Daily Archives: Senin, 13 Oktober 2008

Manusianse

Pernahkah anda membayangkan jika kedua buah spesies seperti gambar di atas dikawinkan disilangkan? Ya, spesies hibrid dari dua buah spesies di atas yaitu manusia dan simpanse memang sudah lama dicoba untuk ‘diciptakan’ oleh para ilmuwan. Spesies hibrid (campuran) yang coba ‘diciptakan’ oleh para ilmuwan tersebut dinamakan ‘manusianse’. Manusianse adalah terjemahan bebas yang saya buat sendiri dari Bahasa Inggris humanzee karena memang belum ada terjemahan resminya dalam Bahasa Indonesia. Humanzee ini berasal dari kata human + chimpanzee atau manusia + simpanse. Menurut penamaan portmanteau untuk spesies hibrid (campuran) biasanya spesies jantan disebutkan dulu baru spesies yang betina. Jadi manusianse (humanzee) ini adalah keturunan dari manusia laki-laki dengan simpanse betina. Sedangkan simpanusia (chuman) yaitu berasal dari kata simpanse + manusia (chimpanzee + human) merupakan spesies keturunan daripada simpanse jantan dan manusia wanita.

Proyek perkawinan persilangan antara manusia dan simpanse sebenarnya sudah lama dilakukan yaitu sejak tahun 1920an. Ilmuwan asal (bekas) Uni Soviet bernama Ilya Ivanovich Ivanov melakukan eksperimennya di tahun 1920an. Ia berangkat ke kota Conakry di negara Guinea (yang waktu itu merupakan koloni Perancis) di Afrika. Ivanovich menginseminasi sperma manusia ke dalam beberapa simpanse betina. Namun semuanya tidak membawakan hasil. Sebenarnya Ivanovich juga berniat untuk menginseminasi sperma simpanse ke dalam tubuh manusia wanita, namun niat itu ditentang keras oleh pemerintah kolonial Perancis di Guinea  sehingga proyek tersebut dibatalkan. Adalah lebih terlihat “manusiawi” untuk menyuntikkan (menginseminasi) sperma manusia ke dalam simpanse betina dibandingkan menyuntikkan sperma simpanse ke dalam tubuh manusia wanita. Hingga akhir karir saintifiknya pada saat ia dibuang oleh pemerintahan Soviet karena mengkritik kebijaksanaan pemerintah Soviet di tahun 1930, Ivanovich tidak pernah berhasil untuk ‘membuat’ spesies hibrid yang dinamakan manusianse (humanzee) ini.

Namun penelitian tidak berhenti untuk menghasilkan manusianse ini. Para ilmuwan ingin mendapatkan spesies yang “unggul” dengan menyilangkan manusia dan simpanse. Sifat superior daripada simpanse ini tentu saja adalah kekuatan fisiknya. Seekor simpanse jantan dewasa mempunyai kekuatan fisik 5 hingga 8 kali kekuatan pria manusia dewasa. Sehingga diharapkan dari manusianse akan didapatkan kekuatan seekor simpanse dengan kemampuan otak seorang manusia! (Lha… bagaimana nanti kalau yang lahir ternyata seekor/seorang manusianse yang selemah manusia dan sebego simpanse ya?? Hehehe…..) Untuk itu para ilmuwan tidak mudah menyerah. Tahun 1977, seorang ilmuwan Amerika Serikat, J. Michael Bedford, menemukan fakta bahwa sperma manusia ternyata bisa menembus membran luar yang melindungi sel telur seekor babun. Babun adalah seekor kera yang secara genetik hubungannya paling jauh dengan manusia dibandingkan simpanse, gorila ataupun orangutan. Namun begitu, kehamilan dari buah persilangan yang diharapkan tetap tidak kunjung tiba.

Persilangan antarspesies di dalam dunia binatang sudah banyak terjadi. Meskipun biasanya perkawinan antarspesies ini menghasilkan keturunan yang mandul atau steril. Pada genus kuda-kudaan (Equus) sudah banyak terjadi persilangan. Contohnya adalah : Zedonk (zebra -keledai/donkey ) , zorse (zebra -kuda /horse ), dan lain sebagainya. Pada genus kucing besar (Panthera) sudah terjadi persilangan antara macan dan singa yaitu: liger (lion -tiger ) dan juga tigon (tiger -lion ). Namun persilangan antara manusia dan simpanse yang satu suku ini (Hominini) sampai hari ini belum sama sekali membuahkan hasil meskipun ada yang mencoba mengklaim keberhasilan ini seperti di China di tahun 1960an dan juga di Amerika Serikat sebelum Perang Dunia II, namun tidak pernah ada bukti nyata mengenai keberhasilan ini.

Keingintahuanan para ilmuwan terkadang sangat besar akan sesuatu yang menjadi tantangannya. Terkadang keingintahuan tersebut dapat berubah menjadi manfaat yang luar biasa, namun jikalau tidak hati-hati dapat berubah jadi malapetaka. Jikalau alam sendiri sudah membuat ‘pembatas’ yang sangat sulit ditembus sehingga sperma dan sel telur antarspesies tidak mudah berfusi ditambah kenyataan bahwa banyak spesies hibrid yang ternyata mandul, akankah kita terus berusaha untuk menembus ‘pembatas’ itu??