Manusianse

Pernahkah anda membayangkan jika kedua buah spesies seperti gambar di atas dikawinkan disilangkan? Ya, spesies hibrid dari dua buah spesies di atas yaitu manusia dan simpanse memang sudah lama dicoba untuk ‘diciptakan’ oleh para ilmuwan. Spesies hibrid (campuran) yang coba ‘diciptakan’ oleh para ilmuwan tersebut dinamakan ‘manusianse’. Manusianse adalah terjemahan bebas yang saya buat sendiri dari Bahasa Inggris humanzee karena memang belum ada terjemahan resminya dalam Bahasa Indonesia. Humanzee ini berasal dari kata human + chimpanzee atau manusia + simpanse. Menurut penamaan portmanteau untuk spesies hibrid (campuran) biasanya spesies jantan disebutkan dulu baru spesies yang betina. Jadi manusianse (humanzee) ini adalah keturunan dari manusia laki-laki dengan simpanse betina. Sedangkan simpanusia (chuman) yaitu berasal dari kata simpanse + manusia (chimpanzee + human) merupakan spesies keturunan daripada simpanse jantan dan manusia wanita.

Proyek perkawinan persilangan antara manusia dan simpanse sebenarnya sudah lama dilakukan yaitu sejak tahun 1920an. Ilmuwan asal (bekas) Uni Soviet bernama Ilya Ivanovich Ivanov melakukan eksperimennya di tahun 1920an. Ia berangkat ke kota Conakry di negara Guinea (yang waktu itu merupakan koloni Perancis) di Afrika. Ivanovich menginseminasi sperma manusia ke dalam beberapa simpanse betina. Namun semuanya tidak membawakan hasil. Sebenarnya Ivanovich juga berniat untuk menginseminasi sperma simpanse ke dalam tubuh manusia wanita, namun niat itu ditentang keras oleh pemerintah kolonial Perancis di Guinea  sehingga proyek tersebut dibatalkan. Adalah lebih terlihat “manusiawi” untuk menyuntikkan (menginseminasi) sperma manusia ke dalam simpanse betina dibandingkan menyuntikkan sperma simpanse ke dalam tubuh manusia wanita. Hingga akhir karir saintifiknya pada saat ia dibuang oleh pemerintahan Soviet karena mengkritik kebijaksanaan pemerintah Soviet di tahun 1930, Ivanovich tidak pernah berhasil untuk ‘membuat’ spesies hibrid yang dinamakan manusianse (humanzee) ini.

Namun penelitian tidak berhenti untuk menghasilkan manusianse ini. Para ilmuwan ingin mendapatkan spesies yang “unggul” dengan menyilangkan manusia dan simpanse. Sifat superior daripada simpanse ini tentu saja adalah kekuatan fisiknya. Seekor simpanse jantan dewasa mempunyai kekuatan fisik 5 hingga 8 kali kekuatan pria manusia dewasa. Sehingga diharapkan dari manusianse akan didapatkan kekuatan seekor simpanse dengan kemampuan otak seorang manusia! (Lha… bagaimana nanti kalau yang lahir ternyata seekor/seorang manusianse yang selemah manusia dan sebego simpanse ya?? Hehehe…..) Untuk itu para ilmuwan tidak mudah menyerah. Tahun 1977, seorang ilmuwan Amerika Serikat, J. Michael Bedford, menemukan fakta bahwa sperma manusia ternyata bisa menembus membran luar yang melindungi sel telur seekor babun. Babun adalah seekor kera yang secara genetik hubungannya paling jauh dengan manusia dibandingkan simpanse, gorila ataupun orangutan. Namun begitu, kehamilan dari buah persilangan yang diharapkan tetap tidak kunjung tiba.

Persilangan antarspesies di dalam dunia binatang sudah banyak terjadi. Meskipun biasanya perkawinan antarspesies ini menghasilkan keturunan yang mandul atau steril. Pada genus kuda-kudaan (Equus) sudah banyak terjadi persilangan. Contohnya adalah : Zedonk (zebra -keledai/donkey ) , zorse (zebra -kuda /horse ), dan lain sebagainya. Pada genus kucing besar (Panthera) sudah terjadi persilangan antara macan dan singa yaitu: liger (lion -tiger ) dan juga tigon (tiger -lion ). Namun persilangan antara manusia dan simpanse yang satu suku ini (Hominini) sampai hari ini belum sama sekali membuahkan hasil meskipun ada yang mencoba mengklaim keberhasilan ini seperti di China di tahun 1960an dan juga di Amerika Serikat sebelum Perang Dunia II, namun tidak pernah ada bukti nyata mengenai keberhasilan ini.

