Daily Archives: Senin, 22 September 2008

Belajar Bahasa Arab Yang Angin-Anginan……

Di bulan Ramadhan ini, saya kembali iseng-iseng membeli buku online yang judulnya “Arabic for Everyday Use” karangan Yunus Agaskar. Buku terbitan Jaico Publishing House Mumbai, India ini saya beli karena saya ingin memahami dasar-dasar bahasa Arab, walaupun saya agak kurang berminat untuk mempelajari bahasa Arab hingga tingkat lanjut. Bukannya tidak ingin, tetapi waktu yang sangat sempit, dan juga banyak hal-hal lain yang ingin saya pelajari juga, membuat Bahasa Arab bukan menjadi prioritas utama saat ini. Namun begitu, saya dari dulu memang berminat untuk mengetahui dasar-dasar gramatika Bahasa Arab.

Lalu kenapa tidak memakai produk-produk buku-buku dalam negeri? Bukannya saya tidak mencintai produk dalam negeri, namun toko-toko buku di Bandung dan Jakarta sudah saya ubek-ubek, tetapi buku pelajaran Bahasa Arab yang saya temui di situ kebanyakan hanya membuat saya semakin bingung dan tidak tambah mengerti. Bahkan di pameran buku di masjid Salman ITB yang saya temui hanyalah pelajaran-pelajaran bahasa Arab yang menekankah pada frasa-frasanya saja, tapi tidak tata bahasanya.

Frustasi dengan buku-buku dalam negeri, lalu tiba saatnya saya mengubek2 toko buku online. Pilihan saya jatuh pada “Arabic for Everyday Use” karangan Yunus Agaskar. Buku terbitan India yang pertama kali saya lihat di sini dan dapat dilihat beberapa halamannya secara online ini membuat saya jatuh cinta pada kesederhanaannya dan kesistematisan penulisannya.  Buku ini memang sangat sederhana dan hanya menyampaikan tata bahasa terdasar dari Bahasa Arab. Namun dari kesederhanaan itulah saya mendapatkan hampir secara keseluruhan ilmu yang ada di buku tersebut, dan kini saya mulai memahami seperti apa bahasa Arab itu…….

Walaupun buku ini nampak sederhana, namun buku ini berhasil menggambarkan “kerumitan” tata bahasa Arab. Bagi anda yang hanya mengenal Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris, mungkin pertama kali anda akan merasa asing dengan konsep pembagian kata benda menjadi jantan dan betina. Ya, seperti halnya Bahasa Perancis, Bahasa Jerman atau Bahasa Spanyol, seluruh kata benda dalam bahasa Arab mempunyai jenis kelamin jantan (maskulin) dan betina (feminin). Bahasa Jerman malah mempunyai jenis kelamin bencong netral (sachlich) dalam kata bedanya selain yang jantan (männlich) dan betina (weiblich). Jenis kelamin pada kata benda ini mempengaruhi perubahan dalam kata sifat (adjective) yang mengikuti kata benda tersebut. Perubahan kata sifat tersebut tidak ada dalam Bahasa Indonesia ataupun Bahasa Inggris. Contoh sederhananya dalam Bahasa Arab adalah, misalnya: walad (anak laki-laki = kata benda maskulin), bint (anak perempuan = kata benda feminin) dan saadiq (jujur = kata sifat). Maka kalau disatukan menjadi walad saadiq (anak laki-laki yang jujur) sedangkan jikalau perempuan menjadi bint saadiqaa (anak perempuan yang jujur). Hal ini lebih rumit lagi karena jikalau kata benda jamak, maka kata sifatnya juga berubah lagi. Contohnya adalah awlaad saadiqun (anak-anak laki-laki yang jujur) serta banaat saadiqaat (anak-anak perempuan yang jujur).

Tapi yang paling bikin muntah pusing adalah konjugasi atau perubahan kata kerja dalam Bahasa Arab. Seperti halnya Bahasa Perancis dan Bahasa Spanyol, perubahan kata kerja ini yang sangat bikin frustasi bagi orang asing yang mempelajarinya. Apalagi konjugasi kata-kata kerja yang tidak beraturan. Jikalau perubahan kata kerja dalam Bahasa Inggris biasanya hanya memakan tempat beberapa halaman saja di sebuah kamus maka perubahan kata kerja dalam Bahasa Arab, seperti juga dalam Bahasa Perancis dan Spanyol dapat menjadi satu buku tebal sendiri dan terkadang tak ada jalan lain kecuali dihafal mentah-mentah sampai mual ingin muntah…….. !!

Nah, anda ingin memahami kompleksnya Bahasa Arab? Anda bisa membeli juga buku yang sederhana ini. Walaupun sederhana, buku ini berhasil menggambarkan kompleksnya tata bahasa Arab….. Selamat belajar bahasa Arab bagi yang berminat…… :mrgreen: