Pretence and Show (Riya)

When I was on the way to my workplace, I came across a big outdoor banner saying “Telkom Peduli”. I thought to myself, do they really that care? Or do they just want to win popularity to boost their sales in return? Or have you ever witnessed a blogger who was trying to raise a charity openly? Does he really want to make a charity or does he only want to boost his personal popularity? Only Allah knows. Since this is Ramadan, I want to temporarily keep down all ‘slandering’ accusations and it is all up to you to judge whether it is a false care or not….. So, with regard to this short foreword, I would like to present another summarised piece of A. Rehman Shad’s Al-Halal Wal-Haram. It is on riya or in English it is called ‘pretence and show’. So let’s get it underway…..


Riya signifies how in religious affairs to establish fame and win admiration. It is unlawful to perform religious duties with the intention of show because Allah and His prophet (peace be upon him) have strongly condemned it. It is a disease which gradually consumes virtues like fire and a great effort is needed to eradicate it from the soil of believer’s heart. Every believer must do his duty for the sake of Allah to win His blessing and nothing which is done for others instead of Allah. Therefore, PRETENCE being opposed to sincerity is a silent but dangerous enemy sitting in a man’s heart and mind. It stains all good action. It is said in Quran:

فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّينَ
الَّذِينَ هُمْ عَن صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ
الَّذِينَ هُمْ يُرَاؤُونَ

So woe to those who pray. [But] who are heedless of their prayer – Those who make show [of their deeds] (QS: 107:4-6)

It is reported on the authority of Jundab (Allah be pleased with him) that the Messenger of Allah (peace be upon him) said: Whoever seeks fame, Allah will make him famous (BUT due to humiliation) and whoever makes a hypocritical show of his deeds, Allah will make a show of him.

Show is a kind of shirk (polytheism) because a man who performs religious duties is desirous of winning the hearts of his fave people instead of winning the favours of Allah. It is reported on the authority of Mahmud bin Labid (Allah be pleased with him) that the Messenger of Allah (peace be upon him) said: The thing I fear most for you is the lesser shirk, They asked: Oh Messenger of Allah, What is the lesser shirk. He said: SHOW.

Allah will render null and void the acts of the fighters for the cause of religion and of the charitable man if acts are done with the intention of SHOW. Islam stresses that all noble deeds must be done with sincerity and absolute secrecy. The man who gives something in charity by his right hand, let not his left hand know about it. It is undesirable to prolong prayers in the presence of the other Muslims to give false impression of PIETY. Abu Sa’id (Allah be pleased with him) reported that the Messenger of Allah (peace be upon him) said: Secret shirk (polytheism) is very fearful. It means that a man will stand up and pray and then prolong his prayers that he may fall in the sight of a man!


So in the text above, we know that any charity, any generous acts that are not based on winning Allah’s favours are strongly disapproved or even forbidden. That of course includes showy prolonged prayers. I remember one day, AA Gym quoted on a TV show that it is all right to show yourself or to show your name in a charity as long as it is intended to encourage others to do the same. Would you buy it? Of course, it is all up to you. But I think I have come up with my conclusion that even if you want to encourage people to follow you to make a charity, let not others know that you are already ahead of them……..


19 responses to “Pretence and Show (Riya)

  1. duh enggak ngerti, maklum orang bumi ndak ngerti bahasa alien :mrgreen:

  2. Riya’ berasal dari akar kata : ra’aa – yara’u – ra’yan yang artinya melihat, berpendapat dan bisa juga berarti bermimpi. Adapun kata riya’ itu sendiri secara literal bermakna ingin dilihat atau pamer.

    Menurut istilah, riya’ merupakan sikap pamrih agar dapat mengangkat gengsi seseorang di mata manusia, misalnya : dengan menampilkan tindak ketaatan kepada Allah Ta’ala. Perbuatan seperti ini tentu saja membuat ibadah menjadi tertolak, karena hakikat dan tujuan ibadah adalah demi memperoleh kasih dan cinta Tuhan semata.

    Hehehehe… jadi riya’ itu salah satu perusak ibadah mas.

  3. memang, mendingan jika ingin menyumbang atau berbuat baik diam2 saja. mendingan sumbangan kita kecil tapi ikhlas dan tanpa pamrih drpd sumbangan besar termasuk dng mengajak org lain tapi ingin dilihat hebat dan dikagumi org. karena jika kita ingin menyumbang sesuatu tapi bilang2 takutnya ada unsur riya-nya.

  4. Pembahasan tentang riya tentu menarik. Tetapi juga harus hati-hati sebab setiap perbuatan (manusia) bermula dari niat. Riya akan mendenda manakal dimaksudkan untuk bersombong-sombong, itu pasti. Namun, ingat ‘menonjolkan’ sesuatu dalam kerangka syiar malah baik. Misal, memapar pengalaman tauladais Rasulullah, atau kebaikan-kebaiakan untuk pelajaran bagi sesama. Salam.a

  5. Setuju dengan Pak Ersis. Tergantung niat masing-masing. Dan ini perkara gaib. Tidak kasat mata. 
Memang sangat baik bila kita memberi dengan tangan kanan, tangan kiri tak usah tau.

  6. riya’ dalam pandangan awam saya, *duh, mesti buka2 kamu juga nih untuk memahami psotingan Bung Yari* bagian dari sifat manusia yang akan terus ada sepanjang sejarah peradaban umat manusia, tergantung bagaimana kemampuan seseorang untuk me-manage-nya. Ramadhan sejatinya bisa menjadi momentum untuk mengendalikan sifat2 riya itu agar tak terjebak menjadi sosok pribadi yang angkuh dan takabur.

  7. I had difficulty dissolving postingan this pak Yari. However according to me that amal had the concept about the quality of the abstract. There were efforts to “mengkonkritkan” the good deed, even by counting the percentage or carrying out a good deed very much received the repayment of the reward of one hundred times. Apparently the good deed was measured mathematically. This the good deed that lead astray that is “mengkuantitaskan” the good deed. True not yes I commented :D:

  8. Yup! never let other know if you’re already ahead in making charity,
    even your left hand… There are so many ways to encourage other and please choose the best way instead of “grey act” such as what was sugested by AA Gym.

  9. @Anggara

    egepe kang…… :mrgreen:


    Wah… terima kasih mas inos atas tambahan pengetahuan etimologisnya…. so pasti sangat bermanfaat…… 😀


    Kalau niatnya memang ingin mengumpulkan uang/sumbangan sepertinya malah baik, namun jika ada niat untuk menjadi lebih populer walau sedikit saja, nah itu yang nggak boleh, itulah yang disebut riya bin. 🙂

    @Ersis Warmansyah Abbas

    Kalau Rasulullah tentu kita percaya bahwa setiap tindakan beliau adalah berdasarkan niat yang ikhlas dan tidak perlu diragukan lagi. Namun tentu masalahnya jadi berbeda jika itu menyangkut kita-kita ini. Masalahnya kita seringkali tidak jujur pada diri kita sendiri apakah kita ini benar-benar ikhlas 100% atau ada unsur ingin ‘dikenal’ atau ingin ‘pamer’ dan sebagainya. Kalau sudah begitu ya tentu ini sudah termasuk dengan riya. Hanya Allah yang maha tahu…… 😀


    Ya… memang… paling baik memang begitu…. jikalau tangan kanan kita memberi janganlah tangan kiri kita dan juga tangan orang yang kita beri itu tahu…. 😀


    Yes… I understand what you mean….. sometimes people want to make good deeds hoping that he will get multiple rewards in return. That’s what you mean by ‘mathematical’. Of course sometimes people want to make good deeds in hope that someday he will gain financially (at least) from his good deeds in the past. But remember, sometimes good deeds don’t have to be measured financially/mathematically, there are times when good deeds have to be done based on pure humanity. If every good deed is measured ‘mathematically’, I believe it will give rise to corrupted morals which is now in progress in our country! 🙂


    So you would not concur with AA Gym’s quote, eh? Hehehehe….. Yes I agree with you, there are numerous ways to encourage people to make a charity without letting them know that you are leading it……. 🙂

  10. Wahhh ampun mas saya enggak ngerti bahasa asing 😀
    Pokoknya Sukses yah mas

  11. hmmm.. kalo “yari” akar katanya apa yakh 😀

    Quoting mas inos “Adapun kata riya’ itu sendiri secara literal bermakna ingin dilihat atau pamer”… mudah2an kalo “Yari” secara literal bermakna GAK suka pamer .. 😀

    *ngarang… kabuuuuuuurrr*

  12. Pak yari, bagus banget nih membahas tentang riya’ apalagi dalam suasana ramadhan ini. Kalau menurut saya, manusia itu punya sifat riya’ tapi kadarnya yang berbeda-beda. Tinggal bagaimana usaha kita untuk tidak memupuk sifat riya’ ini.

  13. Riya no,
    ikhlas and imanan wakhtisaban yes

  14. Ping-balik: Attend a Training « Agoyyoga’s Weblog

  15. @Gelandangan

    Hehehe… ya nggak apa2 kok. Ok, sukses juga buat anda selalu! 🙂


    Yang jelas kalau Gaia pasti suk bergayagaia di depan kamera alias sedikit narsisis, hayo???

    **kabur bareng si Pedro sebelum digigit sis Gaia** :mrgreen:

    @Edi Psw

    Betul Pak Edi, terkadang malah kita tidak menyadari bahwa kita sudah berbuat riya…. yah mudah2an kita dapat mengusahakan agar riya tidak menjadi bagian dari sifat kita…..


    Wah…. ok banget…. setuju abis! 😀

  16. “I remember one day, AA Gym quoted on a TV show that it is all right to show yourself or to show your name in a charity as long as it is intended to encourage others to do the same.” << how about AA Jimmy said??? :mrgreen: *no nyambung niih*


    Yari NK replies:

    Wah… pengggemar AA Jimmy ya?? 😀 Bagusan mana ceramah AA Gym atau AA Jimmy?? :mrgreen:

  17. Setuju Pak Edi Psw (Pesawat? … hehe), manusia ada kecenderungan riya’, hanya bedanya besar atau kecil. Jika menyadari ini, maka semestinya kita berusaha mengendalikan kecenderungan ini dengan sebaik-baiknya, agar tidak menghilangkan pahala dari amal baik yang telah kita lakukan.
    Ada pepatah mengatakan : tangan kanan memberi, tangan kiri tidak perlu tahu. Kalau tangan kiri yang memberi? Itu namanya kidal …… 😀


    Yari NK replies:

    Kalau tangan kiri yang memberi belum tentu kidal…. siapa tahu tangan kanannya lagi patah dan digips hayo?? Huehehe….. :mrgreen:

  18. Innamaa ‘amalu binniyaat… Kadang beramal juga perlu show…biar memancing orang lain (yang suka riya) ikut beramal juga :mrgreen:


    Yari NK replies:

    Asal jangan yang lebih terpancing adalah sifat riyanya dari orang lain tersebut ya! :mrgreen:

  19. Dalam sebuah hadis, Rasulullah bercerita, ”Di hari kiamat nanti ada orang yang mati syahid diperintahkan oleh Allah untuk masuk ke neraka. Lalu orang itu melakukan protes, ‘Wahai Tuhanku, aku ini telah mati syahid dalam perjuangan membela agama-Mu, mengapa aku dimasukkan ke neraka?’ Allah menjawab, ‘Kamu berdusta dalam berjuang. Kamu hanya ingin mendapatkan pujian dari orang lain, agar dirimu dikatakan sebagai pemberani.Dan, apabila pujian itu telah dikatakan oleh mereka, maka itulah sebagai balasan dari perjuanganmu’.” Orang yang berjuang atau beribadah demi sesuatu yang bukan ikhlas karena Allah SWT, dalam agama disebut riya. Sepintas, sifat riya merupakan perkara yang sepele, namun akibatnya sangat fatal. Sifat riya dapat memberangus seluruh amal kebaikan, bagaikan air hujan yang menimpa debu di atas bebatuan. Allah SWT berfirman, ”Dan Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang beterbangan.” (Al-Furqan: 23).


    Yari NK replies:

    Wah… terima kasih ya atas tambahannya yang sangat mencerahkan….. 🙂 Memang riya sebaiknya kita tinggalkan sama sekali…. tetapi ya itu….. sangat sulit sekali membebaskan sama sekali perbuatan baik dari riya…. Namun insha Allah, kita dapat melakukannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:


You are commenting using your account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )


Connecting to %s