Mau Coba Makan Mie Instan yang Sudah Kadaluwarsa 6 Tahun??

chow mein

chow mein

Ada satu hal yang perlu anda ketahui sebelum melanjutkan membaca artikel ini yaitu gambar di atas bukanlah gambar mie instan yang sudah kadaluwarsa 6 tahun tersebut melainkan gambar di atas adalah gambar mie (atau tepatnya chow mein) yang masih segar yang saya ambil dari Wikipedia. Kenapa saya memilih gambar chow mein? Begini cerita lengkapnya: Beberapa hari yang lalu, sambil menjawab komen-komen yang masuk ke blog saya ini, saya sambil menonton menyimak berita di televisi dan kebetulan saya mendengar berita mengenai banyaknya makanan kadaluwarsa yang beredar di pasar lokal. Nah, dari sinilah timbul ide postingan ini. Kenapa? Karena fikiran saya jadi melayang beberapa bulan yang lalu ketika menonton acara di NatGeo Junior yang merupakan dari National Geographic Channel.

Waktu itu ada acaraΒ  mengenai pembusukan makanan. Saya sudah agak lupa bagaimana detailnya, tetapi masih ingat garis besarnya. Waktu itu pembawa acara mengeluarkan semua makanan dari freezer dan kulkasnya dan membiarkannya selamaΒ  sebulan. Di antara makanan yang dikeluarkan antara lain adalah sayur-sayuran, ayam, daging, mentega, selai stroberi, telur, susu dan lain-lainnya. Selang beberapa hari beberapa makanan mulai membusuk dan mengeluarkan bau yang tidak sedap. Yang paling cepat membusuk adalah sayur-sayuran.Β  Pada saat waktu berselang satu bulan sejak makanan-makanan tersebut dikeluarkan dari freezer dan kulkas, kebanyakan dari makanan tersebut sudah “tidak berbentuk lagi”. Yang paling parah adalah sayuran2 yang sudah menggumpal menjadi seperti bubur yang berwarna hitam. Sementara daging ayam sudah dipenuhi belatung, sementara susu, kalengnya sudah melembung. Dan bau-bauan dari makanan tersebut? Wah…. sudah jangan dicium lagi.

Namun, di bagian akhir acara, sang pembawa acara menantang: adakah yang berani memakan mie instan (tepatnya: chow mein instan) yang sudah kadaluwarsa lebih dari 6 tahun? Chow mein instan tersebut di kemasannya terdapat tanggal kadaluwarsa pada bulan Januari 2001, sementara acara ini dibuat tahun 2007. Chow mein instan tersebut tentu tidak disimpan dalam kulkas namun disimpan di lemari biasa! Nah, sekarang adakah yang berani memakannya? Sang pembawa acara kemudian menemui orang-orang di jalanan untuk memberikan tantangan, adakah di antara mereka yang berani memakannya? Ternyata, tidak ada satupun yang berani !!

Akhirnya, si pembawa acara yang memberanikan diri memakan chow mein instan yang sudah kadaluwarsa tersebut! Si pembawa acara memakan dua bungkus. Yang pertama, chow mein instan yang sudah kadaluwarsa tersebut. Yang kedua, chow mein instan yang masih belum kadaluwarsa. Ia akan membandingkan antara kedua chow mein instan tersebut. Ketika dibuka dari kemasannya, chow mein yang kadaluwarsa tersebut ternyata masih bagus, namun entah bagaimana rasanya. Untuk itu ia menuangkan air matang ke chow mein tersebut dan dibubuhi bumbu2 dan sayuran2 kering (dehydrated) bawaan chow mein instan tersebut. Lalu ia masukkan ke dalam microwave oven selama beberapa menit. Nah, begitu pula chow mein instan yang masih segar dimasak atau disiapkan dengan cara yang sama. Nah, setelah keduanya jadi, masing-masing chow mein siap disantap. Bagaimana rasanya?

