Antara Keanu Reeves dan Komodo

Keanu Reeves sebagai Klaatu dalam "The Day The Earth Stood Still"

Keanu Reeves sebagai Klaatu dalam "The Day The Earth Stood Still"

Beberapa malam yang lalu, saya menyempatkan diri untuk menonton film “The Day The Earth Stood Still” bersama keluarga. Film yang merupakan remake dari film dengan judul serupa yang dibuat tahun 1951 ini, memang sudah lama saya tunggu-tunggu sejak terdengar kabar akan beredarnya film tersebut. Walaupun terdapat perbedaan-perbedaan yang signifikan dengan film aslinya di tahun 1951 ini, film remake tahun 2008 ini tentu saja lebih menawan dari segi grafis dan efeknya dari film aslinya yang dibuat lebih dari 50 tahun yang lalu. Dan yang penting buat saya, film science-fiction ini mempunyai cerita yang cukup menawan dan tidak hanya melulu menampilkan adegan-adegan pertempuran dogfight antara pesawat-pesawat ruang angkasa canggih seperti film science-fiction murahan.

Film yang dibintangi oleh Keanu Reeves ini bercerita tentang kedatangan makhluk asing (alien) di dalam sebuah bola (sphere) angkasa. Dari bola tersebut muncul seorang alien yang bernama Klaatu (Keanu Reeves) dan robot raksasa yang dinamakan GORT. Misi yang dilakukan oleh Klaatu ini adalah untuk menyelamatkan planet Bumi dari kerusakan yang ditimbulkan oleh manusia. Untuk itu semua sampel spesies binatang-binatang dikumpulkan oleh bola-bola angkasa yang bertebaran di seluruh dunia sementara umat manusia yang membuat kerusakan akan dimusnahkan. Mirip seperti cerita nabi Nuh modern………..
Komodo

Komodo

Malam kemarin, saya juga menonton The Killer Dragon di National Geotraphic Channel, sebuah program dokumenter ilmiah. Film ini menceritakan tentang keberadaan komodo di Pulau Komodo di Nusa Tenggara Timur. Yang paling menyedihkan dari Komodo ini adalah bahwa habitat binatang reptil ini mulai terancam. Hal ini disebabkan karena populasi manusia yang meningkat yang bakalan mendesak habitat reptil ini, serta manusia yang ikut berburu rusa yang menjadi makanan utama komodo ini. Sehingga banyak komodo yang tidak kebagian rusa. Akhirnya komodo tersebut memangsa binatang-binatang yang lebih kecil dan juga serangga-serangga. Hal ini ternyata cukup berpengaruh kepada kesuburan komodo yang pada akhirnya tentu akan mengancam populasi reptil ini.

Komodo adalah binatang pemakan daging yang tidak jarang memangsa bangsanya sendiri dan juga anak-anaknya sendiri alias kanibal. Air liur komodo yang selalu keluar menjuntai dari mulut reptil ini mengandung ribuan bakteria yang sangat beracun. Mangsa yang digigit reptil ini biasanya akhirnya akan mati walaupun dapat lepas dari cengkraman si komodo. Begitu pula dengan manusia yang digigit komodo akan dapat berakibat fatal jika tidak ditangani cepat secara medis.
Namun yang mengagumkan adalah, ketika ada dua komodo saling berkelahi, sampai berdarah-darah, namun anehnya komodo yang luka-luka akibat gigitan komodo lain tidak akan terpengaruh oleh racun yang ada di air liur komodo tersebut! Para ahli memperhatikan benar hal tersebut. Para ahli tersebut kemudian mengambil sampel darah komodo tersebut. Mereka mempunyai dugaan bahwa di dalam darah komodo terdapat zat antibiotik yang sangat kuat sehingga dapat menangkal dan membunuh bakteri-bakteri beracun tersebut. Di laboratorium para ahli kemudian mengisolasi semua protein yang berada di sampel darah komodo tersebut. Mereka mencoba terus untuk mengidentifikasi protein-protein yang dapat berfungsi sebagai antibiotik tersebut. Mungkin dari darah komodo tersebut dapat dihasilkan antibiotik yang sangat berguna bagi keselamatan umat manusia kelak……. Itulah gunanya kenapa kita harus menyelamatkan komodo (dan tentunya juga binatang-binatang lain) karena dari sini kita dapat mengambil manfaatnya.
Dari tulisan di atas dapat diambil dua kesimpulan:
  1. Setiap spesies di muka bumi ini memang seharusnya dilindungi dan tidak dirusak habitatnya. Karena jika habitat sebuah spesies dirusak oleh kita maka yang rugi pada akhirnya adalah manusia juga. Setiap kerusakan di muka bumi ini yang merasakan ruginya akhirnya manusia juga.
  2. Naluri seorang ilmuwan yang bertanya dari kejadian-kejadian alam yang sederhana dapat menghasilkan sesuatu yang berharga bagi umat manusia. Mungkin jikalau kita melihat komodo berantem yang pertama kali ada di benak kita adalah: “Wah… serunya!” atau “Wah… sadisnya!” atau “Wah… kasihan komodo yang kalah!” dan sebagainya. Namun jikalau naluri seorang  ilmuwan akan memperhatikan sesuatu yang berbeda yang mungkin ‘tidak terlihat’ oleh orang awam. Seperti contoh di atas ketika melihat komodo berantem, seorang ilmuwan akan berfikir dan bertanya: “Kenapa si Komodo tidak mati teracuni oleh bakteria dari air liur lawannya?” Sebuah pertanyaan sederhana yang mungkin dari pertanyaan tersebut kelak akan dapat dihasilkan sesuatu yang dapat mensejahterakan umat manusia…..

16 responses to “Antara Keanu Reeves dan Komodo

  1. waduh flora dan fauna lagi nih pak yari😀 mbok ya sekali-kali mbahas saya miyabi

  2. lho kok nyoretnya gagal. ya intinya gitu deh😀

  3. Dan yg meneliti air liur komodo tsb pasti ilmuwan luar negri lagi…

  4. Lha trus apa hubungannya antara om reaves ama komodo? apa mereka masih family? hehe..

  5. Gimana kalo homo sapiens, Pak Yari? Apa tergolong spesies yang perlu dilindungi?
    Kalo aku liat tivi, slalu saja ada yang dipukuli, dicaci………

  6. ada yang makan daging komodo gak yah

  7. Tampaknya cerita film-nya menarik, saya belum pernah nonton versi lamanya. Thanks Mas Yari, saya add, movie list saya.

    Soal komodo, tertarik dengan cara Mas Yari untuk mengajak pembaca melihat kasus dengan memakai kaca mata ilmuwan. Saya sadar, seringkali orang melihat hal-hal/persoalan tanpa pendalaman, hal ini rasanya masih terkait dengan dengan diskusi tentang paradoks pendidikan kemarin.

    Kelak, jika komodo ini terbukti bermanfaat bagi kesejahteraan & kesehatan manusia, siapa tahu ada jenis usaha baru: pembiakan dan peternakan Komodo, dan dipasaran kemudian, beredar kapsul antibiotik berbahan baku darah komodo. Terbayang modal dan jumlah tenaga kerja yang akan terserap dan usaha baru yang terbentuk, imbas dari penemuan itu. Jika sudah terbukti nyata.

  8. @mantan kyai

    Huahaha…. bukannya sampeyan termasuk fauna yang unik?? **ngumpet**:mrgreen:

    @AgusBin

    Yang saya lihat di acara “The Killer Dragon” itu memang penelitinya luar negeri. Entah jikalau sudah ada peneliti dalam negeri yang sudah meneliti air liur komodo. Kalau belum ada, wah…. sayang sekali ya??😦

    @Aria Turns

    Hubungan mereka belum bisa dipastikan karena mereka sebelumnya belum pernah berkenalan dan bertegur sapa….:mrgreen:

    @M Shodiq Mustika

    Kalau bicara Homo sapiens secara umum, sepertinya Homo sapiens harus banyak belajar saja. Yang memukul harus belajar lebih bijaksana lagi, yang dipukul harus belajar lebih hati2 lagi dan belajar dari pengalaman sebelumnya…..

    @boyin

    Anda berminat memasaknya??:mrgreen:

    @Yoga

    Nah, betul sekali mbak Yoga. Bahkan mungkin komodo tersebut bukan hanya berguna darahnya untuk penelitian zat antibiotik saja, mungkin komodo ini juga punya kegunaan yang lain bagi umat manusia. Saya percaya setiap spesies punya kegunaan sendiri2 dan tidak ada spesies yang diciptakan sia-sia…..🙂

  9. aagghh… saya belum nonton film nyaaaaa!!!
    mau nontooon!!😄

    ______________________________

    Yari NK replies:

    Filmnya bagus deh…. apalagi buat mereka yang senang dengan sci-fi….🙂

  10. Orang Indonesia, gak peduli dengan kelestarian makhluk hidup. Hutan yang penuh dengan kekayaan plasma nutfah, habisssss….

    ____________________________

    Yari NK replies:

    Itu dia. Bukan hanya yang nggak peduli, tetapi juga yang pura2 peduli. Antara omongan atau tulisan dan perbuatan sehari2 tidak sejalan…😦

  11. tapi Keanu Reeves sama Komodo bedas jauh kali pak. selain punya marga dan spesies yang beda satu juta tahun cahaya, sekali liat mukanya udah pasti keliatan beda. harusnya Pak Yari bikin postingan yang ngebahas Otomatis Romantis (Tukul Arwana) sama Blade (Wesley Snipes). Saya sampe ilfil pas nonton itu film Blade. berasa kayaq nonton Tukul yang pake jas panjang berkibar2 pake kacamata item sambil loncat2 kayaq kodok. byuh…

    ____________________________

    Yari NK replies:

    Oh ya?? Wah…. sampai segitu2nya memperhatikan si Tukul Arwana?? Jangan-jangan ngefans berat sampai termimpi-mimpi nih! Huehehehe……

  12. saya pilih keanu aja deh pak…hehehe

    _______________________________

    Yari NK replies:

    Pilih buat apaan dulu nih?:mrgreen:

  13. Wah, Pak Yari, dari nonton film bisa diejawantahkan ke dalam tulisan dengan sudut pandang yang lebih dalam.

    Nonton di mana, Pak Yari? Aku betul-betul nggak sempat cari waktu buat nonton ‘The Day The Earth Stood Still’.

    ____________________________

    Yari NK replies:

    Nontonnya di BIP. Ya, harus ada waktu santai dong bersama keluarga. Huehehe…… Nggak setiap hari ini nonton film atau bioskop…..🙂

  14. huwaaa…. Keanu Reeves!!! *ga peduli ma komodonya* wkwkwkw..

    _________________________

    Yari NK replies:

    Itu sudah jadi satu paket mbak. Jadi kalau “mau” sama Keanu Reeves-nya harus mau sama komodonya juga. Wakakakak…..
    **dikepruk**😆

  15. sama seperti ular yang tak pernah mati karena keracunan bisanya sendiri, karena dia pasti punya antidotnya.
    seperti manusia yang punya flora normal di dalam usus, tidak akan mengalami sakit karena keberadaan bakteri-bakteri tersebut (malah sebaliknya, sakit kalau bakterinya absen), kecuali dalam kasus penurunan imunitas.

    semua ciptaan Allah pasti beguna bagi manusia ya, mas yari. tinggal kita bisa membaca kegunaannya atau tidak. ironisnya kita seringkali hanya melihat keuntungan instan dari sesuatu. kalau tidak memberikan direct benefit, maka langsung diklaim tidak bermanfaat.

    ____________________________

    Yari NK replies:

    Nah, itu dia mbak, pemikiran jikalau tidak memberikan direct benefit sama dengan tidak bermanfaat adalah pemikiran yang simpel yang harus dibuang. Padahal terkadang untuk mengetahui sebuah spesies berguna apa tidak, kita harus menjadi ‘berjiwa ilmuwan’ dan terkadang kita harus meneliti secara seksama agar diketahui manfaat dari spesies tersebut……..

  16. W4duh,.,
    4yo dukung,.
    K0modo d! New 7 wonders,.,.
    5upaya !ndonesia bisa t3rken4l.,,.
    H3,.,he,.,e.,.e.,.,
    buru4n k3t!k,.,.
    “KOMODO” kirim ke 8918,.
    4yo buuurrruuu4nnn

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s