Nong Tum si ‘Kathoey’ yang perkasa…..

Jikalau anda sempat menonton acara televisi National Geographic Channel Sabtu malam beberapa minggu yang lalu dalam acara Taboo, di salah satu episodenya mengetengahkan cerita-cerita mengenai orang-orang yang menjalani proses ‘pindah jenis kelamin’ atau ‘operasi kelamin’ yang di masyarakat bahkan beberapa di antaranya di negara majupun masih merupakan hal yang tabu. Dari beberapa orang yang dikisahkan, yang paling menarik perhatian saya adalah cerita tentang Nong Tum si ‘kathoey’ juara Thai Boxing yang gambarnya ada di sebelah kiri ini.

Kathoey adalah istilah di Thailand untuk menggambarkan seorang pria yang menjalani transformasi jender dari pria ke wanita. Boleh dikatakan 100% dari kathoey ini adalah gay (homoseksual) yang merasa dirinya wanita yang terperangkap dalam tubuh pria **halaah**. Kathoey juga dapat disebut sebagai ladyboy istilah bahasa Inggris yang ‘diciptakan’ oleh orang-orang Thailand.

Nong Tum, lahir di tahun 1981 dengan nama asli Parinya Charoenphol
sebagai seorang laki-laki tulen, minimal secara genetis. Sejak kecil ia sudah merasa seperti wanita. Walau begitu sejak kecil, setelah sempat merasakan menjadi pendeta Buddha, ia sudah berlatih Thai boxing untuk menghidupi keluarganya yang miskin. Nong Tum sadar bahwa jiwanya yang ‘kathoey’ ini dapat membuat malu keluarganya. Maklumlah pandangan masyarakat Thailand terhadap kathoey ini masih mendua. Sebagai salah satu negara dengan jumlah transgender terbanyak di dunia, masyarakat Thailand dapat menerima kehadiran kathoey di lingkungan mereka namun begitu masyarakat Thailand umumnya masih tidak bisa menerima jikalau ada salah satu anggota keluarga mereka yang menjadi kathoey. Untuk itu Nong Tum berpendapat bahwa menjadi juara Thai Boxing adalah salah satu cara agar ia bisa diterima oleh keluarga dan masyarakat. Selain itu menjadi juara Thai Boxing juga akan ikut mengangkat citra kaum kathoey. Seorang kathoey yang menjuarai kegiatan-kegiatan kewanitaan tidak akan begitu mendapatkan tempat terhormat atau mengangkat citra kathoey dalam masyarakat karena hal tersebut sudah biasa, namun menjuarai kegiatan-kegiatan yang sangat maskulin seperti olahraga keras Thai Boxing ini tentu ceritanya akan menjadi lain. Hal itu memperkuat tekadnya untuk menjadi seorang atlit Thai Boxing. Dari olahraga Thai Boxing ini ia juga mengumpulkan biaya untuk operasi pergantian kelaminnya yang sudah mantab juga akan ia lakukan.

Begitulah….. Nong Tum semula diledek oleh lawan-lawannya sebelum bertanding. Ada yang melakukan gesture seolah-olah mereka takut dicium atau dipeluk oleh Nong Tum dan ada pula lawan yang melakukan gesture ledekan seolah-olah mereka ingin mencium Nong Tum. Namun hal tersebut tidak membuat Nong Tum berkecil hati, malah justru ia ingin membuktikan bahwa ia adalah lawan yang patut diperhitungkan. Kerja keras Nong Tum tidak sia-sia, sepanjang karir profesionalnya hingga tahun 1998, Nong Tum memenangkan 22 pertandingan dengan 18 di antaranya memang KO melawan atlit-alit Thai Boxing lelaki tulen yang jauh lebih kekar daripadanya. Lucunya setelah ia menang KO atas lawan-lawannya nafsu homonya sering naluri kewanitaannya keluar dengan menciumi lawan-lawan yang di-KO-kannya itu.

Begitulah kisah unik Nong Tum yang akhirnya menjalani operasi pergantian kelamin di tahun 1999 sesaat setelah ia berhenti menjadi atlit Thai Boxing profesional. Ada yang berminat menjadi pasangan hidupnya? πŸ˜€

Iklan

37 responses to “Nong Tum si ‘Kathoey’ yang perkasa…..