Ternyata, kedua chow mein tersebut hampir tidak ada bedanya dalam rasa! Hanya saja chow mein yang sudah kadaluwarsa agak kurang aroma bumbunya. Namun, walaupun rasanya hampir tak ada beda, apakah chow mein yang kadaluwarsa itu diam-diam berbahaya? Untuk itu si pembawa acara bergegas pergi ke perusahaan pembuat chow mein tersebut. Di sana, ia menemui ahli pangan di perusahaan tersebut. Ia bertanya apakah chow mein yang sudah kadaluwarsa 6 tahun tersebut berbahaya bagi kesehatannya? Si ahli mengatakan bahwa chow mein tersebut berserta bumbu2nya adalah yang sudah dikeringkan total (dehydrated) dan kemasan chow mein tersebut benar-benar kedap udara. Pembusukan terjadi karena bakteria yang tumbuh subur dalam makanan dan mengeluarkan zat sekresi yang menyebabkan makanan menjadi membusuk. Nah, untuk tumbuh dengan subur bakteria memerlukan air. Karena chow mein instan tersebut sudah dikeringkan total mangkannya bakteria tidak bisa tumbuh di chow mein instan tersebut. Bahkan si ahli menjamin, dalam waktu 100 tahunpun chow mein tersebut masih layak dimakan asal dengan syarat, kemasannya tidak rusak dan kemasannya tidak boleh ada robek atau lubang sekecil kepala jarum pentul sekalipun. Sebab jikalau ada lubang, maka ada kemungkinan uap air dari udara yang diserap chow mein tersebut. Kalau sudah begitu, tentu ada kemungkinan bagi bakteria untuk mulai tumbuh di makanan tersebut. Wah kalau begitu buat apa ada tanggal kadaluwarsanya ya?πŸ˜€

Nah, anda mau mencoba mie instan yang sudah kadaluwarsa 6 tahun? Tentu yang kemasannya masih bagus dong!Β  Saya sih, tetap ogah ah, mendingan beli yang baru aja!:mrgreen:

Perhatian:

Kering total (dehydrated) dalam pengeringan makanan berbeda dengan kering (dry) seperti yang kita rasakan dengan tangan. Makanan yang kita rasakan kering di tangan belum tentu bebas dari molekul-molekul air di dalamnya.

42 responses to “Mau Coba Makan Mie Instan yang Sudah Kadaluwarsa 6 Tahun??

  1. Weh! Saat membaca tulisan ini, entah sudah rupa-rupa mimik wajahku. 6 tahun! Bayangkan!

    Tapi menyimak penuturan secara ilmiah si ahli pangan di perusahaan tersebut, boleh juga. Meski untuk tetap mencobanya, weeehhh… Pak Yari ini!

  2. sekarang aku mau tanya ke pak yari. anda mau menggagahi wanita yang udah kedaluarsa 6 tahun walaupun rasaanya sama???. *plakkkk* ditampar pak yari *mewek sambil ngeloyor pergi*πŸ˜€

  3. Wah yang kayak gini saya enggak berani Mas…pernah gara gara makan Mi yang enggak jelas sakit perut sampai dua hari.
    Salam

  4. Mungkin kalo bungkus mi instant di sini kualitasnya tdk sebaik di luar sana jadinya kalo makan yg kadaluwarsa agak riskan. Tp indomie gitu bisa dimasak pake mikrowave ga ya?

  5. hehe emang bnar tuh yang menyebabkan kadaluarwa adalah mikrobia. tapi yang jadi masalah adalah apakah pada saat pengemasan produk benar-benar dilakukan dengan steril dan aseptis. apakan benar-benar menjamin tidak adanya kandungan mikrobia beserta endospornya.. belum tentu
    contohnya pada daging kaleng. kaleng yang mengembung menandakan daging sudah kadaluarsa karena aktivitas Clostridium dan itu sangat berbahaya karena beracun..

  6. Secara ilmiah memang begitu prinsipnya. Ah artikel ini bikin saya ingat artikel yang saya baca kemarin, tentang bagaimana Indomie jadi makanan pokok masyarakat Nigeria. Sekali makan, biasanya 4 porsi dilengkapi lauk yang terbuat dari sejenis pisang yang plain (tanpa rasa). Lucunya, ada diskusi di forum umum yang memperdebatkan asal Indomie ini, ada yang bilang asli Nigeria, ada yang bilang asli Indonesia. Tapi yang jelas, investasi pabrik Indomie ini tentu dilakukan oleh pemilik group asal Indonesia yang tersohor itu. Btw, maaf OOT. Kalau disuruh mencoba makan mie instan yang sudah berusia 6 tahun, saya pasti nolak, kecuali kepepet, misalnya lagi perang atau bencana hingga nggak ada pilihan, apa pasal? Makan mie instan yang masih baru saja bisa bikin saya kembung, apalagi yang sudah lama.:mrgreen:

  7. Coba mie kedaluwarsa 6 tahun…?
    Enggak lha yah…
    Kalopun ngga’ beracun mungkin kadar nutrisi yang terkandung dah berubah…

  8. ooowww.. yayayyayaa….
    *manggut manggut*
    *coba indomie kadaluarsa*
    *berbusa*

  9. @catshade:
    yep, tanggal kadaluwarsa obat hanya berarti bahwa khasiat farmasinya sudah menurun, tapi bukan berarti jadi bermikroba dan semakin beracun (toh, obat itu sudah racun per se). tentunya kalau pengemasan memenuhi syarat seperti cerita mie instan itu.

    disuruh nyoba makan, either mie instan atau obat kadaluwarsa, ya tetap gak mau!
    mas yari ini, kalau mau nawarin makanan mbok ya yang bagus-bagus aja tho.

  10. masalahnya, di rumah saya mustahil akan ada mie instan kadaluwarasa sampai 6 tahun itu..πŸ™‚
    paling2 ya kadaluwarsa sebulan lahπŸ˜†
    kalo malem2 nonton TV, mie kadaluwarsa pun saya embat, maka nggak akan ada mie yg kadaluwarsa lebih dari sebulan.πŸ™‚
    kalo ditaruh di lemari biasa, baru seminggu saja kemasannya sudah bolong2 sebesar jari karena serbuan semut. semut2 kecil ganas2.πŸ™‚

  11. Aduuuh… saya habis makan, perut jadi bergolak membaca artikel ini
    *diam sebentar menenangkan hati, eh.. perut*

    Nggak mau ah disuruh makan makanan kedaluwarsa, meskipun itu mie instan
    Siapa yang bisa menjamin tidak ada kebocoran sekecil apapun pada kemasannya yang memungkinkan adanya kontaminasi mikroba?
    Belum tahu juga apakah proses pengawetannya benar-benar memadai, mengingat bakteri dalam bentuk endospora tahan terhadap pemanasan dan dan ini potensial sebagai patogen bagi manusia?

    No, thank you dah…..

  12. waw! pertama melihat Judulnya aja udh serem,mas.
    makan mie yg sdh kadaluwarsa selama 6 tahun.
    gimana coba kalau sempat kita makan?wa matur suwun aja…

  13. kalo betul-betul dikeringkan berarti mirip makanan dalam cerita nabi yusuf itu ngkali… pasca panen 7 tahun, makanan dari 7 tahun sebelumnya yg diawetkan lalu dikonsumsi kemudian. boleh jadi benar..:mrgreen:

  14. yang jelas aku ngga mauy pak yari
    apa khabar ni pak?

  15. saya jadi takut makan mie..

    ya sudah nasi padang saja

    *memang penggemar nasi padang:mrgreen:

  16. @Daniel Mahendra

    Hehehe… ya selama masih ada yang lebih baru dan harganya terjangkau ya buat apa kita makan yang udah kadaluwarsa. Betul nggak mas Daniel?πŸ˜€

    @mantan kyai

    Cup…cup..cup… nggak usah mewek dong, nih ta’ kasih wanita yang sudah kadaluwarsanya…:mrgreen:

    @simb.sal

    Mungkin saja mie-nya sudah terkontaminasi… atau belum tentu sakit perutnya dari mienya…πŸ˜€

    @AgusBin

    Mungkin juga. Sepertinya memang bungkus mie instan di sini lebih gampang sobek daripada yang buatan sana. Yang chow mein instan yang saya lihat di TV itu sepertinya kemasannya berlapis. Goreng indomie pakai microwave?? Nanti coba ah….:mrgreen:

    @ardianzzz

    Kalau pabrik2 modern apalagi di luar negeri sudah punya standard prosedur sendiri dan sudah dicek dan ricek agar makanan tersebut bebas dari pencemaran endospora apalagi endospora colistridium. Kalau daging kaleng sudah melembung berarti colistridia-nya tidak lagi berbentuk endospora tetapi sudah berbentuk vegetatif aktif. Itu karena dalam kaleng daging tidak ada oksigen tetapi ‘basah’.

