Daily Archives: Selasa, 7 Oktober 2008

Kata Kerja Berpartikel

Di beberapa postingan pada bulan Ramadhan yang lalu saya menerbitkan artikel tentang keinginan saya untuk belajar Bahasa Arab yang angin-anginan. Di sana saya menceritakan tentang ‘rumit’nya Bahasa Arab, apalagi menyangkut konjugasi kata kerjanya. Kali ini, saya akan mengetengahkan kembali sebuah artikel tentang bahasa, tetapi bukan menyangkut Bahasa Arab tetapi menyangkut Bahasa Inggris saja. Walaupun konjugasi kata kerja dalam Bahasa Inggris ini sangat sederhana dibandingkan dengan konjugasi kata kerja dalam Bahasa Arab, Perancis, Jerman, Spanyol dan sebagainya. Namun ada satu ‘macam’ kata kerja yang seperti ‘duri dalam daging’ bagi para penutur asli bukan Bahasa Inggris. Kata kerja tersebut disebut ‘Phrasal Verb’ atau kurang lebih artinya adalah ‘kata kerja berpartikel’. Phrasal Verbs ini (dan juga idiomatic phrases) adalah termasuk subyek yang tersulit dalam penguasaan Bahasa Inggris dan hal ini lebih diperparah lagi karena banyak lembaga-lembaga pendidikan Bahasa Inggris di tanah air ini yang mengabaikan pengajaran Phrasal Verbs ini.

Phrasal Verbs ini adalah sebuah kata kerja yang terdiri dari dua kata (atau lebih, namun sangat jarang) yang terdiri dari kata kerja itu sendiri ditambah dengan sebuah kata lain yang dinamakan ‘partikel’. Partikel ini kebanyakan adalah sebuah preposisi (kata sambung) yang tidak berdiri sendiri. Untuk mengartikan kata kerja berpartikel ini tidak dengan cara mengartikannya kata demi kata, tetapi dengan cara melihat kedua kata tersebut sebagai kesatuan yang utuh. Cara terbaik untuk memahami kata kerja berpartikel ini adalah dengan menghafalkan artinya sebagai sebuah kesatuan. Phrasal verbs ini adalah peninggalan atau pengaruh dari Bahasa Jerman yang hingga kini masih bertahan dalam Bahasa Inggris modern. Seperti kita ketahui di abad ke-10 dan 11, Bahasa Inggris ‘diinvasi’ habis-habisan oleh Bahasa Perancis yang menjadi cikal-bakal Bahasa Inggris modern. Pengaruh Bahasa Inggris kuno asli dan juga pengaruh Bahasa Jerman digerus habis oleh pengaruh Bahasa Perancis. Salah satu pengaruh bahasa Jerman yang bertahan sampai kini adalah phrasal verbs ini karena Bahasa Perancis tidak mengenal bentuk Phrasal verbs ini.

Walaupun phrasal verbs ini kebanyakan digunakan untuk suasana informal, namun tidak bisa dipungkiri bahwa phrasal verbs adalah bagian yang tak terpisahkan dari Bahasa Inggris modern. Contoh: kita mengetahui bahwa kata kerja ‘to push‘ berarti adalah mendorong. Tapi jikalau kata kerjanya berubah menjadi ‘to push around‘ bukan berarti artinya ‘mendorong berputar-putar‘ melainkan artinya berubah menjadi ‘mengganggu‘ atau bisa juga ‘menteror‘. ‘To push around‘ ini artinya sama dengan ‘to bully‘ atau ‘to terrorise‘ yang ditelinga kita lebih populer. Contoh lain adalah ‘to pass‘ yang berarti ‘melewati‘. Jikalau kata kerja tersebut berubah menjadi ‘to pass away‘ bukan berarti artinya adalah ‘melewati sambil menjauh (away = menjauh)’ namun artinya menjadi ‘meninggal dunia‘ atau ‘habis masa waktunya‘. Di sini kita melihat bahwasannya sebuah phrasal verb artinya dapat menjadi sangat berbeda dengan arti kata kerja aslinya. Satu-satunya cara terbaik mengartikan sebuah phrasal verb adalah dengan menghafal artinya sebagai sebuah kesatuan.

Sebuah kata kerja dapat mempunyai banyak ‘turunan’ phrasal verb-nya. Dan setiap turunan phrasal verb-nya mempunyai arti yang berbeda-beda. Kata kerja ‘to pull‘ yang artinya adalah ‘menarik‘ mempunyai turunan phrasal verb yang cukup banyak dan masing-masing mempunyai arti tersendiri, seperti:

to pull down = (mendapatkan gaji dari sebuah pekerjaan)
to pull for = (mendukung)
to pull off = (sukses dalam mencapai atau mengerjakan sesuatu)
to pull out = berhenti terlibat atau keluar dalam dalam suatu kegiatan
to pull through = (dapat bertahan)
to pull over = (menghentikan atau memperlambat)
to pull up = (mengatakan seseorang bahwa apa yang telah dikerjakannya salah)

Nah, sekarang sebagai iseng-iseng dan latihan belaka, dapatkan anda memasukkan partikel  dari kata kerja ‘to pull‘ yang tepat pada titik-titik dalam kalimat-kalimat berikut ini. Latihan ini tidak perlu dijawab dalam kolom komen, namun kalau mau dijawab di kolom komen juga tidak apa-apa.

  1. We are all pulling ….. the success of the new product line.
  2. The Japanese agent has pulled ….. of the cooperative advertising programme.
  3. My job as a security manager does not pull ….. a good salary.
  4. The R&D department was going a hundred miles an hour until the auditors pulled them ….. .
  5. Bandung pulled ….. a big funding increase at the budget meeting.
  6. The revamping project is so tough that it may not pull ….. .
  7. Management pulled them ….. short after they failed the design review.

Catatan:

Satu phrasal verb bisa mempunyai banyak arti. Seperti contoh ‘to pull up’ di atas selain mempunyai arti seperti yang telah disebutkan di atas dapat pula berarti ‘menghentikan kendaraan’ dan masih ada beberapa arti lainnya. Untuk arti lengkapnya dapat dilihat dalam kamus yang berkualitas baik atau dapat dilihat dalam kamus khusus idiom dan kata kerja idiomatik yang banyak terdapat di toko-toko buku. 🙂