Hemat Listrik!

Beberapa hari yang lalu, di tengah malam (kira-kira pukul 2.30), saya terbangun. Setelah ke kamar kecil, saya berusaha untuk tidur kembali tetapi mata tidak mau terpejam. Lalu iseng-iseng aku keluar kamar tidur dan berusaha untuk mengundang kantuk saya dengan menonton televisi (seringkali jikalau saya nonton televisi di sofa biasanya saya sering tertidur). Setelah televisi dinyalakan dan memilih2 saluran televisi baik yang dalam negeri maupun yang luar negeri, saya agak terkejut mendapatkan hampir semua televisi dalam negeri off-air semua kecuali Metro TV. Padahal hampir semua televisi Indonesia ini mengudara 24 jam kecuali televisi milik Trans Group. Ada apa gerangan?? Setelah kupikir-pikir ternyata aku merasa ketemu jawabannya! Ya, ini pasti berhubungan dengan anjuran pemerintah untuk menghemat energi!

Dalam artikel ini, saya akan menyuguhkan artikel yang masih ada hubungannya dengan kebijakan “hemat energi” ini. Tapi bukan masalah mismanagement pemerintah terhadap persediaan sumber energi kita. Bukan itu yang mau saya bahas. Kalau itu sih udah agak basi, sudah lelah dan bosan saya membahasnya, apalagi di tempat kerja saya. Namun akan saya bahas dari sudut yang mungkin agak berbeda dan sederhana saja… (lagi malas membahas yang berat-berat).

Di dalam rumah tangga kita, kita menjumpai banyak sekali peralatan-peralatan elektronik yang membutuhkan tenaga atau energi dari tenaga listrik PLN. Lihat saja mulai dari bola lampu dan lampu neon yang bertebaran di seluruh ruangan, pesawat televisi yang kini juga hampir bertebaran di seluruh kamar termasuk di kamar mandi, perangkat komputer, lemari es, DVD, AC, microwave oven dan lain sebagainya. Seluruh perangkat elektronik tersebut tentu mempunyai daya (Power) yaitu banyaknya energi yang digunakan per satuan waktu. Daya ini mempunyai banyak satuan, namun yang paling umum adalah: Watt. Misalnya adalah : sebuah bola lampu yang berdaya 60 watt, atau lemari es berdaya 150 watt, atau microwave oven yang berkekuatan 1200 watt. Semakin besar watt-nya tentu menandakan bahwa alat tersebut semakin besar konsumsi (energi) listriknya per satuan waktu. Nah, untuk satuan watt ini, 1 watt didefinisikan sebagai 1 joule/detik. Atau dengan kata lain 1 watt sama dengan konsumsi energi sebesar 1 joule selama 1 detik. Bagaimana kalau bola lampu 60 watt? Itu berarti bola lampu tersebut mengkonsumsi energi sebesar 60 joule untuk 1 detik.

Karena daya atau ‘watt’ ini berhubungan dengan energi, maka tentu bukan alat elektronik saja yang mempunyai daya atau ‘watt’ ini. Semua yang mengkonsumsi dan mengeluarkan energi termasuk makhluk hidup juga mempunyai daya atau ‘watt’ ini. Sekarang kalau ditanya, “berapa watt sih manusia itu?” Maka jawabannya adalah: Tentu saja manusia berbeda dengan peralatan elektronik. Manusia jauh lebih canggih, oleh karena itu ‘watt’ manusia sangat fleksibel dan berubah-ubah tergantung dari kegiatan fisik yang dilakukan, jenis kelamin dan berat badannya. Berikut ini adalah tabel “watt” manusia ketika melakukan sebuah aktivitas. Tabel tersebut untuk rata-rata pria dewasa seberat 70 kilogram.

Aktivitas Daya
Berlari 15 kilo per jam 1340 Watt
Main Ski 1050 Watt
Bersepeda 530 Watt
Jalan 5 kilo per jam 280 Watt
Tidur 77 Watt

Catatan: Untuk wanita dewasa konsumsi energinya lebih sedikit dari tabel di atas dan untuk pria dewasa dengan berat yang lebih konsumsinya lebih besar sedangkan yang beratnya lebih ringan konsumsi energinya lebih sedikit dari tabel di atas.

Dari tabel tersebut dapat kita ketahui alangkah “boros”-nya konsumsi energi manusia. Andaikan kita tidurpun kita masih mengkonsumsi energi yang sedikit lebih besar dari bola lampu 75 watt ketika dinyalakan! Ketika berjalan santai 5 kilo per jam, energi yang kita konsumsi kira-kira hampir setara dengan energi untuk sebuah kompor listrik mini berdaya 300 watt. Sementara kalau kita berlari, konsumsi energi yang diperlukan kira-kira setara dengan sebuah microwave oven yang bisa memanggang.

Namun syukurlah manusia tidak membutuhkan sumber energi dari PLN. Jikalau manusia (di Indonesia ini) membutuhkan sumber energi dari PLN maka mungkin PLN sudah bangkrut dari dulu-dulu atau negara ini yang bangkrut karena terus menerus mensubsidi energi atau bisa jadi rakyat kita sudah banyak yang tewas akibat kekurangan energi. Untung, suplai energi yang kita butuhkan untuk metabolisme tubuh kita tersebut berasal dari makanan yang enak-enak seperti: Big Mac, Hamburger, Nasi Goreng, Cap Cay, Gado-Gado, Opor Ayam, Kupat Tahu dan lain sebagainya. Jadinya tidak usah bergantung pada PLN. Walaupun mungkin secara tidak langsung juga tetap saja bergantung pada PLN minimal masuk sebagai unsur overhead cost.

Ok deh, segitu saja dulu artikel saya kali ini. Jadi kesimpulan saya, memang sebaiknya kita mencoba untuk menghemat listrik. Bukan untuk menuruti kata pemerintah tetapi lebih kepada untuk kepentingan kita semua. Nanti jika pemerintah PLN kita bangkrut, ya kita juga yang sulit. Sebab jikalau PLN bangkrut nanti dia pasti akan menjelma menjadi perusahaan penjual lilin alias Perusahaan Lilin Negara. Kalau sudah begitu, maka tibalah kita di zaman kegelapan lagi……. :mrgreen:

Iklan

34 responses to “Hemat Listrik!

  1. kalo di permesinan, satuan daya yg populer adalah tenaga kuda. mungkin karena dayanya besar. tapi kenapa ga pake kilowatt aja ya?

  2. Jadi kita harus hemat listrik ya.. Hmm….

    Hemat ga hemat pemadaman terus berjalan :mrgreen:

  3. hehehe mas Yari takut gelap ya.. ๐Ÿ˜›

  4. Setuju dengan kesimpulan Pak Yari: memang sebaiknya kita mencoba untuk menghemat listrik. Bukan untuk menuruti kata pemerintah tetapi lebih kepada untuk kepentingan kita semua.

    Paling tidak ini solusi baik untuk saat ini, ketimbang terus menghujat pemerintah, toh keadaan tidak lantas menjadi terang benderang seperti lampu di stasion olahraga atau di mal-mal.

    Kita memang mesti berbuat!

  5. Alhamdulillah ada yang nggak kenal lelah mengingatkan semua orang agar hemat energi. Saya dukung Boss.

  6. siipp..!!!

    Panda juga dukung pak buat hemat listrik!!!

  7. Ya, mari kita gunakan energi sesuai dengan yang kita butuhkan. Tidak menghambur – hamburkan energi untuk masa depan yang lebih baik. (menghemat energi ini juga dengan tidak menghambur-hamburkan makanan, makan sesuai dengan kebutuhan gitu ya pak ?)

  8. Akhirnya muncul juga Listriknya…..Saya cuman pengen tahu nih tolong jawab mas.
    Menanggapi kasus mati nyala mati nyalanya PLN…terus kita di minta berhemat. Seberapa banyak sebenarnya kita harus berhemat? hitungan Eksak nya itu…loh (mas kan pinter ngitung…hitungin ya…) Dan Seberapa banyak listrik yang di pake oleh setiap orang dalam satu hari. jika di rata2kan?

    Tamabahan: Indonesia urutan 42 nih di Beijing.

  9. Suatu hari, beberapa orang mahasiswa dan pembimbing saya sedang jalan-jalan sekitar pasar balubur sambil membahas mobil dan hpnya. Kijang berapa hp? ngga tau deh, pokoknya waktu itu dijawab. Lalu pembimbing saya tanya, kendaraan apa yang tenaganya benar-benar 1 hp? Ngga ada yang bisa jawab. Akhirnya pembimbing saya nunjuk ke delman yang lagi lewat. Tuh kendaraannya satu hp (horse power = tenaga kuda). Soalnya cuma satu kuda aja yang narik delman tersebut.

  10. Hemat energi bagi saya pribadi agar tagihan rekening tidak melonjak. sangat setuju, hehe.

    Tingkat konsumsi listrik setiap orang memiliki kebutuhan yang berbeda-beda, ini tidak bisa disangkal oleh PLN, sebab di negara-negara maju misalnya Jepang yg mengkonsumsi lintrik sekian besar pun PLN di sana mampu mencukupinya. Jadi stand point tetap bagaimana PLN memenuhi kinerja sesuai kebutuhan masyarakat dan jaman.
    PLN = Perusahaan Lilin Negara wakakakak :mrgreen:

  11. siap. dimulai dari diri kita. berhemat.

    toh nanti kita akan mempertanggungjawabkan perbuatan kita, tidak orang lain. begitu kan pak? ๐Ÿ™‚

  12. ehuehuehueh ohmaygat… dan yang repot adalah nanti mao blogging juga rada susah yah karena listriknya tiada heuehuehueh

    tapi kalo blom dinaikin harga listrik emang kesadaran kayanya blom akan ada… karena akan lebih aware kalau sebabnya sudah kena ke diri sendiri… tagihan listrik mahal misalnya… kalo matiin lampu bergilir yang ada mengutuk2 ajah ๐Ÿ˜†

  13. wah headernya dah berubah, tapi kumis tetep sangar ๐Ÿ™‚ hehehehe

  14. Saya dan keluarga sejak dulu berhemat…maklum ga tahan dingin, jadi di jakarta yang diperbanyak lubang anginnya, biar rumah adem. Saat masih tinggal di rumah dinas, yang lengkap dengan AC, kulkas, kompor gas dll…AC dinyalakan saat saya lagi ga di kamar….dan masuk kamar saat udah terasa dingin, dan AC dimatikan. AC dinyalakan terus jika ada suami, yang sudah terbiasa hawa dingin Bandung…tapi saya pakai selimut…hehehe.

    Risikonya, saat seminar seperti kemarin, yang AC nya dingin…saya bolak balik ke toilet, padahal udah pakai jas, plus syal…hehehe.. Itulah kang Yari, saya nggak terlalu menikmati Bandung…males dinginnya.

  15. Pak Yari hemat energi dong ya? ๐Ÿ˜€

  16. setuju pak , ayo kita hemat listrik
    ayooo

  17. Kang … bukan berarti kita hemat energi manusia kan ? … he he he … ๐Ÿ™‚

  18. @AgusBin

    Betul sekali Bin….. tapi ada 2 macam Tenaga Kuda (horsepower) lho, yaitu horsepower metrik dan horsepower Inggris.

    1 horsepower metrik = 735,5 watt
    1 horsepower Inggris = 746 watt

    Beda tipis seh. Kenapa nggak pakai kilowatt?? Mungkin karena konsumen sudah terbiasa membayangkan power sebuah mesin dengan satuan tenaga kuda, jadinya ya yang dipakai ya tenaga kuda, bukan kilowatt-nya. ๐Ÿ™‚

    @Anggie

    Memangnya sekarang masih ada pemadaman listrik di rumah Anggie?? Kasihan amir…! :mrgreen:

    @inos

    Mas inos suka yang gelap2 ya??… Tapi nggak termasuk senang pacar gelap kan?? :mrgreen:

    @Daniel Mahendra

    Betul…. penghematan listrik atau energi bagaimanapun juga pasti berguna! ๐Ÿ™‚

    @Yoga

    Mendukungnya dengan tindakan penghematan juga kan? hehehe…. :mrgreen:

    @Panda

    Jadi ingat… dulu tahun 1970an ada AC merknya AC Panda, wah… boros listriknya minta amplop deh! :mrgreen:

    @adipati kademangan

    Betul sekali…. makanan tidak boleh dihambur2kan. Ambilah secukupnya dulu, kalau belum kenyang baru boleh nambah lagi, jangan ada yang sisa! ๐Ÿ™‚

    @Pakde

    Ini kok….. pertanyaannya maunya canggih ngawur seh. :mrgreen: Ya, kalau mau menghitung seperti itu harus ada data mentahnya dong. Sama saja misalnya kalau kita ingin menghitung luas segitiga tapi sisi2nya tidak diketahui bahkan gambar segitiganyapun nggak ada! :mrgreen:

    Tapi garis besarnya begini aja, dari sisi konsumen setiap penurunan pemakaian listrik tentu itu sudah terjadi penghematan. Sedangkan dari sisi pemerintah, misalnya menurunkan target berapa persen penurunan subsidi untuk energi, nah baru kalau sudah ada angka2nya bisa dihitung…. ๐Ÿ˜›

    @Iwan Awaludin

    Padahal kuda juga lain2 tenaganya ya. Yang dimaksudkan 1 hp di sini apakah kuda Arab, kuda Australia, kuda Lombok atau kuda Kigunung-yang-tinggi?? :mrgreen:

    @Laporan

    Betul sekali…. PLN tentu juga harus meningkatkan kinerjanya, dan jangan hanya rakyatnya yang disuruh berhemat namun PLN-nya berleha2 dengan ketidakefisienan dan kebocoran di sana sini!

    @arifrahmanlubis

    Ya… berhemat demi masa depan….. ๐Ÿ™‚

    @natazya

    Kalau begitu… ya beli genset aja…! ๐Ÿ˜€

    @Blog Bisnis

    Yeeee….. masih saja terpesona oleh kumisku yang keren ini! :mrgreen:

    @edratna

    Sebenarnya bu…. yang namanya pemborosan itu adalah jikalau ada peralatan elektronik yang menyala tapi tidak dipakai. AC yang 1200 W andaikata dipakai ya tidak apa2 bu, tapi walaupun itu hanya lampu 15 W kalau tidak terpakai, ya harus dimatikan. Jadi menurut saya definisi boros adalah jika nyala tapi tak terpakai… Jangan sampai nanti karena mau menghemat listrik, sampai2 baca di tempat gelap. Maunya berhemat malah mata yang jadi rusak, kan berabรฉ, bukan berhemat itu namanya kan? Hehehe…..

    @mathematicse

    Hemat energi bukan berarti pelit energi kan? :mrgreen:

    @realylife

    Mudah2an kita semua bisa merealisasikannya……

    @RIRI SATRIA

    Wah… jangan2 kalau hemat energi yang itu nanti jadi tidak produktif lagi… huehehehe…. ๐Ÿ˜€

  19. OOOOOOOoooom kalo saya berhemat, jangan sekarang lah, Pemancar pake listrik 5000 watt. kalau dikurangi jadi 3000 watt. Radius jangkauan siar nya jadi mengecil om.

  20. wahhh hemat listrik yah
    pake nuklir aja pembangkitnya heheheheh
    kenapa tidak dicoba

  21. pantesan kemaren ni rcti offline ya tengah malam,,,….

