Beggary (Mengemis)

Have you ever given some money to a beggar? Well… I bet most of us have including me of course. But perhaps from now on you need to think twice or thrice before you give some money to a beggar. During Ramadan more and more beggars from the suburbs deluge the cities to beg a great deal of a little charity from richer people. But you know, beggary is not always allowed in Islam. There are conditions when you are allowed or not allowed to beg. Here to follow is how Islam views beggary:

Some people adopt beggary as a profession to earn money. (I remember a beggar in Surabaya, who becomes rich from doing beggary over a long period of time, he owns several cars and a big comfy home). Professional beggary is a nuisance which has been strongly condemned in Islam. The beggar loses reliance on Allah. He turns towards his fellow humans instead of turning to Allah for assistance. Every believer should have firm faith in Allah as the Sustainer and should not lower himself before any others but Allah Who is responsible to provide him with sustenance. It is said in the Quran:

وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْراً

And will provide for him from where he does not expect. And whoever relies upon Allah – then He is sufficient for him. Indeed, Allah will accomplish His purpose. Allah has already set for everything a [decreed] extent. (QS 65:3)

The beggar humiliates himself before his fellow men and puts the other persons in a quandary over whether they should pay or not. The man who is begged of, feels annoyance because unnecessary trouble is inflicted on him.

There are some conditions when begging is lawful and when it is not. Here are those of them:

Begging is lawful for a man whose everything has been destroyed by natural disasters, war, famine and so on. It is lawful for the man to beg if he is disabled and incapable of walking, seeing or working. A man who is seriously ill and requires immediate relief may lawfully beg. A poor widow or a rich man WHO FALLS IN DISTRESS and has nothing at his disposal to keep the wok pot boiling, may lawfully beg as well.

Au contraire, it is not permitted to beg with the intention of increasing wealth. A man who beats drum, playing guitar, sings song and dances after wearing the female dress is a sinner. The money which is earned in this way is unlawful. Begging is also unlawful for the the one who is stout and strong. He should earn his living by labouring hard. It is reported on the authority of ‘Abdullah bin Mas’ud (Allah be pleased with him) that the Messenger of Allah (peace be upon him) said: Begging is neither permissible for the solvent nor for one who is stout and strong, except for one who faces pressing poverty or destroying debt. And whoever begs of men to increase his wealth, will have scratches on his face on the Resurrection Day, and hot stone of hell will devour him.

But the deserving beggar must not be turned away by any man without giving anything in charity however insignificant it may be. Like it is said in the Quran:

وَأَمَّا السَّائِلَ فَلَا تَنْهَرْ

And as for the petitioner, do not repel [him]. (QS 93:10).

As the conclusion of this text, it is strongly proposed that you should not pay money to a strong or stout beggar, you only pay to a physically or mentally disabled beggar or a very old frail beggar. Beggary itself is NOT UNLAWFUL. What makes it unlawful is when a man is capable of doing something to earn money, he doesn’t do it in Allah’s way. Instead he prefers to earn money in the way Allah and the prophet dislike. From now on, we should be more selective to whom we are gonna give out our money………

19 responses to “Beggary (Mengemis)

  1. Selain itu….. banyak jg tuh pengemis yang tdk bermoral. di perempatan jln merdeka saya lihat anak2 dikaryakan utk mengemis oleh org tuanya yg pengemis itu. semakin dikasih uang semakin keras kayaknya itu si anak utk dipaksa mengemis lagi. kasihan. rupa2nya gambaran org miskin selalu baik spt di sinetron2 tdk selamanya betul ya mas.

  2. Sometimes I felt awful while I decided, I am not going to give my money to a beggar particulary some one who looks like young, strong or children. I hate this feeling but what can I do to educate people around me? Action is more real instead of words right?

  3. Andai pengemis bisa menjadikan dirinya jauh lebh berharga

  4. stuju..stuju..pak, belakangan malah banyak anak-anak yang sengaja dipekerjakan sebagai pengemis oleh seseorang yg bertindak sebagai koordinator, dan uang hasil mengemis itu sebagian besar justru diambil oleh si koordinator yang setiap hari nge-drop para anak2 tersebut ke perempatan lampu merah ato tempat2 strategis. kesian anak2 dieksploitasi bgitu, apalagi yg masih bayi, kok yo tega sih memanfaatkan manusia2 mungil tanpa dosa, hiek..
    niat kita memberi juga jadi disalahartikan..😦

  5. do you know king of beggar ?
    it’s a good movie, star by Chow Sing Che or Simon Chow
    he he he misconnected ya
    *I hate beggary….!