  1. Saya yang pertamax mau. heheheh…..
    Wah cerita asik nih. Jika memang begitu maka saya akan respek padanya atas prestasi yang telah diukirnya bukan pada jenis kelaminnya :mrgreen:

    Kalau bagi saya juga tidak mempermasalhkan “maaf” Penis atau Vagina, yg penting adalah di masyarakat dapat menghormati orang lain πŸ˜€

  2. Jangankan menjadi pasangan hidup, menjadi lawan tandingnya pun ogah. :mrgreen:

    Yak, tak mempermaalahkan alat kelamin asal bertingkah wajar saja, tidak terlalu over atau merisaukan. πŸ˜›

  3. Boleh dibilang Thailand sana , ada orantua yang SENGAJA membesarkan anak2 laki2nya menjadi perempuan ntar besarnya mereka jadi waria atau bhs ingrisnya ladyboy, mungkin emang budaya sana kali ya, katanya di thailand toilet ada 3 buat laki2, permpuan n waria/ladyboy.
    Coba aja cari di google dengan keyword ladyboy, beuh ladyboy thailand jauh lebih cantik dibanding ce beneran lho..

  4. Kalau saya ga mungkin kan mas Yari karena saya perempuan, dan dia ingin jadi perempuan… πŸ˜› Pernah dikirimin email oleh teman tentang photo ladyboy, Mirip banget seprti perempuan asli… thanks

  5. Wuiiihhhh, beda bgt sama waria sini yah πŸ˜€

  6. Mas itu foto setelah operasi? Mestinya sebelum ya? Kalau sesudah operasi seperti apa penampilannya sekarang?

  7. ngeri juga yah kalo ke thailand dan ga bisa bedain mana ce tulen dan mana ladyboy ..

  8. Ada-ada aja ya kang Yari ????

  9. Sebuah cerita yang menarik
    Nong Tum si ‘Kathoey’ kini populer dan sdh kaya
    tapi bisa jadi nasibnya akan sprti Dorce Gamalama,
    yang tak kunjung ada yg ‘berani’ ngelamar ?

  10. gw jadi sparing partnernya baru mau..
    he..he..he…

  11. kalo dilihat secara sepintas, si kathoey ini tidak seseram waria di Indonesia. Tanyaken apa ? Tanya kenapa ?

  12. wah kathoy yang ini ga letoy ya.

  13. Orang yang aneh… Ko’ ga bersyukur sama kodratnya sih?

  14. Menurut saya kasus Nong thum “Si Kathoey” dan dorce adalah salah satu korban kekakuan budaya dan sistem administrasi negara yang belum mengakomodir fenomena alam yang terjadi. Dari dulu adm hanya mengakui dua jenis kelamin laki-perempuan, jantan-betina. Hal yang sama terjadi pula pada biologi yang hanya mengelompokkan mahluk hidup terdiri dari tumbuhan, khewan dan manusia sedangkan virus yang nyata-nyata ada dan mampu hidup belum terkelompokkan pada kelompok manapun. Suatu saat perlu ada revolusi pengaturan jenis kelamin yang tidak hanya dilihat dari penampakan fisik dan fungsi biologi saja, tapi juga mempertimbangkan aspek kejiwaan..Jadi nda perlu ada operasi kelamin hanya karena ingin mengikuti adm atau formulir pembuatan KTP yang tidak ada pilihan bancinyah…

  15. ikut nimbrung
    kathoey tidak bisa menikah mas,tidak difasilitasi pemerintah.
    nong toom juga dilarang bertinju(?)
    hati2 ke thailand,biasakan waspada dengan wanita yg kita temui
    silahkan cari rekaman tinju nong toom,dan anda akan terkejut πŸ™‚ KUAT BANGET

  16. oya MENCIUM bukan naluri wanita…
    naluri pria kayaknya

  17. @laporan

    Ya betul…. seharusnya yang ditiru adalah prestasinya dan bukan operasi kelaminnya

    Ya saling menghormati…. kita menghormati pilihan mereka, merekapun harus menghormati kita dengan cara tidak kurang ajar kepada kita (nggak kayak banci2 di sini yang kalau ngamen nggak dikasih duit ngomongnya suka kasar), tidak main sembarang colak-colek dsb….

    @Goenawan Lee

    Lawan tandingnya di ring ogah apalagi lawan tandingnya di tempat tidur ya?

    Kalau saya sih ketemu orang2 seperti itu tidak akan pernah (insya Allah) mengungkat-ungkit operasi kelaminnya kalau ngomongin di belakangnya kali sering juga yang penting saling menghormati, kita tidak perlu memasalahkan privasinya dia, dia juga jangan main colak-colek aja sembarangan…. πŸ˜€

    @Aria Turns

    Mereka yang menginginkan anak laki2nya jadi ladyboy biasanya karena persoalan ekonomi keluarga, maklumlah penghasilan ladyboy sangat lumayan.

