Monthly Archives: November 2008

Dari Tasbeh Alami Hingga Tasbeh Elektronik…

Bagi anda umat Islam terutama yang taat dan yang nggak abangan tentu setidak-tidaknya pernah melakukan zikir yaitu mengingat Allah sambil menyebut dan memuji namaNya. Zikir dalam Islam ada banyak macamnya, namun yang saya maksudkan di sini adalah zikir yang paling umum yaitu zikir yang sehabis shalat fardhu 5 waktu yang menyebut kalimat tasbih (Subhanallah), tahmid (Alhamdulillah) dan juga takbir (Allahu Akbar). Namun di sini saya tidak akan membahas masalah zikir ini, karena saya bukan orang yang ahli agama, namun saya akan sedikit membahas mengenai alat bantu zikir yaitu ‘tasbeh’ atau ‘tasbih’ yang sering kita jumpai sehari-hari. Ingat, tasbeh ini hanyalah alat bantu saja, terutama alat bantu menghitung kalimat-kalimat tasbih, tahmid dan takbir masing-masing sebanyak 33 kali, tidak lebih dan tidak kurang. Sebagai alat bantu, tentu tasbeh ini tidak boleh mengurangi fokus kita kepada Allah swt dan namaNya. Nah, saya pribadi telah mencoba menggunakan beberapa macam tasbeh dari tasbeh alami hingga tasbeh digital. Inilah apa yang saya rasakan secara pribadi ketika saya melakukan zikir dengan berbagai macam tasbeh tersebut:

TASBEH ALAMI:

fingersInilah yang saya sebutkan sebagai tasbeh alami, yaitu jari-jari kita sendiri !! :mrgreen: Sebenarnya tasbeh alami ini merupakan tasbeh yang paling praktis dan selalu dibawa kemana-mana! Sebagai bagian integral dari tubuh kita sebenarnya saya merasakan menggunakan tasbeh alami ini adalah yang paling nyaman! Namun ada juga kelemahan dari tasbeh alami ini, walaupun menurut pengalaman saya pribadi termasuk jarang terjadi. Apakah kelemahannya? Karena jari-jari kita terbatas hanya 10 digit maka jikalau sampai pada hitungan ke-11 saya pribadi biasanya kembali lagi menunjuk 1 jari, sama seperti ketika kita pada awal hitungan ke-1. Begitu pula pada hitungan ke-21 kembali lagi jari menunjukkan angka 1 dan seterusnya.

Nah, kelemahannya adalah terkadang saya sedikit lupa, (mungkin karena sangking khusyuknya atau bisa jadi sangking nggak khusyuknya :mrgreen: karena fikiran melayang ke mana-mana) hitungannya tadi 21 atau 11 ya?? Atau ini hitungan ke-31 atau ke-21 ya??  Namun untung saja hal ini termasuk jarang terjadi dan secara umum tasbeh alamiah kita ini termasuk yang paling nyaman dipakai sebagai alat bantu zikir, menurut saya.

TASBEH TRADISIONAL:

tasbihInilah tasbih tradisional. Bentuknya mirip rosario Katolik Roma ataupun mirip Japa mala Hindu. Ah, nggak penting bentuknya mirip apa. Selama ia dapat membantu kita untuk berzikir lebih baik, ya why not? Jumlah manik-manik tasbih ini ada yang 33 ada yang 99. Tidak usah diajarkan lagi bagaimana cara menggunakan tasbeh ini karena mudah saja, setiap satu manik-manik menghitung satu kalimat tasbih/tahmid/takbir.

Namun, saya merasakan justru memakai tasbeh tradisional ini paling mengganggu konsentrasi. Kenapa? Terkadang pergeseran manik-manik terasa seret atau keras dan tentu manik-manik harus terus dipelototin untuk menjaga bahwa manik-manik belum melewati tanda ’33’ yang biasanya berupa manik-manik yang agak besar. Tentu saja dengan memelototin manik-manik yang dimainkan jari-jari kita ini akan mengurangi kekhusyukan kita dalam berzikir.  Namun mungkin bagi mereka yang sudah terbiasa dengan jenis tasbeh tradisional ini sepertinya enak-enak saja deh, sambil memejamkan mata juga bisa, hanya mengandalkan indra perasanya saja dan dapat merasakan kapan ia harus berhenti ketika ia menyentuh manik-manik tanda ’33’. Kalau saya pribadi, hmm rasanya kurang nyaman dan sangat mengganggu kekhusyukan.

TASBEH DIGITAL MEKANIKAL:

tasbih_mekanikalInilah tasbeh mekanikal digital, yang sudah banyak dipakai sejak tahun 1970an (atau bahkan lebih awal lagi mungkin). Tasbeh ini sebenarnya tidak lain adalah handy-counter yang sering dipakai para satpam ketika menghitung jumlah pengunjung di suatu tempat (seperti di mal misalnya). :mrgreen: Tetapi tentu sah-sah saja dong jikalau handy-counter ini dijadikan tasbeh digital untuk membantu menghitung kalimat-kalimat tasbih/tahmid/takbir yang kita ucapkan ketika kita berzikir.

Menurut saya pribadi, sebenarnya menggunakan handy-counter ini sebagai tasbeh atau alat bantu zikir cukup nyaman. Hanya saja, sayangnya, fokus kita dalam berzikir juga sedikit berkurang karena kita juga harus memelototin angka-angka di counter tersebut agar hitungannya tidak lebih dari kelipatan 33. Selain itu, terutama pada counter mekanikal yang agak kuno, suara ketika kita menekan tuas penghitung terdengar agak keras sehingga kekhusyukan dalam berzikir juga bisa berkurang. 😀

TASBEH DIGITAL ELEKTRONIK:

digital_countertasbeh_javaNah, tasbeh digital elektronik ini terbagi dua, yaitu pertama yang seperti di gambar kiri. Sebenarnya tasbeh digital elektronik macam yang pertama ini tidak ada bedanya dengan tasbeh digital mekanikal seperti di atas, karena kedua-duanya sebenarnya adalah handy-counter. Hanya saja yang satu mekanikal yang satu elektronik. Itu saja bedanya. ‘Kelebihan’ dan juga ‘kekurangan’ tasbeh digital elektronik seperti ini sama juga dengan apa yang ada di tasbih digital mekanikal seperti di atas.

