Daily Archives: Selasa, 18 November 2008

Vetsin oh MSG……

rumuskimiamsg300px-monosodium_glutamate_crystalsPara pembaca hampir semua tentu pernah merasakan atau mencicipi yang namanya vetsin atau pecin atau nama kimianya adalah MSG, monosodium gluatamat, atau mononatrium glutamat. Merk-merk MSG yang beredar di pasaran di Indonesia bermacam-macam, mulai dari Ajinomoto, Miwon, Sasa dan mungkin masih banyak lagi. Tigapuluh sampai empatpuluh tahun yang lalu, MSG ini mengandung kontroversi mengenai masalah keamanan bagi kesehatan manusia. Hal ini bermula pada tahun 1968, ketika Ho Man Kwok mengirim surat kepada The New England Journal of Medicine yang mengatakan bahwa ia selalu mengalami sindroma yang aneh setelah ia menyantap makanan di restoran China. Dari sinilah isu keamanan kesehatan MSG bermula, dan timbulah istilah yang bernama Chinese Restaurant Syndrome. Sindroma ini mempunyai gejala antara lain, merasakan mati rasa di daerah belakang leher yang menjalar hingga lengan dan punggung. Namun biasanya gejalanya akan hilang sendiri setelah dua jam.

Setelah muncul istilah Chinese Restaurant Syndrome (CRS) ini barulah MSG menjadi isu kesehatan yang mengglobal, banyak fihak yang akhirnya meninggalkan konsumsi MSG ini karena termakan isu CRS ini terutama di negara-negara barat. Isu malah berkembang hingga banyak yang mengatakan bahwa MSG adalah zat karsinogenik (zat yang menyebabkan kanker) dan juga sebagai zat yang menyebabkan palpitasi jantung dan sebagainya. Kini, 30 tahun telah berlalu. Berbagai macam penelitian mengenai MSG telah dilakukan oleh banyak fihak. Pandangan MSG sebagai penyebab berbagai macam problema kesehatan harus diubah. FDA (Food and Drugs Administration), badan yang menangani masalah makanan dan obat-obatan di AS sudah resmi mengatakan bahwa bumbu masak yang diketemukan tahun 1909 oleh Ajinomoto Corporation di Jepang ini aman dikonsumsi. Namun begitu, MSG tetap tidak dianjurkan harus dihindari oleh mereka yang sensitif terhadap MSG (mereka yang sensitif terhadap MSG sekitar 1% dari populasi) dan juga mereka yang sering terkena serangan asthma yang berat.

Glutamat (hati-hati: Glutamat bukan Monosodium Glutamat-nya) sendiri sebenarnya terdapat banyak sekali secara alamiah di sel-sel makhluk hidup. Glutamat di alam terdapat dalam dua “bentuk” yaitu glutamat yang merupakan bagian dari protein dan glutamat yang bebas. Glutamat yang berbentuk bebas menjalani metabolisme yang sama di dalam tubuh seperti halnya glutamat yang berasal dari MSG. Untuk itu, glutamat yang berasal dari MSG akan memberikan efek yang sama dengan glutamat yang bebas alami. Glutamat bebas yang alami terhadap banyak pada tomat, jagung, kecap, keju dan juga kacang-kacangan. Pada MSG, glutamat inilah yang memberikan rasa gurih kepada makanan sekaligus unsur yang paling penting (dan yang dihebohkan tersebut) dalam MSG.

MSG juga mengandung lebih sedikit sodium (natrium) dibandingkan garam, sehingga  secara teoritis merupakan zat substituen (pengganti) yang baik untuk garam bagi mereka yang harus berdiet rendah sodium. Mari kita bandingkan konstituen sodium pada 10 mg MSG dengan 10 mg garam (NaCl atau sodium klorida). Rumus kimia MSG (seperti gambar paling atas) adalah C5H8NO4Na.

Berat molekul MSG adalah ( 5 x 12 + 8 x 1 + 14 + 4 x 16 + 23 ) = 169.    Catatan: Angka yang hijau adalah berat atom masing-masing unsur.

Berat molekul garam (NaCl) adalah  23 + 35,5 = 58,5.   Catatan: Angka yang hijau adalah berat atom masing-masing unsur.

10 mg ( 0,01 g ) MSG adalah \frac{0,01}{169} = 5,92 x 10-5 mol.

10 mg (0,01 g ) garam (NaCl) adalah \frac{0,01}{58,5} = 1,71 x 10-4 mol.

Berat Sodium pada 10 mg MSG adalah 5,92 x 10-5 x 23 = 0,00136 gram = 1,36 mg.

Berat sodium pada 10 mg garam (NaCl) adalah 1,71 x 10-4 x 23 = 0,00393 gram = 3,93 mg.

Dari perhitungan di atas jelaslah bahwa dalam 10 mg MSG hanya terdapat 1,36 mg sodium saja atau hanya 13,6% saja. Bandingkan dengan sodium yang terdapat pada garam yang mencapai 39,3% atau hampir 40% (hasil perhitungan sesuai dengan data yang ada di sini (Lihat sub tema: Is MSG high in sodium?).

MSG menurut penelitian juga bukan karsinogenik (zat yang dapat menimbulkan kanker) dan juga bukan zat mutagenik (zat yang dapat memicu mutasi gen).

Nah, walaupun U.S. FDA telah menyatakan bahwa MSG aman dikonsumsi dan juga rendah sodium, namun tentu kita menghindarkan konsumsi yang berlebih. Karena kita semua yakin bahwa segala yang dikonsumsi berlebihan berakibat kurang baik bagi tubuh. Untuk itu konsumsilah secukupnya tanpa ragu untuk mengkonsumsi MSG terutama bagi anda yang berbadan sehat tanpa pantangan diet MSG dari dokter anda. Toh mengkonsumsi MSG secara umum tidak lebih berbahaya daripada mengkonsumsi lemak trans-fat yang banyak terkandung dalam makanan junk-food! Huehehe…. 😀

 

Catatan:

Berat Atom Nitrogen (N) = 14
Berat Atom Oksigen (O) = 16
Berat Atom Hidrogen (H) = 1
Berat Atom Karbon (C) = 12
Berat Atom Natrium/Sodium (Na) = 23
Berat Atom Klorin (Cl) = 35,5