nyambung tuh teori evolusi.. krn zaman dinosaurus dan manusia purba udah punah bbrp ratus juta tahun sebelum Adam diturunkan ke Bumi… Tapi kenapa ya orang Aborigin dan orang Irian mengalami evolusi yg agak terlambat (sori bercanda.. jangan marah Bang)….????..

    _____________________________

    Yari NK replies:

    Justru itu, Nabi Adam itu mungkin adalah Homo sapiens pertama seperti kita. Sementara sebelumnya manusia2 yang ada adalah Homo erectus, Homo habilis dan lain-lainnya.

    Orang Irian dan orang Aborijin lebih lambat evolusinya? Kata siapa?? Apa karena mereka kurang maju?? Itu berarti sama dong dengan mengatakan bahwa orang Arab lebih lambat evolusinya dari orang Eropa atau Amerika karena orang Arab kurang maju dari mereka. Gali minyak aja masih ‘mengemis’ teknologi dari negara2 maju. Huehehe…..πŸ™‚

  42. Ping-balik: ARTIKEL 5 (Laporan penelitian) « Muhammadagustia's Blog

  43. Ping-balik: Kamu keturunan simpanse atau gorila? « Betina Ganteng

  44. saya termasuk orang yang percaya dengan teori evolusi. tapi saya tidak memedulikan bagaimana rupa dari nabi Adam, apakah seperti monyet, kera atau penampakan yang membuat manusia enggan disamakan.

    Menurut saya, teori evolusi justru membantu kita untuk berpikir tentang apa yang akan terjadi 100-1000 tahun ke depan pada manusia. Terlebih lagi jika dihadapkan pada kondisi perubahan alam yang kian drastis (climate change, global warming, mutasi etc).
    Jadi, mencari jawaban di masa lalu adalah bagian dari mencari solusi di masa depan.

    Jika ingin lebih memastikan seperti apa rupa nabi Adam, tembus dulu kecepatan cahaya menggunakan mesin waktu DoraemonπŸ˜›

    Bumi terus mengalami perubahan, dan akan diikuti oleh makhluk hidup yang ada di dalamnya. Hingga akhir jaman.

    berterimakasihlah pada “Teknologi”, karena ialah yang mengubah “Homo sapiens” menjadi “manusia”.
    salam kenal.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s