Daily Archives: Minggu, 19 Oktober 2008

Kemiskinan dan Kebodohan

Sebenarnya artikel ini dibuat untuk “Blog Action Day 2008” tanggal 15 lalu. Namun karena waktu itu belum kepikiran apa topiknya maka baru dibuat sekarang. Yah, biarin deh, better late than never kata orang malas.

Topik yang saya sodorkan untuk “Blog Action Day 2008” yang sudah terlambat ini adalah mengenai kemiskinan dan kebodohan, dua keadaan yang sangat akrab satu sama lain. Sebenarnya pertanyaan klasik selalu menggema dari dua orang sahabat kemiskinan dan kebodohan ini. Pertanyaannya adalah: Miskin karena bodoh? Atau bodoh karena miskin? Mirip pertanyaan: Telur atau Ayam dulu?? Yang jelas jawabannya adalah kode genetiknya dulu. Begitu juga dengan kemiskinan dan kebodohan…. Mana dulu yang perlu diberantas?? Kemiskinannya dulu atau kebodohannya dulu??

Karena ini topiknya mengenai “Poverty” maka dengan sedikit paksaan lebih enaknya adalah arah pemberantasannya dari kebodohan menuju pemberantasan kemiskinan. Tentu arah begini juga tidak selamanya keliru karena dengan pemberantasan kebodohan kita dapat memberantas juga kemiskinan. Kebodohan adalah lawan daripada kecerdasan. Kecerdasan di sini tentu dalam arti yang luas. Kecerdasan di sini bukan hanya direpresentasikan dengan koleksi ijazah dari S1, S2 dan S3 dan es-es lainnya ataupun kecerdasan juga bukan hanya direpresentasikan dengan banyaknya buku yang dibaca ataupun rajinnya ia mengakses Internet sehingga ia menjadi kutu buku dan kutu LCD sehingga banyak informasi yang masuk ke kepalanya tetapi juga skill-skill lainnya dari pengalaman, skill dalam membentuk interpersonal skill dan juga membangun jaringan sosial yang dapat menguntungkan secara ekonomis ataupun skill-skill lainnya yang tidak ia dapatkan dari sekolah, buku ataupun internet. Di sini kecerdasan adalah mencerminkan semua kemampuan seorang individu dalam mengembangkan dirinya.

Ya…. saya tidak akan membahas banyak mengenai hal ini. Karena saya bukan seseorang yang ahli dalam mengembangkan kemampuan orang lain, jangankan kemampuan orang lain terkadang juga saya gagal untuk mengembangkan diri saya sendiri. Yang jelas saya percaya bahwa jikalau kebodohan bisa diminimalisasi maka Insya Allah kemiskinanpun bisa diminimalisasi. Menulis dan menuangkan ide memberantas kemiskinan lewat blog saja mungkin juga tidak banyak membantu dalam meminimalisasi kebodohan apalagi kemiskinan. Untuk itu kita perlu sedikit aksi dalam memberantas kebodohan. Aksi tersebut tidak perlu idealis dan kolosal dan juga tidak perlu diumumkan di dalam blog. Menyumbang buku-buku bekas yang masih layak pakai ke sekolah-sekolah yang masih kekurangan adalah langkah awal yang baik untuk memberantas kebodohan. Syukur-syukur anda yang kebanyakan PC di rumah, tidak ada salahnya menyumbang ke sekolah-sekolah yang membutuhkan (boleh juga ke keluarga pra-sejahtera, tetapi kemungkinan besar pasti di jual untuk menghasilkan uang, karena keluarga pra-sejahtera tidak terlalu membutuhkan PC…). Atau mungkin anda berminat menjadi orang tua asuh?? Wah…. sepertinya lebih baik lagi. Karena lebih baik kita memberikan pancingnya daripada ikannya kata orang bijak.

Anda mungkin dapat menemukan 1001 cara sederhana lainnya untuk memberantas kebodohan. Memberi sumbangan uangpun merupakan hal yang tidak buruk selama tidak salah sasaran dan juga tidak membuat orang menjadi malas. Yang jelas mari kita berbuat sesuatu, sekecil apapun, untuk mengusir kebodohan dari lingkungan kita.  Insya Allah sesuatu yang kecil dan tidak berarti jika kita lakukan serentak akan berarti besar bagi lingkungan kita.

Sebagai penutup, saya akan mencoba mengadakan survey dan sekaligus mencoba fasilitas Polldaddy yang baru diadakan oleh WP: