Kata Kerja Berpartikel

Di beberapa postingan pada bulan Ramadhan yang lalu saya menerbitkan artikel tentang keinginan saya untuk belajar Bahasa Arab yang angin-anginan. Di sana saya menceritakan tentang ‘rumit’nya Bahasa Arab, apalagi menyangkut konjugasi kata kerjanya. Kali ini, saya akan mengetengahkan kembali sebuah artikel tentang bahasa, tetapi bukan menyangkut Bahasa Arab tetapi menyangkut Bahasa Inggris saja. Walaupun konjugasi kata kerja dalam Bahasa Inggris ini sangat sederhana dibandingkan dengan konjugasi kata kerja dalam Bahasa Arab, Perancis, Jerman, Spanyol dan sebagainya. Namun ada satu ‘macam’ kata kerja yang seperti ‘duri dalam daging’ bagi para penutur asli bukan Bahasa Inggris. Kata kerja tersebut disebut ‘Phrasal Verb’ atau kurang lebih artinya adalah ‘kata kerja berpartikel’. Phrasal Verbs ini (dan juga idiomatic phrases) adalah termasuk subyek yang tersulit dalam penguasaan Bahasa Inggris dan hal ini lebih diperparah lagi karena banyak lembaga-lembaga pendidikan Bahasa Inggris di tanah air ini yang mengabaikan pengajaran Phrasal Verbs ini.

Phrasal Verbs ini adalah sebuah kata kerja yang terdiri dari dua kata (atau lebih, namun sangat jarang) yang terdiri dari kata kerja itu sendiri ditambah dengan sebuah kata lain yang dinamakan ‘partikel’. Partikel ini kebanyakan adalah sebuah preposisi (kata sambung) yang tidak berdiri sendiri. Untuk mengartikan kata kerja berpartikel ini tidak dengan cara mengartikannya kata demi kata, tetapi dengan cara melihat kedua kata tersebut sebagai kesatuan yang utuh. Cara terbaik untuk memahami kata kerja berpartikel ini adalah dengan menghafalkan artinya sebagai sebuah kesatuan. Phrasal verbs ini adalah peninggalan atau pengaruh dari Bahasa Jerman yang hingga kini masih bertahan dalam Bahasa Inggris modern. Seperti kita ketahui di abad ke-10 dan 11, Bahasa Inggris ‘diinvasi’ habis-habisan oleh Bahasa Perancis yang menjadi cikal-bakal Bahasa Inggris modern. Pengaruh Bahasa Inggris kuno asli dan juga pengaruh Bahasa Jerman digerus habis oleh pengaruh Bahasa Perancis. Salah satu pengaruh bahasa Jerman yang bertahan sampai kini adalah phrasal verbs ini karena Bahasa Perancis tidak mengenal bentuk Phrasal verbs ini.

Walaupun phrasal verbs ini kebanyakan digunakan untuk suasana informal, namun tidak bisa dipungkiri bahwa phrasal verbs adalah bagian yang tak terpisahkan dari Bahasa Inggris modern. Contoh: kita mengetahui bahwa kata kerja ‘to push‘ berarti adalah mendorong. Tapi jikalau kata kerjanya berubah menjadi ‘to push around‘ bukan berarti artinya ‘mendorong berputar-putar‘ melainkan artinya berubah menjadi ‘mengganggu‘ atau bisa juga ‘menteror‘. ‘To push around‘ ini artinya sama dengan ‘to bully‘ atau ‘to terrorise‘ yang ditelinga kita lebih populer. Contoh lain adalah ‘to pass‘ yang berarti ‘melewati‘. Jikalau kata kerja tersebut berubah menjadi ‘to pass away‘ bukan berarti artinya adalah ‘melewati sambil menjauh (away = menjauh)’ namun artinya menjadi ‘meninggal dunia‘ atau ‘habis masa waktunya‘. Di sini kita melihat bahwasannya sebuah phrasal verb artinya dapat menjadi sangat berbeda dengan arti kata kerja aslinya. Satu-satunya cara terbaik mengartikan sebuah phrasal verb adalah dengan menghafal artinya sebagai sebuah kesatuan.

Sebuah kata kerja dapat mempunyai banyak ‘turunan’ phrasal verb-nya. Dan setiap turunan phrasal verb-nya mempunyai arti yang berbeda-beda. Kata kerja ‘to pull‘ yang artinya adalah ‘menarik‘ mempunyai turunan phrasal verb yang cukup banyak dan masing-masing mempunyai arti tersendiri, seperti:

to pull down = (mendapatkan gaji dari sebuah pekerjaan)
to pull for = (mendukung)
to pull off = (sukses dalam mencapai atau mengerjakan sesuatu)
to pull out = berhenti terlibat atau keluar dalam dalam suatu kegiatan
to pull through = (dapat bertahan)
to pull over = (menghentikan atau memperlambat)
to pull up = (mengatakan seseorang bahwa apa yang telah dikerjakannya salah)

Nah, sekarang sebagai iseng-iseng dan latihan belaka, dapatkan anda memasukkan partikelΒ  dari kata kerja ‘to pull‘ yang tepat pada titik-titik dalam kalimat-kalimat berikut ini. Latihan ini tidak perlu dijawab dalam kolom komen, namun kalau mau dijawab di kolom komen juga tidak apa-apa.

  1. We are all pulling ….. the success of the new product line.
  2. The Japanese agent has pulled ….. of the cooperative advertising programme.
  3. My job as a security manager does not pull ….. a good salary.
  4. The R&D department was going a hundred miles an hour until the auditors pulled them ….. .
  5. Bandung pulled ….. a big funding increase at the budget meeting.
  6. The revamping project is so tough that it may not pull ….. .
  7. Management pulled them ….. short after they failed the design review.

Catatan:

Satu phrasal verb bisa mempunyai banyak arti. Seperti contoh ‘to pull up’ di atas selain mempunyai arti seperti yang telah disebutkan di atas dapat pula berarti ‘menghentikan kendaraan’ dan masih ada beberapa arti lainnya. Untuk arti lengkapnya dapat dilihat dalam kamus yang berkualitas baik atau dapat dilihat dalam kamus khusus idiom dan kata kerja idiomatik yang banyak terdapat di toko-toko buku. πŸ™‚

Iklan

28 responses to “Kata Kerja Berpartikel

  1. yg menciptakan bahasa itu gimana se, kanapa satu kata bisa punya banyak arti. bikin bingung orang belajar saja. πŸ˜€

  2. Thema baru ya….hebat nih kang Yari…..
    Ada beberapa orang yang sangat suka mempelajari dan berbakat di bidang bahasa (kayaknya termasuk kang Yari nih), dan mudah sekali memperbandingkan berbagai bahasa. Anak sulungku termasuk seperti ini, kalau ketemu teman dari negara lain (kebetulan sekarang room mate nya orang Srilanka), selain mendiskusikan bahasa, dia juga diskusi budayanya.

    Kalau saya sih kayaknya lebih banyak bahasa tarzan…hehehe….kalau udah diskusi dan partnernya ga mudeng, saya mencoba menggunakan berbagai alat, seperti skema di papan tulis dsb nya.

  3. waah.. saya bangsa kaya begini ga tau deh. belajar kata kerjanya yg biasa aja udah bikin mumet. hehe..

  4. Kayak bahasa Sunda : untuk kata makan saja ada beberapa kata : Tuang, Neda, Dahar, Nyatu, Tetegek.
    Eh, Met Iidul Fitri Pak, mohon maaf lahir bathin.

  5. belajar bahasa butuh ketekunan
    keuletan dan kerja keras
    tulisan mas Yari sngat berguna
    sekaligus menjadi penggugah
    semangat agar tak prnah berhenti
    belajar segala bahasa…..

  6. bahasa arab itu rumit sekaligus indah ya pak πŸ™‚

    ada info yg baru saya tau. dalam bahasa arab, untuk cinta/love ada 14 kata yg mendeskripsikannya πŸ™‚

  7. wah utk ngisi titik2 sih, i don’t understand — i stand under you laa..

    konon dlm bhs cina klasik banyak kata sama tp bisa beda2 jauh artinya tgt sikon.
    contohnya, kata “ma” dg pengucapan yg berbeda2 maka artinya pun berbeda, eh ud gitu saling tak berkaitan lagi!

  8. jujur,ini membutuhkan keuletan tersendiri

  9. phrasal verb agaknya sama dengan frasa idiomatik dalam bahasa indonesia, (mohon dikreksi kalau salah), ya, bung yari, arti frasa ini tidak bisa dilepaskan satu persatu karena membentuk sebuah kesatuan bahasa secara lengkap. dalam bahasa indonesia kita mengenal frasa idiomatik. seperti: kambing hitam, muka tembok, berdarah dingin, dll. pemakaiannya pun mesti berada dalam sebuah konteks tuturan (lisan) atau kalimat (tulisan). ternyata, ada hal-hal tertentu dalam berbagai bahasa yang memiliki kesamaan. sebuah postingan yang informatif dan bermanfaat bung yari.

  10. Nyoba jawab ah:

    1. off
    2. out
    3. down
    4. over
    5. for
    6. through
    7. up

    Bener gak, mas Yari? πŸ˜€

  11. wah pak yari hebat banget ahli bahasa juga….
    dalam bahasa Indonesia kayaknya juga ada yah seperti ini…
    btw mau jawab tapi sudah keduluan catshade hihihi πŸ˜€

  12. Bahasa di dunia lama-lama jadi campur aduk karena saling menginduksi satu sama lain. Pak Yari memang jago soal bahasa asing