Tasbih elektronik yang kedua adalah, sebuah program MIDlet yang dapat anda instal sendiri di ponsel Java anda. Biasanya ponsel keluaran kini sudah ada fasilitas Java-nya terutama untuk merk-merk yang ternama. Program tasbeh yang saya contohkan ini bernama DigitalTesbih v2.5 buatan Turki yang dapat di-download bebas alias freeware. Tasbeh MIDlet ini sebenarnya sangat nyaman, karena kita tidak perlu memelototin layar ponsel kita. Karena pada MIDlet ini, kita bisa menyetel setelah hitungan ke-33, ponsel dapat bergetar dan berbunyi sebentar dengan lembut. Hal ini dapat menjaga kekhusyukan kita dalam zikir. Namun ada satu kelemahan sedikit, sayang setelah ponsel bergetar kita harus menekan tombol ‘OK’ agar hitungan kembali ke-0. Coba kalau dibuat otomatis kembali ke-0 sendiri tanpa harus menekan tombol ‘OK’, wah pasti kekhusyukan kita sangat terjaga.

Nah, sekarang bagaimana menurut saya ranking preferensi alat-alat bantu tersebut menurut saya pribadi? Kalau menurut saya ranking tersebut adalah sebagai berikut (mulai dari yang paling nyaman hingga yang paling tidak nyaman):

  • Tasbeh Alami
  • Tasbeh MIDlet
  • Tasbeh Digital Mekanikal/Elektronik (yang berupa counter)
  • Tasbeh Tradisional

Jadi menurut saya, tasbeh alami alias jari2 kita tetap yang paling nyaman. Selain itu karena tasbeh alami ini senantiasa kita bawa selalu tanpa pernah ketinggalan…. :mrgreen: Tetapi menurut saya, apapun alat bantunya yang penting adalah kekhusyukan kita (dan tentu juga keikhlasan kita) dalam berzikir. Bukankah begitu? 😀

Sebelum mengakhiri artikel ini saya mau bertanya: Memakai tasbeh itu, terutama tasbeh yang digital mekanikal dan yang elektronik itu bid’ah nggak ya? :mrgreen:

Manusia: Hasil Akhir Evolusi?

Ape Cladogram
Ape Cladogram
Future Ape Cladogram
Future Ape Cladogram
Future Ape Cladogram II
Future Ape Cladogram II

Perhatikanlah Cladogram yang paling atas yang saya ambil dari sini. Cladogram di atas, menurut pakar pendukung teori evolusi, menggambarkan garis evolusi selama jutaan tahun yang dialami oleh manusia dan juga kerabat-kerabatnya (simpanse, bonobo, orangutan, gorila dan gibon). Garis merah adalah garis evolusi utamanya. Dalam garis evolusi diceritakan bahwa sekitar 20 juta tahun yang lalu manusia, simpanse, bonobo, gorila dan gibon mempunyai satu nenek buyut moyang yang sama! Lantas sekitar 18 juta tahun yang lalu, gibon mulai memisahkan diri dari garis evolusi ‘utama’ dan mulai membentuk spesies-spesies baru yang bernama gibon hingga saat ini. Lantas sekitar 14 juta tahun yang lalu, giliran orangutan yang memisahkan diri dari garis evolusi utama dan membentuk spesies baru bernama orangutan yang kita kenal sekarang. Lalu, 7 juta tahun yang lalu giliran gorila yang meninggalkan garis evolusi utama dan membentuk spesies baru yang bernama gorila yang bertahan hingga kini. Terakhir, 3 sampai 5 juta tahun yang lalu, sebuah spesies baru muncul bernama simpanse yang bertahan hingga kini. Garis merah evolusi setelah 3 juta tahun yang lalu terus berjalan sendiri hingga kira-kira 300 ribu tahun yang lalu munculah manusia modern pertama yang akhirnya seperti kita-kita ini!

Cerita evolusi manusia selesai sampai di situ?? Saya rasa belum deh. Andaikan manusia tidak berevolusi lagi di masa mendatang berarti teori evolusi memang salah dari sononya! Untuk itu saya iseng-iseng menggambar ulang Ape Cladogram (Kladogram Kera) dengan menambahkan  kemungkinan apa yang terjadi di masa mendatang. Saya membuat dua buah kladogram. Yang di bawah (kedua) saya rasa lebih masuk akal sedikit. Pada kladogram kera masa depan yang pertama suatu saat (mungkin jutaan tahun mendatang) manusia meninggalkan garis evolusi utama, sementara garis evolusi utama yang berwarna merah akan menjadi spesies tersendiri yang entah apa namanya! Selama garis evolusi utamanya yang berwarna merah jutaan tahun mendatang, mungkin juga ada spesies-spesies baru lagi yang memisahkan diri dari garis evolusi utama yang juga entah apa nama spesiesnya! Dalam kladogram yang pertama juga dikisahkan kemungkinan akan muncul subspesies yang memisahkan diri dari manusia seperti halnya dalam kasus simpanse dan bonobo. Pada kladogram kera masa depan yang kedua (sebenarnya hampir sama dengan kladogram kera masa depan yang pertama) dikisahkan manusia tetap pada garis evolusi utama namun kemungkinan jutaan tahun mendatang ada beberapa spesies baru yang muncul dari hasil evolusi manusia, namun spesies manusia tetap eksis.