    O jadi kalau ladyboy-nya lebih cantik dari wanita asli, mas Aria mau ya?? **kabooor**

    @yulism

    Siapa tahu nanti dia tobat dan mau jadi laki2 lagi dan mendambakan pasangan hidup perempuan lagi hayo?

    @utchanovsky

    Waria di sini mah serem2, apalagi ada yang mancungnya nggak wajar entah hidungnya diselipin apa tuh, silikon kali….

    @agoyyoga

    Si Nong Tum ini menjalani operasi kelamin saja (setahu saya) dan operasi ini hanya mengubah bentuk kelamin pria (penis) menjadi kelamin wanita (vagina). Ia nampaknya tidak melakukan permak/operasi wajah, wajahnya yang ‘lembut’ itu mungkin hanya bantuan kosmetik, make-up dan kata banyak orang pengaruh dari **halaah** pancaran jiwanya yang feminin (bagi mereka yang percaya).

    @L 34 H

    Ya nggak apa2 kan mbak… nggak bisa ngebedain, kalau cuma buat berteman saja… huehehe…. kecuali kalau mau…. **halaah**

    @Alex

    Huehehe….

    @mikekono

    Maksud bang mike kata ‘berani’ di sini bukan berkonotasi bahwa banyak laki2 yang pengecut karena tidak berani melamar Dorce kan bang?

    @Tuyi

    Sparring partner di ring apa di tempat tidur?? **halaah**

    @adipati kademangan

    Waria yang ngamen di jalanan di negeri kita sih, ih serem2, kadang2 kurang ajar lagi, udah gitu ngomongnya nggak jauh2 dari 2 -ol, yaitu b**l dan k****l. Astagfirullah aladzim. Tapi mungkin kathoey Thailand juga perkara ngomong mungkin jorse2 juga kali ya…. ❓

    @AgusBin

    Ngga letoy hanya ngageboy kali…. πŸ˜€

    @Alias

    Iya sih….. padahal jikalau ia menjadi wanita, apa untungnya?? Menarik hati laki2?? Toh… kalau laki2 tulen pasti akan memilih wanita asli dibandingkan kathoey, kecuali mungkin laki2 homo ataupun sesama kathoey. Kalau memang pada akhirnya jatuhnya ke laki2 homo juga, ya pada akhirnya buat apa operasi kelamin ya?? Ah… tauk deh…

    @Kang Aom

    Sebenarnya saya lebih setuju pengklasifikasian secara biologis karena sudah ada patokannya yang solid dan tidak bisa dimanipulasi. Dalam biologi yang berkromosom XX adalah wanita sedangkan yang berkromosom XY adalah pria. Seseorang yang sudah melakukan operasi kelamin menjadi wanita jikalau kromosomnya tetap XY maka ia tetap digolongkan pria secara biologi atau genetika. Kalau pengelompokkan berdasarkan jiwa, patokannya kurang solid dan rentan manipulasi, alias tergantung kebutuhan dan motivasinya sendiri…..

    @erween

    Yup…. pemerintah Thailand pertama2 memang melarang kathoey untuk menjadi atlit Thai boxing, namun akhirnya Nong Tum diperbolehkan ikut.

    Mengenai pasangan hidup, bagi kathoey, tidak harus menikah dan hidup seatap kan?

    Kalau naluri mencium, kayaknya wanita dan pria dua2nya punya deh. Hanya dalam kasus bertinju ini tentu agak aneh kan jikalau ada petinju pria yang mencium petinju pria lainnya. Huehehe…..

  18. He he kalau ke Thailand kudu ‘membelalakkan’ mata; banyak meman pria cantik, begitu laporan seorang teman di media cetak sekembali dari Thailand. Dunia semakin ramai saja …

  19. Selamat siang… cuma bisa nyengir…hehehehehe

  20. Hwaaaa… cakepan dia daripada saya *wakakak*

  21. Saya terbayang, jika Nong Tum udah dioperasi pasti cantik sekali..lha gambar di atas aja udah cantik.

  22. Dunia… dunia… makin tua saja kau dunia… 😯

  23. moral of the story: jangan malu menjadi seorang kathoey!
    dan kalau ingin ganti kelamin, tegaskan keinginan itu, peduli apa kata orang.
    *penalaran yang keliru*

  24. Ha…ha..ha. ada-ada saja kejadian di dunia yang kaya ini. Sangat menarik kisahnya Pak.

  25. @Ersis Warmansyah Abbas

    Kalau di acara Taboo di National Geographic Channel tersebut bukan hanya “pria cantik” yang ditampilkan pak, tetapi juga “wanita ganteng” yang kegantengannya juga melebihi pria tulen… huehehe…..