    Nah, walaupun kecil kemungkinannya (karena standard prosedur yang ketat di industri makanan modern, entah ya kalau yang tradisional) namun memang tetap saja ada kemungkinan tercemar oleh endospora. Namun, makanan yang tercemar endospora itu tentu tidak usah menunggu kadaluwarsa untuk menjadi tidak layak makan. Jauh sebelum ia kadaluwarsapun kalau sudah tercemar ia sudah tidak layak makan lagi. Bukan begitu?πŸ˜‰

    @Yoga

    Hahaha…. iya adik saya juga baru pulang dari Lagos Nigeria. Dia sekarang staff KBRI di Dar Es Salaam, Tanzania. Mangkannya aku pengin banget safari di Sarengetti tapi belum kesampaian..hehehe…. Dia bilang juga Indomie jadi populer di Nigeria tapi tidak banyak yang tahu kalau Indomie itu dari Indonesia bahkan ada yang bilang Indomie dari India! Padahal…. mana mungkin dari India?? Wong… mie instan tidak pernah sukses kok di India… huehehe…. Tapi dia nggak cerita kalau orang Nigeria sekali makan 4 porsi plus lauk pauknya sejenis pisang. Aneh juga ya, makanan pokoknya karbohidrat lauknya juga karbohidrat. Padahal saya kalau makan mie instan, maksimal cuma 2 bungkus, lauknya telur ceplok, ayam disuir-suir (nggak selalu), tomat sama ketimun. Jadi nutrisinya merata. Jadi ingat gambar orang Irian dulu di koran kompas, orang Irian makan nasi lauknya mie instan…. ya nggak apa2 deh… bebas2 aja…..:mrgreen:

    Kalau saya yang kembung makan singkong dan ubi terutama yang digoreng….:mrgreen:

    @Raffaell

    …ya jangan nonton film horor dong!:mrgreen:

    @tuyi

    Nah… itu bisa saja terjadi…. antar zat2 nutrisi makanan bereaksi satu sama lain walaupun kemungkinannya kecil dan harus diteliti lebih lanjut lagi…πŸ™‚

    @ulan

    Ya jelas aja berbusa, lha wong mie-nya udah dicampur Baygon dulu….!:mrgreen:

    @Catshade

    Hehehe…. ya iyalah…. apalagi antibiotik. Lha wong secara logika sederhananya, antibiotik itu membunuh bakteri. Lah… kok bakterinya mau hidup di tempat seperti antibiotik yang beracun buat bakterinya, sama aja bunuh diri…..:mrgreen:

    @marshmallow

    Lha…. ini kan sebagai warning, yang baik2 belum tentu nggak kadaluwarsa. Nanti kalau bertamu disuguhi makanan mie-mie-an, kan bisa nanya dulu ke tuan rumahnya, “ini mie udah kadaluwarsa belum ya?”. Ditanggung langsung digaplok…. wakakakak….πŸ˜†

    @Kang Nur

    Iya… kalau sudah bolong2 bungkusnya berarti mie-nya udah nggak bagus lagi…. ikhlaskan saja buat semut-semut….:mrgreen:

    @Tanti

    Memang kemungkinan untuk tercemar endospora tetap ada, walaupun kecil sekali karena industri pangan modern sudah punya standar prosedur sendiri agar makanan tidak tercemar oleh endospora, hal itu tentu sudah terfikirkan oleh ahli2 pangan pada perusahaan2 besar. Tetapi entah kalau perusahaan2 kecil tradisional.

    Tetapi seperti saya katakan kepada mas ardianzzz di atas, makanan yang sudah tercemar oleh endospora, tidak usah menunggu kadaluwarsa untuk menjadi tidak layak dimakan. Jauh sebelum tanggal kadaluwarsa makanan tersebut sudah tidak layak dikonsumsi lagi jiakalu sudah tercemar. Bukan begitu mbak?πŸ˜€

    @langitjiwa

    Ya… saya juga kalau ada yang lebih baru, ya buat apa makan yang kadaluwarsa?πŸ˜€

    @sitijenang

    Betul sekali, jikalau hal itu benar. Berarti teknik pengawetan makanan Mesir kuno waktu itu sudah sangat maju dong ya? Luar biasa…..

    @Reallylife

    Akupun selama masih ada yang baru juga nggak mau.πŸ™‚
    Alhamdulillah saya dalam keadaan baik2 saja, semoga dirimu juga begitu adanya. Amin.πŸ™‚

    @arifrahmanlubis

    Nasi Padang dijamin nggak kadaluwarsa ya?:mrgreen:

  17. HAHAHAHA takut mencret pak kan perut orang beda-beda..ada yang sensi dan ga

    ____________________________________

    Yari NK replies:

    Berarti kalau sensi bukan hanya makan mie ‘kadaluwarsa’ aja dong yang buat mencret….:mrgreen:

  18. hehehe coba nanti saya cari email itu, saya forward ke Mas Yari ya.

    Nah, itu dia Sarangeti, baru mau ditanya… Wish list 2008 yang dulu disusun itu… Gimana akhirnya?

    ___________________________________

    Yari NK replies:

    Iya nih… a wish is just a wish…. sometimes it is no longer a wish…. or it is not anymore a strong wish… hehehe…. lagian memang mumpung adikku masih di Dar-Es-Salaam, jadi masih bisa menemani. Adikku ini memang udah ‘jatuh cinta’ sama Afrika. Tapi kata adikku, aku bakalan lebih suka pergi ke Gombe Stream National Park yang banyak simpanse liarnya. Soalnya dia tahu, kalo aku mirip seneng simpanse…:mrgreen: Ah… jadi bingung nih….

    Btw… emailnya nggak usah diforward deh…. saya sih percaya kok…. cuma aneh aja, kok mereka lauk pauknya karbohidrat, makanan pokoknya juga karbohidrat, mungkin ada telurnya juga kali. Ah… biarin aja deh… nggak penting kok….:mrgreen:

  19. fungsi tgl kedaluwarsa itu ya buat batas kalo kemasan rusak pak. makanan tersebut masih layak konsumsi walaupun bungkus rusak/berlubang, tapi tetep kering dan bersih lho ya, nggak terendam banjir, hehe…. selama belum Ex.Date. nah, setelah lewat dari tanggal itu, kalo bungkus rusak, resiko ditanggung penumpangπŸ˜€
    eh, saya pernah iseng coba makanan2 kedaluwarsa lho. kripik paru, kripik tempe, manisan mangga, emmm…apa lagi ya…..indomie, ya indomie pernah juga, sudah lewat kira2 beberapa bulan….masih banyak kok. haha…iseng sama temen. tegel2an ceritane, bang. dan menurut pengalaman saya, selama makanan2 itu berbentuk ‘kering’, maka aman2 saja dikonsumsi.
    tapi kalo produk2 minuman, susu, obat, wah…mending enggak deh.
    *nggragas yaπŸ˜€ *

    __________________________

    Yari NK replies:

    Walaaah…. itu nggragas apa “musim paceklik” tuh?? Huahahaha….. emang iya sih, secara teoritis makanan2 yang kering lebih awet daripada makanan2 yang basah, itulah kenapa dalam siaran televisi yang saya lihat, yang saya tuliskan di atas, sayur2an yang 80% air komposisinya, paling cepat membusuknya.

    Saya juga, kalau produk2 yang banyak cairannya kalau lewat tanggal kadaluwarsa juga ogah deh. Tetapi saya rasa, tanggal kadaluwarsa yang ada di kemasan saya “cuirgai” bermotif ekonomi agar konsumen membeli yang baru. Kalau nggak kan rugi tuh pabrik, memproduksi tapi nggak ada yang beli lagi karena produknya awet….. huehehehe….. itu menurut saya loh…πŸ˜€

  20. wew… ngeri .. ga brani saya…hii..

  21. jangankan 6 tahun.. exp bbrp hari ajah saya dah ogah makannya.. hiii.. makan makanan yang sehat ajah masih sering sakit.. apalagi yang dah kadal.. duuuh takuuut

  22. Makanan dengan kemasan yang lain mungkin juga begitu, Pak. Asal kemasannya masih baik mungkin masih aman dikonsumsi. Tapi daripada menanggung resiko, sebaiknya hindari aja makanan yang sudah kedaluarsa, Pak.

  23. WWIIIIIIIIIIIIIIIHHH….MAKAN MIE KADALUARSA? NGGA AH PAK…BELUM PUAS HIDUP…*artinya ngga mau mati cepet hehehe*

  24. @sally

    Wajar kok….πŸ˜€

    @latqueire

    Iyalah mbak…. selama kita masih mampu beli yang baru, ya kenapa musti makan makanan yang berkadal…..πŸ˜€

    @Edi Psw

    Kalau makanan yang basah… walaupun kemasannya kaleng tertutup rapat tetap beresiko tinggi saat melewati tanggal kadaluwarsa, itu disebabkan adanya bakteri2 yang anaeorob, yaitu bakteri yang justru bisa hidup tanpa oksigen namun lingkungannya harus basah. Ya, seperti makanan basah ini contohnya daging, sirop buah2an kaleng dsb…..

    @donapiscesika

    Bagus deh….. jangan cepat puas ya?? Itu motto yang sebenarnya cukup bagus….πŸ˜€

  25. Tergantung lokasinya di mana Mas? Kalo di Jakarta, aku males makan soalnya keluar rumah aja di depan udah banyak warung yang jual bermacam-macam mie instan.

    Kalo pas di hutan pedalaman atau pulau terpencil terisolasi lagi, apa boleh buat. Hygen ngak hygen, dimasak/mentah: aku telan aja. Urusan sakit belakangan.

    __________________________

    Yari NK replies:

    Sebaiknya kalau di hutan kita pandai2 juga mana yang bisa dimakan mana yang nggak…. Masak atau mentah?? Hmmm…. manusia adalah satu2nya makhluk yang bisa membuat api. Jadi tidak ada masalah. Saya dulu pernah belajar membuat api tanpa bantuan korek api atau peralatan2 modern lainnya…. entah sekarang masih bisa apa nggak ya?? Kayaknya sih masih bisa…..πŸ˜€

  26. hiks kayaknya mie itu udah dikasih formaldehid 100% deh kok bisa awet gitu

    __________________________

    Yari NK replies:

    Nggak lah…. nggak mungkin…. apalagi kalau itu dari sebuah industri modern yang mapan, tapi entahlah kalau yang berasal dari industri tradisional yang tidak terkontrol.

    Mie tersebut awet karena dikeringkan jadinya bakteri tidak bisa tumbuh, karena untuk tumbuh bakteri memerlukan air. Juga kemasan mie tersebut sangat bagus, sehingga tidak ada udara yang masuk. Udara yang masuk memungkinkan uap air dari udara yang terserap ke dalam mie tersebut disertai dengan bakteria2nya….πŸ™‚

  27. saya juga udah pernah makan mie kadaluarsa lho… 2 bungkus… hebatkan:mrgreen:

    hmm kalo diperhatikan biasanya kadaluarsa hanya antisipasi agar lebih aman, bukan berarti tidak bisa dikonsumsiπŸ˜€

  28. cari penyakit aja, justru yang kita hindari dari sekarang adalah makanan berpengawet. GA peduli mau berapa tahun dari tanggal kedaluarsa. Yuk kita belajar hidup sehat.

  29. Setuju mas, (berani sih, tapi) mending beli yang baru aja….
    toh gampang banget didapat di warung2 terdekat hehehe….

    itu gambarnya menggiurkan sekali yah mas. jadi laper hehehe
    salam -japs-

  30. betul pak, daripada nanti abis makan kelepek kelepek apa mau pengusahanya ganti rugiπŸ˜€

    ide bagus tuh
    walaupun gambarnya sangat merangsang

  31. @aRuL

    Huahahaha…. ya nggak apa2…. kadaluwarsanya baru beberapa hari. Lha… wong dalam acara televisi di atas itu, kadaluwarsanya udah 6 tahun! Tetapi masih layak untuk dimakan. Asal bungkusnya saja jangan rusak/sobek…..πŸ™‚

    @den Koplak

    Mie tersebut tidak berbahan pengawet secara kimiawi, tetapi diawetkan dengan cara dikeringkan (dehidrasi), jadi berbeda. Nah, anda suka kecap? Kalau iya, minimal pernah, kecap itu juga berbahan pengawet: Natrium Benzoat.πŸ™‚

    @japspress

    Huehehe… ya iya… kecuali kalo mie instan itu langka sekali. Lha wong ini banyak di mana2 dan juga harganya relatif terjangkau. Huehehe….

    @rudyhilkya

    Huehehe…. lha wong yang belum kadaluwarsa aja, kalau produknya dimakan terus orangnya kelepek2, perusahaannya juga belum tentu mau ganti rugi kok.

    Mangkannya ya beli yang baru aja, apalagi mendapatkannya tidak sulit dan harganya relatif terjangkau….πŸ˜€

  32. Saya sering menemukan makanan kemasan di supermarket yang tanggal kadaluwarsanya hanya ditambahkan dalam sepotong kertas (misalnya telur yang dikemas dalam kotak plastik). Saya usil mikir, ini telur kalau nggak terjual dan dikembalikan kepada penyetornya, paling-paling cuma diganti kotak plastik dan tanggal kadaluwarsanya …. Begitu juga makanan yang tanggal kadaluwarsanya cuma ditempelkan pakai kertas lem. Apa susahnya melepas kertas tersebut dan menggantinya dengan yang bertanggal baru?

    Kakak saya pernah menemukan minuman kotak (semacam susu cair) yang sudah berulat. Karena kita meminumnya pakai sedotan, dan kotaknya tidak tembus pandang, orang yang minum dari kotak tersebut pasti nggak tahu kalau ada ulat di dalamnya (huwaaa …. perut saya langsung muter). Sampai sekarang, saya anti minuman kotak. Kalau pun minum minuman kemasan, saya pilih yang kemasannya bening, sehingga bisa kita lihat isinya masih jernih atau tidak …

    ______________________

    Yari NK replies:

    Departemen pertanian AS pernah mengatakan mendingan makan apel yang bolong2 yang ada ulatnya dibandingkan dengan makan apel yang mulus tetapi penuh dengan racun2 kimia insektisida. Jadi ya, ambil hikmahnya aja, masih mendingan minum susu yang ada ulatnya (belatung kali) dibandingkan minum susu yang sudah tercemar bahan2 kimia walaupun susu tersebut masih mulus dan belum kadaluwarsa…. huehehe……:mrgreen:

  33. Syukur..
    yang penting kwetaiu tetap aman dimakanπŸ˜€

    _________________

    Yari NK replies:

    Kwetiau instan ada nggak ya?πŸ˜€

  34. wekz….kaya ga da makanan lain aja…
    selama masih ada yg lain, mie instant kadaluarsa mending mendarat di tong sampah aja……

    ____________________________

    Yari NK replies:

    Huahaha…. ya iyalah…. kalau ada yang baru dan segar ya buat apa ambil yang sudah kadaluwarsa, ya kan?? Kecuali jikalau tidak ada pilihan lain….πŸ˜€

  35. Aku juga nolak…membayangkannya aja ngeri…

    malam berpikir…berapa banyak bahan pengawetnya kalau begitu…kalau terpasak…

    ___________________________

    Yari NK replies:

    Huehehe…. tetapi kalau kita makan kecap, saos tomat atau saos sambel dalam botolpun sebenarnya juga banyak zat pengawetnya, coba saja….πŸ™‚

  36. Aduh nekat bgt bpk mw mkan mkanan yg dah kadaluarsa………….. apa gak tkut kena pnykit tuh………..
    yenni za tkut …………..ntar lok ada apa2 gmna ??????

  37. nice post!
    nyasar ke sini karena galau mo makan indomie yg udah kadaluarsa sebulan.. *moga2 ga pa2* hehehe..

  38. tadi pagi aku makan sardin yg sudah kadaluarsa 14 hari. sekarang lidah ku bintik2 rasanya hambar gitu lidahnya. skrg aku takut utk mmakan makan yg sdah kdaluarsa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s