Daily Archives: Sabtu, 15 November 2008

Gamba Osaka Juara Piala Champions Asia

gambaosakaPerhatian:

Artikel ini sarat opini-opini pribadi yang mungkin sangat subyektif dan tidak obyektif. Jadi pembaca harap maklum. :mrgreen:

Di tengah hingar bingarnya liga-liga lokal di Eropa dan juga liga piala Champions di Eropa ditambah dengan sedikit hingar bingarnya kompetisi Liga Super Indonesia yang sarat hiburan perkelahian itu, orang sedikit melupakan liga piala Champions Asia. Hal itu mungkin bisa dimaklumi, mungkin karena kualitas liga piala Champions Asia masih di bawah kualitas liga piala Champions Eropa dan juga televisi-televisi nasional di Indonesia ogah menyiarkan liga piala Champions Asia ini, mungkin karena klub-klub Indonesia tidak ikut dalam liga tersebut yang saya dengar akibat telat mendaftar! Namun bukan berarti Liga Piala Champions Asia tidak menarik untuk diikuti, minimal bagi saya. Saya serius mengikuti Liga Piala Champions Asia ini walaupun baru sempat mengikuti siaran langsungnya dari babak semi final saja.

Di partai puncak liga Piala Champions Asia (yang selalu didominasi oleh klub-klub dari Asia Timur dan Asia Barat itu, ditambah sedikit klub dari Uzbekistan dan kini ditambah klub-klub Australia) tampil kesebelasan Gamba Osaka dari Jepang melawan kesebelasan Adelaide United dari Australia. Tidak seperti di final piala Champions Eropa yang pertandingannya hanya sekali di tempat netral tertentu, babak final piala Champions Asia dimainkan secara home and away seperti babak-babak sebelumnya. Jadi pertandingan dilangsungkan dua kali, pertama berlangsung di Osaka tanggal 5 November 2008 dan yang kedua berlangsung di Adelaide seminggu kemudian. di final, Gamba Osaka (GO) melibas Adelaide United (AU) dengan skor agregat 5-0! Pertandingan pertama di Osaka, GO menang 3-0 dan dipertandingan kedua lagi-lagi GO melibas tuan rumah dengan angka 2-0.

Di pertandingan kedua di Adelaide, GO hanya butuh waktu 15 menit pertama untuk membubarkan mimpi tuan rumah memenangkan piala Champions Asia. Dua gol pemain asal Brasil Lucas Severino di menit ke-4 dan ke-15 membungkam penonton-penonton Australia pendukung Adelaide United. Dan yang lebih membuat saya puas hebat lagi, dari dua pertandingan final yang dilangsungkan ternyata Adelaide United tidak berhasil menciptakan sebuah golpun!

Sejak pertandingan awal, saya selalu membela GO untuk memenangkan pertandingan tersebut. Karena entah kenapa saya kurang senang Australia pindah ke AFC (Asian Football Confederation). Mungkin karena secara geografis Australia bukan bagian dari Asia atau bisa jadi orang-orang Australia kebanyakan bukan orang Asia. Walaupun harus diakui bahwa Uzbekistan yang juga anggota AFC banyak juga orang-orang Rusianya yang notabene juga bukan orang Asia. Namun entah kenapa saya “sebal”nya hanya dengan Australia saja. Mungkin karena pada saat awal mereka bergabung dengan AFC, mereka begitu yakin akan dengan relatif mudah menjuarai kejuaraan-kejuaraan setingkat Asia. Mereka merasa membawa “kualitas Eropa” ke benua Asia sehingga mereka agak “memandang rendah” kesebelasan-kesebelasan dari Asia. Namun ternyata, pemain seperti Mark Viduka yang bermain untuk Newcastle United di Inggris itu ternyata di tingkat Asiapun hanya “yah… begitulah….”.

Australia pindah dari OFC (Oceania Football Confederation) ke AFC sejak awal 2007 lalu. Entah kenapa Australia pindah dari OFC ke AFC mungkin di OFC, Australia merasa “tidak betah” karena lawan yang sepadan mungkin hanya Selandia Baru saja, sedangkan yang lainnya seperti Papua Nugini, Fiji, Vanuatu, Kepulauan Salomon dan sebagainya lebih berfungsi sebagai penggembira saja. Sebenarnya keanggotaan Australia yang anomali dan tidak sesuai dengan letak geografis bukan hanya kasus satu-satunya. UEFA sebagai asosiasi sepakbola Eropa juga mempunyai anggota-anggota dari negara yang “tidak sesuai” letak geografisnya seperti: Kazakhstan, Cyprus dan Israel. Juga Concacaf sebagai konfederasi sepakbola negara-negara Amerika Utara, Tengah dan juga Laut Karibia juga mempunyai anggota Guyana dan Suriname yang notabene terletak di benua Amerika Selatan. Jadi Australia bukan kasus satu-satunya.

Ya, sudah nasi sudah menjadi bubur. Bagaimanapun juga kini sepakbola Australia telah menjadi bagian daripada sepakbola Asia. Setiap peristiwa pasti ada hikmah dan kekurangannya sendiri-sendiri. Namun, yang penting buat saya, setiap kekalahan atau kegagalan sepakbola Australia di tingkat Asia, akan selalu menjadi ‘kebahagiaan’ saya tersendiri. Huehehehe….. :mrgreen: