Daily Archives: Rabu, 12 November 2008

Panas Dingin

dsc00086Ketika bangun pagi pada hari Sabtu lalu, saya merasakan udara yang “tidak biasanya”. Kenapa tidak biasanya? Karena pagi itu saya merasakan udara yang kurang dingin dari biasanya. Bukannya udara waktu itu terasa panas, tetapi rasanya kurang dingin dari biasanya. Setelah saya melihat ke termometer yang berada di meja saya suhunya normal sekitar 25,1 oC, namun ketika saya membaca bacaan higrometer (yang mengukur kelembaban relatif udara) di bawahnya ternyata kelembaban di kamar saya agak naik sedikit, yaitu 81% (gambar atas) dari biasanya yang sekitar 70%. Pantas saja, udara menjadi terasa lebih “panas” dari biasanya. Dan dari sinilah ide postingan ini lahir.

Seperti kita ketahui bahwa jikalau udara normal (temperatur di dalam ruangan) adalah 25oC, belum tentu badan kita merasakan temperatur udara 25oC juga, tergantung berbagai macam faktor. Selain suhu tubuh kita sendiri yang menentukan, faktor eksternal lain seperti kelembaban relatif dan juga faktor kecepatan angin ikut mempengaruhi panas dinginnya udara yang dirasakan tubuh. Jikalau pada faktor kecepatan angin semakin cepat angin akan terasa semakin dingin oleh tubuh maka pada kelembaban relatif, semakin tinggi kelembaban relatif semakin panas udara yang akan dirasakan oleh tubuh kita. Suhu udara 25oC pada kelembaban 50% akan terasa lebih dingin dibandingkan suhu udara serupa namun pada kelembaban 70%, misalnya.

Untuk postingan kali ini saya hanya membahas secara singkat faktor kelembaban relatif saja. Untuk faktor kecepatan angin mungkin akan saya bahas di lain waktu. Pertanyaan dasarnya adalah: Kenapa pada kelembaban tinggi badan akan merasakan temperatur udara yang lebih tinggi? Hal tersebut karena pada kelembaban yang tinggi, badan akan lebih sulit berkeringat karena udara lebih jenuh dengan titik-titik air. Seperti kita ketahui keringat berfungsi sebagai regulator suhu tubuh pada temperatur udara tinggi. Jikalau suhu tubuh meningkat dan badan “gagal” berkeringat tentunya suhu tubuh akan merasakan panas yang berlebih. Keadaan semakin berbahaya jikalau suhu sangat lembab dan panas udara melebihi suhu tubuh manusia (37oC), dalam kasus ini tubuh yang menerima panas dari udara sehingga temperatur yang dirasakan tubuh dapat meningkat lebih tajam lagi (jikalau suhu udara lebih rendah dari suhu tubuh, kebalikannya terjadi yaitu panas yang hilang diserap oleh udara).

Lantas bagaimana mengukur suhu yang dirasakan oleh badan pada temperatur udara dan kelembaban (realtif) tertentu? Di bawah ini ada sebuah tabel Indeks Panas (Heat Index) yang disusun oleh National Oceanic and Atmospheric Administration (NAOA). NAOA ini adalah badan yang setara dengan NASA di Amerika Serikat. Hanya saja jika NASA berurusan dengan ruang angkasa maka NAOA ini urusannya adalah dengan lautan dan atmosfer. Baris teratas dengan angka berwarna ungu adalah angka suhu ruangan sedangkan kolom terikiri dengan angka persen (%) adalah kelembaban relatifnya. Yang perlu diingat adalah angka suhu adalah dalam derajad Fahrenheit (oF). Jadi suhu yang diukur dalam derajad Celsius harus dikonversikan dulu ke dalam derajad Fahrenheit.

TABEL INDEKS PANAS / HEAT INDEX

  70 75 80 85 90 95 100 105 110 115 120
0% 64 69 73 78 83 87 91 95 99 103 107
10% 65 70 75 80 85 90 95 100 105 111 116
20% 66 72 77 82 87 93 99 105 112 120 130
30% 67 73 78 84 90 96 104 113 123 135 148
40% 68 74 79 86 93 101 110 123 137 151
50% 69 75 81 88 96 107 120 135 150
60% 70 76 82 90 100 114 132 149
70% 70 77 85 93 106 124 144
80% 71 78 86 97 113 136
90% 71 79 88 102 122
100% 72 80 91 108

Sekarang berapa suhu yang dirasakan tubuh saya waktu itu? Berdasarkan foto yang kurang jelas di atas, suhu udara pada saat itu di kamar saya adalah 25,1oC (anggap saja sebagai 25oC) sedangkan kelembaban relatifnya adalah 81% (anggap saja sebagai 80%). Sekarang mari kita ubah 25oC ke dalam oF yaitu: \frac{9\times 25}{5} + 32 sama dengan 77oF. Jikalau kita lihat tabel di atas maka udara yang saya rasakan waktu itu adalah antara 78o hingga 86oF atau kira2 80,4oF atau sama dengan (80,4-32) \times \frac{ 5}{9} kira-kira sama dengan 27oC. Pantas saja tubuh saya merasakan udara yang kurang dingin waktu itu. Perbedaannya mungkin hanya 2oC, namun bagi tubuh perbedaan tersebut sudah cukup signifikan.

Sebenarnya ada rumus yang dapat mencari suhu yang dirasakan tubuh sebagai berikut di bawah ini yang saya kutip dari sini:

HI = -42,379 + 2,04901523T + 10,14333127R – 0,22475541TR – 6,83783 X 10-3T2 – 5,481717 X 10-2R2 + 1,22874 X 10-3T2R + 8,5282 X 10-4TR2 – 1,99 X 10-6T2R2

HI = Heat Index atau Suhu yang dirasakan tubuh.
T = Suhu kering (ambient dry-bulb temperature dalam oF. Ingat: harus dalam derajad Fahrenheit !!)
R = Kelembaban Relatif (dalam persen)

Suhu kering adalah suhu temperatur di udara atau ruangan kita yang dapat kita baca dari termometer sehari-hari sederhana kita di rumah ataupun via termometer digital sedangkan kelembaban relatif dapat dibaca dari higrometer, baik higrometer analog yang pakai jarum ataupun yang digital. Tetapi karena rumusnya panjang begitu, kok menghitungnya jadi agak malas ya, mendingan lihat tabelnya aja deh. 😀