    @indra1082

    kalau begitu ikut nyengir juga aja deh…. :mrgreen:

    @G.a.i.a

    **Pedropun ikut nyengir tanda setuju** :mrgreen:

    @edratna

    Wah… jangan dioperasi lagi bu…. terkadang operasi plastik justru malah menjadi “ketidakwajaran”. Toh si Nong Tum sudah terlihat cantik. Jangan seperti Michael Jackson, wajahnya dioperasi habis2an, bukannya malah terlihat ganteng malah jadinya terlihat mengerikan…. 😦

    @Cabe Rawit

    Untung selalu ada Cabe Rawit yang selalu menghibur dunia yang semakin tua ini… :mrgreen:

    @marshmallow

    Sebenarnya sih mbak kalau mau dioperasi ganti kelamin apa nggak, perlu banyak pertimbangan ya. Kalau dilihat dari hak azazi individu ya seharusnya cuek aja, tetapi ya karena kita hidup bermasyarakat dan bagaimana masyarakat memandang kita pada akhirnya juga penting (karena toh operasi pergantian kelamin juga pada akhirnya untuk mendapatkan pengakuan identitas dari masyarakat juga), jangan sampai menyesal kemudian. Soalnya operasi ganti kelamin ini sifatnya irreversible. **halaah sok bijak** :mrgreen:

    @Rafki RS

    Betul sekali pak, dunia ini kaya akan hal2 yang positif dan hal2 yang negatif sekaligus. πŸ˜€

  26. Salam
    Thai face? duh awas saru deh, jadi teringat kisah pembatalan gelar ratu kecantikan di thailan sana karena diketahui belakangan klo dia seorang waria.
    Hmm..transeksual? mestinya bukan karena pertimbangan materialistis or tak jelas, bukan begitu Sir πŸ™‚

  27. Kalau saya melihat postingannya dari sudut yang berbeda loh pak… sekalian curhat neh… dulu waktu pertama kali saya bikin blog… diketawain ma temen2 yang udah duluan bikin blog “ini blog kok cupu banget?” tapi sekarang saya jadi juara Acer Intel E-Learning Competition 2008 berkat blog yang dulunya dibilang “cupu” itu πŸ˜€ jadi menurut hemat saya, apa yang dikatakan atau dilakukan orang adalah hinaan, kalau kita memandangnya dari sudut yang berbeda maka akan membuat semangat kita menjadi semakin tinggi… itu menurut pendapat saya πŸ™‚

  28. akhirnya kembali kepada apakah penyimpangan dianggap sebagai penyimpangan atau nggak?kalau memang itu penyimpangan mestinya bisa disembuhkan..masalahnya siapa yang mau menyembuhkan….?

  29. dia sering menang KO itu, mungkin karena motivasi untuk menangnya tinggi sekali, bang. yaitu untuk menciumi lawan2nya setelah dikalahkan. soalnya kalo nggak kalah, mana mau lawannya diciumi olehnya.
    whatever, saya malah jadi bingung dengan apa maunya. dari laki, pengen ke cewek, sudah cewek, masuk ke dunia laki lagi…halah…dunia oh dunia….
    salam bang πŸ™‚

  30. Jadi inget ama cerita temen di thai, ketika itu dia dirawat, saat perawatnya dateng, mereksa ini itu, cantik si, ternyata COWOK! wakakakakak!

  31. hehehe… yang saya tau thailand memang gudangnya ladyboy mas, bahkan untuk menarik wisman banyak dijual show ladyboy sebagai salah satu daya tarik wisata di thailand

  32. Whaaa… gagah jelita jadinya.
    Yah, apa mau dikata: hidup memang pilihan ya, Pak Yari.

  33. @mas yari:

    …jangan sampai menyesal kemudian. Soalnya operasi ganti kelamin ini sifatnya irreversible

    hah? operasi ganti kelamin itu irreversible? wah, baru tau saya!
    pantes sampe sekarang saya gak bisa pipis berdiri lagi.
    huehuehue… (sori, mas yari, lagi error banget) :mrgreen:

  34. @nyenyok

    Mungkin memang bukan alasan materialistis semata mereka melakukan operasi kelamin, namun juga pertimbangan ‘psikologis’ yang dirasakan oleh mereka bahwasannya mereka merasa perempuan di dalam tubuh lelaki. Jadinya sambil menyelam minum air, alasan materialistis ditambah psikologis.

    @parvian

    Ya itulah….. terkadang bagi sebagian orang ‘hinaan’ akan menjadikannya sebuah cambuk untuk menjadikannya lebih maju lagi, tetapi ada juga bagi sebagian orang ‘hinaan’ membuat ia jatuh dan putus asa. Tergantung kepribadian masing2 juga. Jadi beruntunglah mereka yang termasuk kategori pertama….. πŸ˜€

    @esha di birulangit

    Masalahnya juga apakah dapat disembuhkan juga kelainan tersebut? Setahu saya…. kelainan orientasi seks semacam itu susah disembuhkan 100% baik oleh ustadz maupun oleh psikolog ataupun oleh orang lain……

    @goenoeng

    Huahahaha….. apalagi kalau hadiahnya ditambah yang menang boleh bercumbu dengan yang kalah, pasti dia lebih termotivasi lagi. Huehehehe…. hush ah… lagi error nih….. πŸ˜€

    @qzplx

    Wah…. mudah2an ini benar2 pengalaman temannya ya… bukan pengalaman pribadi…. wakakakak….. **kaboor**

    @inos

    Memang betul mas inos…. itu sudah bukan rahasia dan aneh lagi…. tetapi seorang ladyboy yang memenangi pertarungan keras dan menjalani profesi yang keras seperti thai boxing ini sangat jarang, bahkan mungkin si Nong Tum ini adalah satu2nya…..

    @Daniel Mahendra

    Yang benar…. gagah jelita atau cantik perkasa ya?? Huehehe….. :mrgreen:

    @marshmallow

    Sebenarnya irreversible-nya itu lebih pada fungsinya. Kalau dioperasi kembali belum tentu fungsinya bisa 100% pulih kembali, kalau kosmetiknya sih mungkin no problemo.

    Wah…. saya malah kebalik nggak bisa pipis duduk lagi….. **sama error-nya** :mrgreen:

  35. di Jepang, cerita tentang NEW HALF (kathoey) ini sering dibahas di TV. Banyak kisah sukses dari mereka. Katanya bahkan 2 dari 3 wanita cantik yang ditemui di Thailand adalah kathoey, dan televisi itu dengan sengaja “menangkap” wanita cantik dan bertanya apakah “asli” atau “aspal”. Saya sendiri berusaha untuk tidak menganggap aneh mereka (jika bertemu), karena itu pilihan mereka.

    ___________________________

    Yari NK replies:

    Betul….. kita saling menghormati….. kita tidak perlu mengungkit2 masalah mereka…. merekapun musti menghormati kita juga dengan cara….. jangan colak-colek sembarangan…. jangan ngomong jorok kalau kita tidak suka… jangan seperti waria-waria di sini… yang ngomongnya bisanya cuma jorok melulu. Kalau cuma bisa begitu…. ya mana bisa mau dihormati?? Pendek kata…. kita saling menghormati…. πŸ™‚

  36. Nggak ngerti banget soal transgender ini. Memang sudah ada dari sananya (ada hormon yang dominan di tubuh yang salah) atau hanya mengada-ada (yang sebenarnya bisa diakali)?
    Soalnya saya pegang hadits: ‘laki-laki tidak boleh menyerupai wanita, begitu pula sebaliknya’. Apa haditsnya yang tidak shahih atau up to date ya?

    ____________________________

    Yari NK replies:

    Saya juga berpendapat bahwa orang yang cross-dressing adalah berdosa sesuai dengan ajaran agama Islam. Namun saya sadar, mereka itu bukanlah Muslim. Kita hanya bisa bilang kalau cross-dressing apalagi sampai transsexual surgery adalah sesuatu yang ‘tidak patut’ dan ‘kurang banyak’ manfaatnya, karena saya masih percaya bahwa apa yang diberikan alam oleh kita itulah yang terbaik (jikalau mereka tidak mau menerima penjelasan secara Islami). Namun begitu tentu kita tidak boleh memaksanya dong apalagi dengan kekerasan. Dan kita tidak perlu menghina mereka, itulah yang menurut saya maksud dari ‘penghormatan terhadap mereka’.

  37. Nice! I love this HOT ladyboy!! πŸ™‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s