Daily Archives: Minggu, 28 September 2008

Saling Memaafkan……..

Lebaran telah di ambang pintu. Ramadhan tahun ini tinggal beberapa hari lagi. Kita bertanya pada diri kita sendiri…. sudah sempurnakah puasa kita? Mencapai ibadah puasa yang sempurna merupakan hal yang sangat sulit bagi manusia biasa seperti saya yang banyak salahnya ini. Ibadah puasa yang “terberat” tentu saja bukan menahan lapar dan dahaga, namun adalah menjaga hati agar tetap bersih di bulan Ramadhan ini. Untuk tetap menjaga hati ini sebersih mungkin terutama dalam menjaga silaturahim terhadap sesama manusia maka memohon maaf dan memaafkan adalah salah satu jalan yang paling baik. Mengapa demikian?

Memaafkan adalah sebuah perbuatan mulia yang sangat identik dengan keramahan. Hal tersebut merupakan bagian daripada perbuatan kebajikan terhadap orang lain. Allah sangat memuliakan mereka yang menahan amarah dan mengampuni/memaafkan orang lain. Di dalam Al-Quran disebutkan:

الَّذِينَ يُنفِقُونَ فِي السَّرَّاء وَالضَّرَّاء وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.  (QS 3:134)

Memaafkan adalah melepaskan hak yang dipunyai seseorang untuk membalas perbuatan orang yang bersalah. Ia tidak mengambil hak membalas tersebut melainkan ia mencampakannya dan memaafkan orang yang bersalah tanpa dendam sedikitpun. Hal tersebut sangat menunjukkan kebesaran hati orang tersebut. Nabi Muhammad SAW menghadapi tiga belas tahun perlakuan yang tanpa ampun namun beliau tidak melakukan pembalasan terhadap lawan-lawannya. Beliau bersikap sangat pemurah terhadap mereka yang pernah menjadi musuh-musuhnya. Walaupun Nabi Muhammad SAW mempunyai kekuatan penuh atas lawan-lawannya yang telah takluk beliau memilih untuk mengampuni lawan-lawannya dari lubuk hati yang terdalam. Tidak itu saja beliau juga menekankan pengikut-pengikutnya untuk selalu memaafkan bekas musuh-musuhnya. Diriwayatkan oleh Abu Hurairah bahwa rasulullah pernah berkata bahwa Nabi Musa AS pernah bertanya: “Oh Tuhanku, siapakah di antara hamba-hambaMu yang paling mulia?” Allah menjawab: “Mereka yang memaafkan manakala mereka memiliki kekuasaan.”

Diriwayatkan pula oleh Abu Hurairah bahwa rasulullah juga pernah berkata: “Sedekah tidak akan mengurangi kekayaan seseorang dan juga bagi hamba yang mengampuni, Allah akan menambah derajadnya, dan mereka yang menunjukkan kerendahan hati, Allah akan meninggikannya di tengah hamba-hambaNya”.

Namun begitu, Islam bukan berarti mengajarkan ummatnya untuk menjadi lemah dan tidak waspada. Di dalam Islam tentu kita berhak juga untuk tidak memaafkan orang yang berbuat salah kepada kita dan menjatuhkan hukuman yang setimpal bagi orang tersebut. Hal ini tentu untuk menghukum orang-orang yang bersalah terutama sekali bagi mereka yang bersifat hipokrit dan sangat keras kepala. Orang-orang  seperti ini biasanya berpura-pura minta maaf untuk kemudian jikalau ada kesempatan mereka akan berbuat kesalahan yang sama lagi dan menusuk kita dari belakang. Bagi orang-orang yang melakukan kesalahan seperti ini, Islam menganjurkan untuk menanganinya dengan ‘tangan besi’. Dalam Al-Quran disebutkan:

وَجَزَاء سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِّثْلُهَا فَمَنْ عَفَا وَأَصْلَحَ فَأَجْرُهُ عَلَى اللَّهِ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الظَّالِمِينَ

Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka barang siapa mema’afkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah.Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim.  (QS 42:40)

Nah, karena perbuatan hipokrit seperti itu adalah sifat yang tidak kita harapkan semua, (dan juga sifat-sifat buruk lainnya tentu saja) maka di bulan yang suci ini dan di hari yang fitri nanti, sebaiknya mari kita bermaaf-maafan berdasarkan permintaan maaf yang ikhlas, mari kita saling memaafkan dari hati kita yang paling dalam. Sebagai kata penutup di postingan terakhir bulan Ramadhan tahun ini, saya mengucapkan mohon maaf lahir batin, maafkan kesalahan-kesalahan dan juga kata-kata saya jikalau sekiranya menyinggung perasaan para pembaca dan juga rekan blogger semua. 🙂