Akhirnya Kebobolan Junk Food Juga……

dsc00083“Timbang badan….. timbang badan neng…. timbang badan….”. Begitulah di hari Minggu pagi lalu ketika aku tengah asyik membaca sebuah situs di Internet tiba-tiba terdengar suara yang tidak asing lagi yang sudah lama tidak aku dengar. Suara seorang bapak tua, yang mencari nafkah dengan timbangan mekanikal tuanya. Sekali timbang Rp. 1000,- (dulu terakhir aku menimbang badan dengan timbangan badan pak tua ini masih Rp. 500,- sebelum ia sempat “menghilang” cukup lama). Sebenarnya aku punya timbangan sendiri di rumah, namun karena kasihan, kalau bapak tua itu lewat rumahku dan kebetulan aku berada di rumah, aku biasanya memanggil bapak tua tersebut untuk menimbang badanku. Ketika aku menimbang badanku, bacaan di timbangan badan yang sudah tua merk Krupp buatan Jerman yang injakan timbangannya sudah sangat dekil itu menunjukkan angka sekitar 70 kg (154.3 lbs). Aku tahu timbangan itu sudah tidak akurat lagi walaupun sudah disetel pada 0 kg ketika akan menimbang. Dulu biasanya ketidakakuratannya sekitar 2 kg lebih rendah. Namun kemudian setelah aku timbang lagi di rumah ternyata beratku “masih” 74,8 kg (164.9 lbs). Wah, ternyata timbangan pak tua ini sudah bertambah ketidakakuratannya.

Namun, alhamdulillah, timbanganku sudah turun. Setelah puasa sebulan timbanganku turun hingga 69,4 kg (153.0 lbs)Β  dari biasanya sekitar 71 kg (156.5 lbs) namun dalam hanya jangka waktu dua minggu saja ketika liburan lebaran, timbanganku naik hingga 75,8 kg (167.1 lbs). Memang selama liburan di Jakarta, karena nggak ada kegiatan, dan kebanyakan hanya hardolin (dahar, modol, ulin) di rumah saja bersama keluarga jadinya ya mungkin itu yang menyebabkan timbanganku naik. Aku ingat, kalau aku lagi ngeblog atau blogwalking waktu itu, sambil ngemil dalam waktu hampir setengah jam, setengah toples kaasstengel bisa habis. Sudah bosan kaasstengel, lalu dilanjutkan dengan kacang mede, dilanjutkan dengan es krim dan kue tart sisa lebaran. Baru kemudian saya baru sadar bahwa pada lebaran lalu kebanyakan yang masuk dalam tubuh saya adalah makanan yang enak-enak junk food! Walaupun saya juga makan buah2an seperti apel, pisang dan juga jeruk Australia, yang walaupun kecil-kecil tetapi manis-manis berwarna jingga yang saya beli di Super Indo Jalan Fatmawati.

Sebenarnya apa sih Junk Food itu? Sampai kini para ahli memang masih mencari definisi yang tepat dari Junk Food itu sendiri. Yang jelas, yang termasuk makanan junk food itu adalah makanan yang hampir semua zat gizinya rendah (dan tidak mencukupi asupan gizi per hari yang diperlukan tubuh) atau makanan dengan gizi yang tidak berimbang. Biasanya Junk Food mempunyai kandungan lemak, karbohidrat terutama dari gula, dan juga Natrium (Sodium) dari garam yang tinggi tetapi miskin akan protein, serat, vitamin dan mineral-mineral lainnya. Makanan-makanan kudapan seperti Chiki, Chitos, Taro dan lain sebagainya adalah contoh-contoh nyata daripada Junk Food ini. Junk Food biasanya adalah makanan-makanan yang diolah oleh manusia, sedangkan makanan dari alam boleh dikatakan tidak ada yang Junk Food, bahkan durianpun, walaupun saya kurang suka dengan durian, yang relatif ‘banyak lemak’nya tidak bisa dikatakan atau diklasifikasikan sebagai Junk Food (asal tentu saja makannya jangan kebanyakan!) karena durian juga kaya dengan Vitamin C, protein, kalium (potassium) dan…. air! πŸ˜€