  6. @AgusBin

    Huehehe…. bener Bin…. itu namanya l’exploitation des enfants par des hommes. Dan memang betul tidak semua orang miskin itu baik kok.

    @Yoga

    Yes, you are right mbak Yoga, frequently beggars put us on the horns of a dilemma whether we have to pay or not. Even we find numerous beggars who fake their disability.😦 So we have to be more cautious…..

    @achoey sang khilaf

    Betul sekali…. andaikan mereka paling sedikit bisa menjadi jauh lebih berharga minimal untuk dirinya sendiri…..

    @pipiew

    Kayaknya memang kita harus sedikit lebih “tega” ketika anak2 tersebut mengemis. Soalnya mereka diperalat oleh orang2 dewasa yang notabene kuat2 dan sehat2….😦

    @mikekono

    I don’t know anything about those names you mentioned…..
    Ok…. I dislike beggary too…..🙂

  7. Anak saya, yang SD nya SD Inpres, dan teman-temannya asli Betawi…..sering kesal, karena walau teman-temannya miskin, dan bisa meneruskan kuliah, tapi mau bekerja keras untuk mendapatkan uang. Tapi banyak pengemis yang berasal dari kota lain, hanya ingin mendapatkan uang dengan menadahkan tangan….dan ini profesi yang menjanjikan karena sehari bisa mendapat Rp.50.000,- s/d Rp.100.000,-

  8. saya jadi sedih ketika mengemis dijadikan sebagi profesi, bung yari, padahal secara fisik ada di antara mereka yang mampu melakukan pekerjaan2 halal. yang lebih repot, mereka justru menjadi “sampah” sosial karena sering mengemis dg cara memaksa utk memenuhi target harian sang bos. trend mengemis seperti ini yang bikin kita sama sekali tidak bisa empati.

  9. Saya hanya memberikan kepada pengemis yang cacat yang secara fisik memang tidak bisa bekerja. Kalau yang lainnya mah saya jug ngak pernah Mas Yari. Lebih memilih jalan yang lain jika ada kelebihan rezeki. terimakasih

  10. Regarding the contribution, usually the beggar uses the step with the pretext searched “sedekah” and pray for so that the buyer receives the reward and enters heaven. I believe that this was one of the forms from the commercialisation of the religion. Frankly, I really hated if seeing the person with stylish clothes Muslim and brought the development proposal of the mosque. Visited houses to get the money contribution. The religion taught to beg? Sorry, if could build the mosque, why must force by begging like the beggar? How contemptible the method that was followed by them to get the fund. This also including the commercialisation of the embarrassing religion.

  11. sometime I saw the beggar with bloody bandage, uncomplete body, so scary. I think they make it by themself / not caused by nature to get our atention. So I’m eager to pay money to my neighbour that known have least, poor, old widow, and etc.

  12. jadi kalau mengamen juga diharamkan? meski dia bukan banci??

    padahal saya lebih menghargai pengamen, apalagi kalau suaranya bagus, ketimbang orang yang hanya mengemis, kadang cacat tubuh suka dibuat-buat.

    dan di India, itu banyak kasus orang tua yang sengaja membuat cacat anaknya (memotong tangan, memotong jari, memotong kaki) agar anaknya bisa mudah mencapat uang (dengan mengemis tentu) ini kasus nyata lho…

  13. Dalam salah satu hadits, Rasulullah SAW menjelaskan sebagian dampak hilangnya keberkahan dari orang yang meminta-minta sebagai berikut:

    “Tidaklah seseorang terus-menerus meminta-minta kepada orang lain, hingga kelak akan datang pada hari Kiamat, dalam keadaan tidak ada secuil daging pun melekat di wajahnya” [Muttafaqun alaih]

  14. hmm..capek d liat pengemis makin hari makin tambah byk, apalagi bulan puasa gini, mereka kerja musiman😦

  15. Beggar can’t be chooser.
    But we can. So like you already mentioned, we can be selective as to whom we’ll give our shadaqah.
    Dan yang penting, kudu ikhlas

  16. @edratna

    Itulah bu…. mangkannya mungkin sudah saatnya kita memandang pengemis sebagai seseorang yang tidak perlu TERLALU dikasihani. Apalagi kalau pengemis tersebut masih muda. Artinya, kita mulai selektif dalam memberikan sedekah syukur2 kalau kita bisa memberikannya pekerjaan. Btw, saya pernah mempekerjakan pengemis buat membabat rumput di halaman rumah saya sebulan sekali, walhasil di bulan ke-5, hape dan radio compo saya raib….. sejak itu…. jadi agak trauma mempekerjakan orang yang tidak terkenal…. dan benar juga kalau tidak selamanya orang miskin itu baik dan polos……

    @Sawali Tuhusetya

    Benar pak Sawali…… negeri kita ini mungkin udah bisa disebut sebagai negeri sejuta pengemis. Mungkin Indonesia ini hebat ya, bisa mencetak jumlah pengemis terbesar di dunia….. huehehe…..:mrgreen:

    @yulism

    Yah begitulah mbak Yuli… semua serba salah…. sebenarnya memberi kepada sesama yang kurang beruntung itu adalah perbuatan mulia, namun bagi beberapa orang hal tersebut disalahartikan sebagai ‘jalan hidup’…. yang akhirnya mengemis dijadikan sebagai mata pencaharian. Jikalau sekali dua kali yang mungkin tidak apa2 barangkali…..

    @laporan

    An Indonesian cliché says: “A drip of ink spoils a pond of milk”. That’s what is happening now in this country. A band of Muslims which misbehaves is spoiling the whole religion. Yes, I don’t like either whenever I see a Muslim clad in a Muslim’s attire begging for charity. They don’t maximise their effort to finance the project instead they turn to people for some donation.

    Yet, it is NOT the religion who falls through, instead it is the people who misinterpret and twist the teaching that they give the religion a bad name….😦

    @adipati kademangan

    Yes, often they fake their disability with realistic make-believe…. yes I agree with you that your money should go to your neighbourhood or to your relatives first before it goes elsewhere….🙂

    @Denny Eko Prasetyo

    Yang jelas pengamen itu juga tidak berbeda dengan pengemis. Karena sang pengemis yang datang kepada orang2 dan bukan orang2 yang datang kepada pengemis tersebut untuk menyanyikan sebuah lagu. Jadi di sini banyak unsur “paksaan” dan tentu saja ini identik dengan unsur “minta2”.

    Tidak selamanya pengamen lebih layak dihormati. Banyak juga para pengemis yang saya tahu gengsi untuk bekerja sebagai OB, ataupun pembantu, mereka lebih senang mengamen. Dan banyak juga terkadang pengamen yang suka mengeluh dan menggerutu jikalau tidak dapat uang. Mereka dosa atau tidak dalam mengamen?? Walahualam…. hanya Allah yang berhak menilai dosa atau tidak. Tapi yang jelas masih banyak yang bisa mereka kerjakan selain meminta2 dan mengamen.

    Mengenai pengemis yang cacad. Tentu hanya yang benar2 cacad saja yang patut diberi. Sementara yang berpura2 tentu tidak patut diberi. Sedangkan kasus di India, kalau anak2 dibuat cacad, ia patut diberi karena ia adalah korban pemaksaan, kekejaman dan bahkan kriminalitas. Si orang tua yang patut dihukum, tetapi si anak yang cacad patut dikasihani dan tak ada salahnya kita memberi…..🙂

    @inos

    Wah… terima kasih nih mas inos…. diberi satu lagi referensi hadits mengenai minta2. Wah… ngeri ya….. kalau kepala atau muka tidak ada daging kayak di film horror aja ya….??:mrgreen:

    @eNPe

    Para pengemis memanfaatkan momen “Bulan Ramadan adalah bulan amal” untuk itu mereka befikir lha…. nanti orang kaya amalnya jadi kurang dong kalau pengemis nggak ada… huehehehe….. Ya padahal bukan begitu kan maksudnya “Bulan Ramadan adalah bulan amal”??😀

    @G.a.i.a

    Ya eyalah harus ikhlas….. kalau nggak ikhlas mah, udah duit kita berkurang… nggak dapet pahala pula…. wah rugi berlipatganda kan??😀

  17. Ping-balik: Blog Ini Meraih 2 Award | Edi Psw's Weblog

  18. Headernya bagus banget, tampak natural

    _______________________________________

    Yari NK replies:

    Terims… tapi yang jauh lebih penting isinya bukan headernya!:mrgreen:

  19. Memang betul Pak. Tapi ngga tau kenapa, saya selalu jatuh iba kalau lihat orang compang-camping minta-minta. Suka ada ketakutan kalau mereka memang benar-benar membutuhkan…

    _____________________________

    Yari NK replies:

    Tidak apa-apa kok. Apalagi kalau ikhlas. Artikel ini kan menceritakan tentang minta2 sebagai profesi yang kurang terhormat itu. Bagi yang ingin memberi tentu tidak ada masalah. Hanya saja ada baiknya kalau mulai detik ini kita musti lebih selektif terhadap orang minta2.🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s