Pertanyaannya adalah apakah spesies-spesies yang baru muncul tersebut akan lebih cerdas dari manusia? Atau sebaliknya? Apakah manusia bisa berdamai dengan spesies-spesies lainnya tersebut? Lha… wong sesama manusia saja sudah saling ribut kok! :mrgreen: Tetapi mari kita lupakan hal tersebut untuk sementara. Pertanyaannya bagi ahli teori evolusi adalah apakah akan muncul spesies-spesies baru dalam superfamily Hominoidea seperti yang digambarkan kladogram saya di atas? Jika manusia tetap tinggal di Bumi jutaan tahun mendatang dan tidak pindah ke planet lain, maka masih ada waktu sekitar 5.000.000.000 (lima milyar) tahun lagi sebelum energi nuklir dalam matahari kita redup dan mati. Dan tentu waktu 5 milyar tahun adalah waktu yang jauh lebih dari cukup untuk terjadinya  sebuah evolusi yang signifikan. Namun perlu dipertimbangkan juga kemajuan dalam bidang genetika dan biologi molekular yang dicapai manusia jutaan tahun mendatang, mungkinkah dapat mencegah terjadinya evolusi? Walahualam….. mungkin anak cucu cicit cucut cecet kita yang bisa menjawab dan menyaksikan apakah teori evolusi benar adanya……. 😀

Gibon (Hylobates lar)

orangutan

orangutan (Pongo pygmæus)

Gorila (Gorilla gorilla)

simpanse (Pan troglodytes)

manusia (?) (Homo sapiens)

Keterangan Gambar:

Dua puluh juta tahun yang lalu, mereka berlima mempunyai nenek buyut moyang yang sama! 😆 Kata kaum evolusionis!

Merasakan Pesta Blogger……..

Tadinya mau mosting postingan ini di blog saya yang sekunder itu di sini, namun setelah difikir-fikir ya tidak ada salahnya saya angkat topik ini di blog saya yang utama ini. Alasannya? Yah… mungkin ini adalah salah satu peristiwa yang istimewa buat saya selama ngeblog, yaitu merasakan Pesta Blogger yang pertama kalinya saya rasakan, jadi ya tak mengapalah saya sekali-sekali menuliskan hal seperti ini di blog saya ini. Ok deh…. lantas apa yang saya rasakan mengenai PB kali ini?

Yang saya rasakan pada awalnya adalah “penuh perjuangan”. Pagi hari pukul 6 hingga setengah 7 nampaknya langit tidak bersahabat sehingga saya masih malas dan memutuskan untuk meneruskan tidur saya lagi, walaupun di situs resmi Pesta Blogger 2008 telah diperingatkan akan terjadi antrian panjang karena antusiasme yang luar biasa dari para blogger yang belum mendaftar sehingga disarankan datang pagi, namun aku tetap bermalas-malasan di tempat tidur dan sempat tertidur lagi. Akhirnya pukul 7.30 aku bangun dari tempat tidur, sarapan seadanya, mandi seadanya dan siap berangkat pukul 8 lewat 5 menit. “Perjuangan” belum berakhir, karena Toyota Rush saya ngambeg dan tidak mau di-starter. Karena waktu sudah menunjukkan pukul 8 lewat 15 maka aku putuskan untuk naik Taxi ke Blok-M dan dari sana saya naik Busway, lumayan menghemat ongkos. :mrgreen:

Saya pergi ke Pesta Blogger hampir tidak membawa gadget sama sekali. Hanya membawa hape CDMA Esia-ku dan juga HP GSM SE K630. Aku sengaja tidak membawa laptop, karena saya memang ke Pesta Blogger adalah untuk berinteraksi dengan para blogger bukan untuk online ke Internet. Sayapun juga tidak membawa Kodak EasyShare saya karena saya berfikir bahwa kamera hape saya sudah cukup untuk mengabadikan PB08 walaupun akhirnya saya setengah menyesal juga. Tetapi tidak mengapa,  waktu saya cukup banyak berinteraksi dengan para blogger baik yang sudah saya kenal lewat blognya maupun yang belum saya kenal sama sekali, sehingga keasyikan ngobrol dan agak lupa berfoto-foto, walaupun beberapa kali saya tertangkap kamera orang lain…..

Nah, ceritanya saya tiba di BPPT sekitar pukul 8.55 WIB. Di Lobby saya langsung mendaftar di meja panitia. Syukur alhamdulillah, antrian panjang yang ditakutkan ternyata tidak terjadi, entah kenapa. Selagi hendak mendaftar, tiba-tiba di meja panitia sebelah ada suara: “Yari NK ya??”. Oh, ternyata itu adalah suara cK. Karena ada yang menyapaku dan juga kebetulan meja pendaftaran cK kosong, ya aku dengan senang hati pindah ke meja pendaftaran cK. Setelah ngobrol singkat termasuk “ngomongin” deKing yang masih ada di Negeri Belanda, saya lantas bergegas ke pintu lift guna menuju auditorium BPPT di lantai III.

Nah, di sinilah terjadi hal yang sedikit ‘ajaib’. Sewaktu menunggu lift, saya juga berkenalan dengan seorang blogger yang blognya belum pernah saya kenal sama sekali, apalagi orangnya, namun ternyata menjadi teman ‘sepengobrolan’ yang asyik, nama panggilannya si Boy. Sepanjang acara Pesta Blogger yang berlangsung di auditorium, saya asyik mengobrol dengan si Boy sebelum blogger-blogger lain yang belum saya kenal dan belum punya teman ngobrol akhirnya ikut nimbrung ngobrol juga. Kira-kira dua puluh menit setelah masuk auditorium, hapeku berbunyi, di seberang sana terdengar suara “Kang Yari ada di mana?” Ooh… ternyata itu adalah suara Bu Edratna yang tengah ‘mencari-cari’ aku. Ternyata tempat duduk Bu Edratna jauh sekali dari tempat saya duduk! Saya ada si “ujung” kanan, bu Edratna ada di “ujung” kiri.  Saya lantas menghampiri bu Edratna yang datang dengan “anak buah-anak buah”nya. Yang membuat saya surprise adalah ternyata di sana ada juga mbak Yoga! Wah tentu saja saya sangat senang sekali, karena mbak Yoga sebelumnya telah mengindikasikan bahwa dirinya tidak akan datang, namun ternyata datang juga! Alhamdulillah! Setelah berfoto-foto dengan Bu Edratna cs termasuk mbak Yoga, dan ngobrol-ngobrol sedikit, saya kembali ke tempat duduk saya di “ujung” kanan sambil mencari-cari blogger2 lain yang saya kenal. Ternyata belum berhasil 😦