  13. Nah mas sering-sering posting yang seperti ini. Bermanfaat sangat untuk orang seperti saya πŸ™‚ Thanks…

    *Pertanyaannya sudah saya jawab tapi dalam hati*

  14. @riza

    Ya… begitulah bahasa….. Masing2 punya intriknya sendiri…. πŸ˜€

    @edratna

    Kalau saya memang suka ngomong masalah (hampir) masalah apa saja…. dari film, musik, sains, politik, bahasa, matematika dan lain-lain. Yah, saya senang sekali jikalau saya mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan informasi baru…… πŸ˜€

    @AgusBin

    Ya…. sebaiknya belajar yang basic-basic dulu…… tapi kapan mulai belajarnya tuh? :mrgreen:

    @ubadbmarko

    Kalau itu berdasarkan kasar halusnya, lebih mirip kepada sinonim….. πŸ™‚

    @mikekono

    Intinya…… mari kita menghargai segala macam ilmu atau informasi…. tidak hanya bahasa…. tetapi ilmu apapun…. πŸ™‚

    @arifrahmanlubis

    Ya… itu mungkin lebih merupakan sinonim atau near synonym. Kalau bahasa Arab yang rumit itu konjugasi verbanya……. πŸ™‚

    @Jiwa Musik

    Iya betul…. Bahasa Mandarin itu juga melihat intonasi kata, ke atas, ke bawah, ke bawah terus ke atas, atau datar. Dan setiap intonasinya berbeda, artinya juga berbeda. Itu memang yang salah satu membuat bahasa Mandarin agak rumit, walaupun secara gramatikal Bahasa Mandarin itu sebenarnya agak sederhana.

    @langitjiwa

    Minimal ulet menghafal… hehehe……

    @sawali tuhusetya

    Kalau phrasal verb…. dalam Bahasa Inggris…. khas terdiri dari sebuah kata kerja dan sebuah partikel. Sedangkan kalau idiomatic phrases bentuknya bisa bermacam-macam. Contoh dari idiomatic phrases adalah adam’s ale yang artinya ‘air’ atau to buy a pig in a poke yang artinya ‘membeli kucing dalam karung’, sedangkan contoh phrasal verb adalah root for, pull down, come away, do up, zoom off, shoot off dan masih banyak contoh-contoh lainnya. Kalau idiomatic phrases banyak dijumpai dalam Bahasa Indonesia sedangkan kalau phrasal verb tidak dijumpai dalam Bahasa Indonesia…… πŸ™‚

    @Catshade

    Betul: 5, Salah: 2. Tapi sip udah bagus…. πŸ™‚

    @aRuL

    Dalam Bahasa Indonesia, macam phrasal verb tidak dijumpai, tapi jikalau idiomatic phrases banyak dijumpai dalam Bahasa Indonesia.
    Kalau jawabannya sama dengan catshade berarti betul 5, salah 2 juga dong. Salahnya juga sama? hehehe…. :mrgreen:

    @laporan

    Ah… nggak juga….. kata siapa saya jago bahasa asing? Saya cuma berusaha mencari sesuatu yang baru…. tetapi masalah jago?? wah…. kayaknya masih jauh deh! Huehehe….. :mrgreen:

    @Yoga

    Ya….. nggak perlu dijawab di kolom komentar kok…. πŸ™‚

  15. duduk manis dan menyimak …

    ____________________________

    Yari NK replies:

    Duduk yang manis ya anak2….. πŸ˜€

  16. fiuhh membingungkan

    _________________________

    Yari NK replies:

    abis ngga pegangan seh…… :mrgreen:

  17. Wah, membahas bahasa…
    Pas juga sih, ini bulan Oktober, konon katanya bulan bahasa… πŸ™‚

    __________________________

    Yari NK replies:

    Yah…. kebetulan aja…. :mrgreen:

  18. bingung!!!!

    ____________________

    Yari NK replies:

    Pegangan! :mrgreen:

  19. kalo “to pull up by ketiak” artinya apa mas? apa mas?
    Mana??/ katanya mau ngasih nomor ketiak. gimana seh mas Yari ini???

    Jawaban nomor 3 adalah. dapat contekan nih: DOWN
    Makanya bapak betah menjabat kerjaan ini ya toh…*wink wink wink* Ngacir

    _____________________________

    Yari NK replies:

    Yo wis lah….. sing waras ngalah! :mrgreen:

  20. kalo sambil menyelam minum air apa idiom nya d b inngris

  21. @ellya

    You’re welcome! πŸ™‚

    @caca

    I’m not sure about the corresponding English idiom for “Sambil menyelam minum air”. But the common translation for “Sambil menyelam minum air” is “Do two things at one go”. πŸ™‚

  22. thanks tulisan bermanfaat ? 😦

  23. mas yari emang pintar

  24. ❀ (^^^)

  25. duh…. aku minta yang pke bahasa Indonesia, alah kok jadi pke bhs. Inggris sih.
    jadi tambah gk ngerti

  26. kira bahas cra translator indonesia mentranslet prasal verb menarik ga mas?

  27. klo bahas cara indonesian trnslator nerjemahin prhasal verb, mnarik ga tu mas yari?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s