Belajar Bahasa Arab Yang Angin-Anginan……

Di bulan Ramadhan ini, saya kembali iseng-iseng membeli buku online yang judulnya “Arabic for Everyday Use” karangan Yunus Agaskar. Buku terbitan Jaico Publishing House Mumbai, India ini saya beli karena saya ingin memahami dasar-dasar bahasa Arab, walaupun saya agak kurang berminat untuk mempelajari bahasa Arab hingga tingkat lanjut. Bukannya tidak ingin, tetapi waktu yang sangat sempit, dan juga banyak hal-hal lain yang ingin saya pelajari juga, membuat Bahasa Arab bukan menjadi prioritas utama saat ini. Namun begitu, saya dari dulu memang berminat untuk mengetahui dasar-dasar gramatika Bahasa Arab.

Lalu kenapa tidak memakai produk-produk buku-buku dalam negeri? Bukannya saya tidak mencintai produk dalam negeri, namun toko-toko buku di Bandung dan Jakarta sudah saya ubek-ubek, tetapi buku pelajaran Bahasa Arab yang saya temui di situ kebanyakan hanya membuat saya semakin bingung dan tidak tambah mengerti. Bahkan di pameran buku di masjid Salman ITB yang saya temui hanyalah pelajaran-pelajaran bahasa Arab yang menekankah pada frasa-frasanya saja, tapi tidak tata bahasanya.

Frustasi dengan buku-buku dalam negeri, lalu tiba saatnya saya mengubek2 toko buku online. Pilihan saya jatuh pada “Arabic for Everyday Use” karangan Yunus Agaskar. Buku terbitan India yang pertama kali saya lihat di sini dan dapat dilihat beberapa halamannya secara online ini membuat saya jatuh cinta pada kesederhanaannya dan kesistematisan penulisannya.  Buku ini memang sangat sederhana dan hanya menyampaikan tata bahasa terdasar dari Bahasa Arab. Namun dari kesederhanaan itulah saya mendapatkan hampir secara keseluruhan ilmu yang ada di buku tersebut, dan kini saya mulai memahami seperti apa bahasa Arab itu…….

Walaupun buku ini nampak sederhana, namun buku ini berhasil menggambarkan “kerumitan” tata bahasa Arab. Bagi anda yang hanya mengenal Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris, mungkin pertama kali anda akan merasa asing dengan konsep pembagian kata benda menjadi jantan dan betina. Ya, seperti halnya Bahasa Perancis, Bahasa Jerman atau Bahasa Spanyol, seluruh kata benda dalam bahasa Arab mempunyai jenis kelamin jantan (maskulin) dan betina (feminin). Bahasa Jerman malah mempunyai jenis kelamin bencong netral (sachlich) dalam kata bedanya selain yang jantan (männlich) dan betina (weiblich). Jenis kelamin pada kata benda ini mempengaruhi perubahan dalam kata sifat (adjective) yang mengikuti kata benda tersebut. Perubahan kata sifat tersebut tidak ada dalam Bahasa Indonesia ataupun Bahasa Inggris. Contoh sederhananya dalam Bahasa Arab adalah, misalnya: walad (anak laki-laki = kata benda maskulin), bint (anak perempuan = kata benda feminin) dan saadiq (jujur = kata sifat). Maka kalau disatukan menjadi walad saadiq (anak laki-laki yang jujur) sedangkan jikalau perempuan menjadi bint saadiqaa (anak perempuan yang jujur). Hal ini lebih rumit lagi karena jikalau kata benda jamak, maka kata sifatnya juga berubah lagi. Contohnya adalah awlaad saadiqun (anak-anak laki-laki yang jujur) serta banaat saadiqaat (anak-anak perempuan yang jujur).

Tapi yang paling bikin muntah pusing adalah konjugasi atau perubahan kata kerja dalam Bahasa Arab. Seperti halnya Bahasa Perancis dan Bahasa Spanyol, perubahan kata kerja ini yang sangat bikin frustasi bagi orang asing yang mempelajarinya. Apalagi konjugasi kata-kata kerja yang tidak beraturan. Jikalau perubahan kata kerja dalam Bahasa Inggris biasanya hanya memakan tempat beberapa halaman saja di sebuah kamus maka perubahan kata kerja dalam Bahasa Arab, seperti juga dalam Bahasa Perancis dan Spanyol dapat menjadi satu buku tebal sendiri dan terkadang tak ada jalan lain kecuali dihafal mentah-mentah sampai mual ingin muntah…….. !!

Nah, anda ingin memahami kompleksnya Bahasa Arab? Anda bisa membeli juga buku yang sederhana ini. Walaupun sederhana, buku ini berhasil menggambarkan kompleksnya tata bahasa Arab….. Selamat belajar bahasa Arab bagi yang berminat…… :mrgreen:

Iklan

27 responses to “Belajar Bahasa Arab Yang Angin-Anginan……

  1. waduh, saya lebih ingin memperdalam bahasa Quran-Nya saja, bung yari, hehehe …. bahasa arab yang sering diajarkan di sekolah, mungkin juga di buku2 online seperti itu kayaknya grammarnya sangat beda dg bahasa Quran, meski sama2 bhs. arab. Lagian, saya jarang berkomunikasi dg orang lain pakai bahasa arab. tapi saya salut juga nih sama bung yari yang masih menyempatkan diri utk belajar bhs arab.

  2. wah saya belajar bhs inggris saja ga karuan, apalagi belajar bhs asing lainnya. emang dengar2 sih katanya bhs inggris gramernya termasuk yg sederhana..

  3. Ada yang bilang bahasa yang paling rumit itu arab lho

  4. wahhhh bahasa Arab
    Yang saya tau itu Ana = saya
    Saburatun = Papantulis
    Kursiun = kursi

  5. belajar bahasa Arab salah satu washilah
    agar dpt memahami Islam secara kaaffah
    thayyib……
    syukran katsir

  6. Wah sepertinya sulit sekali ya Mas Yari, dibuku itu ditulis pakai alpabet abc apa huruf Arab Mas? … thanks

  7. Justru orang India ya yang menulis buku itu. Bacanya dari kiri ato kanan ya… saya tidak paham huruf-hurufnya sama juga dengan bahasa rusia ato india. Semua tulisan non latin kok kliatannya di tulis nyambung semua ya tidak ada titik koma hehehe…

  8. Kaifal Hal? Om Yarri Ta’Ali Ta’ali…..ana mau mudik. Mudik bahasa arabnyo apa ya?

  9. @sawali tuhusetya

    Mungkin saja berbeda. Maklumlah bahasa juga mengalami perubahan. Bahasa Inggris modern dengan Bahasa Inggris 700 tahun yang lalu saja sangat berbeda. Namun, katanya, dengan belajar bahasa Arab sedikit2, insya Allah kita dapat mempelajar bahasa Quran dengan lebih baik…..

    @AgusBin

    Ya udah, belajar bahasa Inggris aja dulu.

    Memang bin, belajar bahasa Arab yang paling menyebalkan adalah menghafal konjugasi kata kerjanya, yang berbeda menurut waktu, subyek dan juga mood. 😦

    @Aria Turns

    Oh ya?? Ooo… baru tahu saya…. 😀

    @Jauhari

    idem ditto….. 😀

    @Gelandangan

    Saya juga belum banyak tahu kok kata2 dalam Bahasa Arab, yang baru saya baca sepintas adalah bentuk tata bahasanya secara sepintas. 😀

    @mikekono

    Mudah2an saja kedepannya belajarnya nggak terlalu angin2an…. 😀

    @yulism

    Bahasa pengantarnya Inggris. Kata-kata bahasa Arabnya ditulis dalam huruf Arab dan transliterasi Latinnya. 🙂

    @laporan

    Betul, bukunya buatan India. Kalau Rusia itu abjadnya namanya Cyrilic dibacanya sama kok dari kiri ke kanan juga seperti huruf Latin. Entah kalo huruf India, ya? 😀

    @pakde

    Mudik bahasa Arabnya “Kidum”. Tinggal dibalik dari kanan ke kiri….. :mrgreen:

  10. Pak saya kok merasa lucu kalau menyebut Isim mu’anats dan isim mudzakar dengan kata benda betina dan jantan/ feminin dan maskulin. Mungkin karena belum familiar aja ya pak? Biasanya dalam pembelajaran bahasa arab, term-term itu digunakan berdasarkan aslinya.
    Waduh, Pak Yari mau muntah gara2 perubahan kata kerja dalam bahasa arab ya pak? Harus sabar memang ya pak. 😀

  11. bahasa arab , bahasa dunia dan akherat
    bener gak sih???

    heheh salam kenal pak??

