Daily Archives: Rabu, 22 Oktober 2008

Nong Tum si ‘Kathoey’ yang perkasa…..

Jikalau anda sempat menonton acara televisi National Geographic Channel Sabtu malam beberapa minggu yang lalu dalam acara Taboo, di salah satu episodenya mengetengahkan cerita-cerita mengenai orang-orang yang menjalani proses ‘pindah jenis kelamin’ atau ‘operasi kelamin’ yang di masyarakat bahkan beberapa di antaranya di negara majupun masih merupakan hal yang tabu. Dari beberapa orang yang dikisahkan, yang paling menarik perhatian saya adalah cerita tentang Nong Tum si ‘kathoey’ juara Thai Boxing yang gambarnya ada di sebelah kiri ini.

Kathoey adalah istilah di Thailand untuk menggambarkan seorang pria yang menjalani transformasi jender dari pria ke wanita. Boleh dikatakan 100% dari kathoey ini adalah gay (homoseksual) yang merasa dirinya wanita yang terperangkap dalam tubuh pria **halaah**. Kathoey juga dapat disebut sebagai ladyboy istilah bahasa Inggris yang ‘diciptakan’ oleh orang-orang Thailand.

Nong Tum, lahir di tahun 1981 dengan nama asli Parinya Charoenphol
sebagai seorang laki-laki tulen, minimal secara genetis. Sejak kecil ia sudah merasa seperti wanita. Walau begitu sejak kecil, setelah sempat merasakan menjadi pendeta Buddha, ia sudah berlatih Thai boxing untuk menghidupi keluarganya yang miskin. Nong Tum sadar bahwa jiwanya yang ‘kathoey’ ini dapat membuat malu keluarganya. Maklumlah pandangan masyarakat Thailand terhadap kathoey ini masih mendua. Sebagai salah satu negara dengan jumlah transgender terbanyak di dunia, masyarakat Thailand dapat menerima kehadiran kathoey di lingkungan mereka namun begitu masyarakat Thailand umumnya masih tidak bisa menerima jikalau ada salah satu anggota keluarga mereka yang menjadi kathoey. Untuk itu Nong Tum berpendapat bahwa menjadi juara Thai Boxing adalah salah satu cara agar ia bisa diterima oleh keluarga dan masyarakat. Selain itu menjadi juara Thai Boxing juga akan ikut mengangkat citra kaum kathoey. Seorang kathoey yang menjuarai kegiatan-kegiatan kewanitaan tidak akan begitu mendapatkan tempat terhormat atau mengangkat citra kathoey dalam masyarakat karena hal tersebut sudah biasa, namun menjuarai kegiatan-kegiatan yang sangat maskulin seperti olahraga keras Thai Boxing ini tentu ceritanya akan menjadi lain. Hal itu memperkuat tekadnya untuk menjadi seorang atlit Thai Boxing. Dari olahraga Thai Boxing ini ia juga mengumpulkan biaya untuk operasi pergantian kelaminnya yang sudah mantab juga akan ia lakukan.

Begitulah….. Nong Tum semula diledek oleh lawan-lawannya sebelum bertanding. Ada yang melakukan gesture seolah-olah mereka takut dicium atau dipeluk oleh Nong Tum dan ada pula lawan yang melakukan gesture ledekan seolah-olah mereka ingin mencium Nong Tum. Namun hal tersebut tidak membuat Nong Tum berkecil hati, malah justru ia ingin membuktikan bahwa ia adalah lawan yang patut diperhitungkan. Kerja keras Nong Tum tidak sia-sia, sepanjang karir profesionalnya hingga tahun 1998, Nong Tum memenangkan 22 pertandingan dengan 18 di antaranya memang KO melawan atlit-alit Thai Boxing lelaki tulen yang jauh lebih kekar daripadanya. Lucunya setelah ia menang KO atas lawan-lawannya nafsu homonya sering naluri kewanitaannya keluar dengan menciumi lawan-lawan yang di-KO-kannya itu.

Begitulah kisah unik Nong Tum yang akhirnya menjalani operasi pergantian kelamin di tahun 1999 sesaat setelah ia berhenti menjadi atlit Thai Boxing profesional. Ada yang berminat menjadi pasangan hidupnya? 😀