Keingintahuanan para ilmuwan terkadang sangat besar akan sesuatu yang menjadi tantangannya. Terkadang keingintahuan tersebut dapat berubah menjadi manfaat yang luar biasa, namun jikalau tidak hati-hati dapat berubah jadi malapetaka. Jikalau alam sendiri sudah membuat ‘pembatas’ yang sangat sulit ditembus sehingga sperma dan sel telur antarspesies tidak mudah berfusi ditambah kenyataan bahwa banyak spesies hibrid yang ternyata mandul, akankah kita terus berusaha untuk menembus ‘pembatas’ itu??

40 responses to “Manusianse

  1. Aih, penelitian sih penelitian… Tantangan sih tantangan… Tapi kalau dengan semangat yang bertujuan membentuk spesies baru antara manusia dan bukan manusia, rasanya kok sudah keluar dari hukum alam.

    Sepertinya, manusia kok lebih jahat dari binatang ya…
    Ah, barangkali aku salah.

  2. Nah ini nih yang dinamain science yang kebablasan..

  3. Belum berhasilkan pak? Alhamdulillah. Bukankah Allah sudah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya (95:4), kenapa masih menginginkan spesies yang unggul dari manusia dan hewan? Tidak manusiawi sekali.😦

  4. 😀 Yarianse! Seperti apa ya perpaduan kopel satpam dan simpanse?:mrgreen:

    Sungguh, bermimpi sih bermimpi tapi kalau sudah mulai menyimpang dari hukum alam sebaiknya lupakan.

  5. kalo saya lihat foto di atas simpanse menang bulu tapi kalah kumis sedangkan mas yari kalah bulu tapi menang kumis. mungkin keturunan baru yg ingin dihasilkan manusia yg menang kumis dan menang bulu atau simpanse yg mulus alias ga berkumis dan ga berbulu. haha.. wah komen kaco nih..

  6. kadang2 ilmuwan ki kebablasen kok. mungkin terlalu banyak dana tapi kurang kerjaan. jadi aneh2, sok jadi Tuhan.
    setuju dengan [yoga] tapi dengan sedikit perubahan. gimana kalo kopel satpam kita kawin silangkan dengan muka ilmuwan itu ? 😀

  7. hahh,,, kawin silang dengan monyett

  8. yang jelas tiap penelitian musti tunduk pada standar etika penelitian kan, mas yari?
    jadi kalau ada ilmuwan nyleneh yang punya curiosity tak terbendung, itu wajar.
    yang gak wajar adalah badan etika yang meluluskannya.

    saya gak kebayang kalau penelitian berhasil, gimana nasib progeny seandainya, worst case scenario, hasilnya cacat dan sangat abnormal perilakunya.
    apa musti diterminasi? dan kalau dibiarkan hidup, bagaimana kita memperlakukannya; sebagai hewan atau manusia?
    tapi saya tetap kagum sama bahasan mas yari ini, thought provoking!

  9. Aku harap pak Yari jangan ” Luluasan ” , sebab kontestan selebrity di SCTV juga belum pada kawin, he..he..

  10. Saya ngeri membayangkannya. Keingintahuan manusia tak terbendung, tapi seperti kata Marsmallow, sangat berbahaya jika hasilnya cacat, bodoh, tapi sangat berbahaya…jadi ingat novel Frankenstein….yang juga hasil uji coba manusia

  11. Saya baru nyadar…kenapa Mas Yari kalau di foto (foto di atas, di sidebar, dan di avatar) selalu dalam posisi miring ya? Apa memang aslinya begitu?😕

  12. Bukankah sperma manusia memang tak mungkin mampu membuahi sel telur mahluk lain selain manusia? :d

  13. Jadi udah ada yang berhasil belum? Anyway, sebenernya sains begitukan wataknya. Maksud saya sejak kapan sains sengaja melakukan sesuatu untuk kebaikan umat manusia, zaman, apalagi nilai-nilai yang ada dalam kitab suci. Sains hanya ingin melakukan sesuatu, karena mereka bisa. Kalau secara ilmiah simpanse dan manusia bisa dikawinkan, why not? Duh, lagi-lagi tema yang tak-terpikirkan oleh saya. Btw, sebenarnya bisa gak sih? Kalo di film-film horor sih banyak yang kayak beginian, tapi apa bisa di dunia nyata? Was was saya membacanya.😀

  14. Dalam perspektif Islam
    ilmu itu tidaklah bebas nilai (free value)
    dipersilahkan melakukan research apa saja
    asal memberi value add serta demi kemaslahan umat…..

  15. Wakakak…… wakakakak…… wakakakak…..

    (maaf gak konsen baca) wakakakak…..

  16. Semoga tidak menjadi FRANKENSTEIN-FRANKENSTEIN baru. Bio-teknologi khususnya teknologi genetika memang membawa ke pemikiran teologis sampai seberapakah kita berhak melakukan rekayasa atas ciptaan-ciptaan Tuhan. Apalagi bila berkait dgn harkat martabat manusia sbg makhluk khalifah yg paling mulia. Adakah rekayasa ini benar akan membawa kemashlahatan ataukah kedurhakaan yg sia-sia?🙂

  17. Yang banyak terjadi adalah persilangan artis Indonesia dengan makhluk yang bernama bule. Ini hybride untuk mempermak fisik agar keturunannya nanti juga bisa dikomersialkan menjadi artis.

  18. Seperti kata Kang Nur, jadi ingat film Frankenstein. Ngeri banget Mas Yari seandainya hasilnya malah menjadi malapetaka. thanks

  19. jika manusia dikawinkan dengan simpanse, mas kawinnya apa ya?? penghulunya siapa??terus honeymoonnya kemana ya? lalu lalu lalu… waduh kok jadi riweuh ya!!!!???:mrgreen:
    waduh diriku belum maaf2an ama om Yari..
    Mohon maaf lahir dan batin ya om…
    *salaman**

  20. kalau gak salah manusial itu punya 46 kromosom, atau apalah namanya, yang jumlahnya berbeda dengan makhluk-makhluk lain di dunia.

    Nah, beda satu kromosom aja, maka perbedaan yang ditimbulkan tuh bakal banyak banget.

    Kalau gak salah simpanse itu punya 45 kromosom, jadi mungkin kalau mau persilangannya sukses harus ditambah satu lagi.

  21. @Daniel Mahendra

    Mungkin dalam kasus ini bukan manusia lebih jahat dari binatang, tapi mungkin juga sisa2 naluri binatang pada manusia yaitu keingintahuan yang tinggi tanpa kehati-hatian….hehehe….

    @Aria Turns

    bablas ngenthuthé anginé huehehe…..

    @mezzalena

    Nah… itu dia yang saya bingung juga mbak… kok ingin mencari spesies yang lebih unggul dari manusia lewat campuran spesies yang ‘lebih inferior’ dari manusia….❓

    @Yoga

    Wah…. keren dong yaa….. Yarianse, bapaknya Yari ibunya Simpanse. Wakakakak…. Kalo Simpanyoga gimana ya?? Bapaknya simpanse ibunya praktisi yoga. Nah…. kalau Simpan-Pinjam gimana tuh?? Bapaknya Simpanse ibunya tukang minjam duit…. wakakakak…..😆

    @AgusBin

    Kalo simpansenya berkumis….. gantengan mana sama sampeyan bin?😛

    @goenoeng

    Emang kopel satpam bisa berkembangbiak ya??:mrgreen:

    @zoel chaniago

    Kenapa?? penasaran??:mrgreen:

    @marshmallow

    Nah… itu dia.. kasihan offspring yang dihasilkan. Kemungkinan memang bisa cacad atau kelakuannya abnormal. Bukan sifat2 baiknya yang muncul, eh, malah sifat2 buruknya yang keluar semua. Apalagi kalau nanti offspring-nya malah jadi chimæra, kasihan banget!😦

    @ubadbmarko

    Kok… SCTV sih?? Bukan stasiun TV yang lain nyebutnya??:mrgreen:

    @edratna

    Benar bu…. meskipun Frankenstein hanya merupakan kisah fiksi, tetapi kisah itu selalu mengingatkan kita pada keingintahuan manusia (ilmuwan) yang besar tanpa kehati-hatian akan dampak yang timbul kemudian….😦

    @Catshade

    Wakakakak…. oh itu miring karena lagi ambeien fotonya pakai webcam yang sama. Dan webcam-nya dijepit ke LCD monitornya dan kebetulan mejanya agak rendah. Kalau dalam posisi lurus, mukanya akan terpotong sampai dahi. Bisa aja sih, webcam-nya dicabut terus diangkat pakai tangan sedikit, tetapi kan nggak lucu posenya…..moso sambil pegang kamera sendiri hehehe…..

    Lagian kalau untuk foto di blog, kalau buat saya cukup foto seadanya. Jepret di webcam langsung upload, nggak usah foto2 yang narsisis banget…. ntar banyak yang kagum lagi… wakakakak…..😆

    @mathematicse

    Udah pernah nyoba ya??:mrgreen:

    Kan… maksud para ilmuwan…. kalau dengan teknik yang maju siapa tahu bisa berhasil…. walaupun ternyata tetap gagal juga….😀

    @gentole

    Ya… betul… terkadang keingintahuan ilmuwan dapat membawa manfaat yang besar bagi umat manusia. Namun sebaliknya jika tidak difikirkan dampak yang ditimbulkan bisa membawa bencana bagi manusia. Rekayasa genetika pada pertanian misalnya, sempat secara tidak sengaja menghasilkan rumput liar atau gulma yang super.🙂

    @mikekono

    Kalau manusia sama simpanse pasti kemungkinan besarnya tidak akan memberikan nilai tambah ya…. huehehe……

    @laporan

    Itu sih… bukan pernikahan antarspesies… itu sih pernikahan antarras…. mungkin artis2 tersebut tidak percaya diri karena berhidung pesek… dengan perkawinan pernikahan silang antarras diharapkan dapat “memperbaiki” gen2 keturunan daripada si artis yang tidak percaya diri tersebut…. hehehe…

    Btw… kok aku susah sih mau kasih komen di blog sampeyan yang baru di Blogger?? Pertama kali bisa… tetapi sekarang aneh kenapa nggak mau ya?? Saya nggak bisa lihat kolom komennya. Aneh bin ajaib. Kok aneh2 aja sih pindah ke Blogger, udah enak2 ada di WP…..😀

    @Kang Nur

    Kalo berusaha menyilangkan manusia dengan simpanse sepertinya sih akan lebih banyak kemungkinan untuk timbulnya ‘malapetaka’, tapi yah begitulah manusia…… peringatan teologis tidak digubrisnya…. halangan alamiah yang sulit ditembus berusaha ditaklukannya….. namun mereka sebenarnya kurang mengerti apa yang berada di balik halangan tersebut. Mungkin memang sifatnya manusia yang baru bisa belajar lewat pengalaman….. walaupun itu sebuah pengalaman buruk…..

    @yulism

    Betul mbak yulism…. mudah2an ‘frankenstein’ cuma ada di karya fiksi. Tidak perlu ada di dunia nyata……

    @hanggadamai

    Wah…. bukannya hangga dulu pernah jadi penghulu di bonbin?? Wakakakak….😆

    Ya udah deh…. mohon maaf lahir batin juga buat Hangga… mumpung masih dalam suasana lebaran, jadinya ledekan di atas dimaafkan lagi ya….:mrgreen:

    @atmo4th

    Manusia punya 46 kromosom sedangkan simpanse kalo nggak salah punya 48 kromosom. Tetapi perbedaan kromosom tidak selalu merupakan halangan bagi perkawinan antarspesies. Contoh2 binatang hibrid di atas semuanya mempunyai jumlah kromosom yang berbeda, bahkan ada juga yang jumlahnya terpaut cukup jauh…….🙂

  22. ……artikel menarik mas yariNK……saya tidak akan merespon obyek telaahannya….karena saya kurang menguasai ilmu biologi……namun yang ingin ditekankan bahwa suatu penelitian ilmiah biasanya karena ada suatu respon terhadap ”krisis”……disini krisis dimaksudkan sebagai prasyarat pokok untuk terbentuknya teori baru lewat suatu eksperimen panjang…… dan bagaimana ilmuwan meresponnya……..dan biasanya karena adanya anomali……dari suatu kenyataan teori dalam aplikasinya yang menyimpang atau berlawanan……para ilmuwan tidak memperlakukan anomali sebagai suatu yang bertentangan……sementara kalau ada penolakan terhadap paradigma penelitian persilangan sperma manusia dan indung telur simpanse menjadi manusianse,misalnya…..hal itu diawali dari sikap rasa ingin tahu bahkan skeptis di kalangan para ilmuwan dan diujudkan dalam bentuk yang netral (bebas nilai?)……mengapa?……. karena tak ada suatu riset tanpa ada hal-hal yang kontradiktif (misal; manusia disimpansewikan dan simpanse dimanusiawikan)…..yang penting ada paradigmanya atau tidak…..padahal setiap riset seharusnya berbasis paradigma (mencari kebenaran ilmiah; sekarang ditambah plus aspek moralitas)…..dan ilmuwan sering tak pernah cepat puas akan hasilnya…..sementara kalau ilmuwan menolak paradigma tanpa pengganti yang lain maka….sama saja menolak ilmu itu sendiri………

  23. iya om ndak tak masukin ati…😛
    *salaman ama om Yari*

  24. ketika manusia modern kehabisan model, model lama dikeluarkan

    sejarah tidak berulang

    yang berulang adalah perilaku manusianya

  25. Masak Pak Yari mau disilangkan dengan simpanse? Nanti keturunannya gimana nih. Benar tenaganya semakin kuat, tapi kulitnya ntar tambah hitam Pak.

    *** kaboooor ***

  26. nanti kalo berhasil lalu bikin “malumba”, manusia lumba-lumba. karena itulah saya meyakini bahwa otak manusia hanyalah perangkat. bisa dipakai nurani atau naluri. sugeng riyadi😎

  27. Yang telah terjadi adalah pencangkokan organ tubuh, seperti jantung, hati, sel darah putih, dsb. Kalau antar spesies manusia dengan hewan, saya rasa sangat-sangat mungkin terjadi. Permasalahannya adalah soal legalitas. Soal Aborsi saja George Bush, jungkir balik argumen di kongres. Kalau Indonesia sih apa mampu melakukan rekayasa genetika. hehe…

    OTT: Berkaitan dengan masalah sumberdaya, dapat email dari adsense, pikir-pikir jadi deh ke blogpsot. Tadi siang memang lagi error, blospot memang sering anjlog (galat), tapi sekarang sudah Oke dan silahkan berkunjung, dipersembahkan khusus untuk pak Yari he..he..

  28. semoga gak berhasil persilangannya. guawaaat…

    tapi kalo pemìlik foto di atas kayaknya bisa tuh

  29. Pak Yari, kalau kawin silang sesama monyet udah pernah belum? Misal simpanse sama kera? Atau kawin silang sesama hewan, misalnya simpanse dengan kuda…:mrgreen: [maaf kalau udah ada yg nanya, sy ga baca komen2 sblmnya soalnya]

  30. Aduh…ngeri. Udah melampaui batas itu namanya. Ngga usah cari-cari yang lain deh. Manusia kan sudah diciptakan dalam bentuk yang paling sempurna.

  31. @sjafri mangkuprawira

    Mungkin juga prof paradigma yang mendasari penelitian ini adalah banyaknya hibrid-hibrid dalam dunia binatang (animal kingdom) seperti contoh2 dalam artikel di atas. Nah, para ilmuwan (ahli biologi) kini mengatahui bahwa secara genetis simpanse lebih dekat dengan manusia dibandingkan dengan kera-kera atau monyet-monyet lain!! Jadi simpanse secara genetis lebih mirip manusia dibandingkan dengan gorilla atau orangutan walaupun secara fenotip (yang seringkali dibuat ukuran buat orang awam) simpanse lebih mirip orangutan dibandingkan manusia. Mungkin penelitian ini juga berangkat dari paradigma tersebut……

    @hanggadamai

    maksudnya nggak dimasukin di ati itu….. dimaafkan atau memang sudah pernah jadi kenyataan??:mrgreen: **kabooor**

    @ILYAS ASIA

    Pertanyaannya apakah manusia harus belajar dari pengalaman atau justru dari pengalaman (walaupun pahit) manusia mendapatkan pelajaran yang berharga??

    @Edi Psw

    Wakakakak…… kasihan simpansenya ya??😀

    @siti jenang

    tapi menurut penelitian modern, nurani juga tempatnya di otak loh bukan di hati (liver) atau jantung (heart).. hehehe…..

    @laporan

    Kalau pencakokan sih bukan persilangan genetik. Tetapi kalau pencakokan organ antara manusia dan binatang biasanya terjadi penolakan oleh sistem imunitas tubuh yang luar biasa karena dianggap benda asing. Hasilnya biasanya tidak terlalu menggembirakan.

    Okay nanti saya akan berkunjung dan berkomen di blog sampeyan deh. Tunggu ya.😀

    @Zulmasri

    Huahahahaha….. siwalan….. pemilik foto di atas mirip simpanse ya?? Biarin deh…. daripada dibilang mirip manusia…..:mrgreen:

    @mathematicse

    Eiits…. jangan salah kang Jupri…. surprise! surprise!….secara genetis (menurut para ilmuwan) simpanse lebih dekat dengan manusia dibandingkan dengan monyet2 lain, jadi menurut ilmuwan kemungkinan besar keberhasilan justru persilangan antara simpanse dan manusia daripada antara simpanse dan orangutan atau gorilla. Walaupun secara fenotif mungkin simpanse lebih mirip orangutan dibandingkan dengan manusia. So, jangan tertipu dengan sifat fenotifnya…..🙂

    @Ratna

    Iya kok ingin mencari sifat yang lebih unggul dari manusia dengan menyilangkannya dengan spesies yang ‘tidak lebih unggul’ sih….. hehehe… ada2 aja…. ah nggak tahu deh….😀

  32. mungkin itulah sebabnya
    manusia disebut hewan yang berpikir (alhayawanun-nathiq)
    manusia tak berpikir = simpanse

  33. keknya manusia & simoanse bukan berasal dari genus yang sama ….

    krn memang begitulah sehharusnya….

    yang saya lihat, pembagian2 spt itu adalah sebuah pertentangan…,apakah manusia sama dengan mahluk lain !!??!?!?

    kenapa pembagiannya nggak : hewan, tumbuhan, manusia saling dipisah kan !??!

  34. Hwaah.. kerenan mana tuh gambar yang kiri dengan yg kanan..*wakakak..liat kiri kanan takut ada pedro*

    Jadi inget cerita ttg bgmn kalo Elizabeth Taylor kawin dengan Einstein. Iya kalo cantiknya kayak Elizabeth Taylor pinter kayak Einstein .. kalo sebaliknya gimana😀

  35. @hanggadamai

    Kenapa uuh?? Bangga ya…??:mrgreen:

    @mikekono

    Betul… bahkan menurut penelitian ilmiah, simpanse aja masih berfikir kok. Jadi manusia yang tidak berfikir itu lebih ‘rendah’ dari simpanse ya?:mrgreen:

    @afwan auliyar

    Sebab menurut ahli biologi, manusia adalah bagian daripada ‘dunia binatang’ (animal kingdom), dan tidak ada alasan kuat untuk memisahkan manusia dari animal kingdom.🙂

    @G.a.i.a

    Pertanyaannya….. emang Elizabeth Taylor bodoh banget ya?? Minimal pasti dia kan bisa aritmatika sederhana plus menghafal skenario film. Lantas apa Albert Einstein itu jelek banget ya?? Hmmm…. minimal kan mudanya dulu gantengan dikit dan minimal ada wajah2 bulénya lah…. setidak2nya wajah bulé kan laku di Indonesia…. **halaaah**:mrgreen:

  36. aduh aduh fotonya jangan dideketin gitu donk ommz.. ntar dikira anak sama bapak.. huehueuheuhe pissssssssssssssssss!

    __________________________

    Yari NK replies:

    Wakakakakak…… bapaknya yang kiri, anaknya yang kanan ya??:mrgreen:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s