  22. Listrik selalu diasosiasikan dengan PLN, listrik padam di kereta api juga keslahan PLN.

  23. wah disni listrik blom masuk om ๐Ÿ˜†
    loh jadi ini ngblog ga pke listrik toh??
    **garuk2 pala**

  24. Mari budayakan hemat energi. Gak cuma listrik, tapi semua jenis energi.

  25. oya kang…sekarang TV maksimal ampe jam 1 ato 2, jd bkn krn hemat listrik keknya… tp mang kebijaknnya gitu…
    tp soal yg melatarblakangi kebijakan tsb nggak ngerti euy….

    btw, ya memang seharusnya kita memakai listrik yg perlu-perlu saja…. jgn boros jg

  26. @Pakde

    Maksudku kalau yang namanya penghematan itu bukan berarti harus membabibuta mematikan segala peralatan elektronik, ya bukan begitu. Seperti komen saya buat bu edratna di atas, yang namanya penghematan itu adalah menghindari mubazir, yang kalau tidak terpakai ya dimatikan, ataupun yang tidak produktif (atau juga yang tidak berpengaruh pada produktivitas) dimatikan. Itu yang dinamakan penghematan….. Penghematan bukan berarti pengurangan produktivitas…..

    @Gelandangan

    Boro-boro nuklir, wong pakai batu bara saja kita nggak becus mengelolanya. :mrgreen:

    @zoel chaniago

    Mungkin itu dampak dari penghematan yang dihimbau pemerintah…..

    @Singal

    Kalau bukan di kereta api, tentu yang disalahkan “sepatutnya” adalah PLN. Resikonya kalau memonopoli…….

    @hanggadamai

    Lha…. bukannya listrik di rumahnya hangga selama ini adalah ilegal atau cantolan dari listrik tetangga? :mrgreen:

    @suhadinet

    Memang…. gunakan energi seperlunya tetapi tanpa mengurangi produktivitas.

    @afwan auliyar

    Justru itu…. kenapa hanya sampai jam 1 atau jam 2? Karena penghematan bukan?? Karena siaran TV itu juga menyedot tenaga listrik.

  27. kok om yari tau? ๐Ÿ˜ฏ

    ____________________________

    Yari NK replies:

    Ya tahu dong…. wong kelihatan dari tampang hangga yang elit (ekonomi sulit) itu kok! :mrgreen:

  28. sepakat banget dengan bung yari. hemat listrik sudah saatnya perlu dilakukan. dimulai dari diri sendiri, bukan semata2 karena imbauan atau instruksi dari pemerintah. hal ini sangat penting demi kelangsungan hidup generasi mendatang juga. *halah*

    ________________________________________________

    Yari NK replies:

    Mudah2an dengan hemat listrik…. kita bisa ikut menyelamatkan negara kita dari krisis energi… karena jikalau hanya mengandalkan PLN dan Pertamina aja kayaknya hmmm….. pokoknya nggak bisa diandalkan deh! Huehehehe……

  29. ngomong2 tentang listrik ada solusi nich..5 tahun gratis

  30. I got this web site from my pal who informed me regarding this web site and
    now this time I am browsing this web site and reading very informative articles or reviews at this time.

  31. First off I would like to say wonderful blog! I had a quick
    question which I’d like to ask if you don’t mind.
    I was interested to know how you center yourself and
    clear your head before writing. I’ve had a difficult time clearing my mind in getting my thoughts out there. I truly do enjoy writing but it just seems like the first 10 to 15 minutes are lost simply just trying to figure out how to begin. Any recommendations or hints? Thanks!

  32. I have been exploring for a little for any high-quality articles or blog
    posts in this sort of area . Exploring in Yahoo I at last stumbled upon this site.

    Studying this information So i am happy to show that I have
    a very just right uncanny feeling I came upon just what I needed.

    I such a lot indubitably will make certain to do not omit
    this website and give it a glance regularly.

  33. I every time emailed this website post page to all my contacts, because if like to read it
    afterward my friends will too.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s