Tak lama kemudian…… acarapun dimulai! Dimulai dari acara sambutan dari ketua panitia, hingga acara yang mirip “Talk Show” oleh para blogger asing atau tamu. Namun saya tidak selesai mengikuti acara tersebut, karena perut sudah keroncongan (karena sarapan seadanya waktu itu). Akhirnya, aku makan siang duluan bersama si Boy di ruang makan BPPT (di sana saya juga melihat banyak blogger yang sudah makan siang duluan….). Nah, sewaktu makan siang tersebut saya diwawancarai oleh wartawan radio BBC seksi Bahasa Indonesia. Waktu itu saya lihat memang cukup banyak wartawan yang lalu lalang, baik media cetak maupun elektronik. Lha kok lagi makan  malah diwawancarai, mas! Aku ditanya seputar perlu tidaknya peraturan pemerintah dalam hal blogging sehubungan dengan kartun nabi yang akhir-akhir ini jadi isu panas. Jawabanku tak usah aku tulis di sini ya, soalnya nanti malah jadi pindah topik, padahal topik artikel ini kan mengenai Pesta Blogger. Huehehe……

Setelah makan, aku kembali lagi ke ruang auditorium, ternyata acara belum selesai. Karena ruangan gelap (sengaja lampu dimatikan agar slide-show dapat terlihat jelas) dan aku sudah “kehilangan interest” terhadap acara talk-show tersebut (walaupun isi talk-shownya sebenarnya bagus), lagi-lagi aku ngobrol dengan si Boy dan para blogger lainnya yang tidak aku kenal yang juga lebih ingin berinteraksi dengan para blogger lainnya daripada menikmati acara Talk Show-nya. Lagi asyik mengobrol tiba-tiba aku mendapatkan SMS. Oh….. ternyata dari BlackClaw! Ia menanyakan keberadaanku saat itu. Aku mengatakan bahwa aku duduk di “sayap” kanan ruang auditorium. Agar memudahkan Black untuk mencari aku, akhirnya aku berdiri di pintu ruang Auditorium untuk memudahkan si Black mencari diriku. Ciri2ku adalah aku memakai Kemeja Hitam dengan celana jeans putih. Wah ternyata saya senang sekali bisa berkenalan dengan Black yang blognya kocak dan gila itu. Artikelnya tentang cara membedakan tahi anjing dan pete Dompu adalah salah satu yang paling tidak bisa kulupakan kegilaan kelucuannya! 😆

Menjelang waktu makan siang yang resmi, saya bertemu dengan aRuL yang dibela-belain datang dari Surabaya dan kami bercakap-cakap dengan santai sebelum saya kembali ke ruang auditorium. Dengan ‘diam-diam’ saya mencari-cari lagi blogger2 yang sering berinteraksi dengan saya di dunia maya. Ternyata saya bertemu dengan mbak Pipiew yang nampaknya datang bersama gengnya: Borneo Blogger Community. Wah, saya senang sekali bertemu mbak Pipiew yang selama ini saya ketahui hanya lewat blog. Dan saya terharu **halaah** juga karena mbak Pipiew datang jauh2 dari Pontianak hanya untuk menghadiri Pesta Blogger ini. Sayangnya mbak Ita nggak bisa ikut bersama BBC ini ya? 😦 Dan juga saya agak menyesal lupa berfoto ria bersama mbak Pipiew cs ini. 😦  Nggak apa-apa ya mbak, lain kali kita sempat berfoto ria, insya Allah.

Pada saat mulai acara makan siang resmi, saya yang kembali berada di auditorium bertemu dengan Mas Andreas. Wah, ternyata mas Andreas ini orangnya sangat ramah dan baik hati. Penampilannya sesuai dengan komentar2nya yang mendalam, obyektif dan tidak pernah asal komen. Kami saling memperkenalkan diri dan bercakap2 sebentar karena mas Andreas harus pergi makan siang di ruang makan BPPT. Ketika banyak blogger tengah bersantap siang, (karena sudah makan siang sebelumnya), saya dan Boy iseng2 menjelajah seluruh isi ruang Lantai III Gedung BPPT sembari melihat produk2 yang ditawarkan oleh para sponsor di lantai itu, tiba-tiba saya bertemu dengan Hangga Damai, di mana blognya lumayan sering saya “sampahin” huehehe…… Wah ternyata Hangga Damai ini orangnya tidak ‘seaneh’ blognya. huehehehe….. Kami ngobrol begitu lepasnya…. Dari Hangga ini  saya mengetahui bahwa Prof. Sjafri tidak bisa menghadiri PB 2008 karena pagi itu kurang enak badan. Wah, sayang ya prof, padahal di PB kali ini saya ingin sekali bertemu prof. Sjafri. Tapi nggak apa-apa prof, mudah2an  insya Allah lain kesempatan kita bisa bertemu muka dan saya doakan mudah2an prof. Sjafri lekas sehat 100% kembali. 🙂

Pada saat Breakout sessions, saya bingung mau pilih topik yang mana?? Karena topik yang ditawarkan beragam. Saya lihat Bu Edratna dan mbak Yoga memilih tema “Menjadi Photoblogger Handal”. Boy memilih “Blog: Alat Marketing dan Mencari Penghasilan Tambahan”. Setelah saya timbang-timbang akhirnya saya memilih “Ngeblog Yang Baru Mulai”. Kenapa? Karena grupnya sepi dan ada doorprize-nya yaitu sebuah smartphone. Di sana ada juga Hangga Damai dan juga si Black. Walaupun kami nggak ada yang memenangkan doorprize tersebut, kami sangat dongkol dan kheki karena tidak mendapatkan doorprize tersebut :mrgreen: cukup mendapatkan pengetahuan baru (walaupun nggak baru2 juga seh…..) mengenai produk baru dari Microsoft yang ditawarkan………

Setelah breakout sessions selesai tiba saatnya coffee break. Setelah coffee break saya lantas ngobrol sekitar 10 menitan kembali bersama bu Edratna dan mbak Yoga, sebelum pada pukul 16.15 saya memutuskan untuk pulang dan tidak bisa meneruskan acara Pesta Blogger karena ada sesuatu yang harus saya kerjakan di rumah sebelum pulang ke Bandung. Walaupun saya tidak bisa meneruskan acara Pesta Blogger hingga selesai, saya merasa puas bisa bertemu dengan para blogger yang sebelumnya hanya bisa saling kenal lewat dunia ‘maya’. Sampai bertemu di Pesta Blogger 2009, insya Allah. Mudah2an tahun depan saya bisa bertemu dengan lebih banyak blogger lain……… 🙂

Catatan:

Saya pribadi tidak mendokumentasikan PB kali ini lewat foto-foto. Sebenarnya agak menyesal juga, tetapi ada hikmahnya karena saya kurang nyaman foto2 saya tampil secara bebas di Internet. Tetapi saya rasa, sudah banyak kok yang mendokumentasikan PB ini lewat foto2. Di artikel ini saya hanya menceritakan apa yang saya rasakan secara pribadi di Pesta Blogger kali ini. Karena pengalaman atau perasaan pribadi itu unik sedang foto mungkin bisa jadi unik juga bisa saja hampir sama……. :mrgreen:

Menuju Pesta Blogger 2008

pb-120bHari ini, tepatnya nanti malam, insya Allah, sekitar pukul 7.30 saya akan berangkat ke Jakarta dalam rangka pesta blogger 2008 keesokan harinya di Gedung BPPT II di Jalan M. H. Thamrin. Kemungkinan besar saya akan memakai jasa travel CitiTrans di Jalan Dipati Ukur karena saya ingin tidur di perjalanan. Maklum, sudah beberapa malam terakhir ini saya baru tidur pukul 02.30 pagi, karena klise, banyak pekerjaan. Walau begitu, hal tersebut tidak mengurangi antusiasme saya dalam menyambut pesta blogger 2008, karena memang sudah saya niati hampir setahun sebelumnya, bahwa saya ingin menghadiri pesta blogger 2008.

Maklumlah, sampai hari ini saya bangga belum pernah kopdar dengan rekan-rekan sesama blogger. Bukannya saya tidak mau atau tidak berkenan, tetapi memang selalu ada saja hal-hal yang menghalangi, dan juga karena saya memang tidak terlalu berburu acara-acara kopdar karena takut ketagihan sehingga dapat mengacaukan pekerjaan dan mentelantarkan keluarga **halaah nggak gitu-gitu amat seeh** :mrgreen:

Kemarin saya melihat pengumuman di situs resmi Pesta Blogger 2008, katanya tiket bisa diambil duluan di kantor dagdigdug. Hal ini untuk mengantisipasi agar tidak terjadi antrian panjang pada saat pendaftaran dan pembayaran di meja panitia. Kalau buat saya, saya sudah pasrah deh, habis saya tidak bakalan sempat datang ke kantor dagdigdug sebelumnya. Lagian nggak apa-apa kok, ngantri panjang juga, siapa tahu dengan mengantri sambil bercapek-capek ria serta bersungut-sungut nantinya akan menjadi peristiwa **halaah** tersendiri yang tak terlupakan sebagai bagian dari acara pesta blogger 2008? Mudah2an deh, walaupun antrian panjang, dapat hikmahnya tersendiri, minimal dapat menjaga kesabaran <—– menghibur diri…. :mrgreen:

Berberapa hari yang lalu saya juga sempat melihat daftar peserta yang sudah mendaftarulang Pesta Blogger 2008 di antaranya yang blognya sering saya ‘kata-katain’ dengan kata-kata yang indah sekaligus norak, seperti: Prof. Sjafri, Bu Edratna, Mas Andreas, Hanggadamai, Asruldinazis dan ada cukup banyak blogger lainnya yang saya kenal tetapi saya jarang ‘mengata-ngatain’ blog tersebut. Namun ada beberapa orang yang sebenarnya ingin saya lihat namun ‘gagal’ terdaftar di sana, seperti: kang Anggara, bang Riri Satria, Kang Jupri, mas Eby, mbak Nurita Putranti, mbak Pipiew, mbak Yoga, Pak Sawali dan juga Pak Ersis. Walaupun mereka-mereka yang saya kagumi ini **halaah** :mrgreen: kemungkinan besar tak akan hadir apalagi ada beberapa di antaranya yang terkendala  dengan masalah jarak , namun tidak menyurutkan semangat saya untuk berpesta blogger 2008. Siapa tahu nanti saya bertemu blogger2 lain yang tak kalah ‘interesting’-nya. Saya benar-benar terkejut dan tak menyangka, jumlah blogger di tanah air ini benar-benar luar biasa banyaknya. Ragam-ragam blog yang ditulispun bermacam-macam dari blog yang isinya curhat melulu hingga yang isinya serius melulu. Luar biasa!

Nah, begitu saja postingan untuk hari ini dalam rangka Pesta Blogger 2008, mari kita sukseskan Pesta Blogger 2008 dengan berbondong-bondong pergi ke sana…. Dan mudah-mudahan kita semua dapat bertemu di sana.

Catatan:

Dalam blog ini tak akan ada peliputan peristiwa Pesta Blogger 2008, karena saya beranggapan bahwa pasti akan banyak yang meliput pesta blogger kali ini. Selain itu, blog saya ini bukan untuk membuat peristiwa-peristiwa pribadi macam pesta blogger 2008. Andaikan (sekali lagi: andaikan!!) saya ingin membuat artikel atau peliputan pesta blogger 2008 ini, akan saya buat di blog saya yang kedua yang isinya gurem bin inferior dan yang jarang di-update (√) di sini! :mrgreen: Sedangkan artikel berikut di blog ini, insya Allah, akan terbit Hari Senin 24 November 2008 dengan tema-tema ‘seperti biasa’……. 🙂

Vetsin oh MSG……

rumuskimiamsg300px-monosodium_glutamate_crystalsPara pembaca hampir semua tentu pernah merasakan atau mencicipi yang namanya vetsin atau pecin atau nama kimianya adalah MSG, monosodium gluatamat, atau mononatrium glutamat. Merk-merk MSG yang beredar di pasaran di Indonesia bermacam-macam, mulai dari Ajinomoto, Miwon, Sasa dan mungkin masih banyak lagi. Tigapuluh sampai empatpuluh tahun yang lalu, MSG ini mengandung kontroversi mengenai masalah keamanan bagi kesehatan manusia. Hal ini bermula pada tahun 1968, ketika Ho Man Kwok mengirim surat kepada The New England Journal of Medicine yang mengatakan bahwa ia selalu mengalami sindroma yang aneh setelah ia menyantap makanan di restoran China. Dari sinilah isu keamanan kesehatan MSG bermula, dan timbulah istilah yang bernama Chinese Restaurant Syndrome. Sindroma ini mempunyai gejala antara lain, merasakan mati rasa di daerah belakang leher yang menjalar hingga lengan dan punggung. Namun biasanya gejalanya akan hilang sendiri setelah dua jam.

Setelah muncul istilah Chinese Restaurant Syndrome (CRS) ini barulah MSG menjadi isu kesehatan yang mengglobal, banyak fihak yang akhirnya meninggalkan konsumsi MSG ini karena termakan isu CRS ini terutama di negara-negara barat. Isu malah berkembang hingga banyak yang mengatakan bahwa MSG adalah zat karsinogenik (zat yang menyebabkan kanker) dan juga sebagai zat yang menyebabkan palpitasi jantung dan sebagainya. Kini, 30 tahun telah berlalu. Berbagai macam penelitian mengenai MSG telah dilakukan oleh banyak fihak. Pandangan MSG sebagai penyebab berbagai macam problema kesehatan harus diubah. FDA (Food and Drugs Administration), badan yang menangani masalah makanan dan obat-obatan di AS sudah resmi mengatakan bahwa bumbu masak yang diketemukan tahun 1909 oleh Ajinomoto Corporation di Jepang ini aman dikonsumsi. Namun begitu, MSG tetap tidak dianjurkan harus dihindari oleh mereka yang sensitif terhadap MSG (mereka yang sensitif terhadap MSG sekitar 1% dari populasi) dan juga mereka yang sering terkena serangan asthma yang berat.

Glutamat (hati-hati: Glutamat bukan Monosodium Glutamat-nya) sendiri sebenarnya terdapat banyak sekali secara alamiah di sel-sel makhluk hidup. Glutamat di alam terdapat dalam dua “bentuk” yaitu glutamat yang merupakan bagian dari protein dan glutamat yang bebas. Glutamat yang berbentuk bebas menjalani metabolisme yang sama di dalam tubuh seperti halnya glutamat yang berasal dari MSG. Untuk itu, glutamat yang berasal dari MSG akan memberikan efek yang sama dengan glutamat yang bebas alami. Glutamat bebas yang alami terhadap banyak pada tomat, jagung, kecap, keju dan juga kacang-kacangan. Pada MSG, glutamat inilah yang memberikan rasa gurih kepada makanan sekaligus unsur yang paling penting (dan yang dihebohkan tersebut) dalam MSG.

MSG juga mengandung lebih sedikit sodium (natrium) dibandingkan garam, sehingga  secara teoritis merupakan zat substituen (pengganti) yang baik untuk garam bagi mereka yang harus berdiet rendah sodium. Mari kita bandingkan konstituen sodium pada 10 mg MSG dengan 10 mg garam (NaCl atau sodium klorida). Rumus kimia MSG (seperti gambar paling atas) adalah C5H8NO4Na.

Berat molekul MSG adalah ( 5 x 12 + 8 x 1 + 14 + 4 x 16 + 23 ) = 169.    Catatan: Angka yang hijau adalah berat atom masing-masing unsur.

Berat molekul garam (NaCl) adalah  23 + 35,5 = 58,5.   Catatan: Angka yang hijau adalah berat atom masing-masing unsur.

10 mg ( 0,01 g ) MSG adalah \frac{0,01}{169} = 5,92 x 10-5 mol.

10 mg (0,01 g ) garam (NaCl) adalah \frac{0,01}{58,5} = 1,71 x 10-4 mol.

Berat Sodium pada 10 mg MSG adalah 5,92 x 10-5 x 23 = 0,00136 gram = 1,36 mg.

Berat sodium pada 10 mg garam (NaCl) adalah 1,71 x 10-4 x 23 = 0,00393 gram = 3,93 mg.

Dari perhitungan di atas jelaslah bahwa dalam 10 mg MSG hanya terdapat 1,36 mg sodium saja atau hanya 13,6% saja. Bandingkan dengan sodium yang terdapat pada garam yang mencapai 39,3% atau hampir 40% (hasil perhitungan sesuai dengan data yang ada di sini (Lihat sub tema: Is MSG high in sodium?).

MSG menurut penelitian juga bukan karsinogenik (zat yang dapat menimbulkan kanker) dan juga bukan zat mutagenik (zat yang dapat memicu mutasi gen).

Nah, walaupun U.S. FDA telah menyatakan bahwa MSG aman dikonsumsi dan juga rendah sodium, namun tentu kita menghindarkan konsumsi yang berlebih. Karena kita semua yakin bahwa segala yang dikonsumsi berlebihan berakibat kurang baik bagi tubuh. Untuk itu konsumsilah secukupnya tanpa ragu untuk mengkonsumsi MSG terutama bagi anda yang berbadan sehat tanpa pantangan diet MSG dari dokter anda. Toh mengkonsumsi MSG secara umum tidak lebih berbahaya daripada mengkonsumsi lemak trans-fat yang banyak terkandung dalam makanan junk-food! Huehehe…. 😀

 

Catatan:

Berat Atom Nitrogen (N) = 14
Berat Atom Oksigen (O) = 16
Berat Atom Hidrogen (H) = 1
Berat Atom Karbon (C) = 12
Berat Atom Natrium/Sodium (Na) = 23
Berat Atom Klorin (Cl) = 35,5

Gamba Osaka Juara Piala Champions Asia

gambaosakaPerhatian:

Artikel ini sarat opini-opini pribadi yang mungkin sangat subyektif dan tidak obyektif. Jadi pembaca harap maklum. :mrgreen:

Di tengah hingar bingarnya liga-liga lokal di Eropa dan juga liga piala Champions di Eropa ditambah dengan sedikit hingar bingarnya kompetisi Liga Super Indonesia yang sarat hiburan perkelahian itu, orang sedikit melupakan liga piala Champions Asia. Hal itu mungkin bisa dimaklumi, mungkin karena kualitas liga piala Champions Asia masih di bawah kualitas liga piala Champions Eropa dan juga televisi-televisi nasional di Indonesia ogah menyiarkan liga piala Champions Asia ini, mungkin karena klub-klub Indonesia tidak ikut dalam liga tersebut yang saya dengar akibat telat mendaftar! Namun bukan berarti Liga Piala Champions Asia tidak menarik untuk diikuti, minimal bagi saya. Saya serius mengikuti Liga Piala Champions Asia ini walaupun baru sempat mengikuti siaran langsungnya dari babak semi final saja.

Di partai puncak liga Piala Champions Asia (yang selalu didominasi oleh klub-klub dari Asia Timur dan Asia Barat itu, ditambah sedikit klub dari Uzbekistan dan kini ditambah klub-klub Australia) tampil kesebelasan Gamba Osaka dari Jepang melawan kesebelasan Adelaide United dari Australia. Tidak seperti di final piala Champions Eropa yang pertandingannya hanya sekali di tempat netral tertentu, babak final piala Champions Asia dimainkan secara home and away seperti babak-babak sebelumnya. Jadi pertandingan dilangsungkan dua kali, pertama berlangsung di Osaka tanggal 5 November 2008 dan yang kedua berlangsung di Adelaide seminggu kemudian. di final, Gamba Osaka (GO) melibas Adelaide United (AU) dengan skor agregat 5-0! Pertandingan pertama di Osaka, GO menang 3-0 dan dipertandingan kedua lagi-lagi GO melibas tuan rumah dengan angka 2-0.

Di pertandingan kedua di Adelaide, GO hanya butuh waktu 15 menit pertama untuk membubarkan mimpi tuan rumah memenangkan piala Champions Asia. Dua gol pemain asal Brasil Lucas Severino di menit ke-4 dan ke-15 membungkam penonton-penonton Australia pendukung Adelaide United. Dan yang lebih membuat saya puas hebat lagi, dari dua pertandingan final yang dilangsungkan ternyata Adelaide United tidak berhasil menciptakan sebuah golpun!

Sejak pertandingan awal, saya selalu membela GO untuk memenangkan pertandingan tersebut. Karena entah kenapa saya kurang senang Australia pindah ke AFC (Asian Football Confederation). Mungkin karena secara geografis Australia bukan bagian dari Asia atau bisa jadi orang-orang Australia kebanyakan bukan orang Asia. Walaupun harus diakui bahwa Uzbekistan yang juga anggota AFC banyak juga orang-orang Rusianya yang notabene juga bukan orang Asia. Namun entah kenapa saya “sebal”nya hanya dengan Australia saja. Mungkin karena pada saat awal mereka bergabung dengan AFC, mereka begitu yakin akan dengan relatif mudah menjuarai kejuaraan-kejuaraan setingkat Asia. Mereka merasa membawa “kualitas Eropa” ke benua Asia sehingga mereka agak “memandang rendah” kesebelasan-kesebelasan dari Asia. Namun ternyata, pemain seperti Mark Viduka yang bermain untuk Newcastle United di Inggris itu ternyata di tingkat Asiapun hanya “yah… begitulah….”.

Australia pindah dari OFC (Oceania Football Confederation) ke AFC sejak awal 2007 lalu. Entah kenapa Australia pindah dari OFC ke AFC mungkin di OFC, Australia merasa “tidak betah” karena lawan yang sepadan mungkin hanya Selandia Baru saja, sedangkan yang lainnya seperti Papua Nugini, Fiji, Vanuatu, Kepulauan Salomon dan sebagainya lebih berfungsi sebagai penggembira saja. Sebenarnya keanggotaan Australia yang anomali dan tidak sesuai dengan letak geografis bukan hanya kasus satu-satunya. UEFA sebagai asosiasi sepakbola Eropa juga mempunyai anggota-anggota dari negara yang “tidak sesuai” letak geografisnya seperti: Kazakhstan, Cyprus dan Israel. Juga Concacaf sebagai konfederasi sepakbola negara-negara Amerika Utara, Tengah dan juga Laut Karibia juga mempunyai anggota Guyana dan Suriname yang notabene terletak di benua Amerika Selatan. Jadi Australia bukan kasus satu-satunya.

Ya, sudah nasi sudah menjadi bubur. Bagaimanapun juga kini sepakbola Australia telah menjadi bagian daripada sepakbola Asia. Setiap peristiwa pasti ada hikmah dan kekurangannya sendiri-sendiri. Namun, yang penting buat saya, setiap kekalahan atau kegagalan sepakbola Australia di tingkat Asia, akan selalu menjadi ‘kebahagiaan’ saya tersendiri. Huehehehe….. :mrgreen:

Panas Dingin

dsc00086Ketika bangun pagi pada hari Sabtu lalu, saya merasakan udara yang “tidak biasanya”. Kenapa tidak biasanya? Karena pagi itu saya merasakan udara yang kurang dingin dari biasanya. Bukannya udara waktu itu terasa panas, tetapi rasanya kurang dingin dari biasanya. Setelah saya melihat ke termometer yang berada di meja saya suhunya normal sekitar 25,1 oC, namun ketika saya membaca bacaan higrometer (yang mengukur kelembaban relatif udara) di bawahnya ternyata kelembaban di kamar saya agak naik sedikit, yaitu 81% (gambar atas) dari biasanya yang sekitar 70%. Pantas saja, udara menjadi terasa lebih “panas” dari biasanya. Dan dari sinilah ide postingan ini lahir.

Seperti kita ketahui bahwa jikalau udara normal (temperatur di dalam ruangan) adalah 25oC, belum tentu badan kita merasakan temperatur udara 25oC juga, tergantung berbagai macam faktor. Selain suhu tubuh kita sendiri yang menentukan, faktor eksternal lain seperti kelembaban relatif dan juga faktor kecepatan angin ikut mempengaruhi panas dinginnya udara yang dirasakan tubuh. Jikalau pada faktor kecepatan angin semakin cepat angin akan terasa semakin dingin oleh tubuh maka pada kelembaban relatif, semakin tinggi kelembaban relatif semakin panas udara yang akan dirasakan oleh tubuh kita. Suhu udara 25oC pada kelembaban 50% akan terasa lebih dingin dibandingkan suhu udara serupa namun pada kelembaban 70%, misalnya.

Untuk postingan kali ini saya hanya membahas secara singkat faktor kelembaban relatif saja. Untuk faktor kecepatan angin mungkin akan saya bahas di lain waktu. Pertanyaan dasarnya adalah: Kenapa pada kelembaban tinggi badan akan merasakan temperatur udara yang lebih tinggi? Hal tersebut karena pada kelembaban yang tinggi, badan akan lebih sulit berkeringat karena udara lebih jenuh dengan titik-titik air. Seperti kita ketahui keringat berfungsi sebagai regulator suhu tubuh pada temperatur udara tinggi. Jikalau suhu tubuh meningkat dan badan “gagal” berkeringat tentunya suhu tubuh akan merasakan panas yang berlebih. Keadaan semakin berbahaya jikalau suhu sangat lembab dan panas udara melebihi suhu tubuh manusia (37oC), dalam kasus ini tubuh yang menerima panas dari udara sehingga temperatur yang dirasakan tubuh dapat meningkat lebih tajam lagi (jikalau suhu udara lebih rendah dari suhu tubuh, kebalikannya terjadi yaitu panas yang hilang diserap oleh udara).

Lantas bagaimana mengukur suhu yang dirasakan oleh badan pada temperatur udara dan kelembaban (realtif) tertentu? Di bawah ini ada sebuah tabel Indeks Panas (Heat Index) yang disusun oleh National Oceanic and Atmospheric Administration (NAOA). NAOA ini adalah badan yang setara dengan NASA di Amerika Serikat. Hanya saja jika NASA berurusan dengan ruang angkasa maka NAOA ini urusannya adalah dengan lautan dan atmosfer. Baris teratas dengan angka berwarna ungu adalah angka suhu ruangan sedangkan kolom terikiri dengan angka persen (%) adalah kelembaban relatifnya. Yang perlu diingat adalah angka suhu adalah dalam derajad Fahrenheit (oF). Jadi suhu yang diukur dalam derajad Celsius harus dikonversikan dulu ke dalam derajad Fahrenheit.

TABEL INDEKS PANAS / HEAT INDEX

  70 75 80 85 90 95 100 105 110 115 120
0% 64 69 73 78 83 87 91 95 99 103 107
10% 65 70 75 80 85 90 95 100 105 111 116
20% 66 72 77 82 87 93 99 105 112 120 130
30% 67 73 78 84 90 96 104 113 123 135 148
40% 68 74 79 86 93 101 110 123 137 151
50% 69 75 81 88 96 107 120 135 150
60% 70 76 82 90 100 114 132 149
70% 70 77 85 93 106 124 144
80% 71 78 86 97 113 136
90% 71 79 88 102 122
100% 72 80 91 108

Sekarang berapa suhu yang dirasakan tubuh saya waktu itu? Berdasarkan foto yang kurang jelas di atas, suhu udara pada saat itu di kamar saya adalah 25,1oC (anggap saja sebagai 25oC) sedangkan kelembaban relatifnya adalah 81% (anggap saja sebagai 80%). Sekarang mari kita ubah 25oC ke dalam oF yaitu: \frac{9\times 25}{5} + 32 sama dengan 77oF. Jikalau kita lihat tabel di atas maka udara yang saya rasakan waktu itu adalah antara 78o hingga 86oF atau kira2 80,4oF atau sama dengan (80,4-32) \times \frac{ 5}{9} kira-kira sama dengan 27oC. Pantas saja tubuh saya merasakan udara yang kurang dingin waktu itu. Perbedaannya mungkin hanya 2oC, namun bagi tubuh perbedaan tersebut sudah cukup signifikan.

Sebenarnya ada rumus yang dapat mencari suhu yang dirasakan tubuh sebagai berikut di bawah ini yang saya kutip dari sini:

HI = -42,379 + 2,04901523T + 10,14333127R – 0,22475541TR – 6,83783 X 10-3T2 – 5,481717 X 10-2R2 + 1,22874 X 10-3T2R + 8,5282 X 10-4TR2 – 1,99 X 10-6T2R2

HI = Heat Index atau Suhu yang dirasakan tubuh.
T = Suhu kering (ambient dry-bulb temperature dalam oF. Ingat: harus dalam derajad Fahrenheit !!)
R = Kelembaban Relatif (dalam persen)

Suhu kering adalah suhu temperatur di udara atau ruangan kita yang dapat kita baca dari termometer sehari-hari sederhana kita di rumah ataupun via termometer digital sedangkan kelembaban relatif dapat dibaca dari higrometer, baik higrometer analog yang pakai jarum ataupun yang digital. Tetapi karena rumusnya panjang begitu, kok menghitungnya jadi agak malas ya, mendingan lihat tabelnya aja deh. 😀