Jadi, jikalau anda adalah orang yang sehat dan tidak ada pantangan makan apapun dari dokter, dietlah yang berimbang. Diet yang baik haruslah mengandung 4 sehat 5 sempurna karbohidrat, protein, vitamin, mineral dan lemak yang cukup tanpa terlalu berlebihan. Yang harus diperhatikan adalah karbohidrat harus mempunyai porsi kira-kira 50-60% dari diet kita. Juga manusia modern biasanya kekurangan serat, karena semakin hari kita semakin dimanjakan dengan makanan-makanan olahan buatan manusia dan semakin meninggalkan makanan alami kita seperti buah dan sayuran mentah. Mulai dari sekarang, makanlah sayuran dan buah-buahan dengan variasi jenis sebanyak mungkin, dan tinggalkanlah sedikit-sedikit makanan olahan seperti kaasstengel, kue tart, es krim, apalagi kudapan-kudapan yang tak bermutu. Tetapi…. ehm….. mungkin kalau sekali-sekali juga nggak apa-apa deh…. huehehehe…. :mrgreen:

Iklan

37 responses to “Akhirnya Kebobolan Junk Food Juga……

  1. habis ga ngajak-ngajak saya klo makan *ditimpuk*
    whehehehehe

  2. hmm mungkin saya punya pendapat tentang junkfod. mengapa produk fastfood ayam goreng juga sering disebut junk food? ternyata di amrik sana, bagian ayam yg diambil untuk makanan hanya bagian dada saja sisanya dibuang (sampah/junk) jadi bagian paha & sayap termasuk junkfood heheh trus jeroannya jadi makanan apa ya??? bener gak ya??

  3. Waduh, naik-turunnya kok cepat gitu, Pak Yari? Hehehe.
    (aku masih nggak habis pikir ada orang yang menjual jasa timbang badan gitu keliling komplek perumahan. Tapi masih lebih baik, karena mereka bekerja).

    Nah-nah-nah. Yang junk food begitu itu, Pak, yang kadang pura-pura nggak tahu dan nggak sadar. Perut lapar, mata memandang lezat disantap. Eh, ujung-ujungnya kumat.

    Banyak kudapan tak mutu, tapi mengasyikan sebagai teman nge-blog. Hehe.

  4. Setahu saya juga, di Amrik makanan fastfood itu makanan yang paling murah banget (relatif dengan keadaan di sana ya)..1 dollar aja bisa dapet burger; jadi dibilang junkfood juga mungkin karena makanan itu hampir nggak ada harganya kayak sampah (padahal beberapa sampah aja sekarang berharga yak).

    Di sisi lain, makanan murah di Indonesia (warteg, angkringan) saya lihat masih cukup bergizi… πŸ™„

  5. Wah ati2 pak. Jangfut bs bkn kejang akut

  6. mas, kalo makanan organik gimana? sekarang kan trendnya serba organik, dari buah-buahan, sayuran sampai jajanan aja pake label organik. emang seh harganya jadi selangit dibanding dengan yg bukan organik.

  7. Hahaha Pak Yari …
    Jangan salahkan timbangan …
    Jangan salahkan junk food …

    (lho habis sapa yang disalahkan ?)
    Yang disalahkan adalah ungkapan …
    “Yaaa sekali-sekali nggak papa laaaahh itu ..”
    Karena ungkapan itu diucapkan berkali-kali … betul tak ???
    Hehehe …

    Salam saya

  8. aku kira 748 kg ckckkckckckckkc nimbang apaan tuh..