  12. memperdalam bahasa indonesia aja ah, sepertinya lebih mudah.

  13. Wah masih mending angin anginan, saya ngga sama sekali pak, baru ingin aja… tapi belum terlaksana… hehehe

  14. itulah bahasa arab pak ….

    seninya banyak …. rumitnya maksud saya

    kelebihan bahasa arab dia nggak boros kata …

    karena dgn menggati harokat saja, artinya saja dh beda 🙂

  15. Saya kurang mengerti tentang bahasa arab, Pak. Namun, mungkin buku ini bisa dijadikan sarana agar bisa lebih cepat memahami bahasa arab.

  16. Dulu pernah belajar bahasa Arab, tapi ngga pernah make lagi ilmunya dan akhirnya hilang sendiri. Sekarang malas juga belajarnya, kecuali kalo pengen jadi ustadz.
    Misalnya jadi Aa Game, yaitu Aa yang suka maen game.

  17. Hehehe memang belajar bahasa Arab mesti ekstra sabar dan ikhlas, buat basicnya, saya senang memakai pedoman bahwasanya kosa kata Arab terdiri dari tiga huruf. Selebihnya rumusnya memang harus dihafal, dan saya sudah muntah duluan dari dulu. 😀

  18. @mezzalena

    Betul sekali mbak mezza…. memang seharusnya kata sifat yang mengikuti kata benda harus sesuai dengan jenis kelamin kata bendanya serta tunggal atau jamaknya. Dalam Bahasa Arab, kata benda jamak juga dibagi antara dual (bendanya hanya dua buah) serta plural (bendanya lebih dari dua buah). Wah… pokoknya “seru” banget deh…. huehehehe…..

    @yakhanu

    Wah…. kayaknya sih nggak begitu deh. Hehehe…. Saya belajar bahasa Arab karena pertama: siapa tahu dengan mempelajari Bahasa Arab yang mendasar, saya bisa memahami isi Al-Quran dengan baik. Kedua, karena saya memang senang belajar sesuatu yang baru. Tapi kalau bahasa Arab, bahasa dunia akhirat? Ah… kayaknya nggak deh… :mrgreen:

    @kishandono

    Apalagi sejak lahir kita sudah memakai bahasa Indonesia…. 😀

    @raffaell

    Tapi udah ada niat aja, udah lumayan bagus tuh artinya…. 😀

    @afwan auliyar

    Tapi Bahasa Arab modern ya cukup boros kata juga soalnya ternyata banyak juga yang harus diimpor dari Bahasa Inggris…. 😀

    @Edi Psw

    Buku tersebut tentu saja hanya bagi yang berminat…. 🙂

    @Iwan Awaludin

    Kalau niat belajar, ya nggak perlu jadi ustadz dulu kan?? Seperti belajar komputer kalau niat, nggak perlu jadi programmer atau minimal operator komputer dulu kan? 😀

    @agoyyoga

    Iya… patokan ketiga huruf dalam kata kerja bahasa Arab sebenarnya mirip seperti patokan kata kerja bahasa Perancis yang berakhiran, -er, -ir dan -re. Atau dalam Bahasa Spanyol yang berakhiran -ar, -er dan -ir.

    Tapi…. jangankan bahasa Arab….. Bahasa Spanyol (dan Perancis) yang pakai huruf Latin aja juga udah bikin muntah menghafal konjugasi kata kerjanya. Wong… yang regular saja udah eneg menghafalnya apalagi yang irregular… huehehe… :mrgreen:

  19. mas yari termasuk
    pria tak bs puas sm satu aja ya
    (maksudhnya bukan three in one, hehehee)
    sudah piawai english dn bahasa lain
    kini mau ‘menjajah’ Arab language….
    heubat tenan,
    patut diteladani generasi muda bangsa

    _______________________________

    Yari NK replies:

    Bukan begitu hehehe….. hanya saja yah…. tidak ada salahnya kan membuka cakrawala seluas-luasnya. Dan belajar bahasa Arab, walau cuma basic-nya aja, menurut saya membantu membuka cakrawala juga… **ta’ela** :mrgreen:

  20. mas YariNK….ketika masih di sekolah dasar….hampir setiap malam saya ikut belajar di madrasah……metode pengajarannya sangat tradisional….ketika itu tidak ada strata-kelas….satu ruangan berisi 50an santri……pokoknya santri yang baru dan lama dijadikan satu….tidak peduli sejauh mana mereka memahami isi pengajian….termasuk pelajaran bahasa arab…..bahasa pengantar dan tulisannya dalam bahasa arab……bayangkan bagi saya yang masih baru ketika itu……bengong saja……sampai sekarang pun saya pelajari dari isi alquran saja……tetapi itupun masih jauh dari trampil….. yang saya tahu di beberapa pesantren (modern?),pengajaran bahasa arab sudah demikian sistematis dan intensifnya….bahkan dipraktekan sebagai bahasa keseharian di ponpres dalam bahasa arab plus inggris……

    __________________________

    Yari NK replies:

    Yaa… begitulah prof…. dulu sekali…. kira2 10 tahun yang lalu, saya sempat juga les bahasa Arab, namun bukan privat tetapi untuk umum yang diselenggarakan masjid salman ITB. Walhasil, bukannya tambah bisa, tapi malah bingung. Kalau sekarang, saya berusaha untuk latihan lewat saluran televisi Saudi 1 dari TV kabel terutama untuk membaca huruf-huruf yang gundul. Sekarang sudah lumayan agak bisa walaupun masih jauh dari bagus. Sementara untuk listening-nya, wah masih bingung sama sekali, mungkin nanti kalau membacanya sudah lancar sekali. 🙂

  21. Wah, lebih baik jangan belajar bahasa Arab pas bulan puasa berarti, soalnya ntar muntah batal dong puasanya? :mrgreen:

    _____________________

    Yari NK replies:

    Huahaha…. kalau begitu sebelum belajar bahasa Arab, sebaiknya minum Antimo dulu, obat anti mabok. 😆

  22. wa.. saya wong ndeso tanggung yang tidak makan pojokan pesantren cuman pernah dengar satu kitab kondang yg memuat sharaf/konjugasi (perubahan kata kerja) Arab itu namanya Kitab Alfiyah karya Ibnu Malik..
    kalo ingin dapat info lengkap, memang mungkin kita perlu info dari orang2 pesantren apa ya? 🙂

    _______________________

    Yari NK replies:

    Sebenarnya tidak perlu bantuan orang2 pesantren. Asal tahu bahasa Arab terutama tata bahasanya saja sudah cukup kok. Orang2 pesantren sendiri menurut hemat saya, belum tentu semuanya dapat berbahasa Arab dengan baik. Sama saja saya melihat banyak sarjana sastra Inggris yang bahasa Inggrisnya nggak bagus2 amat, juga yang lulusan sastra Perancis atau Jepang yang bahasa Perancis dan Jepangnya juga nggak bagus2 amat. 🙂

  23. Saya belum berminat mendalami. Kata-kata ‘surface’ aja masih bingung 🙂

    ______________________

    Yari NK replies:

    Ya…. semuanya berasal dari niat. Jikalau tidak niat tetapi tetap dipaksa dilakukan biasanya hasilnya tidak bagus… 🙂

  24. Masalahnya, sejauh ini bisa berbahasa Arab gak “membanggakan”… Kalo bisa bahasa Inggris, Perancis, Jerman.. rasanya gimanaaaaa gitu 😛
    Coba kalo dianggap hebat bisa berbahasa Arab, pastinya gunung akan kudaki, lautan kuseberangi, muntahpun aku lakoni untuk mempelajarinya .. ya gak 😀

    Kaifa haluka, ya akhi Yari 😀
    Ana atakalamu Al’arabia qalilan 😀
    *hasil kelas sis eman…wakakak*

    ______________________________________

    Yari NK replies:

    Yaa… gimana mau membanggakan jikalau Arab direpresentasikan seperti sis fathum binti adidas van Arabië ?? Wakakakakak……. astaghrifullah aladzim, ya ampun, baru lepas Ramadhan udah ngatain orang lagi.

    Btw, sebenarnya Arab berpotensi jadi bahasa yang besar. Bahasa Arab digunakan oleh banyak negara dan banyak orang, hanya saja sayang, penutur2 bahasa Arab harus lebih berkualitas lagi agar bahasa tersebut lebih diakui dunia….. 😀

  25. Ping-balik: Kata Kerja Berpartikel « Spektrum Pemikiranku

  26. bersemangatlah dalam mempelajari bahasa arab, karena sesungguhnya yang demikian itu adalah bagian dari agamamu..
    ( Umar ibnu al-Khotob )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s