  9. Makanya kalo makan2 ngajak saya… biar makanannya bisa dibagi dua… jadi jatah makannya mas yari terkurangi… hahaha

  10. makan saja yang banyak

  11. Iya nih, kadang dalam seminggu aku makan mcd, wadoh….. berat makin nambah aja… gaswaaat

  12. wah perhatian banget sama berat badan.. sehat terus nih…
    kalo cemilan itu masuk junk food berarti? πŸ˜€
    748 kg? hampir 1 ton wekz πŸ˜€

  13. ……..konon dari suatu penelitian di 54 negara (reuters.com)…….junk food menyumbang sekitar 35% terjadinya serangan jantung……dari tiga tipe makanan yakni oriental,umumnya banyak berupa tofu dan berbahan kedele…lalu makanan western yang banyak lemak, sodium dan garam; dan prudent yang berbahan sayur-sayuran dan buah-buahan…….maka makanan westernlah khususnya junk food yang beresiko munculnya serangan jantung……saya mengalaminya ketika makan begitu tidak terkendalinya…..rem selera berlebihan jadi blong……. dengan kadar kolesterol sekitar 250 dan di atasnya….so tahun 2002 desember saya terkena penalti operasi bedah by pass…….maka……makanlah ketika lapar dan berhentilah makan sebelum kenyang….dan tidak berlebihan….itulah pesan religius…..

  14. keenakan mungkin makan junk food, makanya badan jadi melar πŸ™‚

  15. Kalo mas yari yg bikin timbangannya berat kentut sama dosanya. Haha..

  16. Ketawa ngakak baca komentar AgusBin.. πŸ˜€

    Dalam Yoga, tidak ada standar berat badan ideal untuk seseorang, adanya badan seseorang mencari keseimbangannya masing-masing. Ada orang yang memang membutuhkan lemak lebih banyak dari manusia yang lain, dan sebaliknya, jadi para yogini tak terlalu khawatir dengan berat badan (beberapa master Yoga malah terlihat gendut sekali, walaupun begitu badannya sehat dan lentur, mereka rata-rata vegan), dengan gerakan-gerakan Yoga atau olahraga lain yang dilakukan teratur, insha Allah badan terjaga sehat. Idih mau ngomong apa sih ini, ya sekedar sharing dan ingin bilang, soal kegendutan itu adalah stereotype yang mirip pedang bermata dua (bisa jadi penyemangat hidup sehat, atau malah bisa bikin minder), selama badan sehat tak merugikan orang lain itu sudah baik. Sedangkan junk food, nah ini mesti dipikirkan baik-baik, intinya jangan asal makan… Ngomong-ngomong makan kaasstengel setengah toples sendirian, kok gak ajak-ajak?

    Semangat Pagiii!

  17. @awym

    nih…. saya bagi……

    **sambil nyodorin remah2 sisa kue lebaran** :mrgreen:

    @ardianzzz

    Apalagi ayam yang udah disuntik hormon atau yang sakit sedikit dikasih antibiotik, wah makin junk nggak aman dikonsumsi aja tuh ayam gorengnya. Huehehe…..

    Btw… saya kok susah banget sih kasih komen di blog sampeyan, pakai ada livebook-livebookan (?) segala… pakai adegan ‘save’ segala, ah males deh, pakai save-savean, praktisan yang langsung kayak dulu…..

    @Daniel Mahendra

    Pak tua tersebut sebenarnya juga punya alat tensimeter untuk mengukur tekanan darah, tetapi kayaknya kurang akurat juga deh… hehehe…..

    Mengenai junk food, yang memang begitulah, justru yang enak-enak itu kebanyakan junk food. Karena junk food yang penting adalah rasa, soal gizi itu nomer satu dari belakang….. Huehehe…..

    @Catshade

    Sebenarnya yang paling baik membedakan mana junk food, mana yang nggak, jangan pernah sekali2 berpatokan kepada harga. Tidak penting apakah junk food Amerika di negeri asalnya murah, sedangkan di sini jadi ‘mahal’. Yang penting adalah kita pandai ‘menganalisis’ kandungan apa yang ada di dalam makanan tersebut (tentu saja tidak bisa tepat 100%). Patokannya yang jelas, makanan alami lebih bermutu dibandingkan makanan olahan. Lantas, makanan yang miskin serat biasanya junk. Lantas kalau kudapan atau snack atau makanan yang bungkusan dari pabrik biasanya ada nutrition fact di kemasannya. Yah, itu sedikit banyak bisa mengindikasikan apakah makanan tersebut junk atau tidak. πŸ™‚

    mantan kyai

    jangfut bisa bikin kejang, akut mudah2an tidak membuat bangkrut sampai takut terkentut-kentut….. **halaah maksa** :mrgreen:

    @inoslife

    Sebenarnya mas, organik apa nggak, nggak ada hubungannya dengan junk atau nggak. Tetapi masalah “keamanan” dikonsumsi apa nggak. Produk2 organik dianggap lebih “aman” dikonsumsi daripada yang tidak organik karena pada daging sapi organik misalnya, si sapi (sewaktu hidup) tidak diberi antibiotik, hormon pertumbuhan, hanya diberi makan rumput2an yang juga organik dan sebagainya. Sehingga daging sapi tersebut dianggap lebih aman dikonsumsi.

    Namun masalah gizinya tentu sapi organik dan sapi non-organik tidak jauh berbeda. Dan kedua-duanya jikalau diproses jadi hamburger sama-sama junk-nya. Hanya yang organik lebih ‘aman’ dikonsumsi karena tidak mengandung zat2’aditif’. πŸ™‚

    @nh18

    Hahaha…. benar juga ya…… sekali2 kalau berkali2 tetap saja berlebihan ya. Apalagi jeda waktunya makin sempit antara sekali2 tersebut. :mrgreen:

    @ulan

    Itu 74.8 kg. Titiknya tidak terfoto karena kecil dan posisi saya waktu memotret agak miring…. πŸ˜›

    @qizink

    Iya deh…. kapan2…. πŸ˜€

    @ILYAS ASIA

    Makan angin apa makan ati?? πŸ˜€

    @qzplx

    Yaa ampun…. ingat McD jadi ingat anjing saya si Pedro, suka banget sama McD… huehehe….. πŸ˜€

    @aRuL

    itu bukan 748 kg tetapi 74.8 kg. Titiknya kecil dan tersembunyi karena saya motretnya posisinya agak miring…. πŸ˜›

    @sjafri mangkuprawira

    Ya… terima kasih ya prof…… telah mengingatkan kita semua. Memang begitulah “penyakitnya” manusia….. kalau belum kenyang betul belum mau berhenti makan, mungkin itu sisa2 naluri binatang yang ada pada diri manusia.

    Apalagi junk food a la fastfood biasanya memang enak2, gurih, ditambah lagi banyak lemak yang membuat terasa lebih nikmat lagi di lidah. Sepertinya semakin junk suatu makanan semakin enak rasanya. Sebuah perangkap yang sangat membuai……

    @andif

    Itulah…. apalagi sambil nonton TV dan surfing di Internet dan tidak ada kerjaan lain di rumah, pasti sambil ngemil makanan2 yang tidak bermutu. Sebuah kebiasaan yang harus dihentikan……

    @AgusBin

    Wakakakakak….. siwalan…. biarin deh…. daripada sampeyan bin, yang berat upil sama dekilnya……. πŸ˜†

    @Yoga

    Mungkin secara genetis ada juga yang gendut dari sananya walaupun ia seorang vegan. Memang kalau sudah begitu ya sulit memang karena udah dari sananya. Yang penting dia memang diet dengan benar. Walaupun sekali-sekali perlu diselidiki lebih lanjut apakah dia benar2 vegan. Nggak tahunya jikalau di luar atau bersama2 dia vegan, di rumah atau pada saat dia sendiri berubah jadi monster carnivora. Wakakakak… Hush ah….

  18. Pagi ini mengukur badan, ternyata berat badan juga naik….
    Sebelumnya baru sadar saat yu Tun (tukang pijet) bilang, ibu kayaknya naik ya….(mungkin mijetnya lebih susah ya….??)

    Lha bagaimana kue Lebaran di depan mata, ditambah kerjaan yang menumpuk, dan kalau nggak makan banyak takut sakit (alasan…)

  19. fiuhh,,, saya dah banyak makan g’ gemukΒ² pak :mrgreen:

  20. Angka pada timbangan itu fluktuatif… persis seperti kurs dollar.. bedanya buat kita2 yang mau menurunkan pasti mesti berupaya kelar selain olahraga juga menjaga pola makanan..

    Easier said than done – RIGHT!

    Tapi mudah2an sekembalinya dari berlibur ini bisa bener2 turnlah sedikit.. :D. Seneng udh bis ambaca updatenya di blog ini. Salam hangat dari afrika barat!

  21. Hmm… Kalau saya sepertinya perlu sekali menambahkan berat badan. Sekarang saja berat badan saya kurang dari setengahnya 100 kg. Kelihatan kurus banget. Hmm… Ada saran?

  22. saya lebaran di kampung halaman baru 2 minggu dah naik hampir 2 kg 😦 . semua makanan khas dari kampung halaman dilahap πŸ˜€

  23. saya suka maem hokben, k-patats ( kentang bumbu ), umbi stick, d’crepes… tapi kok nggak gendut2 ya? ato emang saya sudah dikaruniai tubuh yang nggak bisa gendut? hehehehehehe semangat pak yari πŸ˜€

  24. MMmm… tapi tidak dijelaskan tentang tinggi badannya… jadi gemana kita tahu klo kegendutan atau engga. Barangakali untuk orang yg jangkung, tinggi, berat badan 75 kg itu malah kurang… hue he he…

    Mmmm… makanannya bagi-bagi aja ke yg perlu, ke Pak tua tukang timbangan itu misalnya… dijamin bermanfaat, dan ga takut kegendutan…. hue he he he.. :mrgreen:

  25. @edratna

    Kalau saya banyak kerjaan di luar rumah justru timbangan turun, tetapi kalau diam saja di rumah atau kerja di rumah baru timbangan saya naik. Kalau teman2 saya di kantor tahu kalau timbangan saya naik karena mereka bilang kok pipinya pak Yari agak sedikit tembem…. **halaah** hehehe….

    @zoel

    Mungkin beraknya kebanyakan kali…… :mrgreen:

    @Domba Garut!

    Betul…. berfluktuatif dan tidak bisa diprediksikan. Dan memang seperti pergerakan kurs mata uang….. sebentar2 stabil, lalu bisa jadi devaluasi. Hanya saja kalau berat badan ini bisa mengalami ‘revaluasi’. Berbeda dengan mata uang rupiah kita yang hampir tidak mungkin mengalami revaluasi….huehehehe…. πŸ˜€

    @Alias

    Nggak usah panik….. nanti menjelang usia 30an, berat badan anda akan naik sendiri. Sampeyan kan masih 18an. Teman saya dulu SMA kurus sekali, eh sekarang jadi bapak-bapak badannya jadi berisi lemak juga. πŸ˜€

    @L 34 H

    Haha…. sepertinya itu “penyakit” hampir setiap orang, begitu selesai puasa secara sadar atau tidak melakukan “balas dendam” pada saat lebaran. Huehehe…..

    @parvian

    Tunggu aja nanti usianya menjelang 30an, pasti akan sedikit-sedikit naik timbangannya….. πŸ™‚

    @mathematicse

    Justru itu tinggi saya sedang2 saja kok…. tinggi saya five-foot-eight bukan five point eight feet loh, beda. Huehehe…..

    Ya, soalnya kue lebaran itu ada di Jakarta, dan Pak Tuanya terlambat datang ke rumah saya, udah lima minggu setelah lebaran, ya udah abis dong kue lebarannya! :mrgreen:

  26. Punya jurnal tentang makanan yang boleh dan tidak boleh untuk penderita leukemia kang … saya dikirim jika ada yah.

  27. Kalau kami kami ini pertanyaanya adalah untuk beli Junk Food duit dari mana…?
    Yah …terpaksa diet tiap hari dech…

  28. Gimana ya agar daku agak gemukan
    Makan banyak juga tetap kurus
    Tapi alhamdulillah sih masih sehat

  29. saya termasuk tak bisa tahan selera
    jadi timbangannya stabil terus
    di angka yg tak ideal
    ada keinginan diet, tp realisasinya
    tak semudah dibayangkan

  30. Sebenarnya makan banyak sih sah-sah saja, asal aktifitas fisik juga banyak. jadi seimbang.
    hmm… JunkFood?
    buat sebagaian masyarakat kota itu mungkin gaya hidup kali ya. Setiap ke mall makannya di resto siap saji. hahaha, tapi lama dompet bisa tekor. πŸ™‚

  31. wahhh saya males nimbang badan mas
    takut pinsan pasti sekitar 60 juga adooooooooo

  32. Pak Yari, dulu membayar timbangannya Rp 500 karena waktu itu berat badan Pak Yari masih 60an kg. Setelah berat badannya naik menjadi 70an, mbayarnya ya harus naik. Hehehe…

    Btw, aku udah mulai mengurangi makanan Junk-Food, Pak. Walaupun sebenarnya nggak ada pantangan dari dokter. Berat badanku sempat naik sampai 75 kg.

  33. saya lebih suka coklat daripada junk food πŸ˜€

  34. @Rindu

    Kalau jurnal tentang makanan untuk penderita leukemia saya tidak punya. Mungkin anda dapat mencarinya di Internet. Mungkin makanan untuk penderita leukemia ini lebih dilihat dari sudut pengobatan alternatif bukan dari sudut pengobatan konvensional. πŸ™‚

    @Cah Ndeso

    Pertanyaan penting yang lain adalah:

    1. Jikalau anda punya uang nanti apakah anda akan membeli Junk food (karena aji mumpung atau akan membeli makanan yang sehat?

    2. Jikalau anda punya uang sekarang, apakah digunakan untuk membeli makanan sehat atau untuk pergi ke warnet untuk surfing Internet? πŸ˜‰

    @achoey

    Alhamdulillah. Memang benar, tidak masalah kurus, yang penting sehat. πŸ™‚

    @mikekono

    Memang kalau diet agak susah. Tetapi kita tidak perlu merubah drastis pola makan kita. Cukup sedikit-sedikit mengubah pola makan kita. Tetapi memang tetap saja sulit sih….. harus ada orang ketiga yang senantiasa mengontrol πŸ˜€

    @Mas. saDJa

    Yah… itulah…. makanan junk food buat anjing saya kok dibilangin gaya hidup kota ya? Kita dibohongin aja, padahal sebenarnya kita membeli makanan sampah, yang di negara asalnya aja dianggap sampah. Eh…. kita malah bangga melahapnya…. :mrgreen:

    @Gelandangan

    Itu 60 kilo atau 60 gram maksudnya?? **halaah** :mrgreen:

    @Edi Psw

    Baguslah tuh. Kurangi Junk Food. Makan makanan seperti McDonald’s bukan sesuatu yang bergengsi kok, malah justru seharusnya jadi bahan tertawaan karena itu makanan anjing saya mereka mau saja “dibohongi”. Huehehe….. :mrgreen:

    @septy

    Jangan salah coklat itu adalah makanan yang baik. Saya dulu pernah membaca artikel, lupa lagi kapan dan di mana, bahwa coklat dapat membantu mencegah serangan jantung. Yang menjadikan makanan coklat menjadi ‘buruk’ adalah gulanya yang banyak. Namun jikalau coklatnya nggak dikasih gula, tentu rasanya pahit dan anda tentu tidak akan mau memakannya. Huehehe….. πŸ˜€

  35. Wow!hehe…
    ukuran celana sekarang berapa,mas.

    _____________________________

    Yari NK replies:

    36 😳

  36. makan yang menyehatkan Pak,

    asal buang anginnya tidak di depan banyak orang.

    _______________________

    Yari NK replies:

    Tapi kalau buang angin di depan teman2 sendiri yang sudah akrab mah nggak apa2….. seperti yang sudah sering saya lakukan…. :mrgreen:

  37. Bang,biasanya kalau orang diet berat badannya turun sangat lambat,tapi begitu ia mulai makan banyak,berat badan naik bak roket.tq

    ________________________________

    Yari NK replies:

    Huahahaha…… seperti ingus aja kalau kita pilek ya? Turunnya lambat tetapi naiknya cepat karena dihisap kembali oleh si hidung. :mrgreen:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s